Edukasi Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Dari Hemat Air, Dosen FEBI Lakukan Pengabdian Masyarakat di Semarang

FEBI News| Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia atau bahkan makhluk hidup lainnya. Air merupakan sumber kehidupan. Sumber air bersih yang umumnya digunakan oleh masyarakat adalah air sumur atau air dari pelayanan PDAM. Saat ini di Indonesia sedang terjadi pandemi covid-19. Terhitung mulai dari bulan Maret hingga saat ini sudah berada di pertengahan bulan Juli 2020, kasus covid-19 di Indonesia masih terus mengalami peningkatan. Hal tersebut disampaikan oleh narasumber sebagai pengantar pada acara pengabdian masyarakat dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang diselenggarakan di wilayah RW V, Kelurahan Padangsari, Kota Semarang pada 11 Juli 2020.

Tema dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu “Sosialisasi Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang Hemat Air Dalam Rangka Menjaga Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga di Masa Pandemi Covid-19”. Pada kegiatan tersebut dihadirkan narasumber Risman S.T., M.T. yang merupakan dosen Program Studi Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang. Beliau banyak mengkaji mengenai penyediaan air bersih khususnya di permukiman. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi “google meet” dengan pertimbangan Kota Semarang masih termasuk dalam zona merah.

Pada masa pandemi covid-19 ini telah ada himbauan untuk sering mencuci tangan dengan sabun. Namun bagaimana kita tetap bisa melaksanakan himbauan tersebut tetapi tetap hemat air. Berkaitan dengan gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), terdapat beberapa pertanyaan seputar CTPS. Salah satu pertanyaan yang sering ditemui adalah berapa lama durasi waktu cuci tangan yang benar. Narasumber menyampaikan bahwa waktu untuk CTPS 20 – 30 detik.

Peningkatan CTPS berpotensi meningkatkan pemakaian air bersih sehingga berpotensi meningkatkan tagihan air PDAM atau listrik (bagi yang menggunakan pompa air sumur). Juli – Agustus merupakan puncak musim kemarau di Indonesia. Prakter CTPS hemat air diperlukan untuk menjaga ketersediaan air bersih. Praktek CTPS hemat air dapat diterapkan dengan menutup kran air pada saat memakai sabun di tangan. Selanjutnya kran dibuka kembali pada saat bilas. Praktek seperti ini berpotensi menghemat 100 liter per hari per rumah atau setara 3 m3 air bersih rumah tangga per bulan. Jika tarif air PDAM Rp 5.000,- per m3 maka dapat menghemat Rp 15.000,- per bulan. Bagi sebagian orang mungkin tidak signifikan namun bagaimana jika dalam lingkup kabupaten/kota melaksanakan CTPS hemat air. Hal ini dapat menjaga ketersediaan sumber air bersih suatu kawasan kupaten/kota.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab terdapat beberapa pertanyaan dari peserta. Pertanyaan dari peserta disampaikan pada kolom “chat” yang tersedia di dalam aplikasi “google meet”. Beberapa pertanyaan tersebut antara lain terkait penggunaan sabun hemat air (busa sedikit), tampungan air ideal dengan kondisi air PDAM mengalir 2 hari sekali, dan efektifitas penggunaan air sumur atau air PDAM kaitannya dengan menghilangkan kuman dan virus. Narasumber menanggapi pertanyaan terkait sabun hemat air. Jika ada di pasaran bisa dipakai namun pertimbangkan biasanya harga lebih mahal. Terkait tampungan air yang aman untuk 2 hari, narasumber menyampaikan minimal 1 rumah memiliki tampungan 1,5 m3. Selanjutnya mengenai penggunaan air untuk menghilangkan virus dan kuman, narasumber lebih memilih menggunakan air PDAM karena mengandung kaporit yang berfungsi sebagai disinfektan.

Di akhir acara narasumber menyampaikan “closing statement”. CTPS hemat air perlu diterapkan untuk menghemat tagihan air, menjaga ketersediaan sumber air, antisipasi air berkurang di musim kemarau, menjaga ketahanan air bersih umah tangga. Mari kita semua melakukan gerakan CTPS namun gunakanlah air secukupnya. (Ardhi Ristiawan)

Dukung Pencegahan Covid-19, Dosen FEBI IAIN Surakarta Serahkan Bantuan Wastafel Injak Portabel ke Bank Sampah

FEBI News| Sebagai bagian dari dukungan untuk mencegah virus Corona, M. Zainal Anwar, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Surakarta memberi bantuan wastafel injak portable dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan di Komunitas Bank Sampah Kampung Gerjen Pucangan Kartasura. Acara ini dilaksanakan pada Ahad (19/7) pagi hingga sore di aula rumah ibu Anna-Gerjen Pucangan.

Ide pembuatan wastafel injak portable ini muncul setelah melihat adanya beberapa barang bekas yang terkumpul di Bank Sampah “Jensan Mugi Berkah” Gerjen Pucangan Kartasura. “Awalnya saya melihat seorang teman memposting wastafel injak portable. Lalu saya ingat adanya barang-barang bekas di Bank Sampah. Kemudian saya cerita dan menunjukkan fotonya ke pak Ahsan, warga Gerjen dan nasabah Bank Sampah. Nah, beliau ini lalu mencari barang-barang bekas di sekitarnya lalu dibuat menjadi westafel injak portable yang dibuat ala kampung ini,” ujar Zainal.

Proses pengerjaannya sekitar 2 minggu lalu diujicoba beberapa kali dan akhirnya berhasil. “Saya memanfaatkan beberapa barang yang ada di sekitar misalnya baskom yang sudah tidak terpakai lalu ada beberapa besi siku bekas dan beberapa pralon,” cerita pak Ahsan. Dari beberapa barang tersebut lalu dibuatlah westafel injak portable.
Westafel injak ini banyak manfaatnya misalnya mencuci tangan tanpa perlu membuka kran karena dilakukan dengan cara menginjak kaki pedal lalu keluar airnya. Dengan begitu kita bisa menghindari sentuhan langsung dengan benda-benda yang juga sering dipegang orang lain. Westafel ini diberikan ke Bank Sampah agar nantinya bisa dimanfaatkan untuk aktivitas Bank Sampah yang banyak bersentuhan dengan barang-barang kotor. “Dengan adanya westafel injak portable yang bisa dipindah kemana-mana ini, kita harapkan aktivitas Bank Sampah bisa terus berjalan dengan baik,” kata Zainal. []

Mengolah Limbah Menjadi Kerajinan Berharga, Pengabdian Dosen FEBI IAIN Surakarta Bekerjasama dengan Bank Sampah

FEBI News | Salah satu cara untuk mengurangi kejenuhan karena harus sering berada di rumah selama masa Covid-19 ini adalah dengan belajar mengolah sampah menjadi bahan kerajinan. Hal ini disampaikan oleh Ibu Mulyani, aktivis Forum Bank Sampah Sukoharjo yang juga aktif di Ikatan Wanita Pelukis Surakarta pada acara Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh M. Zainal Anwar, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Surakarta pada Ahad, 19 Juli 2020 di dusun Gerjen Pucangan Kartasura Sukoharjo. Acara pengabdian ini bertajuk “Manfaat Bank Sampah Untuk Peningkatan Ekonomi Keluarga”

Acara ini dimulai dengan sambutan dari pihak RT dan Bank Sampah “Jensan Mugi Berkah”. Dalam sambutannya, Ibu Ning yang mewakili pihak RW, PKK dan Pengurus Bank Sampah menghaturkan terima kasih karena kegiatan pengabdian dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta bisa diselenggarakan lagi pada tahun 2020. Ia berharap para peserta nantinya bisa mengambil manfaat dari adanya kegiatan ini terutama untuk bisa meningkatkan kemampuan mengolah sampah menjadi bahan-bahan yang bisa dijual agar bisa membantu ekonomi keluarga. “Selain itu, saya berharap nantinya para peserta diharapkan bisa menularkan keahliannya kepada tetangga atau lingkungan sekitarnya yang tidak bisa menghadiri acara pengabdian ini,” kata Ibu Ning.

Sambutan kedua disampaikan oleh M. Zainal Anwar, Dosen FEBI IAIN Surakarta. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan atas kerjasama dengan pengurus Bank Sampah di Gerjen agar nantinya ada keberlanjutan di masa mendatang. “Saya berterima kasih atas kehadiran para peserta yang bersedia datang pada kegiatan kali ini. Ia berharap agar kedua belah pihak yakni FEBI IAIN Surakarta dan Bank Sampah Jensan ini bisa saling memberi manfaat satu sama lain,” ujar Zainal.
Setelah acara sambutan, Ibu Mulyani sebagai pemateri menyampaikan bahwa dalam acara ini nanti akan lebih banyak bergerak daripada mendengarkan ceramah. “Ini karena kegiatan mengolah sampah menjadi berbagai barang misalnya piring, bros, topi hingga tas membutuhkan kelihaian tangan dan kreatifitas,” ujar perempuan yang juga aktif di Forum Adiwiyata. Sebagai motivasi, Ibu Mulyani sebagai pemateri menceritakan bahwa kegiatan kreatifitas mengolah sampah ini nanti bisa menjadi kesibukan yang mendatangkan manfaat tidak hanya secara ekonomi tetapi juga pikiran menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Selanjutnya pemateri mengajak para peserta menyiapkan beberapa bahan untuk diolah menjadi barang-barang yang bisa dipakai sendiri atau dijual kepada orang lain. Bahan-bahan yang sudah disiapkan misalnya lem, gunting, alat untuk menyulam, botol plastik, dan sebagainya.
Acara ini dibagi dalam tiga sesi. Setiap sesi belajar pengolahan yang berbeda-beda. Pada sesi pertama, peserta diajak untuk membuat bros dari kain perca dan botol air mineral. Pada sesi kedua para peserta diajak membuat piring dari limbah aqua gelas dan pada sesi ketiga para peserta membuat gantungan jilbab dari bahan gelas plastik bekas air minum. Karena keterbatasan peserta di tiap sesi, nantinya diharapkan para peserta bisa saling mentransformasikan keahliannya kepada peserta lain.

Di akhir sesi, para peserta membuat rencana tindak lanjut. Sebagai langkah awal, nantinya para alumni kegiatan pengabdian ini akan membuat bros yang dirasa lebih mudah dan banyak peminatnya. Rencananya kegiatan ini akan dilakukan setelah melakukan pengumpulan, penimbangan dan pengepulan sampah yang dilakukan setiap dua minggu sekali.[MZA]

PANDEMI COVID 19 TIDAK MENYURUTKAN PRODI AKUNTANSI SYARIAH FEBI IAIN SURAKARTA UNTUK TERBITKAN JURNAL ILMIAH EDISI TERBARU VOL 3 NO 1 TAHUN 2020


FEBI News | Setelah melakukan submit untuk akreditasi jurnal pada bulan April, Journal of Islamic Finance and Accounting (JIFA) kembali meluncurkan publikasi artikel ilmiahnya untuk volume 3 tahun 2020. Dalam terbitannya terdapat beberapa artikel yang patut untuk untuk dicermati dan dijadikan sebagai bahan referensi. Salah satunya adalah penelitian dari Muhammad Khozin Ahyar, mengusung judul “Tantangan Pondok Pesantren Menuju Lembaga Pendidikan Islam yang Akuntabel” dalam tulisanya beliau menyampaikan bahwa kemajuan teknologi seharusnya mampu dimaksimalkan manfaatnya untuk meningkatkan kemampuan tata Kelola keuangan Pondok Pesantren. Salah satu alasan utama mengapa harus dimanfaatkan karena masih banyak Pondok Pesantren yang belum cakap terhadap pengelolaan keuangan sehingga masih sering ditemui di sebuah pondok pesantren belum memisahkan antara keuangan pondok dengan keuangan pribadi pemilik. Isu mengenai akuntabilitas juga diusung oleh Mufti Arief Arfiansyah dalam judul “Pengaruh Sistem Keuangan Desa dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa” dalam penelitiannya beliau menyampaikan bahwa pengendalian internal yang kuat akan meningkatkan akuntabilitas sebuah desa dalam pengelolaan dana desa.

Sementara itu dalam diskusi singkat dengan Managing Editor JIFA Samsul Rosadi menyampaikan “bahwa tahun ini justru jumlah artikel yang masuk semakin meningkat mungkin salah satu berkah corona para peneliti menjadi lebih produktif,” ungkapnya di sela-sela kesibukan melakukan editing artikel. Selain artikel-artikel diatas terdapat beberapa tema diantaranya akuntansi keuangan, Akuntansi Sektor Publik, dan Akuntansi UMKM.

Harapanya dengan semakin giatnya publikasi artikel ilmiah, JIFA dalam hal ini sedang proses akreditasi akan mendapatkan hasil akreditasi yang diharapkan dan mampu menjadi representasi karya keilmuan Program Studi Akuntansi Syariah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta. Bagi para peneliti yang ingin melakukan sitasi dan membaca artikel terbaru dapat mengunduh di laman: https://ejournal.iainsurakarta.ac.id/index.php/jifa/index. FA

Dosen FEBI IAIN Surakarta Edukasi Pemuda dan Pemudi Karanganyar untuk Peduli Keuangan Pribadi di Masa New Normal

FEBI News | Sejumlah 55 pemuda dan pemudi yang berdomisili Karanganyar mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertemakan “Sadar Finansial di Era New Normal”. Kegiatan ini dilakukan secara daring mengingat masih adanya potensi terkena Covid-19 jika dilakukan secara tatap muka (berkerumun).

PkM dilakukan pada hari Sabtu, 18 Juli 2020 dengan dikoordinasi oleh Helti Nur Aisyiah, M.Si., dosen Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta. Materi yang disampaikan dalam PkM tidak disampaikan sendiri oleh dosen yang bersangkutan, melainkan mengundang narasumber dari luar, yaitu Bapak Alfian Eko Rochmawan, M.Pd.I.

Bapak Alfian Eko Rochmawan, M.Pd.I. tidak sendirian, melainkan didampingi oleh Siti Aminah, S.Pd.I yang diminta berperan sebagai moderator demi kelancaran kegiatan PkM. Narasumber dan moderator berada dalam satu tempat, yaitu di Bulak, Karanganyar. Berbeda dengan ke-55 peserta PkM. Para peserta berada di rumah masing-masing dan mengikuti kegiatan PkM melalui link google meet yang dibagikan oleh koordinator pelaksana.

PkM dimulai pukul 15.00 dengan dipandu oleh moderator dengan narasi awal yang disesuaikan dengan tema PkM. Kemudian, moderator membacakan daftar riwayat hidup narasumber sebelum waktu sepenuhnya diserahkan kepada narasumber. Setelah waktu diambil alih oleh narasumber, narasumber menyampaian materi selama empat jam dengan kesempatan tanya jawab pada satu jam terakhir.

Dalam penyampaian materi, narasumber menekankan pentingnya kesadaran para pemuda/i sebagai generasi penerus bangsa untuk mengelola keuangan pribadi secara hati-hati. Apalagi, saat menjalani masa Kondisi Luar Biasa (KLB) yang mengharuskan untuk beraktivitas dari rumah banyak berita yang berisi tentang merosotnya kondisi keuangan pribadi maupun organisasi.

Pengisian materi tidak dilakukan selama empat jam berturut-turut karena baik narasumber, moderator, peserta, dan tim pelaksana PkM lainnya harus menunaikan sholat Maghrib. Dengan demikian, empat jam dilakukan secara bertahap hingga PkM selesai tuntas pada pukul 19.35. “Kegiatan PkM ini diharapkan dapat memberikan kesadaran para generasi bangsa agar peduli terhadap keuangan pribadi, sehingga tidak terjadi latah keuangan yang disebabkan oleh pandemi. Semoga pandemi tidak terjadi lagi, tetapi kita tetap harus antisipasi” terang Alfian Eko Rochmawan, M.Pd.I., selaku pengisi materi.

Tingkatkan Strategi Pendapatan Ekonomi, Pengabdian Dosen FEBI IAIN Surakarta Ajarkan Bisnis Online Kepada Masyarakat

FEBI News | Dalam situasi pandemi Covid 19 saat ini banyak sektor usaha yang terkena dampak adanya social distancing, termasuk UMKM. Tidak sedikit dari para pengusaha UMKM yang mengalami penurunan omzet penjualan, bahkan penutupan usaha. Oleh karena itu, diperlukan strategi baru bagi para pengusaha untuk memasarkan produk dan jasanya secara online sehingga bisnis yang dimiliki dapat tetap bertahan bahkan omzet penjualannya dapat ditingkatkan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka diselenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dita Andraeny, M.Si dengan tema “Strategi Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Bisnis Online”.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya para pelaku UMKM agar mampu meningkatkan pendapatan ekonominya dengan cara melakukan jual beli secara online. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2020 bertempat di Dukuh Mendungan, Kartasura, Sukoharjo dengan menghadirkan narasumber Bapak Budiman Mustofa, Lc, M.P.I yang telah sukses menjalankan bisnis online.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid 19 yaitu semua peserta menggunakan masker dan sebelum acara dimulai, peserta membersihkan tangan terlebih dahulu dengan menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan oleh panitia.

Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan bahwa terdapat 3 prinsip penting dalam berjualan secara online yaitu bangun interaksi yang baik dengan konsumen, perkuat relasi (jaringan) dan perbanyak edukasi produk. Terkait dengan ini, menurut narasumber strategi pemasaran yang dinilai lebih efektif adalah soft selling yaitu melakukan edukasi kepada calon konsumen tentang keunggulan dan manfaat dari produk yang ditawarkan dibandingkan dengan hard selling yaitu strategi penawaran produk secara langsung tanpa adanya muatan edukasi. Selain itu, narasumber juga menjelaskan bahwa berjualan online yang paling mudah yaitu melalui aplikasi Whatssapp dan beliau juga memaparkan 8 prinsip bisnis online melalui aplikasi tersebut. (DA

Berikan Solusi Keuangan di Masa Pandemi, Dosen FEBI IAIN Surakarta Lakukan Pengabdian Kepada Masyarakat Terdampak PHK

FEBI News | Banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi dari pandemic covid-19. Beberapa usaha mengalami penurunan omset dan pendapatan. Bahkan ada juga perusahaan yang harus membuat kebijakan untuk menghentikan produksi, dimana imbasnya ada PHK (pemutusan hubungan kerja) secara masal. Salah satunya adalah pabrik tekstil Tyfountex yang berlokasi di Kartasura. Sehingga masyarakat yang bergantung pada aktivitas perusahaan tersebut ikut terdampak, seperti kios-kios yang berada di sekitar pabrik tersebut. Didasari hal tersebut, Dosen FEBI IAIN Surakarta, Melia Kusuma, MM melaksanakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang terdampak pandemic covid 19 secara ekonomi.

Kegiatan pengabdian terhadap masyarakat dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Juli 2020 dengan tempat pelaksanaan di gedung KB & TK Islam Al Fath Kartasura, dengan dihadiri 55 orang peserta, yaitu masyarakat yang terimbas oleh pandemic covid-19 secara ekonomi. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setelah terdampak pandemic covid-19.

Kegiatan ini dipandu oleh Bapak Nur Wicaksono ST, MM sebagai moderator dan Bapak Erwan Nurhidayat, S.Psi., SE, MM sebagai narasumber. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara tatap muka langsung dengan mematuhi aturan protokol kesehatan sehingga peserta dibagi menjadi 2 sesi agar tidak melebihi batas kerumunan masa. Setiap sesi terdiri dari 2 tema pembahasan, sesi pertama membahas tentang potensi masyarakat, dan sesi kedua membahas tentang peluang dan pengembangan usaha. Akhir dari kegiatan ini ditutup dengan doa. Harapan pelaksanaan kegiatan ini mampu membangkitkan perekonomian saat ini. (MK)

Berikan Inspirasi Karir sebagai Praktisi Keuangan, Prodi PBS FEBI IAIN Surakarta Hadirkan Kacab BRI Syariah Kendari

FEBI News | Isu terkini perbankan syariah sampai pertengahan tahun 2020 cukup menarik. Mulai dari merger bank syariah BUMN, penerapan Qanun Aceh sampai dengan Halal Life Style menjadi kesempatan terbuka bagi kebutuhan SDM di perbankan dan industry keuangan syariah lain. Perkembangan menggembirakan ini, selain akan meningkatkan market share bank syariah, juga akan membuka lebar kebutuhan SDM industry syariah, terutama perbankan syariah. Fenomena ini menjadi kesempatan bagi para mahasiswa jurusan Perbankan Syariah untuk menyiapkan diri menjadi bagian dari industry perbankan syariah.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh calon praktiksi keuangan syariah diantaranya adalah pemahaman analisa keuangan, communication skill dan tentunya pemahaman syariah. Semua keahlian tersebut dapat mulai dipersiapkan sejak dini ketika masih di bangku perkuliahan. Memperbanyak relasi, aktif berorganisasi dan melatih kecakapan komunikasi menjadi hal yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri menjadi seorang praktisi. Hal ini diungkap secara lengkap oleh bapak Eka Jati R Firmansyah, S.H.I., M.H.I. selaku Kepala Cabang PT. Bank BRI Syariah Cabang Kendari yang menjadi pembicara utama dalam acara Webinar Series #3 bertema ‘Sharia Bank Career Development”. Acara berlangsung pada hari Kamis, 16 Juli 2020 melalui aplikasi Zoom.

Pada kesempatan tersebut, acara diskusi berlangsung sangat dinamis dengan berbagai pertanyaan dari para peserta webinar yang tertarik untuk berkarir di industry perbankan syariah. Acara webinar diikuti oleh sekitar 60 peserta yang merupakan mahasiswa semester 6 Program study Perbankan Syariah kelas peminatan professional. Acara webinar kali ini dipandu langsung oleh bapak Rais Sani Muharrami, S.E.I., M.E.I. selaku sekretaris Program Studi Perbankan Syariah IAIN Surakarta. Dalam closing stattementnya, pembicara menyampaikan bahwa kita semua (para peserta) adalah manusia-manusia hebat, dan karakter itulah yang dibutuhkan oleh industry Perbankan Syariah. Selamat datang para pejuang industry keuangan syariah, pungkas beliau dalam akhir diskusi. (RSM)

Perkuat Komitmen Peningkatan Mutu, FEBI IAIN Surakarta Berhasil laksanakan Audit Mutu Internal

FEBI News | Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) 2020 untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta dilaksanakan pada 17 Juli 2020 bertempat di Aula Utama. Hadir dalam kegiatan tersebut, Dekan FEBI (Dr. M. Rahmawan Arifin, SE, M.Si) beserta Wakil Dekan 1 (Dr. Awan Kostrad Diharto, SE, M.Ag) dan Wakil Dekan 2 (Dr. Woro Retnaningsih), Para Kaprodi dan Sekprodi MBS, PBS dan AKS (Khairul Imam, SHI, MSI, Zaky Fahma Auliya, SE, MM, Rais Sani Muharrami, SEI, MEI, Anim Rahmayati, SEI, M.Si, dan Fitri Laela Wijayati, SE, M.Si). Kabag TU Nurhidayatingingsih, M.H, para Kasubag (Sukoco Edi, SE dan Joko Purnomo, SE) serta para staf TU.

Dalam sambutannya Dekan FEBI IAIN SUrakarta Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si menyatakan bahwa pentingnya AMI guna menjamin mutu Tridharma Perguruan Tinggi Khususnya di FEBI. dalm hal ini FEBI telah menggunakan digitalisasi semua dokumen yang terkait Fakultas yaitu berupa Program Lemari Digital. Dokumen yang telah disiapkan untuk kegiatan AMI ini antaralain dokumen C.1 (Visi Misi), C.2. (Tata Pamong), C.3. (Mahasiswa dan Alumni), C.4. (Sumber Daya Manusia), C.5. (Pendidikan), C.6. (Pendanaan dan Sarana Prasarana), C.7. (Penelitian), C.8. (Pengabdian Kepada Masyarakat), C.9. (Luaran dan Capaian Tridharma).

Pelaksanaan AMI di FEBI mendapatkan apresiasi dari para assesor, diantaranya adalah apresiasi terhadap penerapan local wisdom di lingkungan Fakultas terlihat dari berbagai ornaments, spot foto, dan hidangan makan siang khas lokal berupa sego berkat.

Wujudkan Ibu Rumah Tangga yang Produktif dan Mandiri Finansial, Pengabdian Dosen FEBI IAIN Surakarta memberikan penyuluhan tentang Entrepreneurship

FEBI News | Tidak bisa dipungkiri pandemi covid-19 ini berdampak luas bagi masyarakat. Tanpa kecuali bagi ibu rumah tangga. Upaya kegiatan pelatihan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship bagi ibu rumah tangga dilakukan guna menjadikan ibu rumah tangga lebih produktif dan dapat membantu ketahanan finansial keluarga.
Dosen FEBI IAIN Surakarta Devi Narulitasari, M.Si. melaksanakan kegiatan pelatihan dalam rangka pengabdian masyarakat yang diselenggarakan pada Rabu, 15 Juli 2020 di Desa Puspan, Colomadu, Karanganyar.

Pada kesempatan tersebut, narasumber Ibu Rohmah Nur Aini, BSc. yang dimoderatori oleh Sdri. Hanif Arinal Haq, S.PdI. menyampaikan tentang pentingnya menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat dengan berwirausaha. Selain itu disampaikan pula kiat-kiat memulai bisnis rumahan yang sederhana yaitu : (1) Kuatkan niat dan beranikan diri untuk memulai usaha; (2) Kenali potensi diri dan peluang yang ada untuk menentukan produk yang tepat; (3) Kenalkan produk pada orang-orang disekitar kita; (4) Selalu terbuka dengan masukan yang membangun; (5) Perluas usaha melalui media online. (Devina)