Obrolan Entrepreneur: “PANDEMI COVID-19, PENGUSAHA MUDA BISA APA?”

FEBI NEWS| Bertempat di Ruang B.101 dan melalui media Zoom, Rabu (30/09) HMPS Akuntansi Syariah FEBI IAIN Surakarta menyelenggarakan Owner (Obrolan Entrepreneur) yang bertemakan “Pandemi Covid-19, Pengusaha Muda Bisa Apa?”. Kegiatan ini menghadirkan Dwi Agil Setiawan, S.E sebagai pembicara. Dalam owner ini pembicara didampingi oleh Luluk Ayuning Tyas, S.Akun selaku Moderator.

Pembicara mengupas secara tuntas dan mendalam mengenai bagaimana sikap pengusaha muda di tengah pandemi Covid-19.
Acara ini dibagi menjadi tiga sesi, dengan fokus pembahasan yang berbeda pada setiap sesinya.
Sesi pertama dimulai pada pukul 08.00WIB, sesi kedua dimulai pada pukul 12.30 WIB, dan sesi ketiga dimulai pada pukul 14.32 WIB.
Kegiatan dihadiri oleh pengurus HMPS Akuntansi Syariah serta mahasiswa mahasiswa lain dari berbagai jurusan. Kegiatan yang dilakukan secara offline hanya dihadiri oleh beberapa pengurus dan mahasiswa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Pada kesempatan ini, pembicara menyampaikan bahwa seorang pengusaha harus memiliki mental yang kuat. Selama pandemi ini, pengusaha
Indonesia sangat terpuruk. Kita harus menjual apa yang sedang dibutuhkan. Selain itu pembicara juga menjelaskan mengenai tips-tips untuk memulai usaha, diantaranya adalah mulailah usaha dari apa yang disukai, jangan berusaha sendiri, jangan ingin produksi namun yang penting berjualan, terus belajar, berkomunitas dan mencari mentor yang baik, serta istiqomah dalam berusaha. Setelah penyampaian materi, para peserta kemudian menyampaikan berbagai pertanyaan dan dijawab oleh pembicara.

Redaktur: Nurul Fauziyah

Perdalam Konsep Investasi Emas dan Wakaf Tunai bagi Mahasiswa, HMPS Perbankan Syariah gelar Seminar Bersama Praktisi Ekonomi Islam

FEBI NEWS| Bertempat di Gedung FEBI IAIN Surakarta, Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (HMPS PBS) telah menyelenggarakan acara Seminar Perbankan Syariah secara offline selama dua hari berturut-turut mulai dari tanggal 17 hingga 18 September 2020 yang dihadiri oleh peserta kurang lebih 125 orang. Selain itu, HMPS PBS menghadirkan dua orang pembicara yakni Yudhi Tri Apriyanto, S.E dan juga Muhammad Alan Nur, S.E, yang masing-masing akan menyampaikan materi pada hari pertama dan kedua.

Menyikapi situasi pandemi yang tengah mewabah dan jumlah peserta yang cukup banyak, membuat pelaksanaan acara ini dibagi kedalam 3 sesi, sehingga meskipun acara dilakukan secara offline, protokol kesehatan masih tetap diperhatikan. Kemudian, serangkaian acara pun dimulai oleh penyampaian materi dari bpk. Yudhi Tri Apriyanto, S.E selaku asisten manajer II hubungan kelembagaan PT Pegadaian dan juga pembicara pada hari pertama. Melalui tema “Investasi Emas Pilihan Yang Cerdas Mahasiswa Masa Kini”, beliau menyampaikan tentang tabungan emas, keuntungan dan kekurangan dalam berinvestasi emas. Selanjutnya pada hari kedua, bersama pembicara yaitu saudara

Muhammad Alan Nur, S.E, yang menyampaikan materi terkait tema “Peran Mahasiswa Dalam Pengembangan Wakaf Tunai Sebagai Solusi Ekonomi Masa Kini”, beliau menjelaskan secara spesifik tentang pentingnya wakaf tunai bagi mahasiswa.
Acara ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme dari sejumlah mahasiswa meskipun berjalan secara offline ditengah situasi pandemi semacam ini, nyatanya hal tersebut tidak menyurutkan semangat peserta untuk datang. Semoga dengan diadakannya acara ini, mampu memberikan wawasan tambahan bagi sejumlah mahasiswa FEBI khususnya mahasiswa perbankan syariah akan pentingnya pengetahuan seputar investasi emas dan wakaf tunai.

Redaktur: (Ajeng/KJF)

Tanamkan Semangat Prestasi Pada Mahasiswa, HMPS PBS Gelar Serangkaian Acara IBCOM 2020 (ISLAMIC BANKING COMPETITION)

FEBI BEWS| Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (HMPS PBS) telah berhasil selenggarakan acara IBCom (Islamic Banking Competition) yang merupakan sebuah rangkaian acara berupa perlombaan yaitu lomba essay dan cerdas cermat (LCC), kemudian seminar online menjadi puncak sekaligus penutup semua rangkaian acara. Acara IBcom dilaksanakan tepatnya mulai dari tanggal 15 September hingga 03 Oktober 2020 dan berlangsung secara online yang meliputi proses pendaftaran hingga dilaksanakannya acara. Dengan mengangkat dua tema yaitu “Ketahanan Sistem Keuangan Syariah Dalam Menghadapi Covid-19” dan “Pengembangan Inovasi Produk Keuangan Syariah Di Era New Normal”, acara ini sukses mengundang antusias peserta lomba essay sebanyak 17 peserta dari sekian mahasiswa FEBI IAIN Surakarta.

Selain itu, untuk cabang lomba cerdas cermat (LCC) sendiri berhasil mengundang sejumlah 16 peserta yang terdiri dari mahasiswa FEBI semester 3 dan 5. Dalam penyelenggarannya, LCC menggunakan room meeting seperti zoom dan google meet mulai dari awal dibukanya acara hingga ke babak penyisihan 2 pemenang lomba cerdas cermat. Kemudian dihari berikutnya, seminar online digelar tepatnya pada tanggal 3 Oktober 2020 melalui room meeting berupa zoom dengan antusisme peserta sejumlah kurang lebih hingga 220 orang. Disamping itu seminar ini mengusung sebuah tema yaitu “Transformasi Sistem Sosial & Ekonomi Bank Syariah Dalam Menghadapi Peluang dan Resiko Dimasa Pandemi” dengan pembicara yaitu dari Bpk. Dr. Agung Abdullah, MM. Pada kesempatannya, beliau sempat menyinggung terkait tema yang diangkat kemudian terkait 3 hal yang harus diketahui mengenai Islam dan aspek sosial, ekonomi Islam dan aspek sosial, dan juga fungsi sosial bank syariah. Menariknya lagi, pemenang lomba cerdas cermat turut diumumkan dalam acara seminar online kali ini, sehingga menambah antusiasme para peserta yang hadir.

Diselenggarakannya IBCom ini tidak lain ialah guna mengasah kemampuan mahasiswa FEBI khususnya mahasiswa Perbankan Syariah IAIN Surakarta dalam menumbuhkan produktifitas, kreatifitas dan sikap kompetitif yang seharusnya ada dalam diri setiap mahasiswa FEBI IAIN Surakarta. Semoga dengan diadakannya acara ini, semua tujuan acara dapat terselenggara dan tersalurkan dengan baik agar impact positif dapat dirasakan oleh semua kalangan.

Redaktur: (Ajeng/KJF)

Dari Santri untuk Indonesia, Tabligh Akbar bersama Ribuan Mahasantri PESMADIN FEBI IAIN Surakarta

FEBI News| Pesantren Mahasiswa Diniyyah (PESMADIN) FEBI IAIN SURAKARTA menyelenggarakan TABLIGH AKBAR bagi mahasantri angkatan 1/TA 2019, dilaksanakan pada senin, 05 Oktober 2020, jam 19.00 WIB-selesai melalui aplikasi Zoom pro dan Live di FEBI Tv.

Sambutan yang pertama disampaikan oleh pengasuh PESMADIN IAIN SURAKARTA ustadz Nurhidayah AL-amin,Lc.M.E.SY. menyampaikan “terimakasih kepada Dekan FEBI IAIN Surakarta yang telah mensuport pesmadin dan permohonan maaf jika pelaksanaan pesmadin belum berjalan maksimal.” Pesmadin melaksanakan tabligh akbar sebagai media belajar mahasantri tentang ilmu-ilmu agama dari para ustad terkemuka.

Sambutan yang kedua disampaikan oleh Dekan FEBI IAIN SURAKARTA Dr. Mohammad Rahmawan Arifin,S.E.,M.Si. menyampaikan “ingat di jidatmu, di hatimu, di tanganmu bukan hanya terlihat sebagai mahasiswa tapi juga seorang santri, jangan sampai mengeklaim mantan santri, namun santri selamanya ada di hati.”

Tausiyah yang pertama disampaikan oleh Ustadz H. Syahrul Afrizal Sitorus, Lc.MH. menyampaikan, MOTO ANAK PEMUDA “jangan kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”(QR. Ali Imran: 139). Terdapat dalil Berwirausaha diantaranya dalah “apabila telah ditunaikan shalat, maka betebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS. Al-jumu’ah: 10). Area wirausaha dalam islam, berwirausaha atau berbisnis dalam ekonomi bahkan semua ilmu di dalamnya. Terdapat dua area oprasional berpijak yaitu: Prinsip-prinsip dasar yang diteteapkan oleh Al-Qur’an dan sunnah dan Pengembangan positif masyarakat dan Ilmu pengetahuan dan teknologi ketentuan sukses dalam berwirausaha secara umum dapat dikatakan bahwa ketentuan yang ditetapkan Al-Qur’an dan Hadist dalam berbisnis, dapat digolongkan menjadi 3 yaitu: Hati dan kepercayaan, Moral pembisnis dan Pengembangan Harta Selain itu juga terdapat empat sifat dasar kewirausahaan adalah jujur, amanah, tpleransi dan memenuhi akad dan perjanjian. Terdapat manfaat belajar kewirausahaan bagi mahasiswa diantaranya: Pendidikan saja tidak cukup untuk menjadi bekal untuk masa depan, Kewirausahaan bisa diterapkan di semua bidang pekerjaan dan kehidupan, Ketika lulus bermanfaat di semua bidang pekerjaan, Memajukan perekonomian dan Membudayakan sikap unggul, prilaku positif dan kreatif.

Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Umar Alfandi S.Thi, menyampaikan pesan-pesan untuk mahasantri yang pertama, karakter, khlakul kharimah dan nilai-nilai agama jangan sampai dilepas karena itu milik kita, pesan yang kedua adalah jiwa kepemimpinan, mempin itu didepan harus memberikan tauladan dan uswah-uswah yang baik dalam prilaku, tanampan nilai-nilai agama. Santri Entrepreneur artinya santri juga berwirausaha, didalam jiwa santri memiliki jiwa kemandirian. Terdapat kendala-kendala dalam kehidupan bagaimana kita dapat mengahadapi kendala-kendala tersebut. Ketiga yaitu jiwa kemandirian, yaitu dapat berdiri sendiri, yang dapat memberikan inofasi, kreatifitas, toleransi dan berkehidupan sosial dalam kehidupan di masyarakat nanti peran santri dalam kehidupan di masyarakat harus memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Kaji Potensi Ekonomi Islam, Dua Guru Besar Berikan Motivasi Kepada Mahasiswa Baru Dalam Kuliah Umum

FEBI News |  Sebagai tahap awal dalam memasuki proses kuliah semester gasal tahun 2020, FEBI IAIN Surakarta selenggarakan Studium General dengan tema Potensi dan Peluang Ekonomi Islam di Indonesia di Era New Normal. Pembicara yang hadir adalah guru besar dalam bidang ekonomi Islam. Pembicara pertama Prof. Bambang Setiaji, M.Si Guru Besar Ekonomi Islam.  Pembicara kedua Prof. Musa Asy’ari Guru Besar Filsafat Ekonomi Islam FEBI IAIN Surakarta.

Di Awal acara Dekan FEBI IAIN Surakarta Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si sebagai Opening Speaker memberikan motivasi kepada mahasiswa baru dengan konsep “IHSAN” yaitu akronim dari konsep Ikhlas, Humanity, Spiritualitas, Adaptif, dan Nasionalisme serta konsep Islam rahmatan lil’alamin. Setiap mahasiswa diharapkan bisa melaksanakan konsep tersebut selama kuliah di kampus dan pasca lulus kedepannya.

Pembicara pertama Prof. Bambang Setiaji, M.Si menyampaikan tentang potensi dan peran umat Islam dalam mengembangkan Ekonomi Islam baik secara nasional di Indonesia maupun mampu berperan besar secara global di dunia internasional. Peran Mahasiswa FEBI sangat dibutuhkan sebagai agen perubahan.

Pembicara kedua Prof. Musa Asy’ari berikan pemaparan terkait filafat ekonomi Islam yang sangat penting menjadikan pondasi keilmuan ekonomi Islam bagi mahasiswa FEBI. selanjutnya pembicara menyampaikan fenomena perkembangan ekonomi Indonesia di masa new normal covid 19 yang menuju jurang resesi, Prof. Musa  menyoroti fenomena ini dengan bentuk motivasi kepada peserta supaya tetap semangat menjaga imunitas pribadi, dan penguatan UKM berupa kreatifitas produk dan digitalisasi pemasaran.  Peran mahasiswa FEBI sebagai insan akademis yang membuat perubahan nyata bagi masyarakat, berupa kemakmuran dan rahmatan lil’alamin. Acara ini dipandu oleh moderator Irma Yuliani, SE., MM Dosen FEBI IAIN Surakarta.

HMPS AKS Gelar Webinar Nasional Tentang Peluang Lulusan Akuntansi Syariah Di Era New Normal

FEBI NEWS| Bertempat di Aula FEBI dan melalui media Zoom, Sabtu(26/09) HMPS Akuntansi Syariah FEBI IAIN Surakarta menyelenggarakan webinar yang bertemakan “Peluang dan Ancaman Lulusan Akuntansi Syariah di Era New Normal”. Kegiatan ini menghadirkan Ibu Antin Okfitasari, S.E., M.Si., AK., CA., BKP sebagai pembicara. Beliau merupakan konsultan pajak, akuntan berpraktek, praktisi akuntansi dan pajak, praktisi pengadaan barang dan jasa, partner KJA Arta, sekaligus Dosen di UDB Surakarta . Dalam webinar kali ini pembicara didampingi oleh Ahmad Pauyan selaku Moderator.

Pembicara mengupas secara tuntas dan mendalam mengenai bagaimana peluang dan ancaman yang mungkin dihadapi oleh lulusan akuntansi syariah di era new normal dan di masa yang akan datang. Acara ini dibagi menjadi tiga sesi, dengan fokus pembahasan yang berbeda pada setiap sesinya. Sesi pertama dimulai pada pukul 09.15 WIB, sesi kedua dimulai pada pukul 13.00 WIB, dan sesi ketiga dimulai pada pukul 14.38 WIB.

Kegiatan dihadiri oleh Kaprodi Akuntansi Syariah, pengurus HMPS Akuntansi Syariah serta mahasiswa Akuntansi Syariah dari berbagai semester. Kegiatan yang dilakukan secara offline hanya dihadiri oleh beberapa pengurus dan mahasiswa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Pada kesempatan ini, pembicara menyampaikan bahwa profesi akuntan merupakan salah satu profesi yang bisa saja digantikan oleh teknologi, seperti big data. Hal tersebut dapat mengambil alih pekerjaan yang biasa dilakukan oleh akuntan. Saat ini pun sudah banyak perusahaan besar yang mengembangkan teknologinya karena telah didukung oleh standarisasi proses pengelolaan keuangan, dan arsitektur sistem informasi.
Setelah penyampaian materi, para peserta kemudian menyampaikan berbagai pertanyaan dan dijawab oleh pembicara.

Redaktur: Nurul Fauziyah

Kuatkan Iklim Pesantren di Fakultas, FEBI Gelar Grand Launching PESMADIN Angkatan ke-2/2020

FEBI News|PESMADIN FEBI IAIN Surakarta menyelenggarakan Grand Opening Pesmadin FEBI IAIN Surakarta Tahun 2020. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu 03/10/2020 yang ditujukan untuk mahasiswa baru FEBI IAIN Surakarta angkatan 2020. Acara diadakan secara daring sebagai tanda dimulainya kegiatan Pesmadin FEBI IAIN Surakarta Angkatan kedua. Turut hadir Dekan FEBI IAIN Surakarta dan Pengasuh Pesmadin FEBI IAIN Surakarta untuk memberikan sambutan.

Sambutan yang pertama disampaikan oleh pengasuh Pesmadin FEBI IAIN Surakarta, Nur Hidayah al Amin, Lc., M. E. Sy. Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada Dekan FEBI IAIN Surakarta yang sudah mendukung keberadaan Pesmadin di FEBI IAIN Surakarta. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan Pesmadin tahun ini adalah untuk angkatan kedua. Pesmadin dapat berjalan juga karena didampingi oleh musrif/musrifah yang membina mahasiswa baru dalam membaca al-qur’an maupun ibadah. Agenda Pesmadin tahun ini berbeda, dimana pada tahun ini menggunakan media digital. Dimana untuk daerah sekitaran kampus dapat datang langsung ke kampus, sedangkan yang jauh melalui media digital. Dikesempatan ini pula, melaporkan kepada Dekan bahwa placement test sudah dilaksanakan dan dalam tahapan rekapitulasi. Selain itu, beliau juga menginformasikan bahwa pada malam Selasa akan ada pengajian akbar dalam rangka wisuda Pesmadin angkatan satu.

Dalam sambutannya pengasuh Pengasuh Pesmadin IAIN Surakarta juga mengajak mahasiswa baru untuk bersemangat. “Barang siapa keluar mencari ilmu maka dia berada di jalan Allah sampai dia kembali lagi”. Beliau mengajak mahasantri untuk mengikuti arahan pembina baik dari absensi maupun kegiatan, karena pada awal November akan ada ujian SKL. Dengan begitu, selain dapat ilmu juga akan mempermudah dalam ujian SKL.
Sambutan kedua diberikan dari Dekan FEBI IAIN Surakarta, Dr. M. Rahmawan Arifin, S. E., M. Si. Beliau mengungkapkan untuk menjadi pribadi yang bersyukur. Dalam hal ini, syukur berarti melakukan kegiatan yang ada di FEBI IAIN Surakarta secara totalitas. Beliau juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada pengasuh, dosen, dan musrif/ah.
Dengan adanya Pesmadin, mahasiswa FEBI IAIN Surakarta otomatis menjadi santri. Selain itu, beliau juga mengungkapkan, tidak ada istilah mantan santri. Mahasiswa baru yang masuk FEBI IAIN Surakarta bukan hanya predikat mahasiswa saja, tetapi juga santri. Walaupun tempat sarana prasarana belum optimal, FEBI IAIN Surakarta berikhtiar bagaimana FEBI IAIN Surakarta bisa menjadi santri dan memiliki iklim pesantren dan tidak harus tinggal di asrama.

Di FEBI IAIN Surakarta bukan hanya sebagai tempat transfer ilmu saja, tetapi juga syiar agama, di dalamnya ada orang mengaji. Hal ini sebagai bentuk ikhtiar untuk membentuk mahasiswa plus. Dekan FEBI IAIN Surakarta menyampaikan tiga hal yang harus dibekali untuk kehidupan mendatang yaitu harus dengan ilmu syar’i, ilmu profesi, ilmu kreasi. Hari ini harus lelah-lelah dahulu daripada lelah setelah lulus. Beliau juga berpesan untuk menguatkan ibadah, tilawah, dan akhlak. Dan diakhiri dengan membuka Pesmadin FEBI IAIN Surakarta Tahun 2020 yaitu untuk angkatan kedua.
Acara dilanjut dengan pengenalan Pesmadin FEBI IAIN Surakarta oleh Daru Anggrahadi dan Siti Mutmainah, selaku perwakilan dari musrif/musrifah Pesmadin.ia mengungkapkan bahwa ijazah Pesmadin sebagai syarat untuk munaqosyah. Maka dari itu hal ini adalah wajib. Dalam kesempatan ini juga dijelaskan mengenai perbedaan Pesmadin dan SKL, dimana SKL diharuskan dari kampus, sedangkan Pesmadin diwajibkan dari FABI IAIN Surakarta. Dalam pembelajaran, nantinya akan dibagi kelas-kelas, yaitu bengkel, asasi, qiroah, ulya. Selanjutnya akan ada UTS UAS. Dalam kegiatan Pesmadin terdapat mabit dengan bermalam di kampus. Pada khir tahun pembelajaran akan ada wisuda bagi yang lulus dari pesmadin dan diberikan ijazah. Dalam acara ini peserta begitu antusias dilihat dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Acara diakhiri dengan penutup dan sesi foto bersama.

Sambut 1138 MAHASISWA BARU, DEMA FEBI IAIN SURAKARTA GELAR ACARA WOKSHOP “BERANI BICARA HEBAT”

FEBI NEWS| Bertempat di Graha IAIN Surakarta, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI IAIN Surakarta telah berhasil menggelar acara “Workshop Berani Bicara Hebat” selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada tanggal 01 – 02 Oktober 2020 lalu. Acara yang diadakan secara offline dengan mematuhi berbagai protokol kesehatan ini, berhasil menggait peserta sejumlah kurang lebih 172 orang yang terdiri dari peserta delegasi maupun umum. Digelarnya acara semacam ini, bertujuan untuk menumbuhkan kembali potensi pada peserta terkhusus mahasiswa FEBI IAIN Surakarta dalam hal Public Speaking. Guna mendorong suksesnya acara ini, DEMA FEBI telah menghadirkan dua orang pembicara yaitu Bpk. M. Rikza Chamami, M.Si., dan Ibu Herni Putrianti yang masing – masing akan memandu acara pada hari pertama dan kedua.
Berawal dari sambutan yang disampaikan oleh Bpk. Dr. M. Rahmawan Arifin, S.E, M.Si., selaku Dekan FEBI IAIN Surakarta, Acara workshop berani bicara hebat pada hari pertama pun digelar. Dengan mengangkat Tema “Mengupas Potensi Diri dengan Public Speaking”, Bpk. M. Rikza Chamami, M.Si., menyampaikan materinya sedikit tentang keharusan bagi kita untuk berani bicara didepan orang banyak, terutama bagi anak muda sekarang yang kerap malu dan tidak percaya diri ketika melakukannya. Setelah materi disampaikan, dibentuklah FGD (Forum Grup Diskusi) untuk masing – masing peserta, guna mendiskusikan suatu hal yang nantinya akan disampaikan oleh perwakilan kelompok ke depan.

Sedangkan pada hari kedua, bersama pembicara yaitu Ibu Herni Putrianti, acara berlangsung dengan konsep yang sedikit berbeda, dimana pembicara menyampaikan materinya yang disiarkan live melalui room meeting Zoom dengan tema “Saatnya Pemuda Menjual Branding dengan Public Speaking”. Dalam kesempatannya, beliau menyampaikan atas dasar permasalahan yang dihadapi anak muda saat ini, salah satunya ialah ketidak percayaan diri. Kemudian beliau menekankan bagaimana cara agar dapat menambah kepercayaan diri dan hal-hal yang dibutuhkan untuk berani berbicara dengan hebat. Setelah semua materi disampaikan, pemateri meminta peserta workshop untuk membentuk beberapa kelompok guna mendiskusikan kelebihan suatu perusahaan yang nantinya akan dipresentasikan di depan peserta lainnya.

Acara workshop ini berhasil menyita antuasme dari sejumlah mahasiswa, hal tersebut dikarenakan acara ini dirasa sangat bermanfaat bagi peserta untuk menumbuh kembangkan passion yang begitu dibutuhkan dalam dunia kerja nantinya. Kemudian panitia berharap bahwa dengan dilaksanakannya acara ini, peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dengan baik dan percaya diri.

Redaktur : Ajeng (KJF)

Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an Mahasiswa Baru, PESMADIN FEBI Siapkan Empat KeKelas Melalui PTPlacemen test Serentak

FEBI News| Kamis, 01/08/2020 PESMADIN FEBI IAIN Surakarta menyelenggarakan placement test bagi mahasiswa baru. Placement test dijadwalkan pada tanggal 1 dan 2 Oktober 2020. Pada placement test kali ini diikuti oleh 1.138 mahasiswa baru dari program studi Manajemen Bisnis Syariah, Perbankan Syariah dan Akuntansi Syariah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa baru FEBI IAIN Surakarta dalam membaca al-Qur’an. Hasil dari placement test ini untuk menentukan kelas-kelas pembelajaran yang akan dilakukan selama beberapa bulan kedepan.

Adapun kelas pembelajaran pesmadin nantinya akan dibagi menjadi empat kelas, yaitu kelas Bengkel, Asasi, Qira’ah dan Ulya. Pengelompokan kelas ini didasarkan pada kemampuan mahasiswa baru dalam membaca al-qur’an dan memahami ilmu tajwidnya. Untuk kelas Bengkel diperuntukkan bagi mereka yang belum mengenal sama sekali tentang tulisan dan bacaan huruf al-qur’an. Kelas Asasi diperuntukkan bagi mereka yang belum mampu melafalkan bacaan al-Qur’an dengan benar. Kelas Qira’ah diperuntukkan bagi mereka yang mampu melafalkan bacaan al-qur’an dengan benar, tetapi belum memahami tentang hukum-hukum bacaan dalam al-qur’an. Kelas Ulya diperuntukkan bagi mereka yang sudah baik dan bagus bacaan Qur’anya dan pehaman hukum tajwid.

Pelaksanaan placement test Pesmadin FEBI IAIN Surakarta pada tahun ini dilakukan secara online dan offline. Mengingat adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya batasan dalam beraktivitas demi mengurangi potensi penyebaran virus Covid-19. Mahasiswa baru yang berada di sekitaran kampus IAIN Surakarta dapat mengikuti ujian secara offline dengan datang langsung ke kampus FEBI IAIN Surakarta. Placement test yang dilakukan secara offline tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak mahasiswa baru mengikuti ujian ini dengan tertib.  Terkait dengan tempat ujian dengan tatap muka berada di ruang kelas maupun di luar kelas, namun tetap dalam lingkungan FEBI IAIN Surakarta.

Adanya placement test ini diharapkan dapat memaksimalkan kegiatan pesmadin yang nantinya dapat memberikan bekal kepada mahasiswa baru dalam menghadapi ujian Standar Kompetensi Lulusan (SKL) al-qur’an dan ibadah. Selain itu juga untuk membekali mereka pengetahuan agama dan akhlakul karimah.

takaful 2020

Pertamakali, FEBI IAIN Surakarta Sapa Orang Tua Mahasiswa Baru

FEBI News | Untuk lebih mengenalkan visi misi fakultas kepada Orang tua mahasiswa, FEBI Selenggarakan acara Taaruf Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas (TAKAFUL). Acara dilaksanakan pada 30 September 2020 dibagi dalam tiga sesi, yaitu sesi Prodi MBS, AKS dan PBS. Total 1138 mahasiwa baru FEBI IAIN Surakarta beserta orang tua mereka mengikuti acara ini dengan penuh antusias.

Dekan FEBI IAIN Surakarta Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si dalam arahannya menyampaikan bahwa acara ini pertama kali dilaksanakan selama FEBI berdiri, dengan harapan lebih mengenalkan visi misi Fakultas kepada keluarga mahasiswa. Seperti filosofis tanaman, Fakultas menaman (ilmu pengetahuan) kepada mahasiswa dan orang tua menyiramnya untuk menjaga agar ilmu pengetahuan yang telah ditanamkan fakultas tetap tumbuh berkembang dalam diri mahasiswa. Sedianya acara dilaksanakan dengan mengundang seluruh orang tua mahasiswa, namun karena protocol pencegahan covid 19, acara dilaksanakan secara online. Kedepan Acara ini akan dilaksanakan rutin setiap tahun saat penyambutan mahasiswa baru FEBI.

Selanjutnya pemaparan pengenalan structural pimpinan, visi dan misi FEBI, serta 4 tahun  fase academic life  disampaikan oleh Wakil Dekan 1 bidang akademik Dr. Awan Kostrad Diharto, M.Ag. Profil prodi disampaikan secara bergantian oleh para Kepala Prodi dan dimoderatori oleh sekretaris prodi. Di akhir acara digelar saresehan berupa respon saran harapan dari para orang tua mahasiswa kepada Fakultas, banyak harapan besar yang disampaikan oleh para orang tua, diantara yang paling penting adalah kerjasama orang tua dan fakultas untuk mengantarkan mahasiswa yang sukses mencari ilmu dan professional pasca lulus dari kampus. (AMR)
Acara ini juga terselenggara secara live di FEBI Tv berikut: