Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Habib Muhammad Bin Yahya Baraqbah, HMPS MBS Kolaborasi dengan UKM JQH Al-Wustha

FEBI NEWS| Bertempat di Masjid Al-Maghfiroh Kartasura, Divisi Religius Self dibawah naungan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (HMPS MBS) telah berkolaborasi bersama UKM JQH Al-Wustha UIN Raden Mas Said Surakarta dalam menyelenggarakan kegiatan berupa Malam Pembukaan Safari Maulid bertajuk “Gemakan Shalawat, Wujudkan Umat Cinta Nabi Muhammad SAW”. Acara yang sukses digelar pada kamis, 07 Oktober 2021 ini turut dihadiri oleh Habib Muhammad bin Yahya sebagai pengisi kajian dan juga Ketua umum HMPS MBS dalam memberikan sambutannya, serta dimeriahkan pula oleh Hadrah Hamas dari UKM JQH Al-Wustha dengan iringan dua penari sufi.

Meskipun berlangsung secara offline, kegiatan tersebut tetap dilaksanakan dengan mematuhi segala prosedur protocol Kesehatan dengan baik, salah satunya ialah membatasi jumlah peserta yang hadir. Kemudian disesi pertengahan acara yaitu setelah pembacaan dzikir dan maulid, hadirlah Habib Muhammad Bin Yahya Baraqbah untuk memberikan mauidhoh hasanah kepada para hadirin. Beliau turut berbangga terhadap anak-anak muda yang menggemakan sholawat, dan lewat kegiatan ini beliau berharap akan ada lebih banyak anak-anak muda yag menggaungkan dan cinta sholawat.

Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terutama untuk Prodi Manajemen Bisnis Syariah dapat terus menyelenggarakan acara keagamaan sebagai wujud guna menumbuhkan rasa cinta dan pemahaman keislaman.

Redaktur: AADK/KJF

Ciptakan Wadah Prestasi Mahasiswa, HMPS MBS gelar Management Business Challenge bertajuk “Creatonomics Business Creativity”

FEBI News| Jumat, 15 Oktober 2021, bertempat di Gedung FEBI Ruang F.203, Divisi Entrepreneurship dibawah naungan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (HMPS MBS) UIN Raden Mas Said Surakarta telah melaksanakan kegiatan Management Business Challenge dengan tema “Creatonomics Business Creativity”. Dimana pada kegiatan tersebut diikuti oleh 6 tim dan 1 finalis individu peserta yang terdiri dari Mahasiswa asal UIN Raden Mas Said maupun umum. Selain itu acara ini turut difasilitatori oleh Dimas dan Diajeng Manajemen Bisnis Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta 2021 serta dihadirkan pula Ibu Septi Kurnia Prastiwi, S.E, M.M. serta Ibu Zulfanita Dien Rizqiana, S.STAT., M. sebagai dewan juri acara.

Melalui serangkaian acara tersebut, diperoleh pemenang Management Business Challenge yang diantaranya yaitu:

  1. Juara 1 : Esmawati AKS 2020, Finka Febriani AKS 2019 dan Laras Noviani MBS 2020
  2. Juara 2 : Tiara Maratus Sholikhah MBS 2018 dan Muhammad Irfan Aminudin UNS
  3. Juara 3 :
  4. Afif Maulana Setiawan MBS 2020, Salam haqqi akhtarunnisa MBS 2020 dan Lenny ayu Widyastuti MBS 2020

Perlu diketahui bahwasannya Management Business Challenge merupakan serangkaian acara besar dari HMPS MBS 2021 yaitu IBMF 5.0. Acara ini hadir sebagai bentuk tindak lanjut dari kelas kepenulisan bisnis yang sempat diselenggarakan oleh HMPS MBS beberapa waktu yang lalu. Kompetisi ini bertujuan untuk mewadahi mahasiswa yang ingin mengajukan ide bisnisnya dalam bentuk proposal.

Redaktur: AADK/KJF

FRESH FEBI Dorong Generasi Millenial tingkatkan Peran Digitalisasi Ekonomi Islam

FEBI News| FRESH FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta telah sukses menggelar acara Seminar Nasional Ekonomi Islam dengan tema “Peran Pemuda Milenial dalam Meningkatkan Digitalisasi Ekonomi Syariah di Indonesia” pada hari Sabtu (16/10/2021). Acara yang digelar secara online dan offline ini berhasil menggait kurang lebih sejumlah 240 peserta dari berbagai kalangan mahasiswa, baik di dalam maupun luar kampus. Dilaksanakannya acara seperti ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai digitalisasi ekonomi Islam agar mereka mampu berperan aktif untuk mengembangkannya.

Berawal dari sambutan yang disampaikan oleh Sidiq Dwi Prasetyo selaku Ketua Panitia, acara seminar nasional ini pun dimulai dengan antusias. Tema besar seminar nasional ini disampaikan oleh Ketua Umum MES Surakarta, Ibrahim F. Wijaya, S.E., M.Sc., Ph.D. Pembicara menyampaikan bahwa generasi millenial jangan ragu berimajinasi untuk menghasilkan ide-ide inovatif guna mengembangkan dan mengatasi permasalahan ekonomi Islam, salah satunya dengan memanfaatkan platform digital. Selain itu, trust masyarakat mengenai ekonomi Islam merupakan kunci kejayaan ekonomi Islam sehingga harus terus diupayakan. Setelah penyampaian materi, ada sesi ice breaking dan sharing time dengan peserta yang membuat acara menjadi lebih seru dan menyenangkan.

Meski ada beberapa kendala teknis, keseluruhan acara ini tetap berjalan dengan baik dan lancar. Dengan terselenggarakannya acara ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan motivasi generasi milenial untuk terus berinovasi dan bisa berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah pada era digitalisasi di Indonesia saat ini.

Redaktur : Annisa Fitri Marhamah/KJF

FEBI ciptakan Iklim Ekonomi Islam dalam seluruh Kegiatan akademik

FEBI News| Sebagai wujud komitmen civitas akademika FEBI UIN RM Said Surakarta dalam pengembangan Ekonomi Islam. Pada hari Selasa-Rabu 13-14 oktober 2021 bertempat di Aula FEBI, diadakan Pendidikan Dasar Ekonomi Islam bagi Dosen dan Karyawan. Acara ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dasar ekonomi Islam bagi seluruh civitas akademika. Kegiatan ini sebagai wujud keinginan keluarga besar FEBI untuk menciptakan iklim ekonomi Islam dalam seluruh kegiatan akademik di lingkungan FEBI. Sebagai penyelenggara Pendidikan ekonomi Islam, maka semangat dan worldview ekonomi Islam menjadi semangat dan dasar utama dalam pengelolaan fakultas. Semangat ekonomi Islam yang mengedepankan asas keadilan dan kemaslahatan menjadi fondasi utama pelaksanakan kegiatan akademik dilingkungan FEBI UIN RM Said Surakarta.

Dalam sambutannya, dekan FEBI UIN RM Said Dr. M. Rahmawan Arifin menyatakan bahwa latar belakang dosen dan karyawan yg beragam, menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan latar belakang yang cukup beragam ini, maka diperlukan pengenalan serta pemahaman Ekonomi Islam yang cukup bagi seluruh civitas akademika FEBI UIN RM Said Surakarta. Kegiatan ini menjadi awal ikhtiar fakultas dalam menciptakan miliu ekonomi Islam dalam seluruh kegiatan akademik di FEBI.

Kegiatan Pendidikan dasar Ekonomi Islam ini menghadirkan 2 pembicara yang merupakan akademisi dan aktifis ekonomi Islam. Narasumber pertama bapak Priyonggo Suseno, S.E., M.Sc. yang merupakan dosen Universitas Islam Indonesia sekaligus Ph.D Candidate dalam bidang keuangan Islam di INCIEF The Global University of Islamic Finance Kuala Lumpur Malaysia. Dalam materinya beliau menyampaikan bagaimana agama Islam menjadi pondasi utama dalam aktifitas ekonomi. Secara lugas beliau juga menyampaikan bagaimana teori-teori muamalah Islam mampu dijelaskan dalam logika dan teori ekonomi modern.

Pada hari kedua, materi disampaikan oleh bapak Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D. yang merupakan Doktor di bidang Ekonomics Australian National University dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Beliau membuka wawasan peserta tentang Framework Islamic Economic yang selama ini masih belum baku. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa tujuan utama Ekonomi Islam adalah untuk membebaskan masyarakat dari permasalahn ekonomi secara Islam, atau yang biasa disebut maslahah dengan kerangka Maqashid Syariah. Dalam akhir materi beliau menegaskan bahwa Indonesia merupakan Pusat Laboratorium Ekonomi Islam Dunia, maka menjadi tantangan bagi kita untuk mampu mewujudkan dan merealisasikannya.

FEBI & Bank Indonesia siap kembangkan Ekonomi Pesantren di Solo Raya

FEBI News | Tim Dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Program Kolaboratif Pengembangan Ekonomi dan Bisnis Pesantren. Acara ini dilaksanakan di Pondok Pesantren al-Hikmah Gatak Sukoharjo pada Jumat (15/10/2021). Program ini merupakan kerjasama antara tiga lembaga yaitu FEBI UIN Raden Mas Said, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo dan HEBITREN (Himpunan Bisnis dan Ekonomi Pesantren) Koordinator Wilayah Solo Raya.

Hadir dalam kegiatan ini, Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, Wakil Dekan 2 Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd. Dosen FEBI Asep Maulana Rohimat, M.S.I, Mohamad Irsyad, M.E., serta staf TU FEBI Laila, hadir juga Pengurus HEBITREN Solo Raya yang dipimpin oleh Kyai Miftahul Huda (Ketua HEBITREN Solo Raya) dari Ponpes Al Hikmah Kyai Sarwoko dari Ponpes Kyai Ageng Selo dan Kyai Muzamil dari Ponpes Hidayatullah. Sebagai pemateri adalah Perwakilan dari K33 Distribution Bapak Hari Sumarsono, serta para santriwan dan santriwati Pondok Pesantren al-Hikmah

Kegiatan diawali dengan sambutan dari KH. Miftahul Huda selaku perwakilan dari HEBITREN. Dalam sambutannya, Kyai Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikmah ini berharap dengan kerjasama antara berbagai, dapat menguatkan ekosistem perekonomian pondok pesantren di Solo Raya. Ia juga berharap dengan hadirnya FEBI mampu mendukung keberadaan HEBITREN dan dapat melakukan pendampingan kegiatan HEBITREN dengan baik.

Menurut Dekan FEBI dalam sambutannya menyatakan bahwa program kolaboratif antara berbagai pihak sangat penting untuk dilaksanakan guna mengembangkan ekosistem dan perekonomian di pesantren. Beliau juga menyampaikan, bahwa FEBI dalam hal ini berperan sebagai fasilitator yang sekiranya FEBI bisa berikan dan bisa hadirkan di setiap program HEBITREN. Namun demikian, dalam pengembangan dan pengelolaan bisnis yang dijalankan, FEBI menyerahkan sepenuhnya kepada HEBITREN dan pihak pesantren.

Setelah sambutan, Kegiatan dilanjutkan ke acara inti yang dimoderatori oleh Khomaruddin Akhmad, M.E. dengan narasumber dari K33 Distribusi Solo yang diwakili oleh Hari Sumarsono selaku Managing director. Dalam materi yang disampaikan, beliau menyampaikan adanya potensi besar untuk mengembangkan ekosistem perekonomian pesantren. K33 Distribusi Solo optimis dengan turut andil dalam mensupport pengadaan barang dan produk yang dibutuhkan. Lebih lanjut, pembicara memaparkan terdapat empat faktor yang dibutuhkan dalam pengembangan HEBITREN, yaitu, pertama, membangun dan mengembangkan sistem. Kedua, organisasi, memiliki misi, visi dan tujuan yang jelas. Ketiga, memiliki manajemen dan SOP yang tertata. Keempat, SDM yang berkualitas. Keempat faktor ini harus diperhatikan dan diperkuat HEBITREN dalam proses perkembangannya, agar HEBITREN dapat berjalan dengan baik dan sustainable. (Irsyad)


Ujian Komprehensif-febi-uin-surakarta

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa FEBI, Ujian Komprehensif resmi digelar mulai Bulan Oktober 2021

FEBI News| Jum’at, 15 Oktober 2021, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar Rapat Koordinasi dan sosialisasi untuk para dosen di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang berlangsung secara online melalui platform zoom meeting. Kegiatan rapat kali ini, dilaksanakan dengan tujuan untuk mempersiapkan para dosen dalam menyelenggarakan ujian komprehensif mahasiswa yang akan digelar pada bulan Oktober 2021.

Mengawali kegiatan rapat dan sosialisasi kali ini, kegiatan dibuka oleh Kepala Sub Bagian Administrasi Akademik, Mahasiswa dan Alumni Sukoco Edi Sasmito, S.E. dan dimulai dengan sambutan yang disampaikan langsung oleh Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Dr. M. Rahmawan Arifin, SE, MSi. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa FEBI terus mengalami peningkatan, ini mengidentifikasikan bahwa minat masyarakat terhadap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam terus meningkat, Namun peningkatan minat masyarakat dan kenaikan jumlah mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta belum diiringi dengan daya guna dan daya saing mahasiswa lulusan dari FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Untuk dapat meningkatkan kualitas mahasiswa yang berdaya guna dan dapat memiliki daya saing. Maka, FEBI berupaya membangun pondasi tersebut dengan mengadakan ujian komprehensif, yang diharapkan dapat mecapai tujuan profil lulusan mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan ke acara inti yaitu rapat dan sosialisasi yang disampaikan langsung oleh masing-masing Ketua Program Studi FEBI, yaitu Ka Prodi MBS H. Khoirul Umam, S.H.I., M.S.I., Ka Prodi PBS Budi Sukardi, S.E.I., M.S.I. dan Ka Prodi AKS Anim Rahmayati, M.Si. Para Ka Prodi mengawali dengan sosialisasi tentang penyelenggaraan ujian Komprehensif. Secara umum, para Ka Prodi memaparkan bahwa mulai semester ini FEBI mengaktifkan kembali ujian komprehensif dengan harapan bahwa mahasiswa dapat mencapai tujuan profil lulusan mahasiswa yang ingin dicapai oleh masing -masing prodi.

Menurut Khoirul Umam, bahwa ujian komprehensif ini menjadi dasar dan syarat mahasiswa dalam mengajukan seminar proposal dan munaqasah. Harapannya setelah lulus, mahasiswa tidak melupakan materi-materi yang telah mereka pelajari selama masa perkuliahan. Kemudian, Khoirul Imam juga menambahkan, bahwa ujian komprehensif tahap pertama ini, ditujukan untuk lebih banyak mendengarkan. Sehingga, fakultas dapat mengetahui dan memetakan pengetahuan juga pemahaman mahasiswa, serta mengevaluasi dan mengetahui sejauh mana efektivitas ujian komprehensif ini.

Setelah sosialisasi dari para Ka Prodi, kemudian kegiatan rapat dan sosialisasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Pada sesi ini, para dosen terlihat sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan maupun melakukan diskusi mengingat ujian komprehensif baru diadakan kembali. Terakhir, kegitan rapat dan sosialisasi ditutup oleh Sukoco Edi Sasmito, S.E.

temukan Novelty dengan Mudah: Konsorsium Dosen FEBI gelar Diskusi Penulisan karya Ilmiah

FEBI News| Unit Konsorsium Dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar kegiatan dikusi yang dilaksanakan secara online melalui aplikasi zoom meeting dan febiTV pada hari Selasa 12 Oktober 2021. Kegiatan kali ini mengangkat tema “ Membuat Novelty untuk Karya Publikasi” dengan harapan dapat mendorong peningktan kualitas publikasi dosen khususnya dalam memenuhi salah satu aspek penting karya ilmiah yaitu “novelty atau kebaruan”. Untuk membedah tema tersebut, kegiatan diskusi dosen kali ini menghadirkan narasumber yang telah banyak mempublikasikan karya ilmiahnya tidak hanya pada berbagai jurnal bereputasi tetapi juga dalam bentuk karya ilmiah buku yang diterbitkan secara internasional, yaitu bapak Bayu Arie Fianto, Ph.D dan dimoderatori oleh Bapak Agus Setiawan, MEI.

Mengawali kegiatan diskusi, rangkaian acara dimulai dengan sambutan yang disampaikan langsung oleh Dekan FEBI Bapak Dr. M. Rahmawan Arifin, SE, MSi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa FEBI terus berupaya membangun atmosfer akademik bagi para dosen dan melalui kegiatan-kegiatan ilmiah juga diharapkan semakin sejalan dengan tantangan baru yaitu transformasi lembaga dari IAIN menjadi UIN sehingga berbagai unsur termasuk SDM terus semakin mendukukng transformasi tersebut.

Setelah pembukaan, acara kemudian dilanjutkan dengan inti diskusi yang dipandu oleh moderator. Sebelum narasumber memparkan secara khusus tentang tema diskusi yaitu novelty dalam karya ilmiah, narasumber mengawali materi dari paparan umum berkaitan dengan naskah publikasi diantaranya pengalaman beliau membuat beberapa karya publikasi dari disertasi, enam unsur penting dalam naskah publikasi mulai dari motivasi, riset gap, hingga story dari naskah publiksi, kemudian dilanjutkan dengan lima unsur didalam menulis artikel mulai dari originalitas hingga kesimpulan dan implikasinya. Paparan materi kemudian dilanjutkan dengan deskripsi contoh implementasi dalam karya ilmiah. Secara khusus berkaitan denan aspek “novelty” narasumber memberikan paparan dan contoh bahwa dalam sebuah karya ilmiah, bisa dibangun dengan beberapa novelty, baik novelty dilihat dari topik secara umum, datanya, metodenya atau dari unsur yang lain. Kegiatan diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta diskusi sangat antusias memberikan respon dan pertanyaan kepada narasumber baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui kolom chat. Setelah berakhir sesi tanya jawab, kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. (Usnan)

Grand Opening Sekolah Pasar Modal Syariah hadirkan BEI, Kepala OJK dan Miss Ellen May

FEBI News| Laboratorium FEBI bekerja sama dengan KSPM UIN Raden Mas Said Surakarta sukses gelar grand opening sekolah pasar modal dengan tema “Become a Smart Young Investor to Reach Financial Freedom”. Acara dilaksanakan pada Jum’at (8/10/2021) melalui media Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan serangkaian dari kegiatan pratikum Pasar Modal Syari’ah yang wajib diikuti oleh mahasiswa FEBI semester tiga.

Mengembangkan pengetahuan pasar modal sekaligus meningkatkan minat mahasiswa berinvestasi merupakan tujuan dari diadakannya kegiatan ini. Dalam kesempatan kegiatan kali ini, dihadirkan beberapa petinggi dalam bidang pasar modal, diantaranya Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (Bp. M. Wira Adibrata), Kepala Kantor OJK Solo (Bp. Eko Yunianto), Founder & CEO Emtrade (Ms. Ellen May). Dengan dihadirkannya mereka sebagai keynote acara, diharapkan dapat meningkatkan minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal.

Meskipun diselenggarakan secara online, secara keseluruhan acara berjalan dengan baik dan lancar berkat kerjasama yang dinamis antara Lab FEBI dengan pengurus KSPM. Antusisme juga ditunjukkan dengan banyaknya mahasiswa yang hadir dan juga aktif dalam sesi tanya jawab. Dengan diadakannya kegiatan ini semoga bisa menjadi awal kerjasama yang lebih baik lagi baik dari pihak Lab FEBI, Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Emtrade serta tentunya dapat meningkatkan minat mahasiwa dalam dunia pasar modal sehingga dapat menjadi agen perbaikan ekonomi Indonesia yang maju.

Redaktur: Shafina Hanif/KJF

Alumni Prodi AKS paparkan Inspirasi Bisnis kepada Mahasiswa Kelas Entrepreneur

FEBI News| Jum’at (8/10/2021) Program Studi Akuntansi Syariah kembali menyelenggarakan kegiatan untuk mahasiswa kelas peminatan wirausaha semester 7, yang berlangsung scara online melalui aplikasi zoom meeting dan FEBI Tv. Kegiatan ini diselenggarakan untuk semakin memantapkan kompetensi dan minat mahasiwa sehingga diharapkan menjadi lulusan yang mampu berkontribusi bagi penyelesaian persoalan ekonomi dengan menjadi entrepreneur atau wirausaha. Kelas wirausaha ini dilaksanakan dengan tema “Cerdas Menangkap Peluang Bisnis” dan menghadirkan narasumber seorang entrepreneur muda sekaligus alumni Prodi AKS yaitu Khomarudin Achmad, M.E, dan dimoderatori oleh Yusuf Lutfi Ramadhan, S.Akun.

Paparan materi oleh narasumber diawali dengan pertanyaan yang menggugah semangat peserta untuk menjadi seroang pebisnis. Selanjutnya narasumber memberikan paparan tentang begitu banyaknya peluang bisnis disekitar kita, modal utama menjadi pebisnis yaitu mengamati, mendengar dan memodifikasi sehingga mampu memberikan solusi bagi kebutuhan dan harapan konsumen atau masyarakat, sering berdiskusi dengan siapapun agar menemukan banyak peluang bisnis, apa saja yang menyebabkan seseorang tidak dapat menangkap peluang bisnis, tips bagaimana menjalankan peluang bisnis, pentingnya modal pengetahuan dan keberanian untuk menjadi pebisnis, dan banyak lagi paparan materi seputar pengalaman narasumber menjalani dunia bisnis.

Setelah paparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan kepada narasumber yang disampaikan secara langsung dan melalui kolom chat. Setelah berakhir sesi tanya jawab, acara kemudian ditutup oleh MC dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (Usnan)

Kelas Peminatan AKS: Siapkan Calon Akademisi dengan Kompetensi & Publikasi Karya Ilmiah

FEBI News| Kompetensi dan skill bagi seorang akademisi merupakan aspek penting yang harus dipahami dan disiapkan, terutama oleh para calon-calon lulusan yang memiliki cita-cita kedepan menjadi seorang akademisi. Hal inilah yang mendorong Program Studi AKS melaksanakan kegiatan untuk mahasiswa kelas peminatan akademisi semester 7 dengan mengangkat tema ”Produktivitas Akademis sebagai Karakter Akademisi” dengan menghadirkan narasumber salah seorang dosen dan sekaligus sebagai wakil rektor III ITB AAS Surakarta Abdul Haris Romdhoni, SE, MEI.

Dalam acara inti kelas peminatan kali ini, narasumber memberikan paparan materi mulai dari gambaran bahwa calon lulusan harus memenuhi standar kompetensi lulusan (SKL) yaitu skill berkaitan dengan sikap, pengetahuan dan keterampiilan. Beliau menyampaikan pula bahwa untuk menjadi seorang akademisi, penting memperhatikan beberapa hal diantaranya aspek linieritas dalam jenjang pendidikan, minat dan kesadaran yang tinggi untuk membaca apapun terutama yang berkaitan dengan bidang keahlian, lebih baik lagi jika selain kesadaran dan hobi membaca juga dimaksimalkan dengan mulai belajar menulis sehingga semakin memantapkan sebagai calon akademisi.

Pembicara juga berpesan untuk berorganisasi juga karena dengan berorganisasi akan mendukung pencapaian skill keterampilan dan sikap sebagai seroang akademisi. Selain itu, beliau juga berpesan kepada para peserta kelas akademisi untuk “GerCep” atau gerak cepat untuk memulai ; mulai dari sekarang, mulai dari yang disukai, mulai dari yang kecil. Jadikan membaca dan menulis sebagai hobi dan karakter, sehingga mampu menjadi calon akademis yang produktif. Kegiatan kemudian dilanjukan dengan sesi tanyajawab dan akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama. (Usnan