febi-uin-surakarta-jalin-kerja-sama-riset-kolaboratif-dengan-febi-iain-parepare (2)

Dekan FEBI UIN Surakarta Teken Kerja Sama Riset Kolaboratif dengan IAIN Parepare

Parepare, 8 Oktober 2025 — Langkah strategis kembali diambil Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, dengan menandatangani kerja sama riset kolaboratif bersama FEBI IAIN Parepare.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Konsorsium Prodi Mazawa se-Indonesia dan Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi.”

Acara digelar di Flyover, Lantai 3 Gedung Rektorat IAIN Parepare, dan dihadiri oleh dekan, wakil dekan, ketua prodi, serta dosen di lingkungan FEBI IAIN Parepare.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat jejaring akademik dan merancang kerja sama tridarma perguruan tinggi yang berkelanjutan.

Menguatkan Kolaborasi Akademik antar-PTKIN

Melalui forum ini, kedua fakultas berdiskusi tentang pengembangan prodi Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa) serta peluang riset lintas kampus.
Selain itu, FGD juga menjadi langkah awal pembentukan konsorsium nasional yang akan memperkuat posisi Prodi Mazawa di tingkat Indonesia.

Dekan FEBI IAIN Parepare, Prof. Muzdalifah Muhammadun, menyampaikan apresiasi atas kunjungan UIN Surakarta.
“Kami sangat senang atas kehadiran FEBI UIN Surakarta. Banyak hal baru yang bisa kami pelajari bersama,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi ini melahirkan inovasi baru dalam pengembangan prodi dan penelitian berbasis ekonomi Islam.

Komitmen Dekan FEBI untuk Inovasi dan Keunggulan

Dalam sambutannya, Prof. M. Rahmawan Arifin menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari tuan rumah.
Menurutnya, kerja sama riset kolaboratif adalah wujud nyata sinergi akademik dalam memperkuat keunggulan Prodi Mazawa.
“Kami tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga membangun penelitian bersama yang akan dibiayai oleh UIN Raden Mas Said,” jelasnya.

Ia menambahkan, FEBI terus mendorong inovasi pembelajaran agar mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja.
Beberapa program unggulan telah dijalankan, seperti Zero Drop Out (DO), Workshop Keprofesian Bersertifikat, Entrepreneurship Program, dan CEO Class.
Melalui program-program tersebut, FEBI berupaya menyeimbangkan teori dan praktik di dunia akademik.

Langkah Nyata Menuju Kolaborasi Nasional

Penandatanganan nota kesepahaman menjadi puncak acara yang menandai komitmen kedua belah pihak.
Kesepakatan ini mencakup pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta inisiasi pembentukan konsorsium Mazawa se-Indonesia.
Selain memperkuat jaringan akademik, kerja sama ini juga diharapkan membuka peluang penelitian bersama dan publikasi internasional.

Dengan kerja sama riset kolaboratif ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan perannya sebagai fakultas yang aktif berinovasi.
Kolaborasi ini menjadi tonggak penting menuju keunggulan akademik dan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi Islam di Indonesia.

sinergi-industri-febi-uin-surakarta

Sinergi Industri: FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Perkuat Kerja Sama dengan CV Dewi Makmur

Bantul, 7 Oktober 2025 — Dalam upaya memperkuat hubungan antara dunia akademik dan dunia usaha, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menjalin sinergi industri dengan CV Dewi Makmur. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen minuman herbal alami yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta.

Kegiatan sinergi industri ini menjadi bagian dari program pengembangan kompetensi mahasiswa. Empat dosen FEBI ditugaskan berdasarkan Surat Tugas Dekan Nomor B-4790/Un.20/F.IV/PP.00.9/10/2025. Tujuannya adalah memperluas jejaring kerja sama dengan mitra industri dan mendukung pelaksanaan program PPL maupun MBKM.

Sinergi Industri Dorong Pembelajaran Praktis dan Relevan

Dalam kunjungan tersebut, para dosen diterima langsung oleh Herdiana Dewi Utari, Direktur CV Dewi Makmur. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusias. Para dosen diajak meninjau proses produksi minuman herbal, mulai dari pengumpulan bahan baku hingga tahap pengemasan akhir.

“Kami siap menjadi mitra praktik mahasiswa FEBI, terutama dalam bidang pemasaran digital dan manajemen usaha berbasis syariah,” ujar Herdiana.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa mahasiswa akan ditempatkan sesuai dengan bidang keilmuan dan kompetensinya. Dengan demikian, kontribusi mereka dapat mendukung peningkatan strategi pemasaran serta pengembangan usaha lokal.

Di sisi lain, pihak FEBI menilai bahwa kolaborasi dengan industri merupakan langkah penting untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan ekonomi modern. Melalui sinergi ini, dunia akademik dan dunia usaha dapat saling memperkuat dan beradaptasi dengan perubahan digital.

Kolaborasi Strategis untuk Masa Depan

Kemudian, kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dan CV Dewi Makmur. Penandatanganan tersebut menjadi komitmen bersama untuk menjalankan kerja sama dalam bidang riset, magang, dan pengembangan produk halal.

Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa kemitraan tersebut sejalan dengan visi fakultas dalam memperkuat jejaring industri.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga siap beradaptasi di dunia usaha yang nyata,” ungkapnya.

Selanjutnya, melalui sinergi industri ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berharap dapat menciptakan pembelajaran yang lebih aplikatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja berbasis ekonomi Islam.

bencmarking-febi-uin-surakarta-di-UM-magelang

FEBI UIN Surakarta Lakukan Benchmarking Kelembagaan ke UM Magelang dan Industri Yogyakarta

Yogyakarta, 7 Oktober 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan Benchmarking Kelembagaan ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Magelang dan CV. Dewi Makmur Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi serta dunia industri dalam pengembangan program Tri Dharma, inkubasi bisnis, dan internship mahasiswa.

Rombongan dipimpin oleh Dr. Zakky Fahma Auliya, M.M, Ketua Jurusan Ekonomi dan Keuangan Syariah FEBI UIN Surakarta. Selama dua hari, mulai Senin–Selasa (6–7 Oktober 2025), seluruh peserta aktif berdiskusi dan menggali peluang kerja sama kelembagaan yang berkelanjutan.

Benchmarking Kelembagaan

Kegiatan Benchmarking Kelembagaan di UM Magelang difokuskan pada pengelolaan inkubasi bisnis mahasiswa dan strategi kolaborasi akademik lintas kampus. Kedua fakultas saling berbagi pengalaman mengenai sistem pendampingan mahasiswa dan penguatan ekosistem kewirausahaan kampus.

Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, menyampaikan bahwa benchmarking ini menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kolaborasi.

“Kami ingin mahasiswa FEBI tidak hanya memahami teori ekonomi Islam, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja,” ujar Prof. Rahmawan.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini merupakan langkah konkret dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang memadukan teori dan praktik.

Kunjungan Industri dan Sinergi Praktis

Selain kunjungan akademik, rombongan FEBI juga melakukan kunjungan ke CV. Dewi Makmur Yogyakarta, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan herbal dan produk UMKM. Melalui kunjungan ini, peserta mendapat penjelasan langsung tentang strategi produksi, pengemasan, serta digital marketing yang diterapkan oleh industri.

Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menjembatani dunia akademik dan dunia usaha. Dengan begitu, mahasiswa dapat belajar langsung tentang manajemen bisnis dan inovasi produk.

“Kerja sama dengan industri akan membuka ruang praktik, riset, dan pengabdian masyarakat yang lebih luas,” jelas Dr. Zakky Fahma Auliya.

Langkah Strategis ke Depan

Sebagai tindak lanjut, kedua institusi sepakat menyusun Memorandum of Agreement (MoA) yang menjadi dasar kerja sama resmi. Melalui MoA tersebut, FEBI UIN Surakarta berkomitmen memperkuat sinergi riset, pengabdian masyarakat, dan program inkubasi bisnis mahasiswa.

Dengan semangat kolaboratif ini, Benchmarking Kelembagaan tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi juga langkah nyata menuju terwujudnya ekosistem akademik yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

febi-uin-surakarta-perkuat-sinergi-pengabdian-masyarakat-dengan-bumdes-dan-pesantren

FEBI UIN Surakarta Perkuat Sinergi Pengabdian Masyarakat dengan BUMDes dan Pesantren

Yogyakarta, 7 Oktober 2025Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta memperkuat kiprahnya dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui Sinergi Pengabdian Masyarakat dengan lembaga desa dan pesantren di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Rombongan dosen FEBI dipimpin oleh Dr. Zakky Fahma Auliya, M.M, selaku Ketua Jurusan Ekonomi dan Keuangan Syariah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada Senin–Selasa (6–7 Oktober 2025), di BUMDes Wringin Putih, Kabupaten Magelang, serta Unit Pengelolaan Sampah Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum, Yogyakarta.

Sinergi Pengabdian Masyarakat

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara kampus, desa, dan pesantren dalam bidang ekonomi berkelanjutan. Selain itu, inisiatif ini menjadi sarana bagi dosen dan mahasiswa untuk memahami praktik ekonomi Islam secara langsung di lapangan.

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, menegaskan pentingnya kerja sama Pengabdian kepada Masyarakat sebagai wujud kontribusi nyata perguruan tinggi.

“Kami ingin FEBI hadir bukan hanya di ruang akademik, tetapi juga menjadi mitra perubahan bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi ini juga dapat membuka peluang riset dan pengabdian yang relevan dengan tantangan ekonomi umat.

Pemberdayaan Ekonomi dan Lingkungan Berkelanjutan

Di BUMDes Wringin Putih, tim berdiskusi mengenai pengembangan usaha lokal berbasis syariah.
Sementara itu, di Pondok Pesantren Krapyak, pembahasan diarahkan pada inovasi pengelolaan sampah menjadi kompos produktif.
Dengan demikian, masyarakat dan santri tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi.

Koordinator kegiatan, Dr. Zakky Fahma Auliya, S.E., M.M, menjelaskan bahwa sinergi desa dan pesantren adalah bentuk ekonomi kolaboratif berbasis nilai Islam.

“Pesantren memiliki basis sosial yang kuat, sementara desa memiliki potensi sumber daya besar. Bila bersatu, hasilnya luar biasa,” tuturnya.

Langkah Lanjut dan Komitmen Bersama

Sebagai tindak lanjut, tim FEBI menyiapkan rancangan MoA untuk memperkuat komitmen antar lembaga. Di samping itu, beberapa program pelatihan lanjutan akan dirancang guna memastikan keberlanjutan kerja sama ini.

Pada akhirnya, kegiatan ini menunjukkan komitmen FEBI dalam menghadirkan program kerja sama Pengabdian kepada Masyarakat yang berdampak langsung bagi pembangunan ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi fakultas lain untuk turut serta dalam memperkuat pemberdayaan berbasis Islam.

international-engagement-students-febi-uin-surakarta

Workshop “Enhancing International Student Engagement” Hadirkan Prof. Zaenuddin Hudi

Surakarta, 3 Oktober 2025 — Suasana ruang rapat pimpinan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terasa berbeda pagi itu. Para mahasiswa internasional tampak antusias mengikuti workshop bertajuk “Enhancing International Student Engagement through Academic Excellence.”

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Zaenuddin Hudi Prasojo, M.A, seorang Facilitator for Publication Irwan Abdullah Scholar Foundation sekaligus Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak, yang berbagi wawasan tentang strategi meningkatkan keterlibatan akademik mahasiswa internasional di lingkungan perguruan tinggi Islam.

Mahasiswa Internasional, Jembatan Budaya Global

Workshop Enhancing International Student Engagement diikuti oleh tujuh mahasiswa internasional FEBI yang berasal dari Gambia, Nigeria, Timor Leste, dan Filipina. Mereka menempuh studi di berbagai program studi seperti Manajemen Bisnis Syariah, Akuntansi Syariah, dan Ekonomi Syariah.

Dalam sesi pemaparan, Prof. Zaenuddin menegaskan pentingnya peran mahasiswa internasional dalam memperkuat jejaring akademik global. “Mahasiswa internasional bukan sekadar tamu akademik, mereka adalah duta pengetahuan dan budaya yang memperkaya ekosistem kampus,” tuturnya.

Komitmen FEBI untuk Internasionalisasi Akademik

Workshop ini menjadi salah satu langkah strategis FEBI dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kompetensi mahasiswa lintas negara. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mendorong terciptanya ruang kolaborasi dan pertukaran budaya di lingkungan kampus.

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, mengapresiasi inisiatif ini. “FEBI berkomitmen membangun atmosfer akademik yang inklusif, di mana mahasiswa lokal dan internasional dapat tumbuh bersama dalam semangat keunggulan dan keberagaman,” ungkapnya.

Membangun Jejaring, Merawat Kolaborasi

Melalui kegiatan Enhancing International Student Engagement, mahasiswa internasional FEBI tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga kesempatan berinteraksi langsung dengan dosen dan pimpinan fakultas. Diskusi berlangsung hangat, diwarnai tanya jawab seputar pengalaman belajar dan tantangan adaptasi di lingkungan akademik Indonesia.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam menguatkan jejaring akademik global, sekaligus menegaskan peran kampus sebagai rumah bagi keberagaman dan pusat pertumbuhan keilmuan Islam berwawasan internasional.

coaching-clinic-febi-uin-surakarta

Coaching Clinic FEBI UIN Surakarta: Strategi Efektif Penyusunan Dokumen Kenaikan Pangkat

Surakarta, 2 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dosen. Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Zaenuddin Hudi Prasojo, M.A., Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak sekaligus Facilitator for Publication Irwan Abdullah Scholar Foundation.

Coaching Clinic untuk Kenaikan Pangkat Dosen

Kegiatan Coaching Clinic ini mengangkat tema “Strategi Efektif Penyusunan Dokumen Kenaikan Pangkat: Optimalisasi Karya Ilmiah dan Pengabdian Dosen.” Melalui sesi interaktif ini, dosen diarahkan untuk lebih memahami standar penilaian angka kredit (PAK) serta cara mengoptimalkan karya ilmiah dan pengabdian masyarakat sebagai dokumen pendukung kenaikan pangkat.

Dalam paparannya, Prof. Zaenuddin menekankan bahwa keberhasilan penyusunan dokumen tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi. “Kenaikan pangkat adalah penghargaan atas dedikasi, riset, dan kontribusi nyata dosen kepada masyarakat,” tegasnya.

Antusiasme Dosen dan Dukungan Fakultas

Acara dibuka oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., yang menegaskan bahwa peningkatan karier dosen akan berdampak langsung pada kemajuan fakultas. Transisi dari sekadar pemenuhan administrasi menuju produktivitas akademik berkualitas dinilai penting untuk mendorong reputasi FEBI di tingkat nasional maupun internasional.

Para dosen hadir dengan antusias. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam penyusunan dokumen. Dengan begitu, Coaching Clinic ini memberikan ruang pembelajaran yang interaktif dan solutif.

Dampak dan Tindak Lanjut

Melalui kegiatan ini, FEBI berharap dosen dapat menyusun dokumen kenaikan pangkat dengan lebih sistematis dan sesuai standar. Selain itu, kualitas publikasi ilmiah dan pengabdian masyarakat juga diharapkan meningkat. Coaching Clinic ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga motivasi bagi dosen untuk terus produktif dan berkontribusi pada pengembangan keilmuan.

Dengan adanya Coaching Clinic, FEBI UIN Surakarta menegaskan komitmennya sebagai institusi yang selalu mendampingi dosen dalam pengembangan karier, sembari memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

visiting-professor-febi-uin-surakarta

Visiting Professor FEBI UIN Surakarta: Kupas Tuntas Penulisan Artikel Ilmiah Sesuai PAK

Surakarta, 2 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Visiting Professor dengan menghadirkan Prof. Dr. Zaenuddin Hudi Prasojo, M.A., Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak sekaligus Facilitator for Publication Irwan Abdullah Scholar Foundation.

Dalam kegiatan bertajuk “Strategi Penyusunan Artikel Ilmiah Sesuai Standar PAK untuk Peningkatan Karier Dosen”, Prof. Zaenuddin memberikan pemaparan komprehensif mengenai publikasi akademik. Acara berlangsung di Aula Pendapi Mangkunegaran FEBI dan dihadiri oleh para dosen FEBI dengan penuh antusias.

Strategi Publikasi di Visiting Professor FEBI UIN Surakarta

Dalam materinya, Prof. Zaenuddin menegaskan pentingnya publikasi ilmiah bagi perkembangan karier akademik. “Artikel ilmiah bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bukti nyata kontribusi seorang dosen dalam dunia keilmuan,” ujarnya.

Beliau memaparkan langkah-langkah praktis dalam menulis artikel sesuai standar penilaian angka kredit (PAK). Mulai dari pemilihan topik, sistematika penulisan, manajemen sitasi, hingga strategi menghadapi reviewer jurnal, seluruhnya dibahas detail agar dosen dapat langsung mengimplementasikannya.

Dukungan FEBI untuk Peningkatan Karier Dosen

Acara Visiting Professor dibuka oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas meningkatkan kapasitas dosen. “FEBI akan terus mendorong dosen untuk lebih produktif menulis dan berkontribusi dalam jurnal bereputasi,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi ruang interaktif bagi peserta. Dosen FEBI tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat dalam diskusi langsung dengan narasumber, sehingga pemahaman mengenai publikasi ilmiah semakin aplikatif.

Harapan dan Dampak Kegiatan

Melalui Visiting Professor FEBI UIN Surakarta, diharapkan lahir budaya akademik yang lebih kuat. Publikasi ilmiah diharapkan bukan sekadar target administratif, melainkan menjadi tradisi yang menguatkan reputasi kampus di level nasional maupun internasional.

Dengan kegiatan ini, FEBI menegaskan perannya sebagai pusat keilmuan yang terus mendukung dosen dan sivitas akademika untuk tumbuh bersama dalam dunia riset dan publikasi.

literasi-halal-umkm-febi-uin-surakarta-bersama-bpjph

Literasi Halal UMKM FEBI UIN Surakarta Bersama BPJPH

Surakarta, 20 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Literasi Halal UMKM. Acara ini berlangsung di Outdoor Hall Gedung SBSN UIN Surakarta pada Sabtu (20/9). Kegiatan dipimpin oleh dosen FEBI, Kisti Nur Aliyah dan Suryati, sebagai bagian dari pengabdian masyarakat.

Acara ini menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekitar kampus. Mereka dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk halal yang mampu bersaing di pasar.

Kolaborasi FEBI dan BPJPH untuk Sertifikasi Halal

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Narasumber utama, Haq Muhammad Hamka Habibi, memaparkan prosedur sertifikasi halal. Ia menjelaskan dokumen yang diperlukan serta manfaat sertifikasi bagi daya saing produk.

“Produk halal bukan hanya kebutuhan umat Muslim, tetapi juga standar global yang meningkatkan nilai usaha,” ungkap Haq Muhammad. Dengan penjelasan praktis, peserta mudah memahami langkah-langkah pengajuan sertifikasi.

Antusiasme Peserta dan Dampak Nyata

Selain itu, peserta yang sebagian besar pelaku UMKM kuliner sangat antusias. Mereka menilai kegiatan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya legalitas halal. Dengan begitu, usaha mereka lebih siap menembus pasar nasional bahkan internasional.

Menurut Kisti Nur Aliyah, kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong kemandirian. “Kami ingin UMKM tidak hanya tahu regulasi, tetapi juga berani mengurus sertifikasi halal sendiri,” tegasnya.

Kontribusi FEBI melalui Literasi Halal UMKM

Dengan program Literasi Halal UMKM, FEBI UIN Surakarta membuktikan komitmennya mendukung program pemerintah. Langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan memberi manfaat berkelanjutan. Literasi halal tidak hanya memperkuat daya saing UMKM, tetapi juga menjadi kontribusi nyata FEBI untuk masyarakat berbasis nilai Islam dan berdaya saing global.

febi-uin-surakarta-workshop-kedua-inkubasi-bisnis-pibma-2025

Workshop PIBMA 2025: Gen Z Islamicpreneur dan Kurasi Produk UMKM

Surakarta, 29 September 2025Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar rangkaian PIBMA 2025. Pada sesi kedua, kegiatan menghadirkan Harry Lesto Hadi, MSIE dari LPK WANNI Solo. Workshop PIBMA 2025 mengangkat tema “The Rise of Gen Z Islamicpreneur: Wadah Kreativitas, Inovasi & Berkelanjutan“.

Materi yang dibawakan bertajuk Kurasi Produk UMKM dan Produk Karya Mahasiswa. Tema ini dipilih untuk memberikan pemahaman praktis mengenai pentingnya kurasi sebagai kunci keberhasilan produk di pasar.

Pentingnya Kurasi Produk bagi Generasi Z

Dalam pemaparannya, Harry menegaskan bahwa Gen Z Islamicpreneur memiliki potensi besar melahirkan produk inovatif. Namun, produk tanpa kurasi yang tepat seringkali sulit bersaing. “Produk UMKM maupun karya mahasiswa harus melewati tahapan seleksi yang ketat. Kurasi ini tidak hanya menyangkut kualitas fisik, tetapi juga kemasan, branding, dan kesesuaian dengan kebutuhan konsumen,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh peserta. Mereka merasa mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya menyiapkan produk secara matang agar diterima pasar.

Kurasi sebagai Jembatan Menuju Pasar Kompetitif

FEBI menilai kurasi sebagai elemen penting dalam mencetak wirausaha muda yang mampu berkompetisi secara berkelanjutan. Menurut Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., workshop ini merupakan langkah strategis. “Kami ingin mahasiswa memiliki pola pikir kreatif sekaligus siap bersaing. Kurasi produk adalah jembatan antara ide inovatif dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.

Menuju Generasi Entrepreneur Unggul

Workshop PIBMA mempertegas peran Gen Z Islamicpreneur sebagai motor penggerak ekonomi kreatif berbasis nilai Islam. Mahasiswa FEBI tidak hanya berlatih menciptakan karya, tetapi juga belajar menyiapkan produk yang layak jual.

Melalui PIBMA 2025, mahasiswa diajak memahami bahwa wirausaha Islami bukan hanya tentang ide, melainkan juga strategi keberlanjutan. Workshop ini diharapkan meninggalkan kesan mendalam sekaligus membuka peluang bagi lahirnya generasi entrepreneur unggul.