Sukoharjo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Festival on Islamic Financial 2025. Salah satu agenda utama adalah Financial Literacy EXPO dengan tema “Strengthening Sharia Finance for Sustainable Future.”
Acara ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa tentang literasi keuangan syariah sebagai fondasi masa depan ekonomi yang berkelanjutan. Seluruh mahasiswa baru angkatan 2025 diwajibkan hadir sejak sesi pertama dan mengikuti rangkaian pameran.
Mahasiswa diminta mengunjungi minimal lima stan pameran. Setiap kunjungan mendapat stempel khusus pada formulir presensi. Formulir wajib dicetak berwarna oleh mahasiswa dan diserahkan kepada panitia. Mekanisme ini mendorong mahasiswa terlibat aktif, bukan hanya hadir secara formal.
Dibaca juga : Dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Tampil Memukau di KAIB ke-16 Pontianak
Pameran Financial Literacy EXPO 2025 menghadirkan 27 lembaga keuangan. Beberapa di antaranya adalah Bank Mandiri, Bursa Efek Indonesia, Bank Jateng, Indo Premier Sekuritas, BTN, Bank Mega Syariah, Pegadaian Syariah Solo Baru, BPRS Dana Amanah (BDA), Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, BTN Syariah, serta BCA Syariah.
Melalui Financial Literacy EXPO 2025 ini, mahasiswa dapat mengenal produk dan layanan keuangan lebih dekat. Tidak hanya tabungan atau pembiayaan, tetapi juga investasi, asuransi, dan instrumen keuangan syariah.
Menurut pimpinan FEBI, literasi keuangan tidak cukup dipelajari di ruang kuliah. Mahasiswa perlu berinteraksi langsung dengan lembaga keuangan agar memahami praktik, tantangan, dan peluang. FEBI berharap kegiatan ini membuat mahasiswa mampu memanfaatkan potensi keuangan syariah sekaligus siap berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional. Festival ini juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring kampus dengan industri. Kolaborasi diharapkan membuka peluang magang, penelitian, dan pengabdian masyarakat bagi mahasiswa.
FEBI optimistis kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Literasi keuangan syariah bukan hanya bekal akademik, tetapi juga modal hidup bagi mahasiswa agar menjadi generasi profesional, inovatif, dan berintegritas.


