kerjasama-febi-uin-surakarta-stai-kuningan

FEBI UIN Surakarta Teken MoU dengan STAI Kuningan dan Gelar Bedah Kurikulum MBS

Sukoharjo, 18 September 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat jejaring akademik. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuningan yang digelar di Aula Pendapi Mangkunegaran FEBI.

MoA ini ditandatangani langsung oleh Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., dan Ketua STAI Kuningan, Dedy Setiawan, M.E. Kesepakatan tersebut menjadi landasan kerja sama dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi, meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Rahmawan menegaskan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi untuk menjawab tantangan zaman. “Kerja sama ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah strategis untuk mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ungkapnya.

Bedah Kurikulum Manajemen Bisnis Syariah

Selain penandatanganan MoA, acara juga dirangkai dengan Bedah Kurikulum Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) FEBI UIN Surakarta. Agenda ini menghadirkan Asep Maulana Rohimat, M.S.I., selaku Koordinator Prodi MBS, sebagai pembicara utama, sekaligus melakukan review dokumen kurikulum Prodi MBS STAI Kuningan yang baru didirikan di tahun 2025 ini.

Bedah kurikulum menjadi forum penting untuk menyelaraskan isi perkuliahan dengan perkembangan ekonomi syariah dan dunia usaha. Diskusi menyoroti kebutuhan keterampilan baru di era digital, penguatan soft skills mahasiswa, kolaborasi dengan industri juga penyelarasan dengan kurikulum OBE dan standar akreditasi LAMEMBA.

Komitmen FEBI untuk Inovasi Akademik

Kegiatan ini mempertegas komitmen FEBI UIN Surakarta dalam mempertahankan akreditasi Unggul prodi MBS sekaligus berbagi ilmu dan pengalaman dalam membangun inovasi akademik. Melalui kerja sama dengan STAI Kuningan, diharapkan tercipta kolaborasi yang saling menguntungkan antar perguruan tinggi secara nasional. Sementara melalui bedah kurikulum, prodi MBS FEBI UIN Raden Mas Said semakin siap berkontribusi dan mendampingi prodi MBS di perguruan tinggi lainnya melalui knowledge sharing serta aktivasi Asosiasi Prodi MBS Nasional.

WhatsApp Image 2025-09-17 at 14.41.13

Kepala OJK Solo Resmi Buka Festival on Islamic Financial 2025 FEBI UIN Surakarta

Sukoharjo, 17 September 2025 — Suasana Pelataran Gedung FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dipenuhi antusiasme mahasiswa baru ketika Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, secara resmi membuka Festival on Islamic Financial 2025 dengan prosesi pemotongan pita. Kehadirannya bersama para perwakilan lembaga keuangan menandai dimulainya festival literasi keuangan syariah terbesar di kampus tersebut.

Dalam sambutannya, Eko Hariyanto menegaskan bahwa literasi keuangan adalah keterampilan penting bagi mahasiswa di era digital. “Pemahaman tentang produk keuangan syariah tidak hanya berguna untuk kehidupan pribadi, tetapi juga untuk membangun masa depan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif,” ujarnya.

Festival Literasi Keuangan Syariah

Acara yang merupakan bagian dari Festival on Islamic Financial 2025 ini mengangkat tema “Strengthening Sharia Finance for Sustainable Future.” Seluruh mahasiswa baru angkatan 2025 diwajibkan hadir dan mengikuti pameran sejak sesi pertama.

Agar lebih interaktif, mahasiswa diminta mengunjungi minimal lima stan pameran dari 27 lembaga keuangan yang hadir. Mereka mengumpulkan stempel khusus di formulir presensi yang wajib dicetak berwarna dan diserahkan kepada panitia.

Partisipasi Lembaga Keuangan

Sebanyak 27 lembaga keuangan dibawah naungan OJK Solo ikut serta dalam expo, di antaranya Bank Mandiri, Bursa Efek Indonesia, Bank Jateng, Indo Premier Sekuritas, BTN, Bank Mega Syariah, Pegadaian Syariah, BPRS Dana Amanah, Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, BTN Syariah, BCA Syariah dan lainnya.

Melalui kehadiran lembaga-lembaga tersebut, mahasiswa dapat mengenal produk keuangan lebih luas. Tidak hanya tabungan dan pembiayaan, tetapi juga investasi, asuransi, dan instrumen keuangan berbasis syariah.

Harapan FEBI UIN Surakarta

Menurut pimpinan FEBI, literasi keuangan tidak cukup hanya dipelajari di ruang kuliah. Mahasiswa perlu berinteraksi langsung dengan praktisi agar memahami realitas industri. Festival ini diharapkan memperkuat jejaring kampus dengan dunia kerja, sekaligus membuka peluang magang, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

FEBI optimistis Festival on Islamic Financial 2025 meninggalkan kesan mendalam. Literasi keuangan syariah bukan hanya bekal akademik, tetapi juga modal hidup bagi mahasiswa untuk menjadi generasi profesional, inovatif, dan berintegritas.

Animator asal Karanganyar, Salma Nur Amalia, berhasil lulus munaqosyah di semester 14 FEBI UIN Raden Mas Said. Meski sibuk freelance sebagai animator sejak semester 8, ia tetap menyelesaikan studi dengan penuh semangat. Baca kisah harunya di sini!

Animator Asal Karanganyar Ini Lulus Munaqosyah di Semester 14

Sukoharjo – Animator asal Karanganyar lulus munaqosyah semester 14—kalimat yang kini layak disematkan kepada Salma Nur Amalia. Mahasiswi Program Studi Perbankan Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta ini berhasil menuntaskan studi setelah menempuh perjalanan panjang dan penuh liku, hingga menyentuh semester 14.

Berstatus mahasiswa angkatan 2018, Salma memilih jalur tak biasa sejak semester 8: ia menjadi freelance animator. Bekerja dari rumah, Salma menjalani profesi kreatif yang tidak semua orang sanggup tekuni—menggambar, menganimasikan, dan mengirim hasil karya ke klien internasional, dengan penghasilan sekitar 120 dolar per bulan.

Namun, dunia kerja dan kuliah sering kali tidak berjalan seiring.

“Aku sempat ngerasa stuck. Kerjaan datang terus, tapi kuliah malah ketinggalan. Ditambah rasa minder karena teman-teman udah lulus duluan,” ujar Salma saat ditemui usai munaqosyah.

Beban kerja freelance yang menuntut kreativitas tinggi dan tenggat waktu ketat membuat Salma harus pintar membagi waktu. Meski sempat kehilangan semangat dan khawatir tidak bisa menyelesaikan skripsi, ia memilih bertahan. Revisi demi revisi dijalani di tengah malam, dan konsultasi bimbingan dijadwalkan di sela-sela deadline proyek animasi.

“Aku nggak mau nyerah. Orang tua sudah dukung dari awal, masa aku pulang ke Karanganyar tanpa gelar?” tambahnya.

Setelah perjuangan yang menguras tenaga dan pikiran, Salma akhirnya menyampaikan hasil skripsinya di hadapan para dosen penguji. Hari itu, ia resmi lulus munaqosyah. Bukan hanya lulus secara akademik, tapi juga lulus dari ujian kehidupan: antara idealisme berkarya dan tanggung jawab menyelesaikan pendidikan.

Kini, animator lulus munaqosyah semester 14 ini tidak hanya menyandang gelar sarjana, tetapi juga membawa pengalaman kerja nyata yang membanggakan. Dua dunia—profesional dan akademik—berhasil ia taklukkan.


📍 Salma Nur Amalia, NIM 185231181, animator lulus munaqosyah semester 14. Sebuah bukti bahwa berkarya dan menyelesaikan studi bisa berjalan bersama.

Baca berita lainnya di website FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta