Diskusi Inovatif di ICIES 2024: Masa Depan Ekonomi Islam di Tengah Tantangan Global

Surakarta, 25 Juli 2024 – The 4th International Conference on Islamic Economics Studies (ICIES) 2024 menyelenggarakan sesi paralel yang digelar secara online dan offline di gedung FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Konferensi ini berhasil menarik partisipasi luas dari akademisi dan peneliti, baik dari dalam maupun luar negeri.

Terdapat 11 ruangan sesi paralel yang digelar secara offline dan 5 ruangan sesi paralel yang dilaksanakan secara online. Setiap ruangan diisi oleh 5 presenter dan 1 discussant, yang semuanya berasal dari berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional.

Para presenter memaparkan hasil penelitian terbaru mereka dalam bidang ekonomi Islam, sementara para discussant memberikan pandangan kritis dan masukan konstruktif. Diskusi yang terjadi di setiap ruangan sangat dinamis, mencerminkan keberagaman perspektif dan kekayaan pengetahuan yang dibawa oleh para peserta konferensi.

Beberapa topik yang dibahas dalam sesi paralel ini mencakup inovasi dalam ekonomi Islam, strategi pengembangan sumber daya manusia, transformasi digital dalam layanan keuangan syariah, dan banyak lagi. Sesi paralel ini memberikan kesempatan bagi para akademisi dan peneliti untuk saling berbagi wawasan dan berkolaborasi dalam mengembangkan solusi untuk tantangan ekonomi global.

Dengan digelarnya sesi paralel secara online dan offline, ICIES 2024 menunjukkan komitmennya untuk tetap inklusif dan adaptif di tengah perkembangan teknologi. Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang bertukar ide, tetapi juga memperkuat jaringan profesional di bidang ekonomi Islam.

ICIES 2024 terus menjadi wadah penting bagi perkembangan ilmu ekonomi Islam, dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Gambar-WhatsApp-2024-07-31-pukul-10.23.22_b77b80f3-1024x682

Panel Session ICIES 2024: Inovasi dalam Ekonomi Islam untuk Menghadapi Tantangan Ekonomi Global

Surakarta, 25 Juli 2024 – The 4th International Conference on Islamic Economics Studies (ICIES) 2024 telah sukses digelar di Surakarta dari 23 hingga 25 Juli 2024. Konferensi yang bertema besar “Innovations in Islamic Economics: Navigating Global Economic Challenges” ini berhasil menarik perhatian akademisi dan praktisi dari berbagai penjuru dunia.Salah satu sesi yang paling ditunggu-tunggu adalah Panel Session yang diadakan pada Rabu, 24 Juli 2024 di Aula Gedung Graha UIN Raden Mas Said. Seluruh peserta konferensi antusias menghadiri sesi ini, yang menampilkan empat panelis terkemuka:

  1. Assoc. Prof. Dr. Betania Kartika dari INHART International Islamic University Malaysia
  2. Assoc. Prof. Anwar Radiamoda, SCL, Ph.D dari Mindanao State University Marawi, Filipina
  3. Assoc. Prof. Partha Gangopadhyay dari Western Sydney University Business School, Australia
  4. Assoc. Prof. Fitri Wulandari, M.M. dari FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Panel session ini dipandu oleh moderator yang berpengalaman, Rina Hastuti, M.M., Ph.D, yang berhasil mengarahkan diskusi menjadi sangat informatif dan inspiratif. Para pembicara membahas berbagai topik penting, termasuk inovasi dalam ekonomi Islam dan bagaimana sektor ini dapat beradaptasi dengan tantangan ekonomi global.

Dalam diskusi tersebut, Dr. Betania Kartika menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam mengembangkan solusi ekonomi yang berkelanjutan. Sementara itu, Dr. Anwar Radiamoda berbagi pengalaman dari Filipina tentang implementasi kebijakan ekonomi Islam dalam konteks masyarakat multikultural.

Dr. Partha Gangopadhyay memberikan perspektif dari Australia tentang pentingnya inovasi teknologi dalam memperkuat ekonomi Islam. Terakhir, Dr. Fitri Wulandari memaparkan hasil penelitian terbaru yang menunjukkan potensi besar ekonomi Islam di Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

ICIES 2024 tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga memperkuat jaringan profesional di bidang ekonomi Islam. Dengan berakhirnya konferensi ini, para peserta pulang dengan wawasan baru dan inspirasi untuk menerapkan inovasi dalam ekonomi Islam demi menghadapi tantangan ekonomi global.

Mahasiswa MBS Presentasikan Inovasi Transformasi Digital di Konferensi ICIEB 2024

Surakarta, 30 Juli 2024- Mahasiswa pascasarjana Manajemen Bisnis Islam sekaligus staf Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta,M. Hanif Aditya, S.I.Kom berkesempatan untuk menjadi presenter di ajang bergengsi, The 3rd International Conference on Islamic Economics and Business (ICIEB) 2024. Konferensi ini diselenggarakan oleh FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Selasa, 30 Juli 2024.

Dalam parallel session yang diselenggarakan konferensi tersebut, Hanif mempresentasikan papernya yang berjudul “Digital Transformation and Human Resource Development Strategies in Courier Service Companies” secara online melalui aplikasi Zoom Meeting. Paper ini membahas secara mendalam tentang bagaimana PT Pos Indonesia, sebagai salah satu perusahaan jasa kurir terkemuka di Indonesia, berhasil melakukan transformasi digital di era 4.0.

Hanif menjelaskan bahwa PT Pos Indonesia telah mengadopsi berbagai strategi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional mereka. “Transformasi digital bukan hanya tentang mengadopsi teknologi terbaru, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan dapat memberdayakan sumber daya manusianya untuk beradaptasi dan berkembang bersama perubahan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Hanif menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan era digital. “Dalam menghadapi era 4.0, PT Pos Indonesia telah mengimplementasikan berbagai program pelatihan dan pengembangan untuk memastikan karyawan mereka memiliki keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” tambahnya.

Konferensi ICIEB 2024 sendiri dihadiri oleh para akademisi, praktisi, dan peneliti dari berbagai negara yang membahas berbagai topik terkait ekonomi dan bisnis Islam. Kehadiran Hanif di konferensi ini tidak hanya membawa nama baik UIN Raden Mas Said Surakarta tetapi juga memberikan wawasan baru tentang pentingnya transformasi digital dalam industri jasa kurir di Indonesia.

Dengan pemaparan yang komprehensif dan data yang kuat, Hanif berharap penelitiannya dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan strategi digital dan sumber daya manusia di sektor jasa kurir. “Saya berharap temuan ini dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain yang tengah berusaha melakukan transformasi digital di era industri 4.0,” pungkasnya.

Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Rahmawan Arifin, M.Si, Sampaikan Pidato berjudul Industri Halal dalam Perspektif Sains Keperilakuan: dari Religionomics ke Trancendenomics

FEBI News| Sukoharjo (27/7/2024) Dalam acara pengukuhan Guru Besar, Prof. Dr. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan pidato ilmiah bertajuk “Industri Halal dalam Perspektif Sains Keperilakuan: dari Religionomics ke Trancendenomics”. Acara ini diselenggarakan di Graha Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta pada tanggal 27 Juli 2024 dan dihadiri oleh sejumlah akademisi, mahasiswa, dan tamu undangan. Bersamaan dengan pengukuhan Guru Besar lainnya, yaitu Prof. Dr. H. Fauzi Muharrom, M.Pd., Prof. Dr. H. Moh. Abdul Kholiq Hasan, M.A. ,M.Ed., Prof. Dr. Imam Mujahid, M.Pd.

Dalam pidatonya, Prof. Rahmawan menjelaskan konsep Trancendenomics yang menjadi inti dari penelitiannya. Trancendenomics adalah prinsip transendental ekonomi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara kebutuhan material dan spiritual. Konsep ini juga diharapkan dapat mewujudkan keadilan, kebaikan, keberkahan, dan keridhoan, yang merupakan unsur-unsur kenikmatan manusia yang hakiki.

Prof. Rahmawan menegaskan bahwa perkembangan ekonomi Islam secara global, atau yang dikenal dengan istilah SGIE (State of Global Islamic Economics), menunjukkan potensi besar industri halal dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat modern tanpa mengesampingkan nilai-nilai spiritual dan etika Islam.

Rektor Universitas, Prof. Dr. Toto Suharto, M.Ag., dalam sambutannya memberikan pesan kepada Prof. Rahmawan untuk menjadi seorang guru besar yang filosofis dan mengakar. “Jadilah guru besar yang memberikan kekuatan dari dasar untuk pertumbuhan pohon yang kuat. Ucapan dan perilakunya menjadi panutan dan rujukan,” ujar Prof. Toto. Ia juga menekankan pentingnya dua kebiasaan yang harus dijaga oleh seorang akademisi, yakni:

  1. Istifadah: Selalu belajar dan meningkatkan pengetahuan setiap hari. “Wakun mustafidan kulla yaumin ziyadatan,” yang berarti “jadilah seseorang yang selalu belajar dan mendapatkan peningkatan setiap hari.”
  2. Ifadah: Selalu bermanfaat untuk orang lain.

Acara pengukuhan ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari para hadirin kepada Prof. Dr. Rahmawan Arifin, M.Si. atas pencapaiannya. Pengukuhan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi Islam, khususnya industri halal, dalam kerangka Trancendenomics.

Soroti Literasi Keuangan Syariah, Tiga Dosen FEBI Laksanakan PKM Internasional di Malaysia

FEBI News| Malaysia, (23/7/2024) TIM PKM Internasional telamelaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat tema “Literasi Keuangan pada Pekerja Migran Indonesia di Malaysia” dengan tujuan meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman masyarakat terutama masyarakat migran. Acara ini dilaksanakan di Malaysia selama 3 hari dengan 3 tempat yaitu Kampung Baru Malaysia, Universiti Putra Malaysia dan Youth Venture Asia. Untuk hari pertama bertempat di Kampung Baru Malaysia dihadiri oleh peserta dari para pekerja migran Indonesia yang berada di Malaysia, Tim PKM Internasional Malaysia ini beranggotakan Aryani Intan Endah RE, M.Sc., Samsul Rosadi, M.Si., Fahri Ali Ahzar., M.Si
Materi Pertama disampaikan oleh Aryani Intan Endah RE, M.Sc. Dalam hal ini materi yang disampaikan berkaitan dengan “Penggunan Aplikasi Keuangan dalam Mengontrol Pengeluaran”. Pentingnya aplikasi terutama terkait pencatatan dengan pengeluaran dan pemasukan keuangan terutama keuangan keluarga. Para migran menyadari memang selama ini terkait dengan pengeluaran maupun pemasukan belum bisa terkontrol secara maksimal sehingga uang atau pendapatan yang mereka peroleh terkadang tidak atau kurang tau kemana uang yang mereka pakai.
Materi kedua disampaikan oleh Samsul Rosyadi, M.Si Bagaimana Mengelola Usia Produktif Pekerja Migran dan Persiapan ketika sudah Tidak Produktif. Rata rata usia pekerja migran hampir sudah diatas 40 th. Mereka harus mempersiapkan jaminan hari tua sebagai pendapatan nantinya. Karena memang banyak kebutuhan yang mereka harus penuhi seperti sekolah untuk masa depan anak-anak mereka. Mereka menyadari bahwa kebutuhan akan sekolah menjadi salah satu kebutuhan pokok untuk masa depan anak mereka
Materi ketiga disampaikan oleh Fahri Ali Ahzar, M.Si dengan materi terkait Investasiku Masadepanku. Dalam penyampaiannya menekankan bagaimana nantinya para migran bisa memilih terkait investasi yang paling mudah seperti berinvestasi ke emas, properti, atau dalam deposito. Banyak pilihan sebenarnya terkait cara investasi. Dari beberapa migran mereka ada beberapa memang sudah berinvestasi dalam bentuk deposito untuk masa depannya, ada yang memang dalam bentuk tanah yang sekaligus nantinya mereka olah sendiri.
Dengan kedatangan Tim PKM ini para pekerja migran sangat senang, karena bisa sharing. Mereka berharap kegiatan PKM seperti ini bisa berlanjut terus

Audiensi Tim PKM Internasional Dengan Dekan FEBI: Mendukung Kesejahteraan Finansial Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

Surakarta, 7 Juli 2024 — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kolaboratif Internasional dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan audiensi dengan Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. dalam rangka mengajukan proposal pengabdian dengan tema “Tanggungjawab Keuangan Jangka Panjang: Membangun Kemandirian Finansial bagi Pekerja Migran Indonesia di Malaysia”.

Ketua Pelaksana, Aryani Intan Endah Rahmawati, M.Sc., beserta anggota tim, Samsul Rosadi, M.Si., dan Fahri Ali Ahzar, M.Si., menjelaskan pentingnya tema tersebut dalam audiensi. “Kami berharap dapat memberikan kontribusi signifikan bagi para pekerja migran Indonesia di Malaysia, membantu mereka dalam merencanakan keuangan jangka panjang yang lebih stabil dan mandiri,” ujar Aryani.

Dalam proposal tersebut, tim PKM FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menggandeng berbagai stakeholders terkait. Organisasi Tenaga Kerja Migran Indonesia menjadi salah satu mitra utama untuk memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh pekerja migran. Lembaga Keuangan di Malaysia diajak berkolaborasi untuk menyediakan solusi keuangan yang tepat guna bagi para pekerja migran. Selain itu, Pemerintah dan LSM yang terlibat dalam kesejahteraan tenaga kerja migran juga dilibatkan untuk memastikan program ini berjalan sesuai dengan kebijakan dan kebutuhan lapangan. Tak ketinggalan, pemberi kerja tenaga kerja migran Indonesia turut serta untuk mendukung pelaksanaan program ini.

Tujuan dari kegiatan pengabdian internasional ini adalah untuk mendorong penguatan eksistensi UIN Raden Mas Said Surakarta di tingkat internasional. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada para dosen di lingkungan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta untuk berkontribusi bagi masyarakat internasional. Selain itu, program ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama dan kemitraan luar negeri, serta mendukung penguatan dan peningkatan akreditasi kampus berskala internasional.

Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyambut baik inisiatif ini dan berharap agar program ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan dampak positif bagi pekerja migran Indonesia di Malaysia. “Kita perlu terus mendorong kolaborasi internasional demi meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusi sosial kita,” ujarnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan UIN Raden Mas Said Surakarta dapat semakin dikenal di kancah internasional dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat global, khususnya dalam hal kesejahteraan finansial pekerja migran.

Penutupan AL Akreditasi Prodi Perbankan Syariah, Dekan FEBI Apresiasi Seluruh Kerja Tim

FEBI News| Surakarta, (16 Juli 2024) – Rangkaian penutupan assessment lapangan untuk akreditasi prodi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta telah selesai dilakukan oleh tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA).

Tim asesor yang bertugas dalam proses ini terdiri atas Dr. Nurika Restuningdiah, SE., M.Si, Ak, CA, CSRS dari Universitas Negeri Malang dan Dr. Nanik Wahyuni., SE., M.Si., Ak., CA dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mereka telah memberikan saran-saran berharga serta masukan yang mendalam terkait dengan pengembangan dan peningkatan kualitas prodi Perbankan Syariah.

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi dari tim asesor LAMEMBA. “Kami sangat menghargai semua saran yang telah disampaikan, yang akan membantu FEBI untuk semakin unggul di masa mendatang. FEBI bertekad untuk menjadi fakultas dengan standar internasional,” ujarnya.

Apresiasi yang tinggi juga disampaikan kepada seluruh tim perumus dokumen borang akreditasi yang telah bekerja keras dalam mewujudkan akreditasi Unggul. Dekan berikan pesan “The World is not Enough” bahwa kerja dunia ini tidak cukup, namun tetap harus diimbangi dengan kerja-kerja akhirat dengan ikhtiar dan do’a ke hadirat Allah Subahanahu wata’ala.

Proses akreditasi ini menjadi langkah penting bagi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan di bidang Perbankan Syariah, sejalan dengan komitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan tuntutan pasar global.

farah-bimtek-Perpusnas

Terlibat Aktif pada Bimtek Perpusnas, Pustakawan FEBI siapkan Pelayanan berstandar Internasional

FEBI News| Purwokerto (10 Juli 2024)- Pustakawan FEBI UIN Raden Mas Said, Farah Nilawati, mengikuti bimbingan teknis pengembangan perpustakaan perguruan tinggi yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk wilayah Jawa Tengah bertempat di Purwokerto pada tanggal 8-10 Juli 2024. Acara ini diikuti lebih dari 60 pustakawan dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah dari wilayah Jawa Tengah. Bimtek kali ini menargetkan skil pelayanan berstandar internasional bagi para pustakawan.

Peningkatan kompetensi menjadi aspek besar bagi lancarnya dan keberlangsungan sebuah tugas yang diberikan di berbagai bidang dan instansi. Upaya-upaya ini dilakukan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi bagian dari sebuah entitas manajemen organisasi di bawah kepemimpinan yang memiliki wawasan yang visioner untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Bimbingan teknis (Bimtek) merupakan salah satu bentuk upaya yang ditujukan sebagai pendampingan bagi pelaksana tugas atau jabatan fungsional tertentu dalam suatu bidang. Bimtek juga dipandang sebagai upskilling atau upgrading untuk meningkatkan kapasitasnya menjalankan tugas. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi perubahan-perubahan atau inovasi-inovasi yang ditemukan dan diadaptasikan pada masing-masing satuan kerja. Termasuk juga bidang perpustakaan dimana terdapat berbagai jenis bimtek untuk peningkatan berbagai jenis kompetensi.

Perpusnas secara rutin melakukan bimtek di berbagai daerah untuk terus secara aktif meningkatkan kualitas bagi pustakawan di masing-masing instansi. Tidak hanya pada tingkat pendidikan dasar dan menengah, termasuk juga bagi perguruan tinggi. Hal ini diharapkan dengan adanya bimtek bagi pustakwan perguruan tinggi, para pustakawan dapat meningkatkan pemahaman dan jenis-jenis layanan yang terus diupdate. Terlebih dengan adanya menyemarakkan semangat literasi bagi generasi sekarang. Selain itu sesama pustakawan juga dapat menjalin jejaring komunikasi dan kerjasama antar perpustakaan yang dikelola. Salam literasi.

Prof. Dr. H. Zaenuddin, M.A, Menjadi Pembicara Utama pada Expert Review on International Research and Community Services

FEBI News| Sukoharjo (10 Juli 2024) – Dalam acara bertajuk Expert Review on International Research dan Community Services, Prof. Dr. H. Zaenuddin, M.A., Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak, menjadi pembicara utama dengan menyampaikan beberapa materi dan motivasi untuk para dosen yang sedang melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat internasional. Poin penting yang harus dimiliki diantaranya adalah jejaring akademik, kemampuan komunikasi, merawat pertemanan, hingga pentingnya menjaga trust. Acara ini dihadiri oleh 19 dosen yang melakukan penelitian internasional dan pengabdian kepada masyarakat internasional.

Dalam paparannya, Prof. Zaenuddin menekankan pentingnya memiliki jejaring akademik yang kuat untuk mendukung karier dan pengembangan penelitian. Ia juga menyoroti kemampuan komunikasi yang efektif sebagai kunci dalam merawat pertemanan dan menjaga kepercayaan antar kolega. Menurut Prof. Zaenuddin, menjaga trust adalah elemen vital dalam kolaborasi akademik dan penelitian.

Selain itu, Prof. Zaenuddin memberikan tips agar penelitian dapat berjalan lancar dan sukses. Ia menekankan pentingnya memiliki kepercayaan diri yang tinggi serta memaksimalkan kemampuan intelektual diri. “Penelitian yang baik tidak hanya sekedar membutuhkan keahlian, tetapi juga keyakinan dalam kemampuan diri sendiri,” ujar Prof. Zaenuddin.

Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menyampaikan sambutan hangat dan memberikan apresiasi kepada Prof. Zaenuddin. Ia menyampaikan bahwa para dosen yang akan melakukan penelitian ke luar negeri dapat belajar banyak dari pengalaman dan wawasan yang dibagikan oleh Prof. Zaenuddin. “Ini adalah kesempatan berharga bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kita di kancah internasional,” kata Prof. Ivan.

Acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi para dosen dalam meningkatkan kualitas dan keberhasilan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di tingkat internasional.

Kunjungan FEB UIN Syarif Hidayatullah ke FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta: Membangun Kolaborasi dan Pengembangan

Sukoharjo, 28 Juni 2024 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta dengan hangat menyambut kedatangan rombongan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan FEBI ini dipimpin langsung oleh Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Ibnu Qizam, SE., M.Si., Ak., CA, yang didampingi oleh para Wakil Dekan.

Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk meninjau persiapan berbagai kegiatan kolaborasi antara kedua lembaga, termasuk International Economic Summer Class, International Conference on Islamic Studies, Merdeka Belajar Kampus Merdeka, serta peninjauan sarana dan prasarana pengembangan bisnis di FEBI.

Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., beserta jajaran dekanat, menyambut rombongan dengan penuh antusias. Dalam sambutannya, Prof. Rahmawan menyampaikan harapannya bahwa kunjungan ini akan membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih erat dan saling menguntungkan antara kedua fakultas.

Prof. Ibnu Qizam menjelaskan bahwa tujuan kunjungan mereka adalah untuk melihat secara langsung persiapan berbagai program yang akan dilaksanakan bersama. “Kami berharap kunjungan ini dapat mempererat kerja sama kita, terutama dalam bidang akademik dan pengembangan fasilitas,” ujar Prof. Ibnu Qizam.

International Economic Summer Class menjadi salah satu fokus utama dalam kunjungan ini. Program ini diharapkan dapat melibatkan mahasiswa dari berbagai negara dan meningkatkan wawasan serta pengalaman internasional mereka. Selain itu, kesempatan menjadi Co Host ICIES yang digelar oleh FEBI UIN Raden Mas Said serta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka juga dibahas sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.

Peninjauan sarana dan prasarana pengembangan bisnis di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta turut menjadi agenda penting. Rombongan dari UIN Syarif Hidayatullah mengapresiasi fasilitas yang ada dan memberikan beberapa saran untuk pengembangan lebih lanjut.

Kunjungan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan pertukaran cenderamata, menandai awal dari hubungan yang lebih erat antara FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dan FEB UIN Syarif Hidayatullah. Kedua belah pihak berharap bahwa pertemuan ini akan membawa manfaat besar bagi pengembangan akademik dan profesionalisme di lingkungan fakultas ekonomi dan bisnis kedua universitas.