Penutupan PIBMA BATCH 3: Cetak Inovator Muda FEBI
UIN Surakarta – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said resmi mengakhiri program inkubasi Bisnis tahun ini. Momen Penutupan PIBMA BATCH 3 menandai lahirnya bibit wirausaha muda yang kompetitif. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas dan puluhan mahasiswa berprestasi. Kualitas ide bisnis mahasiswa tahun ini dinilai meningkat sangat signifikan. Fokus utama program ini adalah memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus hijau.
Dampak Nyata Penutupan PIBMA BATCH 3
Selanjutnya, proses pendampingan intensif telah dilalui oleh seluruh peserta selama beberapa bulan terakhir. Berbagai kendala teknis dan strategi pasar dipelajari secara mendalam oleh mahasiswa. Sertifikat penghargaan akhirnya diberikan kepada kelompok usaha dengan progres paling menjanjikan. Best omzet week 2 dimsum, Best omzet week 3 avocashake, Best inovasi photo box by binar, Best Volume lumpia ayam suwir, Best tenant rokucan, Best content es lumut holic, quesilove. Melalui Penutupan PIBMA BATCH 3, harapan besar diletakkan pada pundak para inovator muda ini. Keberhasilan program ini diharapkan mampu menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa tingkat awal. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya mencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru,” ujar Wakil Dekan bidang Akademik Dr. Arif Muanas, M.Sc dalam sambutannya.
Visi Berkelanjutan Ekonomi Islam
Selain itu, jejaring alumni inkubasi akan terus dipantau untuk menjaga keberlanjutan bisnis mereka. Nilai-nilai etika bisnis Islam tetap menjadi fondasi utama dalam setiap rancangan produk. Oleh karena itu, dukungan fasilitas inkubator bisnis akan terus ditingkatkan pada periode mendatang. Pengetahuan yang didapat diharapkan bisa langsung diterapkan dalam dunia industri nyata. Akhirnya, seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan.
Mahasiswa FEBI UIN Surakarta Dorong Bisnis Ramah Ekologi
SURAKARTA — Krisis lingkungan global kini menjadi kegelisahan nyata bagi mahasiswa Ekonomi Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta. Menjawab tantangan tersebut, HMPS Ekonomi Syariah sukses menyelenggarakan Seminar Green Halalpreneur di Aula Mangkunegaran pada Selasa (21/04). Acara ini bertujuan melahirkan inovasi bisnis yang tidak hanya mengejar profit, namun juga menjaga kelestarian alam. Oleh karena itu, kesadaran ekologis harus segera diintegrasikan ke dalam nilai-nilai dasar ekonomi syariah masa kini.
Urgensi Implementasi Seminar Green Halalpreneur
Persoalan food waste yang mencapai miliaran ton setiap tahun menjadi sorotan utama dalam diskusi ini. Konsep Seminar Green Halalpreneur dipaparkan sebagai paradigma baru yang menggabungkan prinsip halal-thayyib dengan tanggung jawab antargenerasi. Dr. Salman Alfarisy Totalia selaku narasumber menegaskan, “Bisnis masa depan wajib meminimalkan kerusakan lingkungan demi kemaslahatan umat manusia.” Selanjutnya, strategi integratif berbasis analisis SWOT juga dibahas untuk menghadapi tantangan pasar dan ancaman greenwashing. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk mulai memikirkan cara memproduksi barang tanpa menghasilkan limbah berlebih.
Komitmen Nyata Menuju Kampus Hijau
Sebagai langkah konkret, deklarasi “FEBI Zero Plastik” resmi ditandatangani oleh pimpinan program studi dan pengurus organisasi. Keputusan ini diambil karena isu lingkungan lokal di Surakarta seperti pencemaran sungai sudah sangat mengkhawatirkan. Akhirnya, keterlibatan aktif seluruh civitas akademika sangat diperlukan agar gerakan ini tidak berhenti pada wacana semata. Instrumen strategis seperti green sukuk turut dipetakan sebagai pendukung ekosistem ekonomi berkelanjutan di masa depan. Dengan demikian, semangat dari Seminar Green Halalpreneur diharapkan mampu mentransformasi gaya hidup dan pola pikir mahasiswa secara permanen.
Optimalkan Ekonomi Umat Melalui Instrumen Zakat Produktif
UIN Surakarta – HMPS Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar seminar zakat produktif pada Senin, 20 April 2026. Agenda bertema “Optimalisasi Zakat Produktif dan Wakaf UMKM” ini dilaksanakan di Aula Gedung SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta dengan menghadirkan para ahli filantropi Islam. Acara dibuka secara khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Fokus utama dari pertemuan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai peran strategis dana sosial dalam memberdayakan pelaku usaha kecil. kalian tentu dapat merasakan betapa besarnya potensi ekonomi umat jika dikelola dengan sistem yang transparan dan modern. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk menjadi motor penggerak dalam pengentasan kemiskinan di masyarakat sekitar.
Inovasi Filantropi dalam Seminar Zakat
Sesi diskusi menghadirkan Mansur Efendi, S.H.I., M.Si. serta Dr. H. Anas Aijudin, S.Sos., M.Hum. sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, para ahli menekankan bahwa wakaf dan zakat harus bertransformasi menjadi instrumen ekonomi yang produktif serta berkelanjutan. “Zakat tidak hanya untuk konsumsi, tetapi harus mampu meningkatkan kesejahteraan sosial secara nyata,” ungkap Dr. H. Anas Aijudin. Oleh karena itu, berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan oleh BAZNAS dipaparkan sebagai contoh nyata bagi para peserta. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi saat sesi tanya jawab mengenai tantangan pengelolaan dana zakat di era digital berlangsung. Pengetahuan praktis ini diberikan agar setiap individu mampu memahami alur pendayagunaan zakat secara lebih komprehensif. Selanjutnya, sinergi antara akademisi dan praktisi diharapkan dapat melahirkan model pengelolaan filantropi yang lebih inovatif.
Mahasiswa MAZAWA sebagai Agen Perubahan Ekonomi
Sebagai bagian dari penutup, apresiasi berupa kenang-kenangan diserahkan kepada para pembicara oleh pihak panitia sebagai bentuk rasa syukur. Seluruh rangkaian seminar zakat ini diakhiri dengan doa bersama serta sesi dokumentasi untuk mengabadikan momen kebersamaan tersebut. Nilai-nilai spiritual tetap dijunjung tinggi sebagai landasan utama dalam menjalankan setiap program kerja di lingkungan FEBI. Di sisi lain, peningkatan kapasitas mahasiswa diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional. Evaluasi pasca-acara akan terus dilakukan guna memastikan pesan edukatif ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata oleh peserta. Selain itu, keterlibatan aktif mahasiswa dipandang sebagai langkah awal yang baik dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Akhirnya, harapan besar diletakkan pada pundak para generasi muda untuk membawa perubahan bagi masa depan bangsa.
Memperkuat Ekonomi Rakyat Melalui Literasi Keuangan Syariah
SUKOHARJO – Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (HMPS PBS) FEBI UIN Raden Mas Said menggelar Workshop Inklusi Keuangan Syariah pada Kamis (16/4). Acara yang berlangsung di Gedung Rektorat ini bertujuan memperluas akses finansial bagi masyarakat desa dan pelaku UMKM. Inisiatif ini menjadi langkah konkret mahasiswa dalam menjembatani kesenjangan literasi keuangan di era digital. Dengan demikian, peran akademisi tidak hanya terbatas pada teori di dalam kelas saja.
Peran Strategis UMKM dalam Workshop Inklusi Keuangan Syariah
Pemaparan materi utama disampaikan oleh Bapak Suharto selaku Senior Marketing Bank Muamalat yang menyoroti urgensi sektor UMKM. Beliau menjelaskan bahwa UMKM menyerap hingga 97% tenaga kerja sehingga menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Workshop Inklusi Keuangan Syariah ini diharapkan mampu membuka jalan bagi pelaku usaha untuk mengakses pembiayaan syariah. “Generasi muda harus menjadi motor edukasi agar masyarakat desa lebih melek terhadap layanan perbankan syariah,” tegas beliau. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa sangat krusial dalam proses pemberdayaan ini.
Transformasi Digital dan Kesejahteraan Masyarakat Desa
Selain aspek pembiayaan, tantangan digitalisasi menjadi fokus utama dalam diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Akses terhadap pasar digital dan pelatihan usaha terus didorong guna meningkatkan daya saing ekonomi umat secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, pemahaman mendalam mengenai inklusi keuangan diharapkan dapat menciptakan pemerataan kesejahteraan di wilayah Sukoharjo. Pada akhirnya, sinergi antara kampus dan masyarakat akan memperkuat fondasi ekonomi syariah di Indonesia. Kegiatan ini pun resmi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mendampingi UMKM.
Pelatihan Tour Guide untuk Gen Z di Petilasan Keraton Kartasura Dilatih oleh Profesional
KARTASURA, 1 Desember 2025 — Upaya menjadikan Petilasan Benteng Keraton Kartasura sebagai destinasi wisata budaya edukatif terus dikuatkan. Momentum ini ditandai dengan pelaksanaan Pelatihan Tour Guide Gen Z. Kegiatan menghadirkan pelatih profesional Nanang Wijayanto, S.ST.Par., M.M.Par. Ia merupakan praktisi sekaligus akademisi bidang pemanduan wisata.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Tim terdiri dari Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Drs. Tundjung W. Sutirta, M.Si., Asep Maulana Rohmat, M.S.I., dan Moh. Irsyad, M.E.
Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda Kartasura dengan keterampilan pemanduan wisata. Fokusnya berbasis kearifan lokal dan sejarah daerah.
Peserta berasal dari berbagai komunitas lokal. Mayoritas merupakan generasi Z. Mereka dibekali teknik dasar pemanduan wisata. Materi meliputi komunikasi publik dan narasi sejarah. Peserta juga belajar menyampaikan cerita budaya secara menarik.
Sesi simulasi dilakukan langsung di kawasan bersejarah. Peserta mempraktikkan peran sebagai pemandu wisata.
Nanang Wijayanto menilai Kartasura memiliki kekayaan sejarah besar. Keraton Kartasura menyimpan kisah penting masa Mataram.
“Data sejarah harus dikemas jadi cerita hidup,” ujarnya.
Ia menegaskan wisatawan muda menyukai pengalaman autentik. Narasi yang kuat menjadi daya tarik utama.
Tim dosen FEBI menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat. Prof. Rahmawan Arifin menyampaikan komitmen UIN untuk terlibat aktif.
“Masyarakat, khususnya generasi muda, harus jadi pelaku utama wisata budaya,” tegasnya.
Setelah pelatihan, peserta akan diberdayakan sebagai tour guide edukatif. Mereka bertugas di kawasan Petilasan Keraton Kartasura. Sebagian juga dilibatkan di Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci.
Pendampingan berkelanjutan akan terus diberikan.
Pelatihan ini menjadi langkah awal revitalisasi kawasan. Kegiatan juga mendukung promosi wisata sejarah Kartasura.
Sinergi akademisi, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat.
Diharapkan Kartasura tumbuh sebagai destinasi budaya unggulan di Sukoharjo.
Kawasan ini juga diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah bagi generasi muda.
FEBI Gaet Komunitas Warga Lokal, Petilasan Benteng Keraton Kartasura Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Budaya
Kartasura, 1 Desember 2025 — Upaya pengembangan Petilasan Benteng Keraton Kartasura sebagai destinasi wisata budaya terus diperkuat. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menggandeng warga dan komunitas lokal secara langsung. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Bangsal Petilasan Keraton Kartasura.
FGD digelar pada Senin, 1 Desember 2025. Kegiatan menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FEBI UIN Surakarta. Tim dosen yang terlibat antara lain Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Asep Maulana Rohimat, M.S.I., dan Moh. Irsyad, M.E.
Program ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan wisata berbasis sejarah dan budaya. Perangkat wilayah dan komunitas budaya juga turut dilibatkan. Pendekatan dilakukan melalui pendampingan dan penguatan narasi sejarah lokal.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. menegaskan peran kampus dalam pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, UIN hadir bukan hanya memberikan edukasi. Kampus juga mendampingi masyarakat secara berkelanjutan. Pelestarian Keraton Kartasura dinilai memerlukan kolaborasi banyak pihak.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) turut memberikan pelatihan penyusunan paket wisata budaya. Pendampingan juga dilakukan untuk menyiapkan pemandu wisata lokal. Penguatan konten cerita sejarah menjadi fokus utama kegiatan ini.
Pemerintah Kecamatan Kartasura mengapresiasi langkah pkm FEBI UIN. Camat Kartasura, Ikhwan Sapto Darmono, menyampaikan dukungannya. Ia menilai pelestarian Keraton Kartasura harus menjadi gerakan bersama. Sinergi antara kampus, pemerintah, dan warga dinilai sangat penting.
FGD menghadirkan sejumlah narasumber. Surya Lesmana, Juru Kunci Petilasan, memaparkan sejarah Keraton Kartasura. KRRA H. Sri Kuncoro Adiningrat membahas nilai budaya dan filosofi keraton. Drs. Tundjung W. Sutirta, M.Si. menyampaikan strategi pengembangan wisata edukatif. Materi mencakup dokumentasi sejarah dan penguatan ekosistem wisata.
Beberapa hasil FGD disepakati. Peserta mendukung pelestarian fisik bangunan keraton. FGD Edukasi publik tentang sejarah Kartasura akan diperkuat. Penyusunan paket wisata budaya berbasis masyarakat juga akan dilakukan. Komunitas lokal didorong menjadi motor penggerak wisata. Promosi digital dan dokumentasi sejarah menjadi prioritas pengembangan.
Dukung Peningkatan Publikasi Internasional, FEBI UIN Surakarta Delegasikan 3 Dosen pada Pelatihan Irwan Abdullah Scholar
Yogyakarta, 16 November 2025 -Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi dosen dalam publikasi ilmiah bereputasi global sebagaimana program Glokalisasi yang dicanangkan oleh Rektor, FEBI UIN Surakarta bekerjasama dengan IA Scholar menyelenggarakan pelatihan penulisan dan publikasi internasional. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para dosen dengan strategi dan keterampilan praktis untuk menembus jurnal-jurnal internasional terindeks Scopus dan Web of Science. Acara yang berlangsung selama 3 hari mulai hari Jumat sampai dengan Sabtu (14-16 November 2025) yang diikuti 3 Dosen FEBI UIN Surakarta yaitu Dr. Agung Abdullah, Dr. Awan Kostrad, Dr. Amri Syarif. Para Dosen antusias untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah mereka di kancah global.
Pelatihan ini didampingi langsung Prof. Dr. Irwan Abdullah, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) yang telah memiliki rekam jejak gemilang dalam publikasi di jurnal-jurnal internasional bereputasi. Melalui sesi-sesi yang interaktif dan mendalam, para peserta tidak hanya diberikan teori tetapi juga pendampingan langsung (coaching clinic) terhadap naskah artikel yang sedang mereka persiapkan.
Prof. Dr. Irwan Abdullah selaku Founder IA Schoolardalam sambutannya menekankan pentingnya langkah strategis ini. “Publikasi internasional bukan hanya tentang memenuhi kewajiban tri dharma perguruan tinggi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana hasil penelitian dan pemikiran kita dapat memberikan kontribusi dan diakui oleh komunitas ilmuwan global. Melalui pelatihan ini, kami ingin membongkar mental barrier dan membekali para dosen dengan ‘senjata’ yang tepat untuk bersaing secara global,” ujarnya.
Salah satu peserta, Dr. Awan Kostrad mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini. “Selama ini, revisi dari reviewer seringkali membuat saya frustrasi. Melalui pelatihan ini, saya jadi memiliki peta dan strategi yang jelas untuk menanggapi komentar mereka dengan percaya diri. Coaching clinic-nya sangat membumi dan langsung menyentuh akar permasalahan naskah saya,” tuturnya.
Irwan Abdullah Schoolar berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas dosen Indonesia. Rencananya, program pelatihan serupa akan diadakan secara berkala, dilanjutkan dengan program pendampingan berkelanjutan (mentoring) untuk memastikan naskah-naskah para peserta dapat benar-benar terpublikasi. (Agung Abdullah)
Praktisi Wirausaha Berbagi Inspirasi Prodi MBS: Nasrulloh, S.E., M.M. Ajak Mahasiswa Membangun Bisnis Sejak Dini
Sukoharjo, 8 November 2025 – Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mengadakan kuliah inspiratif. Kegiatan ini menghadirkan praktisi sekaligus akademisi Nasrulloh, S.E., M.M. sebagai narasumber dalam tema “Membangun Bisnis untuk Pemula bagi Generasi Muda.”
Acara digelar pada Sabtu (8/11) di ruang F206. Kegiatan ini merupakan bagian dari perkuliahan Agung Novianto Margarena, S.E., M.M. untuk mahasiswa kelas 5D, 5E, dan 5F. Melalui kegiatan ini, dosen dan praktisi berkolaborasi untuk menghubungkan teori dengan praktik nyata di dunia usaha.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Nasrulloh membagikan kisahnya sebagai wirausahawan di berbagai bidang bisnis. Ia menekankan pentingnya kemandirian ekonomi dan keberanian menciptakan lapangan kerja sendiri.
“Bukan ide besar yang membuat sukses, melainkan tindakan kecil yang dilakukan dengan konsisten,” ujarnya di hadapan mahasiswa.
Nasrulloh juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak perlu menunggu usia matang.
“Sukses tidak perlu menunggu tua. Kalau bisa sukses di usia muda, kenapa harus ditunda?” tambahnya.
Ia mendorong mahasiswa untuk memiliki jiwa berani, mandiri, dan visioner. Ketiga hal itu, menurutnya, menjadi modal utama dalam berwirausaha. Jika dipadukan dengan konsistensi dan kemauan belajar, peluang sukses akan semakin terbuka lebar.
Dosen pengampu, Agung Novianto Margarena, menjelaskan bahwa kuliah praktisi ini bertujuan memperkaya proses pembelajaran. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat bagaimana teori diterapkan dalam dunia nyata.
Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa MBS FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Mereka diharapkan tumbuh sebagai generasi muda yang kreatif, berani berinovasi, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan.












