Penulis: Asep Maulana Rohimat
Foto: Hanif
FEBI News| Sukoharjo (16/6/2022), Dialog interaktif Desa Wisata digelar hari ini di Pendopo Petilasan Benteng Kraton Kartasura, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam melalui program kolaboratif industrial menjadi penyelenggara utama pada kegiatan tersebut dengan Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd sebagai ketua panitia. Kegiatan ini menghadirkan Sejumlah Budayawan, Sejarawan, Akademisi dan Pengusaha Muda serta para aktivis mahasiswa dari ORMAWA (DEMA, SEMA, dan HPMS), kelompok Studi Mahasiswa serta LSO FEBI (FRESH dan PAKKIS). Hadir pula komunitas penggiat budaya yaitu Mataram Jaya Binangun, Gerbang Budaya, Paguyuban Kawula Kraton Surakarta (PAKASA), Pecinta Museum, Bangkit Mandiri Wanita, dan komunitas lainnya.
Acara ini dikemas melalui dialog interaktif yang dimoderatori oleh Asep Maulana Rohimat, M.S.I selaku Dosen Islam dan Budaya Jawa FEBI UIN Said. Tema yang diusung adalah Rancang Bangun Potensi Ekonomi Kreatif di Petilasan Benteng Kraton Kartasura. Sebelum acara dialog digelar, seluruh peserta dipandu oleh Mbah Koko selaku Ketua Mataram Joyo Binangun untuk berkeliling area petilasan Benteng Kraton Kartasura, diantaranya makam Bendara Adipati Raden Ayu Sedah Merah, Makam Kanjeng Pangeran Haryo Panular, Petilasan Dalem, Bangsal Palereman, hingga tembok lubang Geger Pecinan.
Dekan FEBI
Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si menyampaikan opening Speech dalam acara ini, ia
menegaskan bahwa FEBI UIN Raden Mas Said siap menjadi pionir dalam pengembangan
ekonomi kreatif di area petilasan Kraton Kartasura, untuk itu acara hari ini
digelar dengan menggandeng banyak pihak, yaitu Budayawan, Sejarawan, Akademisi
dan Pengusaha Muda. Selaku Perguruan Tinggi, FEBI wajib mengutus dosen-dosen
untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, serta menginstruksikan ORMAWA
untuk melakukan kegiatan di Petilasan ini.
Pembicara
selanjutnya adalah Budayawan Surakarta Anjar Sumirat, ia menyampaikan alur
sejarah Kraton Kartasura sebagai cikal bakal keraton Kasunanan Surakarta serta
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Hadiningrat. Budayawan yang juga kolektor keris
ini pun menyampaikan makna Kartasura sebagai Kota dengan kemakmuran dan
perjuangan. Selain itu iapun mengajak kepada semua pihak untuk meluruskan
sejarah Kraton Kartasura sebagai literasi untuk generasi muda.
Guru Besar
UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Toto Suharto, M.Pd turut menyampaikan gagasannya
untuk pengembangan ekonomi kreatif di Petilasan Benteng Kraton
Kartasura, diantaranya adalah dengan menggali potensi ekonomi berupa kuliner
khas, fashion, wisata spiritual, permainan
jaman dulu, serta wisata edukasi. “Semua potensi akan bisa dikembangkan jika
semua pihak bergerak bersama memajukan Petilasan Benteng Kraton Kartasura.”pungkas
Dekan Fakultas Adab dan Bahasa UIN Said tersebut.
Dr. Awan Kostrad Diharto selaku Wakil Dekan 2 FEBI ikut menyampaikan gagasannya dalam dialog ini, ia menegaskan perlunya kompromi antara budaya, ekonomi dan perilaku konsumen supaya tidak ada konflik yang mengganggu pertumbuhan ekonomi di lokasi wisata kedepan. Agung Dirmansyah, S.Kom selaku Ketua BPC HIPMI Sukoharjo, menjadi pembicara terakhir dengan menyampaikan peran dari HIPMI selaku perkumpulan para pengusaha muda, ia menegaskan bahwa HIPMI siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembankan ekonomi kreatif di lokasi Petilasan Benteng Kraton Kartasura ini. Ia menambahkan potensi desa wisata yang akan dilaksanakannya bisa memberikan dampak pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat, “peluang sangat besar di Kartasura ini, kita akan perkuat branding dan publikasi secara virtual” pungkasnya.