IMG-20170818-WA0005

Semangat Perjuangan dalam Pelantikan ORMAWA Periode 2016/2017

Sukoharjo – Pengurus Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta periode 2016/2017 telah dilantik di Aula Pascasarjana lantai empat pada hari Jumat, 6 Januari 2017. Acara yang menandai berakhirnya masa kepengurusan ORMAWA periode 2015/2016 ini mengambil tema “Dengan Semangat Perjuangan, Membangun FEBI yang Lebih Maju”. ORMAWA yang dilantik adalah Dewan Mahasiswa (DEMA) Kabinet Dedikasi, Senat Mahasiswa (SEMA), Lembaga Semi Otonom (LSO) yang terdiri dari Program Asistensi Keagamaan dan Kepribadian Islam (PAKKIS) dan Forum Ekonomi Syariah (FRESH), serta Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dari Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Akuntansi Syariah (AKS), dan Perbankan Syariah (PBS).

Acara pelantikan dimulai pukul 08.00 dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa, yang dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, serta prosesi pelantikan. Setelah penandatanganan berita acara serah terima jabatan, dibacakan janji pengurus oleh Wawan Triyono selaku Ketua Umum DEMA yang baru. “Dalam suatu organisasi dibutuhkan semangat perjuangan membangun kebersamaan dalam mengemban amanah sebagai pengurus ORMAWA FEBI, dengan saling bahu membahu untuk membangun FEBI yang lebih maju,” kata Wawan Triyono. (halimatus)

Rapat awal penyusunan visi dan misi prodi AKS


Rabu, 4 Januari 2017 Rapat awal penyusunan visi dan misi prodi AKS dimulai pada pukul 09.00 yang diawali dengan pembukaan oleh ketua tim penyusun visi dan misi program studi Akuntansi Syariah. Acara ini diikuti oleh seluruh tim penyusunan visi dan misi program studi Akuntansi Syariah. Selanjutnya arahan dari Dekan FEBI selaku penanggung jawab penyusunan visi dan misi progran studi Akuntansi Syariah. Memasuki acara inti pembahasan visi dan misi program studi Akuntansi Syariah pada pukul 09.15 dimulai dengan melihat visi dan misi yang telah ada untuk selanjutnya disesuaikan dengan visi dan misi dan renstra fakultas yang telah di sahkan. Adanya masukkan dari dekanat untuk melibatkan pihak luar sebagai calon pengguna lulusan dalam memberikan kontribusi profil lulusan program studi akuntansi syariah agar bisa memenuhi kebutuhan pasar dunia kerja. Memutuskan perwakilan untuk mendatangi pengguna dan calon pengguna lulusan.

Pelantikan Pengurus HMJ Perbankan Syariah 2016/2017

Sukoharjo – Ketua HMJ Perbankan Syariah 2016/2017 resmi dilantik oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di Ruang Baca Fakultas. Acara yang diselenggarakan oleh Panitia Khusus Pemilu Raya ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, 27 Desember 2016, dengan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Drs. H. Sri Walyoto, M.M., Ph.D., beserta Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, H. Condro Triono, M.Ag., Ph.D., serta Kasubag Akademik, Sukoco Edi Sasmito, S.E.

Acara berlangsung selama kurang lebih dua jam  dengan diikuti oleh ketua terpilih dari Senat Mahasiswa, Dewan Mahasiswa, HMJ Perbankan Syariah, HMJ Akuntansi Syariah, HMJ Manajemen Bisnis Syariah, Forum Ekonomi Syariah (FRESH), Koordinator PAKKIS, serta tamu undangan. Pelantikan dilakukan dengan pembacaan Surat Keputusan dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta serah terima jabatan diwakili oleh Senat Mahasiswa dan Dewan Mahasiswa lama ke Senat Mahasiswa dan Dewan Mahasiswa FEBI baru. Acara berakhir pada pukul 11.00, yang dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus HMJ Perbankan Syariah oleh Ketua HMJ Perbankan Syariah.

Pengurus HMJ Perbankan Syariah terdiri atas 32 orang dengan formatur sebagai berikut:

Ketua: M. Yusuf Perkasa Wibowo

Sekretaris 1: Trisulistyowati

Sekretaris 2: Ririn Indriani Suseno

Bendahara 1: Iin Aulia Maharayni

Bendahara 2: Ratna Eka Hartanti

Kepala Bidang 1: Rizal Abdul Aziz

Unit Keorganisasian:

Kepala Unit: Wulandari Dwi S

Staf:

1. Arizal Prayudianto

2. Dadang Wiratama

3. Novia Dewi

4. Reza Faisal Husein

Unit Pengembangan Mahasiswa:

Kepala Unit: M. Kozin A

Staf:

1. Liya Prasi

2. Adam Putra Dewanto

3. Muhammad Alan Nur

4. Tiara

Kepala Bidang II: Azka Afifah

Kepala Unit Internal : Erna Aprilia

Staf:

1. Ayu Annisa

2. Irma Fitriani

3. Dian Purnama Sari

4. Fajar Irawan

Kepala Unit Eksternal: Intan Rahmawati

Staf:

1. Moch. Giorardo Rekyan Wirayudha

2. M. Nurul Huda

3. Anita Sulistyani

4. Rika Laras Sari

Kepala Unit Kewirausahaan: Nur Hibatullah

Staf:

1. Bintang Ramadhan P.

2. Dhea Sandi Pramukti

3. Indriastuti Wijayanti

4. Aldiana Prasuri Kinanthi

Pelantikan Pengurus HMJ Perbankan Syariah dihadiri oleh Ketua Jurusan Perbankan Syariah, Budi Sukardi, S.E.I., M.S.I. Dalam rangkaian acara pelantikan juga dilakukan sarasehan oleh Ketua Jurusan dalam rangka menyelaraskan program kerja HMJ dengan program kerja jurusan untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu memajukan jurusan Perbankan Syariah. (intan)

OPEN RECRUITMENT Magang Asisten

Dibuka kesempatan magang bagi mahasiswa FEBI untuk menjadi

Asisten Magang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

IAIN Surakarta

Asisten Praktikum:

 

–      Statistik

 

Syarat:

1.      IPK Minimal 3,25

2.      Minimal Mahasiswa Semester 5, maksimal semester 7

3.      Membuat surat permohonan magang kepada Kepala Laboratorium FEBI

4.      Melampirkan Curiculum Vitae

5.      Foto 4 x 6 (sebanyak 1 buah)

6.      Foto kopi Sertifikat Statistik (Jika belum ada menggunakan surat keterangan Nilai)

7.      Foto kopi HSS

Ketentuan Pendaftaran:

1.   Semua berkas dimasukkan ke dalam map warna kuning dikumpulkan di ruang Kepala Lab FEBI

2.   Pendaftaran dilakukan pada hari kerja pukul 08.00 – 15.00 WIB

3.   Pengumpulan berkas tanggal 26 Agustus-16 September 2016

4.   Ujian Seleksi tertulis, micro teaching dan wawancara akan dilakukan tanggal 22 September 2016

5.   Contact Person Nur Hidayah : 085866946640

 

Open Recruitment KSBS (Kelompok Studi Bank Syariah) FEBI IAIN Surakarta

  • KSBSFEBIIAIN Surakarta adalah Kelompok studi yang di inisiasi oleh Unit Laboratorium FEBIuntuk melakukan kajian bank syariah dari sisi praktik dalam bentuk praktikum bank syariah serta penyelenggaraan kegiatan-kegiatan lain.
  • Jadwal pendaftaran:22 Agustus – 16 September 2016
  • Persyaratan:
  1. Mahasiswa aktif FEBI angkatan 2013 dan 2014.
  2. Mengisi form pendaftaran.
  3. Memiliki komitmen untuk menjadi asisten praktikum bank syariah.
  4. Mengumpulkan surat pernyataan kesediaan.
  5. Melampirkan Fotocopy KTM, HSS semester terakhir, Curiculum Vitae, Pas Foto 4X6 sebanyak 1 lembar.
  6. Semua berkas dimasukkan kedalam map berwarna merah dan dikumpulkan di ruang Kepala Lab. FEBI.

 

Surakarta, 9 Agustus 2016Kepala Lab. FEBI

 

 

 

Indah Piliyanti, S. Ag. MSI

NIP. 19780318 200912 2001

 

 

*Jadwal tes dan pengumuman menyusul.

*form pendaftaran dan surat pernyataan kesediaan dapat di unduh di facebook KSBS FEBI IAIN Surakarta

 

Pengajian Akbar Bersama Ust. Nizam

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri Surakarta (IAIN) telah menggelar pengajian akbar di Graha IAIN Surakarta sekaligus santunan anak yatim, Jumat (24/16) . Acara ini merupakan serangkaian dari semarak Ramadhan yang telah digelar lima hari berturut-turut. Di  hari terakhir, diselenggarakan pengajian akbar sekaligus santunan anak yatim dan penutupan acara.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari ketua dewan mahasiswa (DEMA), Agil Setiawan.“ Kami mengucapkan banyak terimakasih untuk mahasiswa yang telah datang ke acara pengajian ini. Kami berharap pengajian ini mampu meningkatkan ketaqwaan dan mendapatkan keberkahan di Ramadhan yang penuh kemuliaan seperti tema pada pengajian hari ini-Tingkatkan Ketaqwaan, Raih Keberkahan di Ramadhan Penuh Kemulian. Sambutan yang kedua oleh dekan FEBI yang diwakili oleh Khoirul Umam. Beliau mengapresiasi acara tersebut dan berharap mahasiswa lebih banyak menyelenggarakan kegiatan sejenis ini untuk memberikan motivasi.

Ust.Nizam Zulfikar yang merupakan Dai ANTV berkesempatan memberi tausiyah sebelum adzan magrib berkumandang. Dalam pengajiannya beliau menyampaikan makna dari sebuah lagu yang terkenal di Pulau Jawa, yaitu lir ilir yang dimana lagu tersebut mempunyai makna yang luar biasa dibalik liriknya.  Pada lirik //cah angon, cah angon penekno blimbing kui// Cah angon tersebut memberikan pesan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai jiwa seperti cah angon (pengembala) karena seorang pemimpin seharusnya mampu mengayomi. Selanjutnya  //penekno blimbing kui// lunyu-lunyu penekno// yang diartikan memanjat pada pohon belimbing itu walaupun licin. Serta ruas dari belimbing ada lima yang mengartikan bahwa rukun Islam ada lima. Maka seorang pemimpin harus mengambil nilai-nilai luhur dari ajaran agama Islam, walaupun licin harus tetap diraih. Pemimpin harus mampu memetik ajaran-ajaran Islam sehingga mampu memeras intisarinya dan diamalkan untuk mengayomi masyarakat. Acara ini di meriahkan juga oleh penampilan dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat Solo (YPAC) yang membuat jamaah larut dalam lagu-lagu yang dinyanyikan. (Yin-mgMira/Humas Publikasi)

Sepekan Semarak Ramadan Bersama FEBI

 

Sukoharjo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta akan menyelenggarakan acara Semarak Ramadhan 1437 H dengan tema “Tingkatkan Ketaqwaan, Raih Keberkahan di Ramadhan Penuh Kemuliaan”. Acara ini akan dilaksanakan 6 hari berturut – turut  mulai dari Ahad hingga Kamis (19 – 24/6). Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan mulai bakti sosial dengan tema “Berbagi Bersama di Ramadhan Penuh Berkah” yang akan dilaksanakan di Klaten pada Ahad mendatang (19/6). Dilanjutkan  Senin (20/6), kuliah umum Akutansi Syari’ah sekaligus pembukaan acara dengan menghadirkan pembicara Marita Kusumawardani SE., M. Si selaku ketua jurusan Akutansi Syari’ah dan Waluyo Lc., MA yang akan dilaksanakan di Gedung Graha IAIN Surakarta.

Sedangkan pada hari Selasa (21/6) akan berlangsung digelar Pameran Buku yang bertempat di depan gedung  Graha IAIN Surakarta, dan Seminar  Nasional Keilmuan dengan tema “Ekonomi Islam Menyongsong Indonesia Emas 2045” dengan mendatangkan pembicara Prof. Mudrajad Kuncoro selaku Pakar Ekonomi Islam & Ketua Jurusan Doktor UGM, Prof. Muhammad selaku Ketua DSN MUI Yogyakarta dan Ir. Heppy Trenggono selaku Direktur IIBF Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa IAIN Surakarta namun juga gratis bagi khalayak umum.

Setelah itu, Rabu (22/6)  akan diselenggarakan MAWAPRES FEBI (Mahasiswa Berprestasi). Acara ini dikhususkan untuk mahasiswa/i dari FEBI IAIN Surakarta. Kegiatan ini merupakan debat karya ilmiah dengan maksud untuk menggali lagi prestasi serta eksistensi diri dari  mahasiswa. Dilanjutkan dengan Meet and Great Alumni FEBI dari seluruh angkatan.

Sebagai penutup, Semarak Ramadan menggelar Pengajian Akbar dan Santrunan Anak Yatim (24/6) yang akan mendatangkan Ust. Nizan Zulfikar (Dai ANTV). Pengajian Akbar akan dibuka untuk umum.

“Adapun tujuan dari diadakan acara ini untuk menyemarakan bulan suci Ramadhan 1437 H agar lebih berkah dan dapat mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa bahkan dengan masyarakat sekitar,”ujar Aris Suyanto selaku ketua pantia. Selain itu, ia juga berharap agar mahasiswa bisa berpartisipasi dalam acara Semarak Ramadhan sesuai dengan harapan seluruh panitia dan semoga acara itu dapat bermanfaat bagi kita semua. (mgmira)

Prinsip Ekonomi Islam dan Relevansinya dengan Tantangan di Era Persaingan Global

Usnan, S.E.I, M.E.I.

Dosen Program Studi Akuntansi Syariah


MEA telah Tiba

Berakhirnya tahun 2015 menjadi awal bangsa Indonesia menghadapi tantangan baru yaitu masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Sebagai sebuah sistem baru di bidang ekonomi, MEA dikonsepsikan sebagai bentuk kerjasama regional negara-negara di Asia Tenggara dalam rangka penguatan ekonomi negara-negara ASEAN dan bagian dari upaya persiapan menghadapi tantangan pasar bebas dalam skala global.

Perdebatan, kajian dan diskusi tentang evaluasi kesiapan bangsa Indonesia dalam menghadapi MEA telah dilakukan oleh banyak komponen bangsa dalam beberapa tahun terakhir menjelang diberlakukannya kesepakatan negara-negara ASEAN tersebut.  Terlepas dari apa pandangan dan hasil evaluasi yang dicapai,  hari ini bangsa Indonesia telah berada di tahun 2016, artinya bahwa bangsa Indonesia sudah berada di Era MEA. Oleh sebab itu, tidak ada lagi alasan apapun untuk bisa menghindari kenyataan tersebut, yang harus dilakukan adalah bangsa ini harus siap untuk berkompetisi (fight).

Islam sebagai Tuntunan Hidup

Prinsip Ekonomi Islam  dan Relevansinya dengan Tantangan di Era Persaingan Global

Secara kuantitatif, umat islam (masih) menduduki prosentase tertinggi sebagai komponen bangsa Indonesia ditinjau dari aspek keberagamaan. Hal ini berarti bahwa peran umat dan ajaran islam bagi kehidupan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia juga menjadi sangat besar.

Peran umat islam yang begitu besar tersebut menuntut umat islam Indonesia untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara. Sejarah telah mencatat bahwa umat islam telah berperan besar pada proses pencapaian kemerdekaan Indonesia, oleh karenanya, di era kemerdekaan ini pula umat islam hendaknya juga lebih banyak berkontribusi sebagai wujud syukur mengisi kemerdekaan. Salah satu cara strategis untuk meningkatkan peran umat islam bagi bangsa dan negara adalah dengan peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran islam.

Peningkatan pengamalan ajaran islam menjadi landasan strategis bagi umat islam untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara karena Islam adalah agama dengan ajaran yang komprehensif, mencakup berbagai aspek kehidupan.  Islam adalah agama yang tidak hanya mengatur urusan ibadah yang bersifat ritual semata, tetapi Islam juga mengatur hubungan manusia dengan manusia bahkan dengan seluruh makhluk, bagi tercapainya kesejahteraan kehidupan (falah). Salah satu ajaran islam adalah tuntunan perilaku dan tatacara berkaitan dengan kehidupan umat islam pada aspek ekonomi, yang kemudian dalam konteks saat ini dikaj dan dieksplorasi lebih rinci dalam ilmu ekonomi islam.

Prinsip Ekonomi Islam dan Tantangan di Era Persaingan Global

Akhir 2014 dan memasuki tahun 2015 adalah tahun pemerintahan baru Presiden ke-7 RI (Ir. H. Jokowidodo-Drs. Jusuf kalla).  Gebrakan baru dibuat oleh Presiden Jokowi dengan Slogan “Kerja” kemudian dilanjutkan pula dengan digaungkannya kembali Gerakan Revolusi Mental. Gerakan revolusi mental dipandang oleh Presiden Jokowi sebagai sebuah strategi yang relevan bagi persoalan dan tantangan bangsa Indonesia saat ini, sehingga pembumian kembali semangat integritas,kereja keras dan  gotong royong menjadi sangat dibutuhkan.

 Kaitan antara konteks keindonesiaan saat ini (dengan deklarasi semangat Gerakan Revolusi Mentalnya) dan ajaran islam pada aspek ekonomi adalah bahwa pedoman dan tuntunan yang diajarkan islam tentunya bukan hanya bagi umat islam (manusia) secara individual, tetapi juga bagi manusia secara organisasional (berbangsa dan bernegara) dalam mencapai tujuan bersama, yaitu merelisasikan kesejahteraan, dan dalam menghadapi berbagai tantangan. Hal ini  menunjukan bahwa Islam secara tidak langsung telah memberikan strategi dan cara untuk berperilaku dan menghadapi persaingan ekonomi dari skala individual hingga skala global. Pandangan Islam yang yang selanjutnya dideskripsikan  dalam Ilmu Ekonomi Islam berkaitan dengan strategi untuk menghadapi tantangan persaingan ekonomi di era MEA dapat ditemukan dari Prinsip Ekonomi Islam.

Prinsip ekonomi islam diartikan sebagai kaidah-kaidah pokok yang membangun struktur atau kerangka ekonomi islam, atau elemen yang menjadi struktur suatu aktivitas, yang digali dari sumber ajaran islam. Adapun prinsip ekonomi islam yang berkaitan erat dengan kondisi dan persoalan bangsa Indonesia juga dalam momentum menghadapi persaingan di pasar bebas (melalui gerakan revolusi mental) antara lain adalah prinsip kerja, efisiensi, kompensasi, profesionalisme, kebebasan, persaingan, kerjasama, dan solidaritas.

Kerja sebagai sebuah prinsip dalam ekonomi islam merupakan elemen penting bagi proses kemajuan dan transformasi di berbagai aspek kehidupan, baik bagi individu, masyarakat maupun negara. Begitu pentingnya prinsip kerja dalam islam telah ditunjukkan dengan banyaknya ayat dan hadits yang berbicara dan memotivasi umat islam untuk melakukan kerja, baik kerja yang bersifat keakhiratan (ibadah) maupun kerja yang bersifat keduniaan (muamalah). Islam memerintahkan umat islam untuk melakukan kedua kerja tersebut dengan seimbang dan sungguh-sungguh, bahkan sebagai suatu bentuk insentif, islam menjadikan pula kerja (yang bersifat keduniaan) sebagai ibadah.

Dalam bekerja, islam juga telah memberikan pesan bahwa setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang diusahakannya, artinya bahwa apa yang akan diperoleh seseorang adalah sesuai dengan apa yang telah diusahakannnya. Ini menggambarkan bahwa islam telah mengajarkan prinsip kompensasi. Prinsip kompensasi berarti sesorang akan berusaha dan bekerja dengan keras jika ia mengharapakan untuk memperoleh imbalan yang besar. Begitupula ketika seseorang mempekerjakan orang lain, akan memberikan kompensasi sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan.  Imbalan adalah simbol dari hasil yang dicapai dari sebuah proses kerja. Oleh karena itu, dalam konteks persaingan di era pasar bebas, implementasi prinsip kompensasi adalah upaya untuk melakukan proses kerja dengan seoptimal mungkin, sehingga hasil yang dicapai akan maksimal, yaitu mampu menjadi pemain pasar yang unggul dan mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Dalam melakukan kerja yang dijalankan dengan prinsip kompensasi, sangat penting juga prinsip lainnya yaitu efisiensi. Kerja sebagai simbol dari usaha, dan kompensasi sebagai simbol dari hasil. Oleh sebab itu, untuk mencapai hasil yang maksimal, usaha yang dilakukan harus dijalankan secara efisien.

Ketika islam memberikan tuntunan bagi umat islam untuk tidak melakukan perbuatan berlebih-lebihan (israf) dalam hal yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi (konsumsi) bahkan termasuk pula dalam perilaku yang berkaitan dengan ibadah, sesungguhnya islam telah mengajarkan prinsip efisiensi. Artinya bahwa, sumber daya yang dimiliki seharusnya dapat digunakan untuk memberikan kemanfaatan (output) semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dari sumber daya yang dimiliki tersebut.  Efisisensi dalam perspektif ekonomi islam bukan upaya untuk meraih hasil/keuntungan sebesar-besarnya dengan mengeluarkan pengorbanan yang sekecil-kecilnya, tetapi efisiensi adalah perbandingan terbaik antara kegiatan pengelolaan sumber daya dengan hasil (output) nya.

Setiap usaha yang dilakukan (kerja) akan merealisasikan hasil (kompensasi) yang optimal ketika usaha tersebut dapat dilakukan dengan efisien. Efisiensi akan dapat dicapai jika didalamnya diterapkan prinsip profesionalisme. Profesional berarti menyerahkan pengelolaan sumber daya kepada ahlinya, sehingga diperoleh hasil (output) yang baik (optimal). Dalam prinsip ini, islam memberikan kaidah bahwa agar suatu pekerjaan dapat mencapai hasil yang baik, maka harus dilakukan oleh orang yang ahli pada bidangnya (expert). Dalam konteks persaingan di era pasar bebas, peningkatan profesionalisme menjadi sebuah tuntutan yang harus dilaksanakan, yaitu dengan melakukan penempatan SDM sesuai dengan keahliannya, dan dengan melakukan peningkatan dan pengembangan kompetensi SDM yang telah ada, sehingga faktor SDM tersebut memiliki daya saing tinggi .

Prinsip berikutnya yaitu kebebasan. Perhatian dan apsresiasi islam yang besar terhadap prinsip kebebasan ini dapat dilihat misalnya kebebasan yang diberikan oleh islam yang tidak hanya dalam aspek muamalah saja, bahkan juga dalam aspek ibadah dan aqidah. Kebebasan dalam pandangan islam bukan kebebasan seperti yang menjadi paradigma bagi ekonomi kapitalis yang sekuler, tetapi kebebasan dalam pandangan islam adalah kebebasan yang dimiliki oleh setiap  manusia untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk memperoleh ke-maslahat-an tertinggi dari sumber daya yang ada pada kekuasaannya. Oleh karena itu, segala bentuk tindakan, kebijakan, termasuk sistem yang dapat menghilangkan kebebasan manusia akan menghambat kemajuan masyarakat dan dapat menurunkan keunggulan bersaing di  berbagai skala persaingan.

Prinsip berikutnya adalah persaingan (competition). Islam telah memberikan dorongan bagi umatnya untuk bersaing dalam berbagai urusan yang baik dan dalam ibadah untuk meraih keridhaan-Nya.  Dengan adanya persaingan, akan mendorong terciptanya iklim bisnis dan kerja yang lebih dinamis, dan akan semakin mendorong pula tercapainya efisiensi bisnis yang tinggi. Oleh karena itu, dalam konteks persaingan pasar bebas, persaingan khususnya secara internal bangsa Indonesia juga menjadi sangat dibutuhkan, baik persaingan antar individu, antar bisnis, antar sektor dan antar daerah di seluruh wilayah Indonesia.

Prinsip berikutnya adalah kerjasama. Kerjasama adalah upaya untuk saling mendorong dan saling menguatkan satu sama lainnya didalam mencapai tujuan bersama. Indonesia sebagai sebuah negara tentunya juga sudah sangat jelas memiliki tujuan bersama, oleh karenanya, kerjasama menjadi elemen yang sangat penting dalam menghadapi berbagai kondisi dan tantangan bangsa, yang salah satunya adalah dalam menghadapi era pasar bebas. Pentingnya kerjasama ternyata tidak luput pula mendapat perhatian yang besar dari islam. Islam telah mendorong umatnya untuk saling melakukan kerjasama (ta’awun) didalam segala hal yang bersifat positif.  Kerjasama dalam ajaran islam bukan saja disebabkan karena manusia memiliki beberapa tujuan yang sama, tetapi juga karena memang sunnatullah manusia diciptakan secara berbeda dalam banyak hal termasuk dari sisi potensi dan kemampuan yang dimiliki, sehingga islam sangat mendorong prinsip kerjasama didalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Prinsip terakhir yaitu solidaritas. Solidaritas adalah semangat persaudaraan yang diimplementasikan dengan bentuk saling tolong menolong dan saling menghormati (toleransi). Islam telah mengajarkan pentingnya solidaritas. Salah satu bukti ajaran tentang prinsip ini adalah kewajiban zakat. Dalam ajaran tentang zakat terkandung pesan akan pentingnya solidaritas dalam kehidupan manusia. Zakat telah memberikan pesan bahwa meski pada satu sisi manusia diberikan kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi termasuk berkompetisi dengan yang lainnya untuk memperoleh penghasilan dan keuntungan bagi pencapaian keuntungan dan kesejahteraan hidup individu, namun pada sisi yang lain, islam mengingatkan agar orang yang telah mencapai tingkat ekonomi tertentu (nishab) untuk tidak melupakan mereka yang masih tertinggal secara ekonomi (fakir miskin/ dhuafa).

Perhatian yang besar dari islam terhadap prinsnip solidaritas karena sesungguhnya solidaritas adalah basis untuk membangun kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kerja yang dibangun untutuk tujuan bersama dengan menciptakan efisiensi dan profesionalisme dengan prinsip kerjasama tidak mungkin terwujud tanpa adanya solidaritas yang dibangun dalam organisasi kerja tersebut. Oleh karenanya, solidaritas harus terus dibangun dan dijaga, sehingga bangsa indonesia dapat menghadapi dan melalui berbagai tantangan, baik tantangan dalam skala nasional, regional maupun global.

 

Surat Keterangan Lulus Ibadah

PENGUMUMAN

Diberitahukan kepada mahasiswa angkatan 2012 yang telah mengikuti ujian ibadah muamalah dan akan mengikuti ujian komprehensip/Munaqosyah, membuat surat keterangan lulus dengan melampirkan nilai, sebagaimana contoh berikut:

 

Demikian pengumuman ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

 Silakan download di bawah ini

surat keterangan lulus ibadah

 

An. Unit Laboratorium

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

IAIN Surakarta