Prodi Bisnis Digital FEBI Ikuti Workshop Kurikulum OBE APBISDI

Prodi Bisnis Digital FEBI Ikuti Workshop Kurikulum OBE APBISDI

FEBI Perkuat Kurikulum Melalui Workshop Kurikulum OBE

Yogyakarta, 6 Desember 2025 — Program Studi Bisnis Digital FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta resmi berpartisipasi dalam Workshop Kurikulum OBE yang diselenggarakan Asosiasi Profesi dan Pendidikan Bisnis Digital (APBISDI) pada 4–5 Desember 2025 di Hotel Unisi Malioboro Yogyakarta. Kegiatan ini dirancang sebagai Training of Trainers (ToT) dan diikuti oleh para pengelola kurikulum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui kegiatan ini, FEBI ingin memperkuat keselarasan kurikulum dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

Kegiatan Workshop Kurikulum OBE tersebut menghadirkan sesi pemaparan, diskusi terarah, hingga forum berbagi praktik baik antarfakultas. Pada sesi awal, peserta diajak meninjau kembali capaian pembelajaran lulusan yang harus relevan dengan dinamika ekonomi digital. Setelah itu, pembahasan dilanjutkan pada penguatan struktur mata kuliah yang dinilai semakin penting di tengah perubahan teknologi.

Koordinator Program Studi Bisnis Digital, Puspa Novita Sari, S.Si., M.M., turut hadir dan menyampaikan pandangannya. Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan pentingnya kurikulum yang adaptif. “Kurikulum harus bergerak mengikuti kebutuhan industri. Pendekatan berbasis outcome menjadi cara yang membuat pembelajaran lebih terukur dan sesuai standar kompetensi masa depan,” ujarnya. Pernyataan ini mempertegas arah pengembangan kurikulum yang berorientasi pada keterampilan praktis.

Kolaborasi Akademik untuk Penyelarasan Standar Nasional

APBISDI memberi penekanan pada kebutuhan kolaborasi. Organisasi profesi tersebut mengajak seluruh peserta untuk menyusun rekomendasi yang dapat digunakan sebagai acuan nasional. Dengan adanya penyelarasan ini, kualitas pendidikan di bidang bisnis digital diharapkan semakin merata dan mampu menjawab kebutuhan industri.

Transisi menuju sesi berikutnya berlangsung lancar. Peserta diajak mengevaluasi integrasi kompetensi baru, seperti data-driven decision making, digital entrepreneurship, dan pemanfaatan teknologi berbasis AI. Seluruh materi disampaikan dengan pendekatan aplikatif agar prodi dapat menyesuaikan proses pembelajaran secara cepat.

Penguatan Kompetensi Masa Depan Berbasis Industri Digital

Dalam sesi penutup, para peserta menyampaikan komitmen untuk melanjutkan kolaborasi dalam penguatan kurikulum. Komitmen tersebut menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pendidikan bisnis digital yang berkualitas. Selain itu, Prodi Bisnis Digital FEBI UIN Surakarta memperoleh banyak masukan yang dapat diterapkan dalam penyempurnaan kurikulum internal.

Melalui partisipasi aktif pada kegiatan ini, FEBI menunjukkan kesungguhan dalam menjaga mutu akademik. FEBI juga berharap hasil workshop dapat diimplementasikan secara bertahap agar mahasiswa semakin siap menghadapi persaingan global. Dengan demikian, transformasi kurikulum dapat mendorong terciptanya lulusan yang kompeten dan relevan dengan tuntutan industri digital masa kini.

Workshop-Kurikulum-OBE-bisdig-FEBI-UIN-Surakarta

Workshop Kurikulum OBE Prodi Bisnis Digital Hadirkan Pakar dari UNS

Surakarta, 13 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan mutu akademik. Melalui kegiatan Workshop Kurikulum OBE (Outcome-Based Education), Program Studi Bisnis Digital menghadirkan Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si., dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Pendapi Mangkunegaran FEBI dan dibuka langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya inovasi dalam kurikulum untuk menjawab kebutuhan dunia kerja digital.

“Workshop Kurikulum OBE menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap capaian pembelajaran selaras dengan kebutuhan industri digital,” ujar Prof. Rahmawan.

Implementasi Workshop Kurikulum OBE dalam Penguatan Kompetensi

Acara yang dimoderatori oleh Frank Aligarh, M.Sc. ini dihadiri oleh para dosen dan pengelola program studi di lingkungan FEBI. Dalam paparannya, Dr. Wahyu Widarjo menjelaskan secara komprehensif mengenai penyusunan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (CPL) dan pentingnya asesmen berkelanjutan.

Menurutnya, penerapan Workshop Kurikulum OBE tidak hanya berfokus pada desain akademik, tetapi juga pada penguatan soft skill mahasiswa. “Pendidikan tinggi harus bergerak dinamis. Kurikulum yang efektif adalah kurikulum yang hidup bersama perubahan zaman,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Wahyu menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan kurikulum digital. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dan membuka peluang riset bersama antarprodi sejenis di Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, FEBI UIN Raden Mas Said berencana menyesuaikan kurikulum Prodi Bisnis Digital dengan prinsip Outcome-Based Education yang berorientasi pada hasil pembelajaran dan kebutuhan industri. Langkah ini sejalan dengan upaya fakultas untuk memperkuat link and match antara akademik dan dunia usaha.

Dengan terselenggaranya Workshop Kurikulum OBE ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berharap mampu mencetak lulusan yang unggul, kreatif, serta adaptif terhadap perubahan teknologi dan pasar global.

Workshop-Kurikulum-OBE-mazawa-FEBI-UIN-Surakarta

Workshop Kurikulum MAZAWA Hadirkan Pakar UGM dan Lembaga Zakat Nasional

Surakarta, 10 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Workshop Kurikulum MAZAWA (Manajemen Zakat dan Wakaf) berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Drs. B.M. Purwanto, M.B.A., Ph.D., pakar kurikulum dari Universitas Gadjah Mada sekaligus salah satu perancang sistem akreditasi LAMEMBA.

Workshop berlangsung di Aula Pendapi Mangkunegaran FEBI dan dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Acara ini dimoderatori oleh Dr. Arif Muannas, M.Sc., serta diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan mitra eksternal yang berperan aktif dalam pengembangan kurikulum Prodi MAZAWA.

Penguatan Kurikulum dan Sinergi Dunia Industri

Dalam paparannya, Prof. Purwanto menekankan pentingnya penyelarasan antara visi program studi dengan kebutuhan industri zakat dan wakaf modern. Ia menjelaskan bahwa kurikulum berbasis OBE harus mampu mengukur Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara terstruktur.

“Kurikulum bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta yang menuntun arah capaian pembelajaran dan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.

Selain membahas kerangka kerja penyusunan kurikulum, Workshop Kurikulum MAZAWA juga menghadirkan pihak eksternal untuk memberikan masukan dan kritik terhadap draft dokumen kurikulum. Mereka di antaranya Arif Luthfi Abdurrosyid (LAZNAS MKU), Reynal Falah, S.Psi. (LazisMu Kota Surakarta), Erlan Fathoni (Badan Wakaf Al-Qur’an), dan Putri Ayu, alumni MAZAWA yang kini berkarier di Dompet Dhuafa Solo.

Melalui diskusi interaktif, para peserta membahas bagaimana kurikulum harus menyiapkan mahasiswa agar memiliki kemampuan manajerial dan kepekaan sosial yang tinggi. Para mitra eksternal juga memberikan wawasan praktis terkait kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja filantropi Islam.

Dekan FEBI menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. “Sinergi antara akademisi, praktisi, dan alumni menjadi fondasi penting bagi pengembangan kurikulum yang adaptif dan kontekstual,” jelasnya.

Ke depan, hasil dari Workshop Kurikulum MAZAWA ini akan menjadi dasar pembaruan kurikulum berbasis industri dan riset, guna melahirkan lulusan yang unggul dan siap berkontribusi dalam pengelolaan zakat dan wakaf secara profesional.