Kunjungan GKM FEBI ke STAI Daarut Tauhiid Perkuat Arah Kolaborasi

Kunjungan GKM FEBI ke STAI Daarut Tauhiid Perkuat Arah Kolaborasi

Bandung, 27 November 2025 — Tim Gugus Kendali Mutu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kunjungan resmi ke STAI Daarut Tauhiid. Kegiatan ini dilakukan untuk menjajaki peluang kolaborasi akademik dan pengembangan mahasiswa. Melalui kunjungan ini, hubungan dua institusi diharapkan semakin kuat.

Tim GKM FEBI diterima langsung oleh pimpinan STAI Daarut Tauhiid. Pertemuan berlangsung hangat dan terbuka. Selain itu, diskusi dilakukan untuk memahami kebutuhan pengembangan institusi. Dengan demikian, peluang sinergi dapat dirancang secara realistis.

Dalam sambutannya, Senki Nurahmadi memaparkan perkembangan kampus. Ia menjelaskan, “STAI Daarut Tauhiid berkembang sejak 2017 dengan dua program studi aktif. Tahun depan kami menambah dua program baru sebagai penguatan layanan pendidikan.”

Peluang Program Mahasiswa antara FEBI dan STAI Daarut Tauhiid

Selama sesi diskusi, berbagai potensi kemitraan dibahas secara rinci. STAI Daarut Tauhiid membuka peluang penempatan mahasiswa magang di empat yayasan Daarut Tauhiid. Selain itu, mahasiswa dapat belajar langsung di unit pendidikan dan sosial yang menaungi banyak kegiatan. Dengan demikian, pengalaman mahasiswa akan lebih kaya.

Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lilalamin dijelaskan sebagai unit pendidikan terbesar. Unit ini membina jenjang TK hingga perguruan tinggi. Selain itu, unit ini memiliki banyak divisi yang relevan dengan mahasiswa FEBI. Peluang kolaborasi pun semakin luas.

Mewakili FEBI, Rais Sani Muharrami menyampaikan pemaparan program studi. Ia mengatakan, “FEBI memiliki enam prodi. Mahasiswa diwajibkan PPL mulai semester lima. Kami siap bekerja sama untuk penempatan di lingkungan Daarut Tauhiid.”

Penguatan Kolaborasi Riset dan Pemberdayaan Pesantren

Kunjungan ini juga memperkuat wacana kerja sama pemberdayaan ekonomi pesantren. Tim GKM menyampaikan pengalaman FEBI dalam program Hebitren. Dalam program tersebut, FEBI terlibat dalam pendampingan produksi susu kedelai, pengelolaan melon, hingga pembuatan pupuk cair. Dengan demikian, peluang pengembangan kewirausahaan pesantren di STAI DT semakin terbuka.

Menanggapi hal itu, Bagja Dani Magribi menyampaikan antusiasme. Ia menegaskan, “Walaupun STAI DT masih kecil, kami sangat siap membangun kolaborasi. Riset bersama dan program magang menjadi prioritas kerja sama kami ke depan.”

Selain itu, pihak STAI DT menilai bahwa kerja sama ini akan memperkaya ekosistem akademik. Dengan demikian, mahasiswa dua institusi dapat memperoleh manfaat nyata. Peluang ini juga memperkuat peran pesantren dalam pendidikan tinggi modern.

Pada akhir pertemuan, kedua institusi sepakat melanjutkan penjajakan teknis. Proses penyusunan MoU dijadwalkan segera dilakukan. Dengan langkah ini, kerja sama dapat berjalan lebih terstruktur.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal kemitraan strategis antara FEBI dan STAI Daarut Tauhiid. Sinergi ini diharapkan memperluas jejaring akademik, membuka peluang riset, dan memperkuat pengalaman lapangan mahasiswa.

IIC 2025 Sebagai Forum Strategis Penguatan Mutu Akademik

IIC 2025 Sebagai Forum Strategis Penguatan Mutu Akademik

Bandung, 26 November 2025 — Tim Gugus Kendali Mutu UIN Raden Mas Said Surakarta berpartisipasi dalam IIC 2025 atau Iqtishaduna International Conference yang digelar di Puri Khatulistiwa Hotel, Jatinangor. Konferensi internasional ini mengangkat tema tentang strategi ekonomi ASEAN yang inklusif dan adaptif. Melalui IIC 2025, para akademisi lintas negara berkumpul untuk merumuskan pendekatan baru yang sesuai dengan tantangan global.

Delegasi GKM dipimpin oleh Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak., dan didampingi enam anggota tim. Dengan demikian, FEBI memastikan keterlibatan aktif dalam forum ilmiah internasional tersebut. Selain itu, seluruh delegasi diarahkan untuk membawa perspektif baru bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam.

Menurut Mufti Arief Arfiansyah, konferensi ini sangat relevan untuk pengembangan mutu akademik. Ia menyampaikan, “Kami datang untuk belajar dan menyerap praktik terbaik. Konferensi seperti ini memperluas cara pandang kami terhadap mutu pendidikan di era global.”

Kolaborasi dan Riset Internasional Menguat di IIC 2025

Selama sesi utama IIC 2025, peserta mengikuti paparan ilmiah dari pakar kawasan ASEAN. Para pemateri berasal dari Thailand, Brunei Darussalam, Turki, Inggris, Vietnam, Arab Saudi, dan Indonesia. Selain itu, forum juga menghadirkan keynote speech dari KNEKS yang menyoroti peran ASEAN dalam ekonomi halal global.

Dalam sesi diskusi, tim GKM terlibat aktif. Berbagai gagasan tentang riset kolaboratif dan integrasi keilmuan dibahas secara terbuka. Dengan demikian, peluang kerja sama antarnegara semakin terbuka. Selain itu, pendekatan mutu berbasis data menjadi fokus yang banyak dibahas.

Menurut salah satu anggota GKM, pengalaman ini sangat berharga. Ia mengatakan, “Paparan dari berbagai negara membuat kami memahami bahwa mutu harus dibangun dengan kolaborasi. Kami membawa pulang banyak inspirasi.”

Dampak IIC 2025 bagi Penguatan Mutu Pendidikan

Partisipasi dalam IIC 2025 menjadi momentum penting bagi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Melalui kegiatan ini, tim GKM memperoleh wawasan baru tentang penguatan kurikulum, sistem penjaminan mutu, dan inovasi pembelajaran. Selain itu, jejaring internasional semakin kuat, sehingga FEBI lebih siap menghadapi tantangan global.

Komitmen peningkatan mutu juga ditegaskan kembali setelah konferensi. Dengan demikian, hasil diskusi dan praktik terbaik akan diterapkan dalam pengembangan sistem mutu di lingkungan FEBI. Melalui langkah ini, FEBI berharap dapat menciptakan ekosistem akademik yang unggul dan kompetitif.

tahsin quran pesmadin

Program Tahsin Quran Pesmadin Tingkatkan Literasi Qur’ani Mahasiswa FEBI

Surakarta, 17 November 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali memperkuat komitmen pembinaan keislaman mahasiswa melalui program Tahsin Quran Pesmadin. Program ini dijalankan oleh Unit Pesantren Mahasiswa Diniyah (Pesmadin) sebagai bentuk dukungan FEBI terhadap peningkatan kompetensi baca Al-Qur’an mahasiswa, khususnya mahasiswa semester awal.

Program ini dirancang sebagai langkah sistematis untuk memastikan seluruh mahasiswa mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Melalui pendekatan bertahap, mahasiswa yang masih membutuhkan bimbingan diberi kesempatan mengikuti kelas intensif yang digelar setiap Senin. Selain itu, kelas tambahan pada hari Rabu juga disediakan agar proses pembinaan berjalan lebih optimal.

Sebagai tambahan, mahasiswa memperoleh ruang belajar yang nyaman dan terstruktur. Dengan demikian, proses peningkatan kemampuan membaca dapat tercapai secara bertahap. Para pembina memastikan setiap peserta mendapatkan pendampingan personal agar perkembangan mereka dapat terukur.

Tahsin Quran Pesmadin sebagai Wadah Pembinaan Berkelanjutan

Program Tahsin Quran Pesmadin diposisikan sebagai fondasi penting pembinaan karakter mahasiswa FEBI. Menurut salah satu pembina, program ini tidak hanya menyentuh aspek teknis membaca, tetapi juga menanamkan sikap cinta Al-Qur’an. Ia menjelaskan, “Kami ingin mahasiswa memiliki keterampilan dasar yang kuat. Keterampilan ini akan menjadi bekal mereka saat berkarya di masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, pelaksanaan program juga didesain agar mahasiswa merasa terlibat langsung dalam proses pembinaan. Dengan pola pendampingan yang konsisten, mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga membangun kebiasaan membaca yang lebih baik. Proses ini berjalan berkesinambungan sehingga hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Program ini juga mendapat apresiasi dari pimpinan FEBI. Mereka menilai bahwa penguatan kompetensi keislaman merupakan bagian penting dari pembentukan karakter mahasiswa. Selain itu, program ini menegaskan peran FEBI dalam membangun generasi muda yang memiliki kecakapan akademik dan spiritual.

Sebagai penutup, program Tahsin ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang percaya diri dalam membaca Al-Qur’an. Mahasiswa juga diharapkan mampu berbagi ilmu di masyarakat sesuai amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui komitmen tersebut, FEBI menegaskan upayanya mencetak lulusan yang unggul, berakhlak, dan membawa manfaat bagi lingkungan sosial mereka.

Website Wisata Halal Laboan Bajo

Website Wisata Halal Dorong Transformasi Digital Pariwisata Labuan Bajo

Labuan Bajo, 11 November 2025Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi meluncurkan Website Wisata Halal terintegrasi berbasis e-commerce. Dengan alamat webite www.discoverlabuanbajo.com. Platform ini dirancang untuk mendukung UMKM wisata Labuan Bajo dalam memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan transaksi digital. Langkah ini menjadi bagian penting dari rangkaian program pengabdian masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat.

Website Wisata Halal dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa dari Prodi S1 Bisnis Digital serta Prodi S1 Manajemen Bisnis Syariah. Platform ini disusun untuk menjawab kebutuhan digital para pelaku usaha wisata. Selain itu, sistem e-commerce sederhana dipilih agar mudah dioperasikan oleh pengguna dari berbagai latar belakang.

Melalui website ini, pengunjung dapat memilih layanan wisata dengan fitur add to cart. Setelah itu, transaksi dilanjutkan melalui WhatsApp Checkout. Proses ini memungkinkan pembeli terhubung langsung dengan pelaku usaha tanpa perantara. Dengan demikian, relasi transaksi tetap personal dan sesuai karakter pelayanan di daerah wisata.

Inovasi Digital Didukung Penuh Pemangku Kepentingan

Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi S1 Bisnis Digital menjelaskan manfaat platform tersebut. “Website ini menjadi wujud nyata kontribusi akademik FEBI dalam memberdayakan UMKM wisata. Fitur yang kami rancang dibuat sederhana agar sesuai kebutuhan pengguna,” ujarnya. Pernyataan itu memperkuat tujuan pengembangan digital yang relevan dengan kondisi lapangan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Manggarai Barat memberikan apresiasi terhadap inovasi ini. “Platform ini sangat relevan dan dibutuhkan. Website Wisata Halal tidak hanya memperkuat promosi, tetapi juga meningkatkan daya saing UMKM lokal,” ungkapnya. Dukungan tersebut memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah.

Selanjutnya, para pelaku wisata mengikuti sesi pendampingan. Mereka belajar mengunggah produk, menulis deskripsi layanan, menampilkan harga, dan mengatur tampilan etalase usaha. Proses ini dipandu secara bertahap agar peserta dapat memahami penggunaan website dengan mudah.

Pengembangan Website Wisata Halal Akan Terus Berlanjut

Program ini lahir sebagai tindak lanjut dari FGD tentang strategi digitalisasi UMKM wisata. Dengan demikian, peluncuran website tidak berdiri sendiri. Setelah kegiatan ini, beberapa program lanjutan sudah direncanakan untuk memperkuat transformasi digital sektor wisata.

Ke depan, Website Wisata Halal akan dikembangkan menjadi marketplace berbasis multi-UMKM. Fitur pembayaran digital dan dashboard mandiri juga disiapkan untuk tahap berikutnya. Dengan langkah itu, platform ini mampu mendukung model bisnis wisata yang lebih profesional.

Melalui inovasi ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berharap ekosistem wisata halal di Labuan Bajo semakin kuat. Informasi wisata akan lebih mudah diakses. Layanan juga akan lebih terpercaya. Selain itu, wisatawan dapat menikmati pengalaman perjalanan yang selaras dengan prinsip kehalalan dan kenyamanan.

audiensi-dlh-sukoharjo-febi-uin-surakarta

Audiensi DLH Sukoharjo: FEBI UIN Surakarta Siap Wujudkan Reboisasi Bukit Gunung Kunci

Kolaborasi Hijau Lewat Audiensi DLH Sukoharjo

Sukoharjo, 7 November 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Melalui Audiensi DLH Sukoharjo, FEBI menjalin sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo untuk mempersiapkan kegiatan Reboisasi Bukit Gunung Kunci yang akan dilaksanakan pada Minggu, 16 November 2025.

Audiensi berlangsung di Gedung Menara Wijaya, kantor DLH Sukoharjo, dan dihadiri langsung oleh Agus Suprapto, S.T., M.M., M.Si., selaku Kepala DLH Sukoharjo bersama jajaran tim. Sementara dari pihak FEBI UIN Raden Mas Said hadir Asep Maulana Rohimat dan Mohamad Irsyad sebagai perwakilan dosen, serta Sumarno, Ketua Pelaksana Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci.

Oleh karena itu, pertemuan tersebut membahas arah kebijakan dan rencana teknis pelaksanaan reboisasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) yang diinisiasi FEBI.


Dukungan Konkret DLH untuk Gerakan Gunung Kunci Menanam

Dalam forum Audiensi DLH Sukoharjo itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Agus Suprapto, menyampaikan apresiasi terhadap langkah FEBI dalam menjaga keseimbangan alam. “Kami menyambut baik inisiatif reboisasi ini. Upaya seperti ini penting untuk memulihkan ekosistem dan mengurangi dampak perubahan iklim di wilayah Sukoharjo,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, DLH Sukoharjo akan menyumbangkan 100 bibit pohon untuk kegiatan reboisasi yang akan berlangsung di kawasan Bukit Gunung Kunci, Kartasura.

Kegiatan bertajuk “Gunung Kunci Menanam” ini juga akan dihadiri oleh Bupati Sukoharjo, Forkompinda Kecamatan Kartasura, komunitas lingkungan, pengelola Pasar Tempo Doeloe, serta masyarakat sekitar.


Langkah Nyata Menuju Kampus Berkelanjutan

Menurut Asep Maulana Rohimat, kegiatan ini bukan hanya aksi penanaman pohon, tetapi simbol komitmen akademisi dalam merawat bumi. “FEBI ingin memastikan bahwa kegiatan akademik juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” jelasnya.

Kegiatan reboisasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya FEBI UIN Raden Mas Said dalam mendukung pencapaian SDGs poin ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan poin ke-15 (Ekosistem Daratan).

Selain itu, inisiatif ini memperkuat konsep ekowisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif di kawasan Gunung Kunci, yang sebelumnya dikenal lewat keberhasilan program Pasar Tempo Doeloe. Melalui sinergi lintas sektor, FEBI UIN Surakarta terus berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan lestari dan masyarakat yang berdaya.

company visit prodi bisdig febi uin surakarta

Company Visit Mahasiswa Bisnis Digital ke Solo Technopark

Surakarta, 6 November 2025 — Mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mengikuti Company Visit ke Solo Technopark sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan mahasiswa pada ekosistem inovasi yang berkembang di pusat teknologi tersebut. Selain itu, mahasiswa juga mendapat kesempatan berdialog langsung dengan praktisi industri digital.

Kegiatan Company Visit ini menghadirkan narasumber dari Shopee Indonesia, Dias Bahary Adhitama, yang berperan sebagai Business Development Manager. Materi yang disampaikan memberikan gambaran mengenai dinamika e-commerce nasional. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengamati bagaimana industri digital terus bertransformasi.

Acara dibuka oleh Koordinator Program Studi Bisnis Digital, Puspa Novita Sari, yang menegaskan pentingnya pengalaman industri bagi mahasiswa. Ia menyampaikan, “Kunjungan seperti ini membuat mahasiswa memahami penerapan inovasi digital secara langsung. Pembelajaran di industri melengkapi pengetahuan kelas dan memberi wawasan nyata tentang strategi perusahaan besar,” ujarnya.

Selanjutnya, penyampaian materi oleh perwakilan Shopee berlangsung interaktif. Dias menjelaskan perkembangan terbaru dalam teknologi logistik, strategi marketplace, dan penguatan ekosistem UMKM. Ia berkata, “Indonesia memiliki pasar digital yang sangat cepat. Mahasiswa harus mampu memahami tren dan memanfaatkan data agar dapat menciptakan dampak di industri,” jelasnya.

Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi. Pertanyaan yang diajukan mencakup isu kecerdasan buatan, strategi pemasaran digital, dan peluang bisnis untuk generasi muda. Selain itu, peserta juga mendapatkan contoh nyata dari UMKM yang berhasil berkembang melalui dukungan platform digital.

Setelah sesi bersama Shopee, mahasiswa diajak mengunjungi fasilitas Solo Technopark. Mereka melihat laboratorium teknologi, area inkubasi startup, serta ruang pengembangan keterampilan. Kunjungan ini memberikan sudut pandang baru mengenai kesiapan talenta digital di masa depan.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berupaya memperkuat hubungan antara akademik dan industri. Company Visit menjadi sarana penting untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu berdaya saing dan siap berkontribusi dalam ekosistem digital nasional.

indah-piliyanti-aicis+-febi-uin-surakarta

AICIS+ 2025: Dosen FEBI UIN Surakarta Bahas Kepemimpinan Perempuan dalam Filantropi Islam

Depok, 29 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan kiprah akademiknya di kancah internasional. Salah satu dosennya, Dr. Indah Piliyanti, S.Ag., M.Si., yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II FEBI, menjadi peserta aktif dalam Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Konferensi tahun ini mengangkat tema besar “Islam, Ecotheology, and Technological Transformation: Multidisciplinary Innovations for an Equitable and Sustainable Future.”

Peran Perempuan dalam Filantropi Islam

Pada forum AICIS+ 2025, Dr. Indah mempresentasikan riset berjudul “Female Leadership of Islamic Philanthropic Institutions in Indonesia.” Penelitian ini termasuk dalam subtema Sustainable Economic Systems and Social Welfare.

Riset tersebut menyoroti peran penting perempuan dalam kepemimpinan lembaga filantropi Islam di Indonesia. Menurutnya, perempuan berperan strategis dalam membangun sistem ekonomi Islam yang adil dan berkelanjutan.

“Perempuan tidak hanya penggerak sosial, tetapi juga memiliki kapasitas memimpin lembaga filantropi yang berorientasi pada keadilan,” ujar Dr. Indah.

Ia menambahkan bahwa pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara terstruktur agar memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan sosial. Selain itu, tata kelola lembaga Islam perlu mengedepankan transparansi dan nilai kemanusiaan.

Sinergi Akademik dan Kolaborasi Global

Kegiatan AICIS+ 2025 menjadi ajang penting bagi akademisi dunia untuk bertukar gagasan. Para peserta mendiskusikan peran Islam dalam menjawab isu global seperti krisis ekologi, transformasi teknologi, dan kesenjangan ekonomi.

“AICIS+ adalah wadah integrasi antara ilmu pengetahuan, nilai Islam, dan kemanusiaan,” tutur Dr. Indah.

Melalui keikutsertaannya, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan komitmen untuk memperluas kolaborasi akademik berskala internasional. Kegiatan ini juga mempertegas peran perguruan tinggi Islam dalam menjawab tantangan dunia modern.

Dengan semangat inovasi dan moderasi, FEBI terus mendorong sivitas akademikanya agar berkontribusi aktif dalam penelitian global yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Benchmarking UIN Mataram di FEBI UIN Surakarta

Benchmarking UIN Mataram di FEBI UIN Surakarta Bahas Inovasi Pelayanan Akademik dan Suasana Kampus

Sukoharjo, 27 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menerima kunjungan tim Benchmarking FEBI UIN Mataram. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu akademik antarperguruan tinggi Islam di Indonesia.

Rombongan UIN Mataram dipimpin oleh Dr. H. Muslihun, Wakil Dekan I Bidang Akademik. Mereka melakukan diskusi intensif dengan jajaran FEBI untuk mempelajari praktik terbaik dalam pelayanan akademik dan pengelolaan mahasiswa.

Benchmarking UIN Mataram: Belajar dari Suasana Kampus FEBI yang Inklusif

Dalam kegiatan Benchmarking UIN Mataram ini, para peserta tertarik dengan suasana akademik yang diciptakan FEBI. Lingkungan kampus yang bersih, hijau, dan ramah dinilai mampu meningkatkan kenyamanan mahasiswa. Selain itu, pendekatan interaktif dalam pembelajaran membuat mahasiswa asing betah dan aktif berpartisipasi.

Dr. Muslihun menyampaikan apresiasi atas kemajuan yang diraih FEBI.

“Kami belajar banyak dari sistem di FEBI UIN Raden Mas Said. Lingkungan kampusnya sangat inspiratif dan mendukung kegiatan belajar,” ungkapnya.

Selain diskusi, rombongan juga diajak meninjau beberapa fasilitas pendukung, termasuk ruang layanan akademik dan area belajar mahasiswa. Kunjungan ini membuka ruang pertukaran ide untuk mengembangkan sistem yang lebih adaptif di masing-masing kampus.

Sinergi Kolaboratif untuk Mutu Akademik yang Lebih Baik

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi Islam.

“Benchmarking seperti ini menjadi ruang berbagi pengalaman. Kami berharap kolaborasi dapat memperkuat mutu akademik di tingkat nasional,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kedua fakultas berkomitmen menjalin kerja sama dalam pengembangan kurikulum, sistem akademik digital, dan program internasionalisasi mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam menciptakan pendidikan tinggi Islam yang unggul, berdaya saing, dan berwawasan global.

Eco-Theology Discussion Forum-febi-uin-surakarta

Eco-Theology Discussion Forum: Mahasiswa dari 10 Negara Bahas Spiritualitas Lingkungan di Ponorogo

Ponorogo, 25 Oktober 2025 — Isu lingkungan kini menjadi perhatian global yang membutuhkan sinergi lintas bangsa dan lintas keyakinan. Sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran ekologis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Eco-Theology Discussion Forum.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian The International Youth Eco-Culture Camp 2025, yang mempertemukan 40 mahasiswa dari 10 negara untuk berdiskusi dan berbagi perspektif tentang spiritualitas, lingkungan, dan tanggung jawab sosial. Forum ini berlangsung di Aula Sekolah Alam Sabila, Ponorogo, dengan suasana dialog yang terbuka, interaktif, dan reflektif.

Forum dipandu oleh dua akademisi, Dr. Umu Salamah, M.Pd.I. dan Dr. Rifqi Khoirul Iman, S.E., M.M. Keduanya mengarahkan jalannya diskusi dengan mengaitkan nilai-nilai keagamaan dan prinsip keberlanjutan.

Eco-Theology Discussion Forum: Sinergi Spiritualitas dan Aksi Lingkungan

Dalam kegiatan Eco-Theology Discussion Forum ini, para mahasiswa peserta diajak menggali makna teologi lingkungan (eco-theology) sebagai pendekatan spiritual untuk menjaga bumi. Diskusi berkembang pada pentingnya melihat krisis ekologi bukan hanya sebagai masalah ilmiah, tetapi juga sebagai ujian moral dan tanggung jawab manusia terhadap Sang Pencipta.

Pembina kegiatan, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi global dalam isu lingkungan.

“Kita tidak hanya bicara teori. Forum ini mengajak generasi muda menjadi pelaku perubahan dengan memadukan iman, ilmu, dan aksi nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Umu Salamah menegaskan bahwa eco-theology mengajarkan keseimbangan antara manusia dan alam.

“Menjaga lingkungan bukan sekadar tanggung jawab sosial, tetapi bagian dari ibadah dan rasa syukur kepada Tuhan,” ungkapnya.

Dialog Global, Aksi Nyata untuk Bumi

Melalui berbagai sesi dialog dan refleksi, peserta forum berbagi pengalaman tentang praktik hijau yang diterapkan di negara masing-masing. Mereka juga menyusun eco-pledge, yakni komitmen bersama untuk menerapkan gaya hidup berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dr. Rifqi Khoirul Iman menambahkan,

“Forum ini bukan sekadar diskusi akademik. Ia menjadi ruang pertemuan antara ilmu, etika, dan aksi sosial untuk bumi yang lebih baik.”

Sebagai bagian dari The International Youth Eco-Culture Camp 2025, kegiatan ini mencerminkan semangat UIN Raden Mas Said Surakarta untuk memperluas peran akademisi dalam membangun kesadaran global. Melalui Eco-Theology Discussion Forum, nilai spiritualitas, keberlanjutan, dan kemanusiaan disinergikan menuju peradaban yang lebih harmonis dan berkeadilan ekologis.

Kampanye Eco-Theology-febi-uin-surakarta

Kampanye Eco-Theology: Mahasiswa Internasional Serukan Kesadaran Hijau di Ponorogo

Ponorogo, 26 Oktober 2025 — FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta bersama peserta International Youth Eco-Culture Camp 2025 menggelar Kampanye Eco-Theology di kawasan Car Free Day (CFD) Ponorogo. Kegiatan ini menjadi ajang kolaboratif antara mahasiswa, masyarakat, dan sekolah dalam menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan melalui nilai-nilai teologis dan aksi nyata.

Kampanye tersebut berlangsung penuh semangat pada Ahad pagi dan menarik perhatian masyarakat yang memadati area CFD. Tidak hanya mahasiswa internasional, para murid dan wali murid dari Sekolah Alam Sabila juga turut serta dalam kegiatan tersebut. Mereka membawa bibit pohon siap tanam untuk dibagikan kepada pengunjung sebagai simbol kepedulian terhadap bumi.

Kampanye Eco-Theology Dorong Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

Melalui Kampanye Eco-Theology ini, peserta menyerukan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual manusia. Mereka mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke energi hijau. Suasana semakin hidup dengan adanya orasi singkat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekologi sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan FEBI UIN Surakarta, menegaskan bahwa kampanye ini merupakan bentuk nyata dari sinergi antara ilmu, iman, dan aksi sosial.

“Kita tidak bisa bicara ekonomi tanpa menyinggung ekologi. Eco-theology mengajarkan keseimbangan antara pemanfaatan alam dan tanggung jawab moral manusia,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari IYECC 2025 yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk belajar tentang keberlanjutan, budaya, dan solidaritas global. Melalui aksi nyata seperti ini, peserta belajar menerjemahkan nilai-nilai ekologis ke dalam praktik sosial dan spiritual.

Membangun Kesadaran Kolektif Melalui Aksi Nyata

Selain pembagian bibit pohon, para peserta juga berdialog langsung dengan warga untuk berbagi inspirasi tentang gaya hidup ramah lingkungan. Transisi menuju masyarakat hijau, menurut para narasumber, dimulai dari langkah sederhana seperti memilah sampah dan menanam pohon.

Endang Widayati dari Komunitas Hijau Lestari menambahkan bahwa kegiatan seperti ini membangun kesadaran kolektif lintas generasi.

“Anak-anak, mahasiswa, hingga orang tua harus terlibat dalam menjaga bumi. Kampanye ini menanamkan nilai tanggung jawab ekologis sejak dini,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi lintas negara, Kampanye Eco-Theology diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa menjaga bumi adalah bentuk ibadah. FEBI UIN Surakarta terus mendorong sinergi antara pendidikan, teologi, dan aksi sosial untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan, beriman, dan beretika lingkungan.