umkm gunung kunci 1

Penguatan UMKM Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci: UIN Raden Mas Said Dorong Ekonomi Heritage Petilasan Kartasura

Kartasura (13/10/2025) — Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Situs Gunung Kunci, salah satu bagian dari Petilasan Keraton Kartasura. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengembangan situs sejarah dan pemberdayaan ekonomi berbasis heritage, dengan fokus utama pada penguatan UMKM Pasar Tempo Doeloe.

Kegiatan PkM ini dipimpin oleh Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CIMM, dan M. Irsyad, Lc., M.E.. Mereka memberikan pembekalan literasi bisnis dan pelatihan pengelolaan kuliner tradisional kepada puluhan pelaku UMKM lokal di sekitar kawasan Gunung Kunci. Para pedagang yang memproduksi makanan dan minuman khas seperti Motobelong, Krawon, Serabi Kucur, Cabuk Rambak, Lemet, MuƟara, Meniran, Jenang Katul, getuk, gronthol, telo pendem, nasi liwet, dan makanan khas lainnya. Mereka mendapatkan arahan dalam mempersiapkan pembukaan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Oktober 2025.

Melalui kegiatan ini, tim PkM FEBI UIN Raden Mas Said berupaya menghidupkan kembali nilai-nilai ekonomi budaya Keraton Kartasura sekaligus memperkuat kapasitas UMKM agar mampu menjadi bagian dari ekosistem wisata sejarah yang berkelanjutan. Sinergi antara pengembangan situs Petilasan Keraton Kartasura dan pemberdayaan ekonomi masyarakat diharapkan menjadi model kolaborasi antara dunia akademik, budaya, dan sektor UMKM dalam mendukung ekonomi kreatif berbasis sejarah lokal Nusantara.

ojk solo

Ketua OJK Solo: UIN Buktikan Kampus Jadi Penggerak Literasi dan Inklusi Ekonomi Syariah

Sukoharjo (1/10/2025) Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Hariyanto, memberikan apresiasi terhadap peran aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan mahasiswa dan generasi muda. Hal ini disampaikan dalam acara Silaturahmi Kolaboratif Industrial yang digelar pada Selasa (1/10/2025) di Gubug Makan Mang Engking Kartasura.

Eko menegaskan bahwa kegiatan literasi keuangan yang konsisten dilakukan FEBI UIN Raden Mas Said bersama mitra strategis merupakan model kolaborasi ideal antara kampus dan stakeholders. Ia berharap gerakan ini tidak berhenti di tingkat fakultas, tetapi mampu berkembang menjadi gerakan di level universitas dan masyarakat yang lebih luas.

Acara yang mempertemukan lebih dari 33 stakeholders strategis ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Rektor 2 UIN Raden Mas Said Surakarta Dr. R. Lukman Farouni, M.Ag., Kepala KPw BI Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat, Ketua FKIJK Solo Raya M. Wira Adibrata, Ketua HEBITREN Solo Raya KH. Miftahul Huda, serta pimpinan KADIN, APINDO, HIPMI Sukoharjo, hingga perwakilan perbankan, asuransi, dan pasar modal.

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas dukungan OJK, BI, FKIJK dan stakeholders lainnya. Menurutnya, sinergi pentahelix ini semakin memperkuat peran FEBI UIN Raden Mas Said sebagai pionir literasi dan inklusi keuangan syariah di Solo Raya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol harapan agar kolaborasi kampus dan industri jasa keuangan terus memberi manfaat luas bagi mahasiswa, masyarakat, dan dunia usaha.

Dengan dukungan penuh dari OJK Surakarta, kolaborasi pentahelix yang dipelopori FEBI UIN Raden Mas Said diyakini akan menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda yang cerdas finansial, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital.

kolaboratif industrial mang engking

BI Solo Dorong Kolaborasi Pentahelix, FEBI UIN Raden Mas Said siap Jadi Episentrum Ekonomi Syariah

Sukoharjo (1/10/2025) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak ekosistem ekonomi syariah. Pada Selasa (1/10/2025), FEBI menggelar acara silaturahmi dan sinergi bersama puluhan stakeholders strategis di Gubug Makan Mang Engking, Kartasura.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor 2 UIN Raden Mas Said Surakarta, Kepala KPw BI Solo, Dekan FEBI, Wakil Dekan FEBI, Koordinator Prodi Manajemen Bisnis Syariah, Ketua FKIJK Solo Raya, Kepala OJK Surakarta, Ketua HEBITREN Solo Raya, Ketua KADIN Sukoharjo, Ketua APINDO Sukoharjo, Ketua HIPMI Sukoharjo, serta perwakilan berbagai lembaga keuangan dan industri jasa keuangan.

Kehadiran 33 Stakeholders
Mitra strategis yang hadir mencakup Bank Mandiri, Bursa Efek Indonesia (BEI), Indo Premier Sekuritas, Asbisindo, Bank Jateng Syariah, Bank Mega Syariah, BCA Syariah, MNC Bank, CIMB Niaga Syariah, BPRS Dana Amanah (BDA), Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), BPRS Sukowati Sragen (BSS), Bank Jakarta, Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, BTN Syariah, Asuransi Manulife, Panin Dai-ichi Life, Panin Bank, Bank DBS, PT Sarana Surakarta Ventura, Mayapada Life, Zurich Life, dan komunitas usaha lain di Solo Raya.

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan rasa syukur bisa berkumpul bersama para stakeholder yang selama ini mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Acara ini juga menjadi momentum syukur atas suksesnya Studium General dan Festival Literasi Keuangan Syariah yang diikuti ribuan mahasiswa. “Dengan kolaborasi bersama para stakeholders ini, FEBI siap menjadi episentrum ekonomi syariah di Solo Raya.” Pungkas Prof. Ivan.

Kepala KPw BI Solo dorong Kolaborasi Pentahelix
Dalam sambutannya, Dwiyanto Cahyo Sumirat (Kepala KPw BI Solo) menegaskan pentingnya kolaborasi pentahelix—sinergi antara akademisi, pemerintah, pelaku bisnis, komunitas, dan media—untuk memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Solo Raya. Ia menambahkan, kerja sama antara FEBI UIN Raden Mas Said dan BI Solo telah lama terjalin dan membawa dampak nyata bagi masyarakat.

M. Wira Adibrata, Wakil Ketua FKIJK Solo Raya, juga menyoroti perlunya memperluas jangkauan festival literasi keuangan ke seluruh fakultas di UIN Raden Mas Said, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh banyak mahasiswa.

Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, memberikan apresiasi atas kontribusi FEBI dalam berbagai kegiatan literasi keuangan, dan memastikan dukungan untuk kegiatan kreatif serupa di masa mendatang. OJK sudah sering berkolaborasi dengan FEBI dan mendapatkan banyak dampak dalam literasi dan inklusi keuangan.

Sementara itu, Wakil Rektor 2 UIN Raden Mas Said, Dr. R. Lukman Farouni, M.Ag., menegaskan dukungannya agar kegiatan kolaboratif antara kampus dan stakeholders dapat terus diperluas demi peningkatan dampak fakultas untuk mahasiswa dan masyarakat.

Acara ditutup dengan doa oleh KH. Miftahul Huda, S.Ag., Ketua HEBITREN Solo Raya, yang mendoakan agar sinergi pentahelix ini memberi keberkahan bagi penguatan ekonomi syariah di Solo Raya. Dengan hadirnya 33 lebih stakeholders dari berbagai sektor, kolaborasi ini diharapkan semakin mengokohkan posisi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai pusat literasi, inovasi, dan pengembangan ekonomi syariah di tingkat regional maupun nasional.

rifa

FEBI dan IARFC libatkan 6 Dosen ikuti Sertifikasi Internasional Registered Islamic Financial Associate-RIFA

Sukoharjo, 28 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik dosen melalui Sertifikasi Internasional Registered Islamic Financial Associate (RIFA) yang digelar bekerja sama dengan IARFC Indonesia.

IARFC Indonesia merupakan bagian dari International Association of Registered Financial Consultants (IARFC), sebuah asosiasi perencana keuangan global yang berdiri sejak 1984 dan diakui di lebih dari 30 negara. Program ini bertujuan mencetak Konsultan Keuangan Syariah yang profesional dan berintegritas, sekaligus mendukung pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan industri keuangan syariah.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop Islamic Financial pada Sabtu–Minggu, 27–28 September 2025, dan diikuti oleh 6 dosen FEBI UIN Raden Mas Said sebagai peserta utama. Dalam sambutannya, Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi dosen yang nantinya akan berdampak langsung pada mahasiswa. “Dengan sertifikasi internasional ini, para dosen akan semakin siap memberikan pembelajaran berstandar global dan membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri keuangan syariah,” ungkapnya.

Pelatihan ini tidak hanya membahas teori teknis keuangan syariah, tetapi juga menanamkan filosofi gelas kosong – prinsip bahwa seorang pembelajar harus selalu siap menerima ilmu baru yang berlimpah, terbuka terhadap perspektif baru, dan siap berkembang secara profesional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor pendidikan tinggi berbasis keuangan syariah internasional, serta mempersiapkan lulusannya untuk berdaya saing di tingkat global.

ddei guest lecture 2

Kuliah Dasar Ekonomi Islam Makin Seru! Dosen UIN Suska Riau Bongkar Perbedaan Ekonomi Islam vs Konvensional

Sukoharjo (24/9/2025) – Mahasiswa Kelas MBS 1 H UIN Raden Mas Said Surakarta mendapat pengalaman baru dalam perkuliahan mata kuliah Dasar-dasar Ekonomi Islam. Zilal Afwa Ajidin, S.E., M.A., dosen UIN Suska Riau sekaligus alumni UGM Yogyakarta, hadir sebagai dosen tamu untuk membahas topik menarik: Perbandingan Ilmu Ekonomi Islam dan Ilmu Ekonomi Konvensional.

Kuliah tamu ini dipandu oleh Asep Maulana Rohimat, M.S.I., dosen pengampu mata kuliah, dan diikuti dengan antusias oleh mahasiswa. Dalam paparannya, Zilal menekankan pentingnya semangat literasi mahasiswa terhadap literatur ekonomi Islam yang komprehensif. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap konsep, prinsip, dan nilai-nilai ekonomi Islam akan membekali mahasiswa untuk berkontribusi pada pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Tidak hanya membahas teori, Zilal juga menghadirkan berbagai contoh kasus kontemporer mengenai perkembangan ekonomi Islam baik di tingkat nasional maupun global. Hal ini membuat diskusi semakin hidup dan membuka wawasan mahasiswa mengenai tantangan sekaligus peluang di industri ekonomi syariah. Beberapa mahasiswa memberikan pertanyaan kritis terkait realitas praktek ekonomi syariah di Indonesia, lembaga keuangan syariah salah satunya.

Kegiatan guest lecture ini menjadi bagian dari upaya UIN Raden Mas Said Surakarta untuk memperkaya pembelajaran di kelas dan memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi. Melalui kolaborasi ini, diharapkan mahasiswa semakin kritis, analitis, dan siap menjadi pionir dalam pengembangan ekonomi Islam di masa depan.

benchmark Sutan Emir

Manajemen Eksekutif KNEKS Bongkar Strategi Percepat Ekonomi Syariah bersama Seluruh Prodi FEBI UIN Raden Mas Said

Sukoharjo (23/9/2025) – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) melalui Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Manajemen Eksekutif KNEKS, Sutan Emir Hidayat, MBA., Ph.D menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion bersama seluruh Koordinator Program Studi (Korprodi) di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta.

Diskusi yang berlangsung di FEBI ini turut dihadiri oleh Dekan FEBI Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., dan Wakil Dekan II Dr. Indah Piliyanti, M.Si. Pertemuan tersebut menjadi ajang tukar pikiran mengenai arah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di perguruan tinggi, sekaligus membahas kontribusi FEBI dalam mendukung ekosistem syariah nasional.

Dalam diskusi, Bang Emir – sapaan akrab Sutan Emir Hidayat – menegaskan peran KNEKS sebagai katalisator yang bertugas “mempercepat, memperluas, dan memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional.” Para Korprodi FEBI pun berbagi ide terkait pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang dapat berkontribusi pada agenda nasional ini.

KNEKS juga memberikan apresiasi atas gelaran The 5th International Conference on Islamic Economics Studies (ICIES) 2025 yang mengangkat tema “Islamic Economics and Sustainability: Strengthening Resilience and Inclusivity in the Global Environment.” Menurut Bang Emir, konferensi ini menjadi momentum penting untuk mendorong penelitian yang berfokus pada keberlanjutan (sustainability) dan inklusivitas, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Prof. Rahmawan Arifin menyampaikan bahwa FEBI siap menindaklanjuti hasil diskusi dengan KNEKS. “Kami ingin memastikan setiap program studi di FEBI memiliki peta jalan penelitian dan pengabdian yang sejalan dengan agenda nasional ekonomi syariah,” ujarnya.

FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta siap memperkuat kolaborasi dengan KNEKS, meningkatkan kualitas riset dan inovasi, serta memperluas kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi syariah berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Foto: Media FEBI

MES wawali

Dihadiri Wakil Walikota Surakarta, Enam Mahasiswa FEBI Ikuti Program “The Apprentice” Masyarakat Ekonomi Syariah

Surakarta, 20 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang unggul di bidang ekonomi syariah. Sebanyak enam mahasiswa FEBI terpilih mengikuti program The Apprentice: Mewujudkan Generasi Ekonom Syariah yang Profesional yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Surakarta pada Sabtu (20/9) bertempat di Sekretariat MES, Jalan Tejonoto, Danukusuman, Surakarta.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Ketua Dewan Pembina MES Kota Surakarta sekaligus Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani, S.S, S.E, M.B.A., yang menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang profesional, berkarakter, dan siap menjawab tantangan global melalui penguatan kapasitas di bidang ekonomi syariah.

Acara inti menghadirkan lima narasumber, yaitu Hesti Candra Sari (Deputi Kepala Perwakilan BI Solo), Sukarna, M.Pd., M.M. (Owner Halal Madu Arbain), Rochmad Purwanto (Owner Solo Flossroll), Karsono, S.E. (BPRS Dana Amanah), dan Nurul Fitroh, S.Pt., S.E. (LAZIS Nur Hidayah). Mereka berbagi pengalaman dan wawasan terkait praktik nyata ekonomi syariah, kewirausahaan, lembaga keuangan, hingga filantropi Islam. Tidak hanya memberikan materi, para narasumber juga membuka peluang magang eksklusif selama satu minggu bagi peserta di lembaga masing-masing.

Mahasiswa FEBI yang berhasil terpilih sebagai peserta adalah:

  1. Ayyumia Nayla Hapsari (Manajemen Bisnis Syariah)
  2. Hilma Yuniar Islahdiyah (Manajemen Bisnis Syariah)
  3. Laila Nur Hidayah (Manajemen Bisnis Syariah)
  4. Aisy Rahmadani (Ekonomi Syariah)
  5. Selvi Meiyana (Akuntansi Syariah)
  6. Haddad Nur Cholis (Ekonomi Syariah)

Melalui kegiatan ini, mahasiswa FEBI tidak hanya memperoleh ilmu dan wawasan praktis dari para pelaku ekonomi syariah, tetapi juga berkesempatan memperluas jejaring profesional sekaligus membuka jalan bagi pengalaman kerja nyata melalui program magang. Selain itu, seluruh peserta memperoleh seminar kit, konsumsi, dan doorprize sebagai bagian dari fasilitas kegiatan.

Keterlibatan mahasiswa FEBI dalam program The Apprentice menunjukkan konsistensi fakultas dalam mendorong mahasiswanya aktif mengikuti program eksternal yang memperkuat kompetensi akademik sekaligus keterampilan praktis. FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berharap pengalaman ini akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk tumbuh sebagai ekonom syariah yang profesional, unggul, dan berdaya saing global.

cimm

22 Dosen dan Tendik FEBI aktif dalam Certified Islamic Money Manager dari IARFC

Sukoharjo, 18 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis IslamUIN Raden Mas Said Surakarta kembali menyelenggarakan kegiatan internasionalisasi untuk 22 dosen dan tenaga kependidikan, yaitu Pelatihan Sertifikasi Profesi Perencana Keuangan Islam dengan gelar non-akademik Certified Islamic Money Manager (CIMM). Kegiatan ini bekerja sama dengan IARFC Indonesia, bagian dari International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) yang telah berdiri sejak tahun 1984 dan diakui di lebih dari 30 negara.

Acara yang digelar pada Rabu (18/9) ini dihadiri langsung oleh Vice President IARFC Indonesia, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya para dosen memiliki kompetensi perencana keuangan Islam dengan standar global. “Dengan sertifikasi CIMM, para dosen tidak hanya meningkatkan kapasitas diri, tetapi juga mampu memberikan edukasi keuangan syariah yang lebih profesional kepada mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak 22 dosen dan tenaga kependidikan (tendik) FEBI UIN Raden Mas Said menjadi peserta pelatihan ini. Mereka akan mendapatkan gelar non-akademik Certified Islamic Money Manager (CIMM) setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan lulus ujian kompetensi. Gelar ini menjadi pengakuan profesional yang diakui secara internasional dan akan memperkuat peran FEBI UIN dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik global.

Pelatihan ini membekali peserta dengan empat modul komprehensif yang dirancang sesuai kebutuhan industri keuangan syariah:

  • Modul 1 – Fikih Harta: membahas konsep kepemilikan, distribusi, dan pengelolaan harta menurut syariah.
  • Modul 2 – Fikih Perencanaan Keuangan Syariah: mengulas prinsip-prinsip perencanaan keuangan sesuai kaidah fiqh muamalah.
  • Modul 3 – Ekonomi Rumah Tangga Muslim: memberikan wawasan tentang manajemen ekonomi keluarga berbasis syariah untuk mencapai kesejahteraan.
  • Modul 4 – Tujuan Keuangan & Penggunaan Instrumen Investasi Syariah: mengenalkan strategi penetapan tujuan keuangan dan pemilihan instrumen investasi yang sesuai syariah.

Wakil Dekan 1 FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Arif Muanas, M.Sc., turut memberikan sambutan dan mengapresiasi kegiatan ini. “Kompetensi yang diakui secara internasional seperti CIMM sangat penting, agar para dosen FEBI mampu menghadirkan pengalaman pembelajaran yang berkelas global. Hal ini sejalan dengan visi FEBI dalam mencetak lulusan yang unggul dan siap bersaing di kancah internasional,” jelasnya.

Pelatihan ini diakhiri dengan ujian kompetensi CIMM yang menjadi penentu kelulusan peserta. Dengan adanya pelatihan ini, FEBI UIN Raden Mas Said semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam bidang keuangan syariah yang berstandar internasional.

hesti candra sari

Deputi Kepala KPW BI Solo: Halal Lifestyle Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Sukoharjo (17/9/2025)- Halal Lifestyle menjadi salah satu sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia saat ini, terlebih Indonesia menargetkan diri menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada tahun 2029. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Hesti Candra Sari, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, dalam Studium General yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara ini berlangsung di Graha UIN Raden Mas Said dan diikuti ratusan mahasiswa baru semester 1 angkatan 2025.

Mengangkat tema “Securing the Future through Islamic Financial Literacy: Strengthening Gen Z Potential”, Hesti menegaskan bahwa Generasi Z memegang peran penting untuk mewujudkan target besar Indonesia. “Kita harus mampu bersaing dengan Timur Tengah, Malaysia, Pakistan, dan Thailand. Generasi Z adalah konsumen dan produsen masa depan yang akan menentukan arah ekonomi syariah Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hesti menjabarkan bahwa halal lifestyle merupakan faktor penentu daya saing global. Halal lifestyle mencakup sektor makanan dan minuman halal, modest fashion, wisata ramah muslim, keuangan syariah, obat-obatan dan vitamin halal, kosmetik halal, hingga media dan hiburan berbasis nilai syariah. Kesadaran Gen Z akan memperkuat ekosistem halal nasional.

Selain dari Bank Indonesia, hadir pula Heri Santoso, Kepala Bagian Pengawasan PUJK, EPK, LMS OJK Solo, yang menegaskan pentingnya pengawasan industri jasa keuangan agar tetap sehat dan melindungi konsumen. M. Wira Adi Brata, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah II, memperkenalkan peluang investasi halal di pasar modal, mendorong mahasiswa untuk menjadi investor cerdas yang mendukung pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia.

Studium General ini menjadi langkah awal FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam meningkatkan literasi keuangan syariah sejak dini, sekaligus menumbuhkan pola pikir kreatif dan berkelanjutan di kalangan mahasiswa baru. FEBI berkomitmen menghadirkan narasumber inspiratif dari berbagai sektor untuk mencetak generasi yang siap berkontribusi pada ekosistem ekonomi syariah nasional dan menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.

pkm klaten

Workshop Branding dan Marketing Pupuk Organik Cair di Pondok Pesantren Kyai Ageng Selo Klaten

Klaten, 14/8/2025 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta bersama Pondok Pesantren Kyai Ageng Selo Klaten menyelenggarakan Workshop Pengembangan Branding dan Marketing Pupuk Organik Cair (POC) sebagai langkah strategis membangun unit usaha mandiri berbasis ramah lingkungan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kuswanto, S.P., serta didukung oleh Tim PKM yang terdiri dari Dr. Ika Yoga, M.M. (Ketua), Fajar Santoso, S.E., M.M., dan Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak.. Workshop ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sarasehan yang digelar pada 8 September 2025 sebagai bagian dari upaya pengembangan pupuk organik cair dari aspek branding dan marketing produk.

Dalam sambutan tim monitoring PKM berbasis SDGs FEBI, Asep Maulana Rohimat, M.S.I menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi rangkaian penting pengabdian masyarakat dengan target menghasilkan produk pupuk organik cair siap edar. Sementara itu, KH. Heri Sarwoko selaku pengasuh Pondok Pesantren Kyai Ageng Selo menegaskan bahwa pengembangan produk pupuk organik cair merupakan wujud kontribusi pesantren bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Pupuk Organik Cair dan Strategi Marketing 4P
Dalam paparannya, Kuswanto menjelaskan bahwa pupuk organik cair berasal dari fermentasi bahan-bahan organik seperti sisa tanaman, kotoran hewan, dan limbah rumah tangga. Pupuk ini terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki kualitas panen, serta menjaga ekosistem pertanian tetap lestari.

Lebih lanjut, Kuswanto menekankan pentingnya strategi Marketing Mix 4P dalam pengembangan produk, yaitu: Product – menjaga kualitas pupuk sesuai standar, Place – memperluas saluran distribusi, Price – menentukan harga yang sesuai dengan nilai produk, Promotion – memperkuat promosi dan branding agar lebih dikenal masyarakat. Selain itu, workshop juga menyoroti pentingnya standarisasi kemasan, peninjauan kandungan pupuk organik cair, serta penentuan brand yang menarik dan sesuai pasar.

Uji Laboratorium dan Penguatan Branding
Sebagai tindak lanjut, Tim PkM akan mendampingi Ponpes Kyai Ageng Selo dalam pengujian sampel pupuk organik cair di Laboratorium Tanah. Hasil uji kandungan nantinya akan dicantumkan pada kemasan sebelum diajukan izin edar ke Dinas Pertanian Kabupaten Klaten. Selain pengujian, Tim PkM juga berkomitmen membantu dalam proses pembuatan branding serta strategi pemasaran produk pupuk organik cair, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Melalui workshop ini, diharapkan pupuk organik cair produksi Pondok Pesantren Kyai Ageng Selo Klaten semakin dikenal masyarakat, memiliki branding yang kuat, serta menjadi salah satu produk unggulan pertanian organik di Klaten dan sekitarnya