SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan publik. Langkah ini diwujudkan melalui agenda Pembinaan Tenaga Kependidikan yang digelar pada Senin (19/01/2026). Bertempat di Aula Mangkunegaran lantai satu, acara ini dihadiri oleh jajaran dekanat serta seluruh staf administrasi.
Sebanyak 20 orang Tendik hadir untuk menyerap arahan strategis dari Kepala Biro AUPK universitas. Kegiatan ini diawali dengan sambutan hangat dari Wakil Dekan II dan Dekan FEBI. Mereka menekankan bahwa integritas staf adalah tulang punggung keberhasilan fakultas dalam melayani mahasiswa secara maksimal.
Penguatan Loyalitas dan Profesionalisme Tendik
Kepala Biro AUPK, Dr. Mustain Ahmad, S.H., M.H., hadir sebagai narasumber utama dalam forum tersebut. Beliau menegaskan bahwa menjadi aparatur sipil negara memerlukan perubahan mindset yang mendasar. Seorang birokrat harus memposisikan diri sebagai eksekutor kebijakan yang profesional sekaligus loyal kepada institusi.
Dalam paparannya, beliau mengingatkan pentingnya konsep “sangkan paraning dumadi” atau mengenali asal dan tujuan hidup. Menurutnya, orang yang tidak mengenali dirinya sendiri tidak akan pernah mantap dalam melangkah. Oleh karena itu, kesadaran diri menjadi fondasi utama dalam membangun karier yang berkah dan bermartabat.
“Lembaga ini akan menjadi bagus kalau kita semua tertib dan loyal dalam bertugas,” tegas Dr. Mustain. Beliau juga mengajak para peserta untuk memberikan nilai terbaik atas pilihan profesi yang telah diambil. Ungkapan langsung ini menjadi pelecut semangat bagi para Tendik untuk terus meningkatkan standar mutu pelayanan.
Membangun Grand Plan Pelayanan Prima
Transisi menuju budaya kerja yang lebih efektif menuntut setiap individu untuk memiliki rencana yang matang. Dr. Mustain mendorong setiap staf untuk menyusun grand plan pribadi dalam menjalankan tupoksi masing-masing. Rencana yang terukur akan membantu lembaga dalam mencapai visi besar menjadi universitas yang unggul dan kompeten.
Selanjutnya, sikap ikhlas dalam bekerja didefinisikan sebagai kemampuan untuk tidak mudah merasa kecewa saat menghadapi hambatan. Ujian atau kegagalan dalam proses birokrasi adalah hal yang biasa terjadi dalam dunia kerja. Namun, citra baik lembaga harus tetap dijaga melalui performa kerja yang konsisten dan penuh tanggung jawab.
Setiap tantangan yang muncul harus dijawab dengan inovasi dan kreativitas dalam memberikan solusi bagi pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan agar tumbuh persepsi positif dari masyarakat terhadap kinerja fakultas secara keseluruhan. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan di FEBI akan semakin kuat dan terjaga dengan baik.
Penandatanganan Komitmen Pelayanan Publik
Acara pembinaan ini mencapai puncaknya pada sesi penandatanganan dokumen komitmen pelayanan oleh seluruh peserta yang hadir. Komitmen ini bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan janji suci untuk melayani dengan hati. Anda sebagai pengguna layanan tentu akan merasakan dampak nyata dari perubahan perilaku kerja yang lebih responsif ini.
Prosesi ini disaksikan langsung oleh Dekan FEBI sebagai bentuk dukungan penuh pimpinan terhadap transformasi birokrasi. Sinergi antara pimpinan dan staf administrasi diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. Melalui penandatanganan ini, tanggung jawab kolektif untuk menjaga nama baik institusi kini resmi dipikul bersama.
Akhirnya, kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran tugas-tugas di masa depan yang semakin kompleks. Semangat baru yang dibawa dari aula ini diharapkan dapat menular ke seluruh unit kerja di universitas. Mari kita dukung terus upaya FEBI UIN Raden Mas Said dalam mencetak aparatur yang berintegritas tinggi.


