tazkia

Apresiasi dari Mancanegara! Mahasiswi Prodi AKS Dipuji Atas Riset Artificial Intelligence di International Conference UK

Manchester, 27 Oktober 2025 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Tazkia Angelie Firdaus, mahasiswi Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), sukses mempresentasikan riset ilmiahnya yang berjudul “Bridging Adoption and Impact: How Accountants Perceive AI in Accounting Processes” pada International Conference yang diselenggarakan oleh University of Greater Manchester, United Kingdom.

Konferensi bertema “Empowering Leaders for Global Contemporary Businesses” ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara dan mayoritas merupakan mahasiswa pascasarjana (S2) dan doktoral (Ph.D) di bidang ekonomi, bisnis, serta akuntansi. Di tengah dominasi akademisi senior, Tazkia menjadi satu dari tiga perwakilan mahasiswa strata satu (S1) dari Indonesia yang tampil membawakan riset berskala global.

Dalam penelitiannya, Tazkia menyoroti bagaimana akuntan di Indonesia memandang serta mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam praktik akuntansi modern. Dengan melibatkan 200 profesional akuntan dari berbagai wilayah Indonesia, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AI terbukti mampu meningkatkan efisiensi kerja, memperkuat komunikasi profesional, dan memperbaiki kualitas pengambilan keputusan. Namun demikian, riset ini juga menyoroti bahwa kualitas sistem AI saat ini belum cukup signifikan dalam mendorong niat adopsi, karena masih terbatasnya standar integrasi teknologi dalam praktik akuntansi.

Secara teoritis, penelitian Tazkia menggabungkan Delone & McLean Success Model dan Technology Acceptance Model 3 (TAM3) untuk menciptakan kerangka baru dalam memahami perilaku adopsi teknologi di bidang akuntansi, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Dari sisi praktis, riset ini memberi kontribusi nyata bagi organisasi dan lembaga pendidikan dalam memperkuat literasi digital, membangun kepercayaan terhadap teknologi AI, serta mendorong sinergi antara akuntan dan sistem cerdas.

Dalam sesi diskusi, Tazkia menerima apresiasi tinggi dari para peserta dan akademisi. Salah satu presenter, Miss Joana Suta, menyampaikan, “I want to say congratulations to the presenter. For her level, it was a very good presentation. She put out a lot of effort — it was quite solid from a methodological point of view.”

Keberanian dan dedikasi Tazkia menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari UIN Raden Mas Said Surakarta, mampu bersaing di panggung akademik internasional. Ia berhasil menunjukkan bahwa batas-batas geografis bukanlah penghalang bagi mereka yang berani bermimpi, berinovasi, dan berprestasi di kancah global.

arum 12

Mahasiswi MAZAWA soroti Digital Leadership & Waqf di Konferensi Internasional University of Greater Manchester Inggris

Manchester, Inggris (27 Oktober 2025) __ Arum Fitri Lestari mahasiswa Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, sukses mempresentasikan hasil risetnya dalam ajang Joint Conference on Empowering Leaders for Global Contemporary Businesses yang diselenggarakan oleh University of Greater Manchester, bekerja sama dengan University of Bradford dan SHE Inspires Foundation, Inggris.

Konferensi internasional yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2025 ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan pemimpin industri dari berbagai negara untuk membahas inovasi kepemimpinan, nilai etika, dan strategi keberlanjutan di era digital. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara.

Dalam forum bergengsi ini, Arum memaparkan penelitian berjudul “Digital Leadership in the Implementation of the e-AIW System: An Ethnographic Case Study at KUA Kartasura.” Penelitian tersebut dilakukan dengan arahan dan bimbingan dari dosen pendamping, Betty Eliya Rokhmah, M.Sc. dan Asep Maulana Rohimat, M.S.I. Arum berkesempatan memaparkan hasil risetnya pada sesi Track 5: Global Talent Strategies and Technological Transformation pukul 10.45 waktu Inggris, yang berfokus pada isu kepemimpinan, teknologi, dan inovasi sumber daya manusia di era digital.

Penelitian yang dilakukan Arum menyoroti praktik kepemimpinan digital di lembaga keagamaan, khususnya dalam implementasi sistem Akta Ikrar Wakaf Elektronik (e-AIW) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kartasura, Sukoharjo. Dengan menggunakan pendekatan etnografi, Arum menggambarkan bagaimana kepala KUA menjalankan peran sebagai pemimpin yang adaptif terhadap transformasi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritualitas dan etika birokrasi.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi sistem e-AIW tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan inovasi digital dengan nilai religius dan moralitas publik.

Tiga dimensi utama kepemimpinan yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi:

  1. Kepemimpinan adaptif, yang tanggap terhadap keterbatasan infrastruktur dan literasi digital.
  2. Kepemimpinan kolaboratif, yang membangun sinergi antara kepala KUA, operator, dan lembaga pendukung.
  3. Kepemimpinan berbasis nilai, yang menempatkan amanah, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai pedoman dalam proses digitalisasi layanan keagamaan.

Melalui hasil tersebut, Arum memperkenalkan konsep religiously embedded digital leadership atau kepemimpinan digital yang berakar pada nilai spiritual dan akuntabilitas etis. Konsep ini menegaskan bahwa inovasi teknologi dalam lembaga publik tidak boleh sekadar berorientasi pada efisiensi, tetapi juga harus berlandaskan nilai kemanusiaan dan moralitas sosial.

ashfi

Dari Solo ke Manchester! Mahasiswi FEBI Bicara Soal Green Job di Konferensi Internasional University of Greater UK

Surakarta, 27 Oktober 2025 — Mahasiswi Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, Ashfi Pratiwi, berhasil mempresentasikan hasil risetnya pada The 2nd International Leadership Conference: Empowering Leaders for Global Contemporary Business (ELGCB 2025) yang diselenggarakan oleh University of Greater Manchester, bekerja sama dengan University of Bradford dan She Inspires Foundation, di Inggris secara virtual melalui Zoom pada 27 Oktober 2025.

Penelitian yang dibawakan Ashfi dibimbing langsung oleh dosen FEBI yaitu Dr. Moh Rifqi Khairul Umam, M.M., Rina Hastuti, M.M., Ph.D., dan Dr. Ika Yoga, M.M.,. Artikel berjudul “The Spillover Effect of Environmental Volunteering on Workplace Aspiration: The Moderating Role of Religiosity in Fostering Altruism and Biospheric Values.” Studi ini mengangkat fenomena menarik mengenai rendahnya minat Generasi Z Indonesia terhadap pekerjaan ramah lingkungan (green jobs), meskipun sektor tersebut tengah mengalami pertumbuhan pesat.

Melalui metode kuantitatif dengan pendekatan SEM-PLS, Ashfi meneliti bagaimana keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sukarelawan lingkungan (environmental volunteering) dapat menumbuhkan nilai-nilai sosial dan ekologis, yaitu altruism (kepedulian terhadap sesama) dan biospheric values (kepedulian terhadap lingkungan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sukarelawan lingkungan secara signifikan meningkatkan kedua nilai tersebut, yang kemudian berpengaruh positif terhadap niat mahasiswa untuk mengejar karier hijau.

Menariknya, variabel religiosity dalam penelitian ini tidak berperan sebagai moderator yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepedulian lingkungan muncul bukan semata dari keyakinan religius, tetapi juga dari kesadaran moral universal akan tanggung jawab sosial dan ekologis.

Secara teoretis, penelitian ini memperluas cakupan Value-Belief-Norm Theory (Stern, 1999) dengan mengidentifikasi environmental volunteering sebagai pemicu terbentuknya nilai-nilai pro-sosial dan pro-lingkungan yang mendorong orientasi karier berkelanjutan. Sedangkan secara praktis, hasil riset ini merekomendasikan agar universitas dan perusahaan mengintegrasikan kegiatan environmental volunteering dalam program pengembangan karakter dan sumber daya manusia, guna membentuk generasi muda yang memiliki empati sosial, kesadaran ekologis, dan orientasi karier hijau.

Keterlibatan Ashfi Pratiwi dalam forum ilmiah internasional ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Indonesia dalam menjawab isu global di bidang sustainability, leadership, dan green economy, sekaligus menunjukkan kapasitas riset mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta di kancah dunia akademik internasional. Prosiding International Conference bisa diakses di laman berikut.

Rektor PKM Gunung Kunci

Rektor UIN: PKM Dosen FEBI Buktikan Kolaborasi Pentahelix di Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci

Sukoharjo –(19 Oktober 2025) Ribuan warga tumpah ruah di kawasan Gunung Kunci Kartasura saat gelaran Pasar Tempo Doeloe yang menghadirkan nuansa budaya masa lampau berpadu dengan semangat ekonomi kreatif. Kegiatan ini menjadi wujud nyata Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) yang digagas oleh tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta. Namun secara teknis kegiatan ini dilaksanakan oleh masyarakat sekitar Gunung Kunci yaitu RW 08 dan 09 Keluran Kartasura, dengan Ketua Panitia Pengelolaan Pasar Sumarno.

Acara yang dibuka langsung oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta bersama Camat Kartasura ini menjadi bukti kuat sinergi antara kampus, pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan media — mencerminkan kolaborasi Pentahelix dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berkelanjutan.

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta Prof. Dr. H. Toto Suharto, M.Ag. menyampaikan apresiasinya terhadap tim PKM FEBI yang berhasil menjadikan kegiatan budaya sebagai sarana pemberdayaan ekonomi yang nantinya dilanjutkan oleh masyarakat sekitar sebagai pengelola pasar. “Inilah bukti nyata kolaborasi pentahelix yang dihidupkan oleh FEBI. Kampus hadir di tengah masyarakat, menggandeng pemerintah, pelaku usaha, Media dan komunitas untuk menghadirkan perubahan positif berbasis nilai-nilai Ekonomi Islam dan SDGs,” ujar Rektor.

Tim PKM Dari Dosen Lintas Program Studi

PKM ini dipimpin oleh Wahyu Pramesti, M.Si sebagai Ketua Tim PKM Tempo Doeloe Gunung Kunci, dengan dukungan Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si selaku Pembina dan Dekan FEBI, Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CIMM sebagai Koordinator PKM SDG’s FEBI sekaligus Korprodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), serta dua anggota aktif Adhelia Desi Prawestri, S.Pd., M.Akun. dan M. Rofiq Junaidi, M.Hum.

Menurut Prof. Rahmawan Arifin, kegiatan ini menjadi bukti bahwa PKM dapat bertransformasi dari sekadar kegiatan akademik menjadi gerakan sosial dan ekonomi yang nyata. “Pasar Tempo Doeloe adalah contoh implementasi SDGs dalam konteks lokal, khususnya pada aspek pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya. Ini PKM yang berdampak dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kemeriahan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci menjadi momentum penting bagi masyarakat Kartasura. Selain menghadirkan nostalgia masa lalu, kegiatan ini juga membuka peluang baru bagi UMKM lokal dan pelaku ekonomi kreatif untuk tumbuh dalam ekosistem yang inklusif dan berbasis nilai-nilai ekonomi Islam.

PKM pasar tempo doeloe 1

Ribuan Warga Serbu Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci, Dosen FEBI Buktikan PKM Berbasis SDGs Bisa Hidupkan Ekonomi Lokal!

Sukoharjo – Siapa sangka, kawasan Gunung Kunci Kartasura mendadak jadi pusat perhatian ribuan warga di hari Minggu ini (19 Oktober 2025), Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci sukses digelar dan menghadirkan suasana nostalgia masa lampau dengan sentuhan edukatif dan pemberdayaan ekonomi berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini diikuti oleh Rektor UIN Raden Mas Said, Camat Kartasura, Danramil, Kapolsek Kartasura serta tamu undangan lainnya.

Di balik kemeriahan itu, ada tangan-tangan kreatif para dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta yang bekerja keras menghadirkan PKM berdampak dan berkelanjutan. Kegiatan ini dibina langsung oleh Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si selaku Dekan FEBI, dengan koordinasi Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CIMM sebagai Koordinator PKM SDG’s FEBI sekaligus Korprodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS). Tim PKM ini diketuai oleh Wahyu Pramesti, M.Si dengan anggota Adhelia Desi Prawestri, S.Pd., M.Akun. dan M. Rofiq Junaidi, M.Hum. Mereka berkolaborasi menciptakan pasar yang bukan hanya seru dan penuh budaya, tapi juga berdampak bagi ekonomi warga sekitar.

Menurut Prof. Ivan, Pasar Tempo Doeloe adalah bentuk nyata sinergi kampus dan masyarakat. “Kegiatan ini bukan sekadar nostalgia, tapi wadah pemberdayaan ekonomi kreatif sesuai semangat SDGs — tumbuh, berdaya, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Asep Maulana Rohimat, yang menekankan bahwa kegiatan ini adalah implementasi nyata Tri Dharma perguruan tinggi. “PKM ini mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi Islam, kearifan lokal, dan pemberdayaan UMKM. Pasar rakyat ini bukan hanya event, tapi ekosistem ekonomi berkelanjutan, tim PKM FEBI sangat luar biasa” ungkapnya.

Stand Kuliner Tradisional, Permainan Tempo Dulu, Hingga Barang Antik

Suasana pasar dipenuhi dengan stand kuliner tradisional, permainan tempo dulu, hingga pementasan seni budaya berupa live music Keroncong. Warga pun antusias berbelanja dan bernostalgia. “Rasanya seperti kembali ke masa kecil, tapi lebih hidup!” ujar Nugie salah satu pengunjung dengan semangat.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said menunjukkan bahwa Pengabdian Kepada Masyarakat tak harus kaku dan akademis. Dengan sentuhan kreatif, kegiatan pengabdian bisa menjadi wadah kebahagiaan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Secara teknis kegiatan ini dilaksanakan oleh masyarakat sekitar Gunung Kunci yaitu RW 08 dan 09, dengan Ketua Panitia Sumarno. Masyarakat mendapatkan inkubasi kemandirian ekonomi berbasis aset ekonomi yang mereka miliki.

pasar tempo doeloe

Dihadiri Ribuan Pengunjung, Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci Sukses Dibuka oleh Camat Kartasura dan Rektor UIN

Kartasura (19 Oktober 2025)– Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci sukses dibuka oleh Camat Kartasura Ikhwan Sapto Darmono pada Minggu pagi (19/10), di kawasan Gunung Kunci, Kartasura. Acara ini turut dihadiri oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Toto Suharto, Dekan FEBI Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, serta jajaran Danramil Kartasura, Kapolsek Kartasura, dan Lurah Kartasura.

Antusiasme Ribuan Pengunjung di Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci

Kegiatan yang dibuka sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas. Tercatat lebih dari seribu pengunjung hadir menikmati suasana pasar bernuansa klasik yang menghadirkan sekitar 40 lapak berisi makanan dan minuman tempo doeloe, barang antik, hingga hasil kerajinan masyarakat lokal.

Dengan konsep tradisional, pasar ini menjadi ajang nostalgia sekaligus wadah ekonomi kreatif masyarakat Kartasura. Pengunjung dapat menikmati jajanan khas masa lalu sembari berinteraksi dengan pelaku UMKM yang menampilkan produk-produk unik dan bernilai budaya.

Dalam sambutannya, Camat Kartasura menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami sangat mendukung Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci ini agar dapat berlangsung secara berkelanjutan. Inisiatif seperti ini adalah bentuk kreativitas masyarakat dalam menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Beliau berharap pasar ini dapat menjadi agenda rutin mingguan atau bulanan untuk meningkatkan potensi wisata dan ekonomi kreatif di wilayah Kartasura.

Rektor UIN: Bukti Nyata Pengabdian Akademisi kepada Masyarakat

Sementara itu, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Toto Suharto, menegaskan bahwa kegiatan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci merupakan bentuk nyata dari kolaborasi penthahelix antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan media.

“Kegiatan ini adalah implementasi hasil riset yang diwujudkan dalam pengabdian masyarakat. Kampus hadir untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi melalui kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Sinergi Kampus dan Masyarakat dalam Penguatan Ekonomi Lokal

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, menambahkan bahwa keterlibatan fakultas ekonomi dalam kegiatan ini menjadi contoh penerapan teori ke dalam praktik nyata. “Mahasiswa dan dosen kami ikut berkontribusi dalam perencanaan serta promosi kegiatan ini. Harapannya, pasar ini menjadi laboratorium sosial bagi pengembangan ekonomi berbasis riset,” ujarnya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci berpotensi menjadi ikon wisata budaya dan ekonomi kreatif Kartasura. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.

literasi-pajak-santri-febi-uin-surakarta

Literasi Pajak Santri Gen Z: Kolaborasi FEBI UIN dan HEBITREN Solo Raya di Ponpes Al-Fatih

SukoharjoFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta bersama HEBITREN Solo Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan santri melalui kegiatan Literasi Pajak untuk Santri Gen Z” di Pondok Pesantren Al-Fatih Sukoharjo, Kamis (16 Oktober 2025).

Dalam kegiatan ini, hadir sebagai narasumber utama Dr. Indriana Puspitosari, M.Si., Akt., pakar pajak dari FEBI UIN Raden Mas Said. Ia memaparkan pentingnya pemahaman pajak sebagai instrumen fiskal negara yang berperan dalam pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, generasi muda, termasuk santri, perlu memahami bahwa pajak bukan sekadar kewajiban warga negara, tetapi juga sarana kontribusi sosial untuk kesejahteraan umat.

“Santri harus menjadi generasi sadar pajak, karena pajak adalah salah satu instrumen keadilan ekonomi dan bentuk tanggung jawab sosial dalam Islam,” jelas Dr. Indriana di hadapan puluhan santri peserta kegiatan.

Menariknya, kegiatan ini diwarnai dengan antusiasme dan rasa ingin tahu (curiosity) tinggi dari para santri Gen Z. Mereka aktif bertanya tentang fungsi, mekanisme, dan etika pengelolaan pajak dalam perspektif syariah.

Ketua HEBITREN Solo Raya, KH. Miftahul Huda, turut hadir dan menyampaikan dukungan penuh terhadap kolaborasi edukatif ini.

“Kegiatan literasi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter santri yang cerdas finansial dan berjiwa entrepreneur syariah,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatih Sukoharjo, KH. Dr. Heru Utomo, M.Pd., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami berterima kasih kepada FEBI UIN dan HEBITREN Solo Raya yang telah menghadirkan program literasi pajak bagi santri. Ini langkah nyata dalam membekali santri dengan wawasan ekonomi syariah dan nasionalisme fiskal,” tuturnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi berkelanjutan antara FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dan HEBITREN Solo Raya dalam mendorong ekosistem bisnis syariah, literasi fiskal, serta pemberdayaan ekonomi pesantren di wilayah Solo Raya.

monev PKM 2025 2

Rapat Monev Progres PKM SDG’s 2025, Siapkan Launching Produk Inovatif

Sukoharjo (16 Oktober 2025)- Dalam rangka memperkuat implementasi SDGs (Sustainable Development Goals) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, empat tim PKM FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar rapat monitoring dan evaluasi (Monev) progres program di hadapan Dekan FEBI dan Gugus Kendali Mutu (GKM), rapat ini dipimpin Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CIMM pada Kamis (16/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, Ketua GKM FEBI Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak., serta sejumlah stakeholders internal dan eksternal yang turut mendukung keberlanjutan program. Dalam rapat tersebut, masing-masing tim PKM memaparkan laporan progres kegiatan, laporan keuangan sementara, laporan antara untuk LITAPDIMAS, serta rencana launching produk dan pemasangan papan nama branding lokasi PKM.

Dekan FEBI menegaskan bahwa kegiatan Monev ini bukan hanya bentuk evaluasi administratif, tetapi juga langkah strategis dalam memastikan PKM berbasis SDGs benar-benar memberi dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat. “PKM ini menjadi contoh nyata kolaborasi riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem keilmuan ekonomi Islam,” ungkap Prof. Ivan.

Dari hasil presentasi seluruh tim, terungkap bahwa telah terjadi proses riset and development (R&D) yang menghasilkan inovasi berkelanjutan, mulai dari pengadaan alat produksi inovatif hingga penguatan model pemberdayaan masyarakat. Kegiatan PKM FEBI ini bahkan dinilai sebagai role model PKM berdampak tinggi di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta.

Ke depan, FEBI akan menggelar launching produk PKM sebagai hasil konkret program berbasis SDGs tersebut, meliputi:

  • Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci, sebagai revitalisasi ekonomi lokal berbasis kearifan budaya;
  • Produk Susu Kedelai Murni, inovasi pangan sehat berbasis UMKM di Pondok Pesantren Muhammad Al-Fatih;
  • Pupuk Cair Kyase, hasil penemuan dari KH. Heri Sarwoko Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Ageng Selo Klaten; serta
  • Pupuk Kompos Organik Masjid An-Nur, penguatan ekonomi sirkular berbasis masjid dan masyarakat.

Dengan berbagai inovasi tersebut, FEBI UIN Raden Mas Said menegaskan komitmennya untuk menjadikan kegiatan PKM sebagai wahana integrasi keilmuan, pengabdian, dan keberlanjutan ekonomi Islam berbasis nilai-nilai SDGs.

al Falah baki

Menyongsong Hari Santri, FEBI-HEBITREN Solo Raya Literasi Pasar Modal Syariah Pondok Pesantren Al-Falah

Sukoharjo (13/10/2025) — Dalam rangka menyongsong Hari Santri Nasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta bersama Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) Solo Raya menggelar kegiatan Literasi Pasar Modal Syariah untuk Santri Gen Z di Pondok Pesantren Al-Falah Gedongan Baki, Sukoharjo. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi keuangan syariah ke wilayah nonperkotaan yang memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi santri cerdas finansial dan berjiwa entrepreneur islami.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan, Dr. Ika Yoga, M.M., bersama Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CIMM, dan Meilana Widyaningsih, S.E.Sy., M.E. yang sekaligus bertindak sebagai narasumber utama. Para narasumber membahas pentingnya pemahaman pasar modal syariah sebagai salah satu instrumen investasi halal yang dapat menjadi alternatif bagi generasi muda muslim. Melalui kegiatan ini, para santri mendapatkan wawasan tentang prinsip-prinsip dasar investasi syariah, perbedaan dengan pasar modal konvensional, serta peluang membangun ekonomi umat berbasis nilai-nilai Islam.

Wakil Dekan III FEBI, Dr. Ika Yoga, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FEBI dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat pesantren. “Santri tidak hanya harus kuat secara spiritual, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan secara syariah. Dengan literasi pasar modal syariah, kami berharap para santri menjadi pelaku ekonomi Islam yang berdaya saing,” ujarnya.

Selain memperluas pengetahuan keuangan syariah, kegiatan ini juga menjadi media promosi akademik FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta kepada para santri Pondok Pesantren Al-Falah. Harapannya, para santri tertarik untuk melanjutkan studi di FEBI setelah menyelesaikan pendidikan menengah. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara FEBI, HEBITREN Solo Raya, dan lembaga pesantren dalam mewujudkan ekosistem pendidikan dan ekonomi syariah yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

keraton kartasura

PKM Pengembangan Petilasan Keraton Kartasura Siapkan Gapura hingga Pemandu Wisata

Kartasura (15/10/2025) — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X terus memperkuat upaya pelestarian cagar budaya dan pengembangan Petilasan Keraton Kartasura sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Tengah. Saat ini tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X sedang melakukan revitalisasi bangunan cagar budaya benteng Keraton Kartasura.

Dalam kegiatan ini, tim PKM FEBI berkomitmen menyiapkan gapura ikon budaya, rambu informasi sejarah, serta pemandu wisata edukatif yang akan mendukung pengalaman pengunjung di kawasan Petilasan Keraton Kartasura. Upaya ini merupakan bagian dari program terpadu pengembangan situs budaya yang menggabungkan aspek pelestarian sejarah, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Kegiatan PkM ini dipimpin oleh Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CIMM, dan M. Irsyad, Lc., M.E.. Juga turut dihadiri oleh Romo Kanjeng Kuncoro, perwakilan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yang menyampaikan dukungan terhadap sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pihak keraton dalam menjaga warisan sejarah Kartasura. “Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk membangkitkan kembali nilai-nilai sejarah dan kebudayaan yang menjadi jati diri bangsa,” ujarnya.

Tim PKM FEBI UIN Raden Mas Said menegaskan bahwa pengembangan Petilasan Keraton Kartasura bukan sekadar revitalisasi fisik, tetapi juga upaya pemberdayaan masyarakat melalui literasi ekonomi wisata dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal di sekitar situs. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model ekowisata budaya berbasis sejarah dan kearifan lokal yang berkelanjutan di wilayah Solo Raya.