international-community-services-febi-uin-surakarta

International Community Services: Mahasiswa dari 10 Negara Tanam Harapan di Lahan Bekas Tambang Ponorogo

Ponorogo, 26 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan berkelanjutan melalui PKM International Community Services. Kegiatan ini menjadi bagian dari The International Youth Eco-Culture Camp 2025, yang mempertemukan mahasiswa dari sepuluh negara dalam aksi nyata peduli lingkungan.

Kegiatan berlangsung di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, pada Ahad (26/10). Sebanyak 39 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk UNIDA Gontor dan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, terlibat aktif dalam penanaman pohon di area bekas tambang yang rusak akibat eksploitasi lahan.

Kolaborasi Internasional dalam International Community Services

Kegiatan International Community Services ini diinisiasi oleh Bumi Langit Mulia Foundation dengan dukungan Circular Economics dan Komunitas Hijau Lestari. Program ini dipimpin oleh Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, bersama Endang Widayati selaku perwakilan komunitas hijau.

Prof. Rahmawan menegaskan pentingnya sinergi lintas negara untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kami ingin menanamkan nilai kepedulian ekologis pada mahasiswa. Alam yang rusak harus dipulihkan bersama, bukan hanya dibicarakan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta juga belajar tentang konsep ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi laboratorium hidup untuk menerapkan nilai-nilai ekonomi hijau yang diajarkan di FEBI.

Peserta international Community Services dari FEBI UIN Surakarta berpose bersama sebelum menanam pohon di lahan bekas tambang

Membangun Kesadaran Ekologis dan Solidaritas Global

Kegiatan The International Youth Eco-Culture Camp 2025 menggabungkan pendidikan, budaya, dan aksi sosial. Melalui lokakarya, diskusi lintas budaya, dan penanaman pohon, peserta diajak memahami pentingnya kolaborasi global dalam menjaga bumi.

Endang Widayati menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi bagi masyarakat.

“Penanaman ini bukan hanya simbol, tapi awal dari kesadaran baru untuk memulihkan alam secara berkelanjutan,” katanya.

Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan menjadi model PKM International Community Services yang berorientasi pada aksi, kolaborasi, dan keberlanjutan lingkungan. FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus berkomitmen menjadi pelopor pendidikan yang menanamkan nilai ekologis dan spiritualitas dalam pembangunan berkelanjutan.

Sukoharjo, 25 September 2025Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi menggelar Kegiatan Pendirian Pusat Studi Center for Innovation and Digital Entrepreneurship. Inisiatif ini menandai langkah strategis fakultas dalam memperkuat riset, inovasi, dan kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam.

Kegiatan berlangsung di Aula Gedung F lantai 1 dan menghadirkan Prof. Anas Hidayat, MBA., Ph.D., Direktur Pusat Pengembangan Manajemen Universitas Islam Indonesia (UII). Dalam sesi paparan, Prof. Anas menekankan pentingnya pendirian Pusat Studi Kewirausahaan yang terarah dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta dunia industri.

“Pusat studi tidak hanya berfungsi akademik, tetapi juga harus menghadirkan solusi konkret bagi publik,” ungkap Prof. Anas.

Pusat Studi Kewirausahaan Sebagai Arah Baru Kampus Inovatif

Lebih lanjut, Prof. Anas menjelaskan bahwa Pusat Studi ini berperan vital dalam menciptakan ekosistem inovatif di lingkungan kampus. Kolaborasi lintas bidang menjadi elemen penting untuk mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika pasar.

Ia juga menegaskan, kampus perlu memiliki sistem manajemen pengetahuan yang efektif agar mampu merespons perubahan sosial dan ekonomi secara cepat. Dengan begitu, pendidikan tinggi dapat memainkan peran strategis dalam mencetak pengusaha muda yang unggul dan beretika.

Sinergi Akademik dan Dunia Industri

Kegiatan ini menyoroti pentingnya membangun sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha. FEBI berkomitmen memperkuat jejaring kemitraan dengan pelaku industri untuk mendorong riset yang aplikatif dan relevan. Selain itu, strategi pendanaan dan penguatan tim riset turut menjadi pembahasan utama dalam forum ini.

“Kemitraan lintas sektor menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pusat studi. Kampus harus terbuka terhadap kolaborasi,” ujar Prof. Anas.

Langkah Strategis Menuju Kampus Entrepreneurial

Melalui forum diskusi, disepakati bahwa Pusat Studi Kewirausahaan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta akan menjadi motor penggerak inovasi bisnis digital Islami. Kegiatan Pendirian Pusat Studi Center for Innovation and Digital Entrepreneurship ini mencerminkan komitmen FEBI dalam mewujudkan ekosistem kewirausahaan yang kreatif, berdaya saing, dan bernilai etika Islam.

moderasi-beragama-febi-uin-surakarta-ekonomi-moderat

Ekonomi Moderat Jadi Pondasi Peradaban Inklusif: UIN Surakarta Dorong Sinergi Moderasi dan Halal Lifestyle

Surakarta, 23 Oktober 2025 — Rumah Moderasi Beragama Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Penguatan Moderasi Beragama di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Acara bertema “Sinergi Moderasi Beragama dan Halal Lifestyle: Mewujudkan Kehidupan Religius yang Inklusif dan Berkelanjutan.”

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari seratus peserta. Mereka terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Acara berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan, diskusi, dan simulasi nilai moderasi.

Sebagai narasumber utama, Maria Fauzi, Direktur Shafiec (Centre for Sharia Finance and Digital Economy) UNU Yogyakarta dan pendiri neswa.id, menegaskan pentingnya membangun Ekonomi Moderat. Menurutnya, ekonomi yang sehat harus menyeimbangkan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan.

“Kita butuh ekonomi yang moderat, yaitu ekonomi yang adil, produktif, dan tidak eksploitatif,” ujar Maria. “Ekonomi tidak boleh didorong oleh kerakusan, tetapi oleh nilai kemanusiaan.”

Ia menambahkan bahwa peradaban Islam masa depan akan berkembang bukan karena kekuatan militer, melainkan melalui ilmu dan moralitas.

Sementara itu, Bakhrul Amal, Ketua Rumah Moderasi Beragama, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana menanamkan nilai toleransi di lingkungan kampus.

“Moderasi beragama bukan sekadar konsep. Ia harus menjadi sikap hidup dalam pendidikan dan pengabdian,” ungkapnya.

Sebagai tambahan, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan FEBI, menyampaikan bahwa halal lifestyle dan Ekonomi Moderat saling melengkapi.

“Sinergi keduanya membangun peradaban religius dan inklusif. Ini adalah wajah Islam yang menyejukkan,” tuturnya.

Kemudian, Dr. Zainul Abas, M.Ag., Wakil Rektor I UIN Raden Mas Said, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjaga nilai moderasi.

“Moderasi harus menjadi ruh dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Dengan itu, kita merawat keutuhan bangsa,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan komitmen untuk memperkuat sinergi antara nilai keislaman dan pengembangan Ekonomi Moderat. Dengan begitu, kampus ini bertekad mencetak generasi muda yang beretika, adil, dan berdaya saing global.

rekor-muri-dunia-febi-uin-surakarta

UIN Surakarta Raih Rekor DUNIA MURI Lewat Transaksi Bersama ETF Syariah Terbanyak

Sukoharjo, 22 Oktober 2025 — Dalam momentum Hari Santri Nasional, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menorehkan sejarah baru melalui pencapaian Rekor DUNIA MURI. Rekor ini diraih atas kegiatan “Transaksi Bersama Pembelian ETF Syariah Terbanyak oleh Sivitas Akademika dan Santri” yang diikuti oleh 1.680 peserta.

Kegiatan bersejarah ini diinisiasi oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Program ini juga mendapat dukungan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Indo Premier Sekuritas. Acara berlangsung di Gedung SBSN lantai 2 dan dihadiri oleh berbagai tokoh akademik serta mitra industri.

Sebagai lembaga pencatat, MURI melalui Ari Andriani, Kepala MURI Semarang, melakukan verifikasi langsung. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut awalnya diajukan dengan target 1.500 peserta, namun hasil akhir melampaui ekspektasi.

“Rekor ini luar biasa karena bukan hanya nasional, tetapi juga Rekor DUNIA MURI. Capaian ini mencerminkan semangat glokalisasi UIN Raden Mas Said, yang menggabungkan nilai global dengan kearifan lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan FEBI, menjelaskan filosofi angka 1.680 yang digunakan dalam rekor tersebut.

“Tahun 1680 merupakan tahun berdirinya Keraton Kartasura oleh Amangkurat II. Angka ini melambangkan kebangkitan Mataram Islam serta semangat membangun ekonomi umat di era digital,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa angka 80 juga bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional ke-80 dan semangat kemerdekaan Indonesia.

Piagam Rekor DUNIA MURI diserahkan langsung oleh pihak MURI kepada:

  1. UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai penyelenggara,
  2. FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai pemrakarsa,
  3. Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai pendukung, dan
  4. Indo Premier Sekuritas sebagai pendukung.

Kegiatan ini menegaskan sinergi antara dunia akademik dan sektor keuangan syariah. Melalui kolaborasi strategis ini, UIN Raden Mas Said terus memperkuat perannya dalam membangun budaya investasi Islami di kalangan mahasiswa dan santri.

Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag., Rektor UIN Raden Mas Said, menegaskan pentingnya literasi finansial sejak dini.

“Kami ingin para santri dan mahasiswa tidak hanya memahami nilai-nilai Islam, tetapi juga siap menjadi pelaku ekonomi syariah yang kompetitif dan berintegritas,” ujarnya.

Melalui pencapaian Rekor DUNIA MURI ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mempertegas komitmennya dalam mendukung visi universitas menuju kampus unggul, berdaya saing global, dan berakar kuat pada nilai-nilai lokal.

Accounting Institute FEBI UIN Surakarta Siap Bangun Sinergi Akademik dan Industri untuk UMKM

Surakarta, 22 September 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat kiprahnya di bidang riset dan inovasi. Melalui pendirian Accounting Institute for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), FEBI berkomitmen menciptakan wadah kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah.

Kegiatan hari ketiga pendirian Accounting Institute digelar di Aula Lantai 1 Gedung F FEBI. Kegiatan ini menghadirkan Sidiq Permono Nugroho, S.E., M.M., yang memaparkan strategi pengelolaan pusat studi di berbagai universitas. Peserta memperoleh banyak inspirasi dari praktik baik yang telah diterapkan di institusi lain.

Membangun Pusat Studi yang Kuat dan Relevan

Dalam sesi pertama, Sidiq menekankan pentingnya visi yang jelas serta orientasi riset yang aplikatif. “Pusat studi yang berkelanjutan harus memiliki arah yang kuat dan melibatkan mitra eksternal,” ujarnya.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi diskusi yang membahas pendanaan dan kolaborasi akademik. Beragam ide muncul, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung transparansi dan efektivitas riset.

Kemudian, sesi panel discussion menyoroti bagaimana Accounting Institute dapat menjembatani kampus dan dunia industri. Melalui forum ini, peserta menyepakati pentingnya sinergi riset dan jejaring kemitraan lintas sektor.

Langkah Strategis Menuju Kolaborasi Nyata

Sebagai tindak lanjut, peserta merumuskan beberapa langkah strategis. Di antaranya, penyusunan proposal hibah riset, kemitraan dengan dunia usaha, dan program kolaborasi internasional.

“Harapannya, Accounting Institute menjadi ruang kolaboratif untuk riset terapan di bidang akuntansi dan keuangan syariah,” ungkap salah satu anggota tim perintis.

Kegiatan berakhir dengan semangat optimisme untuk melanjutkan tahap berikutnya. FEBI UIN Raden Mas Said bertekad menjadikan Accounting Institute sebagai pusat unggulan yang berkontribusi pada penguatan ekonomi umat dan pembangunan berkelanjutan.

literasi-keuangan-santri-febi-uin-surakarta

FEBI UIN Surakarta Tingkatkan Literasi Keuangan Santri Bersama BEI dan IPOT

Surakarta, 15 Oktober 2025 — Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional 2025, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Literasi Keuangan Santri yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Indo Premier Sekuritas (IPOT). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung A FEBI dan diikuti ratusan santri dari berbagai pondok pesantren mahasiswa di Surakarta, termasuk Ponpes Al Hikmah dan Ponpes Al Muayyad Windan.

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah yang digagas oleh FEBI UIN Raden Mas Said. Melalui kegiatan ini, para santri diajak memahami lebih dalam mengenai pentingnya investasi syariah, pengelolaan keuangan yang bijak, serta peran pasar modal dalam perekonomian umat.

Sebagai bentuk kolaborasi lintas lembaga, FEBI menghadirkan dua narasumber utama dari industri pasar modal. Wisnu R. Putro, Branch Manager Indo Premier Sekuritas, dan M. Wira Adibrata, Kepala BEI Kantor Perwakilan Jawa Tengah dan Madiun Raya, turut hadir memberikan pemaparan inspiratif. Kegiatan ini dimoderatori oleh M. Hanif Aditya, dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Dalam pemaparannya, Wisnu R. Putro menekankan bahwa santri memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem ekonomi syariah.

“Santri bukan hanya penerus ulama, tetapi juga calon ekonom yang bisa menjaga keberlanjutan keuangan umat. Literasi keuangan santri menjadi fondasi penting menuju kemandirian finansial berbasis syariah,” ujarnya.

Sementara itu, M. Wira Adibrata menambahkan bahwa Bursa Efek Indonesia berkomitmen memperluas inklusi keuangan hingga ke pesantren.

“Kami ingin santri memahami bahwa berinvestasi di pasar modal syariah bukan hal yang rumit. Dengan edukasi yang tepat, mereka bisa menjadi pelaku ekonomi syariah yang berdaya,” jelasnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari para peserta. Banyak santri yang aktif bertanya tentang investasi reksa dana syariah dan saham berbasis etika Islam. Transisi dari teori ke praktik investasi menjadi titik penting dalam memperkuat kesadaran ekonomi syariah di kalangan santri.

Melalui kegiatan literasi keuangan santri ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi santri yang cerdas finansial, berdaya saing, dan berprinsip pada nilai-nilai Islam.

pencatatan-rekor-muri-febi-uin-surakarta

UIN Raden Mas Said Surakarta Raih Rekor MURI Melalui Transaksi Bersama Pembelian ETF Syariah

Surakarta, 21 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mencatat sejarah baru. Melalui kegiatan bertajuk “Transaksi Bersama Pembelian ETF Syariah oleh Sivitas Akademika dan Santri”, kampus ini berhasil meraih Rekor MURI atas partisipasi 1.680 peserta dalam transaksi keuangan syariah secara serentak.

Kegiatan monumental ini merupakan hasil kolaborasi antara FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Indo Premier Sekuritas. Lebih dari 2.500 peserta, yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan santri, turut serta dalam acara yang berlangsung di Mini Theater Gedung SBSN lantai 2.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta terlebih dahulu mengikuti Sekolah Pasar Modal Syariah sebelum melakukan transaksi pembelian ETF Syariah. Transisi dari edukasi menuju praktik ini menandai upaya konkret FEBI dalam mengintegrasikan teori dengan pengalaman langsung di pasar modal syariah.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Zainul Abas, M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting dalam membangun budaya literasi keuangan syariah.

“Rekor MURI ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus memperluas inklusi keuangan syariah di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menekankan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara kampus dan industri.

“Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi dapat bersinergi dengan dunia keuangan untuk membentuk generasi melek investasi syariah,” ungkapnya.

Transisi menuju era literasi digital dan ekonomi syariah kini menjadi fokus utama FEBI. Dengan adanya dukungan industri, kegiatan seperti ini diyakini dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam pasar modal syariah.

Deputi Kantor OJK Solo, Heri Santoso, yang turut hadir, memberikan apresiasi atas langkah inovatif ini.

“Langkah UIN Raden Mas Said Surakarta sangat strategis. Melalui Rekor MURI ini, kampus berperan aktif dalam meningkatkan inklusi keuangan nasional,” tuturnya.

Acara turut dihadiri oleh perwakilan BEI, Indo Premier Sekuritas, serta jajaran dekan dari berbagai fakultas. Verifikasi resmi dilakukan langsung oleh perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang mengesahkan pencapaian tersebut.

Melalui pencatatan Rekor MURI ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai pelopor penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

kolaboratif-industrial-ponpes-almuayyad-windan

Santri Melek Investasi, FEBI UIN Raden Mas Said Ajak Pesantren Pahami Pasar Modal Syariah

Sukoharjo, 17 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperluas peran akademiknya melalui program Santri Melek Investasi. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Al Muayyad Windan bekerja sama dengan Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) Solo Raya.

Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan investasi syariah di kalangan santri. Acara berlangsung hangat dengan dihadiri oleh pengasuh pesantren, pimpinan Hebitren, dosen FEBI, serta para santri yang antusias mengikuti setiap sesi.

Santri Melek Investasi Jadi Langkah Nyata Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Kegiatan Santri Melek Investasi dipimpin oleh Asep Maulana Rohimat, M.Si., dosen FEBI UIN Raden Mas Said, dan menghadirkan M. Yusuf Perkasa Wibawa, M.E., Direktur Galeri Investasi Syariah FEBI, sebagai narasumber utama. Dalam materinya, Yusuf membahas tema “Pasar Modal Syariah dan Pengaplikasiannya dalam Kehidupan Santri Modern.”

Menurutnya, investasi syariah bukan sekadar tren, tetapi sarana penting untuk menyiapkan masa depan ekonomi umat.

“Berinvestasi adalah ikhtiar masa depan. Santri harus cerdas membaca peluang ekonomi agar mampu mandiri secara finansial,” ujarnya.

Sementara itu, KH. Drs. Dian Nafi’, M.Pd., selaku Pengasuh Ponpes Al Muayyad Windan, menyampaikan pandangannya bahwa santri juga perlu memahami dunia finansial.

“Saya pun berinvestasi di reksadana syariah dan emas. Investasi bukan hanya untuk keuntungan pribadi, tetapi juga untuk kemaslahatan,” tuturnya.

Selain itu, KH. Miftahul Huda, Ketua Hebitren Solo Raya, turut memberikan motivasi dalam sesi bertajuk Ngaji Fiqih Ngaji Sugih. Ia menegaskan bahwa memahami fiqih muamalah adalah dasar penting agar investasi tetap berada dalam koridor syariah.

Acara berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta seputar praktik investasi halal dan pengelolaan keuangan pesantren. Melalui sesi diskusi tersebut, para santri mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana mengelola keuangan dengan prinsip syariah tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan pesantren.

Kegiatan Santri Melek Investasi menjadi bukti nyata komitmen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam menghubungkan dunia akademik dan pesantren. Dengan sinergi antara kampus dan Hebitren, diharapkan muncul generasi santri cakap finansial yang mampu berkontribusi dalam membangun ekonomi umat secara berkelanjutan.

Workshop-Kurikulum-OBE-bisdig-FEBI-UIN-Surakarta

Workshop Kurikulum OBE Prodi Bisnis Digital Hadirkan Pakar dari UNS

Surakarta, 13 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan mutu akademik. Melalui kegiatan Workshop Kurikulum OBE (Outcome-Based Education), Program Studi Bisnis Digital menghadirkan Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si., dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Pendapi Mangkunegaran FEBI dan dibuka langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya inovasi dalam kurikulum untuk menjawab kebutuhan dunia kerja digital.

“Workshop Kurikulum OBE menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap capaian pembelajaran selaras dengan kebutuhan industri digital,” ujar Prof. Rahmawan.

Implementasi Workshop Kurikulum OBE dalam Penguatan Kompetensi

Acara yang dimoderatori oleh Frank Aligarh, M.Sc. ini dihadiri oleh para dosen dan pengelola program studi di lingkungan FEBI. Dalam paparannya, Dr. Wahyu Widarjo menjelaskan secara komprehensif mengenai penyusunan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (CPL) dan pentingnya asesmen berkelanjutan.

Menurutnya, penerapan Workshop Kurikulum OBE tidak hanya berfokus pada desain akademik, tetapi juga pada penguatan soft skill mahasiswa. “Pendidikan tinggi harus bergerak dinamis. Kurikulum yang efektif adalah kurikulum yang hidup bersama perubahan zaman,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Wahyu menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan kurikulum digital. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dan membuka peluang riset bersama antarprodi sejenis di Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, FEBI UIN Raden Mas Said berencana menyesuaikan kurikulum Prodi Bisnis Digital dengan prinsip Outcome-Based Education yang berorientasi pada hasil pembelajaran dan kebutuhan industri. Langkah ini sejalan dengan upaya fakultas untuk memperkuat link and match antara akademik dan dunia usaha.

Dengan terselenggaranya Workshop Kurikulum OBE ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berharap mampu mencetak lulusan yang unggul, kreatif, serta adaptif terhadap perubahan teknologi dan pasar global.

audit-mutu-internal-febi-uin-surakarta

Audit Mutu FEBI UIN Raden Mas Said Wujudkan Peningkatan Kualitas Akademik Berkelanjutan

Surakarta, 13 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan mutu pendidikan. Melalui kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) di tingkat Unit Pengelola Program Studi (UPPS), FEBI menegaskan tekadnya untuk memperkuat tata kelola akademik yang transparan dan berkelanjutan.

Kegiatan audit ini dilaksanakan di Aula Pendapi Mangkunegaran dan dibuka langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa audit mutu bukan sekadar proses administratif, tetapi refleksi menyeluruh terhadap capaian akademik fakultas.

“Audit menjadi sarana introspeksi untuk memastikan arah pengembangan fakultas berjalan sesuai visi dan standar akademik,” ujar Prof. Rahmawan.

Audit Mutu sebagai Upaya Penguatan Sistem Akademik

Pelaksanaan audit dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Mas Said. Dua auditor terlibat dalam kegiatan ini, yakni Prof. Dr. Imam Makruf, M.Pd. dan Dr. H. Lukman Harahap, S.Ag., M.Pd.. Keduanya menilai kesesuaian pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan indikator mutu yang telah ditetapkan universitas.

Sementara itu, tim auditee diwakili oleh Wakil Dekan I dan II, bersama Tim Gugus Kendali Mutu (GKM) yang dipimpin Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak.. Proses audit berlangsung aktif dan dialogis. Setiap unit diminta memaparkan kinerja serta strategi peningkatan mutu yang telah diterapkan selama satu tahun terakhir.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya evaluatif di lingkungan FEBI. Melalui audit mutu, fakultas memperoleh masukan langsung dari auditor eksternal yang dapat dijadikan dasar penyusunan strategi perbaikan.

Selanjutnya, hasil evaluasi akan dijadikan acuan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang lebih terarah. Dengan begitu, proses peningkatan kualitas akademik dapat berjalan secara sistematis dan berkesinambungan.

Melalui pelaksanaan audit mutu ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen untuk terus memperkuat manajemen mutu internal. Fakultas berharap langkah ini dapat menjadi pondasi bagi terciptanya ekosistem akademik yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.