“ramadhan Kali ini Istimewa” kajian Online Pesantren mahasiswa Diniyah FEBI IAIN surakarta

FEBI News|Di sepuluh terakhir Ramadhan 1441 H. Pesmadin FEBI IAIN Surakarta selenggarakan pengajian online dengan judul “Ramadhan Kali ini Istimewa”, dilakukan secara live di akun Instagram @febiiainsurakarta. Sebagai pemateri pada acara ini adalah Dekan FEBI IAIN Surakarta Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. didukung penuh oleh tim media dan publikasi serta Komunitas Jurnalis FEBI (KJF).

Pemateri menyampaikan empat poin pentingya Ramadhan di masa pandemi ini, yaitu sebagai berikut: pertama, Jadikan Ramadhan ini momentum refleksi, muhasabah diri dalam kehidupan masing-masing, sudahkah diri kita menjadi yang terbaik, jika sudah bisa dipertahankan dan ditingkatkan, jika belum segera perbaiki diri. Kedua, Perkuat jati diri keimanan dan istiqomah bersikap jujur, karena keimanan inilah yang akan membuat kita selalu tenang dalam menghadami ujian pandemi ini.

Ketiga, kita selaku manusia berilmu harus Senantiasa peduli kepada orang di sekitar, kepedulian itulah yang disebut nilai kebermanfaatan, sesuai dengan sabda Nabi “sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untu manusia lainnya.” Keempat, Saatnya kita semua bersyukur kepada orang di sekitar kita, harus banyak berterimakasih kepada orang lain, karena kita adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.

Kegiatan pengajian ini dilakukan di sore hari bulan Ramadhan dan sangat tepat dijadikan tambahan ilmu sambil menunggu waktu berbuka puasa. (KJF)

Guna Serap Aspirasi Mahasiswa, SEMA FEBI IAIN Surakarta Gelar Diskusi Aspirasi bersama Pimpinan Dekanat

FEBI NEWS| Rabu 06 Mei 2020, melalui media grup WhatsApp, SEMA FEBI IAIN Surakarta berhasil menyelenggarakan diskusi online yang bertajuk “Diskusi Aspirasi Mahasiswa FEBI”. Acara ini merupakan tindak lanjut dari hasil SEASON (Serap Aspirasi Online) yang telah terselenggara sebelumnya. Dalam diskusi aspirasi kali ini dihadirkan Dekan FEBI IAIN Surakarta, Bapak Dr. M. Rahmawan Arifin, S.E., M.Si. untuk menanggapi secara langsung segala aspirasi dan keluh kesah mahasiswa. Selain itu, jajaran birokrat FEBI juga turut diundang dalam diskusi. Peserta dalam diskusi tersebut merupakan sejumlah perwakilan 2 (dua) orang dari masing-masing kelas serta 3 (tiga) orang dari setiap ormawa di FEBI.

Acara diskusi pun berlangsung ketika Semua aspirasi mahasiwa mendapat feedback dari bapak Dr. M. Rahmawan Arifin, S.E., M.Si. atau seringkali disapa Pak Ivan, mulai dari aspirasi bidang layanan administrasi akademik, aspirasi layanan sarana dan prasarana, aspirasi perkuliahan daring, dan yang terakhir kinerja birokrasi fakultas. Ada satu sisipan topik pembahasan yang saat ini sedang hangat untuk diperbincangkan yaitu mengenai UKT mahasiswa. Pak Ivan menegaskan bahwa uang kuliah tunggal bukan merupakan domain dari fakultas melainkan domain dari Kementerian Agama, maka dari itu aspirasi mahasiswa mengenai UKT ini disalurkan oleh pihak Fakultas sesuai dengan jalur koordinasinya yaitu kepada rektorat. Ditambahkan oleh Ibu Woro Retnaningsih selaku Wakil Dekan 2, bahwa pengurangan dana FEBI untuk refocusing mencapai Rp 574.386.000 (22,80%) di mana ini merupakan pengurangan terbesar nomor 2 (dua) di IAIN Surakarta.

Tentu saja, diskusi ini tidak hanya dalam satu sudut pandang birokrasi saja. Peserta diskusi bebas dalam menyampaikan tanggapan maupun saran. Sesi diskusi aspirasi kali ini berlangsung sangat luarbiasa dan mendapat antusiasme yang tinggi karena banyak yang menyampaikan keluhan serta memberikan saran yang bisa langsung mendapatkan tanggapan dari Dekan FEBI. Hal ini membuat koordinasi antara mahasiswa dan birokrat menjadi lebih baik. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Ivan, hubungan yang baik layaknya simbiosis mutualisme sehingga mahasiswa dengan pimpinan bisa berjalan beriringan untuk FEBI lebih berkemajuan.

Redaktur : Vela RW (Komisi Dua SEMA FEBI) / Ajeng (KJF)

Angkat Tema Pencegahan Covid-19, Anggota Komunitas Jurnalis FEBI IAIN Surakarta Raih Juara 3 LOmba Video & Vlog Polres Sragen

Febi News| Mahasiswa FEBI IAIN Surakarta, Aji Tri Laksono raih juara 3 dalam Lomba Video dan Vlog Himbauan Pencegahan Penyebaran Covid 19 tingkat Polres Sragen 2020. Perlombaan tersebut ada 4 tema, diantaranya Stay At Home/Work From Home, Jaga Kebersihan dan Kesehatan dari Rumah, Tidak Mudik/Keluar Daerah, dan yang terakhir Jaga Jarak Dengan Orang Lain.

Aji adalah mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah Semester 4 yang juga merupakan Anggota Komunitas Jurnalis Febi Periode 2020 tersebut meraih juara 3 dengan tema “Jaga Jarak Dengan Orang Lain”. Ada 12 Juara dari empat tema tersebut, masing-masing tema di ambil juara 1,2, dan 3, tak hanya itu total ada 123 Peserta yang mengikuti lomba. Semua pemenang akan di kirim ke POLDA Jateng untuk di lombakan lagi di tingkat Polda Jateng.

Penyerahan penghargaan lomba, di serahkan langsung oleh Bapak Kapolres Sragen AKBP RAPHAEL SANDHY CAHYA PRIAMBODO, S.I.K. di Lapangan Wira Pratama Polres Sragen. (Senin, 27 April 2020). Semua pemenang lomba mendapatkan penghargaan dan hadiah oleh Bapak Kapolres Sragen. Mahasiswa FEBI IAIN Surakarta terbukti terus berkarya dimanapun dan kapanpun berada.

Redaktur : Sifa Riani/KJF

“Tinjauan WFH dan Gelombang PHK pada Bidang Profesi Akuntansi di Tengah Pandemi Covid-19” Diskusi Online HMPS AKS IAIN Surakarta 2020


FEBI NEWS| Melalui media WhatsApp Group, Jum’at(01/05) HMPS Akuntansi Syariah FEBI IAIN Surakarta menyelenggarakan Diskusi Online (D’Line 2) dengan tajuk “Tinjauan Work From Home dan Gelombang PHK pada Bidang Profesi Akuntansi di Tengah Pandemi Covid-19”. Kegiatan ini di hadiri oleh Ibu Wahyu Pramesti, SE., M.Si., Ak., CA sebagai Pembicara, dimana beliau merupakan salah satu Dosen Program Studi Akuntansi Syariah FEBI IAIN Surakarta. Dengan didampingi oleh Muhamad Irfani selaku Moderator, beliau menyampaikan informasi secara jelas dan terperinci yang berhasil menarik rasa ingin tahu para mahasiswa.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.30, tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa Akuntansi Syariah FEBI IAIN Surakarta diskusi kali ini juga dihadiri mahasiswa dari kampus lain, seperti UIN Sunan Kalijaga, Universitas Slamet Riyadi, IAIN Kudus, Universitas Negeri Semarang, IAIN Parepare, dan lainnya.

Dalam materi yang disampaikan, Bu Wahyu Pramesti menjelaskan bagaimana dampak Pandemi Covid-19 di berbagai bidang profesi akuntansi. Dimana seperti yang kita ketahui, bidang profesi akuntansi memiliki cakupan yang begitu luas. Setiap entitas yang melakukan pengelolaan keuangan pasti membutuhkan pekerja di bidang akuntansi. Menurut beliau, dari hasil wawancara yang sudah dilakukan pada beberapa bidang profesi akuntansi, belum ada PHK untuk staff accountingnya. Yang ada adalah WFH atau pengurangan jam kerja.

Sekalipun terjadi PHK, itu hanya untuk front liner, dan mayoritas terjadi di sektor pariwisata. Jika tidak melakukan PHK, mereka memilih untuk melakukan unpaid leave. Beliau juga menambahakan bahwa dari profesionalisme akuntansi, kita tidak punya cukup kompetensi untuk menyampaikan apa yang bisa kita lakukan bagi para pekerja yg terkena PHK. Namun hal ini bisa relevan jika ditanyakan kepada entrepreneur, dimana kesempatan bekerja mugkin akan ditawarkan oleh para wirausahawan.

Para peserta diskusi sangat antusias dengan materi yang disampaikan, hal ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan kritis dari para peserta. Acara diakhiri dengan 3 pertanyaan dari peserta yang kemudian dibahas tuntas oleh pembicara.

Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menambah wawasan kita mengenai bidang profesi akuntansi di tengah pandemi Covid-19. Semoga bumi dan negerti kita tercinta lekas membaik. Tetap jaga kesehatan, tetap produktif, dan tetap di rumah saja.

Redaktur: Nurul Fauziyah/KJF

“Ramadhan Tiba Ditengah Pandemi Corona, Bagaimana dengan Ibadah Kita?” Kajian Online hmps PBS FEBI IAIN Surakarta

FEBI NEWS| Jumat, 17 April 2020, melalui media whatsapp grup, Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (HMPS PBS) dibawah naungan Departemen Religius berhasil menyelenggarakan sebuah acara yaitu Pengajian Rutin (PENGANTIN). Dengan mengangkat tema, “Ramadhan Tiba Ditengah Pandemi Corona, Bagaimana dengan Ibadah Kita?” HMP PBS menghadirkan Bapak M.Zainal Anwar,S.H.I., M.S.I. yang merupakan salah satu  dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta sebagai pembicara utama dalam acara tersebut. Acara PENGANTIN ini merupakan salah satu program kerja yang diselenggarakan setiap 3 bulan sekali dalam masa kepengurusan HMPS PBS. Bahkan pada acara perdananya telah sukses menyita perhatian dari sejumlah mahasiswa dalam maupun luar IAIN Surakarta terbukti dari banyaknya mahasiswa yang mengikuti acara tersebut.

Pada kesempatannya, Bapak M.Zainal Anwar,S.H.I., M.S.I. menjelaskan banyak hal tentang ibadah yang dilaksanakan ditengah pandemic yang tidak ada bedanya dengan ibadah yang biasa kita laksanakan. Beliau pun menambahkan bahwa dalam Islam ibadah dibedakan menjadi dua yakni, ibadah mahdhah (sholat, puasa dan lain lain yang sudah ada di Al-Quran dan kitab fiqih) dan ibadah ghairu mahdhah yang tidak ada batasannya dan ketentuan seperti ibadah mahdhah, ibadah ini meliputi dzikir, sholawat, membaca Al-quran dan lain-lain. Hal tersebut pun diperkuat dengan penjelasan bahwa segala aktivitas yang kita lakukan berdasar pada niat., yakni innamaal a’mal bi anniyyat. Apabila aktivitas yang kita lakukan diniatkan ibadah kepada Allah, niat mencari ridho Allah dan menolong agama Allah, maka apa yang kita lakukan bernilai ibadah. “Lalu, bagaimana dengan ibadah kelak dibulan ramadhan? Kita bisa melakukan ibadah dari rumah. Misalnya tadarus Al-quran hingga belajar atau mengerjakan tugas kuliah. Berdiam diri di rumah dan tidak keluar. Jika kita berniat untuk membantu menyelamatkan jiwa manusia yang lainnya, maka ini bisa dinilai ibadah” tutur bapak zainal.

Acara pun berakhir dengan sesi interaktif antar peserta dan pembicara. Semoga dengan diadakannya acara tersebut, mahasiswa semakin haus akan pengetahuan, dengan demikian akan mudah bagi mereka untuk menyerap berbagai wawasan baru dan meningkankan kembali karakter luhur pada diri mereka. Dirumah saja tentunya tidak akan menghambat komunikasi kita terhadap sang pencipta. Perbanyak diskusi dan terus ikuti acara PENGANTIN selanjutnya.  

Redaktur: Ajeng, Amelia (KJF)

Mahasiswa FEBI IAIN Surakarta yang Masih Tinggal di Masjid dan Pesantren Sekitar Kampus Terima Bantuan Paket Sembako dari Satgas Covid 19 IAIN Surakarta

FEBI News| Dekan FEBI IAIN Surakarta Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si menyerahkan langsung paket bantuan sembako kepada 49 mahasiswa FEBI IAIN Surakarta. Keseluruhan mahasiswa tersebut adalah mahasiswa yang masih mengabdi di Masjid-masjid sekitar kampus dan ada juga yang masih belajar di pondok Pesantren sekitar kampus ataupun yang masih tertahan di beberapa kos karena kebijakan PSBB di daerahnya.

Paket sembako ini merupakan bentuk donasi dari satgas Covid-19 IAIN Surakarta yang dialokasikan untuk mahasiswa terdampak Covid-19. Isi paket berupa beras, gula, mie dan minyak goreng. Dalam pernyataannya, Dekan FEBI IAIN Surakarta berharap bantuan sembako ini bisa meringankan kebutuhan para mahasiswa yang masih bertahan di sekitar kampus.

Di masa pademi dan di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, sangat penting meningkatkan rasa tolong menolong diantara sesama umat manusia, terutama bagi masyarakat yang terdampak covid-19, baik yang sakit maupun tidak bisa bekerja secara normal akibat kebijakan pencegahan penyebaran covid 19. Semoga pandemi segera berakhir.

BINCANG ONLINE SPESIAL BERSAMA DEKAN FEBI IAIN Surakarta Angkat Tema “Kiat Sukses Kuliah Meski Harus Dirumah”

FEBI NEWS| Jumat, 24 April 2020 Melalui media Whatsapp Grup, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (DEMA FEBI) IAIN Surakarta sukses selenggarakan Bincang Online bersama Dekan FEBI yaitu Bpk. Dr. M. Rahmawan Arifin, S.E., sebagai pembicara utama. Acara ini pun berlangsung dengan mengangkat tema “Kiat Sukses Kuliah Meski Harus Dirumah”. Dengan penuh antusias, acara ini berhasil menjaring sejumlah peserta yang tidak hanya berasal dari kampus IAIN Surakarta namun juga dari kampus lainnya.

Dalam pemaparan materinya Bpk. Dr. M. Rahmawan Arifin, S.E., atau pak Ivan (sapaan akrab pembicara) menyampaikan banyak hal terkait tema yang diangkat. Beberapa bulan terakhir ini, seluruh sekolah bahkan universitas harus memindahkan sistem pembelajaran tatap muka menjadi online. Menyikapi hal tersebut pak Ivan memberikan beberapa tips agar kuliah di rumah kita menjadi sukses, diantaranya yaitu yang pertama (pastikan anda pegang kendali), kedua (buatlah perencanaan mandiri), ketiga (pastikan silabi sudah dipahami), keempat (siapkan bacaan materi), kelima (jangan lupa berdiskusi), keenam (jadikan dosen sebagai referensi), kemudian akhiri dengan refleksi. Setiap materi yang kita dalami atau yang sedang kita kaji, harus diakhiri dengan refleksi sebagai upaya untuk mengasah logika dan “mengikat” memori. Karena dengan refleksi kita bisa melakukan interkoneksi pengetahuan satu dengan yang lain. Melalui beberapa tips yang telah dipaparkan oleh pembicara, maka dapat disimpulkan bahwa walaupun kita melakukan segala kegiatan pembelajaran di rumah saja, membaca dan berdiskusi merupakan hal yang penting untuk tetap dilakukan guna memperkuat memori pengetahuan kita.

Acara bincang online tersebut pun berakhir dengan sesi interaksi bersama peserta. Ternyata meskipun telah memasuki hari pertama puasa, tidak meyurutkan semangat peserta untuk antusias bergabung dan aktif dalam berdiskusi. Semoga dengan diadakannya bincang online seperti ini, dapat menambah wawasan dan membantu mahasiswa untuk tetap semangat dalam mengemban kegiatan pembelajaran meskipun harus dirumah saja.

Redaktur: Ajeng (KJF)

Mencari Solusi Di Tengah Pandemi, SEMA FEBI IAIN Surakarta gelar Diskusi Online Terkait Kebijakan Asimilasi Napi Ditengah Pandemi Covid 19 Perspektif Hukum dan Ekonomi

FEBI NEWS| Rabu, 20 April 2020 melalui media WhatsApp Grup, SEMA FEBI IAIN Surakarta berhasil menyelenggarakan acara Diskusi Online dengan mengangkat tema yaitu, “Menakar Kebijakan Asimilisasi Napi Dimasa Pandemi Covid-19 Perspektif Hukum dan Ekonomi”. Acara ini sukses digelar dengan mendatangkan seorang pembicara yaitu Bpk. Asep Maulana Rohimat, S.H.I., M.S.I. yang merupakan salah satu dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta dan pengamat kebijakan publik. Tentunya acara ini juga mendapat sejumlah perhatian dari peserta mahasiswa yang ternyata berasal dari luar Surakarta seperti Jakarta, Bandung dan Palopo.

Dalam materinya Bapak Asep Maulana menyampaikan bahwa kebijakan asimilasi napi yang ditetapkan oleh Kemenkumham juga dilakukan di negara lain seperti Iran, Brazil, Afganistan, dan beberapa negara lain. Kebijakan ini diambil guna mencegah penyebaran virus covid-19 dilingkungan rutan. Menurut beliau kebijakan yang dilakukan ini sangat tepat, karena dengan kebijakan ini dapat memutus rantai penyebaran covid-19. Selain itu dengan penetapan kebijakan ini juga menghemat biaya lapas kurang lebih sebesar Rp 260 Milyar, dimana dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk penanganan permasalahn covid-19 di Indonesia.

Beliau juga mengajak kepada segenap peserta diskusi untuk berpikir jernih dan tidak menerima informasi secara mentah terhadap berita napi bekas asimilasi yang berulah kembali ditengah masyarakat. Selain itu beliau juga mengajak kepada peserta diskusi dan masyarakat untuk sama-sama merangkul para napi yang ada dilingkungan sekitar kita. Menurut Beliau bahwa semua napi yang telah bebas dari rutan tidak seluruhnya buruk dan seharusnya juga tidak dikucilkan oleh lingkungan masyarakat. Bahkan beliau juga menyarankan untuk mebagikan bantuan materi positif kepada napi yang baru keluar dari penjara tersebut. Karena bisa jadi napi asimilasi tersebut adalah pengagguran, tidak punya softskill dan tidak punya keluarga.

Tidak sampai disana, diskusi tersebut juga melibatkan beberapa tanggapan pertanyaan dari peserta diskusi. Terlihat dari banyaknya antusiasme peserta yang melakukan feedback setelah tanggapan mereka direspon ulang oleh pembicara. Semoga dengan terselenggaranya acara tersebut dapat memberikan wawasan kepada peserta diskusi atau segenap mahasiswa mengenai kebijakan asimilasi napi perspektif hukum dan ekonomi. Tentunya dengan berperan aktif memberikan solusi di tengah pandemi ini.

Redaktur : Jubri (Komisi Satu SEMA FEBI)/Ajeng (KJF)

IKAFEBI SALURKAN BANTUAN BAGI TENAGA MEDIS DAN MASYARAKAT TERDAMPAK VIRUS CORONA


FEBI News| Rabu, 22 April 2020 Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. M. Rahmawan Arifin, SE., M. Si. bersama Ikatan Keluarga Alumni FEBI IAIN Surakarta menyalurkan bantuan untuk tenaga medis dan masyarakat yang terdampak pandemi covid-19.
Bantuan tersebut berupa Alat Pelindung Diri (APD) Hazmat Suit yang diberikan kepada tenaga medis di RS. Kasih Ibu Surakarta dan bantuan beras yang diberikan kepada mahasiswa FEBI di sekitar kampus, tukang becak, kuli pasir, tukang sampah, dan masyarakat lainnya yang membutuhkan di seputar area Kartasura.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh saudara-saudara kita. Terima kasih kami sampaikan sebesar-besarnya kepada para donatur, keluarga besar FEBI dan para alumni” kata Bambang Sukoco, selaku ketua IKAFEBI. Sementara itu, Dekan FEBI IAIN Surakarta Dr. M. Rahmawan Arifin, SE., M.Si. berharap penggalangan dana dan kegiatan sosial semacam ini akan terus dilangsungkan agar semakin banyak masyarakat yang terbantu. (Devina)

hmps aks tumbuhkan jiwa kritis mahasiswa melalui kajian aKUNTANSI SYARIAH (KEKASIH)

FEBI NEWS| Jumat, 29/02/2020, HMPS AKS laksanakan acara Kelompok Kajian Akuntansi Syariah (KEKASIH) dengan mengangkat sebuah tema “Ada Apa Dengan Jiwasraya Dan Asabri”. Pada acara tersebut dihadirkan seorang narasumber yaitu Bpk. Muhrom Ali Rozai, S.E, M.E.Sy, M.Si dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa.

Acara KEKASIH ini dimulai dengan beberapa sambutan, diantaranya yaitu sambutan dari Bpk. Usnan, S.E., M.E.I. selaku mewakili Kaprodi Akuntansi Syariah, dan kemudian sambutan dari Ketua Umum HMPS AKS 2020 yaitu Yusuf Luthfi Ramadhan. Pada acara inti, Bpk. Muhrom Ali Rozai sebagai pembicara utama sempat menjelaskan terkait sejarah pada PT. Jiwasraya maupun Asrabi, lalu mengupas masalah yang melatar belakangi gagal bayar kepada nasabah. Tidak sampai disana, beliau juga memaparkan bagaimana upaya yang dilakukan jiwasraya dan asrabi kala itu, yaitu seperti melakukan reasuransi, proteksi plan dan lain sebagainya.

Tentunya semua hal tersebut berdampak pada keberlangsungan asuransi di Indonesia. Acara pun berlanjut dengan diadakannya diskusi yang melibatkan sejumlah partisipasi peserta. Terlihat sekali antusiasme mereka dalam diskusi tanya jawab yang membahas terkait bagaimana solusi yang tepat menyikapi permasalahan tersebut. Acara pun usai dengan beberapa kesimpulam dan closing statement dari pembicara.

Semoga dengan diadakannya acara tersebut diharapkan dapat mengedukasi mahasiswa untuk dapat mengkaji setiap isu dengan kritis dan meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam menyikapi berbagai permasalah disekitarnya. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat memberikan solusi yang tepat dalam menyikapinya terkhusus bagi mahasiswa Akuntansi Syariah.

Redaktur: Ajeng/KJF