Workshop-Kurikulum-OBE-mazawa-FEBI-UIN-Surakarta

Workshop Kurikulum MAZAWA Hadirkan Pakar UGM dan Lembaga Zakat Nasional

Surakarta, 10 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Workshop Kurikulum MAZAWA (Manajemen Zakat dan Wakaf) berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Drs. B.M. Purwanto, M.B.A., Ph.D., pakar kurikulum dari Universitas Gadjah Mada sekaligus salah satu perancang sistem akreditasi LAMEMBA.

Workshop berlangsung di Aula Pendapi Mangkunegaran FEBI dan dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Acara ini dimoderatori oleh Dr. Arif Muannas, M.Sc., serta diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan mitra eksternal yang berperan aktif dalam pengembangan kurikulum Prodi MAZAWA.

Penguatan Kurikulum dan Sinergi Dunia Industri

Dalam paparannya, Prof. Purwanto menekankan pentingnya penyelarasan antara visi program studi dengan kebutuhan industri zakat dan wakaf modern. Ia menjelaskan bahwa kurikulum berbasis OBE harus mampu mengukur Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara terstruktur.

“Kurikulum bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta yang menuntun arah capaian pembelajaran dan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.

Selain membahas kerangka kerja penyusunan kurikulum, Workshop Kurikulum MAZAWA juga menghadirkan pihak eksternal untuk memberikan masukan dan kritik terhadap draft dokumen kurikulum. Mereka di antaranya Arif Luthfi Abdurrosyid (LAZNAS MKU), Reynal Falah, S.Psi. (LazisMu Kota Surakarta), Erlan Fathoni (Badan Wakaf Al-Qur’an), dan Putri Ayu, alumni MAZAWA yang kini berkarier di Dompet Dhuafa Solo.

Melalui diskusi interaktif, para peserta membahas bagaimana kurikulum harus menyiapkan mahasiswa agar memiliki kemampuan manajerial dan kepekaan sosial yang tinggi. Para mitra eksternal juga memberikan wawasan praktis terkait kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja filantropi Islam.

Dekan FEBI menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. “Sinergi antara akademisi, praktisi, dan alumni menjadi fondasi penting bagi pengembangan kurikulum yang adaptif dan kontekstual,” jelasnya.

Ke depan, hasil dari Workshop Kurikulum MAZAWA ini akan menjadi dasar pembaruan kurikulum berbasis industri dan riset, guna melahirkan lulusan yang unggul dan siap berkontribusi dalam pengelolaan zakat dan wakaf secara profesional.

Comments are closed.