Penulis: M. Irsyad
FEBI News| Malang (Senin, 25/9/2023) dalam rangka merealisasikan kolaborasi dan Kerjasama di bidang penelitian yang telah direncanakan dan disepakati sebelumnya, dosen Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan desiminasi penelitian di hadapan para dosen Program Studi (Prodi) Ekonomi Islam FEB Universitas Brawijaya. Kegiatan desiminisai dihadiri oleh dosen Prodi Ekonomi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta yaitu Dr. M. Rahmawan Arifin, SE., M.Si. Devi Narulitasari, M.Si., Dr. Indah Piliyanti, MSI, dan Mohamad Irsyad, Lc., M.E., dan para dosen prodi Ekonomi Islam FEB Universitas Brawijaya Malang.
Tujuan dari dilakukan desiminasi penelitian ini, selain untuk merealisasikan kolaborasi penelitian antara dosen Prodi Ekonomi Syariah UIN Raden Mas Said dengan Prodi Ekonomi Islam Universitas Brawijaya, dan pemaparan hasil riset yang dapat menjadi temuan dan wawasan baru bagi para dosen, juga sebagai wadah sharing hasil riset serta berbagi ide maupun gagasan, dan mendapatkan masukan juga tanggapan terhadap isu yang sedang dibahas. Yang selanjutnya, diharapkan mampu menjadi ide bagi para dosen untuk melakukan kolaborasi penelitian di masa depan.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Dwi Retno Widiyanti, dan dilanjutkan pemaparan hasil Riset. Desiminasi hasil penelitian yang pertama dipresentasikan adalah penelitian Dr. M. Rahmawan Arifin, SE., dengan judul penelitian “Do Young Muslim Choose Differently Identifying Consumer Behaviour In Halal Industry”, disampaikan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi dalam konsumsi produk halal, namun seiring dengan perkembangan zaman yang cepat dan banyak bermunculan produk-produk baru saat ini, produk halal memerlukan strategi pemasaran khusus dikarenakan konsumen dalam industry halal ini memiliki karakteristik yang unik. Studi ini bertujuan untuk menguji perilaku konsumen terhadap produk halal dengan meneliti bagaimana kualitas konten, kesadaran agama, dan kesadaran merek dapat memengaruhi perilaku belanja konsumen dan loyalitas konsumen khususnya konsumen muda.
Penelitian ini menghasilkan bahwa kualitas konten dan kesadaran agama memiliki pengaruh signifikan dan positif secara langsung terhadap perilaku pembelian konsumen muda, efek tidak langsung yang signifikan juga terlihat melalui kesadaran merek sebagai variable mediasi. Dalam penelitian ini juga terdapat bukti empiris bahwa perilaku pembelian konsumen memiliki hubungan positif yang signifikan dengan loyalitas konsumen. Selain itu, hubungan positif yang signifikan antara perilaku pembelian konsumen dan loyalitas konsumen dimoderasi oleh jenis kelamin konsumen.
Kegiatan diseminasi dilanjutkan oleh pemaparan hasil penelitian oleh Dr. Indah Piliyanti, MSI, dengan judul penelitian “ Mapping Lembaga Filantropi Islam di Indonesia berdasar pada Pemenuhan Pengungkapan Akuntabilitas Online/Daring”. Disampaikan dalam desiminasi, bahwa latar belakang penelitian ini didasari karena pentingnya akuntabilitas dan transparansi laporan keuangan lembaga filantropi tertuma setelah terjadi sebuah fenomena Fraud pada Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang menggunakna dana donasi melebihi ketentuan UU, yakni mencapai 13,7 persen untu operasional organisasi, sehingga banyak Masyarakat yang mempertanyakan akuntabilitas dan transparansi lembaga filantropi. Hal inilah yang mendorong Lembaga filantropi di Indonesia untuk lebih akuntabel dan transparan. Diharapkan dengan adanya akuntabilitas dan transparansi yang merupakan bentuk tanggung jawab Lembaga, akan meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap lembaga dan bahkan mampu memperoleh lebih banyak donasi dan funding Ketika laporan keuangan diungkapkan secara publik di website mereka.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan berfokus pada bagaimana pengelola BAZNAS dan LAZ meningkatkan akuntabilitas dan transparansi berbasis website di era teknologi informasi untuk keberlangsungan lembaga?. Penelitian ini menghasilkan bahwa data ketersediaan website BAZNAS jauh lebih sedikit dibandingkan dengan LAZ, dimana pada BAZNAS hanya 26% BAZNAS yang mengungkapkan laporan keuangan secara terbuka di website mereka, sednagkan sisanya tidak. Sedangkan pada LAZ laporan keuangan yang diungkapkan di website ada sekitar 52% nya. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam pemenuhan pengungkapan akuntabilitas secara online LAZ lebih baik dari pada BAZNAS.
Selanjutnya, kegiatan diseminasi dilanjutkan dengan sesi diskusi, dimana bahasan diskusi lebih menenkankan pada bahasan Lembaga Filantropi Islam di Indonesia. Dari hasil diskusi para dosen Ekonomi Syariah FEBI UIN Raden Mas Said, dan dosen Ekonomi Islam FEB Universitas Brawijaya, sepakat untuk merealisasikan penelitian kolaboratif khususnya dalam bidang filantropi Islam, Perilaku konsumen, dan Industri Halal.


Add a Comment
You must be logged in to post a comment