IMG_0049

DISKUSI PUBLIK “MELAWAN MEDIA FITNAH” DEMA FEBI IAIN SURAKARTA

     Rabu (30/3)-Sukoharjo. Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menyelenggarakan Diskusi Politik dengan Tema “Melawan Media Fitnah”. Acara yang berjalan di Pasca Sarjana Lantai 4 ini dipelopori oleh Kementerian Sosial Politik ini diikuti oleh Mahasiswa IAIN Surakarta kurang lebih 100 Peserta. Diskusi Publik ini menghadirkan Pembicara Nasional yaitu Dr. H. Abdul Kharis Almansyahari, SE., M.Si yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI dan Muhammad Qoyim, S.Sos., M.Si seorang Praktisi Agensi Koran Seluruh Indonesia dan dimoderatori oleh Lutfi Al Hakim. Tujuan diadakannya diskusi Publik ini adalah untuk kembali menyadarkan mahasiswa kritik terkait dengan Media Massa yang menjamur saat ini tutur Hafizat selaku Menteri Sosial Politik. Menurut Dwi Agil Setiawan “Seorang Ekonom Rabbani harus sadar dengan kebenaran berita yang disiarkan oleh Media Massa, hal ini agar kita juga bertabayyun dengan kabar yang disampaikan sehingga tidak menimbulkan fitnah bagi sesame” tuturnya.

    Dalam materi yang disampaikan Qoyim yang juga aktif di Komunitas Wisata hati dan Komunitas Sahabat Pecinta Kerata api (Kosakata) yang juga Marketing Komunikasi dan Direktur Refomedia berpesan agar setiap informasi yang kita peroleh harus dicarikan pembanding informasinya agar informasi yang kita terima dapat disaring kebenarannya. Sedangkan menurut Kharis sebagai manusia modern yang dapat memperoleh informasi dari media seperti gadget harus bisa memilah mana yang benar dan yang tidak. Acara yang dipandu oleh Master Of Ceremony Shofwan dan Rizal Miftazhus inipun berakhir dengan meriah dan pembagian Doorprice bagi peserta yang aktif bertanya dan be

rdiskusi.

IMG_0049

IMG_0054 IMG_0048 IMG_0056

IMG_0075 (Copy)

Mentoring PAKKIS adakan Pertemuan Lembaga Mentoring se IAIN SURAKARTA

    Kamis (31/3)-Sukoharjo. Program Asistensi Keagamaan dan Kepribadian Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menyelenggarakan Pertemuan Lembaga Mentoring Se-IAIN Surakarta di Pasca Sarjana Lantai 4. Acara yang mengangkat Tema “Optimalisasi Peran Mentoring Kampus Islami untuk membentuk Mahasiswa yang berkarakter” dibuka oleh Suprianto, MUD. Dalam sambutannya Suprianto berpesan agar “Mentoring di IAIN Surakarta mampu menjadi teladan bagi Mahasiswa lain serta tidak lupa untuk selalu belajar untuk dirinya (baca:Mahasiswa Asisten) agar ilmu agama dan wawasan Islamnya luas” tuturnya. Tujuan diselenggarakan agenda Pertemuan Mentoring IAIN Surakarta menurut Koordinator PAKKIS, Fida’ Azizah yaitu untuk menjalin silaturahim antar lembaga serta mencaharge kembali semangat mentoring untuk menebar kebaikan dan memberikan teladan sehingga dapat menjadi Mahasiswa yang berkarakter.

      Seusai pembukaan dilanjutkan dengan Materi yang disampaikan oleh Ustadzah Dita Andra Eny., M.Si. yang juga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan dipandu oleh Ahmad Pambudi Utomo, SE.,Sy alumni Tim PAKKIS. Dita menyampaikan agar mentor memiliki Amal Yaumi yang senantiasa dipenuhi, agar kebutuhan ruhaninya terpenuhi, selain itu beliau juga mengingatkan kepada peserta untuk mengoptimalkan peran Lembaga Mentoring dengan menjaga kebutuhan Jasmani dan Ruhiyahnya, menjalin kedekatan dengan Mentee atau Binaan dan selalu menunjukkan Keteladanan. Session terakhir yaitu sharing Lembaga Mentoring dari Program Asisitensi Keagamaan dan Kepribadian Islam oleh Koordinator PAKKIS saudari Fida’Azizah, Lembaga Mentoring Program Pendampingan dan Pengembangan Kepribadian oleh Koordinator P3KMI saudari Fantika dan Lembaga Mentoring Program Pendampingan dan Pelatihan Baca Tulis Alquran oleh Koordinator P3MBTA Saudara Dimas Pamungkas.



IMG_0075 (Copy)IMG_0073 (Copy)

IMG_0072 (Copy)

IMG_0087 (Copy)

1

MASYAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Oleh: Sri Walyoto, Ph.D

       Sekilas mengenal Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kesepatan bersama sebagai pasar tunggal negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dikenal dengan MEA. Pasar tunggal ini merupakan kebebasan perdagangan barang, jasa dan modal melewati batas-batas suatu negara. Expor import tidak lagi ada perlindungan (proteksi) suatu sektor ekonomi atau industri berupa, tarif, kuota maupun pelarangan. Warga negara perlusiap adanya persaingan di bidang produksi, distribusi dan konsumsi serta investasi.

Kebijakan proteksi diberlakukan  suatu negara karena tanpa adanya proteksi sektor ekonomi tersebut tidak bisa bersaing dengan barang-barang buatan luar negeri dengan harga lebih murah kualitas lebih baik. Dengan berlakunya MEA kebijakan tersebut tidak ada lagi proteksi. Bidang-bidang produksi, distribusi, konsumsi serta investasi akan terjadi kebebasan keluar masuk suatu negara.

Produksi

Akan terjadi kebebasan aliran faktor-faktor produksi yang berupa mesin-mesin,bahan baku, tenaga kerja maupun buruh. Mesin-mesin produksi negara asing, dengan berlakunya MEA menjadi bebas masuk suatu negara di kawasan ASEAN.

Distribusi

Persaingan dibidang distribusi baik darat, laut dan udara juga akan terjadi. Fasilitasuntuk distribusi atau angkutan seperti kapal laut, pesawat udara, taxsi kepemilikan masyarakat asing bebas beroperasi di suatu negara kawasan ASEAN.

Konsumsi

Makanan-makanan dari impor juga akan bebas bersain. Rumah makan, pasar swalayan, rumah sakit, sekolahan, dokter, tenaga ahli, guru, tukang cukur, salon, buruh, dsb berasal dari asing bebas dijual atau beroperasi di kawasan ASEAN.

Investasi

Kebebasan aliran investasi juga akan terjadi persaingan yang ketat. Baik di bidang pertambangan, kehutanan, properti, perkebuan, pertanian, keuangan dsb secara bebas beroperasi di kawasan ASEAN. Siapa yang untung atau rugi dengan berlakunya MEA konsumen atau produsen dapat diperhatikan grafik berikut.

1

            Kasus negara kecil dimana barang jasa dan modal masih tergantung negara asing dan belum memiliki keunggulan komparatif tercermin pada harga terlalu tinggi. Kurve penawaran SS dan kurve permintaan DD harga OP2. Jika konsumsi (permintaan) sebesar O3 maka akan terjadi kekurangan barang sebanyak AC sebelum berlakunya MEA negara dapat memberikan perlindungan (proteksi) industri dalam negeri yang masih belum kuat (infant) bisa berupa tarif atau subsidi misal sebesar P1P2. Dengan proteksi sebelum MEA kekurangan barang jasa dan modal sebesar AC dapat dipenuhi oleh infant industri sebesar AB dan impor sebesar BC. Dalam hal ini bisa jadi kualitas produk infant industri tidak sebaik kualitas produk impor maka konsumen yang dirugikan. Produsen diuntungkan dapat meningkatkan produksinya dengan barang yang sama dengan impor.

            Berlakunya MEA maka proteksi yang berkaitan aliran barang jasa dan modal tidak adalagi di kawasan tersebut. Kurve penawaran yang tepat dalam hal ini adalah SAS’ keseimbangan di pasar secara otomatis akan terjadi dengan bertemunya demand dan supply di titik C gambar ditas.Semula sebelum MEA berlaku kekurangan barang jasa dan modal yang ditunjukkan garis AC gambar diatas dapat dipenuhi oleh hasil produksi infant industri sebanyak AB dan imporsebanyak BC. Proteksi kepada infant industri setelah berlakunya MEA sudah tidak ada lagi. Mereka yang dapat menghasilkan barang, jasa serta modal berkualitas dan efisien akan diterima pasar. Sebaliknya mereka yang menghasilkan tidak efisien dan tidak berkualitas secara otomatis akan tersingkir dari pasar. Kekurangan barang jasa atau modal AC akan diperebutkan secara bebas oleh produsen yang efisien.

           Dengan berlakunya MEA konsumen akan memperoleh barang jasa dan nodal yang berkualitas dengan harga yang wajar. Produsen yang tidak bisa beroperasi secara efisien akan tersingkir dari pasar atau gulung tikar. Oleh karena itu bagi produsen yang sebelum MEA berlaku mendapat proteksi harus sadar sudah waktunya sekarang bersaing secara bebas. Kualitas dan beroperasi secara efisien itu kunci memenangkan persaingan dalam MEA.

          SebagaimanaRosululloh telah menganjurkan agar transaksi itu dapat terjadi di pasar artinya ada kekuatan pembeli dan penjual. Sehingga terjadinya hargasudah merupakan keinginan dan kekuatan pasar. Produsen dan konsumen tidak dirugikan dengan adanya proteksi. Konsumen mendapat barang jasa dan modal berkualitas dengan harga yang  wajar.

Anggota Masyarakat Economi ASEAN (MEA) negara-negara angota ASEAN adalah;

  1. Indonesia
  2. Singapura
  3. Malaysia
  4. Thailand
  5. Philipina
  6. Brunai Darusalam
  7. Kamboja
  8. Vitnam
  9. Mianmar
  10. Laos

Ekspor Indonesia ke negara-negara ASEAN

Ekspor Indonesia ke negara-negara ASEAN ke Singapura, Malaysia, Thailand, Philipina, Brunai Darusalam, Vitnam. Barang-barang ekspornya; minyak, peralatan elektrinik, mesin, pompa, timah, permata,koin, logam berharga, lemak hewan/nabati, tembaga, kimia lain, kendaraan, biji besi/baja, serial, susu, minuman alcohol, kertas World’s Top Eksports 2014 dan Tradingeconomics.com. Dengan berlakunya MEA bagi Indonesia menjadi peluang karena akan terjadi berkurangnya hambatan perdagangan bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut dapat meningkatkan ekspor dan selanjutnya mendorong peningkatan Produk Domestik Broto (PDB) Indonesia.

Dipandang dari segi produsen MEA dapat menjadi peluang bagi produsen yang dapat berproduksi secara efisien. Untuk produsen yang tidak dapat berproduksi secara efisien ia akan kehilangan pasar dan ditinggalkan oleh konsumen. Dengan berlakunya MEA konsumen akan mendapatkan barang dan jasa yang berkualitas dengan harga yang wajar.

MEA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Oleh: Dwi Condro Triono, Ph.D

          Masyarakat EkonomiASEAN (MEA) adalah perwujudan pasar bebas di Asia Tenggara. Tujuan utama dari terbentuknya MEA adalah untuk menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi, yang meniscayakan terjadinya aliran barang, jasa, investasi, modal dan buruh terampil secara bebas.

Dilihat dari tujuan awalnya, pembentukan MEA memang nampak baik, khususnya untuk kepentingan peningkatan taraf ekonomi secara bersama bagi negara-negara anggotanya di kawasan tersebut. Namun dalam praktiknya, apakah tujuan MEA ini benar-benar akan memberi keuntungan ekonomi secara bersama bagi seluruh negara-negara anggotanya, termasuk bagi Indonesia? Oleh karenanya, bagaimana pandangan ekonomi Islam terhadap keberadaan MEA ini?

       Dalam andangan ekonomi Islam, pasar tidak boleh sepenuhnya berjalan secara bebas. Di dalam ekonomi Islam, tidak berlaku prinsip individu maupun swastabebas menguasai berbagai jenis harta kekayaan(freedom of ownership). Individu atau swata hanya berhak menguasai barang-barang yang masuk dalam kategori kepemilikan individu (milkiyyah fardiyyah). Sementara untuk kepemilikan umum (milkiyyah ‘ammah), seperti: pertambangan yang besar, minyak bumi, gas alam, kehutanan dsb.dan kepemilikan negara (milkiyyatu ad daulah), seperti: jizyah,kharaj, ghanimah, fa’i, ‘usyur dsb harus berada di tangan negara, yang pengelolaannya semata-mata adalah untuk kepentingan kemaslahatan rakyat.

     Oleh karena itu, negara tidak boleh memberi kesempatan bagi sektor swasta (terlebih lagi swasta asing) untuk menguasai sumber daya alam yang masuk kategori kepelikan umum tersebut. Mengapa? Sebab, hal itu dapat dikategorikan sebagai pengabaian amanah yang diberikan rakyat kepada negara untuk mengelola sumber daya alam demi kepentingan seluruh rakyatnya.

Di sisi lain, pasar bebas pada faktanya dapat dijadikan sebagai alat penjajahan dari negara-negara kuat terhadap negara-negara yang lemah secara ekonomi, namun memiliki potensi pasar yang besar seperti Indonesia. Oleh karena itu, pelaksanaan MEA harus tetap harus dikontrol dalam koridor ekonomi Islam.

????????????????????????????????????

Sambut Semester Baru DEMA FEBI IAIN Surakarta adakan SEMINAR BISNIS

Sukoharjo-Jumat (4/3) DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Islam IAIN SURAKARTA Kabinet Harmoni Inspirasi bekerjasama dengan Indonesian Islamic Busnis Forum (IIBF) Solo mengadakan Seminar Bisnis dalam Rangka “Bussnises Academy IIBF Solo Goes To Campus” dengan mengangkat tema “Bangga Menjadi Pengusaha Muda”. Acara ini berlangsung di gedung Pasca  Lt.4 pukul 13.00 WIB dibuka oleh Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam H. Dwi Condro Triono, M.Ag. PH.D. Seminar Bisnis dimoderatori oleh Ahmad Pambudi Utomo, SE.Sy dan menghadirkan 8 Orang Pembicara yaitu : Budi Prihono, S.Sos sebagai Ketua IIBF, Geida Prabawati Mumpuni menjabat CEO LKP Asy Syifa, Qurrota A’Yun seorang Asisten Lab Psikologi UMS, Abdul Hamid menjabat Owner Rumah Belajar Asy Syifa, Muhammad Arief Gienandjar menjabat Owner Malaya Snack, Rikho menjabat CEO Soto Pak Jumadi UMS, Farid Syafrodhi sebagai CEO Ayam Slempang, Yulianto Adi Pamungkas sebagai Owner Syafaa Tour. Mereka semua dalah pengusaha Muda yang tegabung dalam wadah IIBF Solo.

Acara yang digaungi oleh Kementerian Pendidikan, Divisi Kewirausahaan ini dihadiri oleh 150 an Mahasiswa IAIN Surakarta. Menurut Ketua Panitia, Dwi Angga “Seminar ini bertujuan untuk menyambut semester baru dengan semangat berwirausaha, terutama oleh Mahasiswa Ekonomi Bisnis dan Mahasiswa IAIN pada Umumnya”. Pernyataan ini dikuatkan pula oleh Ketua DEMA FEBI, saudara Agil Setiawan yang menyatakan bahwa Kita (baca:Mahasiswa) harus belajar berwirausaha, serta senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam berniaga. Sedangkan mengenai Materi Seminar sendiri lebih kepada Motivasi yang diberikan Pembicara agar Audien terinspirasi untuk berwirausaha, membangun Ekonomi Indonesia, serta bagaimana Beli Indonesia. Membeli Indonesia, membela Indonesia, menghidupkan Persaudaraan yaitu dengan cara mencintai dan menggunakan Produk-Produk anak bangsa sendiri. Seminar yang dipandu langsung oleh Master of Ceremony Wawan Triono dan Sofwan berakhir ketika pertanyaan dari Audien yang sangat antusias telah dijawab oleh Para Pembicara.

(Quote:enha)

 

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

IMG_1009 IMG_9415

CIMG8672

LEADERSHIP CAMP 2016

Karanganyar- DEMA FEBI Kabinet Harmoni Inspirasi berkolaborasi dengan HMJ Akuntansi Syariah, HMJ  Perbankan Syariah pada tanggal 18-19 Januari 2016 sukses menyelenggarakan Leadership Camp FEBI (LC FEBI) di Bumi Perkemahan Delingan Karanganyar. Peserta yang terdiri dari 100 orang Mahasiswa FEBI diberangkatkan dari kampus pukul 07.30 WIB menggunakan kendaaraan alami agar jiwa korsa dan rasa prihatin diantara peserta dapat tumbuh, sehingga tujuan agar sifat kepemimpinan tertanam dalam jiwa peserta dapat tercapai.

Leadership Camp yang berlangsung selama dua hari ini  berhasil menghadirkan pembicara super keren yaitu: Wakil Bupati Karanganyar Bapak H. Rohadi Widodo S.P, Ketua Dewan Syariah Surakarta Dr. Muinudinillah Basri MA. Anggota DPRD Solo 2009-2015 Muhammad Fajri. Acara yang dihadiri oleh Dekan FEBI Drs. H. Sri Walyoto MM., P. hD yang didampingi oleh Wakil dekan III Ir. Dwi Condro Triono MM., P.Hd dimulai dengan Upacara Pembukaan dan Simbolisasi Pelepasan Burung Merpati sebagai simbol bahwa pemimpin harus keluar dari sarang dan mencari kebebasan dan memperluas pengetahuan kata Presiden Bem FEBI Dwi Agil Setiawan. Seperti brand kegiatan LC yaitu Kemahe Wong FEBI, dalam kegiatan LC ini peserta juga diwajibkan mendirikan tenda dan bermalam didalamnya. Pada malam harinya agenda LC diisi pula dengan Api Unggun, Pentas Seni dari Peserta dan Panitia, dimana kegiatan ini bertujuan untuk melepaskan lelah dan penat serta menumbuhkan jiwa keberanian untuk tamoil didepan umum. Dalam serangkaian kegiatan inipun tidak melewatkan sholat berjamaah, taujih setelah sholat wajib, dzikir al-matsurat bersama, Qiyamullail dan kegiatan ibadah lain agar nantinya peserta terlatih untuk mengisi Ruhiyahnya sebagai kebutuhan hidup.  Leadership Camp pun lengkap dengan FileTrip dan Outbond menuju Waduk Delingan yang dibagi menjadi 10 kelompok, sehingga makin menambah rasa kebersamaan diantara peserta.

CIMG8672 IMG_8983 IMG_9046 IMG_9146

 

 

IMG_8217

WORKSHOP PENYUSUNAN SILABUS/RSAP MATA KULIAH BERBASIS KKNI

Bertempat di GRIYA PERSADA KALIURANG, 10 – 12 FEBRUARI 2016, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta menyelenggarakan workshop penyusunan silabus / RSAP mata kualiah berbasis KKNI. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kurikulum KKNI yang terlah disusun 1 tahun yang lalu. Oleh karena itu perlu disiapkan dalam pemebelajaran terutama mengenai silabus /RSAP mata kuliah. Dalam pembukaan rektor Iaian Surakarta yang pada kesempatan tersebut di wakilkan oleh Pgs. Kabiro AUAK IAIN Surakarta, Dra. Hj. Arina Hasbana, mengucapkan selamat dan suskes semoga hasil workshop memberikan perubahan kearah kemajuan pembelajaran.

Dalam sambutannya dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta Drs. H. Sri Walyoto, M.M., Ph.D. menekankan bahwa setelah tersusunnya kurikulum KKNI maka untuk menindaklanjuti adalah dengan segera penyesuaian silabus/RSAP untuk segera diimplementasikan dalam pembelajaran. Acara workshop di isi oleh narasumber Silvi Dewayani, Ph.D. yang sebelumnya juga menberikan pendampingan dalam peyusunan kurikulum KKNI. Peserta workshop adala semua dosen PNS Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta. Pada sesi akhir ouput yang diperoleh dengan telah terkumpulknya silabus /RSAP sesuai dengan mata kuliah yang akan diampu oleh masing-masing dosen.

IMG_8217 IMG_8218 IMG_8228 IMG_8229

IMG_8165

Rapat Kerja Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta Tahun 2017

Jumat, 29 Januari 2016

Rapat kerja Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta, bertempat di hotel Multazam Jl. Garuda Mas No. 4B Pabelan, Kartosuro, Sukoharjo. Dihadiri oleh Rektor IAIN Surakarta, Dekan FEBI, Wadek 1, 2, 3, Kabag, Kasubbag, Kajur, Sekjur, Kalab, Biro Skripsi, Pengelola web, Pengelola konsursium dan Bagian Jurnal.

Sambutan dari Dekan FEBI Drs. H. Sri Walyoto, MM., Ph.D sekaligus membuka kegiatan memaparkan bahwa anggaran fakultas berbasis akreditasi. Berbagai hal telah dibahas dan disepakati dalam Raker 2017. Pada sesi pertama dibahas tentang RKAKL FEBI 2017 oleh Fitri Wulandari, SE.,M.Si selaku Wakil Dekan 2 dan akademik dengan pemateri Azis Slamet Wiyono, MM selaku Wakil Dekan 1.

Pada sesi kedua dibahas berbagai hal mengenai Kegiatan Kemahasiswaan dan Laboratorium dengan pemateri Drs  . H. Dwi Codro, Ph.D selaku Waki lDekan 3 dan Indah Piliyanti, S.Ag., MSI selaku Kepala Laboratorium FEBI. Pemaparan rencana kerja strategis program kerja jurusan Akuntansi Syariah, Perbankan Syariah dan Manajemen Syariah oleh MaritaKusumaWardani, SE, M.Si, Ak, Budi Sukardi, S.E.I, M.S.I dan DatienEriskaUtami, SE, MM.

Sedangkan pada sesi akhir dipaparkan rencana strategis program kerja bidang jurnal, biro skripsi, konsursium dan web oleh Endy Saputra, S.Th.I, MA, Ika Yoga, MM, Usnan SEI, MEI dan Ade Setiawan, M.Ak.

IMG_8165 IMG_8154 IMG_8113 IMG_8084