5 Orang Dosen Pengelola Badan Wakaf FEBI IAIN Surakarta menjadi Peserta Seminar Nasional “Filantropi Islam menuju Sustainable Economic Development di Era 4.0”

[smartslider3 slider=42]

FEBI News| Sebagai bagian dari program untuk menyiapkan pengelolaan lembaga yg profesional, Badan Wakaf FEBI IAIN Surakarta mendelegasikan 5 orang dosen pengelola Badan Wakaf untuk mengikuti kegiatan Seminar Nasional dengan tema: “Filantropi Islam (Zakat dan Wakaf) menuju Sustainable Economic Development di Era 4.0”. Acara seminar ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang, dan dihadiri oleh peserta baik dosen maupun mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.

Kegiatan Seminar yang berlangsung hari ini (25/9/2019)  dimulai pukul 8.00  ini diawali dengan  sambutan sekaligus pembukaan yg disampaikan oleh Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Imam Taufik, M.Ag. yang dilanjutkan dengan penampilan hiburan dan acara inti seminar.

Narasumber pada acara seminar ini diantaranya adalah Dr. M. Nur Sahidi Jauhari dari Malaysia, Dr. Ahmad Furqon dari UIN Walisongo dan Dr. KH. Ahmad Daroji dari BAZNAS Jawa Tengah. Dalam paparannya, narasumber pertama Dr. M. Nur Sahidi Jauhari mendeskripsikan  tentang pengelolaan zakat dari yg berbasis manual ke digital, Data-data pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan zakat, Keunggulan pengunaan sistem keuangan sosial berbasis teknologi, pengelolaan zakat berbasis teknologi untuk menjamin tercapainya maslahah dan menolak mafsadat.

Pemateri kedua Dr. Ahmad Furqon memaparkan tentang praktek zakat dan wakaf di Indonesia, 11 masalah yg menjadi fokus dlm SDGs bisa diselesaikan dengan zakat dan wakaf, Peran wakaf untuk merealisasikan 5 maqashid Syariah. Rencana pengembangan wakaf di Indonesia pada era Revolusi industri dengan; meningkat kesadaran zakat (dan wakaf), Mengkampanyekan wakaf uang, memanfaatkan teknologi digital berbasis web, pendanaan berbasis digital, Peningkatan profesionalisme Nazir, serta menekankan prinsip dasar pengelolaan wakaf adalah secara produktif (kegiatan Investasi).

Narasumber ketiga yaitu Dr. KH. Ahmad Daroji, memaparkan tentang dua masalah besar yg dihadapi yaitu kemiskinan dan SDM. Beliau melanjutkan paparannya tentang bagaimana strategi yang dilakukan BAZNAS Jateng untuk pengentasan kemiskinan melalui 4 strategi yaitu menetapkan asnaf prioritas, pemberian keterampilan,  bantuan modal, dan kerjasama dg pimpinan daerah mulai dari Gubernur hingga Bupati/Walikota.

Semoga seminar nasional ini menjadi inspirasi dan motivasi untuk pengelola Badan Wakaf FEBI IAIN Surakarta untuk pengembangan di lingkungan civitas akademika IAIN Surakarta dan masyarakat umum. (Usnan)

Foto: Amin

Antusiasme Dosen FEBI IAIN Surakarta mengikuti Klinik Disertasi

[smartslider3 slider=41]
FEBI News| Klinik Disertasi yang diselenggarakan oleh FEBI IAIN Surakarta bertujuan agar setiap dosen mendapatkan inspirasi dan motivasi untuk meningkatkan kapasitas akademiknya, terutama  dalam hal kualitas penulisan disertasi. Hadir dalam acara ini Dekan FEBI IAIN Surakarta, Drs. H. Sri Walyoto, MM, Ph.D. beserta pra dosen yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
Acara diselenggarakan di ruang baca FEBI IAIN Surakarta pada Senin (23/9/2019) dipandu oleh Dr. Jasanta Peranginangin selaku dosen FEBI IAIN Surakarta dan pembicara Dr. Robiyanto, S.E., M.M Dosen UKSW. Pembicara merupakan Reviewer Jurnal Internasional IEEE‐Access – SCOPUS Q1, International Journal of Finance and Economics (Wiley) – SCOPUS Q2 dan Jurnal bereputasi lainnya.
Foto: Amir

Guna Meningkatkan Kualitas Riset Mahasiswa FEBI IAIN Surakarta Selenggarakan FGD Penulisan Karya Ilmiah bagi Mahasiswa

[smartslider3 slider=78]

 

FEBI News| Bertempat di Graha IAIN Surakarta, sebanyak ratusan mahasiswa mengikuti FGD Penulisan Karya Ilmiah bagi Mahasiswa pada Senin 23 September 2019, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Riset Mahasiswa FEBI IAIN Surakarta. Sebagai bentuk keseriusan FEBI dalam acara ini dihadirkan pembicara Dr. Robiyanto, S.E., M.M. selaku Dosen Tetap FEB UKSW sekaligus Dosen Luar Biasa pada program MM UNDIP, International Undergraduate Program FEB UNDIP, dan MAKSI UNIKA Soegijapranata Semarang, acara ini juga dipandu oleh Dr. H. Jasanta Peranginangin sebagai moderator sekaligus  Dosen IAIN Surakarta. (AMR)

Foto: Amir

Empat Dosen FEBI IAIN Surakarta menjadi Presenter Paper di International Conference of Project Management (ICPM) 2019 Manado

[smartslider3 slider=39]

FEBI News| Bertempat Di Hotel Aryaduta Manado, ajang International Conference of Project Management (ICPM) 2019 diselenggarakan pada 21-22 September 2019. Acara international conference ini merupakan acara rutin yang diselenggarakan oleh Association of International Bussines and Profesional Management (AIBPM) yang diselenggarakan dibeberapa lokasi di Indonesia. Pada kesempatan seminar kali ini, topic yang diangkat adalah “Tourism, Economic and Applied Technology in Economy 4.0”. Sebagai keynote Speaker, dihadirkan 3 akademisi dan praktisi dari 3 negara, Prof. Majdi Anwar Quttainah, Ph.D dari Kuwait University, Dr. Eve Chan dari THEI Hongkong, dan Dr. Ranjith PV CMS Business School India.

Selain agenda seminar internasional, juga diadakan Annual Conference. Pada perhelatan International Conference kali ini 4 Dosen FEBI lolos dan menjadi presenter yang diberikan kesempatan untuk mempresentasikan Jurnalnya. Keempat Dosen FEBI yang mengikuti acara tersebut adalah Marita Kusuma Wardani, SE., MSi., Ak. dan Anim Rahmawati, MSi dari Prodi Akuntansi Syariah, Ika Yoga, MM dari Prodi Manajemen Bisnis Syariah dan Rais Sani Muharrami, MEI dari Prodi Perbankan Syariah. Keempat dosen FEBI tersebut mempresentasikan hasil risetnya bersama dengan para akademisi dan peneliti dari berbagai wilayah di Indonesia dan beberapa Negara.

Badan Wakaf FEBI, Perkenalkan Wakaf bagi Generasi Millenial

[smartslider3 slider=38]

Fakultas ekonomi dan bisnis Islam melalui badan wakaf FEBI Menyelenggarakan kegiatan Seminar (kuliah umum) bagi mahasiswa FEBI dengan tema ” Wakaf Milenial di era Revolusi Industri 4.0″. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tonggak awal badan wakaf FEBI memulai rangkaian gerakan yg akan dilaksanakan untuk menangkap dan mengoptimlkan peluang dan potensi wakaf serta instrumen keuangan Islam lainnya. Melalui kegiatan seminar ini, diharapkan semakin memperkuat cita2 badan wakaf FEBI untuk mewujudkan gerakan sosial Dan wakaf melalui peran mahasiswa sebagai generasi milenial untuk menjadi da’i- da’i wakaf.

Acara diawali dengan sambutan yg disampaikan oleh ketua badan wakaf FEBI bpk. Waluyo, Lc., MA. Dalam sambutannya, beliau berpesan khususnya kepada mahasiswa untuk menjadi agen philantrophy di era Revolusi Industri. Untuk menjadi agen perubahan, diperlukan ilmu dan inovasi serta kreativitas yang harus terus dipupuk sejak dini. Salah satunya adalah dengan memahami instrumen filantrophy Islam yang kini sedang banyak digalakkan, yakni wakaf.

Acara selanjutnya yaitu inti kegiatan seminar yg dipandu oleh moderator ibu indriyana Puspitosari, MSi.
Pada sesi inti, narasumber Ibu Dian Masyita Ph.D memulai pemaparan materi diawali dengan mendeskripsikan mengenai integrasi antara sistem keuangan dengan moral ekonomi Islam, dilanjutkan tentang isu isu berkaitan dg pengelolaan Wakaf. Wakaf yang dilakukan sejak zaman nabi, para sahabat hingga wakaf masa kini. Beliau memaparkan potensi wakaf yang masih sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia. Wakaf konvensional yang didominasi oleh wakaf asset sudah banyak dilakukan oleh masyarakat. Kini saatnya potensi wakaf asset yang sudah begitu besar harus dikembangkan potensinya salah satunya dengan panfaatan wakaf uang. Beliau mencontohkan betapa wakaf sangat fleksibel digunakan untuk mengatasi permasalahan ekonomi masyarakat, bahkan negara. Sesi inti ditutup dengan diskusi dengan beberapa pertanyaan yg disampaikan dari peserta seminar.

Rangkaian kegiatan seminar diakhiri dengan acara simbolik launching program sedekah akademik oleh Badan Wakaf FEBI. Acara launching ditandai dengan penyerahan dana dari pengelola kegiatan sedekah akademik kepada ketua Badan Wakaf FEBI. Gerakan Sedekah Seribu (SERBU) menjadi gerakan yang diperkenalkan pada kesempatan kali ini. Program sedekah akademik ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh civitas akademika FEBI IAIN Surakarta untuk dapat berbagi kepada sesama. Dalam Kesempatan tersebut juga disampaikan penyaluran dana yang sudah dilakukan melalui sedekah akademik, seperti untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial dalam pembayaran kuliah dan bantuan bagi dosen serta mahsiswa yang sedang mengalami musibah. Acara dilanjutkan dengan foto bersama.

Diskusi Ilmiah Mahasiswa “Perpindahan Ibu Kota, Banyak Untungnya atau Ruginya?”

[smartslider3 slider=37]

 

Kamis, 12 September 2019-Kastrat DEMA FEBI bersama HMJ MBS, telah berhasil menyelanggaran sebuah acara bersama, yang melibatkan seluruh mahasiswa FEBI. Acara tersebut bertajuk Beraksi x Opini. Beraksi merupakan program kerja dari Kastrat DEMA FEBI, dan Opini merupakan program kerja dari HMJ MBS.

Beraksi x Opini diselenggarakan dengan konsep diskusi yang bertemakan “Perpindahan Ibu Kota, Banyak Untungnya atau Ruginya?”. Kemudian menghadirkan seorang pembicara yaitu  Bayu Nurhadi, S.E., M.Si. yang merupakan salah satu Dosen di Fakultas Ekonomi Bisnis Islam. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 30 peserta dari mahasiswa FEBI dan bertempatkan di Gedung FEBI.

Acara Beraksi x Opini berlangsung dengan begitu lancar, dan diawali dengan pemantik dari pembicara. Pembicara menyampaikan bahwa perpindahan ibu kota tidaklah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, sebab ekonomi paling banyak disokong oleh Indonesia bagian Barat, dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dikendalikan oleh sisi konsumsi seluruh penduduk. Jika dilihat, jumlah penduduk di Indonesia juga menempati posisi ke-4 Dunia, hal ini sesuai dengan pemahaman dari Sir William Petty, semakin banyak konsumsi suatu penduduk maka semakin tinggi pendapatan suatu negara.

Pembicara menambahkan sebagaimana keuntungan yang sebenarnya pemerintah rencanakan yakni berguna untuk pemerataan ekonomi dan pembangunan terutama pada Indonesia bagian tengah dan timur. Kemudian beliau juga menyampaikan bagaimana dampak positif dan negatif terhadap perekonomian bangsa yang akan terjadi apabila perpindahan ibu kota telah terjadi. Beberapa diantaranya dampak positif yang mungkin akan kita rasakan yaitu Berkembangnya sektor pertanian, Pembangunan infrastruktur tumbuh dengan cepat, dan berkembangnya tingkat sektor pemukiman di wilayah ibu kota yang akan dibangun. Begitu pula dampak negatif yang mungkin Dirasakan ialah terjadinya inflasi, hal ini bisa saja terjadi apabila pemerintah terlalu tergesa-gesa tanpa memikirkan lebih dalam terkait pemindahan ibukota. Kemudian Satu persatu mahasiswa mulai bersahutan menyangkal dan bertanya, sehingga acara diskusi berlangsung memanas dan ditutup dengan closing statemen dari pembicara.

“Jika kita ingin Indonesia maju, maka mulailah dari diri sendiri, sesimpel dengan mencintai produk Indonesia misalnya. Kemudian perlakukan uang kita dengan baik.” ungkap pembicara. Kami berharap dengan diadakannya acara tersebut, mampu menumbuhkan kembali sikap kritis serta kepekaan mahasiswa FEBI terhadap isu-isu terkini di Indonesia. Selayaknya mahasiswa sebagai agent of change.

Ajeng Astrid DK
(Kastrat DEMA FEBI)

Coffe Morning: Waqaf Manfaat Polis Asuransi

[smartslider3 slider=36]

Sebagai upaya untuk terus meningkatkan tradisi akademik sekaligus  dapat menjalin sinergi dengan sektor praktis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melalui Unit Konsorsium kembali melaksanakan kegiatan diskusi dengan tema “Potret dan Prospek Keuangan Syariah di Indonesia”.

Kegiatan diskusi yang dilaksanakan unit konorsium kali ini berbeda dengan kegiatan biasanya karena dilaksanakan dengan konsep baru yaitu “Coffee Morning”.  Acara dilaksanakan di ruang loby Fakulktas Ekononi dan Bisnis Islam, dimulai pukul 08.00. kegiatan coffee morning ini dihadiri oleh para dosen di lingkungan  FEBI IAIN Surakarta. Adapun narasumber pada kegiatan diskusi kali ini yaitu bapak Roviq Adi Prabowo, RFP., CT.NNLP.,Apt. Yang merupakan manajer area Sun Life Syariah Surakarta.

Dalam paparannya, narasumber menyampaikan bahwa praktek keuangan syariah saat ini sudah sangat berkembang, diantaranya dapat dilihat dari sektor asuransi syariah yang juga sudah mendorong tercapainya potensi instrumen keuangan syariah yaitu wakaf. Upaya tersebut diwujudkan dengan dikeluarkannya produk “wakaf manfaat polis asuransi”, yang diharapkan dengan produk tersebut, dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di sektor asuransi sekaligus mendorong tercapainya potensi wakaf yang dapat meningkatkan perekonomian nasional.

Kegiatan semakin hangat dengan adanya diskusi yang berlangsung diantaranya pertanyaan yang dilontarkan oleh Bapak Rais Sani dan Bapak Fuad yang menanyakan tentang produk asuransi wakaf yang ada selain asuransi jiwa, upaya yang dilakukan asuransi syariah untuk meningkatkan literasi masyarakat dan pengembangan bidang sarana digital untuk mendukung percepatan pertumbuhan asuransi syariah.

Usnan

Foto: Amir

Feasibility Study Pesma FEBI ke Ma’had Al-Jamiah UIN Maliki

[smartslider3 slider=34]

Rabu (4/9) delegasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta bertolak ke Ma’had Al Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk melakukan kegiatan Feasibility Study. Tujuan dilakukan Feasibility ini adalah untuk ngangsu kaweruh terkait pengelolaan Pesantren Mahasiswa. Delegasi terdiri dari 4 perwakilan dosen sekaligus perintis Pesantren Mahasiswa yakni Nur Hidayah Al Amin, Lc., M.E.,Sy., Alvin Yahya, S.H., M.H., Fuad Hasyim, M.E.K., 2 perwakilan dari pengadministrasi yakni Moh. Fathur Rohman, S.Sy., Ngesti Wihastuti, A.MF., dan seorang perwakilan Santri. Delegasi diterima langsung oleh Mudir Utama Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yakni Dr. KH. Ahmad Muzakki, M.A., Bendaharawan Ma’had dan pengurus yang terjun dalam proses akademik Santri seperti Musyrif/ah dan Murabbi/ah.

Diskusi dimulai dengan membahas tentang manajemen pengelolaan yang terdiri dari sistem perekrutan musyrif/ah dan murabi/ah untuk menjadi garda terdepan proses pendidikan di Ma’had Al Jami’ah. Mudir juga menjelaskan bahwa seluruh Mahasiswa Baru wajib mengikuti kegiatan Pesantrenisasi ini, karena sistemnya terintegrasi dengan kuliah formal. Bahkan secara sistem, kegiatan Ma’had memiliki siakad tersendiri, lanjut beliau. Hasil pelajaran yang didapat dalam Ma’had, baik yang bersifat ­daily activities maupun hasil ujian tertulis nantinya akan menjadi mata kuliah prasyarat untuk mengambil mata kuliah keislaman pada semester ketiga dan seterusnya. Artinya, jika mahasiswa tidak lulus dalam pelajaran Ma’had maka diwajibkan remedial. Pun jika tidak lulus program Ma’had, meskipun seluruh mata kuliah selesai diambil, maka Mahasiswa tidak bisa diluluskan.

Hal ini senada dengan Visi dan Misi UIN Maulana Malik Ibrahim bahwa mahasiswa harus memiliki 4 karakter tama sebagai bagian dari Mahasiswa sekaligus Santri, diantaranya Keagungan Akhlak, Kedalaman Spiritual, Keluasan Ilmu dan Kemampuan Profesional. Ma’had memiliki porsi mewujudkan Keagungan akhlak dan Kedalaman Spiritual dengan meramu kurikulum dan sistem sedemikian rupa sehingga mampu berkembang menjadi Ma’had percontohan bagi PTKIN di seluruh Indonesia saat ini. DIskusi dilanjutkan dengan membahahas kurikulum Ma’had, keuangan, sarana dan prasarana dan tentunya dukungan Universitas dalam mem-back up penuh kegiatan Ma’had dengan kebijakannya, karena menurut Mudir Utama jika tanpa Political Will pimpinan yang sejalan maka yang ada hanya ngoyo (berat) dan soro (susah).

Feasibility Study ini tidak hanya melakukan diskusi dengan para pengelola saja, lebih lanjut juga melihat aktifitas Santri dalam lingkungan Ma’had yang letaknya berdampingan dengan Kampus Utama UIN Maliki ini. Delegasi melihat kondisi Mabna (gedung asrama) dengan segala fasilitas didalamnya, melihat aktifitas Santri yakni Ta’lim yang kebetulan saat itu sedang ngaji­ kitab karangan ulama besar nusantara yakni Imam Nawawi al Bantani yang bertajuk Qomi’ al-Thughyan. Kegiatan Feasibility Study ini berakhir pukul 20.30 bertempat di Gedung C UIN Maliki, atas undangan Mudir Utama untuk melihat proses pendidikan 2 cabang lain yang dikelola Ma’had selain pesantrenisasi mahasiswa baru, yakni Ma’had Al-Jami’ah al-Aly (serupa dengan Ma’had Aly pada Pesantren) dan Madrasah Diiniyyah yang merupakan program ngaji­ bagi masyarakat umum. Suasana layaknya kota santri sangat terasa, manakala disiang hari kampus berjalan seperti umumnya kegiatan akademis formal, sementara ba’da maghrib kondisi berubah menjadi sangat religius dengan lalu lalang santri berpeci, sarungan dengan membawa kitab. Akhirnya semoga kegiatan feasibility ini mampu membawa inspirasi untuk dikembangkan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta (efha/red).

 

DEMA FEBI IAIN Surakarta akan Hadirkan Faldo Maldini dan Sherly Annavita

 

┏💎💎💎━━━━━━━┓

🍃 DEMA FEBI IAIN SURAKARTA 🍃
Proudly Present

┗━━━━━━━💎💎💎┛

🔥🔥 SEMINAR NASIONAL KEBANGSAAN 🔥🔥

Dengan tema Millenial bicara Ekonomi” 👋👋👋

Bersama Pembicara Super keren, kece plus millenial pastinya😎🤩

1. Faldo Maldini ✨
📌 Tokoh Aktivis Mahasiswa
📌Co – founder dari pulangkampuang.com
📌Presiden BEM Universitas Indonesia (UI) Tahun 2012
📌Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (2013-2014)
📌S1 Jurusan Fisika Universitas Indonesia
📌Master of Plastic Electronic Materials in Department of Physics of Imperial College London

2. Sherly Annavita✨
📌Influencer Millennial
📌Creator konten di YouTube
📌2nd I’M President
📌S1 Jurusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Jakarta
📌Master of social impact, Swinburne University of Technology, Australia.

🛍 Fasilitas 🛍
✅Snack 🍬
✅Stiker 🏷
✅Sertifikat📋
✅ Ilmu👩🏻‍🎓
✅ teman yang baik 🧚‍♂
🔰 Ganci 🎏 (Khusus Untuk 250 Pendatang pertama )

‼‼‼‼‼‼‼‼‼‼
DON’T MISS IT AND SAVE THE DATE🤩
🗓 24 September 2019
⏰ 07.00 WIB-Selesai
🏢 GRAHA IAIN Surakarta

💸 HTM💸
Presale 1: 20K (just 100 person)
Presale 2: 30K
Presale 3: Soon
OTS: Soon

Q: Gimana kak caranya kalau mau gabung?🤔
A: Kuy.. Bisa ikutin petunjuk dibawah ini🤩👇🏻👇🏻

‼ CARA PENDAFTARAN‼

ONLINE
📌 Via WA📲
Daftar dengan format: Nama_Jurusan_Instansi_No.Telp
daftar ke:
Putra : 081259424756 (Kak Muqsit)
Putri : 085867385924 (Kak Indah)

📌 Via Transfer💳
BNI Syariah No.Rek 0720365735 a.n Ni’matul Umamah

OFFLINE
📌 Stand di Lobby FEBI dan Perpus Pusat (buka besok bangeeett Selasa, 3 sept 2019)

Jangan Kelewatan yaaa, Buruan daftar 🙌🏻🙌🏻 🤭
Kalau bisa sekarang kenapa harus nanti !!!😎🥳🥳
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

#⃣ DEMA_FEBI_2019
#⃣ Kabinet_ISTIMEWA
#⃣ @demafebiiainsurakarta
#⃣ febi.iain-surakarta.ac.id/

Berbagai Ekspresi Seru Peserta Bazar MBS 2019

[smartslider3 slider=33]

 

Pada Rabu menjelang siang, atau tepatnya pada hari kedua Bazar dimeriahkan dengan adanya lomba makan cilok pedas. Dalam lomba ini sampai ada peserta yang tak bisa menahan tangisnya karena rasa pedas, meskipun demikian pemenang lomba ini merasa senang akan adanya kompetisi semacam ini.

Pada hari kedua ini konsep acara lebih dimaksimalkan dengan bermacam tampilan hiburan, mulai dari LOUIS BAND, INP Band atau Inprogress Band, dan terkahir penampilan dari NEW OM MADAGASKAR
sekaligus sebagai penutup acara Bazar.

Salah satu peserta dari stand Fanissa Hijab menyatakan bahwa dalam waktu Bazar dua hari ini transaksi yang dilakukan dapat mencapai 7 Juta Rupiah. Hal ini merupakan peluang tersendiri bagi mereka yang pandai dalam memprediksi calon konsumen dan pandai menyajikan produk yang diminati oleh banyak orang.

Rizki Fajar S.
(Humas Bazar MBS 2019)