FEBI UIN Surakarta Perkuat Kompetensi Staf Melalui Pelatihan ISO 21001:2018

Malang – Dalam rangka mendukung visi glokalisasi UIN Raden Mas Said Surakarta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengadakan program Capacity Building bertajuk Staff Management Training for ISO 21001:2018 International Accreditation yang diadakan pada 7 November 2024 di Malang. Acara ini bertujuan mempersiapkan FEBI menuju standar manajemen internasional yang akan mendukung kualitas pendidikan lebih baik.

Acara dibuka oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, yang memaparkan pentingnya sistem manajemen berstandar internasional dalam memenuhi harapan global.
Prof. Rahmawan menegaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di FEBI. “Kami berharap ISO 21001:2018 menjadi pedoman dalam memastikan kepuasan dan kebutuhan akademik seluruh peserta didik,” ujarnya.


Selain sesi pembelajaran teoretis, pelatihan juga diisi dengan praktik audit internal yang relevan, membantu staf FEBI memahami proses evaluasi dan penerapan standar pendidikan yang terintegrasi.
Rosihan menjelaskan bahwa ISO 21001:2018 merupakan standar internasional yang berfokus pada peningkatan sistem manajemen pendidikan, menekankan pada kualitas penyampaian pendidikan, dan meningkatkan hasil belajar bagi peserta didik.

“Implementasi ISO 21001:2018 dapat menjadi pondasi dalam membangun sistem yang transparan, efisien, serta berfokus pada kebutuhan dan kepuasan mahasiswa,” ujar Rosihan. Standar ini, lanjutnya, tidak hanya menguntungkan institusi dalam akreditasi, tetapi juga mempersiapkan lembaga untuk bersaing secara global dengan memenuhi kebutuhan lokal dan internasional.


Sebagai bagian dari pelatihan, para peserta dilibatkan dalam simulasi audit internal dan evaluasi kinerja pendidikan yang berstandar ISO. Melalui ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya analisis risiko, pengelolaan proses pendidikan, serta keterlibatan aktif peserta didik. Rosihan juga menekankan pentingnya kolaborasi di berbagai tingkatan untuk memastikan standar ini dijalankan dengan komitmen penuh di seluruh lingkungan akademik.


Dengan pelatihan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berharap mampu menerapkan ISO 21001:2018 secara efektif dalam kegiatan operasional sehari-hari, yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di UIN Raden Mas Said dan membuka jalan menuju akreditasi internasional.

Program Capacity Building: Bentuk Komitmen FEBI UIN Surakarta Dukung Visi Glokalisasi Rektor UIN Surakarta

Malang – Sebagai komitmen fakultas mendukung visi Glokalisasi kampus UIN Surakarta, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Faculty Staf Capacity Engagement Toward ISO 21001:2018 Complience untuk mempersiapkan standar internasional ISO 21001:2018 yang berlangsung pada 5-7 November 2024 di Malang. Program ini diawali dengan pelatihan mendalam oleh Rosihan Aslihuddin dari Best-Q Institute yang menekankan pentingnya standar ISO untuk menjamin kualitas layanan pendidikan. “ISO 21001:2018 membantu kita memenuhi ekspektasi pemangku kepentingan dan meningkatkan sistem manajemen,” ujar Rosihan.
Selanjutnya, rangkaian acara mencakup sesi benchmarking bersama Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang telah menerapkan ISO 21001:2018 di hampir semua program studi. Ketua Pusat Penjaminan Mutu Polinema, Doddy Maulana, S.E., M.T., M.Sc., menyampaikan bahwa sertifikasi ini membutuhkan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, baik dalam hal anggaran maupun komitmen jangka panjang. “Komitmen bersama dari semua pihak, terutama pimpinan dan staf, sangat penting untuk menjadikan standar ISO sebagai pilar kualitas akademik,” kata Doddy.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan outbound di Gili Ketapang dan Bromo untuk memperkokoh kekompakan tim manajemen FEBI. Outbound ini bertujuan membangun sinergi yang solid dan meningkatkan kekuatan mental dalam persiapan menuju standar internasional ISO. Dengan kegiatan yang menantang dan membangun kepercayaan, tim FEBI semakin siap menghadapi langkah-langkah penerapan standar yang tinggi untuk mewujudkan lingkungan belajar yang berkualitas dan berdaya saing global.

Siap berjejaring dengan Pengusaha Global, HIPMI PT UIN gelar saresehan untuk perkuat Program Kerja Pengurus Baru

Sukoharjo, (6/11/2024), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) UIN Raden Mas Said Surakarta, mengadakan sarasehan bersama Pengurus HIPMI Kabupaten Sukoharjo. Sarasehan ini bertujuan untuk membahas dan menetapkan Program Kerja dari Pengurus HIPMI PT UIN Raden Mas Said Surakarta.

Sarasehan ini dibuka oleh ketua HIPMI PT UIN Raden Mas Said Surakarta yaitu, Muhammad Zulfikar Ardhan Haq Wijaya. Sambutan pertama oleh Bapak Asep Maulana Rohimat, M.S.I. Sebagai Dewan Penasihat HIPMI PT UIN Raden Mas Said Surakarta. Ia menyampaikan apresiasi kepada HIPMI PT UIN Raden Mas Said yang telah hadir di FEBI, kemudian memberikan arahan agar HIPMI PT bisa menjadi wadah pengembangan kompetensi mahasiswa dalam bidang bisnis, juga memperluas jejaring dengan pengusaha muda lainnya, di level lokal, nasional, bahkan global. Pada Sambutan yang kedua di sampaikan oleh Ketua HIPMI Kabupaten Sukoharjo yaitu Agung Dirmansyah. Kemudian dilanjutkan acara inti Pemaparan Program Kerja yang disampaikan oleh masing-masing Kepala Bidang yang terdapat lima bidang. Pertama, Bidang Organisasi Keanggotaan Kelembagaan.Kedua, Bidang Keuangan Perbankan. Ketiga, Bidang Green Ekonomi. Keempat, Bidang Ekonomi Kreatif. Kelima, Bidang Riset dan Inovasi.

Pada sesi Pemaparan Program Kerja HIPMI PT UIN Raden Mas Said, secara lansung dievaluasi dan ditindak lanjuti oleh Seluruh Pengurus HIPMI Kabupaten Sukoharjo yang hadir pada Sarasehan. Program Kerja HIPMI PT sangat mendapatkan Apresiasi dan dukungan penuh dari Pengurus HIPMI Kabupaten Sukoharjo,dan sangat berharap program kerja HIPMI PT UIN Raden Mas Said bisa terlaksana sesuai dengan yang diharapkan bersama,mampu berkembang menjadi organisasi yang berada ditingkat Universitas yang memiliki banyak anggota yang berjiwa pengusaha.

Mahasiswa MBS UIN Raden Mas Said Paparkan Model Green Economy di Konferensi Internasional ICONICSOF 2024, Mendapat Tinjauan dari Prof. Rifki Ismail, Ph.D.

FEBI News| Padangsidimpuan, 5 November 2024 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menyelenggarakan The 5th International Conference on Islamic Economics, Finance, and Social Finance (ICONICSOF). Arifatul Choiriyah, mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said, berkesempatan mempresentasikan paper berjudul Transformative Mosque Model in Social Entrepreneurship: From Trash Donation to Free Vegetables and Youth Participation.

Penelitian ini, yang ditulis bersama Asep Maulana Rohimat dari UIN Raden Mas Said dan Islahudin dari Fatoni University, Thailand, membahas model masjid sebagai pusat wirausaha sosial berbasis ekonomi hijau. Melalui inisiatif donasi sampah, penyediaan sayuran gratis, dan pemberdayaan pemuda, konsep ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi komunitas secara berkelanjutan.

Presentasi Arifatul ditinjau oleh Prof. Rifki Ismail, Ph.D., yang saat ini menjabat sebagai Direktur di Departemen Ekonomi dan Keuangan Islam, Bank Indonesia. Juga sebagai Dosen Universitas Pusat Pendidikan Keuangan Islam Internasional (INCEIF), Malaysia yang didirikan pada tahun 2005 oleh Bank Negara Malaysia dalam bidang sumber daya manusia untuk industri keuangan Islam. Selain itu Prof. Rifki adalah editorial advisory board of the international journal of islamic and middle eastern finance (emerald series-UK). Sebagai reviewer, Prof. Rifki memberikan pandangan mendalam mengenai peran masjid dalam mendorong ekonomi syariah berbasis lingkungan, sekaligus menekankan pentingnya inovasi dalam model kewirausahaan sosial yang memberdayakan generasi muda.

FEBI UIN Surakarta Gelar Evaluasi Program Kerja 2024: Glokalisasi Menuju Rekognisi Global

Surakarta, 31 Oktober 2024 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Evaluasi Program Kerja 2024 di Aula FEBI, bertema “Memperkuat Glokalisasi Menuju Rekognisi Global.” Acara dibuka oleh Wakil Rektor II, Dr. R. Lukman Fauroni, M.Ag., yang mengapresiasi langkah FEBI dalam internasionalisasi melalui program-program dosen dan mahasiswa ke luar negeri, dari benchmarking hingga summer class.

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., turut memberikan sambutan dengan menyoroti pencapaian internasionalisasi FEBI dalam mendukung visi UIN Raden Mas Said, yaitu glokalisasi. Hadir dalam acara ini pimpinan jurusan, perwakilan dosen, tenaga kependidikan, dan Gugus Kendali Mutu yang memperkuat sinergi dalam mencapai visi global FEBI.

Sesi pemaparan dilanjutkan dengan penyampaian capaian tiap bidang oleh para wakil dekan, antara lain Dr. Arif Muanas, SE, M.Sc., Dr. Indah Piliyanti, S.Ag., M.Si., dan Dr. Ika Yoga, SE, MM. Mereka masing-masing menguraikan kemajuan dan tantangan dalam bidang akademik, administrasi, kemahasiswaan, serta kerja sama.

Acara ditutup dengan diskusi interaktif, di mana para peserta memberikan masukan guna peningkatan program kerja mendatang. Evaluasi ini menjadi langkah strategis FEBI untuk mempertahankan kualitas pendidikan dan mencetak lulusan kompetitif yang siap menghadapi tantangan global.

Perkuat Kompetensi Mahasiswa, FEBI UIN Raden Mas Said Gandeng FKIJK Soloraya dalam Program Dosen Tamu MBKM

Surakarta, 31 Oktober 2024 — Dalam rangka mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan perkuliahan dengan menghadirkan dosen tamu dari beberapa lembaga keuangan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Soloraya. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dan terbagi menjadi 7 kelas. Acara ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai dinamika industri keuangan serta berbagai macam risiko yang terkait.

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah dan disambut antusias. Para narasumber dari FKIJK Soloraya menyampaikan materi tentang industri keuangan, termasuk sistem dan prosedur pengelolaan risiko dalam perbankan industry jasa keuangan. Topik yang dibahas mencakup jenis-jenis risiko seperti risiko kredit, risiko operasional, risiko pasar, serta pengendalian risiko dalam lembaga keuangan syariah.

Dalam kesempatan ini, juga disampaikan program kerja sama MBKM Industri antara Program Studi Perbankan Syariah dengan FKIJK Soloraya. Program ini diharapkan dapat memperluas akses mahasiswa dalam praktik langsung di lapangan, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan industri, dan meningkatkan kompetensi di bidang industry jasa keuangan. Program MBKM ini memberikan kesempatan bagi seluruh mahasiswa di semester 5 untuk magang dan mendapatkan pengalaman langsung di beberapa lembaga yang tergabung dalam FKIJK Soloraya.

“Kerja sama ini merupakan langkah positif untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri keuangan,” ujar Ketua Jurusan Ekonomi dan Keuangan Syariah. “Kami berharap program ini dapat memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dan membekali mereka dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi dinamika industri.” Kegiatan dosen tamu ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para mahasiswa berkesempatan menggali lebih dalam mengenai peluang, tantangan, dan prospek industri jasa keuangan. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dan siap berkontribusi di dunia kerja dengan kompetensi yang unggul dan relevan.

Milad FRESH FEBI ke-20: Belajar Bisnis Digital Halal bersama Kak Ahmad Dzaky Mubarok

Sukoharjo – Penutupan Program Kajian Ekonomi Islam di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berlangsung meriah dengan tema “Raih Cuan Halal Melalui Bisnis Digital”. Kak Ahmad Dzaky Mubarok, seorang content creator dan public speaker, hadir sebagai narasumber utama, berbagi pengalaman tentang memulai bisnis digital yang halal. Acara dibuka dengan sambutan oleh Presiden FRESH, Dwi Yuliana, dan perwakilan pembina, Ibu Farah Nilawati, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng untuk merayakan milad FRESH yang ke-20.

Pada sesi utama, Kak Dzaky mengupas tuntas kiat-kiat menjalankan bisnis halal digital dengan perencanaan yang matang, menjaga kualitas, dan memanfaatkan media sosial sebagai jaringan pemasaran. Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi halal dalam produk yang dijual untuk menjaga integritas bisnis syariah. Peserta tampak antusias, terlibat aktif dalam diskusi, dan mendapat inspirasi untuk mengembangkan bisnis digital secara profesional dan etis.

Diskusi ini dipandu oleh moderator Wahid, yang sukses membawa sesi menjadi interaktif dan informatif. Materi mencakup langkah-langkah penting seperti pemetaan minat, penentuan target pasar, evaluasi hasil, hingga penggunaan media digital untuk pemasaran yang efisien. Harapannya, kegiatan ini memotivasi mahasiswa untuk memulai bisnis yang sesuai dengan prinsip syariah.

Penutupan acara membawa semangat baru dalam memajukan ekonomi syariah berbasis digital di kalangan mahasiswa. Dengan materi yang aplikatif dan mudah dipahami, sesi ini menjadi pelajaran berharga bagi peserta untuk mencapai “cuan halal” di era digital yang kompetitif.

International Discussion: Menakar Arah Kebijakan Ekonomi Syariah di Indonesia

Sukoharjo — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar diskusi internasional bertajuk “New Leaders in Indonesia: Reading the Direction and Policies for Islamic Economic Development.” Diskusi ini menghadirkan Ibrahim Fatwa Wijaya, Ph.D., Chief of MES Surakarta, sebagai pembicara utama. Acara berlangsung pada Rabu (30/10/2024) di Ruang Aula FEBI Lantai 1, yang dibuka langsung oleh Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Dekan FEBI, Prof. M. Rahmawan Arifin, M.Si. dalam sambutannya menekankan pentingnya acara ini sebagai ruang diskusi dan kajian yang mendalam terhadap arah baru kebijakan ekonomi syariah di Indonesia. “Dengan semakin meningkatnya relevansi ekonomi syariah dalam perekonomian nasional, diskusi ini menjadi penting untuk memberikan pemahaman mendalam tentang peran dan tanggung jawab pemimpin baru dalam mengembangkan ekonomi berbasis syariah yang inklusif,” ujarnya.

Ibrahim Fatwa Wijaya, Ph.D., membahas arah kebijakan ekonomi syariah yang diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat secara luas, termasuk peluang pengembangan sektor keuangan syariah yang diharapkan akan semakin diperhatikan oleh pemerintah mendatang. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi untuk mewujudkan visi ekonomi syariah yang berkelanjutan. Diskusi berjalan interaktif dengan antusiasme peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan praktisi ekonomi.

Acara ini memberikan wawasan baru serta memotivasi peserta untuk berperan aktif dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Dengan kehadiran tokoh-tokoh seperti Ibrahim Fatwa Wijaya, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat komitmennya sebagai institusi pendidikan yang berperan dalam mencetak generasi pemimpin yang siap membangun ekonomi syariah menuju arah yang lebih baik.