Peminat Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Tertinggi Nasional

Semakin meningkatnya minat dan kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pendidikan agama yang berkualitas, membuat semakin banyaknya minat lulusan SMA/MA/SMK untuk masuk menjadi mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Hal ini terlihat pada jumlah peminat prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) yang menempati posisi peminatan terbanyak secara nasional dalam proses SPMB jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional dan jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-UM PTKIN) TA 2018/2019. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. Abdul Matin Bin Salman, Lc., M.Ag secara langsung menerima penghargaan ini bersama PTKIN lain di Kota Padang, Ahad (8/7).

Capaian ini merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap upaya pengembangan kualitas Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), yang merupakan salah satu prodi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta, guna mencapai visi  prodi, yaitu: Menjadi Program Studi Yang Unggul Dan Islami dalam Pengembangan Riset dan Aplikasi Ilmu Manajemen Bisnis Syariah Pada Tahun 2024.

Atas kepercayaan masyarakat tersebut, KEtua Jurusan Manajemen Bisnis Syariah, Hj. Datien Eriska Utami, M.Si menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas perhatian serta partisipasi masyarakat tersebut. Sesuai dengan tujuan program studi, akan dilakukan upaya upaya peningkatan pelayanan dan pengembangan sebagaimana telah diamanahkan oleh masyarakat. Program studi akan terus berkomitmen mencetak manajer yang professional, kompetitif, berwawasan global, entrepreuner yang kreatif, inovatif, inspiratif, berwawasan global, dan berpijak pada nilai-nilai keislaman. (Choi) 

Metode Penelitian pada Penyusunan Skripsi Mahasiswa

Pada hari Kamis (12/7), pengelola konsorsium dosen kembali melaksanakan kegiatan diskusi dengan tema “Sharing Seputar Metode Penelitian pada Penyusunan Skripsi Mahasiswa: Penyamaan Persepsi Pada Penggunaan Teknik Analisis Regresi Linier Berganda”. Diangkatnya tema diskusi kali ini ditujukan untuk melakukan penyamaan persepsi para dosen pada penggunaan teknik analisis regresi linier berganda.

Narasumber pada diskusi kali ini adalah Wakil Dekan 1, Drs. Azis Slamet Wiyono, M.M., dengan dimoderatori oeh Usnan, S.E.I., M.E.I. Diskusi diawali dengan pemaparan mengenai penggunaan alat analisis regresi linier berganda, dan selanjutnya diangkat poin-poin yang selama ini masih belum seragam dipahami oleh para dosen, baik sebagai pembimbing maupun penguji skripsi.

Tiga poin yang selanjutnya didiskusikan adalah mengenai penggunaan uji F, pembacaan hasil olah data terkait signifikansi pengaruh dan besarnya pengaruh, serta sistematika pada pengujian regresi linier berganda. Dan berdasarkan hasil diskusi, disepakati bahwa: (1) Uji F digunakan untuk menguji ketepatan model, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam rumusan masalah, (2) Signifikansi pengaruh dilihat berdasarkan nilai signifikansi atau nilai t, sedangkan untuk menyimpulkan besarnya pengaruh dilihat berdasarkan nilai koefisien regresi masing-masing variabel independen, (3) Sistematika pada pengujian dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan urutan berikut: deskripsi data, uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji ketepatan model, analisis regresi, dan uji t.

Selain ketiga hasil pokok diskusi diatas, di akhir sesi diskusi para peserta diskusi merekomendasikan untuk mengagendakan diskusi-diskusi khusus berkaitan dengan alat-alat analisis lainnya, yang sudah mulai banyak digunakan oleh mahasiswa, sehingga kedepan dapat terus meningkatkan kualitas skripsi. (usnan)

Isu-isu Kontemporer Akuntansi dan Keuangan Syariah

Akuntansi syariah merupakan salah satu bidang kajian dalam lingkup Ekonomi Islam yang masih terus berkembang. Oleh karena itu, pendalaman dan pengembangan kajian tersebut harus selalu dilakukan, khususnya oleh kalangan akademisi.

Dilatarbelakangi hal tersebut, Program Studi Akuntansi Syariah menggelar sebuah Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema “Isu-isu Kontemporer Akuntansi dan Keuangan Syariah: Upaya Peningkatan Publikasi Ilmiah Bagi Dosen dan Mahasiswa” pada 4 Juli 2018. Diskusi yang diselenggarakan di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ini menghadirkan Kepala Pusat Studi Ekonomi Islam Universitas Sebelas Maret, Dr. Falikhatun, S.E., M.Si., C.A., S.A.S. sebagai narasumber.

Sebagai pendahuluan, narasumber menyampaikan isu-isu kontemporer di bidang akuntansi syariah. Dalam hal ini, ada banyak isu akuntansi yang masih sangat terbuka untuk dikembangkan, diantaranya adalah Islamic corporate governance, Islamic cost of capital, Islamic corporate social responsibility, Islamic capital structure, Islamic earning management, Islamic corporate disclosure, dan standard in Islamic accounting. Kesemua isu tersebut masih membutuhkan berbagai sentuhan kajian Ekonomi Islam, dan civitas akademika di PTKIN (termasuk diantaranya FEBI IAIN Surakarta) sangat diharapkan kontribusinya. Menurut narasumber, konstruksi konsep dan teori dalam kajian akuntansi syariah yang baru dapat dibentuk, asalkan terdapat dasar-dasar teori yang menguatkannya. Civitas akademika di PTKIN dianggap sangat potensial, karena topik syariah dan ekonomi Islam telah menjadi bahan pembelajaran dan penelitian yang seringkali dikaji.

Selain itu, isu-isu kontemporer dalam bidang keuangan syariah juga tidak terlewatkan menjadi topik diskusi. Pembicaraan tentang akses finansial bagi UMKM, instrumen keuangan Islam, financial technology, dan kewirausahaan turut dibahas dalam diskusi. Dan di akhir pemaparan materi, narasumber menyampaikan topik tentang pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan riset dan keuangan syariah. Ada beberapa pendekatan dan paradigma yang dapat dipilih oleh para peneliti, sebagaimana disampaikan oleh Sarantakos (1998), yaitu paradigma positivis, paradigma interpretif, dan paradigma critical.

Para dosen dan mahasiswa tampak antusias selama sesi pemaparan materi maupun diskusi. Diharapkan diskusi ini mampu menjadi ajang refreshment akademik bagi pengembangan keilmuan dan penelitian para dosen dan mahasiswa, khususnya di bidang akuntansi dan keuangan syariah. (mr)

Kunjungan FRESH FEBI IAIN Surakarta ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta

13 April 2018-FRESH FEBI IAIN Surakarta melakukan kunjungan ke Otoritas Jasa Keuangan Surakarta dengan mengusung tema “Peran Otoritas Jasa Keuangan dalam pengawasan Lembaga Keuangan Syariah”. Dalam kunjungan kali ini diikuti oleh 60 mahasiswa yang merupakan pengurus dan anggota dari FRESH FEBI IAIN Surakarta. Tujuan dari kunjungan kali ini adalah untuk menambah pengetahuan pengurus dan anggota FRESH FEBI IAIN Surakarta mengenai peran Otoritas Jasa Keuangan dalam pengawasan lembaga keuangan syariah baik yang makro maupun mikro.
Kunjungan kali ini disambut langsung oleh pimpinan dari Otoritas Jasa Keuangan, dan acara dibuka langsung oleh Kepala SUB Bagian Perlindungan Konsumen OJK Surakarta. Kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Bp. Fauzan Widodo mengenai Otoritas Jasa Keuangan. Dan materi kedua disampaikan oleh Ibu Nur mengenai pengawasan terhadap lembaga keuangan syariah. Di sesi terakhir acara ini dilakukan diskusi dan Tanya jawab seputar materi yang telah di sampaikan. (Wiwin)

Studi Banding FRESH FEBI IAIN Surakarta ke KSEI FE UNNES

Sabtu, 12 Mei 2018 KSEI FRESH FEBI IAIN Surakarta studi banding ke KSEI FE UNNES. Peserta studi banding terdiri dari 55 pengurus dan anggota FRESH. Tujuan utama dari studi banding ini adalah untuk saling bertukar pendapat dan program kerja antara FRESH FEBI IAIN Surakarta dan KSEI FE UNNES untuk perbaikan kedepan bagi masing-masing KSEI. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin tali silahturahmi.

Acara yang pertama dilakukan adalah penyampaian proker dari masing-masing KSEI yang disampaikan oleh Presiden FRESH FEBI IAIN Surakarta dan Presiden KSEI FE UNNES. Kemudian dilanjutkan dengan FGD di setiap departemen dari masing-masing KSEI, dengan tujuan untuk saling mengenal sesama departemen yang memiliki fungsi sama dalam struktur organisasi. Selanjutnya setiap departemen melakukan sharing mengenai masalah apa yang menjadi kendala dan saling bertukar pikiran untuk mengatasi masalah-masalah yang ada dalam departemen tersebut.

Kegiatan studi banding ini diakhiri dengan foto bersama dari FRESH FEBI IAIN Surakarta dan KSEI FE UNNES. Dan sekaligus bertukar kenang-kenangan yang diserahkan oleh masing-masing presiden KSEI. (elma)

 

FRESH Meraih Best Second Paper pada Simposium TEMILNAS FoSSEI XVII 2018

Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, yakni Annisa Nuril Fajriah, Lulu Syifa Pratama, dan Hani Wahyu Nugroho, yang tergabung dalam LSO FRESH berhasil menorehkan prestasi dalam event TEMILNAS (Temu Ilmiah Nasional) FoSSEI XVII 2018 yang diselenggarakan oleh KSEI Universal Islamic Economics (UIE) UIN Sumatera Utara di Asrama Haji Medan (25 s/d 29 Maret 2018). Artikel ketiganya yang berjudul “E-WAPRO: Aplikasi Wakaf Produktif Sebagai Inovasi Platform Pembiayaan Menuju Sustainability UMKM di Indonesia” berhasil mendapatkan apresiasi sebagai Best Second Paper (artikel terbaik kedua) pada Simposium Komisi Keuangan, Jasa, dan Persewaan.

TEMILNAS sendiri merupakan agenda tahunan FoSSEI tingkat nasional yang mempertemukan seluruh Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) dari seluruh Indonesia untuk bertukar pikiran, berkompetisi (simposium, olimpiade, dan video), dan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk stake holder guna kemajuan ekonomi Islam di Indonesia.  TEMILNAS kali ini  juga dihadiri oleh Dr. Eng. Ilham Akbar Habibie, pejabat PEMDA Sumatera Utara, dan Pimpinan UIN Sumatera Utara, serta diikuti oleh ratusan peserta dari 50 universitas seluruh Indonesia. (hani)

STUDI BANDING ( Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ke Dewan Perwakilan Mahasiswa KM Fakultas Ekonomi UNY )

 

Minggu, (1/04/2018) Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi 2018 melaksanakan studi banding ke Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan program kerja dari Sekretaris Jenderal SEMA FEBI 2018 yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja anggota sekaligus menjalin silaturahim dengan Senat Mahasiswa perguruan tinggi lain. Peserta Study banding ini selain dari anggota SEMA FEBI 2018 sendiri, juga diikuti delegasi dari ORMAWA FEBI IAIN Surakarta ( DEMA, HMJ AKS,HMJ PBS, HMJ MBS, Pakkis, Fresh ).

Acara diawali dari penyampaian Visi Misi dan Program Kerja dalam satu tahun kedepan oleh masing-masing ketua umum. Setelah penyampaian Visi misi serta program kerja dilanjutkan dengan Focus Grup Discussion ( FGD ) antar bidang. Dalam FGD setiap bidang dapat berdiskusi mengenai permasalahan, maupun program kerja masing-masing organisasi. Harapannya, setelah dilaksanakannya FGD dapat menghasilkan solusi bagi permasalahan serta program baru yang dapat memajukan organisasi masing masing.

Di akhir kegiatan ditutup dengan pemberian kenang – kenangan sekaligus foto bersama. Selain melakukan kunjungan juga diadakan pariwisata ke Malioboro guna merefresh otak agar semangat dalam melaksanakan tugas organisasi dalam satu tahun kedepan.(arian)

 

Sosialisasi IKNB Syariah “Mengenal Industri Keuangan Non Bank Syariah”

Rabu (28/03/2018), Kantor Otoritas Jasa Keuangan Solo (KOJK) bersama dengan PT. Pegadaian Solo menyelengarakan kegiatan Sosialisasi Lembaga Keuangan Non Bank Syariah dengan tema Mengenal Industri Keuangan Non Bank Syariah bertempat di Gedung Rektorat Lantai 3 IAIN Surakarta. Terselenggaranya kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara jurusan Perbankan Syariah dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Pegadaian Syariah dalam meningkatkan literasi keuangan syariah dikalangan mahasiswa khususnya kepada mahasiswa jurusan Perbankan Syariah IAIN Surakarta.

Mengawali jalannya kegiatan sosialisasi, Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan dari KOJK Solo yang diwakili oleh Bapak Tito Adji Siswantoro selaku Kepala Bidang Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Pasar Modal dan Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) KOJK Solo. Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Budi Sukardi, S.E.I, M.S.I selaku Ketua Jurusan Perbankan Syariah sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Lembaga Keuangan Non Bank Syariah dengan tema Mengenal Industri Keuangan Non Bank Syariah.

Penyampaian materi pertama disampaikan oleh Ibu Susana Diah Kusumaningrum selaku Kepala Sub Bagian IKNB dan Pasar Modal KOJK Solo. Pada materi pertama, Ibu Susan membahas gambar umum IKNB dan IKNB Syariah, mulai dari pengertian IKNB dan IKNB Syariah hingga industri jasa keuangan yang termasuk dalam IKNB dan IKNB syariah.

Penyampaian materi kedua mengulas mengenai produk PT. Pegadaian Syariah dengan judul materi  “Investasi Emas Untuk Merencanakan Pendidikan Anak dan Ibadah Haji” yang disampaikan oleh Bapak Ade Yayat selaku Kepala PT. Pegadaian Solo. Dalam pemaparannya, Bapak Ade Yayat mengajak para peserta untuk berinvestasi emas sebagai sarana perencanaan keuangan di masa depan dan mengampanyekan slogan “emas itu uang, tapi uang bukanlah emas”. Selain itu, beliau juga memaparkan proses dan prosedur dalam berinvestasi emas di PT. Pegadaian Syariah.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut terlihat besarnya antusiasme mahasiswa yang hadir sebagai peserta. Hal tersebut terlihat dari jumlah peserta yang melebihi target kuota yaitu sebanyak 108 mahasiwa dari target semula sebanyak  80 mahasiswa. Selain dari animo jumlah peserta yang melebihi target, antusiasme peserta juga tampak dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada pemateri. Kemarahan pemateri dalam menyampaikan dan menjawab pertanyaan secara detail dan gambang kepada para peserta menjadi kunci terhadap besarnya antusiasme peserta dalam mengikuti acara sosialisasi tersebut.

Diharapkan dengan acara sosialisasi ini dapat menambah khasanah keilmuan mahasiswa dan meningkatkan literasi keuangan syariah kepada mahasiswa jurusan Perbankan Syariah IAIN Surakarta. Selain itu dengan terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu secara klasikal di dalam kelas bersama dosen, tetapi juga ilmu yang disampaikan oleh para praktisi yang menguasai bidangnya secara langsung. (frisdaanastasia)

Benchmarking ke Puspas Unair Surabaya, FEBI pelajari Kurikulum EKonomi Syariah

[smartslider3 slider=17]

FEBI News | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam melakukan benchmarking ke bertempat di gedung utama Rektorat Universitas Airlangga Surabaya. Badan Wakaf FEBI melaksanakan Studi Banding ke Pusat Pengelolaan Dana Sosial (PUSPAS) Universitas Airlangga sebagai lembaga yang secara resmi mengelola wakaf uang di kampus tersebut. Saat ini (2019) Kampus UNAIR adalah satu-satunya Nadzhir Wakaf Tunai berbentuk lembaga pendidikan tinggi yang telah mendapatkan sertifikat dari Badan Wakaf Indonesia. (Senin 19 Agustus 2018 )

Hadir mewakili PUSPAS Dr. Tika Widiastuti SE. M.Si. sebagai ketua PUSPAS UNAIR, Agung Luthfi Fauzan S.Pi, M.Si, Koordinator Fundrising, drg. Alhidayati Asymal M.Si, Koordinator Wakaf dan Aufar Fadlul Hady, S.A. Staff Akuntansi dan Pengelola Keuangan PUSPAS.

Rombongan dari IAIN Surakarta dipimpin langsung oleh Ketua Badan Wakaf FEBI Waluyo, Lc. MA., ikut mendampingi Rais Sani Muharrami, SEI., M.E.I selaku Sekretaris dan Asep Maulana Rohimat, M.S.I selaku bidang Humas & Media Badan Wakaf FEBI. Hadir juga dalam studi banding ini Kepala Bagian TU FEBI Nurhidayatiningsih, MH. didampingi Kepala Sub Bagian Akademik, Mahasiswa dan Alumni Sukoco Edi, SE dan Dedi Risdianto, Amd. Staf Akademik. (AMR)

Foto: Dedi

Grand Opening KANTIN EKSIS FRESH

23 Maret 2018 – Grand Opening Kantin Eksis merupakan program kerja dari departemen tarbiyah FRESH (Forum Ekonomi Syariah). Kantin eksis adalah singkatan dari kajian rutin ekonomi Islam. Grand opening pada kesempatan ini dengan mengusung tema yaitu “Pandangan Ekonomi Islam Terhadap Bitcoin Sebagai Virtual Money” yang di sampaikan oleh Bapak Khoirul Imam, S.H.I., M.S.I. Beliau adalah salah satu dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta. Kajian rutin kali ini di laksanakan di Ruang Baca FEBI. Kajian rutin ekonomi Islam ini diadakan untuk menambah pengetahuan mahasiswa mengenai isu-isu terkini yang berhubungan dengan ekonomi Islam.

Tema yang diambil dalam Kajian rutin ekonomi Islam kali ini sedang menjadi tren di kalangan masyarakat millenial terutama di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, FRESH berinisiatif untuk mengangkat tema tersebut dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana pandangan Islam terhadap tren Bitcoin sebagai virtual money. (Dian)