Kunjungan Asosiasi Perhimpunan BMT Solo Raya ke FEBI, di Bulan Juli akan menggelar Pekan Olah Raga dengan target 500 peserta

Penulis: Asep Maulana Rohimat

FEBI News| Sebagai bentuk kolaborasi pengembangan ekonomi syariah di tengah masyarakat, FEBI bersama Asosiasi Perhimpunan BMT Solo Raya akan lakukan kerjasama program kegiatan Pekan Olah Raga (POR) yang akan diikuti oleh 500 atlet dan peserta, para atlet tersebut adalah perwakilan dari seluruh BMT yang tergabung dalam Perhimpunan. Pekan Olah Raga ini menjadi penting sebagai bentuk pengembangan kebugaran dan kesehatan bagi para pegiat ekonomi syariah, khususnya para pegawai BMT.

Pembahasan rencana kegiatan POR ini dilaksanakan pada Selasa  (5/4/2022) di Ruang Rapat Pimpinan FEBI. Hadir dalam pertemuan ini Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, Asep Maulana Rohimat, M.S.I, Kepala FEBI MIC, Dwidjo Martono, S.E., M.M, Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda. Perwakilan dari Asosiasi yang hadir diantaranya Wisnu Dewantoro, S.Sos, M.E.Sy. (Ketua PBMTI MPD Sukoharjo), Suharno, SE (Ketua Panitia POR) Faisal Abdul Haris, SE (Direktur BMT AUM/Humas Panitia), Sri Sadana (Panitia), serta Jajang Kurniawan (Seretaris panitia).

Dekan Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si menyampaikan dukungan kepada kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan kolaborasi ini adalah bentuk rekognisi Perguruan Tinggi yang fokus dalam pengembangan ekonomi syariah di tengah masyarakat. “semoga kegiatan nanti lancar dan bermanfaat untuk banyak orang”. Menurut panitia POR, bahwa Cabang Olahraga yang akan ditandingkan nantinya adalah Badminton,  Tenis Meja, Futsal, Panahan Jemparingan, Tarik tambang, Bola Voli, serta Lomba Khas BMT yaitu lomba Hitung Uang. Selain membahas rencana kegiatan POR, pertemuan tersebut juga membahas program Kolaborasi Kelembagaan untuk memberikan edukasi kepada pegawai BMT terkait Digital Marketing.

170 Mahasiswa ikuti Pembekalan Magang FEBI Batch 3, Dekan berpesan Kembangkan Attitude, Skill, dan Knowledge

Penulis: Denda Rinaldi Hadinata

FEBI News| Program magang FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta merupakan program rutin yang diselenggarakan setiap tiga bulan. Program ini telah berlangsung sampai Batch 2 yang berakhir pada bulan Maret 2022 lalu ,yang programnya  akan dilanjutkan  untuk magang Batch 3 pada bulan April 2022.

Sebanyak 170 mahasiswa  antusias mendaftarkan diri pada program magang Batch 3 ini dengan pilihan tujuh unit lab yang tersedia, antara lain FEBI One Mart, Jujugan Café, BMT Mazaya, Galeri Investasi Syariah, Gadai Syariah, BSI & CIMB Syariah dan Warung Digital. Setelah dilakukan seleksi wawancara kepada calon mahasiswa magang didapatkanlah 63 mahasiswa yang terpilih  untuk berkesempatan magang di unit-unit lab FEBI sesuai dengan peminatannya.

Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa magang batch 3 untuk tiga bulan kedepan, tim lab FEBI menyelenggarakan pembekalan yang diselenggarakan pada hari Senin (4/4/2022) di Aula FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara ini diawali pemberian motivasi untuk peserta magang oleh Dr. M. Rahmawan Arifin, S.E., M.Si. selaku Dekan FEBI dan Septi Kurnia Prastiwi, S.E., M.Si. selaku kepala Laboaratorium FEBI, serta penyampaian evaluasi program magang batch 2 dan penyampaian program kerja magang batch 3 oleh para dosen pamong dan perwakilan peserta magang batch 2 dari masing-masing unit lab FEBI.

Pada acara ini, Dekan FEBI menyambut kedatangan mahasiswa magang Batch 3 dengan suka cita. Pada sambutannya beliau menyampaikan bahwa mahasiswa yang telah meggantungkan cita-citanya di FEBI harus mendapatkan proses pendidikan yang baik salah satunya adalah dengan menyelenggarakan program magang.

Program magang FEBI merupakan salah satu komitmen yang dilakukan fakultas untuk mengembangkan skill dan kompetensi mahasiswa di luar kurikuler sehingga dapat menunjang peminatannya dan dapat mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti. Fakultas sebagai penyelenggara program magang tentunya akan terus mengembangkan program ini secara maksimal karena kegiatan ini merupakan bagian dalam rangka Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Pada akhir sambutannya Dekan berpesan agar mahasiswa pada proses masa bakti magangnya dapat menumbuhkan konsep ASK yakni  Attitude yang baik, Skill yang terus diasah, dan Knowledge yang harus terus digali.

Pesan motivasi pun disampaikan pula oleh  Septi selaku kepala Lab FEBI, beliau menyampaikan bahwa mahasiswa yang sudah lolos magang harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin karena program magang ini dapat diakui sebagai bukti penilaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) nantinya. perjalanan magang tiga bulan kedepan merupakan proses dimana cerminan dunia kerja nanti. Mahasiswa magang akan belajar menyelesaikan masalah dari setiap tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang dimiliki. Oleh karena itu, beliau berpesan kepada mahasiswa yang lolos magang Batch 3 bahwa “Jangan jadikan keterbatasan sebagai hambatan. Namun, jadikan itu sebagai motivasi agar dapat lebih aktif, kreatif dan inovatif”. Semoga dengan karya ide kratif dari mahasiswa magang Batch 3 dapat menyempurnakan segala keterbatasan yang ada di unit-unit lab FEBI.

SEMA FEBI UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA GELAR SEKOLAH ADVOKASI: SIAP CETAK MAHASISWA BERPIKIR KONSTRUKTIF

FEBI News| Berlangsung selama dua hari, Kamis (31/03/2022) hingga Jum’at (01/04/2022) Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (SEMA FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses gelar sekolah advokasi. Kegiatan ini berlangsung di Graha UIN Raden Mas Said Surakarta dengan antusias tinggi dari para mahasiwa, terbukti kegiatan ini diikuti paling tidak 100 mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta. Dengan mengusung tema “Membingkai Jiwa Advokasi sebagai Upaya Menumbuhkan Pola Berfikir Konstruktif Mahasiswa” kegiatan berlangsung secara interaktif dengan para mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Bapak Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Rahmawan Arifin, M.Si., beliau menuturkan bahwasannya berfikir konstruktif merupakan bekal utama seorang mahasiswa. Dengan adanya pola pikir konstruktif mahasiswa mampu berpikir secara kritis dan kreatif tetapi membangun. Berfikir konstruktif mampu menghasilkan solusi yang tidak menimbulkan masalah baru.

Kegiatan ini berhasil hadirkan dua pemateri yang kompeten pada bidangnya dengan materi yang sangat berbobot. Materi pertama memaparkan mengenai Pengantar Mahasiswa dan Advokasi yang disampaikan oleh Abdul Ghofur, S.Pd  (WALHI Nasional). Dilanjutkan pemateri kedua yang memaparkan mengenai Manajemen Isu dan Analisis Wacana.yang disampaikan oleh RT. Gunawan Setyopuro S.Sos.I yang merupakan pegiat dan pendamping desa.

Di hari kedua kegiatan tak kalah interaktif, yakni menghadirkan dua pemateri yaitu materi yang pertama adalah Agitasi & Propaganda yang disampaikan oleh Nur Rifai S.E (Sekertaris PC GP Ansor  Klaten) dan yang kedua adalah  Manajemen Aksi dalam advokasi litigasi Thoha Ulil Albab, S.H. ( Aktivis Komphein ). Di setiap akhir sesi pemateri dilakukan FGD (Forum Group Discussion) selama 30 menit yang diikuti oleh seluruh  peserta.

Puncak acara pada hari kedua diadakan praktik orasi secara berkelompok oleh seluruh mahasiswa peserta sekolah advokasi ini. Terselenggaranya sekolah advokasi ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan pengetahuan kepada mengenai hal-hal yang berkaitan dengan advokasi dan membangun pola berpikir konstruktif dalam menghadapi suatu permasalahan. Besar harapan kedepan akan lebih banyak diadakan kegiatan seperti ini untuk cetak mahasiswa yang visioner, berkompeten, dan siap lanjutkan tampuk keberlangsungan masa depan.

Redaktur: Shafina HD/KJF

Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen FEBI tahun 2022 mengusung tema Ekonomi Kreatif dan Inovatif dalam rangka memperkuat Ketahanan Usaha Masyarakat Pasca Pandemi

Penulis: Anim Rahmayati, M.Si

FEBI News| Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mengadakan kegiatan FGD Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat pada Jumat (1/04/2022). Kegiatan ini bertujuan memberikan masukan rencana kegiatan PKM dosen oleh narasumber agar kelompok dosen dapat melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan baik. Acara pembukaan dipandu oleh pembawa acara Sadewa Aziz Diamonda, M.Sc. Kemudian dilanjutkan dengan Sambutan Dekan yang diwakili oleh Wakil Dekan I, Dr. Awan Kostrad Diharto, SE, M.Ag.

Acara inti FGD disampaikan oleh narasumber Rohadi, S.Pd sebagai pelaku ekonoi kreatif yang dipandu oleh moderator Khomaruddin Achmad, ME. Narasumber menyampaikan tema Ekonomi Kreatif. Para dosen harus memetakan dan identifikasi dahulu sebelum melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat adalah pengetahuan dan perubahan dalam kehidupan masyarakat. Harusnya proposal pengabdian itu ada beberapa level, antaralain 1. Charity yaitu datang, membawa bantuan dan bukan pemberdayaan, 2. Income generating, lebih dari carity ada peningkatan pendapatan, 3. Community development, mendorong masyarakat menyelesaikan masalahnya sendiri. 4. Community organizing, pengorganisasian satu komunitas, 5. Community empowermen, menyelesaikan problem dengan membangun kekuatan.

Setelah pemaparan materi kemudian dilanjutkan dengan memberikan masukan atas proposal/usulan rencana PKM yang masuk dan sesi tanya jawab dengan kelompok pengusul PKM. Acara diakhiri dengan penutupan oleh moderator dengan menyampaikan ringkasan acara FGD. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian info PKM oleh panitia dan foto Bersama.

Siapkan Program Penuh Aksi, Komunitas Jurnalis FEBI Gelar Rapat Kerja Kepengurusan Periode 2022

FEBI NEWS| Komunitas Jurnalis FEBI (KJF) sukses adakan rapat kerja (Raker) kepengurusan periode 2022 dengan mengusung tema “Bersinergi Membangun Jurnalis FEBI yang Penuh Aksi”. Acara ini digelar secara blended yakni secara daring via google meet dan luring yang berlokasi di Wedangan Jero Kraton Kartasura, Sukoharjo. Meskipun juga diselenggarakan secara luring, Acara Raker yang berlangsung secara interaktif ini telah dilaksanakan pada Minggu (26/3/2022) .

Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan pembukaan dari MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan dari ketua panitia dan Pimpinan Umum Komunitas Jurnalis FEBI 2022. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib dari presidium sementara. Memasuki acara inti, yaitu penyampaian program kerja dari masing-masing divisi yang dipandu oleh presidium tetap yaitu pimpinan dari Komunitas Jurnalis itu sendiri. Program kerja yang disampaikan masing-masing divisi disini sangat berbobot dan visioner, bertujuan wujudkan Jurnalis FEBI yang progresif. Acara penyampaian berlangsung secara khidmat kemudian ditutup dengan pembacaan hamdalah. Acara selesai pada pukul 15.00 WIB yang kemudian dilanjutkan sesi evaluasi dari masing-masing sie.

Pimpinan Umum Komunitas Jurnalis FEBI, Ersiana Riandani berpesan bahwa tidak ingin kepengurusan KJF berhenti sampai kepengurusan ini. Oleh karena itu, beliau ingin agar pengurus KJF saat ini mensosialisasikan KJF kepada mahasiswa baru supaya KJF memiliki penerus yang aktif dan responsif. Selain itu, beliau juga mengatakan untuk terus melatih skill pengurus melalui Journalis Class maupun Kelas Design dan Fotografi agar calon penerus KJF memiliki kemampuan yang mumpuni sebagai seorang jurnalis. Semoga dengan diadakannya Raker ini, pengurus Komunitas Jurnalis FEBI semakin solid dan kompak dalam menjalankan Program Kerja di kepengurusan tahun ini demi lejitkan organisasi pers mahasiswa yang berprogresif.

Redaktur: Beni ST/KJF

Editor: Shafina HD/KJF

Design: Luthfiah/KJF

Tumbuhkan Mental Kewirausahaan Mahasiswa, Prodi Perbankan Syariah menggelar Kelas Peminatan Wirausaha

Penulis: Rahmawati Khoiriyah

FEBI News| Untuk menjadi seorang wirausahawan, diperlukan mental yang tangguh dan pola pikir yang terbuka. Berwirausaha berarti berupaya keras untuk mencapai tujuan dengan dengan adanya langkah konkret dalam mewujudkannya. Keberanian dalam diri seseorang dimulai ketika ia membuat impian yang akan ia capai dalam hidupnya. Memang tak mudah rasanya memimpikan sesuatu yang tinggi dikala masih belum mampu. Namun dengan impian itulah seseorang akan mencapai target hidupnya satu persatu. Untuk mendukung minat mahasiswa maka Program Studi Perbankan Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, mengadakan program kelas peminatan wirausaha bagi mahasiswa semester 6 pada hari Jumat (18/3/2022) secara daring.

Pada kesempatan ini Hakim Azizi, narasumber kelas wirausaha juga menyampaikan bahwa, lulusan dari Prodi Perbankan Syariah tidak harus menjadi seorang banker. Mahasiswa-mahasiswa milineal harus bisa lebih terbuka dengan karir di wirausaha. Dengan berwirausaha kita bisa menghasilkan pendapatan yang memuaskan dan dapat membantu sekitar dengan membuka lapangan pekerjaan. Untuk menjadi wirausaha, hal yang perlu diperhatikan adalah niat yang kuat, berani memulai, mencoba berpikir kreatif dan harus mempunyai mental yang kuat agar nantinya tidak mudah menyerah jika kondisi usahanya sedang dalam posisi menurun.

Selain adanya persiapan mental yang matang, segala hal yang dilakukan juga harus diimbangi dengan adanya doa. Dengan doa inilah segala maksud yang ingin diraih bisa diberikan kelancaran oleh Tuhan. Lanjutnya, hendaklah seseorang selalu mendahulukan untuk mendoakan kedua orang tuanya dan orang lain. Kemudian setelahnya ia dapat melanjutkan untuk dirinya sendiri. Terakhir, ia berpesan pada para mahasiswa agar senantiasa mengambil segala kebaikan. Tak lupa, ia mengulangi poin penting yang ia garis bawahi, “Yang terbaik diantara Anda adalah yang segera mengambil langkah, bukan yang terlalu banyak berpikir. jangan jadikan buruknya kedisiplinan Anda sebagai penghambat impian Anda.”

Klinik Karya Ilmiah bagi Dosen dan Mahasiswa bahas Trik menembus Jurnal Bereputasi

Penulis: Usnan, M.E.I

FEBI News| Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta terus melakukan berbagai upaya untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia termasuk mahasiswa, diantaranya melaksanakan kegiatan “Klinik karya ilmiah bagi dosen dan mahasiswa” . Orientasi dari kegiatan ini adalah untuk mendukung pengembangan kuantitas dan kualitas publikasi dosen dan juga mahasiswa pada jurnal-jurnal bereputasi. Kegiatan ini juga sekaligus mendukung program pengembanan tugas akhir bagi mahasiswa yang tidak hanya dalam bentuk skripsi, melainkan internship dan juga artikel jurnal.

Kegiatan klinik karya ilmiah yang belangsung selama dua hari ini yaitu tanggal 24 dan 25 Maret 2022 mengangkat tema “Trend Riset dan Trik Menembus Jurnal Bereputasi” dengan menghadirkan narasumber Ibu Dr. Hj. Sudarwati, SE, MM (Ketua Jurusan Ilmu Manajemen Pasca Sarjana UNIBA Surakarta) dan dimoderatori oleh Bapak Khomarudin Achmad, ME (Owner Brownies Tiwul).

Kegiatan klinik karya ilmiah yang dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa terutama mahasiswa semester akhir yang sedang dan akan mengerjakan tugas akhir, dihari pertama dibuka langsung dengan sambutan dan pembukaan yang disampaikan oleh Dekan FEBI bapak Dr. M. Rahmawan Arifin, SE, MSi. Dimana beliau menegaskan tentang tujuan kegiatan klinik karya ilmiah ini dan secara lebih khusus beliau menyampaikan tentang tiga model tugas akhir yang ada di FEBI dan salah satunya adalah artikel jurnal, dimana adanya tiga model tugas akhir tersebut merupakan bagian dari upaya untuk melaksanakan konsep merdeka belajar kampus merdeka (MBKM).

Inti kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut berisi beberapa materi seputar artikel jurnal dimulai dari; Pentingnya membaca artikel yang baik untuk membuat artikel ilmliah yang baik, bagaimana mendapatkan ide penelitian, current issues, tahapan penelitian, metode penelitian pilih artikel terbaik sebagai contoh, membuat rencana riset, situs-situs sumber ide penelitian, kriteria artikel yang tidak layak publikasi, model kerangka bagian-bagian dalam suatu artikel publikasi dan penjelasan dari masing-masing bagian tersebut mulai dari abstrak hingga referensi yang digunakan. (Usnan)

FGD Kelas Peminatan Perbankan Syariah Usung Tema “Potensi dan Relevansi Kelas Peminatan dalam Menyongsong Era Society 5.0”

FEBI News | Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Program Kelas Peminatan dalam rangka Penyempurnaan Buku Panduan Pelaksanaan Program Kelas Peminatan dengan tema “Potensi dan Relevansi Kelas Peminatan dalam Menyongsong Era Society 5.0” di hari kedua, 23 Maret 2022, diisi oleh Quality Control Manager PT. Intan Pariwara, Yana Suryana, M.Hum dan dipandu oleh moderator Ahmad Pambudi, M.E alumni FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Turut hadir dalam kegiatan hari kedua Ketua Jurusan Ekonomi dan Keuangan Syariah Budi Sukardi, S.E.I., M.S.I, Sekretaris Jurusan Ekonomi dan Keuangan Syariah, Usnan, S.E.I., M.E.I., dan  Koordinator Prodi Perbankan Syariah, Rais Sani Muharrami, S.E.I., M.E.I., dosen-dosen Prodi Perbankan Syariah (PBS), perwakilan mahasiswa PBS semester 6, dan tenaga kependidikan.

Acara pada hari kedua diawali dengan sambutan oleh Ketua Jurusan Ekonomi dan Keuangan Syariah Budi Sukardi, S.E.I., M.S.I., yang menyampaikan bahwa dalam era smart society kita (dosen) sebagai pendidik memiliki kewajiban dalam memberikan knowledge, skill, value dan attitude untuk mahasiswa. Hal ini dikarenakan mahasiswa harus memahami teknologi dan permasalahan yang ada di masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman. Pelaksanaan kelas peminatan di FEBI memiliki potensi dan relevansi dalam menyongsong era smart society tersebut.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan pemaparan kelas peminatan oleh Koordinator Prodi PBS, Rais Sani Muharrami, S.E.I., M.E.I. Beliau menyampaikan bahwa kelas peminatan diberlakukan pada mahasiswa mulai semester 5. Adanya kelas peminatan di FEBI dilatarbelakangi karena setiap mahasiswa FEBI memiliki keunikan dan potensi tersendiri. Oleh karena itu, kelas peminatan dibagi menjadi 3, yakni kelas akademisi, kelas professional, dan kelas wirausaha. Beliau juga menyampaikan bahwa kelas akademisi memiliki kecenderungan memiliki mahasiswa yang unggul dalam prestasi, kritis dalam berdiskusi dan sistematis. Mereka adalah mahasiswa yang cenderung bersemangat dan rajin dalam mengerjakan tugas kuliah. Tetapi, peminat pada kelas akademisi hanya sedikit. Kurang lebih hanya tiga puluh mahasiswa setiap angkatannya. Sementara kelas peminatan professional adalah kelas peminatan yang paling besar jumlah peminatnya. Dari Sembilan kelas yang ada di setiap angkatan, 7 kelas merupakan kelas peminatan professional. Lebih lanjut beliau menyampaikan juga kelas peminatan wirausaha memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan kelas akademisi. Kecenderungan kelas ini mahasiswa yang ada lebih kreatif, inovatif dan memiliki daya tarik tersendiri untuk membuka usaha. Terakhir beliau menyampaikan kedepannya, pembagian kelas peminatan tidak hanya dilakukan melalui kuisioner yang dibagikan di google form, akan tetapi juga melalui tes potensi akademik dan tes potensi karir.

Acara inti yaitu expert reviewdiisi oleh Quality Control Manager PT. Intan Pariwara, Yana Suryana, M.Hum. Dalam penyampaiannya, Bapak Yana Suryana menyampaikan bahwaa Era society 5.0 adalah suatu konsep yang menyatakan bahwa teknologi akan hidup berdampingan dengan manusia untuk meningkatkan hidup secara berkelanjutan. Hal ini juga berlaku dalam dunia perkuliahan yaitu bagaimana caranya mengkonsep dan mengemas kelas peminatan menjadi lebih baik. Beliau menyampaikan bahwa desain panduan kelas peminatan sudah sangat bagus tetapi permasalahannya adalah cara deliverynya yang kurang Oleh karena itu, dalam sisa sesi FGD di hari kedua dilakukan secara menyeluruh oleh Pak Yana Suryana melalui diskusi interaktif dengan Kajur, Sekjur, dan Koordinator Prodi PBS. Red: Wahyu Dian Silviani.

kelas-peminatan-aks (1)

Tingkatkan Kualitas Kurikulum, Prodi Akuntansi Syariah FEBI Lakukan Benchmarking ke Prodi Akuntansi UNS

FEBI News | Dalam rangka meningkatkan kualitas kurikulum dan menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja, Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan benchmarking ke Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Surakarta. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penguatan Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran Lulusan: Strategi Sinkronisasi Prodi dalam Menyongsong Era Society 5.0”.

Acara yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 22 hingga 24 Maret 2022 ini diselenggarakan di Aula FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan internal Prodi Akuntansi Syariah. Pada hari pertama, hadir sebagai narasumber utama Bhimo Rizky Samudro, Ph.D., dosen senior Prodi Akuntansi FEB UNS. Kehadiran beliau menjadi sorotan utama karena membagikan praktik baik dalam penyusunan dan evaluasi kurikulum berbasis outcome.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Wakil Dekan I Dr. Awan Kostrad Diharjo, S.E., M.Ag., Ketua Jurusan Manajemen dan Akuntansi Syariah H. Khairul Imam, M.H.I., Koordinator Prodi Akuntansi Syariah Fitri Laela Wijayanti, M.Si., serta dosen-dosen Prodi AKS, mahasiswa semester 6, dan tenaga kependidikan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FEBI, Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., yang menyampaikan pentingnya benchmarking sebagai upaya penyegaran dan penyempurnaan kurikulum. Beliau menekankan bahwa kurikulum yang kuat harus mampu menjembatani kebutuhan industri dan dunia akademik secara seimbang.

Wakil Dekan I, Dr. Awan Kostrad Diharjo, S.E., M.Ag., dalam pemaparan selanjutnya menjelaskan bahwa benchmarking ini juga bertujuan untuk memastikan Program Kelas Peminatan yang telah diterapkan sejak 2017 tetap relevan. Ia menambahkan bahwa penguatan kurikulum tidak lepas dari kebutuhan adaptasi terhadap perkembangan industri, teknologi, dan karakteristik generasi mahasiswa saat ini.

Sesi utama dipandu oleh moderator Ahmad Pambudi, M.E., alumni FEBI yang kini aktif sebagai praktisi. Dalam sesi tersebut, Bhimo Rizky Samudro, Ph.D. menyampaikan hasil evaluasi dan expert review terhadap dokumen kurikulum Prodi Akuntansi Syariah. Ia memaparkan pentingnya alur transmisi kurikulum yang logis dan berorientasi pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Menurutnya, penyusunan kurikulum ideal dimulai dari penjabaran visi-misi prodi, penguatan profil lulusan, hingga penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sistematis.

Beliau juga menjelaskan dua pendekatan dalam pemetaan peminatan mahasiswa, yakni model terstruktur dan tidak terstruktur. Pada pendekatan terstruktur, alur transmisi CPL lebih jelas dengan pengukuran berbasis mata kuliah pilihan wajib. Sedangkan pada pendekatan tidak terstruktur, mahasiswa diberikan fleksibilitas lebih tinggi dalam memilih mata kuliah lintas peminatan, namun tetap perlu strategi untuk menjaga ketercapaian CPL yang ditargetkan.

Koordinator Prodi Akuntansi Syariah, Fitri Laela Wijayanti, M.Si., juga memaparkan bahwa Prodi AKS telah melaksanakan kelas peminatan yang terbagi menjadi tiga jalur: akademisi, profesional, dan kewirausahaan. Pembekalan dilakukan melalui penguatan kompetensi dosen serta sesi pertemuan dengan praktisi industri. Ia berharap hasil dari benchmarking ini dapat memperkuat penyusunan kurikulum yang selaras dengan standar nasional maupun internasional.

Acara FGD dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar implementasi CPL, penyusunan RPS, hingga praktik kurikulum adaptif di Prodi Akuntansi FEB UNS. Diharapkan hasil benchmarking ini dapat menjadi acuan strategis dalam penguatan kurikulum dan peningkatan mutu lulusan Prodi Akuntansi Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Seminar Nasional Moderasi Beragama, FEBI hadirkan Budayawan Ngatawi Al-Zastrow dan Aktifis Katolik Agustina Dewi Sitaresmi Ratih Pratiwi

Penulis: Asep Maulana Rohimat

FEBI News| Sebagai rangkaian peringatan tasyakur Dies Natalis FEBI ke 22, panitia menggelar Seminar Nasional Moderasi bergama dengan tema ”Generasi Hebat, berfikir Moderat, menebar Manfaat”. Hadir sebagai pembicara Budayawan sekaligus Juru Bicara Presiden Gus Dur Dr. Ngatawi Al-Zastrow, M.Si serta dipandu Moderator Agustina Dewi Sitaresmi Ratih Pratiwi, ST sebagai Aktifis Katolik dan Manajer Rumah Budaya Kratonan. Turut hadir Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Mudofir, M.Ag, Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, Wakil Dekan 2 Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd, Wakil Rektor 3 Septin Puji Astuti, Ph.D, Dosen, Tenaga Kependidikan, Pengurus Ormawa dan ratusan mahasiswa sebagai peserta. Acara ini diselenggarakan pada Senin (21/3/2022) bertempat di Aula Gedung A lantai 2 juga disiarkan secara langsung di kanal FEBI Tv.

Acara seminar didahului dengan opening seremoni sekaligus pemotongan tumpeng, sebagai simbol tasyakuran dies natalis FEBI ke 22. Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si dalam sambutan awalnya menyatakan bahwa dalam Dies Natalis ke 22 ini, FEBI menghadirkan acara “kenduren” dalam rangka Dies Natalis, sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya bangsa Indonesia yang sekaligus dikemas dalam Seminar Nasional Moderasi Beragama untuk mencetak Generasi FEBI yang moderat dalam berfikir dan berperilaku, bukan sekedar ahli ekonomi namun bisa menjadi agen perubahan  toleran di dunia yang penuh keragaman.   

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Mudofir, M.Ag selanjutnya memberikan opening speech sekaligus membuka secara resmi rangkaian acara Dies Natalis FEBI ke 22. Rektor memberikan ucapan selamat kepada FEBI karena sudah 22 tahun menjadi bagian penting dalam perkembangan Kampus UIN Raden Mas Said Surakarta, diantaranya adalah sebagai fakultas yang paling favorit pada masa IAIN Surakarta. Prof. Mudofir kemudian menjelaskan pentingnya sikap moderasi beragama bagi generasi digital saat ini. Menurutnya kesadaran moderasi beragama sudah ada sejak dulu, karena DNA manusia Indonesia adalah berbangsa-bangsa, masa lalu bangsa Indonesia bahkan kepercayaannya adalah berupa agama animisme dan dinamisme, baru selanjutnya munculah agama Hindu, Budha, Kristen, Katolik, lalu Islam. DNA Moderasi sudah aja sejak dulu, maka perlu kesadaran sebagai generasi muda intelektual dengan rendah hati, melampaui batas-batas keorganisasian dan menjadi open society. Sebagai kelompok elit strategis, mahasiswa harus menjadi agen moderasi dan perubahan. Salah satunya literasi digital yang berbasis fakta, bukan hoax. “Hidup masa depan harus berkolaborasi dengan berbagai orang, moderasi beragama adalah pintu masuk agar bisa berkolaborasi dengan baik”. pungkas Prof. Mudofir.

Agenda Utama Seminar Nasional Moderasi Beragama dipandu oleh Moderator Agustina Dewi Sitaresmi Ratih Pratiwi, ST sebagai Aktifis Katolik dan Manajer Rumah Budaya Kratonan dan pembicara utama Budayawan sekaligus Juru Bicara Presiden Gus Dur Dr. Ngatawi Al-Zastrow, M.Si. pembicara menekankan pentingnya generasi milenial FEBI memahami Konsep Moderasi Beragama lalu melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya dengan diawali pemahaman sejarah munculnya agama-agama di Indonesia, terutama interaksi Agama Spiritualisme (animisme-dinamisme) yang kemudian dilakukan akulturasi oleh para pendakwah dari masa Khalifah Usman terhadap budaya bangsa Indonesia saat itu. Poin penting kemudian adalah memahami definisi Moderasi beragama dalam Islam, yaitu sikap berIslam  yang menolak ekstrimitas, Menolak berbagai tindakan dan pemikiran ekstrim yang bisa merusak tatanan dan menimbulkan kemadharatan. Berdiri tegak di tengah untuk menjaga keadilan demi terwujudnya kemaslahatan. Istilah ini dipopulerkan oleh Yusuf Qardawi yang berasumsi bahwa semua prinsip dasar agama Islam baik Aqidah, Syariah maupun Akhlak dilandasi atas nilai wasatiyah. Selanjutnya memahami Karakter Dasar Islam Moderat (Wasathiyyah) yaitu Fleksibel dan elastis namun tegas, Mengedepankan kearifan dan akhlak, dan Menolak tindakan dan pemikiran ekstrim.

Kunci utama Untuk memperkuat moderasi beragama, adalah diperlukan pemahaman yang kuat terhadap sejarah keislaman dan kenusantaraan. Sejarah ini inilah yang akan menjadi referensi hidup (maroji’ul hayah) sekaligus sumber pengetahuan (resources) untuk diaktualisasikan dalam menghadapi pertarungan. Kedua memahami akar-akar tradisi sebagai jangkar dan spirit agar tidak mudah hanyut dan larut dalam tekanan arus dan silau oleh kenyataan. Dengan berbekal pada kedua hal inilah Walisongo dan Ulama Nusantara mampu melahirkan berbagai macam karya budaya dan pemikiran hingga bisa bertahan menghadapi tekanan dan tampil menjadi pemenang. Pungkas Dr. Ngatawi yang juga pernah menjadi Juru Bicara Presiden Gus Dur.

Foto: Kris