FEBI UIN Raden Mas Said Perkuat Spiritual Mahasiswa Melalui Khataman Al-Quran
SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menyelaraskan aspek akademis dan religius. Melalui unit Pesantren Mahasiswa (Pesmadin), sebuah agenda sakral bertajuk Khataman Al-Quran sukses digelar sebagai fondasi spiritualitas mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak yang mulia.
Integrasi Nilai Islami Melalui Khataman Al-Quran
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas dan ratusan mahasiswa yang tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian tilawah. Khataman Al-Quran dipandang sebagai momentum refleksi diri di tengah padatnya aktivitas perkuliahan yang melelahkan. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga kampus. Nilai-nilai Al-Quran diharapkan mampu menjadi kompas moral bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan era digital.
“Mahasiswa harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan emosional dan spiritual agar menjadi pemimpin yang amanah kelak,” ujar Dekan FEBI Prof. Dr. Muhamad Rahmawan Arifin, M.Si saat memberikan sambutan.
Penerapan Karakter di Pesantren Mahasiswa
Selanjutnya, program ini merupakan bagian integral dari kurikulum non-formal yang diterapkan oleh pihak Pesmadin secara konsisten. Melalui pembiasaan membaca kitab suci, suasana kampus yang sejuk dan penuh keberkahan dapat senantiasa terjaga. Oleh karena itu, antusiasme peserta sangat tinggi dalam mensukseskan agenda yang bernuansa islami tersebut. Hal ini membuktikan bahwa minat generasi muda terhadap studi agama masih sangat besar.
Dampak Positif Khataman Al-Quran bagi Civitas
Secara teknis, pembagian juz telah dilakukan jauh hari sebelum acara puncak dimulai agar pembacaan lebih terstruktur. Oleh sebab itu, setiap mahasiswa merasa memiliki tanggung jawab personal untuk menyelesaikan bagian bacaan mereka masing-masing. Di sisi lain, doa bersama dipanjatkan demi kemajuan institusi dan kemaslahatan seluruh umat manusia. Akhirnya, acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas kelancaran acara ini.
Kontak Media: Humas FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Email: [email protected] Website: febi.uinsaid.ac.id
Digitalisasi Ekonomi Islam: Mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Siap Kuasai Aplikasi ‘Tring’ di Magang Pegadaian Syariah Batch 11
Surakarta, 16 April 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan kesiapan lulusan dengan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Magang Pegadaian Syariah Batch 11. Kegiatan ini secara khusus difokuskan pada pembekalan penggunaan aplikasi Tring Pegadaian Syariah sebagai bagian dari transformasi layanan berbasis digital di industri keuangan syariah.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa FEBI yang akan melaksanakan program magang di Pegadaian Syariah. Pelatihan ini dirancang sebagai sarana penguatan kompetensi praktis mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan sistem operasional digital serta memahami alur layanan yang diterapkan di lingkungan kerja nyata.
Penguatan Kompetensi Teknis: Membedah Ekosistem Aplikasi Tring
Fokus utama dalam pembekalan kali ini adalah penguasaan Aplikasi Tring Pegadaian Syariah. Aplikasi ini merupakan pilar utama layanan berbasis digital yang memungkinkan transaksi menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel sesuai dengan tuntutan zaman.
Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan materi terkait pengenalan aplikasi Tring Pegadaian Syariah, meliputi fitur-fitur utama, mekanisme penggunaan, hingga simulasi transaksi layanan. Penyampaian materi dilakukan secara sistematis oleh bu Ratna sebagai perwakilan dari tim Pegadaian Syariah Solo Baru yang kompeten di bidangnya, sehingga peserta memperoleh pemahaman komprehensif baik secara teori maupun praktik.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam mengikuti sesi praktik penggunaan aplikasi Tring. Melalui simulasi langsung, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mencoba berbagai fitur yang digunakan dalam operasional layanan Pegadaian Syariah, sehingga mampu meningkatkan kesiapan mereka sebelum terjun ke lapangan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula simbolisasi dimulainya program magang Batch 11 melalui penyerahan tanda peserta kepada perwakilan mahasiswa. Momen ini menjadi bentuk komitmen bersama antara pihak kampus dan Pegadaian Syariah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.
Mencetak Generasi Emas Ekonomi Syariah
Program Magang Batch 11 ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said untuk bertransformasi menjadi tenaga profesional yang siap pakai. Dengan pemahaman mendalam mengenai sistem digital dan prinsip syariah, para peserta siap memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai institusi yang adaptif terhadap perubahan teknologi tanpa meninggalkan akar nilai-nilai keislaman yang kuat.
Perkuat Ekosistem Perbankan Syariah : Muamalat Institute Jajaki Sinergi Strategis dengan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta
SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menerima kunjungan resmi dari Muamalat Institute dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis di bidang pengembangan sumber daya manusia perbankan syariah pada Rabu (15/04).
Kunjungan ini dihadiri oleh Yudi Krisdianto dan Safira sebagai perwakilan dari Muamalat Institute dan juga disambut hangat oleh Wakil Dekan FEBI beserta jajarannya serta Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Zakky Fahma Auliya.
Pertemuan ini menjadi langkah nyata kedua belah pihak dalam menyelaraskan dunia akademik dengan kebutuhan industri keuangan syariah yang terus berkembang pesat.
Fokus Utama Kerjasama: Sertifikasi dan Kompetensi
Dalam diskusi hangat tersebut, Muamalat Institute menawarkan berbagai program pengembangan profesi yang komprehensif. Fokus utama kerjasama yang dibahas meliputi:
Pelatihan & Sertifikasi Profesi: Program peningkatan kompetensi bagi dosen dan mahasiswa agar memiliki kualifikasi yang diakui secara industri.
Link and Match: Memastikan kurikulum dan skill mahasiswa sesuai dengan standar perbankan syariah modern.
Membuka Pintu Karier via Program MIKO
Salah satu poin penting dalam kunjungan ini adalah penguatan wadah Internship MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) melalui program MIKO (Muamalat Indonesia Kompeten).
Program MIKO merupakan magang terstruktur yang diinisiasi oleh Muamalat Institute bersama Bank Muamalat Indonesia. Program ini dirancang khusus bagi mahasiswa tingkat akhir untuk merasakan ekosistem kerja nyata di industri perbankan syariah.
Program MIKO bukan sekedar magang biasa, program ini juga dapat menjadi jembatan karier mahasiswa. Peserta tidak hanya belajar teori, tapi dibekali kemampuan teknis yang berpeluang mengantarkan mereka menjadi Branch Sales Officer di jaringan Bank Muamalat.
Inklusivitas untuk Semua Program Studi
Meskipun perbankan syariah menjadi fokus utama, kolaborasi ini ditegaskan tidak terbatas hanya untuk Program Studi Perbankan Syariah. Mahasiswa dari berbagai prodi lain di lingkungan FEBI UIN Raden Mas Said juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program magang dan pelatihan ini, mengingat kebutuhan industri yang semakin multidisiplin.
Dengan adanya kunjungan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap kerja dan kompeten secara profesional di kancah nasional.
HMPS MBS resmi meluncurkan program “MBS SustainCup Project”

Surakarta, 15 April 2026 — Semangat keberlanjutan dan nilai-nilai syari’ah berpadu dalam sebuah ruang belajar yang hidup melalui Workshop Green Entrepreneurship dan Model Bisnis Syari’ah Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh HMPS MBS. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum akademik, tetapi juga ruang bertemunya gagasan, refleksi, dan langkah nyata menuju perubahan yang lebih berkelanjutan.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan briefing dan persiapan panitia, dilanjutkan dengan registrasi serta pengkondisian peserta. Memasuki sesi opening ceremony, suasana berlangsung khidmat melalui pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Raden Mas Said.
Memasuki inti pembukaan, sesi sambutan menjadi titik penting yang memberi arah terhadap jalannya kegiatan. Ketua panitia, Rizka Fauziah, dalam sambutannya menekankan bahwa isu keberlanjutan bukan lagi sekadar wacana, melainkan tanggung jawab yang harus mulai diinternalisasi oleh mahasiswa. Ia mengajak seluruh peserta, khususnya mahasiswa Manajemen Bisnis Syari’ah, untuk mampu menerapkan nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, integrasi antara kepedulian lingkungan dengan konsep bisnis berbasis maqashid syari’ah menjadi fondasi penting dalam membangun model bisnis yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga membawa kemaslahatan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum HMPS MBS 2026, Dwi Cahyono Ardhi. Ia menegaskan bahwa kehadiran narasumber dari FEBI UIN Salatiga bukan hanya untuk menyampaikan materi secara teoritis, tetapi menjadi ruang untuk saling bertukar wawasan. Forum ini dimanfaatkan untuk melihat bagaimana FEBI UIN Salatiga dan FEBI UIN Surakarta membangun pendekatan keberlanjutan, lalu merangkum intisari dari masing-masing kebijakan yang dapat diadaptasi.
Lebih jauh, ia mengajak peserta untuk melihat green entrepreneurship secara lebih kritis—bukan hanya sebagai istilah populer, tetapi sebagai peluang nyata yang perlu dibaca secara rasional dan strategis. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan program konkret bertajuk “MBS SustainCup Project”, sebuah gerakan membawa tumbler guna menekan penggunaan botol plastik sekali pakai di lingkungan fakultas dan kampus secara luas. Program ini selaras dengan inisiatif “FEBI Zero Plastik” dan diharapkan mampu menjadi gerakan berkelanjutan, dengan HMPS MBS Kabinet Astravera 2026 sebagai aktor utama dalam membangun kesadaran kolektif.
Sambutan ketiga disampaikan oleh Ketua Prodi MBS, Rina Hastuti, S.E., M.M., Ph.D, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Program Studi, Dr. Suryati, S. Pd., M. E. K. Dalam penyampaiannya, beliau menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai green entrepreneurship dengan prinsip syari’ah secara seimbang. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga harus berpijak pada nilai keadilan, kemaslahatan, dan tanggung jawab sosial. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menemukan titik tengah antara inovasi bisnis dan nilai etis, sehingga mampu melahirkan solusi yang tidak hanya relevan, tetapi juga berkelanjutan.
Sebagai bagian dari penguatan pesan, dilakukan pemutaran video yang menggambarkan kondisi pencemaran lingkungan, mulai dari sungai hingga lautan, serta lamanya proses alam dalam mengurai sampah plastik. Suasana menjadi reflektif sebelum akhirnya dilanjutkan dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali sebagai tanda resmi diluncurkannya program MBS SustainCup Project.
Momentum ini kemudian diperkuat dengan penyerahan tumbler kepada narasumber, Dr. Saifuddin Zuhri, M.Si, yang merupakan produk sekaligus inovasi dari HMPS MBS Kabinet Astravera 2026. Penyerahan ini tidak hanya bersifat simbolis sebagai kenang-kenangan, tetapi juga menjadi representasi nyata komitmen mahasiswa (ormawa FEBI UIN Surakarta) dalam menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan lingkungan—dimulai dari perubahan kebiasaan sederhana, yaitu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara narasumber, pihak program studi, dan peserta.
Memasuki sesi inti, workshop dipandu oleh moderator Zalfa Melia Putri Supriyanto. Dalam pemaparannya, Dr. Saifuddin Zuhri, M.Si menjelaskan bahwa green entrepreneurship merupakan solusi strategis dalam menjawab tantangan krisis lingkungan, ketimpangan ekonomi, serta transformasi digital. Ia menekankan pentingnya integrasi antara inovasi teknologi dan prinsip maqashid syari’ah sebagai fondasi dalam membangun model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga keberlanjutan dan kemaslahatan.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau, namun masih dihadapkan pada berbagai tantangan seperti kualitas SDM, kesenjangan sosial, serta belum optimalnya integrasi sistem ekonomi berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, dan masyarakat, termasuk peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun ekosistem green entrepreneurship yang kuat.
Sesi diskusi yang dibuka setelah pemaparan materi berlangsung aktif dan interaktif. Berbagai pertanyaan yang diajukan menunjukkan antusiasme sekaligus upaya peserta dalam memperdalam pemahaman terhadap materi yang disampaikan.

Menutup rangkaian kegiatan, dalam closing statement-nya, narasumber mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan bumi sebagai warisan dari generasi sebelumnya, sekaligus amanah yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Pesan ini menjadi penegas bahwa keberlanjutan bukan hanya konsep, tetapi tanggung jawab bersama.
Sebagai penutup, dilakukan penyerahan kenang-kenangan dari Ketua Umum kepada narasumber serta dari Ketua Panitia kepada moderator, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan penutup rangkaian acara.
Workshop ini resmi ditutup oleh MC, dengan harapan besar bahwa seluruh gagasan yang lahir tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam langkah nyata. (Adm Febi)





