IIESC 2024: Analisis Manajemen Ekonomi Kreatif di Desa Wisata Umbul Cokro Klaten

Klaten – Sabtu, 5 Oktober 2024, International Islamic Economics Summer Class (IIESC) 2024 kembali mengadakan kegiatan edukatif yang kali ini berfokus pada manajemen ekonomi kreatif di Desa Wisata BUMDes Umbul Cokro, Klaten. Acara ini bertujuan untuk menganalisis praktik ekonomi kreatif dan memberdayakan masyarakat lokal dengan meningkatkan keterampilan kewirausahaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui inisiatif kreatif.

Dalam sesi ini, para peserta IIESC diajak untuk mempelajari berbagai model manajemen yang diterapkan di Desa Wisata Umbul Cokro, yang terkenal dengan daya tarik wisata alamnya. Pengelolaan wisata desa ini melibatkan banyak pihak dari masyarakat lokal, terutama melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes memainkan peran penting dalam mengelola dan mengembangkan destinasi wisata, sekaligus memberdayakan ekonomi warga sekitar melalui inisiatif kreatif seperti kuliner, kerajinan tangan, serta jasa pemandu wisata.

Para peserta diajak untuk menganalisis berbagai tantangan dan peluang dalam pengelolaan desa wisata, termasuk bagaimana BUMDes mampu mendorong inovasi dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Dengan menerapkan praktik manajemen yang efektif, Desa Wisata Umbul Cokro berhasil menciptakan dampak ekonomi positif yang berkelanjutan bagi penduduk setempat.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya pengembangan keterampilan kewirausahaan, di mana masyarakat lokal didorong untuk aktif terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif. Upaya ini bertujuan agar mereka dapat memanfaatkan potensi wisata yang ada dengan menciptakan produk dan layanan yang unik dan berkualitas, yang pada gilirannya dapat menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan desa.

“Desa wisata ini adalah contoh nyata bagaimana inisiatif ekonomi kreatif dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi wisata alam dapat dikombinasikan dengan inovasi kreatif yang berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup warga,” ujar salah satu peserta IIESC 2024.

Kunjungan ke Desa Wisata BUMDes Umbul Cokro ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan International Islamic Economics Summer Class 2024, yang berfokus pada pengembangan ekonomi Islam dengan pendekatan inovatif dan berkelanjutan.

IIESC 2024 Kunjungi Pondok Pesantren Kyai Ageng Selo: Pelajari Pertanian Hidroponik dan Inovasi Teknologi

Klaten International Islamic Economics Summer Class (IIESC) 2024 mengadakan kunjungan edukatif di Pondok Pesantren (Ponpes) Kyai Ageng Selo, yang terletak di Dusun Selogringging, Desa Tulung, Kecamatan Tulung, Klaten, pada Sabtu, 5 Oktober 2024. Rombongan peserta disambut hangat oleh Kyai Heri Sarwoko, pengasuh ponpes yang berdiri sejak Agustus 1998.

Ponpes Kyai Ageng Selo didirikan oleh Kiai Rahmat Ida Royani dan Ahmad Badri, kini telah memiliki 23 santri yang tinggal dan belajar di pondok. Santri-santri tersebut saat ini masih duduk di bangku SD hingga SMP. Selain belajar agama, mereka juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas praktis, termasuk bidang pertanian hidroponik yang tengah berkembang pesat di pondok ini.

Dalam kunjungan ini, peserta IIESC berkesempatan untuk belajar mengenai sistem pertanian hidroponik modern yang diterapkan di pondok. Salah satu fokus utama adalah budidaya melon inthanon, sebuah proyek inovatif yang dikelola di atas lahan seluas 500 meter persegi. Melalui pembangunan green house, sebanyak 100 tanaman melon ditanam dan dirawat dengan menggunakan sistem penyiraman berbasis teknologi informasi (TI).

“Teknologi informasi sudah kami terapkan dalam proses penyiraman tanaman melon. Sistem ini memudahkan kami mengontrol irigasi dan nutrisi secara otomatis, sehingga kualitas buah tetap terjaga,” jelas Kyai Sarwoko, menjelaskan kemajuan yang telah diterapkan di Ponpes Kyai Ageng Selo.

Budidaya hidroponik di pondok pesantren ini tidak hanya memberikan pelajaran praktis kepada para santri, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kewirausahaan mereka di masa depan. Para peserta IIESC mengaku terkesan dengan keberhasilan ponpes dalam menggabungkan pendidikan agama dan inovasi teknologi modern dalam bidang pertanian.

Dengan kunjungan ini, diharapkan peserta IIESC dapat memahami lebih dalam tentang pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai Islam dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Ponpes Kyai Ageng Selo pun terus berupaya menjadi contoh pondok pesantren yang tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga pengembangan potensi ekonomi masyarakat melalui inovasi dan teknologi.

“Kami berharap melalui kunjungan ini, para peserta dapat memperoleh wawasan baru tentang bagaimana pertanian modern bisa diterapkan dalam lingkungan pondok pesantren,” ujar Kyai Heri Sarwoko, yang berharap pondok pesantren ini dapat menjadi model bagi pesantren lainnya di Indonesia.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan International Islamic Economics Summer Class 2024, yang bertujuan untuk memperluas pemahaman peserta tentang ekonomi Islam dalam konteks modern dan global, sekaligus mempromosikan praktik ekonomi berkelanjutan yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan.

IIESC 2024: Menggali Sejarah Keraton Mangkunegaran

Surakarta, 2 Oktober 2024 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan kegiatan Heritage and Cultural Tour di Keraton Mangkunegaran sebagai bagian dari International Islamic Economic Summer Class 2024. Pada tur ini, peserta diajak menyelami sejarah dan kekayaan budaya yang terkandung dalam Keraton Mangkunegaran, salah satu pusat warisan budaya Jawa yang memiliki peran penting dalam melestarikan tradisi dan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa.

Para peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang makna budaya serta peninggalan sejarah Keraton Mangkunegaran, mulai dari arsitektur megah hingga artefak-artefak bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang dinasti Mangkunegaran. Pemandu menjelaskan dengan detail simbol-simbol yang ada di setiap sudut keraton, mengungkapkan filosofi dan nilai spiritual di balik setiap elemen bangunan.

Selain mendengarkan penjelasan sejarah, peserta juga diajak untuk membuat konten kreatif berupa foto dan video yang menampilkan keindahan Keraton Mangkunegaran. Konten tersebut kemudian diunggah ke platform media sosial seperti Instagram dan TikTok, sebagai upaya mempromosikan budaya Jawa kepada audiens yang lebih luas. Aktivitas ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya melestarikan warisan budaya.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek visual, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai budaya dan sejarah kepada peserta internasional yang mengikuti summer class ini. Melalui tur ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berharap dapat memperkuat apresiasi terhadap budaya lokal di kalangan mahasiswa dan mengintegrasikannya dengan pemahaman lintas budaya, sehingga peserta tidak hanya belajar tentang ekonomi Islam, tetapi juga tentang kekayaan tradisi yang mendalam di tanah Jawa.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian acara International Islamic Economic Summer Class 2024, menunjukkan komitmen FEBI UIN Raden Mas Said dalam mengedukasi dan memperkenalkan kebudayaan lokal di samping pembelajaran akademik.

IISEC 2024: Inovasi Model Bisnis Dorong Kewirausahaan di Era Dinamis

Surakarta, 3 Oktober 2024 – International Islamic Economic Summer Class 2024 di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menghadirkan Workshop Creative Business dengan tema Business Model Innovation pada Kamis (3/10). Acara yang diselenggarakan di Bangsal Mangkunegaran ini menghadirkan Septi Kurnia, SE, MM. sebagai pembicara, seorang ahli kewirausahaan yang berpengalaman dalam mengembangkan inovasi model bisnis.

Workshop ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang inovasi model bisnis, yang menjadi salah satu elemen penting dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah. Dalam paparannya, Septi Kurnia menjelaskan pentingnya inovasi dalam bisnis, serta berbagai alat dan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk mengembangkan model bisnis yang lebih efektif dan relevan.

“Inovasi bukan hanya soal menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga bagaimana memperbaiki proses, produk, atau layanan agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar,” jelas Septi Kurnia di hadapan para peserta.

Peserta tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga didorong untuk langsung mengembangkan dan mempresentasikan ide produk atau layanan bisnis mereka. Workshop ini menghadirkan sesi diskusi interaktif di mana peserta bekerja dalam tim untuk merancang inovasi produk yang dapat diterapkan dalam model bisnis mereka. Setiap tim kemudian mempresentasikan ide mereka di hadapan peserta lain, memicu diskusi kreatif dan saling bertukar gagasan.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai studi kasus tentang bisnis yang sukses berinovasi, memberikan inspirasi nyata tentang bagaimana inovasi model bisnis bisa menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.

Acara ini memberikan dampak positif bagi para peserta, mendorong mereka untuk terus berpikir kreatif dan adaptif dalam mengembangkan usaha kewirausahaan yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan alat dan kerangka kerja inovasi, mereka diharapkan mampu menghadapi tantangan pasar yang dinamis dan tetap relevan di tengah persaingan yang ketat.

Workshop ini merupakan bagian penting dari rangkaian International Islamic Economic Summer Class 2024, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para peserta tentang ekonomi Islam, sekaligus mengembangkan keterampilan kewirausahaan mereka melalui berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif.

IIESC 2024: Pengembangan Ide Bisnis Inovatif melalui Workshop Creative Business

Surakarta, 3 Oktober 2024 – International Islamic Economic Summer Class 2024 kembali menghadirkan sesi edukatif yang penuh wawasan bagi para peserta dengan menyelenggarakan Workshop Creative Business bertajuk “Business Model Canvas”. Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Awan Kostradiharto, M.Si., seorang ahli di bidang kewirausahaan dan inovasi bisnis. Acara tersebut berlangsung di Bangsal Mangkunegaran (Aula FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta), dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang serta negara.

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang Business Model Canvas (BMC), alat strategis yang sangat efektif untuk mengembangkan dan merancang model bisnis inovatif. Dalam sesi ini, Dr. Awan memberikan pengantar tentang komponen utama BMC, mulai dari Segmen Pelanggan, Proposisi Nilai, hingga Saluran Distribusi dan Hubungan Pelanggan.

Business Model Canvas adalah alat yang fleksibel dan intuitif untuk membantu pengusaha mengidentifikasi komponen-komponen kunci yang diperlukan dalam menjalankan bisnis mereka secara lebih efisien dan berkelanjutan,” jelas Dr. Awan dalam presentasinya.

Peserta diberikan kesempatan untuk berkolaborasi dalam kelompok dan mengembangkan ide bisnis berdasarkan prinsip-prinsip BMC yang telah dipelajari. Mereka juga diminta untuk mempresentasikan ide-ide bisnis inovatif mereka di hadapan sesama peserta. Proses ini tidak hanya memfasilitasi pengembangan kreativitas dan wawasan kewirausahaan, tetapi juga memperkuat kemampuan presentasi dan kolaborasi antar peserta dari berbagai negara.

Workshop ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang cara mengidentifikasi Segmen Pelanggan yang tepat dan merancang Proposisi Nilai yang kuat, sehingga peserta mampu menawarkan solusi yang relevan dan unik kepada pasar. Selain itu, sesi ini juga membahas pentingnya Saluran Distribusi yang efektif dan membangun Hubungan Pelanggan yang kuat untuk memastikan kesuksesan bisnis dalam jangka panjang.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan Business Model Canvas dalam usaha kewirausahaan mereka, baik di skala lokal maupun internasional, sehingga dapat menghadirkan solusi bisnis yang inovatif dan berdampak luas di tengah masyarakat.

Acara ini menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan International Islamic Economic Summer Class 2024 yang bertujuan untuk memperkuat wawasan kewirausahaan, ekonomi Islam, dan inovasi bisnis di kalangan mahasiswa global.

IIESC 2024: Kunjungan Javanis Library Untuk Pelestarian Warisan Islam Melalui Naskah Kuno

Surakarta, 2 Oktober 2024 – Sebuah langkah besar diambil oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta dalam upaya melestarikan dan meningkatkan pemahaman akan warisan Islam. Melalui program International Islamic Economic Summer Class 2024, mahasiswa dan akademisi diajak mengunjungi Javanis Library di Aula Takmir Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat untuk menyelami lebih dalam tentang naskah-naskah Islam kuno.

Dipandu oleh KRT Moh. Muhtarom, M.Si., M.Pd.I., Al-Hafizh, selaku Ketua Takmir Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta, kegiatan ini difokuskan pada pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai bagian integral dari perkembangan ilmu pengetahuan Islam. Dalam sesi ini, KRT Moh. Muhtarom menyampaikan bahwa naskah-naskah tersebut merupakan salah satu harta karun sejarah yang tidak hanya berharga secara religius tetapi juga secara intelektual.

Beliau menegaskan, “Naskah-naskah ini menjadi saksi perjalanan panjang ilmu pengetahuan Islam, baik dalam bidang teologi, hukum, hingga sejarah peradaban. Melalui pelestarian dan studi mendalam, kita dapat melestarikan warisan Islam sekaligus menjadikannya sebagai sumber pengetahuan yang relevan di masa kini.”

Peserta dari berbagai negara diajak untuk memahami bahwa manuskrip Islam bukan hanya sekadar teks keagamaan, tetapi juga mencakup wawasan ilmiah yang telah diwariskan turun-temurun. Melalui studi naskah sejarah ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya Islam serta memahami pentingnya upaya pelestarian di tengah tantangan modernisasi.

Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan lintas budaya dan keilmuan di kalangan peserta yang datang dari berbagai latar belakang. Melalui kolaborasi akademis dan interaksi lintas budaya, diharapkan para peserta mampu mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam mengelola dan melestarikan warisan Islam di negara masing-masing.

Dengan tema besar Pelestarian Warisan Islam yang diusung, kunjungan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian International Islamic Economic Summer Class 2024 yang akan berlanjut dengan berbagai kegiatan kolaboratif lainnya, baik di bidang ekonomi maupun sosial-budaya Islam.

Kegiatan ini menegaskan komitmen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam mendukung pelestarian tradisi keilmuan Islam, serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam memahami dan menghargai warisan sejarah yang tak ternilai harganya.

IIESC 2024: Menyelami Keagungan Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta

Surakarta, 3 Oktober 2024 Religiosity Tour menjadi salah satu kegiatan berkesan dalam rangkaian International Islamic Economic Summer Class 2024 yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Tur ini membawa peserta mengeksplorasi Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta, khususnya area perpustakaan masjid, di bawah bimbingan Mohamad Zaenal Anwar, SHI, MSI.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang arsitektur Islam, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat melalui pengalaman kolektif dalam ruang spiritual. Masjid Raya Sheikh Zayed, yang dikenal sebagai salah satu ikon arsitektur Islam modern di Surakarta, menawarkan perpaduan antara seni Islam tradisional dan inovasi kontemporer. Peserta diajak mengagumi keindahan detail arsitektur masjid yang memadukan elemen lokal dan internasional, yang merefleksikan keagungan Islam dalam bentuk fisik maupun spiritual.

Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh Mohamad Zaenal Anwar, pembahasan difokuskan pada peran masjid dalam mendukung moderasi beragama di tengah masyarakat. Masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi, inklusi, dan moderasi agama. Zayed Mohamad menjelaskan bagaimana Masjid Sheikh Zayed tidak hanya berfungsi sebagai pusat keagamaan, tetapi juga pusat pendidikan dan kebudayaan yang mendorong dialog antaragama dan penguatan sosial.

Masjid Raya Sheikh Zayed dipandang sebagai simbol kerukunan dan moderasi di Surakarta, dengan perannya dalam menciptakan ruang bagi diskusi intelektual dan pengembangan spiritual yang terbuka bagi berbagai kalangan. Peserta tur juga diajak untuk memahami lebih jauh tentang bagaimana masjid dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai lapisan masyarakat, baik dalam konteks keagamaan maupun sosial.

Acara Religiosity Tour ini menekankan pentingnya masjid dalam kehidupan sehari-hari umat Islam, bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat peradaban yang terus hidup dan berkembang. Melalui pengalaman ini, diharapkan peserta dapat lebih menghargai peran masjid dalam membina moderasi dan keharmonisan sosial di tengah keragaman.

IIESC 2024: Meresapi Warisan Sejarah di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Surakarta, 2 Oktober 2024 — Sebagai bagian dari International Islamic Economic Summer Class 2024 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, para peserta diajak untuk mengikuti Heritage and Cultural Tour ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kegiatan ini dipandu oleh KRA. Sri Kuncoro, seorang ahli budaya dari Keraton Kasunanan Surakarta.

Kegiatan yang diadakan di tengah megahnya Keraton Surakarta ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang warisan budaya, sejarah politik, dan pengaruh Islam dalam pembentukan kebudayaan Jawa. Keraton Kasunanan Surakarta adalah salah satu pusat kebudayaan yang kaya akan nilai sejarah, di mana arsitektur, desain, serta tradisi kerajaan yang terus dilestarikan menjadi bukti hidup dari masa lalu yang penuh makna.

Dalam tur ini, KRA. Sri Kuncoro mengupas berbagai aspek warisan budaya yang ada di Keraton, mulai dari kekuatan politik kerajaan di masa lalu, pengaruh besar Islam dalam membentuk tradisi dan tata krama kerajaan, hingga dampak sosial-ekonomi dari keberadaan keraton dalam kehidupan masyarakat sekitar. Pengaruh kolonial juga menjadi bagian dari diskusi yang menarik, mengingat pentingnya peran keraton dalam menghadapi masa penjajahan dan mempertahankan nilai-nilai lokal.

Arsitektur Keraton Surakarta yang megah dan unik turut menjadi fokus utama dalam tur ini, di mana setiap elemen desain bangunan memiliki filosofi dan makna tersendiri yang mencerminkan harmoni antara tradisi Jawa dan Islam. Peserta tidak hanya diajak melihat secara fisik, tetapi juga mendalami nilai spiritual dan budaya yang terkandung dalam setiap sudut keraton.

Selain itu, diskusi tentang bagaimana tradisi kerajaan seperti upacara adat dan kebijakan kerajaan masih berdampak hingga kini, memberikan wawasan baru kepada peserta mengenai peran penting Keraton Kasunanan Surakarta sebagai penjaga warisan budaya dan agama. Pengalaman ini diharapkan mampu menumbuhkan apresiasi lebih mendalam terhadap sejarah Jawa di kalangan peserta, baik dari dalam maupun luar negeri.

Heritage and Cultural Tour ini menjadi salah satu rangkaian acara penting dalam International Islamic Economic Summer Class 2024, di mana pengayaan budaya Jawa diperkenalkan kepada para peserta untuk membangun pemahaman lintas budaya serta memperkuat jembatan antara ekonomi Islam dan sejarah sosial di tanah Jawa.