61 Mahasiswa FEBI IAIN Surakarta Belajar Manajemen Industri di PT. Sido Muncul Tbk.

[smartslider3 slider=32]

 

Dalam kesempatan kali ini, salah satu Departemen dari DEMA FEBI IAIN Surakarta yakni Departemen Keilmuan dan Kewirausahaan (DEPILUS) berhasil menyelenggarakan kegiatan kunjungan industri ke salah satu perusahaan besar level Nasional di Indonesia yaitu PT. Sido Muncul Tbk. Acara yang dilaksanakan pada 28 Agustus 2019 ini diikuti oleh 61 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Surakarta yang terdiri dari perwakilan mahasiswa baru FEBI di tiap kelas, delegasi Ormawa FEBI, dan segenap panitia penyelenggara dari DEMA FEBI.

Acara ini dimulai dengan persiapan dan perjalanan menuju lokasi PT Sido Muncul Tbk yang beralamat di Jl Soekarno Hatta Km 28 Kec Bergas – Klepu, Semarang Indonesia. Sesampainya di lokasi, mahasiswa disambut dengan baik oleh PT Sido Muncul Tbk, kemudian secara resmi acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Umum DEMA FEBI IAIN Surakarta dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan PT Sido Muncul Tbk.

Selanjutnya, mahasiswa dipandu untuk berkeliling di area perusahaan. Tujuan yang pertama adalah di bagian produksi, di sini mahasiswa ditunjukan secara langsung bagaimana proses produksi di PT Sido Muncul, mulai dari pengklasifikasian bahan baku simplisia maupun bahan baku non simplisia, kemudian dijelaskan pula informasi mengenai bagaimana proses awal pemilihan bahan baku, sistem penyimpanan, model pengolahan, dan akhirnya menjadi produk yang siap dipasarkan.

Selanjutnya, peserta diajak untuk menengok proses pengemasan produk, mulai dari kemasan primer, sekunder hingga tersier. Dalam kunjungan tersebut, nampak pengemasan dilakukan oleh pekerja yang sangat handal dan terampil. Selanjutnya, di lantai dua ruangan-ruangan laboratorium sudah menunggu untuk diamati dan dibuktikan sebagai penjamin mutu dan keamanan bagi para konsumen sido muncul. Adapun 5 tahap yang ditempuh untuk memastikan produk bebas dari kandungan logam berat, pupuk, pestisida, aflatoksin, dan bahan haram. Tahapan-tahapan tersebut dilaksanakan demi menjamin keamanan konsumen dari zat yang merusak tubuh.

Antusiasme peserta muncul dalam kunjungan industri kali ini, dikarenakan mereka tidak sekedar mendapatkan informasi teori, akan tetapi mahasiswa juga bisa melihat bagaimana tahapan -tahapan dalam proses produksi tersebut secara langsung .

Setelah itu, mahasiswa di persilahkan menuju ke Agrowisata PT. Sido Muncul Tbk untuk melakukan sesi diskusi, Hal ini merupakan kegiatan terakhir pada Kunjungan industri kali ini. Di setiap perjalanan menuju lokasi diskusi, mahasiswa disuguhkan dengan pemandangan beragam satwa yang berada di dalamnya; seperti Harimau, merak, menjangan, orang utan, beberapa jenis kera, ular, landak, dan sebagainya. Tentunya hal tersebut menambah semangat bagi mahasiswa untuk menuju lokasi. Saat forum diskusi, banyak ilmu dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa dari PT Sido Muncul Tbk yang belum sempat tersampaikan pada saat penyampaian materi di lokasi pabrik. Kemudian sekaligus acara ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada seluruh peserta yang hadir dan penyerahan kenang-kenangan.

Adapun tujuan dari diadakannya kunjungan industri tahun 2019 ini, yakni sebagai sarana pemantik semangat generasi muda milenal dalam membangun sebuah inovasi dalam menciptakan suatu karya. Sehingga dapat terciptanya usahawan – usahawan muda generasi terbaik bangsa. Yang tidak hanya berbekal dari ilmu pengetahuan akan tetapi juga berbekal dari sebuah pengalaman.

Secara resmi DEMA FEBI IAIN Surakarta selaku panitia penyelenggara kegiatan ini mengucapkan terimakasih bagi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk yang telah berkenan menjadi objek kunjungan industri kali ini. Semoga dengan acara ini dapat menginspirasi kita semua khususnya generasi muda bangsa. Hidup Indonesia, Jadilah generasi emas tanpa kehilangan Integritas.

Fitriyani Jannah (Kabiro Keilmuan DEMA FEBI)

Berkah Bermurabahah

Dalam beberapa tugas mata kuliah, seringkali mahasiswa diminta untuk melakukan survey tentang penerapan transaksi akad di perbankan/lembaga keuangan syariah. Temuan yang banyak disampaikan oleh mahasiswa, berkaitan dengan praktik wakalah dalam pelaksanaan akad murabahah. Secara umum penggunaan wakalah diperbolehkan sesuai dg fatwa DSN MUI begitu juga AAOIFI, namun memang ada beberapa hal yang patut diperhatikan dalam pelaksanaannya. Beberapa hal yg menjadi catatan adalah:
Wakalah merupakan opsi yg “memudahkan” bagi bank maupun nasabah. Akad ini LEGAL dan HALAL sesuai dg standar DSN MUI maupun AAOIFI. Karena sifatnya adalah opsi memudahkan, maka mafhum mukhalafahnya adalah, kalau tidak ada hal yang menyulitkan penerapan akad murabahah, maka akad wakalah tidak diperlukan. Silahkan dipilih sesuai dengan pertimbangan dan kesepakatan bank dengan nasabah.
Akad murabahah hanya bisa dilakukan setelah akad wakalah sempurna dijalankan. Ini untuk memenuhi salah satu rukun jual beli, yaitu adanya objek akad yg diperjual belikan oleh penjual (bank). Dalam fatwa DSN disebutkan bahwa “Jika bank hendak mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang dari pihak ketiga, akad jual beli murabahah harus dilakukan setelah barang, secara prinsip, menjadi milik bank”. Kesempurnaan akad wakalah ini paling tidak ada 2 hal yang harus terpenuhi. Pertama adalah nasabah selaku wakil harus sudah benar-benar melakukan tugasnya untuk membeli barangnya atas nama bank. Ada banyak media untuk memenuhi hal ini. Jika nasabah merasa kesulitan untuk datang langsung kesupplier, maka media pembelian by phone bisa dilakukan, dan pembayaran pun bisa dilakukan by transfer.
Setelah pembelian barang sdh dilakukan oleh nasabah atas nama bank, maka hal yg harus dipenuhi selanjutnya adalah pemindahan kepemilikan, atau dlm istilah fiqh adalah qabdh. Dalam ketentuan AAOIFI dan DSN MUI ada 2 opsi pelaksanaan qabdh ini. Pertama adalah pemindahan kepemilikan secara hakiki (nyata), atau qabdh haqiqi. Ini berarti setelah barang dibeli, maka barang diantar dan diserah terimakan ke bank selaku pembeli. Atau opsi yang kedua adalah pemindahan kepemilikan secara hukum atau qabdh hukmi. Yaitu berupa adanya hak untuk bertindak (haq at-tasharruf) oleh pembeli atas barang yang ia beli setelah hak penguasaan atas barang diserahterimakan dari penjual kepada pembeli (secara fisik barang masih ditempat penjual). Ini bisa dilakukan dengan memisahan barang yang sudah dibeli dari barang-barang lainnya oleh supplier. Pemisahan ini sebagai wujud dari sudah dipastikannya barang yang sudah dibeli oleh bank. Karena ini opsi, maka komunikasikanlah pemilihan opsi penerapannya antara pihak bank, nasabah dan supplier.
Kasus yang banyak terjadi adalah, nasabah sudah terlanjur membayar DP (uang muka) ke supplier, padahal jual belinya ke bank. Maka solusi yg bisa dilakukan adalah batalkan dan ubahlah DP tersebut. Merubah dari DP atas nama nasabah ke supllier menjadi DP atas nama bank ke supllier. Caranya dengan mengkomunikasikannya dengan supplier. Sekali lagi ini juga tinggal masalah komunikasi antara bank, nasabah dan supplier.
Dari beberapa catatan trsebut, maka menjadi suatu hal yg mutlak, untuk pihak bank benar-benar menyeleksi nasabahnya yang amanah untuk memenuhi role of aqad tersebut. Inilah pentingnya analisa pembiayaan. Yang diseleksi untuk amanah bukan hanya nasabahnya, pegawai banknya juga harus amanah utk memenuhi akad-akad tersebut. Nasabah baik ketemu banker bodoh/nakal, maka akad syar’i tetap bisa dilakukan. Banker baik ketemu nasabah bodoh/nakal, akad syar’ipun tetap terkontrol untuk bisa dilakukan. Tapi jika nasabah/banker bodoh/nakal sama-sama bertemu, maka akad syar’ipun bisa dipermainkan. Semoga kita mampu meraih keberkahan dalam transaksi murabahah.

Penulis: Rais Sani Muharrami, SEI., MEI (Dosen FEBI IAIN Surakarta)

INVESTASI SYARIAH DI ERA INDUSTRI 4.0

[smartslider3 slider=31]

 

FEBI News | Dewasa ini, masyarakat Indonesia telah digegerkan dengan trend “Syariah” yang telah menjamur di berbagai sudut negara ini. Mulai dari tren berpakaian sampai ke ekonomi. Bahkan dampak dari tren tersebut sangat besar di kalangan akademisi. Sebagai contoh Investasi syariah yang sekarang dikembangkan di kampus IAIN Surakarta yang mewadahi para mahasiswa agar dapat dengan mudah berinvestasi tanpa mengeluarkan uang jutaan. Galeri Investasi sebagai wadah mahasiswa untuk memperdalam ilmu pasar modal, di dalamnya terdapat kelompok studi pasar modal yang nantinya diharapkan untuk mengajak para mahasiswa berinvestasi sejak dini.

Senin, 02 September 2019 kelompok studi pasar modal mengadakan acara sekolah pasar modal syariah yang dihadiri oleh mahasiswa dan para akademisi. Mereka mengusung tema “Investasi Syariah di Era Industri 4.0”. Acara tersebut wajib dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Negeri Surakarta semester Lima dan dihadiri pula mahasiswa semester Satu jurusan Manajemen Bisnis Islam.

“untuk direktur galeri diharapkan bukan hanya semester lima yang wajib membuka rekening, namun seluruh mahasiswa Fakultas Ekomomi dan Bisnis Islam yang berjumlah 3500 mahasiswa wajib membuka rekening. Diharapkan bagi semester Satu ketika menginjak semester Lima sedah memiliki investasi yang berkembang, sedangkan semester Lima ketika lulus nanti, akan berkembang pula investasinya.” Tutur pak Sri Walyoto selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Dalam acara tersebut dihadiri pula Wira Adibrata selaku pembicara pertama beliau mengatakan bahwa hasil survei, generasi millenial terancam tidak memiliki rumah karena life style yang tidak senang berinvestasi. Apalagi sekarang teknologi cepat berkembang dan mengalami perubahan. Beliau juga menjelaskan tentang mekanisme transaksi dalam pasar modal. Bahwa MUI menilai pasar modal sesuai dengan syariat Islam.

Wisnu R Putro selaku pembicara kedua dalam acara Sekolah Pasar Modal Syariah juga menambahkan, bahwasannya ada 3 komponen terpenting yang terdapat dalam membuka rekening saham yaitu, user name, password, dan pin trading. Kemudian acara tersebut ditutup dengan diadakannya open account untuk peserta yang datang dalam acara tersebut.

“Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang penduduknya paling optimis. Itukah kamu? Orang optimis selalu berfikir positif mengenai masa depannya, keluarganya, negaranya. Itukah kamu? Orang optimis pasti menyiapkan masa depannya dan berinvestasi untuk masa depannya. Itukah kamu?” Nicky Hogan menulisnya dalam buku yang berjudul Simple Stories for a SIMPLE INVESTOR.

Jadi investasi itu sangat penting, apalagi zaman sekarang serba mudah, berinvestasi tidak perlu modal banyak bahkan dengan uang Rp 100.000 pun sudah bisa membeli saham sebuah perusahaan. Sebenarnya masalah pengangguran bisa pula dihadapi dengan cara nabung saham, hanya saja kurangnya edukasi untuk mereka. (Bestian)

 

Kemeriahan Bazar MBS 2019 Kreasi Mahasiswa untuk IAIN Surakarta

[smartslider3 slider=30]

 

FEBI News | Lapangan utama IAIN Surakarta menjadi saksi  meriahnya acara BAZAR MBS 2019. yang merupakan acara tahunan untuk Mahasiswa jurusan Manajemen Bisnis Syariah dan bentuk Praktikum bagi mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sekaligus termasuk dalam mata perkuliahan Komunikasi Bisnis semester VII. terdapat 42 stand penjualan yang berasal dari mahasiswa MBS.

Acara ini dimulai dengan sambutan dari sdr. Yoga Adhi Pamungkas selaku ketua panitia, dilanjutkan sambutan dari Ibu Septi Kurnia Prastiwi, SE, MM. selaku Dosen mata perkuliahan Komunikasi Bisnis, kemudian sambutan dari Ibu Indah Piliyanti, S.Ag, M.Si selaku Kepala Laboratorium FEBI, dan terakhir adalah sambutan dari Ibu Datien Eriska Utami SE, M.Si selaku kepala jurusan Manajemen Bisnis Syariah sekaligus membuka acara secara simbolis.

Pada hari selasa (3/9/2019) merupakan hari pertama pelaksanaan Bazar, dengan waktu acara yang dimulai dari pukul 08.00 – 15.30 WIB seluruh peserta dengan gigihnya menawarkan produk mereka masing-masing, dengan permulaan presentasi produk di depan panggung, dekorasi stand penjualan yang kreatif, produk-produk yang menarik, hingga pemberian voucher potongan harga turut dilakukan demi kemeriahan acara ini.

Beraneka ragam produk yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa yang turut meramaikan acara tersebut. Beragam pilihan produk mulai dari bermacam-macam kreasi minuman manis, ice cream, oalahan pisang, camilan pedas, makanan hangat, pakaian syar’i, celana pendek, pakaian stylish, beraneka jasa pelayanan dan sebagainya.

Salah satu peserta menerangkan bahwa dalam satu hari pertama ini transaksi yang bisa dilakukan bisa lebih dari 1,5 Juta Rupiah. Hal ini merupakan peluang tersendiri bagi mereka yang pandai dalam memprediksi calon konsumen dan pandai menyajikan produk yang diminati oleh banyak orang.

Hari ini merupakan hari terakhir acara bazar yang direncanakan akan lebih meriah dan menarik juga menyegarkan dapat mengundang konsumen lebih banyak lagi dan mahasiswa bisa menjadi juara dengan kreasi produk mandirinya.

Rizki Fajar Santoso
(Humas Bazar MBS 2019)

Dosen Akuntansi Syariah Ikuti Pelatihan E-learning

[smartslider3 slider=28]

Segenap dosen Akuntansi Syariah (AKS) mengikuti pelatihan e-learning pada Rabu, 28 Agustus 2019. E-learning atau Electronik learning adalah sebuah istilah untuk menggambarkan pembelajaran yang dipadukan dengan penggunaan perangkat teknologi yang bertujuan untuk memudahkan proses pembelajaran.

Pelatihan yang diadakan di ruang rapat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam berlangsung dari jam 08.00 WIB s/d 11.30 WIB. Pelatihan ini diselenggarakan guna peningkatan dan pengembangan mutu SDM khususnya adalah bagi para Dosen.

Kegiatan ini berjalan sangat interaktif. Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan. Nampak peserta banyak yang bertanya dan meminta untuk ditraining secara lebih intens. Pelatihan semakin menarik sebab Zakky Fahma Auliya, S.E., M.M. selaku Trainer memberikan kuis dengan metode e-learning kepada semua peserta.

Harapan dari diselenggarakan pelatihan ini adalah Dosen AKS dapat menerapkan dan menyajikan proses pembelajaran dengan konsep baru yang lebih modern, inovatif, dan praktis. (pam)

Training Level Internasional bertajuk Islamic Economics Training Camp (IETC) 2019 di IIUM Malaysia diikuti oleh Dua Dosen FEBI IAIN Surakarta

[smartslider3 slider=27]

 

The Centre for Islamic Economics (CIE), Kulliyyah of Economics and Management Sciences (KENMS), dan International Islamic University Malaysia (IIUM) bekerja sama dengan The International Institute of Islamic Thought (IIIT) pada tanggal 19-24 mengadakan sebuah program pelatihan ekonomi Islam intensif, yang dinamakan dengan Islamic Economics Training Camp (IETC 2019), dengan mengambil tajuk tema “Preparing the Next Generation of Islamic Economists”. Program pelatihan ini dirancang untuk para mahasiswa pascasarjana lintas negara yang memiliki minat tinggi dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan penelitian di bidang ekonomi Islam dan bidang terkait, serta memberikan diskusi mendasar dan praktis tentang Islamicisation of Knowledge (IoK), pengembangan ekonomi Islam, serta peran lembaga dan kebijakan ekonomi Islam.

IETC 2019 telah menyaring 106 pendaftar, dan menerima 37 peserta, yang terdiri dari 24 institusi, baik dari dalam maupun luar negeri, diantaranya: International Islamic University Malaysia (IIUM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Malaya (UM), Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA), International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF), Universiti Teknologi Petronas (UTP), University of Amsterdam, Prince of Songkla University, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Sunan Kalijaga, Institut Pertanian Bogor, UIN Antasari, University of Darussalam, UIN Sultan Syarif Kasim, Universitas Sultan Agung, Islamic University of Sultan Sharif Ali, Universitas Syiah Kuala University, IAIN Palangka Raya, UIN Ar-Raniry, dan Universitas Islam Indonesia. Adapun diantara peserta IETC 2019 tersebut, terdapat dua staf pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta, yakni Agung Abdullah (staf pengajar Program Studi Perbankan Syariah), yang saat ini tengah menempuh studi doktoralnya di Universitas Gadjah Mada, dan Moh Rifqi Khairul Umam (staf pengajar Program Studi Manajemen Bisnis Syariah), yang saat ini menempuh studi doktoralnya di UIN Sunan Kalijaga.

Dengan diliputi atmosfer internasional, serta menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama dalam setiap sesi, para peserta mendapatkan beberapa topik diskusi yang sangat urgen untuk mengembangkan ekonomi Islam, baik teoritis maupun praktis, diantaranya: Economics and the Future (Prof. Dr. Ziauddin Sardar), Islamicisation of Knowledge (Prof. Dr. Abdelaziz Berghout), Islamicisation of Economics (Prof. Dr. Mohamed Aslam Mohamed Haneef), Economic Systems: Philosophy, Goals, and Features (Assoc. Prof. Dr. Mohd Mahyudi Mohd Yusop), Economic Systems: The Role of Public and Private Sector (Assoc. Prof. Dr. Mustafa Omar Mohammed), Economic Systems: The Third Sector – Theories, Institutions, and Applications (Assoc. Prof. Dr. Mohd Nahar Mohd Arshad), Behavioural Economics (Assoc. Prof. Dr. Gairuzazmi Mat Ghani), Islamic Social Finance: The Concept and Recent Developments (Prof. Dr. Norma Md Saad dan Dr. Maya Puspa Rahman), dan Maqasid-Based Sustainable Development (Assoc. Prof. Dr. Haniza Khalid dan Dr. Muhammad Irwan Ariffin). Pada hari ketiga IETC, yakni pada 21 Agustus 2019, para peserta juga diajak untuk melakukan lawatan ke Ministry of Economic Affairs Malaysia dan Yayasan Hijrah Selangor, guna menyimak pemaparan secara langsung mengenai kebijakan dan strategi aplikasi ekonomi Islam di Malaysia, baik dalam level negara maupun swasta. Selain itu, di sela-sela setiap sesi diskusi, para peserta juga mendapatkan materi pengembangan akademik, seperti Basic Presentation Skills, Developing Research Proposal, dan Research Presentation, yang diakhiri dengan presentasi proposal penelitian yang dibawakan oleh setiap kelompok kecil (yang terdiri dari empat peserta) di hadapan para akademisi dan stakeholders KENMS, IIUM, dan IIIT.

Dengan sangat antusias, para peserta mengikuti acara, berdiskusi, dan saling bertukar insight dalam IETC 2019, yang dihelat selama sepekan di kampus KENMS, IIUM, Gombak, dari awal sesi hingga hari terakhir. Dan akhirnya, pada sesi penutupan, Prof. Dr. Omar Kasule, selaku Secretary General dari IIIT, memberikan wejangan terakhirnya pada para peserta, agar terus mengembangkan keilmuannya di bidang ekonomi Islam, sebagai bentuk kontribusinya pada umat manusia.

Foto & Kontributor: Moh. Rifqi

FEBI IAIN Surakarta Hadiri Acara Penyegaran Kepengurusan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surakarta

[smartslider3 slider=26]
 
 
FEBI News | Pertemuan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) diselenggarakan di Bank Indonesia Surakarta pada Senin 26 Agustus 2019 dalam rangka penyegaran kepengurusan ISEI Surakarta. Hadir dalam agenda ini  Destri Damayanti selaku Deputi Senior Bank Indonesia, Prof. Dr. Bambang Setiaji dan Kepala Bank Indonesia cabang Solo Bambang Pramono dan juga Ketua KADIN Solo Gareng Haryanto. Selain itu agenda ini dihadiri oleh akademisi dari Perguruan Tinggi se Surakarta, praktisi  Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank. FEBI IAIN Surakarta turut serta hadir dalam agenda ini yang diwakili oleh Dr. Fitri Wulandari, SE., M.Si selaku Wakil Dekan bidang 2 dan Dr. Awan Kostrad Diharto, SE., M.Si. selaku Wakil Dekan bidang 3.
 
Foto: FW

5 Mahasiswa FEBI IAIN Surakarta Juarai Kejuaraan Internasional Pencak Silat Pakubumi Open ke VII

FEBI News | Prestasi gemilang dalam bidang olahraga kembali ditorehkan oleh para mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta. Sebanyak 5 orang mahasiswa dari berbagai prodi FEBI menyabet 5 medali dalam Kejuaraan Internasional Pencak Silat Pakubumi Open ke VII. Kejuaraan Pencak Silat ini diselenggarakan pada 23–25 Agustus 2019 di GOR Futsal ITB Jatinangor. Kejuaraan ini diikuti juga oleh atlet pencak silat dari Eropa dan Asia. Setelah berjuang dalam berbagai kategori kejuaraan, akhirnya 5 atlet pencak silat mahasiswa FEBI berhasil meraih medali.

Berikut nama-nama Mahasiswa FEBI yang berhasil menjadi juara dalam kejuaraan ini:
1. Liana Sandi Ulandari meraih medali emas dari prodi MBS
2. Aris Setiawan meraih medali perak  dari prodi AKS
3. Septi Wahyu Lestari meraih medali perunggu dari prodi AKS
4. Alfian Dafi meraih medali perunggu dari prodi MBS
5. Faizal Hamdan Maheri  meraih medali perunggu dari prodi Prodi PBS

Selamat bagi para Juara..

 

Sumber: https://pencaksilatpakubumi.com/

Selamat Atas Terpilihnya Ibu Sri Mulyani Indrawati, SE., M.S, Ph.D Sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) periode 2019-2023

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta selaku Komisariat IAEI Surakarta mengucapkan selamat atas terpilihnya Ibu Sri Mulyani Indrawati, SE., M.S, Ph.D Sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) periode 2019-2023.

Berikut Laporan langsung Dosen FEBI IAIN Surakarta bapak Waluyo, Lc., MA. yang juga menghadiri langsung Muktamar ke IV IAEI di Jakarta.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati ditetapkan sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) periode 2019-2023. Ia menggantikan posisi yang selama ini diemban oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Soemantri Brodjonegoro.

Dalam pidatonya usai tepilih menjadi Ketua umum IAEI, Sri Mulyani menekankan pentingnya ekonomi berbasis keadilan, kasih sayang dan cinta. Ekonomi yang tidak menghadirkan keadilan, kasih sayang dan cinta tidak layak menyandang ekonomi Islam yang berbasis tauhid. Prinsip seperti ini telah lama dicetuskan Oleh Ibnu Qayyim dalam kitab i’lamul muwaqi’in. Pemikiran seperti semakin kokoh apabila diimplementasikan dengan tetap pada jalur maqashid syariah, tutur Sri Mulyani. Maqashid Syariah merupakan produk pemikiran imam Syatibi Dan Imam Ghozali yang tercermin dalam Lima variabel yaitu: menjaga Agama, akal, keturunan, harta, Dan menjaga jiwa.

Untuk mewujudkan pimikiran yang mulia tersebut, perlu disusun langkah langkah operasional yang lebih membumi. Untuk itu perlu dibentuk komunitas komunitas ekonomi Islam di tengah masyarakat didukung oleh SDM yang Matang dan perlu bersinergi dengan masterplan ekonomi yang telah dibentuk Oleh pemerintah.

Langkah kongkrit tersebut diantaranya Pertama: sinergi dengan pemerintah, kedua: peningkatan SDM berbasis Syariah. ketiga: membangun jaringan international dengan mengirim SDM Indonesia di level international. Keempat: terus melakukan pengkajian Dan Penelitian. Kelima: IAEI harus mewarnai regulasi negara dengan nuansa islami. Dalam penutupan pidatonya Sri Mulyani, berharap ekonomi Islam dapat terus hadir menjadi rahmatan lil’alamin.