kunjungan-bumdes-febi-uin-surakarta-di-waringinputih

Kunjungan BUMDes Wringinputih: FEBI UIN Surakarta Bangun Sinergi Ekonomi Desa

Magelang, 6 Oktober 2025Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat kolaborasi dengan lembaga masyarakat desa. Melalui kegiatan Kunjungan BUMDes, tim dosen FEBI melakukan agenda lapangan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wringinputih, Borobudur, Magelang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan akademik dan praktik di lapangan. Selain itu, Kunjungan BUMDes juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Rombongan dosen terdiri dari Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak., Mohamad Irsyad, M.E., Yuni Astuti, M.B.A., dan Safaah Restuninghayati, M.A.Ek.

Kunjungan BUMDes Dorong Kemitraan dan Inovasi Desa

Tim dosen FEBI diterima langsung oleh Rizal Arif Windriatmoko, Direktur BUMDes Wringinputih, di kawasan Balkondes Borobudur. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif. Para dosen kemudian diajak meninjau unit usaha BUMDes seperti kuliner, kerajinan, dan wisata desa.

“Mahasiswa akan ditempatkan sesuai bidang dan kompetensinya. Sebelum itu, kami akan melakukan profiling agar kontribusinya tepat sasaran,” ujar Rizal.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan BUMDes dapat meningkatkan kapasitas masyarakat desa. Selain itu, kerja sama ini juga mampu memperkuat ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Selanjutnya, tim FEBI menilai kunjungan ini sangat relevan dengan penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat belajar langsung dari praktik nyata. Dengan demikian, teori yang diperoleh di kelas dapat diterapkan secara kontekstual di lapangan.

Langkah Strategis Penguatan Ekonomi Desa

Selain dialog dan observasi, kegiatan ini juga disertai penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dan BUMDes Wringinputih. MoA tersebut menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan program kolaboratif di masa depan.

Menurut perwakilan FEBI, kerja sama ini akan memperluas peluang kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat berbasis ekonomi Islam. Kemudian, melalui program tersebut, mahasiswa akan didorong untuk berinovasi dan berkontribusi langsung dalam pengembangan desa.

Dengan adanya Kunjungan BUMDes ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang aplikatif, berorientasi masyarakat, dan mendukung pembangunan ekonomi berkeadilan.

Workshop-Kurikulum-OBE-mazawa-FEBI-UIN-Surakarta

Workshop Kurikulum MAZAWA Hadirkan Pakar UGM dan Lembaga Zakat Nasional

Surakarta, 10 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Workshop Kurikulum MAZAWA (Manajemen Zakat dan Wakaf) berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Drs. B.M. Purwanto, M.B.A., Ph.D., pakar kurikulum dari Universitas Gadjah Mada sekaligus salah satu perancang sistem akreditasi LAMEMBA.

Workshop berlangsung di Aula Pendapi Mangkunegaran FEBI dan dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Acara ini dimoderatori oleh Dr. Arif Muannas, M.Sc., serta diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan mitra eksternal yang berperan aktif dalam pengembangan kurikulum Prodi MAZAWA.

Penguatan Kurikulum dan Sinergi Dunia Industri

Dalam paparannya, Prof. Purwanto menekankan pentingnya penyelarasan antara visi program studi dengan kebutuhan industri zakat dan wakaf modern. Ia menjelaskan bahwa kurikulum berbasis OBE harus mampu mengukur Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara terstruktur.

“Kurikulum bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta yang menuntun arah capaian pembelajaran dan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.

Selain membahas kerangka kerja penyusunan kurikulum, Workshop Kurikulum MAZAWA juga menghadirkan pihak eksternal untuk memberikan masukan dan kritik terhadap draft dokumen kurikulum. Mereka di antaranya Arif Luthfi Abdurrosyid (LAZNAS MKU), Reynal Falah, S.Psi. (LazisMu Kota Surakarta), Erlan Fathoni (Badan Wakaf Al-Qur’an), dan Putri Ayu, alumni MAZAWA yang kini berkarier di Dompet Dhuafa Solo.

Melalui diskusi interaktif, para peserta membahas bagaimana kurikulum harus menyiapkan mahasiswa agar memiliki kemampuan manajerial dan kepekaan sosial yang tinggi. Para mitra eksternal juga memberikan wawasan praktis terkait kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja filantropi Islam.

Dekan FEBI menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. “Sinergi antara akademisi, praktisi, dan alumni menjadi fondasi penting bagi pengembangan kurikulum yang adaptif dan kontekstual,” jelasnya.

Ke depan, hasil dari Workshop Kurikulum MAZAWA ini akan menjadi dasar pembaruan kurikulum berbasis industri dan riset, guna melahirkan lulusan yang unggul dan siap berkontribusi dalam pengelolaan zakat dan wakaf secara profesional.

kerja-sama-strategis-mazawa-febi-uin-surakarta-dan-laz-solo-peduli

Kerja sama Strategis Prodi MAZAWA dan Solo Peduli Ciptakan SDM Amil Zakat Profesional

Surakarta, 10 Oktober 2025 — Dalam semangat memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga filantropi Islam, Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Solo Peduli. Kolaborasi ini diumumkan dalam rangkaian acara Tasyakuran Milad Solo Peduli ke-26 bertema “Zakat untuk Kemandirian dan Keberlanjutan Negeri”.

Kerjasama strategis ini diwujudkan melalui program beasiswa pendidikan penuh bagi mahasiswa Prodi MAZAWA yang dibiayai langsung oleh Solo Peduli. Melalui program ini, mahasiswa penerima beasiswa akan menempuh pendidikan di UIN Raden Mas Said Surakarta, dan setelah lulus, mereka akan direkrut sebagai tenaga profesional di lembaga tersebut. Hingga kini, tiga mahasiswa telah menerima beasiswa ini dan sedang menempuh studi aktif di Prodi MAZAWA.

Kerja sama Strategis Wujudkan SDM Amil Profesional

Menurut Sidik Anshori, S.Sos.I., CEO Solo Peduli, kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk menghadirkan amil zakat yang berintegritas dan profesional.

“Kami ingin melahirkan generasi pengelola zakat yang bukan hanya memahami fikih, tapi juga memiliki kompetensi manajerial dan sosial,” jelasnya.

Di sisi lain, sinergi ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga zakat dalam mendukung pembangunan ekonomi umat. Melalui langkah ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu teoretis, tetapi juga pengalaman langsung dalam praktik pengelolaan zakat di lapangan.

Acara milad tersebut turut dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Drs. Erie Sudewo, Dewan Pembina Solo Peduli, yang menegaskan posisi lembaga ini sebagai pelopor zakat di Surakarta.

“Solo Peduli adalah fondasi pertama gerakan zakat dan sedekah di Surakarta, dan kami terus berinovasi untuk kemandirian masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, apresiasi juga datang dari Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Heri Mulyono, yang mewakili Wali Kota. Ia menekankan bahwa Solo Peduli telah berperan bukan hanya sebagai lembaga penyalur zakat, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi umat.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan simbolis 26 bantuan kemandirian masyarakat dan talkshow bertema “Zakat dan Kemandirian Umat” yang dimoderatori oleh Dr. Indah Piliyanti, Wakil Dekan II FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Diskusi tersebut menghadirkan kisah inspiratif dari para mustahik yang telah berhasil bangkit secara ekonomi berkat pendampingan Solo Peduli.

Melalui kerjasama strategis ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berharap dapat memperluas peran akademik dalam membentuk SDM amil zakat yang unggul, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi Islam mampu menjadi mitra nyata dalam membangun kemandirian ekonomi umat.

audit-mutu-internal-perbankan-syariah

Audit Mutu Internal Perkuat Kualitas Akademik Prodi Perbankan Syariah FEBI UIN Surakarta

Surakarta, 9 Oktober 2025 — Dalam upaya menjaga standar mutu pendidikan tinggi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Audit Mutu Internal (AMI) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Pendapi Mangkunegaran dan berfokus pada Program Studi Perbankan Syariah.

Kegiatan Audit Mutu Internal ini dihadiri oleh dua auditor, yaitu Dr. H. Moh. Bisri, M.Pd. dan Wiwin Astuti, M.Pd., yang menilai kesesuaian pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan standar akademik universitas. Sementara itu, dari pihak auditee hadir Rahmawati Khoiriyah, M.E., Koordinator Program Studi Perbankan Syariah, serta Dr. Zakky Fahma Auliya, S.E., M.M., Ketua Jurusan Ekonomi dan Keuangan Syariah. Mereka didampingi oleh tim Gugus Kendali Mutu (GKM) FEBI UIN Surakarta.

Acara dibuka oleh Dr. Arif Muannas, M.Sc., mewakili Dekan FEBI. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa audit bukan sekadar agenda administratif, tetapi momentum penting untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi akademik.

“Audit mutu adalah cermin komitmen kita terhadap perbaikan berkelanjutan. Melalui proses ini, kita belajar dan berbenah bersama,” ungkapnya.

Audit Mutu Internal dan Budaya Reflektif di Lingkungan Akademik

Pelaksanaan audit berlangsung dalam suasana terbuka dan komunikatif. Para auditor memberikan sejumlah rekomendasi strategis terkait tata kelola program studi, peningkatan dokumentasi, serta optimalisasi sistem digital dalam proses akademik.

Sebagai bentuk transisi menuju tata kelola modern, auditor juga menyoroti pentingnya sinkronisasi data antara fakultas dan universitas.

“Kami melihat FEBI memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan sistem manajemen mutu. Ini modal besar untuk menuju fakultas unggul,” ujar Dr. Bisri.

Kegiatan Audit Mutu Internal ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya reflektif dan evaluatif di lingkungan FEBI. Dengan adanya audit rutin, setiap unit akademik diharapkan mampu melakukan perbaikan sistematis serta mempertahankan kualitas yang telah dicapai.

Komitmen FEBI dalam Penguatan Mutu Berkelanjutan

Dalam sesi penutupan, Rahmawati Khoiriyah, M.E. menegaskan bahwa seluruh temuan dan rekomendasi akan segera ditindaklanjuti. Ia juga menyampaikan apresiasi atas pendampingan dan evaluasi dari tim LPM.

“Kami menyambut baik hasil audit ini. Semua masukan akan kami jadikan dasar penguatan mutu dan peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Lembaga Penjaminan Mutu UIN Raden Mas Said Surakarta dan FEBI menunjukkan sinergi kuat dalam menjaga kualitas akademik. Implementasi Audit Mutu Internal diharapkan mampu memperkuat tata kelola fakultas sekaligus memastikan proses pendidikan berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan.

kunjungan-laboratorium-febi-uin-surakarta-di-universitas-negeri-makassar

Kunjungan Laboratorium FEBI UIN Surakarta ke UNM: Dorong Inovasi dan Kemandirian Mahasiswa

Makassar, 9 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Kunjungan Laboratorium ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM).,Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program benchmarking akademik untuk memperkuat pembelajaran berbasis proyek dan kewirausahaan digital.

Kunjungan Laboratorium Perkuat Kolaborasi dan Inovasi

Laboratorium Bisnis dan Kewirausahaan FEB UNM menjadi fokus utama dalam kunjungan laboratorium ini. Tempat tersebut dirancang sebagai pusat inkubasi bisnis mahasiswa, sekaligus ruang pengembangan ide dan kreativitas. Selain itu, laboratorium ini menampilkan beragam karya mahasiswa hasil praktik kewirausahaan dan kegiatan akademik.

Delegasi FEBI UIN Surakarta disambut langsung oleh Tenri S.P. Dipoatmodjo, S.E., M.M., Kepala Laboratorium Bisnis UNM. Ia menjelaskan bahwa laboratorium berfungsi sebagai wadah mahasiswa untuk mengasah inovasi dan membangun kemampuan bisnis berkelanjutan.
Para tamu juga berkesempatan berdialog dengan mahasiswa yang menampilkan produk unggulan mereka.

Dekan FEBI: Laboratorium Jadi Inspirasi Pengembangan Pendidikan

Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas pengelolaan laboratorium tersebut.

“Kunjungan ini memberi banyak inspirasi bagi kami. Laboratorium seperti ini membuktikan bahwa pembelajaran tidak harus berhenti di ruang kuliah,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara pendidikan dan praktik bisnis menjadi kunci untuk mencetak entrepreneur muda yang adaptif. Selain itu, kolaborasi lintas perguruan tinggi seperti ini memperkuat jaringan akademik dan membuka peluang riset bersama.

Sebagai tindak lanjut, FEBI UIN Surakarta akan mengadopsi praktik baik UNM dalam mengembangkan laboratorium bisnis yang lebih interaktif. Laboratorium tersebut diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa serta menciptakan ekosistem belajar yang relevan dengan dunia industri.

Melalui kunjungan laboratorium ini, FEBI UIN Surakarta berkomitmen menciptakan ruang pembelajaran yang kolaboratif dan inspiratif. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menjadi pelaku bisnis yang inovatif dan berdaya saing global.

benchmarking-academic-febi-uin-surakarta-dengan-universitas-negeri-makassar

Benchmarking Akademik FEBI UIN Surakarta dan UNM Kuatkan Kolaborasi Industri Digital

Makassar, 9 Oktober 2025 – Dalam upaya memperluas kerja sama strategis dengan dunia industri digital, Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Benchmarking Akademik ke Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Ketua Prodi Bisnis Digital, serta Ketua Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf. Rombongan disambut langsung oleh Dekan FEB UNM, Prof. Dr. Basri Bado, S.Pd., M.Si., beserta jajaran pimpinan fakultas.

Benchmarking Akademik Perkuat Kolaborasi dan Pembelajaran Digital

Kegiatan Benchmarking Akademik ini difokuskan pada penguatan proyek kolaboratif dengan industri digital.
Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan kerja sama eksternal.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana saling belajar tentang strategi kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia industri, termasuk startup dan pelaku ekonomi digital.

Dalam paparannya, Ketua Prodi Bisnis Digital FEBI, Puspa Novita Sari, S.Si., M.M., menegaskan bahwa benchmarking bukan sekadar ajang studi banding, tetapi momentum untuk membangun relevansi antara kampus dan industri.

“Pembelajaran harus berbasis kolaborasi agar mahasiswa mampu memahami teori sekaligus praktik dunia kerja digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, UNM telah menunjukkan contoh konkret dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang selaras dengan kebutuhan industri.
Oleh karena itu, hasil benchmarking ini akan menjadi inspirasi bagi FEBI UIN Surakarta dalam mengembangkan inovasi kurikulum dan kemitraan profesional.

Sinergi Akademik Menuju Jejaring Kolaboratif Nasional

Sementara itu, Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan apresiasi atas penyambutan hangat dari UNM.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antarprogram studi, tetapi juga mempererat sinergi antaranggota Asosiasi Program Studi Bisnis Digital Indonesia (APBISDI).

“Benchmarking akademik ini menjadi jembatan untuk membangun jejaring riset dan pembelajaran berbasis industri secara nasional,” ungkapnya.

Sebagai langkah lanjutan, kedua program studi berkomitmen menindaklanjuti hasil kegiatan melalui joint project mahasiswa dan dosen.
Selain itu, program pertukaran dosen akan dirancang untuk memperkuat pengalaman akademik sekaligus menumbuhkan budaya riset kolaboratif.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan komitmennya untuk menjadi fakultas yang inovatif, terbuka, dan relevan dengan tantangan dunia digital.
Sinergi antarperguruan tinggi diyakini akan melahirkan kolaborasi yang berdampak nyata bagi pendidikan ekonomi dan bisnis di Indonesia.

sharing-session-febi-uin-surakarta-dengan-universitas-negeri-makassar

Sharing Session FEBI UIN Surakarta dan UNM Bahas Inovasi Bisnis Digital Berbasis Industri

Makassar, 9 Oktober 2025 — Dalam upaya memperkuat kolaborasi akademik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan sharing session bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar.
Kegiatan ini menjadi ajang bertukar gagasan dan pengalaman dalam pengelolaan Program Studi Bisnis Digital yang adaptif terhadap perkembangan industri modern.

Sharing Session Tingkatkan Sinergi Akademik dan Kurikulum Digital

Acara sharing session berlangsung dinamis dan produktif. Kedua fakultas membahas strategi kurikulum berbasis industri, pelaksanaan program magang, serta inovasi pembelajaran digital.
Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi untuk menjawab tantangan era transformasi digital.

Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini memperkuat ekosistem pendidikan yang inovatif.

“Melalui kegiatan ini, kami saling belajar dan memperluas perspektif pengelolaan prodi di era digital,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak bersepakat memperkuat kerja sama akademik dan mengembangkan program riset bersama.
Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan agar lebih siap menghadapi dunia kerja digital yang kompetitif.

Sinergi dan Kolaborasi untuk Masa Depan Pendidikan Digital

Sementara itu, Prof. Dr. Basri Bado, S.Pd., M.Si., Dekan FEB Universitas Negeri Makassar, menuturkan pentingnya kegiatan seperti ini untuk membangun sinergi.

“Sharing session menjadi jembatan bagi dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan prodi yang relevan dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

Selanjutnya, Ketua Prodi Bisnis Digital FEB UNM, Syamsu Alam, S.Si., M.Si., menambahkan bahwa pihaknya menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).
Pendekatan ini, menurutnya, efektif membentuk kemampuan mahasiswa dalam berinovasi dan berpikir kritis di dunia digital.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, FEBI UIN Surakarta berharap kegiatan sharing session ini dapat melahirkan inovasi baru dalam pendidikan bisnis digital.
Kolaborasi yang berkelanjutan akan memperkuat mutu pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan generasi unggul untuk menghadapi era ekonomi berbasis teknologi.

sinergi-akademik-febi-uin-surakarta-dengan-universitas-negeri-makassar

Sinergi Akademik FEBI UIN Surakarta dan FEB UNM Wujudkan Ekosistem Pendidikan Inovatif

Makassar, 9 Oktober 2025 — Dalam semangat kolaborasi dan penguatan jejaring kelembagaan, FEBI UIN Raden Mas Said resmi menandatangani Memorandum of Arrangement dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar. Langkah strategis ini menjadi bagian penting dari komitmen kedua institusi untuk memperkuat sinergi akademik di bidang pendidikan tinggi berbasis ekonomi digital.

Langkah Nyata Perkuat Sinergi Akademik

Penandatanganan MoA dilakukan secara langsung oleh Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. dan Prof. Dr. Basri Bado, S.Pd., M.Si., Dekan FEB UNM. Kegiatan yang digelar di Kampus UNM tersebut menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengembangan Program Studi Bisnis Digital.

Melalui kerja sama ini, kedua fakultas berkomitmen untuk memperkuat kegiatan pendidikan, riset kolaboratif, serta pengabdian masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan model pembelajaran yang relevan dan adaptif terhadap perubahan teknologi.

Dalam sambutannya, Prof. Rahmawan menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya kolaborasi tersebut.

“Sinergi akademik seperti ini menjadi ruang saling belajar dan bertukar gagasan. Kami ingin menghadirkan ekosistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Basri Bado menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya sebatas formalitas administratif.

“Kami percaya, kolaborasi ini akan melahirkan inovasi nyata bagi pengembangan bisnis digital di perguruan tinggi,” tuturnya penuh optimisme.

Membangun Kolaborasi Menuju Masa Depan Pendidikan

Sebagai tindak lanjut, kedua fakultas sepakat mengembangkan agenda bersama, seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, riset terapan, serta kegiatan akademik lintas kampus. Langkah ini menunjukkan bagaimana sinergi akademik mampu menjadi fondasi penting bagi terciptanya pendidikan tinggi yang berdaya saing global.

Dengan semangat kolaborasi, FEBI UIN Raden Mas Said terus memperluas jejaring kemitraan lintas universitas, industri, dan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan visi fakultas untuk menjadi pusat pengembangan ilmu ekonomi Islam yang unggul, inklusif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

febi-uin-surakarta-inisiasi-konsorsium-prodi-mazawa

FEBI UIN Surakarta Dorong Inisiasi Konsorsium Prodi MAZAWA se-Indonesia

Parepare, 8 Oktober 2025 — Upaya penguatan jejaring akademik antar-PTKIN kembali digagas oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Melalui pertemuan strategis di IAIN Parepare, dilakukan inisiasi Konsorsium Prodi MAZAWA se-Indonesia sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi tridarma dan pengembangan keilmuan zakat serta wakaf.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, bersama Koordinator Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf, Betty Eliya Rokhmah, S.E., M.Sc. Mereka disambut hangat oleh pimpinan FEBI IAIN Parepare, termasuk jajaran dekanat dan ketua program studi.

Kolaborasi untuk Penguatan Akademik dan Praktik Lapangan

Konsorsium Prodi MAZAWA dibentuk untuk memperluas kolaborasi riset, pengabdian masyarakat, dan inovasi kurikulum di bidang zakat dan wakaf.
Melalui forum ini, kedua kampus berkomitmen menjalin kemitraan akademik yang berorientasi pada penguatan kapasitas dosen dan peningkatan mutu lulusan.

Menurut Betty Eliya Rokhmah, kolaborasi lintas kampus ini menjadi momentum penting bagi seluruh program studi serumpun.

“Konsorsium ini bukan hanya wadah diskusi, tetapi juga ruang untuk berbagi praktik terbaik dalam tata kelola zakat dan wakaf di era modern,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi ini diharapkan menghasilkan model pembelajaran yang lebih aplikatif agar lulusan MAZAWA siap bersaing di sektor ekonomi syariah nasional.

FEBI UIN Surakarta Siap Jadi Pusat Kolaborasi Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Prof. M. Rahmawan Arifin menegaskan bahwa pengembangan Konsorsium Prodi MAZAWA akan menjadi fondasi penting bagi riset dan publikasi bersama antarperguruan tinggi Islam.

“Melalui konsorsium ini, kita ingin membangun jaringan penelitian yang berkelanjutan dan berkontribusi langsung pada kemajuan ekonomi Islam,” ungkapnya.

Beliau juga menekankan pentingnya menjembatani teori dan praktik dalam pendidikan zakat dan wakaf.
Langkah ini, menurutnya, tidak hanya memperkaya keilmuan mahasiswa, tetapi juga memperluas dampak sosial ekonomi masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen itu, kedua lembaga sepakat untuk mengembangkan sistem pertukaran dosen, pelatihan akademik bersama, serta rencana riset kolaboratif di bidang wakaf produktif dan digitalisasi zakat.

Langkah Awal Menuju Kolaborasi Nasional

Inisiasi Konsorsium Prodi MAZAWA di Parepare ini menandai dimulainya era baru kerja sama antar-PTKIN di Indonesia.
Diharapkan, forum ini akan menjadi katalis penguatan akademik dan profesionalisme lulusan MAZAWA agar siap berperan dalam ekosistem ekonomi syariah global.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan perannya sebagai pionir dalam membangun masa depan pendidikan zakat dan wakaf yang berdaya saing dan berdampak nyata bagi umat.

dosen-tamu-febi-uin-surakarta-di-febi-uin-ponorogo

Dosen Tamu FEBI UIN Surakarta Kupas Etika dan Regulasi Perbankan Syariah di Era AI dan Blockchain

Surakarta, 8 Oktober 2025 – Komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta dalam memperkuat jejaring akademik kembali terwujud. Salah satu dosennya, Rais Sani Muharrami, S.E.I., M.E.I, diundang sebagai dosen tamu pada seminar nasional yang diselenggarakan oleh UIN Ponorogo.

Seminar yang berlangsung di Aula Lantai 3 FEBI UIN Ponorogo tersebut mengangkat tema “Ethical and Regulatory Frameworks: Securing Islamic Banking in the Age of AI and Blockchain.”
Kegiatan ini menghadirkan ratusan mahasiswa dari Program Studi Perbankan Syariah yang antusias mendiskusikan dinamika industri keuangan Islam di era digital.

Dosen Tamu FEBI Bahas Adaptasi Nilai Syariah di Era Teknologi

Sebagai dosen tamu, Rais Sani Muharrami menyoroti bagaimana kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan blockchain membawa tantangan baru bagi sistem perbankan syariah.

“Teknologi ini menawarkan transparansi dan efisiensi luar biasa,” ujarnya. “Namun, kita tetap harus waspada terhadap potensi pelanggaran etika dan prinsip syariah.”

Melalui paparannya, Rais menekankan pentingnya membangun kerangka regulasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa mengikis nilai-nilai Islam. Menurutnya, etika syariah harus menjadi pedoman utama dalam mengintegrasikan teknologi dengan sistem keuangan modern.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia di lembaga keuangan syariah.

“Kita perlu pendekatan holistik yang tidak hanya berfokus pada legalitas, tetapi juga moralitas dan nilai-nilai kemanusiaan,” tambahnya.

Kolaborasi Akademik dan Antusiasme Mahasiswa

Acara ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga ajang silaturahmi akademik antara FEBI UIN Surakarta dan FEBI UIN Ponorogo. Kolaborasi tersebut mempertegas semangat FEBI UIN Surakarta dalam mendukung pertukaran ilmu antarperguruan tinggi Islam di Indonesia.

Para mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif bertanya mengenai praktik implementasi teknologi digital dalam keuangan syariah dan cara menjaga nilai etik di tengah transformasi digital.

Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan dosen FEBI dalam forum nasional tersebut.

“Kehadiran dosen kami sebagai narasumber memperkuat kontribusi FEBI UIN Surakarta dalam pengembangan literasi digital keuangan syariah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Dosen Tamu ini, FEBI UIN Surakarta menegaskan perannya sebagai institusi yang aktif berbagi keilmuan, memperluas jejaring akademik, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi Islam di era digital.