literasi-keuangan-digital-umkm-febi-uin-surakarta-bersama-bank-raya

Literasi Keuangan Digital UMKM: Sinergi UIN Raden Mas Said dan Bank Raya

Surakarta, 20 September 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mengukuhkan komitmennya untuk pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Literasi Keuangan Digital UMKM. Program ini diinisiasi oleh empat dosen, yaitu Helmi Haris, Adhelia Desi Prawestri, Yuni Astuti, dan Luluk Ayuningtyas.

Kegiatan tersebut menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kampus. Melalui sinergi bersama Bank Raya, literasi ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan digital sekaligus memperkuat daya saing UMKM di tengah transformasi ekonomi yang kian cepat.

Literasi Keuangan Digital UMKM sebagai Solusi Praktis

Acara dilaksanakan di Outdoor Hall Gedung SBSN UIN Surakarta dengan menghadirkan Ibu Fatma dari Bank Raya Cabang Solo. Materi yang disampaikan mencakup penggunaan aplikasi pencatatan keuangan, pemanfaatan QRIS, serta layanan digital banking. Peserta juga diajak praktik langsung agar memahami cara digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi keuangan usaha.

“Digitalisasi membuat UMKM lebih terorganisir dan siap bersaing di pasar modern. Kami ingin peserta merasakan manfaat nyata,” ungkap Fatma.

Antusiasme Peserta dan Manfaat Nyata

Antusiasme terlihat jelas dari para pelaku UMKM kuliner dan jasa. Mereka aktif berdiskusi, mencoba aplikasi, serta berbagi pengalaman usaha. Menurut Yuni Astuti, kegiatan ini bukan hanya teori, tetapi praktik nyata. “Kami ingin UMKM bisa mandiri mengadopsi teknologi digital sehingga usahanya lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Peran FEBI dalam Pemberdayaan Masyarakat

Melalui kegiatan Literasi Keuangan Digital UMKM, FEBI menegaskan perannya sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat. Dukungan akademisi, ditambah mitra perbankan, memperkuat pesan bahwa literasi digital adalah kebutuhan mendesak. Dengan program ini, UMKM tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga keterampilan untuk berkembang di era digital.

pkm-sdgs-febi-uin-surakarta-pembentukan-bank-kompos

FEBI UIN Surakarta Luncurkan Bank Kompos di Kartasura untuk Lingkungan Berkelanjutan

Kartasura, 20 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mengadakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen berfokus pada pembentukan Bank Kompos FEBI UIN Surakarta yang melibatkan warga Keputren Kartasura, khususnya jamaah Masjid An Nur.

Tim pengabdian yang terdiri dari Betty Eliya Rokhmah, Ade Setiawan, dan Agus Setiawan mengemas kegiatan dalam bentuk workshop. Melalui pelatihan ini, warga mendapatkan pendampingan langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos bermanfaat untuk pertanian dan penghijauan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menambah nilai guna sampah organik.

Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik

Dalam sesi materi, tim PkM memperkenalkan tahapan pembuatan kompos secara sederhana.

  1. Pengumpulan sampah organik – warga diajak memisahkan sisa sayuran, kulit buah, dan dedaunan.
  2. Pencacahan bahan – sampah dipotong kecil agar mudah terurai.
  3. Pencampuran bahan tambahan – tanah, serbuk gergaji, atau aktivator ditambahkan untuk mempercepat pembusukan.
  4. Fermentasi – campuran ditutup selama beberapa minggu dengan pengadukan rutin.
  5. Pemanenan kompos – setelah matang, kompos siap digunakan sebagai pupuk alami.

Melalui metode ini, sampah yang biasanya terbuang percuma dapat diolah menjadi sumber daya produktif bagi masyarakat.

Apresiasi dari Dekan FEBI

Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Ia menegaskan bahwa program bank kompos merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi untuk pembangunan berkelanjutan.

“FEBI berkomitmen selalu hadir di tengah masyarakat. Bank kompos ini bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan keberkahan sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujarnya.

Warga Kartasura Antusias

Warga Keputren Kartasura menyambut positif program ini. Banyak di antara mereka berkomitmen menerapkan konsep pengelolaan sampah di rumah masing-masing. Mereka menilai bank kompos mampu menjadi solusi nyata, sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan berbasis nilai Islam.

Tim PkM berharap program ini berkembang menjadi wadah kolektif warga dalam mengelola sampah organik. Hasil kompos bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian lokal atau bahkan menjadi peluang ekonomi baru.

Komitmen FEBI untuk SDGs

Program bank kompos ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin Responsible Consumption and Production serta Climate Action. Dengan demikian, FEBI UIN Surakarta tidak hanya menanamkan literasi ekonomi Islam, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan global yang berkelanjutan.

pkm-febi-uin-surakarta-sampah-media-sedekah

FEBI UIN Surakarta Edukasi Jamaah Masjid An Nur: Sedekah Sampah Jadi Berkah

Kartasura, 19 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen FEBI hadir di Masjid An Nur Kartasura dengan membawa gagasan segar: “Sampah sebagai Media Sedekah agar Berkah.”

Program ini dipandu oleh tim PkM yang terdiri dari Betty Eliya Rokhmah, Ade Setiawan, dan Agus Setiawan. Tujuannya sederhana namun bermakna: mengubah persepsi jamaah tentang sampah agar tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan sumber keberkahan.

Sampah Jadi Amal Jariyah

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan bahwa sampah plastik dapat dikumpulkan di wadah khusus di depan masjid untuk kemudian dikelola sebagai sedekah. Sementara itu, sampah organik bisa diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman di sekitar masjid. Dengan cara ini, jamaah bisa berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus bersedekah.

“Sedekah tidak selalu berupa uang atau barang. Dari sampah pun kita bisa memulai amal jariyah, jika dikelola dengan baik, sedekah sampah bisa menjadi salah satu solusinya” ungkap Betty Eliya Rokhmah.

Agus Setiawan menambahkan, konsep serupa telah berhasil dijalankan di Masjid Salman ITB dan Masjid Al Ihsan Sidoarjo. Kedua masjid itu berhasil mengubah pengelolaan sampah jamaah menjadi dana sosial untuk mendukung berbagai program keumatan.

Apresiasi dari Dekan FEBI

Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., turut memberikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan ini adalah bentuk nyata kontribusi kampus dalam memberikan solusi bagi persoalan sosial-ekonomi umat.

“FEBI berkomitmen hadir di tengah masyarakat. Kami ingin menghadirkan program yang bukan hanya memperkuat literasi ekonomi Islam, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Antusiasme Jamaah dan Komitmen Keberlanjutan

Acara berlangsung interaktif dengan respon positif jamaah. Banyak yang menyatakan siap menerapkan konsep zero waste di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program PkM berbasis SDGs yang konsisten dilakukan oleh FEBI UIN Surakarta. Harapannya, konsep sedekah sampah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mengintegrasikan nilai keislaman dengan keberlanjutan lingkungan.

kerjasama-febi-uin-surakarta-stai-kuningan

FEBI UIN Surakarta Teken MoU dengan STAI Kuningan dan Gelar Bedah Kurikulum MBS

Sukoharjo, 18 September 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat jejaring akademik. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuningan yang digelar di Aula Pendapi Mangkunegaran FEBI.

MoA ini ditandatangani langsung oleh Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., dan Ketua STAI Kuningan, Dedy Setiawan, M.E. Kesepakatan tersebut menjadi landasan kerja sama dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi, meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Rahmawan menegaskan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi untuk menjawab tantangan zaman. “Kerja sama ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah strategis untuk mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ungkapnya.

Bedah Kurikulum Manajemen Bisnis Syariah

Selain penandatanganan MoA, acara juga dirangkai dengan Bedah Kurikulum Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) FEBI UIN Surakarta. Agenda ini menghadirkan Asep Maulana Rohimat, M.S.I., selaku Koordinator Prodi MBS, sebagai pembicara utama, sekaligus melakukan review dokumen kurikulum Prodi MBS STAI Kuningan yang baru didirikan di tahun 2025 ini.

Bedah kurikulum menjadi forum penting untuk menyelaraskan isi perkuliahan dengan perkembangan ekonomi syariah dan dunia usaha. Diskusi menyoroti kebutuhan keterampilan baru di era digital, penguatan soft skills mahasiswa, kolaborasi dengan industri juga penyelarasan dengan kurikulum OBE dan standar akreditasi LAMEMBA.

Komitmen FEBI untuk Inovasi Akademik

Kegiatan ini mempertegas komitmen FEBI UIN Surakarta dalam mempertahankan akreditasi Unggul prodi MBS sekaligus berbagi ilmu dan pengalaman dalam membangun inovasi akademik. Melalui kerja sama dengan STAI Kuningan, diharapkan tercipta kolaborasi yang saling menguntungkan antar perguruan tinggi secara nasional. Sementara melalui bedah kurikulum, prodi MBS FEBI UIN Raden Mas Said semakin siap berkontribusi dan mendampingi prodi MBS di perguruan tinggi lainnya melalui knowledge sharing serta aktivasi Asosiasi Prodi MBS Nasional.

WhatsApp Image 2025-09-17 at 14.41.13

Kepala OJK Solo Resmi Buka Festival on Islamic Financial 2025 FEBI UIN Surakarta

Sukoharjo, 17 September 2025 — Suasana Pelataran Gedung FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dipenuhi antusiasme mahasiswa baru ketika Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, secara resmi membuka Festival on Islamic Financial 2025 dengan prosesi pemotongan pita. Kehadirannya bersama para perwakilan lembaga keuangan menandai dimulainya festival literasi keuangan syariah terbesar di kampus tersebut.

Dalam sambutannya, Eko Hariyanto menegaskan bahwa literasi keuangan adalah keterampilan penting bagi mahasiswa di era digital. “Pemahaman tentang produk keuangan syariah tidak hanya berguna untuk kehidupan pribadi, tetapi juga untuk membangun masa depan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif,” ujarnya.

Festival Literasi Keuangan Syariah

Acara yang merupakan bagian dari Festival on Islamic Financial 2025 ini mengangkat tema “Strengthening Sharia Finance for Sustainable Future.” Seluruh mahasiswa baru angkatan 2025 diwajibkan hadir dan mengikuti pameran sejak sesi pertama.

Agar lebih interaktif, mahasiswa diminta mengunjungi minimal lima stan pameran dari 27 lembaga keuangan yang hadir. Mereka mengumpulkan stempel khusus di formulir presensi yang wajib dicetak berwarna dan diserahkan kepada panitia.

Partisipasi Lembaga Keuangan

Sebanyak 27 lembaga keuangan dibawah naungan OJK Solo ikut serta dalam expo, di antaranya Bank Mandiri, Bursa Efek Indonesia, Bank Jateng, Indo Premier Sekuritas, BTN, Bank Mega Syariah, Pegadaian Syariah, BPRS Dana Amanah, Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, BTN Syariah, BCA Syariah dan lainnya.

Melalui kehadiran lembaga-lembaga tersebut, mahasiswa dapat mengenal produk keuangan lebih luas. Tidak hanya tabungan dan pembiayaan, tetapi juga investasi, asuransi, dan instrumen keuangan berbasis syariah.

Harapan FEBI UIN Surakarta

Menurut pimpinan FEBI, literasi keuangan tidak cukup hanya dipelajari di ruang kuliah. Mahasiswa perlu berinteraksi langsung dengan praktisi agar memahami realitas industri. Festival ini diharapkan memperkuat jejaring kampus dengan dunia kerja, sekaligus membuka peluang magang, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

FEBI optimistis Festival on Islamic Financial 2025 meninggalkan kesan mendalam. Literasi keuangan syariah bukan hanya bekal akademik, tetapi juga modal hidup bagi mahasiswa untuk menjadi generasi profesional, inovatif, dan berintegritas.

praktisi-goes-to-campus-febi-uin-surakarta

Praktisi Goes to Campus FEBI UIN Surakarta: Menguatkan Keuangan Syariah untuk Masa Depan Berkelanjutan

Sukoharjo, 17 September 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi keuangan syariah. Melalui kegiatan Praktisi Goes to Campus yang digelar di Aula Lantai 1 Gedung A, puluhan mahasiswa semester 5 FEBI mendapatkan kesempatan emas untuk bertemu langsung dengan pakar keuangan syariah dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Acara ini mengusung tema “Strengthening Sharia Finance for Sustainable Future”, sebuah gagasan yang relevan dengan perkembangan global. Dunia keuangan syariah saat ini tidak hanya dipandang sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai solusi untuk keberlanjutan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Narasumber Inspiratif dari MES dan BTN Syariah

Dalam kegiatan ini, FEBI menghadirkan dua narasumber berpengaruh. Pertama, Ibrahim Fatwa Wijaya, SE, M.Sc., Ph.D., pakar dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta, yang menekankan pentingnya membangun ekosistem keuangan syariah berbasis inovasi. Kedua, Syaiful Amri, M.M., perwakilan dari Bank BTN Syariah, yang membagikan pengalaman nyata mengenai implementasi produk perbankan syariah serta peluang karier bagi mahasiswa di sektor keuangan syariah.

Selanjutnya menurut Ibrahim Fatwa, mahasiswa perlu dibekali dengan pemahaman kritis sekaligus keterampilan praktis agar siap menghadapi tantangan industri keuangan global. Sementara itu, Syaiful Amri menambahkan bahwa perbankan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong inklusi keuangan, terutama di sektor perumahan dan pembiayaan halal.

FEBI Siapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Global

Wakil Dekan II FEBI, Dr. Ika Yoga, M.Si. menegaskan bahwa acara ini bukan hanya untuk mahasiswa. Menurutnya, civitas akademika, alumni, bahkan masyarakat dapat merasakan manfaat dari penguatan literasi keuangan syariah.

“FEBI hadir bukan hanya mencetak sarjana. Kami ingin mahasiswa FEBI berdaya saing, dosen semakin kompeten, dan masyarakat terinspirasi dari keuangan syariah yang inklusif,” ujarnya.

Keuangan Syariah untuk Masa Depan

Dengan terselenggaranya Praktisi Goes to Campus FEBI, mahasiswa tidak sekadar belajar teori. Mereka merasakan langsung praktik nyata dari para ahli. Dosen mendapatkan wawasan baru untuk riset, sedangkan masyarakat luas dapat melihat bahwa keuangan syariah adalah solusi ekonomi berkelanjutan.

Acara ini menegaskan bahwa FEBI UIN Surakarta terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang bermanfaat bagi semua pihak — dari kampus hingga masyarakat.

workshop keprofesian

815 Mahasiswa Akhir Ikuti Workshop Keprofesian

Sukoharjo, 12 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan berdaya saing. Sebanyak 815 mahasiswa semester tujuh mengikuti Workshop Keprofesian bertajuk Softskill Enhancement Training yang dilaksanakan selama lima hari. Kegiatan ini diselenggarakan pada 8–12 September 2025 dan dirancang sebagai bagian dari penguatan kesiapan karier mahasiswa.

Workshop Keprofesian ini diikuti mahasiswa dari seluruh program studi di lingkungan FEBI. Peserta dilibatkan secara aktif dalam pelatihan berbasis praktik dan kompetensi profesional. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga kesiapan menghadapi dunia kerja nyata. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang bersifat wajib bagi mahasiswa.

Workshop Keprofesian Berbasis Skema Kompetensi Prodi

Pelaksanaan Workshop Keprofesian dibagi ke dalam beberapa skema sesuai karakteristik program studi. Mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah dan Manajemen Zakat Wakaf diarahkan pada skema penjualan ritel digital, kewirausahaan industri, dan perencanaan keuangan syariah. Sementara itu, mahasiswa Akuntansi Syariah mengikuti skema Brevet A dan B, audit, serta perencanaan keuangan syariah. Adapun mahasiswa Perbankan Syariah difokuskan pada general banking, manajemen risiko perbankan, dan perencanaan keuangan syariah.

Setiap mahasiswa diwajibkan memilih satu dari tujuh skema yang tersedia. Selain itu, minimal peserta ditetapkan sebanyak 100 orang setiap skema. Dengan pengaturan tersebut, proses pembelajaran dapat berjalan optimal dan terfokus. Selanjutnya, peserta dibagi secara otomatis berdasarkan pilihan dan ketersediaan kuota.

Pembekalan Karier dan Syarat Akademik Mahasiswa

Workshop Keprofesian ini memiliki nilai strategis bagi mahasiswa FEBI. Selain mendukung kesiapan karier, kegiatan ini juga menjadi syarat administratif munaqasyah. Oleh sebab itu, kehadiran mahasiswa diwajibkan. Mahasiswa yang tidak mengikuti kegiatan ini diarahkan mengikuti sertifikasi profesi mandiri di luar kampus.

Mohamad Irsyad, Lc., M.E., selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan tujuan utama pelaksanaan workshop. “Workshop ini disiapkan untuk menunjang karier mahasiswa FEBI setelah lulus. Kompetensi profesional perlu dibangun sejak bangku kuliah,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan difasilitasi fakultas tanpa biaya peserta.

Pelaksanaan Profesional dan Dukungan Penuh Fakultas

Workshop Keprofesian dilaksanakan dalam beberapa ruang kelas sesuai skema. Narasumber yang dihadirkan berasal dari LSP dan LPK resmi mitra FEBI. Sertifikat diterbitkan dalam format elektronik dan dapat digunakan sebagai dokumen akademik. Menariknya, seluruh biaya kegiatan ditanggung penuh oleh fakultas melalui DIPA FEBI.

Dengan pelaksanaan yang terstruktur, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan. Pada akhirnya, FEBI UIN Surakarta terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui Workshop Keprofesian, mahasiswa diajak melangkah lebih siap menuju dunia profesional.

peluncuran-aplikasi-satu-wakaf-febi-uin-surakarta

UIN Surakarta Luncurkan Aplikasi Satu Wakaf: MAZAWA Jadi Laboratorium Wakaf Digital

Surakarta, 12 September 2025 – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) menjadi PTKIN pertama di Indonesia yang meluncurkan aplikasi Satu Wakaf. Inisiatif ini diumumkan pada puncak perayaan Dies Natalis ke-33 di Gedung Graha.

Aplikasi Satu Wakaf hadir sebagai platform digital inovatif untuk mendukung pengelolaan wakaf di lingkungan kampus. Kehadiran aplikasi ini menandai langkah maju UIN Surakarta dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat peran wakaf di dunia pendidikan.

MAZAWA Jadikan Aplikasi Sebagai Laboratorium Wakaf Digital

Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) menyambut aplikasi Satu Wakaf dengan penuh antusias. Bagi MAZAWA, aplikasi ini menjadi laboratorium nyata yang mendukung implementasi kurikulum. Mahasiswa tidak hanya belajar teori wakaf digital, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan manajemen keuangan wakaf dan tata kelola yang transparan.

Dengan adanya aplikasi ini, mahasiswa memperoleh pengalaman operasional yang biasanya hanya bisa dipelajari di luar kampus. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan industri wakaf modern.

Literasi dan Kesadaran Wakaf Diperkuat

Peluncuran aplikasi juga diiringi dengan paparan dari Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI), Anas Nasikhin, M.Si.. Ia menekankan pentingnya dana wakaf abadi untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi.

Prodi MAZAWA berkomitmen memperluas program edukasi wakaf melalui kuliah tamu, seminar, dan pengabdian masyarakat. Dengan langkah ini, sivitas akademika diharapkan menjadi agen penyebar semangat wakaf produktif, tidak hanya di fakultas tetapi di seluruh lingkungan UIN Surakarta.

Peluang Riset dan Kolaborasi

Dengan dukungan BWI, aplikasi Satu Wakaf juga membuka peluang riset baru. Prodi MAZAWA siap mengkaji efektivitas wakaf digital, regulasi, serta dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan. Kajian ini akan memperkuat kontribusi UIN Surakarta dalam literatur akademik tentang ekonomi Islam.

Wakaf sebagai Instrumen Strategis

Peluncuran aplikasi Satu Wakaf membuktikan bahwa wakaf bukan sekadar amanah keagamaan. Di era digital, wakaf berkembang menjadi instrumen strategis pendidikan, ekonomi, dan sosial.

UIN Surakarta bersama Prodi MAZAWA berharap langkah ini menginspirasi perguruan tinggi Islam lainnya untuk memanfaatkan potensi wakaf secara lebih luas, sekaligus memperkuat kontribusi umat bagi pembangunan bangsa.

prof-sangidu

Public Lecturer FEBI UIN Surakarta Hadirkan Prof. Sangidu: Wawasan Riset Global untuk Semua

Sukoharjo, 10 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Public Lecturer dengan tema “Membangun Jejaring Lintas Negara dalam Menguatkan Kolaborasi Riset Global.” Tidak sekadar sebuah forum akademik, acara ini menjadi ruang bersama bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat akademik untuk belajar langsung bagaimana riset internasional bisa membuka peluang baru.

Public Lecturer Membuka Jejaring Global

Acara dibuka oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Beliau menegaskan bahwa FEBI bukan hanya tempat belajar teori, melainkan juga pintu untuk berinteraksi dengan jejaring global. Dengan keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen, manfaat riset internasional dapat dirasakan langsung, mulai dari peluang publikasi, beasiswa, hingga kolaborasi dengan kampus-kampus dunia.

Ilmu Praktis dari Pengalaman Internasional

Prof. Dr. Sangidu, M.Hum., narasumber utama dari Universitas Gadjah Mada, tidak hanya membagikan teori. Ia mengajak peserta memahami secara praktis bagaimana membangun kepercayaan dengan mitra luar negeri, mencari sponsor penelitian, hingga mengakses pendanaan internasional seperti dari Islamic Development Bank (IsDB). Peserta diajak melihat bahwa peluang ini bukan untuk segelintir orang, melainkan bisa diraih siapa saja yang konsisten.

Diskusi yang Menginspirasi dan Membuka Jalan

Sesi interaktif yang dimoderatori oleh Ahmad Zia Khakim, S.H., M.H. menjadi ruang partisipasi aktif. Banyak pertanyaan dari peserta yang menggambarkan antusiasme mereka. Diskusi ini memberi keyakinan bahwa mahasiswa FEBI dan para dosen memiliki kesempatan besar untuk menembus panggung riset global, asalkan berani memulai langkah.

FEBI Hadir untuk Memberi Manfaat Nyata

Dengan adanya Public Lecturer ini, FEBI menegaskan bahwa setiap kegiatan akademik bukan hanya seremonial, tetapi memberi manfaat langsung. Peserta pulang membawa wawasan baru, semangat berjejaring, serta keyakinan bahwa mereka bisa menjadi bagian dari riset global.