Kunjungan di Sentra Patung Mulyoharjo Binaan UNISNU

UNISNU Jepara Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Kunjungan Sentra Patung Mulyoharjo

Jepara, 24 Juni 2025 – Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara mengadakan kunjungan kelembagaan ke Sentra Patung Mulyoharjo, salah satu mitra binaan unggulan. Sentra ini dikenal karena keberhasilannya dalam mengolah limbah kayu menjadi karya seni yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi.

Kawasan ini telah lama dikenal sebagai pusat industri ukir. Namun, para pengrajin di sentra ini memiliki pendekatan berbeda. Mereka memanfaatkan limbah kayu dari sisa produksi meubel dan penggergajian sebagai bahan utama. Dari tangan-tangan terampil itu, lahirlah patung, relief, hingga furnitur etnik yang bernilai jual tinggi.

Sentra Patung Mulyoharjo terletak di kawasan Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, yang sejak dahulu dikenal sebagai pusat industri ukir. Berbeda dengan sentra ukir konvensional, para pengrajin di Mulyoharjo fokus pada penggunaan limbah kayu—baik potongan kecil, serpihan, maupun kayu bongkaran—yang disulap menjadi patung, relief, miniatur, dan mebel artistik. Produk-produk ini tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi dan diekspor ke mancanegara.

Dibaca juga : Green Matrix Jadi Titik Temu Kolaboratif LPPM UNISNU Jepara dan FEBI UIN Raden Mas Said

Kegiatan kunjungan melibatkan tim LPPM UNISNU Jepara, dosen, mahasiswa, dan beberapa mitra kolaborasi. Mereka berdialog langsung dengan para pengrajin. Topik yang dibahas mencakup proses produksi, manajemen limbah, serta tantangan menjaga keberlanjutan lingkungan. Konsep ekonomi sirkular menjadi dasar pendekatan yang mereka terapkan.

Ketua LPPM UNISNU menyampaikan apresiasi atas model usaha yang dikembangkan oleh sentra ini.

“Apa yang dilakukan di Mulyoharjo adalah wujud kearifan lokal yang berpadu dengan prinsip ekologi modern,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi ekonomi, produk yang dihasilkan juga menyimpan nilai budaya. Beberapa di antaranya mengangkat tema sejarah dan spiritualitas lokal. Motif ukiran tradisional Jepara masih dipertahankan, namun dikemas dalam bentuk yang lebih modern.

Melalui kunjungan ini, UNISNU mempertegas komitmennya dalam membangun kemitraan berbasis pengabdian masyarakat. Sentra Patung Mulyoharjo menjadi contoh nyata bagaimana limbah dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai dan berkelanjutan.

Tags: No tags

Comments are closed.