Manchester, 27 Oktober 2025 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Tazkia Angelie Firdaus, mahasiswi Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), sukses mempresentasikan riset ilmiahnya yang berjudul “Bridging Adoption and Impact: How Accountants Perceive AI in Accounting Processes” pada International Conference yang diselenggarakan oleh University of Greater Manchester, United Kingdom.
Konferensi bertema “Empowering Leaders for Global Contemporary Businesses” ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara dan mayoritas merupakan mahasiswa pascasarjana (S2) dan doktoral (Ph.D) di bidang ekonomi, bisnis, serta akuntansi. Di tengah dominasi akademisi senior, Tazkia menjadi satu dari tiga perwakilan mahasiswa strata satu (S1) dari Indonesia yang tampil membawakan riset berskala global.
Dalam penelitiannya, Tazkia menyoroti bagaimana akuntan di Indonesia memandang serta mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam praktik akuntansi modern. Dengan melibatkan 200 profesional akuntan dari berbagai wilayah Indonesia, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AI terbukti mampu meningkatkan efisiensi kerja, memperkuat komunikasi profesional, dan memperbaiki kualitas pengambilan keputusan. Namun demikian, riset ini juga menyoroti bahwa kualitas sistem AI saat ini belum cukup signifikan dalam mendorong niat adopsi, karena masih terbatasnya standar integrasi teknologi dalam praktik akuntansi.

Secara teoritis, penelitian Tazkia menggabungkan Delone & McLean Success Model dan Technology Acceptance Model 3 (TAM3) untuk menciptakan kerangka baru dalam memahami perilaku adopsi teknologi di bidang akuntansi, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Dari sisi praktis, riset ini memberi kontribusi nyata bagi organisasi dan lembaga pendidikan dalam memperkuat literasi digital, membangun kepercayaan terhadap teknologi AI, serta mendorong sinergi antara akuntan dan sistem cerdas.
Dalam sesi diskusi, Tazkia menerima apresiasi tinggi dari para peserta dan akademisi. Salah satu presenter, Miss Joana Suta, menyampaikan, “I want to say congratulations to the presenter. For her level, it was a very good presentation. She put out a lot of effort — it was quite solid from a methodological point of view.”
Keberanian dan dedikasi Tazkia menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari UIN Raden Mas Said Surakarta, mampu bersaing di panggung akademik internasional. Ia berhasil menunjukkan bahwa batas-batas geografis bukanlah penghalang bagi mereka yang berani bermimpi, berinovasi, dan berprestasi di kancah global.















