EDUKASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN DAYA TAHAN EKONOMI RUMAH TANGGA, DOSEN FEBI IAIN SURAKARTA MELAKSANAKAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI WILAYAH BOYOLALI

FEBI News| Di era New Normal, masyarakat dituntut untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan baik secara fisik, biologis, maupun sosial. Perubahan yang terjadi secara signifikan tidak dipungkiri telah memberikan dampak terhadap ketahanan ekonomi yang dimiliki oleh individu, keluarga, maupun masyarakat. Ketahanan ekonomi masyarakat yang melemah akibat pandemi Covid-19 memerlukan perhatian dari pemerintah hingga akademisi. Berangkat dari latar belakang tersebut, Dosen FEBI IAIN Surakarta, Annida Unnatiq Ulya, M.Sc melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa edukasi dan pendampingan jarak jauh mengenai pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan untuk meningkatkan daya tahan ekonomi berbasis rumah tangga di Era New Normal.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Juli 2020 di wilayah Boyolali bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Boyolali. Kegiatan dipandu oleh Eha Sulistyowati, S.Pd sebagai moderator dan Iva Yenis Septariva, S.T., M.T, dosen ahli teknik lingkungan sebagai narasumber. Kegiatan terlaksana dalam bentuk web seminar (webinar) menggunakan aplikasi Google Meet yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh peserta.

Kegiatan webinar terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama adalah pemaparan awal mengenai kondisi lingkungan hidup saat ini beserta potensi-potensinya untuk mendukung upaya adaptasi masyarakat. Upaya adaptasi yang dilakukan skala kecil dengan wanita sebagai penggerak utama diharapkan mampu meningkatkan daya tahan ekonomi rumah tangga di era New Normal. Sesi kedua adalah diskusi lanjutan antara narasumber dan peserta yang dipandu oleh moderator yang befokus pada pendampingan pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup yang sesuai dengan karakteristik rumah tangga di wilayah Boyolali. Dalam hal ini, mengenal karakteristik rumah tangga dan lingkungan menjadi penting sehingga manfaat ekonomi yang diperoleh dari pengelolaan lingkungan dapat dirasakan oleh masyarakat. Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan harapan peserta untuk dapat terus memperoleh ilmu dari kalangan akademisi baik di bidang lingkungan maupun ekonomi berbasis rumah tangga. (AUlya)

Desain Inovasi Pemberdayaan Ekonomi Milenial, Dosen FEBI IAIN Surakarta Edukasi Entrepreneurship Remaja Masjid Klaten

FEBI News| Sabtu (11/07/20) Dosen FEBI IAIN Surakarta Fuad Hasyim, M.E.K., sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian yang bertemakan “Strategi Inovasi Pemberdayaan Ekonomi pada Masa Pandemi”. Kegiatan pengabdian tersebut diselenggarakan berkat kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta, Remaja Islam Masjid Lailatul Qadar (RISMALA), Pemuda Desa Kadilajo dan PP. Al-Munawwir. Kegiatan Pengabdian yang bertempat di Aula Hidayatul Mubtadi’en, Desa Kadilajo, Karangnongko, Klaten tersebut menghadirkan Narasumber seorang pakar marketing, Anwar Khalid, S.H., M.H. dengan dipandu Ustadz Ahmad Farikhul Makhasin, S.E.Sy. sebagai moderator.

Narasumber yang juga Hafidz Qur’an tersebut memberikan edukasi berupa bagaimana membangun ketahanan ekonomi pada masa pandemi, terutama untuk generasi milenial. Dengan pembawaan yang kocak, juragan bubur yang memiliki 8 armada tersebut bercerita bagaimana asal muasal ia bisa kuliah dari sarjana hingga magister dari berjualan, baik secara secara offline maupun online. Mulai dari menjadi penjaga kantin, loper koran, berdagang sandal gunung, tasbih digital, madu, fashion, makelar mobil hingga bisnis bubur ayam ia lakoni hingga mampu menghantarkannya menjadi seorang magister dibidang hukum sekaligus Hafidz Qur’an. Salah satu kunci suksesnya adalah berdoa, berusaha dan yakin.

Bermodal keyakninan bahwa telah jelas dalam al-Qur’an bahwa dibalik adanya kesukararan/kesulitan pasti ada kemudahan. Maka menurut Narasumber, ditengah kondisi lesunya perkekonomian karena pandemi, pasti ada celah bisnis “halal” yang bisa dilakukan. Mengapa harus halal, karena mencari keuntungan tidak harus dengan memanfaatkan keadaan dalam bentuk negatif, seperti penimbunan dan monopoli. Narasumber mencontohkan 2 hal yang bisa menjadi alternatif bisnis selama pandemi, yakni bisnis Frozen Food dan Budidamber (Budidaya Ikan dalam Ember). Alasannya sederhana, ketika masa pandemi, masyarakat mengalami pergeseran behavior. Kebiasaan yang dahulunya memasak, maka untuk kepraktisan dipilih makanan siap saji, karena faktor antisipasi dari penyebaran covid19. Ditambah perilaku transaksi online yang semakin menggeliat, maka tak ayal bisnis ini menjadi prospek menguntungkan. Selain itu, untuk mengatasi kejenuhan selama Work From Home (WFH), Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau bahkan masyarakat terdampak PHK, maka Budidamber bisa menjadi solusi untuk mengisi kegiatan sehari-hari yang bernilai ekonomis. Bahkan side effect Budidamber adalah tanaman hidroponik, sehingga bak sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Menurutnya, selama bisnis dijalankan dengan menjaga kualitas, melakukan pemasaran yang masif dan efektif, maka bisa jadi bisnis ini akan bertahan untuk beberapa tahun kedepan.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan, dimana baik peserta dan narasumber diwajibkan mencuci tangan sebelum acara dimulai, memakai masker dan mematuhi aturan physical distancing. Kegiatan pengabdian tersebut disambut peserta dengan sangat antusias dan berharap akan diadakan kegiatan serupa ditahun-tahun mendatang. Salah satu testimoni peserta menyebutkan bahwa materi yang disampaikan sangat mudah dipahami dan bersifat reasonable dan applicable. Kegiatan pengabdian diakhiri dengan membaca sholawat barzanji sebagai bentuk tawassul, untuk mengetuk pintu langit dan membuka perantara rizki. (FH)

Perkuat Industri Rumah Tangga, Dosen FEBI IAIN Surakarta Melakukan Pengabdian Masyarakat di Klaten

FEBI News| Wabah Covid-19 telah melanda sebagian besar negara di dunia termasuk Indonesia. Sekarang ini pemerintah sedang mempersiapkan untuk memasuki babak baru, yang disebut dengan era new normal. New normal merupakan era kebiasaan baru di mana seluruh masyarakat tetap menjalankan aktivitas normal, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah dan memutus mata rantai penularaan Covid-19. Untuk meminimalisir dampak negatif di bidang ekonomi selama pandemik Covid-19, maka di era new normal aktivitas ekonomi normal harus tetap dijalankan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Hal ini penting agar masyarakat Indonesia terbebas dari ancaman stabilitas ekonomi dan kesehatan.

Ibu-ibu warga Dadapan RT. 09 RW. 05 desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten sebagian besar berstatus sebagai ibu rumah tangga yang sebagian besar waktunya dihabiskan di rumah. Di era new normal di mana aktivitas ekonomi (dengan disertai protokol kesehatan) mulai berjalan, banyak sekali peluang waktu yang bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu warga Dadapan untuk melakukan usaha produktip. Salah satu di antaranya adalah industri rumah tangga (home industry), misalnya industri tempe, kerajinan, atau makanan ringan. Hal ini penting, agar ibu-ibu dapat berkontribusi dalam peningkatan pendapatan keluarga.

Bimbingan dan motivasi kepada ibu-ibu warga Dadapan RT. 09 RW. 05 desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten untuk memanfaatkan waktu guna melakukan usaha produktif perlu diberikan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka salah satu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta (Drs. Azis Slamet Wiyono, M.M.) pada tanggal 11 Juli 2020 melakukan pengabdian kepada masyarakat di tempat tersebut dengan tema “Pemberdayaan Industri Rumah Tangga Di Era New Normal Untuk Memperoleh Pendapatan Tambahan”. Bertindak sebagai narasumber ibu Nuning Ernawati, yang memiliki pengalaman sebagai pembina/pendamping industri kecil rumah tangga. Sedangkan ibu Alfi Tantrawati bertindak sebagai moderator. (ASW).

Pengabdian Dosen FEBI IAIN Surakarta Paparkan Hasil Riset Konsep Socio-Entrepreneurship di masa Pandemi Covid 19 Berbasis Masjid


FEBI News| Di masa Pandemi Covid 19, Masjid harus menjadi garda terdepan dalam ketahanan sosial dan ekonomi umat Islam, itulah salah satu poin kesimpulan dari kegiatan diskusi dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Dosen FEBI IAIN Surakarta. Dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber Rosnendya Wiguna, SH selaku Koordinator Lingkar Studi Peradaban Islam dan Indonesia (L iSPII) yang berpusat di Masjid Agung Kraton Surakarta. Acara dilaksanakan pada Sabtu 11 Juli 2020 di Wilayah Kartasura Sukoharjo.

Kegiatan  Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan oleh Asep Maulana Rohimat, M.S.I selaku Dosen FEBI dengan tema “Peran Socio-Entrepreneurship untuk Masyarakat berbasis Masjid”. Terungkap bahwa hasil riset konsep Socio-Entrepreneurship menjadi salah satu solusi alternatif dan efektif yang bisa digunakan di masa wabah pandemi ini. Karena bertujuan untuk pemberdayaan serta peningkatan kekuatan wirausaha masyarakat. Salah satu sumber modal wirausaha dan modal sosial tersebut adalah dari pemanfaatan dana Zakat Infak Shodaqoh yang dikelola DKM Masjid. Dengan model pemberdayaan ini diharapkan masyarakat mendapatkan manfaat dengan hadirnya program ekonomi dari masjid.

Hasil riset konsep Socio-Entrepreneurship untuk Masyarakat berbasis Masjid selengkapnya bisa dilihat di tautan berikut: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/li/article/view/2216

Dosen FEBI IAIN Surakarta Laksanakan Edukasi Ketahanan Keuangan Keluarga di Era New NOrmal Covid 19

Adanya bencana wabah Corona (covid-19), telah memberikan banyak pelajaran, diantaranya adalah perlunya membangun ketahanan keuangan khususnya pada level keluarga, sehingga diharapkan keluarga mempunyai ketahanan dalam menghadapi berbagai kondisi. Dari latar belakang tersebut, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di era new normal dengan tema ” Pengelolaan Keuangan untuk Meningkatkan Ketahanan Keuangan Keluarga “.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh Usnan, M.E.I selaku Dosen FEBI IAIN Surakarta pada hari Sabtu tanggal 11 Juli 2020 bertempat di dukuh plembon RW 1, Desa Kepanjen dengan peserta ibu-ibu. Adapun narasumber pada kegiatan pengabdian ini yaitu bapak Rasyid Nur Anggara Putra, MSi, dan dimoderatori oleh Maesaroh, A. Md.

Dalam paparannya, narasumber memulai materi yang berkaitan dengan motivasi ajaran Islam seputar aspek keuangan, dilanjutkan dengan peran istri sebagai manajer keuangan, perlunya musyawarah dan evaluasi keuangan keluarga secara rutin, pentingnya membuat skala prioritas kebutuhan, dan membuat alokasi penggunaan penghasilan. Diakhir paparannya, narasumber memberikan tips dalam mengoptimalkan pengelolaan keuangan keluarga. Acara inti diakhiri dengan sesi tanya jawab dan acara lain-lain, selanjutnya ditutup dengan  closing statemen dari pelaksanaan kegiatan.

Pengabdian Dosen FEBI IAIN Surakarta lahirkan Kampung Tangguh Korona

FEBI News | Program Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen FEBI IAIN Surakarta lahirkan Kampung Tangguh Korona. Demikian salah satu hasil kegiatan PKM yang dilaksanakan di Kampung Keputren Kartasura Sukoharjo. Wilayah ini termasuk daerah yang cukup dekat dengan lokasi kampus pusat IAIN Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan oleh  Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si  dengan pembicara Bapak Prapto, SE., MM dan moderator Bapak Rohmat M.Pd.I

Pada Kegiatan ini dideklarasikan kampung tangguh Corona, sebagai salah satu wujud komitmen warga dalam rangka menghadapi dan mencegah bencana covid 19.  Selain itu merupakan bentuk kepedulian seluruh warga untuk saling membantu, baik secara ekonomi maupun secara klinis selama wabah corona ini terjadi. Juga disampaikan bagaimana cara2 memasuki masa new  normal, yaitu dengan pemasangan portal yang ada di wilayah keputren.

Dalam kesempatan ini juga warga sebagai peserta pengabdian menyampaikan banyak terimakasih kepada FEBI IAIN Surakarta dan berharap kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan secara rutin dan berharap ada bantuan fisik dalam rangka ketangguhan ekonomi di masa new normal. (Van)

Produktif di Masa Pandemi, HMPS MBS FEBI IAIN Surakarta Membangun Karakter Mahasiswa Penuh Karya Melalui Serangkaian Workshop Kepenulisan Bisnis Plan

FEBI NEWS| Divisi Education and Research Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (HMPS MBS) telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Kepenulisan Business Plan untuk yang kedua kalinya. Acara dilaksanakan pada Rabu 8 Juli 2020 melalui WhatsApp Grup. Acara tersebut membahas terkait Analisis Industri/Pesaing, dimana kegiatan itu diikuti oleh sejumlah 15 peserta yang terdiri dari Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta. Guna menunjang kepelatihan tersebut, HMPS MBS pun menghadirkan seorang pembicara yaitu Ibu Septi Kurnia Prastiwi, SE, MM selaku Ketua Laboratorium di FEBI.

Kegiatan Workshop Kepenulisan Business Plan kali ini merupakan lanjutan dari workshop sebelumnya yang telah terlaksana tempo lalu. Kemudian, Dalam kesempatannya kali ini, pembicara sempat menyampaikan materi yang berisi tentang: Bab kedua yaitu Bab Analisis Industri/Pesaing. Sehingga Peserta dapat menganalisis Bisnis, mengetahui kekuatan dan kelemahannya, serta peluang dan tantangan dalam bisnisnya. Pada kegiatan PEKA-2 ini, peserta juga dapat melakukan sharing terkait Bab yang sebelumnya telah disampaikan.

Semoga dengan diadakannya kegiatan semacam ini, para peserta dapat teredukasi dan lebih mahir dalam membuat karya tulis bisnis plan mereka.

Redaktur: Ajeng (KJF)

Menjelang Kembali Aktifnya Perkuliahan HMPS AKS FEBI IAIN Surakarta Gelar Sosialisasi Kelas Peminatan

FEBI News| HMPS Akuntansi Syariah FEBI IAIN Surakarta telah menyelenggarakan acara yang bertajuk Sosialisasi Kelas Peminatan yang bertemakan “Persiapkan Masa Depan dengan Kelas Peminatan”. Pada hari Rabu (08/07) melalui aplikasi daring.

Dalam Acara ini HMPS Akuntansi Syariah menghadirkan Ibu Anim Rahmayati, M.Si. yang merupakan Ketua Program Studi Akuntansi Syariah dan Ibu Fitri Laela Wijayati, S.E.,M.Si.,Ak. Yang merupakan Sekretaris Program Studi Akuntansi Syariah sebagai pembicara. Serta menghadirkan Lutfia Althaf Nur Ariba sebagai moderator. Dalam acara ini, para pembicara memberikan informasi dengan detail mengenai kelas peminatan beserta pembagiannnya yang akan di lihat dari minat dan bakat mahasiswa. Acara ini di mulai pada pukul 13.00 yang dilakukan melalui Google Meet dengan para pesertanya yang berasal dari mahasiswa angkatan 2018 atau mahasiswa yang akan memasuki semester 5.

Pada kesempatan ini, Ibu Anim Rahmayati menyampaikan bahwa kelas peminatan akan dibagi menjadi 3 kelas yaitu akademisi, profesional dan wirausaha. Kelas Akademisi akan difokuskan untuk mahasiswa yang ingin meneruskan ke jenjang lebih tinggi, kemudian untuk kelas profesional akan difokuskan untuk mahasiswa yang setelah lulus akan mencari pekerjaan. Sedangkan wirausaha akan berfokus pada mahasiswa yang ke depannya akan menjadi pengusaha. Dalam proses penentuan kelas peminatan, mahasiswa di minta untuk mengisi Google Form yang di dalamnya memuat pertanyaan seputar minat dan bakat yang akan di lakukan pada tanggal 7-15 Juli 2020. Apabila data telah terkumpul maka akan di mulai sesi penyeleksian. Kemudian akan di keluarkan SK dekan dan mahasiswa angkatan 2018 wajib mengisi KRS sesuai kelas peminatannya.

Bu Fitri Laela Wijayati juga menambahkan alasan metode kelas peminatan periode ini di majukan di semester 5 dikarenakan masih banyak mahasiswa yang bingung dengan Career Plan mereka setelah lulus padahal sudah memasuki semester akhir. acara ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Hal ini dapat di lihat dari banyaknya peserta yang hadir dan pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan untuk menjawab rasa penasaran mereka tentang kelas peminatan dan ketentuan pembagiannya. Harapannya setelah adanya acara ini, mahasiswa angkatan 2018 dapat menentukan minatnya ke arah mana dan tidak bingung dengan Career Plan nya nanti.

Redaktur: Aiga Regina Anugrah/HMPS AKS

Dosen FEBI IAIN Surakarta lakukan Pengabdian Masyarakat berupa Edukasi Pedagang Sayuran di Era New Normal

FEBI News| Dosen FEBI IAIN Surakarta Drs. Sri Walyoto, Ph.D melakasanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “Penyuluhan Menjual dan Membeli sayuran pada masa new normal”. Kegiatan ini berlokasi di Bolon Colomadu Karanganyar pada tanggal 5 Juli 2020. Narasumber Ibu Dra. Hj. Uninghadiati, MM dan Moderator Bapak Achmad Jati Prakoso, M. Esy., AKA CA CPA. Sebagai peserta kegiatan ini adalah penjual sayuran dan ibu/bapak pembeli sayuran di perumahan Indraindah Bolon Colomadu Karanganyar.

Dengan adanya pandemi covid-19 ini membuat banyak masyarakat menjadi panik dan bingung harus bagaimana bertindak. Dalam hal ini perlu adanya edukasi masyarakat bagaimana berstrategi mensiasati hidup dengan cara baru ini berupa berdampingan dengan corona, yaitu ikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, terus berdoa dan lakukan aktivitas dengan aman dan sehat. (SW)

Kembangkan Ekonomi Buruh Pabrik Terdampak COVID-19, Dosen FEBI IAIN Surakarta lakukan Pengabdian di Wilayah Kab. Semarang

FEBI News| Pandemi covid-19 memberikan dampak kerugian bagi dunia usaha. Perusahaan harus membuat kebijakan untuk menyelamatkan usaha, salah satunya menghentikan aktivitas produksi. Pada bulan Juni yang lalu terdapat 33 perusahaan yang sudah melaporkan kepada Disnakertrans Kabupaten Semarang bahwa perusahaan telah mengambil kebijakan untuk merumahkan dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawan. Jumlah karyawan yang dirumahkan mencapai 7.613 orang pekerja dan PHK sebanyak 342 pekerja. Berdasar fakta tersebut, Dosen FEBI IAIN Surakarta, Yulfan A. Nurrahman, MM melaksanakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa edukasi peningkatan ekonomi buruh pabrik.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Rabu 8 Juli 2020 untuk membantu masyarakat terdampak pandemi covid-19. Tempat pelaksanaan pengabdian masyarakat berada di Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Dimana sebagian besar masyarakat Desa Bener memiliki profesi sebagai buruh pabrik dan terdampak pandemi covid-19. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setelah terdampak pandemi covid-19.

Kegiatan ini dipandu oleh Mokhammad Khukaim Barkhowa,SE,MM sebagai moderator dan Rina Sari Qurniawati, SE, M.Sc sebagai narasumber. Kegiatan ini dilaksanakan dalam empat sesi, dimana sesi pertama membahas tentang menggali dan mengembangkan potensi masyarakat. Sesi kedua membahas tentang pembuatan sentra UMKM, sesi ketiga membahas tentang peluang akses permodalan, dan sesi keempat membahas tentang strategi pemasaran.
Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara webinar. Dimana peserta sejumlah 55 orang mengakses google meet untuk mengikuti rangkaian acara pengabdian kepada masyarakat. Pelaksana kegiatan menyediakan bantuan fasilitas laptop dan smartphone bagi peserta yang tidak memiliki. Kegiatan pengabdian masyarakat diakhiri dengan sesi tanya jawab tentang proses perizinan UMKM. Harapan dilaksanakan kegiatan ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setelah terdampak pandemi covid-19. (YAN)