FKIJK Expo Hadirkan Berbagai Lembaga Jasa Keuangan di Solo Raya

Surakarta, 9 Oktober 2024International Financial Literacy Fest 2024 kembali digelar dengan salah satu acara puncaknya, FKIJK Expo. Bertempat di UIN Raden Mas Said Surakarta, Expo ini menghadirkan berbagai lembaga jasa keuangan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Jasa Keuangan (FKIJK) Solo Raya. Acara ini berada di bawah naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diikuti oleh bank, pegadaian, hingga lembaga asuransi yang berpartisipasi aktif.

FKIJK Expo bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, memberikan akses informasi mengenai berbagai produk dan layanan keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan di wilayah Solo Raya. Peserta yang hadir berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan dari berbagai lembaga keuangan, seperti bank, perusahaan asuransi, dan pegadaian, serta mendapatkan edukasi tentang layanan keuangan yang aman dan transparan.

Ketua FKIJK Solo Raya, M. Wira Adibrata, menegaskan pentingnya literasi keuangan di era digital ini. “Acara seperti ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat tentang cara bijak dalam mengelola keuangan, termasuk pemahaman yang lebih dalam mengenai layanan jasa keuangan,” ujar Wira. Expo ini juga menyoroti peran penting OJK dalam mengawasi dan menjamin keamanan sektor jasa keuangan di Indonesia.

Melalui FKIJK Expo, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi tentang produk keuangan, tetapi juga diajak untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan keuangan, serta memahami cara memanfaatkan berbagai produk keuangan guna mencapai kebebasan finansial di era digital. Expo ini merupakan salah satu rangkaian acara dari International Financial Literacy Fest 2024, yang dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dari berbagai kalangan.

IIESC 2024: Membangun Keterampilan Konten Media yang Kreatif Lewat Videografi

Surakarta, 8 Oktober 2024 – Sebagai bagian dari rangkaian International Islamic Economics Summer Class (IIESC) 2024, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan workshop bertajuk “How to Create Media Content for Photography and Videography” di Aula FEBI. Workshop ini menghadirkan M. Hanif Aditya, seorang fotografer profesional, yang membagikan ilmu tentang teknik pembuatan konten kreatif dalam bidang fotografi dan videografi.

Dalam workshop ini, peserta mendapatkan wawasan mengenai dasar-dasar fotografi dan videografi, termasuk penggunaan peralatan yang tepat serta teknik komposisi dan framing yang efektif. Hanif juga menjelaskan pentingnya pencahayaan dalam menciptakan visual storytelling yang kuat, serta bagaimana proses penyuntingan dapat meningkatkan kualitas hasil konten.

“Untuk menghasilkan konten yang menarik, diperlukan kombinasi antara teknik fotografi dan videografi yang solid serta kreativitas dalam menyampaikan pesan melalui gambar,” ujar Hanif. Ia menekankan bahwa kemampuan menguasai teknik pencahayaan dan framing dapat membawa perbedaan signifikan dalam kualitas konten.

Dengan diikuti oleh para peserta dari berbagai latar belakang, workshop ini berhasil membekali mereka dengan keterampilan penting dalam memproduksi konten visual yang relevan dan menarik. Kemampuan ini sangat diperlukan di era digital saat ini, di mana visual storytelling menjadi bagian integral dari strategi pemasaran dan komunikasi.

Selain berbagi teori, Hanif juga mengadakan sesi praktik di mana para peserta dapat menerapkan teknik yang telah dipelajari, seperti pengambilan gambar dengan pencahayaan alami dan penggunaan alat editing untuk menghasilkan konten visual yang lebih dinamis.

Workshop ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan yang dapat mendukung perjalanan karir mereka di industri kreatif, khususnya dalam fotografi dan videografi.

Raih Kebebasan Finansial di Era Digital: International Financial Literacy Fest 2024 Hadirkan Pakar Keuangan

Surakarta, 9 Oktober 2024 – Dalam rangkaian International Financial Literacy Fest 2024, sebuah talkshow bertema “Unlocking Financial Freedom in the Digital Age” digelar dengan menghadirkan dua narasumber terkemuka, yaitu Heru Santosa, Analis Senior Bursa Efek Indonesia (BEI), dan M. Wira Adibrata, Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Solo Raya. Acara yang dihadiri lebih dari 400 peserta ini dimoderatori oleh Muhammad Fadhil Fathurrahman.

Talkshow ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang lanskap bisnis keuangan di Indonesia, sekaligus memberikan wawasan dan sumber daya yang berharga bagi pengambilan keputusan keuangan yang lebih bijak di era digital.

Dalam pemaparannya, Heru Santosa menjelaskan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat di tengah pesatnya kemajuan teknologi. “Era digital membuka banyak peluang investasi, tetapi tanpa pemahaman yang baik tentang pasar modal, risiko kerugian juga semakin besar,” ujar Heru. Ia juga menyoroti peran BEI dalam menyediakan akses edukasi keuangan, khususnya dalam investasi saham.

Sementara itu, M. Wira Adibrata membahas tentang peran industri jasa keuangan dalam memfasilitasi kebebasan finansial masyarakat. Menurutnya, teknologi digital memudahkan akses masyarakat terhadap berbagai instrumen keuangan, namun juga menuntut kemampuan untuk memilah mana yang tepat dan aman. “Keterampilan dalam mengelola keuangan menjadi hal krusial dalam menghadapi tantangan di era serba cepat ini,” jelasnya.

Acara ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendalami strategi investasi yang relevan dengan kondisi keuangan saat ini, serta memperluas wawasan mereka mengenai pengelolaan finansial yang efektif.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi, talkshow ini berhasil membuka ruang diskusi yang produktif dan mendalam, menciptakan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan di era digital. Peserta pun diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mencapai kebebasan finansial dan membuat keputusan keuangan yang lebih tepat di masa mendatang.

FEBI UIN Surakarta dan FEBI Tulungagung Jalin Kerjasama untuk Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

Surakarta, 9 Oktober 2024 – Dalam rangka memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta dan FEBI Sayyid Ali Rahmatullah Tulung Agung menandatangani perjanjian kerjasama strategis. Acara yang berlangsung di Bangsal Kepatihan FEBI UIN Surakarta ini dihadiri oleh Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan FEBI UIN Surakarta, dan Dr. Hj. Chusnul Chotimah, M.Ag., Dekan FEBI Tulungagung.

Kerjasama ini bertujuan untuk mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kedua fakultas sepakat untuk memperkuat kolaborasi di berbagai bidang, termasuk pertukaran akademik, penelitian bersama, serta kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada ekonomi Islam.

Usai penandatanganan, rombongan dari FEBI Tulungagung diajak untuk berkeliling melihat fasilitas kampus FEBI UIN Surakarta, mulai dari laboratorium, perpustakaan, hingga ruang-ruang perkuliahan. Mereka juga berkesempatan bertemu dengan empat mahasiswa FEBI Tulungagung yang tengah mengikuti International Islamic Economics Summer Class (IIESC) 2024, program unggulan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di kedua kampus, khususnya dalam pengembangan ekonomi Islam,” ujar Prof. Rahmawan. Dekan FEBI Tulungagung, Dr. Chusnul Chotimah, juga menyampaikan harapannya agar kerjasama ini dapat memperkaya wawasan mahasiswa dan meningkatkan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi Islam di Indonesia.

Penandatanganan ini menandai langkah baru dalam perjalanan kedua fakultas untuk terus berkembang dan berkontribusi secara signifikan terhadap dunia pendidikan dan ekonomi syariah.

WR 3 UIN Said resmi membuka International Financial Literacy Fest 2024: Unlocking Financial Freedom in the Digital Age

FEBI News| Surakarta— (9/10/2024) Wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan dan kerjasama Dr. KH. Abdullah Faishol, M.Hum resmi membuka International Financial Literacy Fest 2024 dengan tema “Unlocking Financial Freedom in the Digital Age”. Acara ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Hj. Chusnul Chotimah, M.Ag. Dekan FEBI Tulung Agung. Dihadiri juga oleh para Wakil Dekan, pimpinan jurusan, dan koordinator program studi di lingkungan FEBI.

Dalam sambutannya, Dr. KH. Abdullah Faishol menekankan pentingnya literasi keuangan di era digital yang terus berkembang pesat. “Di tengah kondisi dunia yang sedang berkembang pesat, Masyarakat kampus, khususnya generasi muda, harus melek finansial agar mampu meraih kebebasan finansial dan membuat keputusan keuangan yang bijak di tengah arus digitalisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan FEBI, Prof. M. Rahmawan Arifin, M.Si., dalam pidatonya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang cerdas secara finansial dan mampu bersaing dalam dunia ekonomi yang semakin digital. “Kolaborasi antara akademisi, pelaku industri, dan regulator sangat penting dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama dari berbagai bidang keuangan dan pasar modal. Eko Hariyanto, Kepala Kantor OJK Solo, yang akan memberikan pandangannya terkait pentingnya pengawasan dan regulasi dalam menjaga stabilitas sektor keuangan. Heri Santosa, Analis Senior Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo, yang akan mengupas lebih dalam tentang peran teknologi dalam transformasi pasar modal. dan Muhammad Wira Adibrata, Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Solo Raya, yang akan mengajak seluruh peserta untuk lebih aktif dalam mengembangkan pola pikir kewirausahaan berbasis keuangan digital.

International Financial Literacy Fest 2024 ini diikuti oleh ratusan peserta, termasuk mahasiswa, akademisi, serta praktisi keuangan, yang semuanya antusias untuk memperdalam wawasan mereka tentang pentingnya literasi keuangan di era digital. Dengan berlangsungnya acara ini, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan dalam mencapai kebebasan finansial yang lebih luas.

IIESC 2024: Belajar Mengintegrasikan Green House dalam Pengembangan Ekonomi dari Ponpes Al Hikmah

Sukoharjo, Senin, 7 Oktober 2024 – Pondok Pesantren Al Hikmah yang merupakan pesantren mahasiswa menjadi destinasi Pesantren Economics yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan International Islamic Economics Summer Class (IIESC) 2024. Acara ini dibuka dengan hangat oleh KH. Miftahul Huda, Ketua Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) Solo Raya, yang menyambut para peserta dengan pembahasan mendalam tentang inovasi dan pengembangan bisnis berkelanjutan di lingkungan pesantren.

Dalam forum tersebut, KH. Miftahul Huda menekankan pentingnya penerapan praktik berkelanjutan di pondok pesantren. Salah satu sorotan utama adalah pengembangan green house (rumah kaca) sebagai bentuk inovasi dalam pertanian yang ramah lingkungan dan mendukung ekonomi pesantren. Pesantren Al Hikmah berhasil mengintegrasikan metode bisnis modern dan tradisional dalam pengelolaan rumah kaca yang mempromosikan keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.

Kegiatan Pesantren Economics ini juga menampilkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) terhadap penggunaan green house di pondok pesantren. Melalui analisis ini, peserta memahami potensi kekuatan yang dimiliki, tantangan yang harus dihadapi, peluang yang bisa diambil, serta ancaman yang mungkin muncul dalam pengelolaan bisnis pertanian berbasis green house.

KH. Miftahul Huda juga menyampaikan bahwa pengembangan rumah kaca di pesantren tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga diharapkan mampu menjadi model bisnis yang menginspirasi pondok-pondok pesantren lainnya dalam menerapkan praktik berkelanjutan dan memberdayakan ekonomi lokal.

Selain sebagai bagian dari upaya peningkatan kemandirian ekonomi, inovasi ini diharapkan mampu membentuk generasi santri yang lebih peka terhadap pengelolaan lingkungan dan memiliki jiwa kewirausahaan. Dengan sistem green house yang modern dan efisien, pondok pesantren seperti Al Hikmah diharapkan dapat berkontribusi lebih luas dalam menjaga keseimbangan lingkungan sambil tetap memajukan ekonomi berbasis kemandirian.

Peserta IIESC 2024 yang hadir sangat antusias dengan diskusi ini dan diharapkan mampu mengimplementasikan praktik bisnis berkelanjutan di pesantren mereka masing-masing

Solo International Festival 2024: Membangun Masa Depan Kreatif Melalui Media Digital

Sukoharjo – Selasa, 8 Oktober 2024, Solo International Festival on Creative Media sukses digelar di Academic Plaza UIN Raden Mas Said Surakarta, dalam rangkaian acara International Islamic Economics Summer Class (IIESC) 2024. Acara ini menghadirkan workshop dan pameran bertema “Innovations and Opportunities for the Future in Creative Digital Media”, yang menggabungkan inovasi digital dan peluang di industri media kreatif.

Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi di era digital. Beliau menyampaikan, “Industri kreatif berbasis digital menawarkan berbagai peluang untuk generasi muda, dan kegiatan ini menjadi ajang belajar langsung dari para profesional.”

Hendri Teguh Sulistiyanto, pendiri dari rnh solo dan aufastore999, yang juga seorang mentor di Master Tiktok Indonesia, menjadi pembicara pertama. Hendri berbagi tentang strategi sukses di platform Tiktok dan Shopee Affiliate, memberikan tips praktis bagi peserta untuk memanfaatkan platform digital guna meningkatkan branding dan penjualan. “Tiktok bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ladang bisnis yang luar biasa jika dimanfaatkan dengan strategi yang tepat,” ujar Hendri.

Sesi kedua diisi oleh Galih Suryo, seorang fotografer profesional dan pemilik Serene.Atelier.id, yang membahas tentang peluang bisnis di dunia fotografi dan inovasi dalam media visual. Galih juga memaparkan tren fotografi modern dan bagaimana visual yang kuat mampu mendorong bisnis kreatif menjadi lebih sukses. Ia menambahkan, “Fotografi adalah bahasa visual yang mampu menyampaikan pesan kuat kepada audiens, terutama di era digital.”

Acara ini dipandu oleh moderator Fatimah Nafisah Azzahra, yang dengan apik membawa diskusi interaktif antara para pembicara dan peserta.

Selain diskusi, peserta juga diajak untuk berpartisipasi dalam pameran karya digital yang menampilkan inovasi di bidang media kreatif. Karya-karya tersebut mencakup hasil digitalisasi kreatif yang dikembangkan oleh peserta IIESC 2024 dan para profesional di bidang kreatif.

Sebagai salah satu acara dalam IIESC 2024, festival ini tidak hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk terlibat dalam pengorganisasian acara. Peserta IIESC berperan sebagai panitia pelaksana, memperdalam pengalaman mereka dalam manajemen event dan kolaborasi tim.

Acara ini menjadi wadah inspirasi bagi peserta dalam menggali lebih dalam dunia media digital dan memanfaatkannya sebagai peluang di masa depan.

Mahasiswa FEBI Dilantik sebagai Pengurus HIPMI Perguruan Tinggi, Siap Menjadi Pengusaha Muda di tingkat Global

FEBI News| Sukoharjo, 8 Oktober 2024 – Dalam langkah strategis untuk memperkuat peran mahasiswa dalam dunia kewirausahaan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sukoharjo resmi melantik kepengurusan baru HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT) UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara pelantikan berlangsung di hadapan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., dan dipimpin oleh Sri Isma Yuniawati, S.Pd., selaku Sekretaris Umum HIPMI Sukoharjo.

Dalam pernyataannya, Sri Isma Yuniawati menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membangkitkan semangat wirausaha di kalangan mahasiswa dan menjadikan HIPMI PT UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai wadah kreatif untuk mencetak generasi pengusaha muda yang inovatif.

“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga komitmen nyata untuk mengembangkan potensi mahasiswa dalam dunia bisnis, khususnya dalam menjawab tantangan ekonomi di era digital dan berkelanjutan,” ujar Sri Isma.

Susunan pengurus HIPMI PT UIN Raden Mas Said Surakarta yang dilantik adalah sebagai berikut:

Dewan Kehormatan:

  • Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta: Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag.
  • Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan: Dr. Abd. Faishol, M.Hum.
  • Dekan FEBI: Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si.
  • Wakil Dekan FEBI Bidang Kemahasiswaan: Dr. Ika Yoga, S.E., M.M.

Dewan Penasihat:

  • Agung Dirmansyah (Ketua HIPMI PT Sukoharjo)
  • Asep Maulana Rohimat, M.S.I.
  • Sri Isma Yuniawati, S.Pd
  • Farah Nilawarti, M.Pd.

Pengurus Inti:

  • Ketua: Muhammad Zulfikar Ardhan Haq Wijaya
  • Sekretaris: Reni Amara Sari
  • Bendahara: Muhammad Husnan

Bidang-Bidang:

  • Bidang I – Organisasi Keanggotaan Kelembagaan
    Ketua: Ridha Sakanti Zahra Athari
  • Bidang II – Keuangan Perbankan
    Ketua: Annasza Shifa
  • Bidang III – Green Ekonomi
    Ketua: Selfi Ami Chofifah
  • Bidang VIII – Ekonomi Kreatif
    Ketua: Muhammad Fahrizal Ardhan
  • Bidang IX – Bidang UMKM Kewirausahaan
    Ketua : Rio Nur Affandi
  • Bidang XI – Riset dan Inovasi
    Ketua: Aisy Rahmadani

Dukungan Dekan FEBI untuk bersaing di tingkat Global
Dekan FEBI, Prof. Dr. Rahmawan Arifin, menyatakan kebanggaannya atas pelantikan ini dan berharap mahasiswa yang terlibat dalam HIPMI PT dapat berperan aktif dalam meningkatkan daya saing dan inovasi di bidang ekonomi kreatif, perbankan, dan green economy. “Semoga organisasi ini dapat menjadi lokomotif penggerak semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa, serta melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global,” ujar Rahmawan.

Dengan pelantikan ini, HIPMI PT UIN Raden Mas Said Surakarta siap memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi dan turut serta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta inovasi di tingkat lokal hingga nasional.

Foto: Hanif

IIESC 2024: Workshop Barista Bersama Noga Coffee dan Kopi Kaliuda di Ndalem Keputren

Sukoharjo– Ahad, 6 Oktober 2024, International Islamic Economics Summer Class (IIESC) 2024 kembali menghadirkan sesi yang menarik bagi para peserta dengan menyelenggarakan Workshop Barista di Ndalem Keputren. Kegiatan ini dipandu oleh dua ahli kopi terkemuka, yaitu Gagah M. Choiri, S.E. dari Noga Coffee dan Ardin Isnaeni Barata, S.H. dari Kopi Kaliuda.

Dalam workshop ini, para peserta diajarkan tentang seni meracik kopi mulai dari teknik dasar hingga metode brewing yang lebih kompleks. Gagah M. Choiri memulai sesi dengan pengenalan tentang asal-usul biji kopi, kualitas, dan bagaimana cara memilih biji kopi terbaik untuk menghasilkan rasa yang maksimal. Ia juga membagikan pengalamannya dalam mengelola Noga Coffee dan pentingnya menjaga kualitas dalam setiap cangkir kopi yang disajikan.

Ardin Isnaeni Barata kemudian melanjutkan sesi dengan praktik langsung teknik pembuatan kopi dengan alat-alat modern seperti V60 dan AeroPress. Peserta diajak berinteraksi dan mencoba langsung membuat kopi dengan metode-metode tersebut. Ardin juga berbicara tentang specialty coffee dan bagaimana Kopi Kaliuda menghadirkan inovasi dalam industri kopi lokal.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan ilmu tentang kopi, tetapi juga membuka wawasan bagi para peserta tentang potensi bisnis kopi di tengah tren minuman kopi yang semakin digemari, terutama di kalangan anak muda. “Industri kopi adalah sektor kreatif yang terus berkembang, dan memahami proses dari hulu hingga hilir sangat penting bagi siapa saja yang ingin terjun ke dunia bisnis kopi,” ungkap Gagah dalam salah satu sesinya.

Peserta sangat antusias mengikuti workshop ini, terutama karena mereka tidak hanya mendapatkan ilmu teori tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan. Di akhir sesi, para peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil racikan kopi mereka di hadapan pembicara dan peserta lainnya.

Workshop ini menjadi salah satu sesi favorit dalam rangkaian IIESC 2024, yang selalu berupaya memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam berbagai bidang ekonomi kreatif, termasuk dunia kopi yang sedang naik daun.

Dengan diadakannya Workshop Barista, IIESC 2024 tidak hanya berfokus pada teori ekonomi Islam, tetapi juga memperkenalkan industri kreatif sebagai salah satu aspek penting dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan.