Juara 1 GI IPOT Awards 2022, Galeri Investasi Syariah FEBI Kembali raih penambahan Open Account Tertinggi

FEBI News|  Galeri Investasi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali berhasil mendapatkan Juara 1 sebagai Galeri Investasi dengan penambahan Open Account Tertinggi pada 2021. Prestasi tersebut dilaksanakan pada kegiatan Galeri lnvestasi Gathering IPOT (IPOT GIG 2022) yang dilaksanakan oleh Indopremier Sekuritas.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai rangkaian acara selama 2 hari dimulai dari tanggal 25-26 Februari 2022 yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan materi mengenai pasar modal melalui sesi Training of Trainers (TOT) pada hari pertama. Dilanjutkan dengan webinar mengenai personal branding pada hari kedua. Terakhir sebagai bentuk apresiasi Indopremier sekuritas terhadap galeri investasi berprestasidi periode 2021, diadakan Gl Awards sebagai puncak acara yang turut dimeriahkan oleh penampilan virtual live music dan games berhadiah. Pada sesi GI Awards terdapat beberapa nominasi seperti, Galeri lnvestasi Penambahan OA Tertinggi, Galeri lnvestasi Nilai Transaksi Terbanyak, Galeri lnvestasi Pendatang Baru Terbaik, Galeri Investasi of The Year, dan PIC Galeri lnvestasi Terbaik.

GIS Febi UIN Raden Mas Said Surakarta beserta penggurus Galeri dalam hal ini Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) UIN Raden Mas Said Surakarta berharap agar prestasi yang didapatkan kali ini menjadi pemacu semangat berinvestasi masyarkat UIN Raden Mas Said Surakarta, khususnya Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Redaktur : Andre Armanto/KSPM UIN Raden Mas Said Surakarta

Ekonomi Islam di Era Digital: Relevansi dan Implikasi

Penulis: Usnan, M.E.I
Sekretaris Jurusan Ekonomi dan Keuangan Syariah FEBI UIN Raden Mas Said

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peradaban manusia pun semakin terus berkembang. Jika pada beberapa tahun yang lalu hampir seluruh aktivitas kehidupan manusia baik dalam aktivitas sosial, ekonomi, keagamaan dan lain-lain semuanya dilakukan dan berlangsung secara fisik, namun saat ini, sebagian besar atau hampir semua aktivitas kehidupan tersebut tidak lepas dari unsur teknologi, dimana proses dan aktivitas kehidupan tersebut berlangsung melalui dunia maya (online). perkembangan ini yang kemudian kita kenal dengan istilah kehidupan di era digital. Bahkan dengan terjadinya wabah virus covid-19 sejak awal tahun 2020 yang kemudian memunculkan istilah-istilah baru dalam kehidupan masyarakat misalnya istilah work form home, pray from home, seolah menjadi sinyal dan pemacu agar setiap aktivitas dalam kehidupan ini terus berubah semakin cepat bertransformasi kedunia digital.

Satu hal yang menarik dari perkembangan dan realitas yang terjadi saat ini dikaitkan dengan ekonomi Islam adalah bahwa perubahan pola dan bentuk aktivitas kehidupan yang saat ini berlangsung dengan serba digital, semakin banyak memberikan bukti bahwa ekonomi Islam atau ekonomi syariah dengan konsepnya yang bersumber pada ajaran suci semakin menunjukkan kebenaran dan relevansinya dengan perkembangan tersebut.
Pertanyaannya adalah apa relevansi konsep yang ada dalam ekonomi islam dengan perkembangan itu? Tulisan ini sedikit memberikan ulasan berkaitan dengan apa yang ditulis oleh Muslich (2004) yang mengupas tentang bagian dari ekonomi Islam yaitu berkaitan dengan aspek manusia pada aktivitas ekonomi. Dalam paparannya disebutkan bahwa Islam telah memberikan pandangan umum sebagai dasar dalam setiap aktivitas kehidupan termasuk didalamnya ekonomi, tentang apa yang harus selalu jadi prinsip dalam memperlakukan manusia atau mengelola sumber daya manusia dalam suatu kegiatan ekonomi yaitu adanya prinsip “saling membutuhkan”.

Prinsip saling membutuhkan sebagai salah satu konsep dasar dalam ekonomi Islam ini berangkat dari pandangan tentang kodrat manusia sebagai makhluk sosial, dimana manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendirian, kehadiran kita akan selalu membutuhkan orang lain dan sebaliknya kehadiran kitapun dibutuhkan orang lain, mulai dari hal-hal yang besar bahkan hingga hal yang kecil sekalipun, hampir semuanya tidak bisa kita lakukan sendiri, selalu ada peran dan kontribusi orang lain.

Kodrat manusia sebagai makhluk sosial tersebut sebagaimana digambarkan secara eksplisit oleh Allah SWT didalam Al-Qur’an tentang penciptaan manusia yang telah Allah SWT jadikan berbeda-beda atau dilebihkan antara satu dengan lainnya yang tiada lain agar tercipta hubungan untuk saling memberi manfaat. Selain dalam Ayat Al-Qur’an, konsep tentang kodrat manusia sebagai makhluk sosial pun secara implisit banyak disebutkan dalam Hadits Rasulullah SAW yang secara substansi memberikan gambaran tentang manusia (khususnya umat islam) sebagai makhluk sosial, misalnya tentang gambaran manusia (sesama mukmin) yang diibaratkan seperti bangunan, dimana jika kita mengamati struktur bangunan, kita akan menemukan hubungan yang saling mengisi, melengkapi dan memperkuat antara satu unsur dengan unsur lainnya.

Adapun pinsip saling membutuhkan dalam fenomena ekonomi di era digital dapat kita ambil salah satu contohnya adalah pada kegiatan perdagangan atau jual beli yang dilakukan secara online. Hubungan saling membutuhkan dalam jual beli secara online dapat kita analisis diantaranya; Pertama dari sisi konsumen atau masyarakat, kebutuhan mereka adalah tersedianya barang yang tidak hanya memiliki kualitas baik, tetapi juga mudah didapatkan dan bisa diperoleh dengan efisiensi waktu, tenaga serta biaya. Oleh sebab itu, keberadaan barang yang dapat dibeli secara online merupakan kebutuhan bagi konsumen atau masyarakat. Analisis kedua yaitu dari sisi Penjual atau pedagang, dimana kebutuhan mereka adalah bisa menjual produknya kepada masyarakat secara lebih mudah dan lebih murah, sehingga mereka berupaya untuk dapat menjual produknya melalui media online yang mudah diakses oleh masyarakat dan memiliki jangkauan calon konsumen yang juga lebih luas. Namun untuk mendapatkan konsumen yang banyak dan terus meningkat, penjual juga membutuhkan satu hal penting yaitu “penilaian” dari konsumen atau pelanggan yang pernah membeli produknya, karena dengan penilaian tersebut, akan semakin membangun kepercayaan para calon pembeli sehingga mampu meningkatkan penjualannya dimasa yang akan datang.

Pemenuhan prinisip saling membutuhkan khususnya pada gambaran contoh diatas, pada akhirnya dapat mewujudkan hubungan saling memberi manfaat, merealisasikan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi semua pihak, dan terbangun hubungan harmonis antar pelaku ekonomi khususnya penjual dan pembeli.
Sekilas ilustrasi dari contoh tersebut dan tentunya masih banyak lagi contoh-contoh lain dalam perkembangan dunia yang serba digital, setidaknya dapat menjadi salah satu diantara sekian bukti yang menunjukkan bahwa ekonomi islam yang digali dari ajaran suci agama Islam akan selalu relevan dengan berbagai perubahan dan tantangan zaman. Relevansi tersebut diantaranya disebabkan oleh kesempurnaan ajaran Islam itu sendiri yang isi ajaran-ajarannya selalu mencakup segala aspek secara seimbang, proporsional dan menyeluruh, sehingga tidak ada satupun kepentingan atau unsur yang telewatkan apalagi yang dirugikan. Islam selalu menjaga semua kepentingan, menjaga hak, dan memberikan perlindungan kepada semua unsur yang terlibat dan hadir dalam setiap aktivitas ekonomi.

Berdasarkan deskripsi diatas yaitu ekonomi Islam dengan salah satu pandangan dasarnya pada prinsip bahwa seluruh aktivitas termasuk ekonomi harus selalu didasarkan pada prinsip “saling membutuhkan”, maka implikasi dari konsep tersebut adalah dalam praktik ekonomi hendaknya selalu mengedepankan pula prinsip kerjasama dan solidaritas.
Kerjasama merupakan salah satu implikasi dari adanya prinsip saling membutuhkan, dimana untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera maka diperlukan kerjasama dari semua komponen masyarakat sehingga tujuan tersebut dapat terwujud. Berkaitan dengan kerjasama ini, Santosa (2017) bahkan pernah memberikan sebuah ilustrasi bahwa hendaknya bagi seorang muslim ketika misalnya ia menjadi pengusaha atau pelaku bisnis yang sukses, maka kesuksesan tersebut hendaknya pula bisa mengantarkan orang lain kepada kesuksesan atau paling tidak bisa berbagi kesukesan pula dengan orang lain.

Implikasi kedua dari prinsip saling membutuhkan adalah semakin tumbuhnya jiwa solidaritas dalam kehidupan. Istilah solidaritas disamping mengandung makna persaudaraan dan saling menolong, juga merupakan sikap untuk senantiasa toleran terhadap sesama, atau secara praktis dalam praktik ekonomi dapat diwujudkan dengan memberikan kelonggaran atau kelapangan kepada sesama. Kelonggaran tersebut diantaranya yaitu kelonggaran dalam menuntut apa yang menjadi haknya, kelonggaran dalam hal pemenuhan janji dan kelonggaran atau kelapangan hati atas kekeliruan yang mungkin dilakukan oleh orang lain terhadap kita.

Dari analisis singkat ini, kita tentu berharap bahwa dengan terus berkembanganya kehidupan ke arah digitalisasi, ekonomi Islam pun dapat semakin terus maju, karena keunggulan yang dimiliki oleh ekonomi islam itu sendiri yaitu relevansi (keselarasan) dengan karakter dan kebutuhan dalam dunia yang serba digital.

Foto: duniafintech.com

Prof. Raditya Sukmana dorong Dosen FEBI untuk Produktif dalam Riset Ekonomi Syariah yang bermanfaat bagi Masyarakat Luas

Penulis: Fauzi dan Pambudi

FEBI News|  Pendidikan Dasar Ekonomi Islam (PDEI) Lanjutan sesi kedua dilaksanakan pada hari Rabu (16/2/2022). Setetelah pada sesi pertama mendatangkan Prof. Mahfud Sholihin (Guru Besar FEB UGM), PDEI lanjutan sesi kedua menghadirkan pembicara Prof. Dr. Raditya Sukmana, SE., MA. selaku Guru Besar FEB Universitas Airlangga. Kegiatan PDEI Lanjutan sesi kedua dilaksanakan secara hybrid. Sebagian peserta hadir di Aula FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, sedangkan pembicara beserta peserta lain hadir melalui platform Zoom. Peserta PDEI Lanjutan sesi kedua ini terdiri dosen, karyawan dan mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta serta dipandu oleh Moderator Ahmad Pambudi, SE. M.E.Sy selaku Dosen dan pengurus IKA FEBI.

PDEI sesi kedua kali ini mengusung tema Metodologi Penelitian Ekonomi Islam. Pada kesempatan tersebut, Prof. Raditya Sukmana menyampaikan materi secara komprehensif, mulai dari ruang lingkup penelitian hingga topik riset terkini dalam ekonomi islam. “Dalam melakukan riset, peneliti perlu memiliki orientasi yang kuat,  agar hasil dari penelitiannya memberikan dampak dan manfaat yang besar bagi masyarakat”, ungkap Prof. Raditya Sukmana selaku narasumber PDEI Lanjutan sesi kedua. Guru Besar dalam bidang Ekonomi Islam tersebut juga menyatakan bahwa tema riset yang menarik adalah tema yang sekarang menjadi concern pengembangan ekonomi islam di Indonesia, tidak hanya sektor keuangan islam, namun juga meliputi pariwisata halal, kuliner halal hingga fesyen islami.

Peserta mengikuti PDEI Lanjutan sesi kedua dengan antusias, hal tersebut terbukti dengan adanya beberapa pertanyaan yang diajukan kepada pemateri pada sesi diskusi interaktif. “Acaranya menarik, materi yang disampaikan banyak memberikan isu-isu ekonomi islam terkini untuk dikaji lebih lanjut dalam kajian-kajian empiris”, ujar Suryati, S.Pd., M.E.K. salah satu dosen FEBI UIN Raden Mas Said yang menjadi peserta PDEI Lanjutan.

Prof. Mahfud Sholihin: FEBI UIN Raden Mas Said Bisa Menjadi Trendsetter Ilmu Ekonomi Islam Nasional

Penulis: Ahmad Syahrul Fauzi

FEBI News| FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Dasar Ekonomi Islam (PDEI) Lanjutan pada tanggal 15 dan 16 Februari 2022, kegiatan PDEI Lanjutan merupakan kelanjutan dari PDEI Basic yang telah dilaksanakan pada semester sebelumnya. PDEI lanjutan merupakan program yang dilaksanakan oleh FEBI dalam rangka meningkatkan pemahaman dan wordview ekonomi Islam bagi dosen, karyawan dan mahasiswa. Kegiatan PDEI lanjutan dilaksanakan secara hybrid, sebagian peserta mengikuti kegiatan melalui platform Zoom, sedangkan sebagaian peserta hadir secara langsung di Aula FEBI UIN Raden Mas Said dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan PDEI Lanjutan kali ini mendatangkan Prof. Mahfud Sholihin (Guru Besar FEB Universitas Gadjah Mada) dan Prof. Raditya Sukmana (Guru Besar FEB Universitas Airlangga) sebagai pembicara.

Kegiatan PDEI Lanjutan diawali dan dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Dr. M. Rahmawan Arifin. Dalam sambutannya, Dekan FEBI menyatakan bahwa dosen di lingkungan FEBI UIN Raden Mas Said harus memiliki pemahaman tentang ekonomi islam meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi islam. Hal tersebut dibutuhkan agar FEBI mampu menciptakan generasi muda ekonomi islam yang unggul, berakhlak karimah, memiliki kemandirian dan daya saing tinggi dalam bidang ekonomi dan bisnis islam. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan pendidikan ekonomi islam bagi dosen dan karyawan secara berkala akan terus dilaksanakan demi terwujudnya fakultas yang unggul dalam riset dan aplikasi ilmu ekonomi dan bisnis islam.

Hari pertama PDEI Lanjutan (15/2) diisi oleh Prof. Mahfud Sholihin dengan membahas tema tentang Ekonomi Islam pada Masa Kontemporer. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Mahfud Sholihin yang juga merupakan Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) DIY menyampaikan bahwa berdasarkan Global Islamic Economic Indicator (GIEI), Indonesia menduduki peringkat empat dalam hal implementasi ekonomi Islam di dunia pada tahun 2020. Guru Besar dalam bidang Akuntansi tersebut juga menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia memiliki peluang untuk menjadi pusat ekonomi Islam di dunia, hal tersebut didukung dengan sektor ekonomi Islam yang semakin berkembang dan tidak hanya terbatas pada sektor keuangan, melainkan juga kuliner, fashion hingga pariwisata.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Mahfud Sholihin juga menyampaikan tentang pentingnya Tri Dharma Pendidikan Perguruan Tinggi, hal tersebut dapat dilakukan oleh civitas akademika FEBI dengan senantiasa berperan dalam mengembangkan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengembangan ekonomi islam. Selain itu, Prof. Mahfud Sholihin juga menghimbau agar seluruh dosen FEBI UIN Raden Mas Said produktif menghasilkan tulisan dan karya ilmiah, ia berpesan bahwa FEBI UIN Raden Mas Said harus selalu dapat mengambil peran dalam pengembangan ilmu ekonomi Islam dan menjadi Trendsetter Ekonomi Islam di Indonesia.

Dorong Akselerasi Studi Bagi Mahasiswa Semester Akhir, Jurusan Ekonomi & Keuangan Syariah Fasilitasi “Curhat Skripsi”

Penulis: Usnan

FEBI News| Jurusan Ekonomi & Keuangan Syariah (Program Studi Perbankan Syariah) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan “Sosialisasi dan Sharing” bagi seluruh mahasiswa aktif angkatan 2015, 2016 & 2017 yang diselenggarakan secara online melalui aplikasi zoom meeting, pada hari selasa 15 Februari 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua & Sekretaris Jurusan Ekonomi & Keuangan Syariah juga Koordinator Program Studi Perbankan Syariah. Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah dalam rangka mendorong percepatan studi bagi seluruh mahasiswa semester akhir.

Mengawali kegiatan sosialisasi dan sharing, Ketua Jurusan ( Budi Sukardi, SEI, MEI) memberikan arahan dan motivasi kepada mahasiswa angkatan 2015, 2016 & 2017 untuk segera menyelesaikan studi, khususnya bagi angkatan 2015 sehingga semuanya bisa tuntas menyelesaikan studi. Beliau juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para mahasiswa untuk menyampaikan curhatan kendala-kendala yang dihadapi dalam penyelesaian studi (tugas akhir). Pada kesempatan tersebut, Koordinator Program Studi Perbankan Syariah ( Rais Sani Muharrami, SEI, MEI) juga turut memberikan motivasi dan mendorong mahasiswa untuk segera menyelesaikan tugas akhirnya.

Pada sesi sharing, seluruh mahasiswa angkatan 2015 diminta menyampaikan progress skripsi serta kendala-kendala apa saja yang dialami. Selain itu, beberapa mahasiswa dari Angkatan 2016 dan 2017 pun menyampaikan perkembangan dan kendala yang juga dialami dalam pengerjaan dan penyelesaian skripsi. Setiap progress dan kendala yang disampaikan oleh mahasiswa kemudian diberikan penjelasan dan tanggapan dari Bapak Kajur dan juga dari Koordinator Program Studi. Kegiatan sosialisasi dan sharing ini selanjutnya ditutup dengan closing statemen dan penutupan oleh pembawa acara. (Usnan)

PESMADIN FEBI bekali Para Musyrif Ilmu untuk mencetak Akhlakul Karimah Generasi Muda

FEBI News| Pesantren Mahasiswa Diniyyah (PESMADIN) FEBI UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA menyelenggarakan Pelatihan Training Of Trainer (TOT). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at, 11 Februari 2022. Pada pelatihan tahun ini di hadiri sebanyak 40 Musyrif-musyrifah, yang nantinya di harapkan mampu menambah ilmu serta pengetahuan mengajar. PESMADIN ini mampu menjadi wadah belajar keagamaan para mahasiswa/i FEBI UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA. Tak hanya pintar dalam urusan dunia akan tetapi di harapkan mampu membangun generasi muda yang berakhlakul karimah.

Materi yang pertama disampaikan oleh pengasuh PESMADIN UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA Ustadz Nur Hidayah Al-Amin,Lc.M.E.SY. TOT ini bertujuan untuk membekali para Musyrif-musyrifah mengajar dan membimbing para santri nya, serta evaluasi bagaimana pembelajaran kelas. Baik kelas bengkel, asasi, qiroah serta ulya. Dengan harapan dapat menjadikan metode pembelajaran pesmadin lebih baik lagi.

Materi pada TOT pada tahun ini di sampaikan oleh KH Amin Rais mengenai Fiqih Ibadah. Materi yang beliau sampai kan berkaitan dengan Thoharoh, Sholat Goib, Sholat Jenazah, dan Sholat Gerhana. Yang nantinya akan menjadi bekal para Musyrif-musyrifah yang dapat diamalkan kepada para santri nya yang nantinya akan menjadi amal jariyah.

Laksanakan PPL Partisipatif, Mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta pelajari Proses Akad Simpan Pinjam Pembiayaan di KSPPS Dana Amanah Pusat

FEBI News| Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Raden Mas Said Surakarta kembali mengadakan salah satu kegiatan akademik bagi mahasiswa, yaitu Praktik Pengalaman Kerja (PPL) khususnya untuk mahasiswa semester 5. Setiap mahasiswa semester 5 diwajibkan untuk mengikuti kegiatan PPL dengan mengikuti secara partisipatif maupun kolaboratif. PPL partisipatif dilakukan oleh mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta yang memiliki program studi yang sama, sedangkan untuk PPL kolaboratif dilakukan oleh mahasiswa yang memiliki program studi yang berbeda.

Salah satu kelompok mahasiswa yang mengikuti kegiatan PPL adalah Rarastika Diyah Ayu Ningtyas dan Zahrotun Arum Sariyanti. Mereka merupakan mahasiswa mahasiswa prodi Manajemen Bisnis Syariah yang mengikuti kegiatan PPL secara partisipatif di KSPPS Dana Amanah. Pelaksanaan kegiatan PPL dilaksanakan selama satu bulan sejak tanggal 20 Desember 2021-20 Januari 2022. Mereka memberikan informasi bahwa pelaksanaan PPL sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sebelum terjadi pandemi. Hal ini menyebabkan Lembaga KSPPS Dana Amanah yang membatasi jumlah mahasiswa PPL, sehingga mahasiswa PPL ditempatkan pada kantor yang berbeda dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti Rarastika Diyah Ayu Ningtyas ditempatkan di KSPPS Dana Amanah Pusat.

Rarastika Diyah Ayu Ningtyas sebagai mahasiswa bimbingan PPL dari Bapak Asep Maulana Rohimat, SHI., M.Si., menceritakan pengalamannya selama mengikuti kegiatan PPL “Saya ditempatkan di bagian pelayanan administrasi atau Teller serta belajar mengenai akad-akad peminjaman yang digunakan pada koperasi, selain itu juga mempelajari bagaimana nasabah melakukan peminjaman dengan jaminan sertifikat maupun BPKB dan aset lainnya dan memberitahukan untuk menggunakan beberapa syarat atau berkas yang dilampirkan untuk melakukan peminjaman. Setelah berkas sudah disiapkan, tinggal menunggu persetujuan dari atasan. Kemudian setelah mendapatkan persetujuan, saya dibimbing untuk membuat surat akad perjanjian antara kedua belah pihak. Mahasiswa disini dibekali banyak ilmu pengetahuan khususnya terkait kegiatan ekonomi yang pastinya berbasis syariah. Selama proses belajar mengenai akad peminjaman, saya dibimbing oleh Ibu Siti Purwaningsih dan Ibu Nur Anisa selaku Teller, beliau-beliau ini membimbing saya dengan sabar dan telaten agar nantinya ketika saya sudah selesai kegiatan PPL mendapatkan ilmu dan pengalaman yang banyak. Pada tanggal 20 Januari 2022 kegiatan PPL telah selesai dengan dan diakhiri dengan ucapan terima kasih dari mahasiswa PPL kepada manajer dan seluruh karyawan di kantor pusat dan memberikan sedikit kenang-kenangan.”. Sebelum kegiatan PPL diakhiri, Bapak Marsum selaku Manajer Kantor KSPPS Dana Amanah Pusat mengucapkan “Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih banyak untuk bantuannya selama satu bulan ini, semoga ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama kegiatan PPL disini bermanfaat untuk kedepannya, sukses terus, semangat belajarnya perjalanan kalian masih panjang gapai cita-cita kalian dan ambil yang hal baik dan positifnya dari kami selama kegiatan PPL di sini.”.

FEBI Pastikan Seluruh Dosen dan Mahasiswa tetap Patuhi Protokol Kesehatan dengan Wajib menunjukan Sertifikat Vaksin

FEBI News| Data penyebaran Covid-19 naik di bulan Februari 2022. Varian Omicron begitu cepat menyebar pada kondisi prokes yang abai. Untuk itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta lakukan sosialisasi dan penertiban Prokes pencegahan Covid19 kepada mahasiswa. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si beserta tim Satgas Covid FEBI berkeliling ke area kampus FEBI dan ruangan kelas, guna memastikan bahwa Dosen dan Mahasiswa tetap menjaga Prokes saat proses perkuliahan.

Himbauan Prokes juga ditegaskan oleh Ketua Satgas Covid FEBI Kristiyanto Djoko Purnomo, S.E. bahwa seluruh civitas akademik FEBI baik dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa harus tetap menjaga Protokol Kesehatan, yaitu wajib menunjukan Sertifikat Vaksin sebelum Kuliah, memakai masker, cuci tangan dengan sabun, serta penyemprotan disinfektan di seluruh bagian Fakultas secara berkala. Terhitung mulai hari ini Kamis (10/2/2022) seluruh mahasiswa wajib menunjukan Sertifikat Vaksin Covid 19 sebelum masuk ke Gedung FEBI baik untuk kuliah tatap muka maupun pelayanan administrasi.

Siap melayani Wajib Pajak secara Online, Dua Mahasiswa FEBI resmi menjadi Relawan Pajak di KPP Pratama Klaten

FEBI News| Klaten (8/2/2022), bertempat di Aula KPP Pratama Klaten, berlangsung penyerahan relawan pajak dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Klaten. Acara ini dihadiri oleh para relawan pajak beserta para dosen pendamping.

Pada penyerahan tersebut, KPP Pratama diwakili oleh Wahyu Purwidyastrini selaku kepala seksi pelayanan dan Harini Ekowati selaku kepala seksi pengawasan III. Sedangkan dari pihak para relawan pajak diwakili oleh dosen pendamping. Untuk yang berasal dari FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, penyerahan diwakili oleh Dua Dosen Program Studi Akuntansi Syariah Devi Narulitasari, M.Si. dan Helti Nur Aisyiah, M.Si.

Dalam acara tersebut, pihak KPP menyampaikan bahwa para relawan pajak akan berkontribusi mulai pekan ini hingga awal Maret 2022. Setelah penyerahan, dua mahasiswa FEBI, Arsheto Teguh Wicaksono dan Daru Dyah Mitasari, dan para relawan pajak lain dibekali materi dasar tentang pajak khususnya SPT 1770 S dan 1770 SS dimana keduanya merupakan formulir yang paling banyak disetorkan oleh wajib pajak. Ke depannya, para relawan akan dimintai untuk bertugas menginput data dari dua jenis formulir tersebut melalui e-filing.

Wahyu Purwidyastrini selaku kepala seksi pelayanan KPP Pratama Klaten berharap para relawan mempunyai pengalaman tentang dunia perpajakan serta mampu melayani wajib pajak dengan baik. Pada masa pandemi ini, pelayanan dilakukan secara online. Namun, jika ada wajib pajak yang menghendaki mendapatkan pelayanan secara offline, KPP membatasi jam pelayanan, yaitu hanya dua wajib pajak per jam.

Jadwal Ujian Munaqosyah dan Seminar Proposal Skripsi Periode Februari 2022

*Bagi mahasiswa prodi MBS yang akan mengikuti ujian seminar proposal, pada saat menyerahkan berkas ujian ke masing-masing penguji wajib disertai kuesioner.