Sesi 1 :07:00 – 09:30 (MBS & AKS)
Sesi 2: 09:00 – 12:30 (AKS, PBS, & MAZAWA)
Sesi 1 :07:00 – 09:30 (MBS & AKS)
Sesi 2: 09:00 – 12:30 (AKS, PBS, & MAZAWA)
Denpasar, 15 Juli 2026 โ Dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan kegiatan visiting lecture di STAI Denpasar. Dr. Frank Aligarh, M.Sc. dan Supriyanto, M.Ud. hadir sebagai narasumber. Mereka mengangkat tema โStrategi Publikasi Berbasis Riset Payung.โ Acara ini diikuti dengan antusias oleh para dosen STAI Denpasar. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas penelitian dan publikasi ilmiah. Selain itu, kegiatan ini memperkuat jejaring akademik antarinstitusi.
Pada sesi pertama, Dr. Frank memaparkan strategi riset payung. Pendekatan ini membangun ekosistem penelitian yang terarah dan kolaboratif. Satu tema besar riset bisa dipecah menjadi beberapa topik terintegrasi. Hasilnya adalah luaran publikasi yang sistematis dan berkualitas tinggi.
Selanjutnya, ia menekankan pentingnya pembagian peran tim. Ia menyarankan standar Contributor Roles Taxonomy (CRediT). Standar ini sering dipakai pada jurnal internasional bereputasi. Setiap penulis harus memiliki porsi kontribusi yang jelas. Peran ini mencakup konseptualisasi, metodologi, analisis data, hingga penyuntingan tulisan. Pembagian terstruktur ini membuat kolaborasi berjalan jauh lebih efektif. Dosen dan mahasiswa pun bisa berkontribusi maksimal sesuai kompetensi masing-masing.
Melanjutkan pemaparan materi, Supriyanto, M.Ud. menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan. Penulisan artikel ilmiah membutuhkan proses yang cukup panjang. Proses ini meliputi penyusunan manuskrip hingga revisi dari reviewer. Menurutnya, kualitas penelitian bukan satu-satunya penentu keberhasilan publikasi internasional. Konsistensi pendampingan akademik memegang peranan yang sama besarnya.
Sebagai contoh nyata, Dr. Frank membagikan praktik baiknya. Ia sukses mendampingi mahasiswa S1 Akuntansi Syariah. Hasilnya, dua artikel mahasiswa tersebut berstatus accepted di jurnal internasional. Publikasi bergengsi ini diterbitkan oleh Emerald Publishing dan Taylor & Francis. Kuncinya murni pada perencanaan matang dan peran tim yang jelas. Mahasiswa sarjana pun berpeluang besar menembus jurnal bereputasi internasional.
Kegiatan visiting lecture ini berjalan dengan sangat interaktif. Peserta antusias berdiskusi soal manuskrip dan proses peer review. Antusiasme ini mencerminkan komitmen dosen dalam meningkatkan luaran riset.
Sebagai tindak lanjut, kedua institusi sepakat menjalin kerja sama strategis. Bentuknya meliputi diskusi daring berkala dan pendampingan manuskrip. Mereka juga merencanakan riset kolaboratif dan publikasi bersama ke depannya. Lebih dari itu, STAI Denpasar dijajaki menjadi co-host ICIES Surakarta mendatang.
Langkah ini sejalan dengan visi Prof. Rahmawan Arifin. Selaku Dekan FEBI UIN Surakarta, ia sangat mendukung perluasan jejaring antarkampus. Ke depannya, sinergi ini diharapkan melahirkan banyak kelompok riset produktif. Harapannya, kedua institusi dapat memberi kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan global.
Denpasar, 14 Juli 2026 โ FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperluas jejaring akademik mereka. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Mitra kerja sama kali ini adalah FEB Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali. Acara penting ini berlangsung pada Selasa (14/7) sore di kampus setempat. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi penelitian dan implementasi tridarma perguruan tinggi.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh pimpinan kedua fakultas. Kesepakatan ini menjadi landasan kuat bagi berbagai program kolaboratif. Fokus utamanya mencakup bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan pertukaran keilmuan.
Sinergi ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi sivitas akademika. Dosen maupun mahasiswa dari kedua institusi akan dilibatkan secara aktif. Lebih jauh, kolaborasi ini diyakini mampu memajukan ilmu ekonomi syariah nasional.
Setelah sesi penandatanganan, acara dilanjutkan dengan agenda edukatif. Kegiatan tersebut berupa kuliah umum bertema strategi penulisan artikel jurnal. Kuliah ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa FEB Universitas Mahasaraswati Denpasar.
FEBI UIN Surakarta menghadirkan tiga narasumber yang sangat kompeten. Mereka adalah Dr. Arif Nugroho, Dr. Frank Aligarh, dan Supriyanto, M.Ud. Para pakar ini membagikan pengalaman serta praktik terbaik dalam riset. Materi yang disajikan sangat komprehensif untuk penulis pemula. Mahasiswa diajarkan cara merumuskan ide dan menyusun struktur artikel. Selain itu, mereka juga dibekali tips memilih jurnal dan menghadapi proses review.
Selama acara berlangsung, suasana kuliah umum terasa sangat interaktif. Banyak mahasiswa yang melontarkan pertanyaan terkait strategi publikasi. Mereka sangat ingin tahu cara menembus jurnal nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Surakarta dan Universitas Mahasaraswati menegaskan komitmen kemitraan. Kolaborasi ini tidak sekadar menargetkan peningkatan jumlah penelitian bersama. Sinergi ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa dan dosen. Harapannya, kedua institusi semakin tangguh menghadapi kompetisi akademik di era global.
Sukoharjo โ Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi pendampingan digital marketing di UMKM Mustofa Bakery, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, pada Rabu (17/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan program pendampingan yang dilaksanakan mahasiswa berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi mitra. Fokus pendampingan diarahkan pada peningkatan visibilitas digital usaha melalui optimalisasi Google Business Profile, Google Maps, serta penyusunan konten promosi digital agar Mustofa Bakery semakin mudah ditemukan oleh masyarakat melalui mesin pencari.
Monitoring dilakukan oleh tim dosen yang terdiri atas Kisti Nur Aliyah, M.E., Prof. Dr. Hj. Datien Eriska Utami, S.E., M.Si., Dr. Septi Kurnia Prastiwi, S.E., M.M., dan Adhelia Desi Prawestri, S.Pd., M.Akun., AWP. Bersama mahasiswa, tim meninjau hasil implementasi program sekaligus berdialog langsung dengan pemilik usaha untuk mengevaluasi manfaat, capaian, serta peluang pengembangan program di masa mendatang.
Kedatangan tim disambut hangat oleh pemilik Mustofa Bakery, Bapak Nur Mustofa, beserta penjaga outlet. Dalam suasana penuh keakraban, diskusi berlangsung mengenai perjalanan usaha, strategi pengembangan bisnis, hingga pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing UMKM.
Bapak Nur Mustofa menceritakan bahwa Mustofa Bakery telah berdiri sejak tahun 2013. Sebelum menempati outlet yang saat ini menjadi pusat aktivitas penjualan, usaha tersebut beroperasi di lokasi lain. Seiring meningkatnya permintaan pasar, usaha terus berkembang hingga kini kedua lokasi tetap beroperasi untuk melayani pelanggan di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya.
Ia mengaku merasakan manfaat nyata dari program pendampingan yang diberikan oleh dosen dan mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.
“Pendampingan dari UIN Raden Mas Said Surakarta sangat membantu kami. Kini kami semakin memahami pentingnya keberadaan usaha di Google serta pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan pemasaran. Harapannya, usaha kami semakin dikenal oleh masyarakat,” ungkapnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa membantu mengoptimalkan identitas digital Mustofa Bakery dengan melengkapi informasi usaha pada Google Business Profile, mulai dari alamat, jam operasional, nomor kontak, kategori usaha, hingga deskripsi bisnis. Mahasiswa juga menyusun konten promosi, mengunggah foto-foto produk dan outlet, serta memastikan profil usaha dapat muncul pada hasil pencarian Google dan Google Maps. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kredibilitas usaha sekaligus memperluas akses konsumen terhadap informasi mengenai Mustofa Bakery.
Ketua tim pengabdian, Kisti Nur Aliyah, M.E., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring merupakan bagian penting dalam memastikan setiap program pengabdian memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang aplikatif bagi mahasiswa.
“Program pendampingan ini tidak hanya memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Kami berharap kolaborasi ini mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan dan mendorong Mustofa Bakery menjadi UMKM yang semakin kompetitif,” tuturnya.
Selain mengevaluasi capaian program, tim dosen juga memberikan berbagai masukan strategis kepada mitra. Beberapa rekomendasi yang disampaikan antara lain menjaga konsistensi pembaruan informasi pada Google Business Profile, meningkatkan kualitas dan frekuensi konten media sosial, serta mendorong pelanggan untuk memberikan ulasan positif sebagai upaya membangun reputasi digital usaha.
Kegiatan monitoring ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pelaku UMKM mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ruang implementasi ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, sementara bagi pelaku UMKM, pendampingan tersebut membuka peluang untuk meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan teknologi digital.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus berkomitmen menghadirkan inovasi dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendampingan UMKM seperti yang dilakukan di Mustofa Bakery diharapkan mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal, memperluas akses pasar, serta mendorong transformasi digital UMKM sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sukoharjo – Kesadaran masyarakat dunia terhadap sistem ekonomi yang berkeadilan sosial kini semakin meningkat secara signifikan di berbagai negara. Menjawab fenomena tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengkajian teori pada Selasa, 30 Juni 2026. Agenda ilmiah ini diselenggarakan di Aula Bangsal Mangkunegaran dengan melibatkan para dosen serta seluruh civitas akademika. Melalui forum strategis ini, ekosistem filantropi Islam berkelanjutan dibedah secara mendalam demi menghasilkan instrumen penelitian yang bereputasi global. Anda tentu dapat merasakan bagaimana urgensi riset ini akan berdampak langsung pada penguatan instrumen sosial keagamaan kita. Acara prestisius ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan 2 FEBI, Dr. Indah Piliyanti, S.Ag., M.Si. Oleh karena itu, langkah awal ini menjadi pijakan penting kampus dalam menembus batas riset internasional.
Diskusi yang dimoderatori oleh Rizky Nur Ayuningtyas Putri, M.E. ini membedah topik intensi donasi dari perspektif makro, meso, dan mikro. Fenomena ini dikaji secara khusus melalui bukti empiris diaspora Muslim Indonesia yang menetap di Korea Selatan. Narasumber utama, Dovvy Kurniawan dari Human Initiative South Korea, dihadirkan untuk membagikan data lapangan yang valid. “Potensi dana sosial sangat besar jika pengelolaan dilakukan secara transparan dan berbasis digital adaptif,” ungkap Dovvy secara langsung. Selanjutnya, analisis deduktif digunakan peserta untuk merumuskan indikator kuantitatif yang relevan dengan dinamika kontemporer saat ini. Di sisi lain, keterlibatan diaspora membuktikan bahwa batas geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi aksi kemanusiaan global. Kita diajak untuk melihat bagaimana kontribusi nyata para perantau mampu menggerakkan roda ekonomi umat secara berkelanjutan.
Pengembangan instrumen riset ini diproyeksikan akan membawa dampak jangka panjang bagi mutu publikasi ilmiah di lingkungan FEBI. Kemudian, metodologi yang tajam diharapkan dapat diimplementasikan oleh para dosen dalam menyusun latar belakang skripsi maupun penelitian hibah. Proses berpikir terstruktur ini melatih civitas akademika agar tidak instan dalam mengambil kesimpulan ilmiah atas fenomena sosial. Dengan demikian, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses memperkuat posisinya sebagai kiblat pengembangan keilmuan ekonomi syariah. Hasil akhir dari FGD ini dipastikan menjadi rujukan berharga bagi perbaikan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan masyarakat. Penguatan ekosistem filantropi ini menuntut keterlibatan aktif kita semua demi mewujudkan kemandirian ekonomi sosial Islam yang inklusif.
Sukoharjo– FGD pengkajian riset kemanusiaan resmi digelar oleh FEBI UIN Raden Mas Said. Acara ini berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026 di Aula Bangsal Mangkunegaran. Kajian ini difokuskan pada penguatan peran diaspora Indonesia di korea selatan. Anda tentu menyadari pentingnya solidaritas global dalam menghadapi krisis kemanusiaan saat ini. Selanjutnya, kolaborasi strategis ini diarahkan untuk mempertajam instrumen penelitian para akademisi kampus. Langkah awal ini sangat esensial bagi kemajuan arah riset kampus ke depannya.
Kegiatan akademik ini dibuka oleh Wakil Dekan 2 FEBI, Dr. Indah Piliyanti. Kemudian, sesi inti dipandu secara apik oleh Rizky Nur Ayuningtyas Putri, M.E. Narasumber utama acara ini adalah Dovvy Kurniawan dari Human Initiative South Korea. Beliau memaparkan pengalaman nyata diaspora saat mengelola program kemanusiaan di sana. “Kolaborasi akademisi dan praktisi sangat dibutuhkan untuk memperkuat aksi nyata di lapangan,” ujar Dovvy. Oleh karena itu, teori yang dikaji harus selalu relevan dengan kebutuhan global. Praktik dari korea selatan menjadi contoh ideal bagi pengembangan instrumen keilmuan kita.
Selain itu, diskusi ini dihadiri oleh para dosen dan sivitas akademika FEBI. Antusiasme peserta terlihat jelas dari dinamisnya proses tanya jawab yang berlangsung interaktif. Metode deduktif diterapkan peserta untuk membedah fenomena kemanusiaan umum menjadi instrumen riset spesifik. Pemahaman baru ini diharapkan mampu memicu inovasi penelitian yang lebih berdampak nyata. Akhirnya, sinergi berkelanjutan ini diyakini akan melahirkan solusi praktis bagi permasalahan masyarakat luas. Karya akademik sivitas FEBI kelak akan semakin diakui di kancah riset internasional.
Sukoharjo – Pelaksanaan Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Sukoharjo resmi dicanangkan oleh Bupati Etik Suryani. Sivitas akademika FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta turut mengambil peran aktif dalam agenda ini. Keterlibatan tersebut menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menyediakan data yang berkualitas. Oleh karena itu, kesiapan institusi dalam mendukung pembangunan nasional berbasis data terbukti sangat matang. Anda tentu memahami bahwa akurasi data finansial sangat menentukan arah masa depan kita semua.
Sejumlah mahasiswa FEBI dipercaya sebagai petugas lapangan untuk menghimpun data pelaku usaha secara langsung. Selain itu, tiga dosen kompeten ditugaskan menjadi pemeriksa guna menjamin validitas hasil pencacahan. Sinergi penting ini dilakukan untuk menyelaraskan teori akademik dengan realitas dinamis di lapangan kerja. “Partisipasi ini melatih mahasiswa berpikir deduktif dalam memetakan fenomena ekonomi riil,” tegas pihak manajemen fakultas. Selanjutnya, pengalaman berharga tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan daya saing lulusan di pasar global.
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga pemerintah diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang. Kemudian, data hasil Sensus Ekonomi tersebut akan digunakan sebagai acuan dasar perencanaan kebijakan publik. Di sisi lain, peningkatan literasi data di kalangan muda menjadi target krusial yang dicapai. Pengetahuan praktis ini sangat dibutuhkan agar mahasiswa mampu merancang solusi logis bagi tantangan masyarakat. Akhirnya, langkah deduktif dari ruang kelas menuju pengabdian masyarakat berhasil diwujudkan dengan penuh komitmen.
Sukoharjo – Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Seminar Nasional Pasar Modal Syariah pada Kamis, 4 Juni 2026. Agenda besar yang bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 ini diselenggarakan sekaligus untuk merayakan Milad KSPM yang ke-11. Mengusung tema ketangguhan portofolio di tengah dinamika geopolitik global, acara ini berhasil menarik antusiasme ratusan investor muda dan masyarakat umum. Penguatan literasi finansial berbasis syariah dinilai menjadi urgensi utama bagi masa depan penguatan ekonomi nasional. Anda tentu dapat merasakan bagaimana fluktuasi pasar global saat ini menuntut kita semua untuk lebih cerdas dalam mengelola aset finansial. Melalui forum akademik ini, fakultas berkomitmen penuh menyediakan wadah edukasi guna mencetak investor domestik yang tangguh dan bijak.

Sesi diskusi menghadirkan para pakar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta PT Indo Premier Sekuritas. Strategi taktis dipaparkan oleh para narasumber untuk membantu peserta memahami cara mitigasi risiko di tengah tingginya volatilitas pasar dunia. “Masyarakat tidak perlu panik karena peluang investasi syariah tetap terbuka luas selama kita paham profil risiko sendiri,” jelas salah satu pemateri. Sejalan dengan perayaan Milad KSPM, acara ini juga dimeriahkan oleh rangkaian kompetisi bergengsi seperti Capital Market Olympic dan Sharia Trading Competition. Berbagai perlombaan tingkat nasional tersebut sengaja diadakan untuk mengasah kemampuan analisis teknikal serta keterampilan praktik para mahasiswa secara riil. Oleh karena itu, sinergi teori kampus dan dinamika industri pasar modal dapat terjalin secara lebih adaptif serta berkesinambungan.
Puncak dari seluruh rangkaian perayaan ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh jajaran pengelola fakultas dan pengurus organisasi. Seremoni khidmat tersebut dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas dedikasi tiada henti yang telah diukir selama sebelas tahun berjalan. Selanjutnya, evaluasi berkala akan terus dilakukan oleh pihak manajemen FEBI guna meningkatkan kualitas program inklusi keuangan di masa mendatang. Di sisi lain, pembentukan mentalitas investor jangka panjang diharapkan mampu memperkecil dampak negatif dari isu resesi ekonomi global. Langkah konkret ini dipandang sangat efektif untuk menjaring potensi talenta muda berbakat di bidang pasar modal syariah secara nasional. Akhirnya, sesi foto bersama seluruh peserta menjadi penutup manis yang mengabadikan komitmen kolektif menuju kemandirian finansial generasi muda Indonesia.