SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta baru saja menerima kunjungan strategis pada hari Rabu, 29 April 2026. Agenda utama kunjungan ini adalah benchmarking oleh Institut Agama Islam Sufyan Tsauri Majenang. Fokus diskusi hari ini berpusat pada pengembangan tata kelola fakultas dan penguatan kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Kolaborasi ini diharapkan mampu mencetak lulusan unggul yang siap bersaing di pasar global. Selain itu, diskusi ini juga membahas tentang program internship yang ada di FEBI.
Komitmen pada Standar Mutu Internasional
Sinergi antarperguruan tinggi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. Kegiatan Benchmarking IAI Sufyan Tsauri Majenang ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan standar mutu. Pertukaran ide dilakukan secara mendalam pada level manajemen fakultas dan program studi. “Kami percaya kolaborasi ini akan membawa perubahan positif bagi kedua belah pihak,” ujar Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Standar mutu yang kuat akan memberikan rasa aman bagi para orang tua siswa.
Inovasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE).
Kurikulum pendidikan harus terus beradaptasi dengan dinamika teknologi dan ekonomi syariah. Tim dari Majenang secara khusus mempelajari kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang telah diterapkan di FEBI. Diskusi ini dilakukan untuk memastikan bahwa kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan lapangan kerja. Setiap perubahan yang diusulkan selalu mempertimbangkan masukan dari para ahli dan praktisi profesional.
Dampak Positif Bagi Ekosistem Pendidikan Islam
Manfaat dari kegiatan benchmarking IAI Sufyan Tsauri Majenang ini akan dirasakan langsung oleh seluruh civitas akademika di masa depan. Pengalaman belajar mahasiswa diprediksi akan semakin kaya dengan adanya program pertukaran atau riset bersama. Hal ini dilakukan untuk membangun jejaring pendidikan Islam yang lebih solid di Indonesia. Kualitas pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak ternilai harganya. Kunjungan ini ditutup dengan tanya jawab dan tanda tangan MoA antara kedua belah pihak. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar implementasi hasil kerja sama ini berjalan lancar.


