FEBI UIN Surakarta Perkuat Industrial Engagement

Sinergi Akademik dan Filantropi Melalui Program Industrial Engagement

Karanganyar – Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta baru saja menuntaskan agenda Industrial Engagement ke BAZNAS Karanganyar pada Selasa, 21 April 2026. Langkah strategis ini ditempuh oleh Ketua Prodi, Usnan, M.E.I., dan Sekretaris Prodi, Betty Elya Rokhmah, M.Sc., untuk mempererat hubungan antara kampus dan praktisi. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Karanganyar, Dr. KH. Kafindi, M.Ag., dalam suasana yang sangat hangat dan kolaboratif. Fokus utama pertemuan adalah membahas skema magang (internship) agar mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis yang nyata di dunia kerja. Anda tentu dapat merasakan betapa krusialnya sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri filantropi saat ini. Melalui inisiatif ini, fakultas berkomitmen penuh dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas teori, tetapi juga tangkas secara profesional.

Optimalisasi Karier Melalui Industrial Engagement

Diskusi mendalam diarahkan pada rencana pemberian dukungan beasiswa dari pihak BAZNAS bagi mahasiswa berprestasi di prodi MAZAWA. Program beasiswa ini diharapkan mampu meningkatkan animo calon mahasiswa sekaligus memperkuat akses pendidikan bagi para aktivis zakat masa depan. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan kami memiliki kesiapan kerja yang matang di sektor filantropi Islam,” ungkap Usnan di sela kunjungan. Selain itu, peluang kerja sama dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat turut disepakati oleh kedua belah pihak. Pola Industrial Engagement ini dirancang sedemikian rupa agar setiap inovasi akademik dapat langsung diuji pada skala operasional lembaga. Hal ini dipandang sebagai solusi konkret untuk memperkecil celah antara kompetensi lulusan dan standar kebutuhan industri keuangan sosial. Dengan demikian, mahasiswa akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat mulai memasuki pasar tenaga kerja nantinya.

Masa Depan Pengelolaan Dana Sosial Islam yang Inovatif

Keberhasilan agenda ini diharapkan mampu melahirkan program-program pendayagunaan dana umat yang lebih inovatif dan tepat sasaran. Berbagai aspek teknis mengenai penempatan mahasiswa magang akan segera dikoordinasikan lebih lanjut oleh tim administrasi prodi dan jajaran BAZNAS. Sinergi ini pada akhirnya bukan sekadar hubungan administratif, melainkan sebuah bentuk pengabdian kolektif bagi kesejahteraan masyarakat Karanganyar dan sekitarnya. Di sisi lain, instrumen Industrial Engagement ini akan terus dievaluasi secara berkala guna menjamin keberlanjutan dampak positif bagi semua pihak. Rencana Nota Kesepahaman (MoU) juga telah disiapkan untuk memayungi berbagai aktivitas kolaboratif di masa mendatang secara legal. Pengetahuan praktis yang diperoleh mahasiswa dari lapangan akan menjadi aset berharga dalam membangun ekosistem zakat yang lebih profesional. Akhirnya, langkah nyata ini diproyeksikan menjadi model percontohan bagi pengembangan prodi serupa di lingkup nasional.

Pelatihan Leadership SEMA FEBI UIN Surakarta 2026

SEMA FEBI Cetak Pemimpin Muda Lewat Pemberdayaan Masyarakat

Sukoharjo – Senat Mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar agenda strategis bertajuk Leadership and Policy for Community Empowerment pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan Pelatihan Leadership ini dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa di tengah dinamika kebijakan publik. Acara yang berlangsung di lingkungan kampus ini dibuka secara resmi oleh jajaran pimpinan fakultas dengan dukungan penuh terhadap pengembangan soft skills. Anda tentu menyadari bahwa perubahan sosial yang besar selalu dimulai dari tangan para pemimpin muda yang visioner. Selanjutnya, fokus utama dari agenda ini adalah membekali mahasiswa agar mampu merancang kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat luas.

Urgensi Pelatihan Leadership di Era Modern

Materi inti disampaikan oleh para narasumber kompeten yang mengupas tuntas pentingnya adaptabilitas dalam kepemimpinan organisasi saat ini. Sesi diskusi dirancang secara interaktif sehingga peserta dapat membedah berbagai studi kasus kebijakan publik yang relevan dengan kondisi lapangan. “Mahasiswa harus berani menjadi agen perubahan yang memiliki kepekaan sosial tinggi,” tegas Wakil Dekan III dalam sambutannya di forum Pelatihan Leadership tersebut. Oleh karena itu, sinergi antara pemahaman teori dan praktik lapangan menjadi poin krusial yang terus ditekankan sepanjang acara. Di sisi lain, antusiasme peserta terlihat sangat jelas saat sesi tanya jawab mengenai implementasi strategi pemberdayaan masyarakat berlangsung. Pengetahuan ini sangat penting bagi kita untuk memahami peran strategis mahasiswa sebagai jembatan aspirasi rakyat.

Sinergi Mahasiswa untuk Keberdayaan Masyarakat

Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan sesi dokumentasi serta doa bersama sebagai simbol komitmen kolektif para aktivis kampus. Melalui Pelatihan Leadership ini, diharapkan akan lahir generasi pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik namun juga kuat secara moral. Nilai-nilai spiritual tetap dijunjung tinggi melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an pada awal rangkaian pembukaan acara yang khidmat tersebut. Kemudian, evaluasi program akan terus dilakukan oleh SEMA FEBI guna memastikan keberlanjutan dampak positif bagi seluruh organisasi mahasiswa. Selain itu, pemberian kenang-kenangan kepada narasumber menjadi bentuk apresiasi atas ilmu praktis yang telah dibagikan kepada para peserta. Akhirnya, langkah kecil di ruang pelatihan ini diproyeksikan akan menjadi fondasi besar bagi kemajuan pemberdayaan masyarakat Indonesia di masa depan.

Transformasi Ekonomi Umat Melalui Strategi Wakaf Produktif

Transformasi Ekonomi Umat Melalui Strategi Wakaf Produktif

Surakarta, 20 April 2026 — HMPS Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar seminar filantropi pada Senin, 20 April 2026. Agenda bertajuk “Optimalisasi Zakat Produktif dan Wakaf UMKM” ini dilaksanakan sebagai respon nyata terhadap kebutuhan penguatan ekonomi umat. Melalui diskusi ini, instrumen wakaf produktif ditekankan menjadi solusi berkelanjutan untuk membantu para pelaku usaha kecil naik kelas. Acara yang berlangsung khidmat di lingkungan kampus ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lagu Indonesia Raya. Anda dapat merasakan bahwa kolaborasi akademik ini dirancang untuk menciptakan dampak sosial yang luas bagi masyarakat. Sinergi antara mahasiswa dan praktisi filantropi Islam pun diperkuat guna membangun ekosistem ekonomi syariah yang mandiri.

Inovasi UMKM dalam Ekosistem Wakaf Produktif

Seminar tersebut menghadirkan Mansur Efendi, S.H.I., M.Si. dan Dr. H. Anas Aijudin, S.Sos., M.Hum. sebagai narasumber ahli di bidangnya. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa potensi besar dana sosial Islam harus dikelola secara profesional untuk mendukung modal usaha kreatif. Pemanfaatan wakaf produktif dipandang mampu memutus rantai kemiskinan dengan cara memberdayakan potensi lokal secara terukur dan berkelanjutan. “Wakaf tidak boleh hanya bersifat statis, tetapi harus diubah menjadi mesin penggerak ekonomi masyarakat,” tegas Mansur Efendi saat sesi materi. Oleh karena itu, skema pendayagunaan dana sosial ditekankan pada penciptaan nilai tambah bagi sektor-sektor produktif di daerah. Pengetahuan praktis mengenai manajemen risiko filantropi juga dibagikan agar mahasiswa memiliki wawasan operasional yang matang. Selanjutnya, sesi diskusi interaktif dimanfaatkan peserta untuk menggali lebih dalam mengenai tantangan implementasi instrumen tersebut di lapangan.

Mahasiswa sebagai Motor Penggerak Filantropi Islam

Kegiatan ini secara resmi ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada para pemateri sebagai simbol apresiasi dan kerja sama kolektif. Melalui inisiatif ini, diharapkan para mahasiswa mampu bertransformasi menjadi agen perubahan yang membawa inovasi bagi lembaga-lembaga filantropi. Nilai-nilai spiritual tetap dijunjung tinggi sebagai fondasi utama dalam setiap langkah pengembangan ilmu ekonomi di fakultas. Di sisi lain, peningkatan kapasitas akademik ini akan terus dievaluasi guna menjamin relevansinya dengan dinamika kebutuhan industri. Kemudian, sesi doa bersama menjadi penutup rangkaian agenda yang penuh dengan wawasan strategis mengenai masa depan ekonomi syariah. Berbagai dokumentasi kegiatan pun diambil untuk mengabadikan komitmen nyata kampus dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui zakat dan wakaf. Akhirnya, langkah kecil di ruang seminar ini diproyeksikan akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Workshop Pembukuan Digital

Digitalisasi Keuangan UMKM Melalui HMPS Akuntansi Syariah

Surakarta – HMPS Akuntansi Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Workshop Pembukuan Digital Sederhana pada Kamis, 17 April 2026. Kegiatan inspiratif ini dilaksanakan di Aula Gedung Rektorat lantai 3 dengan menyasar para pelaku UMKM berbasis syariah. Acara dibuka dengan penampilan seni tari Gugur Gunung yang sangat memukau seluruh hadirin. Fokus utama agenda ini adalah membekali pengusaha lokal dengan keterampilan teknologi pencatatan keuangan modern. Anda tentu bisa membayangkan betapa pentingnya transisi dari pencatatan manual menuju sistem digital yang lebih akuntabel. Melalui inisiatif ini, fakultas berupaya memperkecil celah antara teori akademik dan kebutuhan nyata dunia usaha. Pengetahuan praktis mengenai ekosistem digital diberikan guna mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di tingkat akar rumput.

Praktik Langsung dalam Workshop Pembukuan Digital

Materi inti disampaikan oleh Vela Retna Widyastuti, S.Akun., M.B.A. selaku narasumber ahli di bidang akuntansi. Peserta dipandu secara intensif untuk menggunakan aplikasi MyBisnis langsung melalui gawai pribadi mereka masing-masing. Langkah-langkah praktis mulai dari input transaksi hingga penyusunan laporan keuangan otomatis dipaparkan dengan sangat rinci. “Kami ingin memastikan pelaku UMKM tidak lagi merasa kesulitan dalam mengelola pembukuan usaha mandiri,” ujar Haibati Hana Imamah. Selanjutnya, sesi konsultasi interaktif dimanfaatkan peserta untuk membedah kendala nyata yang sering dihadapi dalam operasional bisnis. Transisi menuju pembukuan modern ini dinilai sebagai langkah strategis bagi efisiensi manajemen keuangan usaha kecil. Sinergi antara mahasiswa dan pelaku usaha diciptakan untuk membangun komunitas bisnis yang lebih profesional.

Sinergi Akademik dan Kemandirian Ekonomi UMKM

Keberhasilan Workshop Pembukuan Digital ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan yang kuat. Selain dokumentasi, kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi bagi masyarakat luas. Nilai-nilai spiritual tetap dijunjung tinggi melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an di sela-sela rangkaian agenda formal. Di sisi lain, peningkatan kapasitas teknis ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi para peserta secara berkelanjutan. Evaluasi terhadap penggunaan aplikasi oleh peserta akan terus dipantau guna memastikan kebermanfaatan jangka panjang program. Akhirnya, seluruh area lokasi dibersihkan secara gotong royong oleh panitia sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan. Mari kita nantikan dampak nyata dari digitalisasi ini bagi perkembangan UMKM syariah di Indonesia.

akselerasi HMPS AKS

Membangun Kemandirian Ekonomi Desa Melalui Inklusi Keuangan

Sukoharjo – HMPS Perbankan Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan workshop literasi bagi UMKM pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan bertajuk Inklusi Keuangan Syariah dan Literasi UMKM Desa ini digelar di Gedung Rektorat lantai 3 secara interaktif. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap akses layanan perbankan syariah yang lebih adil dan transparan. Anda tentu dapat merasakan betapa pentingnya peran sektor mikro sebagai tulang punggung ekonomi nasional saat ini. Oleh karena itu, sinergi antara mahasiswa dan pelaku usaha desa menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi yang merata. Melalui program ini, fakultas berkomitmen penuh dalam mencetak generasi yang mampu menjadi jembatan edukasi finansial di pelosok daerah.

Strategi Digital dalam Inklusi Keuangan Syariah

Sesi inti menghadirkan Bapak Suharto selaku Senior Marketing Bank Muamalat yang mengupas tuntas potensi besar pasar syariah di Indonesia. Materi yang disampaikan ditekankan pada pentingnya pelaku usaha kecil untuk mulai mengadopsi teknologi digital dalam transaksi keuangan mereka. Digitalisasi dianggap sebagai solusi tepat untuk memperkecil kesenjangan akses modal yang selama ini dialami oleh masyarakat pedesaan. “Generasi muda diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat,” tegas Bapak Suharto di hadapan audiens. Selanjutnya, berbagai skema pembiayaan syariah diperkenalkan sebagai alternatif modal usaha yang lebih berkah dan kompetitif bagi UMKM. Pengetahuan ini sangat diperlukan agar setiap pengusaha mandiri mampu mengelola risiko keuangan dengan lebih matang dan terukur.

Peran Mahasiswa dalam Memperkuat Ekonomi Desa

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi saat sesi diskusi mengenai tantangan pasar digital bagi pelaku usaha mikro berlangsung. Program ini pada akhirnya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi wadah refleksi bagi mahasiswa untuk terjun langsung membantu warga desa. Kemudian, instrumen Inklusi Keuangan diarahkan untuk membantu UMKM naik kelas melalui standarisasi laporan keuangan yang lebih profesional. Di sisi lain, peningkatan literasi ini diprediksi akan meningkatkan jumlah penyerapan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif pedesaan. Evaluasi terhadap pemahaman peserta dilakukan melalui sesi tanya jawab interaktif yang menutup rangkaian acara dengan penuh kesan inspiratif. Akhirnya, sesi dokumentasi bersama jajaran panitia menandai berakhirnya komitmen awal dalam membangun ekosistem syariah yang berkelanjutan. Harapannya, langkah nyata ini mampu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih berdaya secara finansial di masa depan.

public lectureeee

Mahasiswa Kreatif, FEBI UIN Surakarta Dorong Indonesia Produktif

Surakarta FEBI UIN Raden Mas Said menggelar public lecture inspiratif pada Selasa, 14 April 2026. Acara bertema inovasi pemuda ini dilaksanakan di area Amphitheatre fakultas secara meriah. Pihak fakultas menghadirkan narasumber ahli, Bagus Aji Pratama, dari Dinas Koperasi Surakarta. Agenda utama ini bertujuan membekali mahasiswa agar menjadi penggerak ekonomi yang produktif. Selanjutnya, antusiasme ratusan peserta terlihat sangat besar sejak sesi pembukaan berlangsung pagi tadi. Anda dapat merasakan semangat perubahan yang dibawa oleh para inovator muda ini. Sinergi antara kampus dan pemerintah kota pun mulai diperkuat melalui forum diskusi ini.

Urgensi Inovasi di Forum Public Lecture

Materi mengenai transformasi digital dipaparkan secara mendalam untuk membuka wawasan baru para peserta. Digitalisasi sistem ekonomi telah menjadi motor penggerak utama dalam industri modern saat ini. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk menjadi pencipta solusi bagi berbagai masalah bangsa. Bagus Aji Pratama menegaskan pentingnya peran strategis pemuda sebagai motor wirausaha baru. “Mahasiswa harus hadir bukan sebagai pengamat, tetapi sebagai pencipta solusi,” tegas Bagus. Selain itu, potensi besar bonus demografi Indonesia harus dikelola secara bijak dan inovatif. Pengetahuan mengenai siklus data kini menjadi modal utama bagi calon pengusaha muda.

Sinergi Digital untuk Mahasiswa Kreatif

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai rangkaian lanjutan dari kemeriahan pembukaan agenda tahunan Ormawa Fair. Sesi diskusi interaktif tersebut dipandu oleh Bapak Usnan dengan alur yang sangat dinamis. Di sisi lain, ekosistem kolaboratif mulai dibangun fakultas guna mendukung pertumbuhan UMKM digital. Berbagai data kinerja usaha mikro juga diperlihatkan secara nyata kepada seluruh hadirin tadi. Kemudian, program inkubasi bisnis dijanjikan sebagai wadah bagi setiap ide kreatif milik mahasiswa. Pengetahuan teoritis kini mulai dipadukan dengan praktik lapangan yang lebih relevan bagi karier. Akhirnya, sesi dokumentasi bersama jajaran pimpinan menutup agenda public lecture dengan penuh kesan.

workshop dema febi

WORKSHOP DEMA FEBI 2026: Design Thinking for Social Movement

Surakarta, 14 April 2026 – DEMA FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar workshop “Design Thinking for Social Movement: Merancang Aksi Pengabdian yang Berdampak” sebagai upaya meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam merancang gerakan sosial yang inovatif dan solutif. Kegiatan ini menjadi wadah kolaboratif untuk mengembangkan ide dan strategi pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pemaparan materi oleh Bapak Joko Susilo berlangsung selama kurang lebih tiga jam dengan metode diskusi interaktif mengenai aktivisme mahasiswa. Disampaikan bahwa kurangnya inovasi dan ketidaktepatan pendanaan menjadi hambatan perubahan, serta masih tingginya ketimpangan sosial di Indonesia.

Pemateri menekankan pentingnya pendekatan design thinking yang menggabungkan critical dan creative thinking dalam merumuskan solusi. Peserta kemudian mengimplementasikan materi melalui praktik studi kasus dengan merancang ide solusi atas isu yang diberikan.

Kegiatan dilanjutkan dengan forum group discussion dalam sepuluh kelompok dan diakhiri dengan presentasi hasil masing-masing kelompok. Workshop ditutup dengan closing ceremony, dengan harapan mampu melahirkan gerakan mahasiswa yang lebih terarah dan berdampak.

pembukaan pibma

Gebyar Wirausaha Muda, FEBI UIN Surakarta Resmi Luncurkan PIBMA Batch 3

SURAKARTA – Agenda bertajuk Pekan Inkubasi Bisnis Mahasiswa (PIBMA) Batch 3 resmi dibuka. Peresmian dilakukan secara simbolis melalui prosesi pemotongan pita oleh Dr. Raden Lukman Fauroni, S.Ag., M.Ag.. Beliau merupakan Wakil Rektor 2 UIN Raden Mas Said Surakarta. Didampingi oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin selama acara berlangsung. Sebanyak 20 tenan bisnis mahasiswa kini siap menyambut kehadiran para pengunjung dengan beragam produk. Aneka kuliner kekinian hingga layanan jasa unik seperti photobox yang estetik. Momentum ini dirancang sebagai wadah nyata bagi mahasiswa dalam mengasah naluri bisnis mereka.

Kepala Laboratorium FEBI, M. Irsyad, Lc., M.E., menyampaikan mengenai pentingnya ekosistem kewirausahaan. Beliau menegaskan bahwa teori di kelas harus diimbangi dengan pengalaman lapangan yang nyata. Sinergi antara kurikulum dan praktik ini menjadi pilar utama dalam mencetak lulusan yang mandiri. Selain itu, dukungan institusi diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk berani mengambil risiko dalam berbisnis. Implementasi PIBMA ini merupakan bukti nyata komitmen fakultas dalam mendukung kemandirian ekonomi mahasiswa. Setiap transaksi yang terjadi merupakan bagian dari proses belajar yang sangat berharga bagi peserta.

Praktikum Bisnis Nyata melalui Program PIBMA

Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan dengan konsep yang dinamis. Setiap minggu, tenan yang mengisi selasar Gedung B akan berganti secara terjadwal. Program ini diampu oleh mahasiswa semester enam sebagai bagian dari Praktikum Kewirausahaan Islami. Tiap kelompok terdiri dari lima hingga enam mahasiswa yang berasal dari lintas program studi. Mereka dibimbing secara langsung oleh dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan untuk memastikan strategi bisnis. “Kami ingin memastikan mahasiswa memiliki mentalitas pengusaha yang beretika sesuai prinsip syariah,” tutur Ibu Resmi Diwatie, M.E. Langkah ini diambil agar mahasiswa memiliki portofolio bisnis yang kuat sebelum lulus nanti.

Panitia juga membagikan voucer belanja senilai 5000 rupiah untuk menarik minat seluruh civitas akademika. Strategi pemasaran ini terbukti efektif dalam meningkatkan volume penjualan para peserta praktikum. Di sisi lain, pembagian voucer ini menciptakan interaksi sosial yang hangat di lingkungan kampus. Proses belajar ini tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada manajemen pelanggan. Keterlibatan aktif dosen pembimbing memastikan setiap tantangan di lapangan dapat diatasi secara cepat. Program ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi fakultas lain dalam pengembangan bakat mahasiswa.

Harapan Besar bagi Ekosistem Wirausaha Kampus

Testimoni positif mulai bermunculan dari para mahasiswa yang terlibat langsung sebagai pelaku usaha. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya fasilitas tempat yang strategis di selasar Gedung B. Kemampuan komunikasi dan kerja sama tim mereka terasah dengan sangat baik selama kegiatan ini. Walaupun tantangan operasional sering muncul, namun hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman berharga. Atmosfer kompetisi yang sehat di antara para pemilik tenan mendorong inovasi produk yang berkelanjutan. Di masa depan, PIBMA diproyeksikan akan menjadi inkubator bisnis yang lebih luas jangkauannya. Visi besar fakultas adalah melahirkan entrepreneur muda yang mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

pembukaan ormawa fair

Semarak Ormawa Fair 2026 FEBI UIN Surakarta Resmi Bergelora

SURAKARTA – Suasana kemeriahan luar biasa menyelimuti Amphitheatre Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada Selasa, 14 April 2026. Agenda tahunan bertajuk Ormawa Fair resmi dibuka. Melalui acara ini, setiap langkah kemahasiswaan selama setahun ke depan mulai dirancang. Kehadiran berbagai organisasi kemahasiswaan menciptakan atmosfer akademik yang sangat hidup. Sinergi antara kreativitas dan semangat pengabdian terasa begitu kental di setiap sudut fakultas.

Acara dibuka oleh Dr. Raden Lukman Fauroni, S.Ag., M.Ag. Beliau merupakan Wakil Rektor 2 UIN Raden Mas Said Surakarta. Selain itu, hadir pula perwakilan Wakil Walikota Surakarta, Bagus Aji Pratama, S.Pd., M.E. Tarian nusantara ditampilkan sebagai pembuka prosesi yang khidmat. Pemecahan kendi dilakukan secara simbolis sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan. Menariknya, peresmian Bank Sampah juga menjadi bagian penting dalam pembukaan Ormawa Fair kali ini. Inisiatif ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan. “Kegiatan ormawa harus mampu menjawab tantangan sosial melalui aksi nyata,” tutur Dr. Lukman.

Workshop Inovatif dan Pengembangan Karier di Ormawa Fair

Agenda pendidikan menjadi pilar utama dalam festival mahasiswa tahun ini. DEMA FEBI mengawali rentetan acara dengan lokakarya Design Thinking yang sangat inspiratif. Selain itu, SEMA FEBI telah menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan bagi pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa didorong untuk merancang solusi yang berdampak langsung bagi publik. Pada sisi lain, HMPS MBS memfokuskan kegiatannya pada kewirausahaan hijau berkelanjutan. Pelatihan public speaking dan sosialisasi sertifikasi profesi juga disiapkan bagi mahasiswa. Langkah ini diambil guna meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja global. Program-program tersebut dirancang secara profesional demi kemajuan intelektual seluruh peserta.

Selanjutnya, transisi pembahasan mengarah pada penguatan literasi keuangan syariah. HMPS PBS menjadwalkan lokakarya inklusi keuangan bagi pelaku UMKM di pedesaan. Di sisi lain, HMPS AKS menghadirkan pelatihan pembukuan digital berbasis syariah. Kompetisi olimpiade akuntansi dan esai nasional juga siap diselenggarakan secara daring. Setiap program studi berkomitmen memberikan kontribusi terbaiknya bagi pengembangan ilmu ekonomi. Melalui Ormawa Fair, bakat-bakat muda di bidang bisnis mulai dipetakan kekuatannya. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang inklusif dan dinamis. Partisipasi aktif dari setiap individu sangat menentukan keberhasilan kolektif fakultas.

Aksi Sosial dan Filantropi Mahasiswa untuk Masyarakat

Kepedulian sosial tetap menjadi jiwa dari setiap organisasi mahasiswa di FEBI. HMPS MAZAWA menginisiasi program optimalisasi zakat produktif bagi para pelaku UMKM. Selain itu, aksi sosial qurban akan menjangkau titik pelosok di Wonogiri hingga Boyolali. Pendekatan filantropi ini dilakukan untuk mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat. Di samping itu, HMPS ES menggelar seminar Green Halalpreneur bagi bisnis ramah syariah. Program kepedulian terhadap biaya kuliah atau UKT juga telah disiapkan. Hal ini membuktikan bahwa solidaritas mahasiswa bukan sekadar jargon tanpa aksi. Penyaluran bantuan akan dilakukan dengan mekanisme yang transparan dan akuntabel.

Rangkaian acara akan ditutup dengan kemeriahan Festival Ngudi Lestari pada bulan Juli. Kunjungan industri ke PLTSa Putri Cempo dijadwalkan sebagai bagian dari literasi ekologi. Tantangan desain poster bertema lingkungan juga akan diikuti oleh ratusan peserta. Galeri Lestari akan menampilkan seluruh karya terbaik mahasiswa sebagai bentuk apresiasi seni. Pada akhirnya, keberhasilan rangkaian acara ini merupakan cerminan kualitas mahasiswa FEBI. Visi menjadi kampus yang berdaya saing internasional semakin terlihat nyata. Mari kita dukung setiap langkah kreatif pejuang muda ini demi kemajuan bangsa. Semangat kolaborasi ini diharapkan terus terjaga hingga masa yang akan datang.