febi-uin-surakarta-workshop-inkubasi-bisnis-pibma-2025

Workshop PIBMA 2025: Gen Z Islamicpreneur Bangun Kreativitas dan Inovasi Berkelanjutan

Surakarta, 30 September 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar rangkaian PIBMA 2025. Salah satu agenda utamanya adalah Workshop Inkubasi Bisnis dengan tema The Rise of Gen Z Islamicpreneur: Wadah Kreativitas, Inovasi & Berkelanjutan.

Kegiatan ini menghadirkan Yudha Mei Lukmana, praktisi bisnis sekaligus penggerak Inamikro Jakmikro. Workshop ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami konsep Gen Z Islamicpreneur sekaligus melatih jiwa wirausaha yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Inspirasi dan Motivasi dari Praktisi

Dalam pemaparannya, Yudha menekankan bahwa kreativitas dan keberanian mengambil peluang adalah modal utama generasi muda. “Gen Z Islamicpreneur harus berani tampil dengan ide-ide baru. Inovasi yang lahir dari kampus dapat berkembang menjadi bisnis berkelanjutan,” ujarnya.

Mahasiswa tidak hanya diajak memahami teori kewirausahaan, tetapi juga diajak menyusun rencana bisnis berbasis inovasi. Melalui metode interaktif, peserta dilibatkan langsung dalam simulasi pengembangan produk dan strategi pemasaran.

Wadah Kreativitas dan Inovasi

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap workshop ini. Menurutnya, kegiatan inkubasi seperti ini penting untuk melatih keberanian mahasiswa. “Kami ingin PIBMA menjadi jembatan dari teori ke praktik. Mahasiswa perlu ruang untuk bereksperimen, gagal, lalu bangkit kembali,” tegasnya.

Workshop ini juga menjadi bagian dari strategi FEBI dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Kolaborasi dengan praktisi dinilai sebagai langkah strategis agar mahasiswa lebih dekat dengan dunia nyata.

Menuju Gen Z Entrepreneur Berdaya Saing

Kegiatan ini menegaskan bahwa Gen Z Islamicpreneur bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan zaman. Mahasiswa FEBI diharapkan mampu mengembangkan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membawa dampak sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui PIBMA 2025, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus mendorong terciptanya ekosistem kewirausahaan yang inovatif dan berdaya saing global. Workshop ini meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa, sekaligus membuka peluang baru bagi lahirnya generasi wirausaha Islami yang kreatif dan tangguh.

febi-uin-surakarta-pibma-2025

PIBMA 2025: Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa FEBI Siap Jadi Entrepreneur

Surakarta, 29 September 2025 – Opening Ceremony Pekan Inkubasi Bisnis Mahasiswa (PIBMA) 2025 Batch 2 resmi digelar di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara tahunan ini dibuka langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, yang menekankan pentingnya penguatan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa.

“Melalui PIBMA 2025, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan pengalaman nyata sebagai entrepreneur muda,” ujar Prof. Rahmawan. Dengan pernyataan ini, peserta merasa terlibat langsung dalam perjalanan menuju dunia bisnis yang penuh tantangan sekaligus peluang.

PIBMA 2025 Hadirkan Entrepreneur Muda Kreatif

Kegiatan PIBMA 2025 dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat di Selasar Gedung B FEBI UIN Surakarta. Lebih dari 100 tenant kreatif hadir meramaikan suasana, mulai dari makanan, minuman, fashion, hingga aksesoris kekinian.

Mahasiswa semester 5 FEBI mendapat kesempatan bergantian menjalankan 15 kelompok bisnis setiap minggu. Praktik ini menjadi bagian dari output mata kuliah Kewirausahaan Islam dan Kewirausahaan Digital. Dengan demikian, teori yang diajarkan di kelas langsung dipraktikkan dalam wujud nyata.

Wahyu Pramesti, M.Si selaku Kepala Laboratorium FEBI, menyampaikan, “PIBMA adalah ikhtiar kita menyelaraskan teori dengan praktik. Mahasiswa harus bisa beradaptasi dan belajar cepat.”

Kolaborasi Akademik dan Praktik Bisnis

Pengalaman dalam PIBMA 2025 tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan bisnis, tetapi juga menghubungkan mereka dengan konsumen secara langsung. Dengan adanya voucher belanja dan doorprize menarik, masyarakat ikut terlibat menikmati kreativitas mahasiswa FEBI.

Setiap minggu, suasana semakin meriah dengan hadirnya menu spesial seperti cireng kuah keju, green boba, bomboloni, hingga fashion dan aksesoris trendi. Hal ini membuat PIBMA 2025 menjadi laboratorium kewirausahaan hidup yang melibatkan semua pihak.

Dengan dibukanya PIBMA, FEBI UIN Surakarta menegaskan komitmennya mendidik mahasiswa agar siap bersaing sebagai entrepreneur muda. Kegiatan ini menjadi wujud nyata bagaimana kampus mendampingi generasi muda menghadapi era ekonomi kreatif.

jalan-sehat-febi-uin-surakarta-menuju-keraton-kartasura

Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta: Meriah, Edukatif, dan Penuh Kebersamaan

Surakarta, 26 September 2025 – Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta kembali digelar dengan penuh semangat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat pagi dengan rute unik dari depan gedung FEBI menuju petilasan Keraton Kartasura.

Acara ini diikuti oleh civitas akademika, dosen, staf, dan perwakilan organisasi mahasiswa. Mereka berjalan bersama sejak pukul 07.00 pagi, dipimpin oleh Wakil Dekan II, Dr. Indah Piliyanti, M.Si, dan Wakil Dekan III, Dr. Ika Yoga, M.M. Tidak ketinggalan, Dekan FEBI Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si juga turut serta meramaikan jalannya kegiatan.

Edukasi Sejarah di Keraton Kartasura

Setibanya di petilasan Keraton Kartasura, para peserta disambut dengan penjelasan singkat mengenai sejarah tembok keraton. Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Dekan FEBI.

“Melalui Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta ini, kita tidak hanya berolahraga. Kita juga diajak untuk mengenal sejarah lokal yang penting,” tutur Prof. Rahmawan dalam sambutannya.

Ungkapan itu disambut antusias oleh peserta. Banyak yang merasa bahwa kegiatan sederhana ini memberi pengalaman berharga.

Kebersamaan Ditutup dengan Jamuan

Setelah sesi edukasi, kegiatan berlanjut dengan makan bersama di Griya Dhahar Siti Hinggil, yang baru dibuka di area belakang gedung FEBI. Suasana hangat terasa saat dosen, staf, dan mahasiswa berkumpul tanpa sekat, menikmati hidangan khas dalam suasana penuh keakraban.

Kebersamaan ini menjadi momen penting. Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta tidak hanya menjadi ajang olahraga, melainkan juga ruang memperkuat ikatan akademik dan sosial.

Komitmen FEBI untuk Kebersamaan

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program yang menyehatkan, mendidik, dan mempererat kebersamaan. Peserta merasakan bahwa kegiatan sederhana dapat menghadirkan manfaat besar, baik bagi tubuh maupun jiwa.

“Jalan sehat seperti ini akan terus kami dukung. Karena manfaatnya nyata, bukan hanya kesehatan, tapi juga kebersamaan,” ungkap Dr. Indah Piliyanti menutup kegiatan.

Dengan demikian, Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara olahraga, pendidikan, dan kebersamaan yang akan terus dikenang oleh semua yang hadir.

icies-febi-uin-surakarta-prof-mostafa-kasba

Prof Mustofa Angkat Prinsip Ekonomi Islam untuk Masyarakat Berkelanjutan di ICIES 2025

Surakarta, 23 September 2025 – Panel session keempat International Conference on Islamic Economics and Sustainability (ICIES 2025) berlangsung dengan penuh antusiasme. Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kasbah dari Al Azhar University hadir secara daring melalui Zoom Meeting. Ia membawakan materi bertajuk Islamic Economic Principles in Building Sustainable Societies. Presentasi disampaikan dengan bantuan penerjemah, Rumpoko Setyo Jatmiko, S.S., M.A.

Dalam paparannya, Prof. Mustofa menjelaskan bahwa prinsip ekonomi Islam dapat menjadi pondasi bagi terciptanya masyarakat berkelanjutan. “Islamic economic principles menekankan keseimbangan antara aspek spiritual, sosial, dan lingkungan. Hal ini penting untuk masa depan global,” ujarnya. Peserta merasa langsung diajak memahami relevansi nilai Islam dalam merespons tantangan modern.

Islamic Economic Principles di ICIES 2025

Sesi ini tidak hanya memberi pemahaman teoritis, tetapi juga membuka ruang interaksi. Mahasiswa, dosen, dan praktisi mengajukan pertanyaan kritis tentang implementasi prinsip ekonomi Islam dalam kebijakan pembangunan. Diskusi tersebut membuat audiens merasa terlibat secara aktif.

Selain itu, materi dipaparkan dengan transisi yang jelas. Dari konsep dasar, Prof. Mustofa mengarahkan peserta pada contoh nyata penerapan prinsip ekonomi Islam di negara-negara berkembang. Penjelasan ini membantu audiens memahami bahwa teori dan praktik bisa berjalan beriringan.

Audiens Terlibat dalam Diskusi Global

Para peserta menyatakan bahwa diskusi ini memberi wawasan baru tentang keberlanjutan. “Kami tidak hanya mendengar konsep, tetapi juga merasakan bagaimana Islamic economic principles dapat diadaptasi di lingkungan lokal,” kata salah satu mahasiswa FEBI.

Dengan hadirnya pembicara dari Al Azhar University, ICIES 2025 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang akademik internasional. Panel session ini membuktikan bahwa FEBI UIN Raden Mas Said mampu menghadirkan percakapan global yang inklusif, relevan, dan bermanfaat bagi seluruh audiens.

Melalui sesi ini, diharapkan gagasan tentang masyarakat berkelanjutan semakin mengakar, tidak hanya di ruang akademik, tetapi juga di kehidupan nyata.

icies-febi-uin-surakarta-prof-datien-eriska

Prof. Datien Kupas Peran Sukuk untuk Infrastruktur dan Climate Resilience di ICIES 2025

Surakarta, 23 September 2025International Conference on Islamic Economics and Sustainability (ICIES 2025) menghadirkan diskusi menarik melalui panel session ketiga. Prof. Dr. Datien Eriska Utami, M.Si, dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said, menyampaikan materi berjudul Sukuk for Infrastructure and Climate Resilience Financing. Sesi ini dipandu oleh Raja Rizqi Apriandy, S.E., M.S.

Dalam pemaparannya, Prof. Datien menegaskan bahwa sukuk memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. “Instrumen sukuk tidak hanya mendanai proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi solusi pembiayaan mitigasi perubahan iklim,” ujarnya. Penekanan ini membuka wawasan audiens mengenai bagaimana keuangan syariah berkontribusi pada isu global.

Sukuk untuk Infrastruktur dan Ketahanan Iklim

Panel session ICIES 2025 yang membahas sukuk mendapat perhatian besar dari peserta. Mahasiswa, dosen, hingga praktisi merasakan manfaat nyata dari diskusi. Sukuk dipaparkan tidak sekadar sebagai instrumen keuangan, tetapi sebagai alat strategis membangun resilience di tengah tantangan iklim.

Selain itu, materi dikaitkan dengan praktik internasional. Hal ini membuat peserta merasa dilibatkan secara aktif dalam percakapan global tentang keuangan berkelanjutan. Penjelasan sederhana yang disampaikan Prof. Datien memudahkan peserta memahami isu yang kompleks.

Audiens Ikut Merasakan Dampak Diskusi

Banyak peserta mengajukan pertanyaan, mulai dari peluang riset hingga potensi implementasi sukuk di Indonesia. Interaksi ini membuktikan bahwa panel session ICIES 2025 tidak hanya monolog, tetapi ruang berbagi gagasan.

Perwakilan FEBI menambahkan bahwa diskusi ini menjadi momentum penting. “ICIES 2025 menghadirkan platform nyata untuk menghubungkan teori dengan praktik. Peserta tidak hanya mendapat pengetahuan, tetapi juga inspirasi untuk berkontribusi,” jelas salah satu panitia.

Melalui panel session ini, FEBI UIN Raden Mas Said menegaskan komitmennya menghadirkan isu strategis global ke ruang akademik. Kehadiran Prof. Datien sekaligus memperkuat posisi FEBI sebagai pusat diskursus keuangan syariah yang relevan dengan tantangan zaman.

icies-febi-uin-surakarta-Dr. Diah Retno

Dr. Diah Retno Bahas Transformasi Budaya Organisasi di ICIES 2025

Surakarta, 23 September 2025 – International Conference on Islamic Economics and Sustainability (ICIES 2025) kembali menghadirkan sesi panel inspiratif. Pada kesempatan pertama, Dr. Diah Retno Wulandaru, MBA, dari FEB UNU Yogyakarta memaparkan materi berjudul Transforming Organizational Culture Towards Sustainability. Diskusi ini dipandu oleh Raja Rizqi Apriandy, S.E., M.S. sebagai moderator.

Dalam paparannya, Dr. Diah Retno menekankan bahwa transformasi budaya organisasi menuju sustainability bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata. “Perubahan organisasi harus diiringi dengan kesadaran kolektif. Nilai keberlanjutan hanya akan hidup jika menjadi bagian dari budaya kerja,” ungkapnya.

Panel Session ICIES 2025 Tekankan Sustainability

Panel session ICIES 2025 ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, dosen, hingga praktisi yang hadir. Peserta merasa dilibatkan dalam diskusi interaktif, sehingga mampu memahami bahwa keberlanjutan organisasi tidak hanya menyangkut profit, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan.

Selain itu, konsep sustainability diperkenalkan melalui contoh nyata yang dapat diterapkan dalam dunia akademik dan industri. Diskusi menjadi ruang bertukar gagasan, mendorong peserta untuk berani mengubah pola pikir dan strategi organisasi.

Peserta Rasakan Manfaat Langsung dari Diskusi

Keterlibatan audiens sangat terasa sepanjang sesi. Banyak pertanyaan diajukan terkait bagaimana membangun budaya organisasi yang adaptif terhadap perubahan global. Melalui pertanyaan itu, peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga bagian aktif dalam mengembangkan pemahaman.

Menurut perwakilan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, panel session ini membuktikan bahwa ICIES 2025 berhasil menjadi jembatan antara teori dan praktik. “Kami ingin mahasiswa dan sivitas akademika pulang dengan bekal nyata, bukan sekadar wacana,” tegas salah satu panitia.

Dengan kehadiran Dr. Diah Retno, ICIES 2025 menegaskan komitmennya menghadirkan narasumber berkelas internasional. Panel session ini menjadi pengingat bahwa transformasi budaya organisasi menuju sustainability adalah perjalanan kolektif yang harus dimulai sejak hari ini.

icies-febi-uin-surakarta-Asoc-Prof-Min-Teah

Prof Min Teah Kupas Entrepreneurship dan Sustainability di ICIES 2025

Surakarta, 23 September 2025 International Conference on Islamic Economics and Sustainability (ICIES) 2025 menggelar panel session dengan menghadirkan Asoc. Prof. Min Teah, Ph.D., dari Curtin University, Australia. Dalam pemaparannya, Prof. Min menekankan pentingnya entrepreneurship and sustainability in the global economy sebagai fondasi bagi ketahanan ekonomi yang inklusif.

“Entrepreneurship is not just about creating a business, but also about providing solutions that have a positive impact on the environment and society,” ujar Prof. Min di hadapan peserta.

Panel session ICIES 2025 diselenggarakan setelah opening ceremony di Mini Teater SBSN UIN Raden Mas Said. Acara berlangsung secara hybrid dengan partisipasi langsung dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi internasional.

Dalam presentasinya, Asoc. Prof. Min Teah memaparkan tantangan global yang kini dihadapi dunia usaha, mulai dari krisis iklim, keterbatasan sumber daya, hingga disrupsi teknologi. Ia menekankan bahwa entrepreneur harus mampu beradaptasi sekaligus berinovasi agar bisnis tetap relevan di tengah perubahan.

Inspirasi untuk Mahasiswa dan Akademisi

Kehadiran Asoc. Prof. Min Teah dalam panel session ICIES 2025 memberikan manfaat besar, khususnya bagi sivitas akademika FEBI UIN Surakarta. Materi yang dibawakan tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang ekonomi global, tetapi juga membuka wawasan tentang bagaimana keberlanjutan dapat dipraktikkan dalam dunia usaha.

“Pesan yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menyerap praktik nyata dari pakar internasional,” ungkap salah satu panitia ICIES 2025.

Komitmen FEBI UIN Surakarta

FEBI UIN Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum akademik yang berkelas internasional. Panel session bersama Prof. Min menjadi bukti nyata bahwa FEBI mendorong mahasiswa dan dosen agar tidak hanya berpikir lokal, tetapi juga membangun jejaring global.

Dengan tema Islamic Economics and Sustainability: Strengthening Resilience and Inclusivity in the Global Environment, ICIES 2025 terus menginspirasi akademisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat peran ekonomi Islam dalam menjawab tantangan global.

parallel-session-icies-2025-febi-uin-surakarta

Parallel Session ICIES 2025 di FEBI UIN Surakarta Hadirkan Diskusi Inklusif dan Berkelanjutan

Surakarta, 23 September 2025 – Rangkaian International Conference on Islamic Economics and Sustainability (ICIES 2025) di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berlanjut dengan parallel session sebagai agenda inti setelah opening ceremony dan panel session.

Parallel Session ICIES 2025

Parallel session menjadi wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan mahasiswa. Sembilan kelompok diskusi dibentuk, masing-masing terdiri dari lima hingga enam presenter. Setiap kelompok dipandu oleh seorang moderator dan discussant untuk menjaga dinamika diskusi tetap interaktif.

Materi yang dipaparkan meliputi Islamic Economics and Finance, Resilience and Sustainability, Green Marketing Strategies, Sustainable HRM, hingga peran akuntansi dalam mendukung ESG. Para peserta tidak hanya mempresentasikan riset, tetapi juga berdialog secara kritis dengan audiens.

Kolaborasi Riset Internasional

Parallel session didesain untuk memperkuat jejaring riset global. Semua paper yang dipresentasikan melalui proses peer review. Peserta berkesempatan mendapatkan publikasi di jurnal bereputasi, seperti SHIRKAH (Sinta 2), Journal of Finance and Islamic Banking (Sinta 3), dan ICIES Proceeding. Dengan sistem ini, parallel session tidak hanya sebatas forum ilmiah, tetapi juga peluang konkret untuk meningkatkan kualitas riset.

Apresiasi untuk Kontribusi Peserta

Agenda ditutup dengan pemilihan Best Paper yang diberikan kepada Syaparudin Rozak, Suci Apriliani Utami, dan Aas Nurayiah. Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyatakan, “Parallel session ICIES 2025 adalah bukti bahwa FEBI mampu menjadi pusat kolaborasi internasional. Dari forum ini lahir gagasan yang bisa memberi manfaat luas bagi masyarakat.”

Dengan sesi ini, ICIES 2025 menegaskan peran FEBI UIN Surakarta dalam mempertemukan ide, inovasi, dan kolaborasi riset lintas negara.

mahasiswa-asing-febi-uin-surakarta-ikuti-pbak-mandiri

7 Mahasiswa Asing FEBI UIN Surakarta Dikenalkan Budaya Akademik Kampus

Surakarta, 22 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar pengenalan budaya akademik mahasiswa asing. Acara ini berlangsung di Aula Pendapi Mangkunegaran FEBI dan menghadirkan 7 mahasiswa dari 4 negara berbeda.

Para mahasiswa asing yang hadir berasal dari berbagai program studi. Mereka adalah Mamudou Bah (Gambia, Bisnis Digital), Aliyu Yusuf (Nigeria, Mazawa), Fajeriah Nurul Fadilah Dos Santos Narciso (Timor Leste, MBS), Sakiena Ala Landas (MBS), Norasia Malawani Alawi (PBS), Sailaden Dipatuan Edris (Ekonomi Syariah), dan Walid Sabdullah Esmail (Akuntansi Syariah).

Sambutan Dekan Untuk Mahasiswa Asing FEBI UIN Surakarta

Kegiatan ini diawali sambutan Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Ia menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan dalam dunia akademik.

“Mahasiswa asing adalah bagian dari keluarga besar FEBI. Kehadiran mereka memperkaya sudut pandang dan memperkuat jejaring internasional,” tegas Prof. Rahmawan.

Setelah itu, para wakil dekan dan koordinator program studi menyampaikan pengenalan visi, misi, serta sistem akademik. Hal ini bertujuan agar mahasiswa asing dapat beradaptasi lebih mudah dengan budaya akademik kampus.

Suasana Kebersamaan dan Harapan FEBI

Acara ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga ruang kebersamaan. Mahasiswa asing FEBI UIN Surakarta memperkenalkan diri, sementara peserta lain merasa ikut terlibat menyambut mereka. Dengan begitu, pengenalan budaya akademik mahasiswa asing menjadi momen inklusif yang menyatukan seluruh sivitas.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah. Harapan besar disampaikan agar mahasiswa asing menjadi duta kampus di negara asal. “Dengan bekal ilmu dan pengalaman budaya, mereka diharapkan membawa nama baik UIN Surakarta,” tutur salah satu wakil dekan.

Dengan acara ini, FEBI menegaskan komitmennya membangun suasana akademik yang inklusif, global, dan berakar pada nilai keislaman.