Riset CIDEP Paparkan Potensi Pasar Tempo Doeloe Kartasura Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Riset CIDEP Paparkan Potensi Pasar Tempo Doeloe Kartasura Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Center for Innovation and Digital Entrepreneurship (CIDEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Public Expose. Kegiatan ini membahas tentang hasil penelitian potensi ekonomi kreatif Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci Kartasura. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (3/7/2026) di Pendopo Aula Kelurahan Kartasura. Acara ini dihadiri oleh Dekan FEBI, perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta, penggagas pasar, serta masyarakat Kartasura. Sinergi ini dihadirkan untuk merumuskan arah pengembangan kawasan wisata berbasis budaya. Langkah ini memicu optimisme baru bagi kemajuan ekonomi masyarakat sekitar kampus. Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mendorong ekonomi berkelanjutan melalui program prioritas Pemberdayaan Ekonomi Umat dan integrasi Ekoteologi.

Sinergi Pentahelix dan Potensi Kuliner Tradisional

Penelitian ini dilakukan oleh tim FEBI yang terdiri dari Asep Maulana Rohimat, Adelia Nindy Fitriani, Mamudou Bah, dan Lisa. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menyusun strategi dan memetakan potensi Pasar Tempo Doeloe menuju destinasi ekonomi kreatif berkelanjutan. Keberadaan Pasar Gunung Kunci ini merupakan hasil kolaborasi pentahelix yang kuat. Sinergi ini melibatkan tokoh masyarakat, akademisi, pemerintah, dan paguyuban PAKUNCARA. Public Expose ini mengumumkan bahwa ada 44 UMKM aktif per Juni 2026. Mayoritas pedagang menyajikan kuliner tradisional Nusantara yang memikat. Kuliner jadul tersebut berhasil memperkuat identitas budaya pasar kita.

“Melalui kegiatan Public Expose ini, kami berharap hasil penelitian menjadi referensi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, selaku Dekan FEBI UIN Raden Mas Said.

Rekomendasi Strategis dan Penerapan Ekonomi Hijau

Selanjutnya, beberapa fasilitas publik dinilai masih memerlukan perhatian khusus. Alur pergerakan pengunjung dan sistem drainase disarankan untuk segera diperbaiki. Selain itu, konsistensi penggunaan seragam lurik harus ditingkatkan. Oleh karena itu, prinsip ekonomi hijau direkomendasikan dalam pengelolaan kawasan. Pengurangan kemasan plastik akan diterapkan demi pembangunan berkelanjutan. Penguatan branding juga menjadi fokus utama ke depan. Pasar Tempo Doeloe diharapkan terus berkembang sebagai wadah utama dalam menggerakkan perekonomian para pelaku usaha lokal secara konsisten dan berkelanjutan.

Yuk Intip Senam Pagi FEBI UIN Surakarta Bugar & Kompak Bersama!

Yuk Intip Senam Pagi FEBI UIN Surakarta: Bugar & Kompak Bersama!

SURAKARTA — Suasana ceria dan penuh energi menyelimuti lingkungan kampus pada Jum’at pagi yang sangat cerah (3/7). Seluruh tenaga kependidikan bersama jajaran pimpinan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berkumpul bersama. Mereka tampak sangat antusias untuk mengikuti agenda rutin senam pagi yang diselenggarakan oleh pihak fakultas. Kegiatan ini dilaksanakan di area selasar panggung FEBI yang cukup luas dan nyaman. Melalui aktivitas fisik ini, kebersamaan antarpegawai dapat terjalin dengan sangat erat dan harmonis.

Manfaat Senam Pagi Bagi Produktivitas Kerja

Gerakan demi gerakan diikuti oleh para peserta dengan iringan musik yang sangat membakar semangat. Selain menjaga kebugaran, senam pagi ini juga dirancang untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan seminggu terakhir. Tubuh yang sehat dan bugar tentu akan meningkatkan produktivitas serta kualitas pelayanan di lingkungan kampus. Pihak fakultas berharap agenda ini bisa memotivasi seluruh civitas akademika untuk terus konsisten menerapkan gaya hidup sehat.

“Kegiatan senam pagi ini bukan sekadar olahraga biasa bagi kami semua,” ujar Dekan FEBI di sela acara. “Ini adalah momen penting untuk memperkuat sinergi dan menjaga kesehatan mental seluruh tim pelayanan FEBI.”

Komitmen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta

Oleh karena itu, kenyamanan dan kesehatan para staf selalu menjadi prioritas utama bagi pihak manajemen fakultas. Aspek kesehatan kerja ini dinilai sangat berpengaruh terhadap atmosfer akademik yang positif di lingkungan kampus. Hubungan yang cair antara pimpinan dan staf juga sengaja dibangun melalui kegiatan non-formal seperti ini. Dengan demikian, koordinasi kerja kedepannya diharapkan dapat berjalan lebih fleksibel, cepat, dan juga optimal.

Acara olahraga bersama ini kemudian diakhiri dengan sesi ramah tamah yang penuh dengan kehangatan. Kudapan sehat telah disediakan oleh panitia untuk dinikmati bersama oleh seluruh peserta yang hadir. Senyum kepuasan terpancar jelas dari wajah setiap pegawai setelah mereka menyelesaikan seluruh rangkaian gerakan olahraga. Komitmen untuk terus maju bersama senantiasa ditanamkan demi kemajuan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Gebrakan Baru FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Menuju Kampus Bebas Korupsi

Gebrakan Baru FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Menuju Kampus Bebas Korupsi

SURAKARTA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi bergerak melakukan gebrakan baru. Pimpinan FEBI bersama Tim OKH Rektorat langsung menggelar rapat strategis tindak lanjut pembangunan Zona Integritas (ZI). Langkah cepat ini diambil setelah fakultas resmi ditunjuk sebagai pilot project Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Pertemuan penting ini berlangsung dengan penuh optimisme di Ruang Rapat Pimpinan. Sinergi seluruh sivitas akademika sangat dibutuhkan agar program besar ini dapat berjalan dengan sukses.

Hasil Rapat Komitmen Bersama Pimpinan dan Satgas

Oleh karena itu, penyusunan Satuan Tugas (Satgas) dan lini masa kerja langsung dirumuskan dalam agenda tersebut. Langkah konkret ini diawali dengan penandatanganan komitmen bersama serta pembuatan SK Satgas secara legal. Rapat perdana ini juga fokus merancang program kerja yang berdampak langsung pada lingkungan perkuliahan. Selain itu, koordinasi intensif berupa workshop dan seminar akan terus digalakkan bersama pihak OKH Rektorat. Komitmen ini menjadi bukti nyata bahwa transparansi kini sedang diutamakan di setiap lini pelayanan.

“Penunjukan ini adalah amanah besar bagi kita semua,” ujar Dekan FEBI UIN Raden Mas Said saat memberikan pengarahan. “Melalui rapat ini, kita menyatukan visi untuk menghadirkan pelayanan kampus yang bersih, akuntabel, dan berbasis inovasi modern.”

Enam Area Perubahan Melalui Inovasi Layanan

Selanjutnya, implementasi ZI WBK ini akan berfokus pada enam area perubahan utama. Area tersebut meliputi manajemen perubahan, penataan tata laksana, hingga penguatan akuntabilitas serta pengawasan kampus. Peningkatan kualitas dan inovasi layanan juga menjadi poin penting yang langsung menyentuh kebutuhan harian mahasiswa. Dokumen mutu pun akan ditinjau secara berkala oleh ahli eksternal dari Saintek Bandung. Pada akhirnya, standardisasi ini dilakukan demi memastikan kenyamanan dalam mengakses seluruh layanan akademik.

Program Unggulan Berkelanjutan untuk Mahasiswa

Sebagai wujud nyata, beberapa program unggulan ramah lingkungan dan digitalisasi siap diluncurkan dalam waktu dekat. Kebijakan zero plastic dengan membawa tumbler mandiri akan segera diterapkan di lingkungan kerja FEBI. Tidak hanya itu, sistem pengumpulan file skripsi kini dialihkan secara digital dalam bentuk soft copy di perpustakaan. Program modern seperti optimalisasi SIMETA, EDOM (GKM), hingga pembuatan podcast edukatif juga terus dimatangkan. Terakhir, sertifikasi profesi bagi dosen, tendik, dan mahasiswa akan difasilitasi guna mendongkrak daya saing global.

Kupas Transport Economics, Dr. Nur Zaimah Beri Kuliah Umum di FEBI

Kupas Transport Economics, Dr. Nur Zaimah Beri Kuliah Umum di FEBI

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan kuliah tamu internasional pada Selasa (30/6/2026). Mengangkat tema Transport Economics, acara ini membedah dinamika sistem transportasi modern secara komprehensif. Kuliah umum ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, baik di SmartClassRoom F.203 maupun melalui Zoom. Melalui forum ini, para peserta diajak langsung memahami tantangan nyata sektor ekonomi publik. Acara ini dipandu langsung oleh Dr. Dita Andraeny, S.E., M.Si. selaku moderator.

Urgensi Analisis Sektor Transport Economics

Perkembangan infrastruktur global saat ini menuntut pemahaman lintas disiplin ilmu yang mendalam. Oleh karena itu, materi Transport Economics menjadi sangat relevan bagi mahasiswa ekonomi Islam. Sektor transportasi bukan sekadar alat mobilitas, melainkan urat nadi perekonomian suatu negara. Selanjutnya, pemahaman regulasi yang tepat akan membantu mahasiswa dalam menganalisis kebijakan publik secara kritis. Hubungan antara efisiensi transportasi dan pertumbuhan ekonomi global dikupas secara tajam dalam sesi ini.

“Ekosistem transportasi yang efisien merupakan kunci utama dalam mendorong keadilan distribusi ekonomi masyarakat,” ujar Dr. Nur Zaimah Binti Ubaidillah selaku narasumber utama.

Kolaborasi Global Melalui Kelas Inovatif

Suasana kelas terasa sangat hidup karena mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi interaktif. Pertanyaan kritis mengenai regulasi perbankan partisipatif yang menyokong infrastruktur juga turut didiskusikan. Selain itu, integrasi teknologi SmartClassRoom membuat proses belajar daring dan luring berjalan tanpa hambatan. Pada akhirnya, wawasan internasional ini diharapkan mampu mencetak lulusan FEBI yang berdaya saing global. Komitmen FEBI dalam menghadirkan praktisi dunia luar terbukti meningkatkan kualitas akademis kampus secara signifikan.

Penutupan Sesi Kuliah Interaktif

Sebelum acara berakhir, antusiasme peserta masih terlihat tinggi saat sesi tanya jawab berlangsung. Berbagai pandangan baru dari narasumber berhasil membuka cakrawala berpikir mahasiswa mengenai tantangan masa depan. Kemudian, seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi dokumentasi foto bersama secara virtual dan berhadapan langsung. Kuliah visiting lecturer ini sukses membuktikan bahwa jarak bukan penghalang untuk menyerap ilmu global. Kegiatan edukatif serupa akan terus digalakkan demi mendukung visi internasionalisasi fakultas.

Menggandeng Jemaah Masjid, FEBI UIN Surakarta Sukses Luncurkan Program Bank Sampah

Menggandeng Jemaah Masjid, FEBI UIN Surakarta Sukses Luncurkan Program Bank Sampah

KARTASURAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Workshop Bank Sampah Masjid Lestari di Masjid An-Nur Keputren, Kartasura (29/6). Kegiatan pengabdian masyarakat ini digagas untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Melalui pendekatan ecotheology, masjid kini tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, melainkan juga pusat peradaban hijau. Langkah nyata ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat luas dalam mengelola sisa pembuangan rumah tangga sehari-hari.

Menggagas Circular Economy Berbasis Keumatan

Acara yang dipandu oleh Dr. Arif Muannas, M.Sc. ini dihadiri oleh perwakilan jamaah dari lima masjid di wilayah Kartasura. Selanjutnya, para peserta diajak memahami konsep circular economy atau ekonomi sirkular yang dipaparkan oleh Dr. Nur Zaimah Binti Ubaidillah daru Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). Oleh karena itu, sampah tidak lagi dibuang begitu saja, tetapi diputar kembali menjadi sumber pendapatan baru bagi umat. “Masjid harus menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan karena kebersihan adalah bagian integral dari keimanan kita,” tegas Dekan FEBI UIN Raden Mas Said saat memberikan sambutan.

Penerapan Program Bank Sampah Keputren Ecotheo Farm

Selain itu, diperkenalkan pula program Bank Sampah Masjid Lestari yang terintegrasi langsung dengan program Keputren Ecotheo Farm. Sistem ini dirancang sedemikian rupa agar masyarakat dapat menyetorkan sampah kering yang telah dipilah dari rumah masing-masing. Dengan demikian, setiap botol plastik yang dikumpulkan oleh jamaah di rumah bisa berubah menjadi berkah ekonomi yang bernilai tinggi. Program ini dikelola secara profesional oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) demi menjamin transparansi serta keberlanjutan manfaatnya

Antusiasme Warga dalam Sesi Diskusi

Sementara itu, sesi tanya jawab yang interaktif berhasil memantik antusiasme dan komitmen yang tinggi dari seluruh perwakilan jamaah. Berbagai pertanyaan kritis mengenai teknis penyetoran dan bagi hasil tabungan didiskusikan secara mendalam bersama seluruh fasilitator. Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan rencana aksi nyata yang akan segera diimplementasikan di lingkungan masjid masing-masing. Penanggung jawab acara, Zulfikar Ali Ahmad, S.E., M.Sc., memastikan bahwa pendampingan berkala akan terus dilakukan oleh pihak kampus.

FEBI UIN Surakarta Gelar Review Kurikulum Berstandar Internasional bersama Dr. Nur Zaimah dari Malaysia

FEBI UIN Surakarta Gelar Review Kurikulum Berstandar Internasional bersama Dr. Nur Zaimah dari Malaysia

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar agenda penting pada Selasa, 7 Juli 2026. Langkah strategis ini diambil melalui acara review kurikulum yang mengusung tema “Islamic Economics Discourses for Business School Programs”. Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Struktur kurikulum berjalan kini dievaluasi secara menyeluruh demi menjawab tantangan zaman. Oleh karena itu, standardisasi internasional menjadi fokus utama dalam perbaikan ini.

Komitmen FEBI dalam Mengembangkan Review Kurikulum Ekonomi Islam

Selanjutnya, pemaparan materi dipimpin langsung oleh Wakil Dekan 1, Dr. Arif Muanas, S.E., M.Sc. Beliau menjelaskan rencana integrasi diskursus baru yang lebih relevan bagi mahasiswa. Review kurikulum ini dilakukan untuk memvalidasi mata kuliah lama dan baru secara objektif. Melalui langkah ini, kualitas lulusan diharapkan dapat bersaing di kancah global. Acara yang dipandu oleh Dr. Moh Rifqi Khairul Umam sebagai moderator ini berlangsung sangat interaktif.

“Peninjauan berbasis standar internasional ini sangat krusial bagi masa depan fakultas kita,” ujar Dekan FEBI dalam sambutannya.

Hadirkan Perspektif Global Melalui Komparasi Internasional

Di sisi lain, FEBI juga menghadirkan pakar internasional untuk memberikan evaluasi mendalam. Dr. Nur Zaimah Binti Ubaidillah diundang sebagai reviewer utama dalam forum ini. Beliau membagikan perspektif global yang komprehensif, termasuk melakukan komparasi dengan kurikulum di Turki. Kehadiran beliau memberikan validasi penting terhadap arah pengembangan akademik fakultas. Dengan demikian, standar pendidikan yang diterapkan akan semakin diakui secara luas.

Sinergi dan Finalisasi Masukan Teknis Mata Kuliah

Sementara itu, sesi diskusi dan finalisasi masukan berjalan dengan dinas antara tim kurikulum. Tanya jawab teknis penyesuaian mata kuliah dilakukan untuk menyempurnakan struktur yang ada. Kurikulum dirancang sedemikian rupa demi masa depan akademik yang gemilang. Gagasan-gagasan segar dari seluruh peserta diakomodasi dengan baik dalam sesi ini. Pada akhirnya, kolaborasi erat ini melahirkan rancangan pendidikan yang jauh lebih adaptif.

Sebagai penutup, naskah hasil review kurikulum ditandatangani secara fisik oleh Dekan dan Dr. Nur Zaimah. Berita acara resmi berhasil disepakati sebagai bukti komitmen bersama. Momentum bersejarah tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh jajaran pimpinan. Melalui momentum ini, FEBI UIN Raden Mas Said siap melangkah menuju pusat keunggulan ekonomi Islam dunia.

Gelar Diskusi Dosen, FEBI UIN Surakarta Hadirkan Dr. Nur Zaimah Kupas Ekonomi Sirkular

Gelar Diskusi Dosen, FEBI UIN Surakarta Hadirkan Dr. Nur Zaimah Kupas Ekonomi Sirkular

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar agenda internasional bergengsi pada Senin, 29 Juni 2026. Acara bertajuk Visiting Lecturer Batch 2 ini resmi dibuka oleh Dekan FEBI di Aula Lantai 1 Gedung F. Membawa semangat global, forum ilmiah ini menghadirkan pakar luar negeri untuk memperluas cakrawala akademik bersama. Agenda utama diisi melalui Diskusi Dosen interaktif yang diikuti oleh seluruh dosen tetap dan tidak tetap FEBI.

Melalui atmosfer akademik yang hangat, tema “Circular Economy in Sarawak, Malaysia” dikupas secara mendalam. Dr. Ika Yoga, S.E., M.M. selaku moderator memandu jalannya presentasi dengan sangat dinamis dan interaktif. Profil impresif narasumber, Dr. Nur Zaimah Binti Ubaidillah dari Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) diperkenalkan secara lugas di hadapan para peserta. Antusiasme tinggi sangat terasa saat ruang aula mulai dipadati oleh seluruh hadirin sejak pagi hari. Transformasi menuju ekonomi berkelanjutan kini menjadi fokus utama yang terus digalakkan oleh institusi.

Sinergi Akademik dalam Diskusi Dosen Berkelanjutan

Selanjutnya, gagasan mengenai pengelolaan sumber daya yang efisien di Sarawak dipaparkan secara komprehensif oleh narasumber. Konsep ekonomi sirkular dinilai sangat relevan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang diajarkan di kampus. “Implementasi circular economy memerlukan sinergi kuat antara regulasi pemerintah, kesadaran masyarakat, dan inovasi akademik yang konsisten,” ujar Dr. Nur Zaimah. Oleh karena itu, keterlibatan aktif perguruan tinggi sangat dinantikan guna melahirkan solusi lingkungan yang konkret. Sesi tanya jawab pun berlangsung seru karena memicu pemikiran kritis dari berbagai sudut pandang.

Di sisi lain, penerapan model ekonomi ini diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi kurikulum masa depan. Gagasan-gagasan segar yang inovatif didiskusikan secara mendalam agar dapat diimplementasikan dalam riset-riset dosen ke depan. Kolaborasi internasional seperti ini diyakini akan semakin memperkuat posisi FEBI di kancah global. Selain itu, materi ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan industri hijau modern.

Komitmen FEBI UIN Surakarta Menuju Green Economy

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan sesi foto bersama serta penyerahan cendera mata kepada narasumber. Momentum berharga ini diabadikan secara resmi oleh tim dokumentasi sebagai simbol eratnya kerja sama lintas negara. Melalui keberhasilan agenda Diskusi Dosen ini, FEBI semakin mantap melangkah sebagai pelopor edukasi ekonomi berkelanjutan. Langkah nyata ini diharapkan tidak berhenti di sini, melainkan terus berlanjut pada kolaborasi riset berikutnya. Mari dinantikan bersama dampak positif dari transformasi akademik yang luar biasa ini bagi masa depan.

PkM FEBI UIN Surakarta Sukses Gelar FGD Bank Sampah Masjid Lestari Bareng Bank Syariah Sragen dan KORREM

PkM FEBI UIN Surakarta Sukses Gelar FGD Bank Sampah Masjid Lestari Bareng Bank Syariah Sragen dan KORREM

SURAKARTA – Dalam upaya nyata mewujudkan ekosistem ekonomi hijau yang inklusif, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta telah mengambil langkah strategis. Langkah penting ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Akselerasi Program Bank Sampah Masjid Lestari” pada Jumat, 25 Juni 2026, bertempat di Gedung FEBI. Pertemuan ini secara khusus dirancang untuk merumuskan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi langsung dengan inklusi keuangan syariah.

Sinergi Lintas Sektor untuk SDGs

Kegiatan Forum Group Discussion ini merupakan implementasi nyata dari SDGs Poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. FEBI UIN Surakarta menghadirkan dua pilar penting sebagai mitra strategis dalam diskusi ini, yaitu manajemen Bank Syariah Sragen dan perwakilan dari Komunitas Relawan Resik-Resik Masjid (KORREM). Melalui kolaborasi ini, diharapkan aksi penyelamatan lingkungan yang bermula dari masjid juga dapat memberikan dampak kesejahteraan ekonomi yang nyata bagi jemaah.

“Kita mempertemukan dua kekuatan hebat hari ini untuk mencapai target-target SDGs 2030,” jelas Ketua Tim PkM FEBI UIN Raden Mas Said, Dr. Arif Muannas. Beliau menambahkan, “KORREM memiliki basis aksi nyata di lapangan, sementara Bank Syariah Sragen membawa keahlian manajemen keuangan syariah. Kolaborasi ini memastikan adanya dampak positif terhadap lingkungan dan pengentasan kemiskinan lewat ekonomi sirkular yang berjalan secara masif serta akuntabel.”

Inovasi Integrasi Tabungan Syariah

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam Forum Group Discussion ini adalah pemaparan skema integrasi tabungan wadiah (titipan) oleh Bank Syariah Sragen. Skema tersebut dapat diadopsi oleh pengurus Bank Sampah Masjid Lestari. Dengan sistem inovatif ini, jemaah yang menyetorkan sampah kering ke masjid dapat langsung melihat nilai rupiahnya terkonversi menjadi saldo tabungan syariah. Hal ini disambut antusias oleh KORREM, sebab selama ini aksi bersih-bersih masjid menghasilkan potensi sampah anorganik cukup besar yang kini memiliki wadah penyaluran jelas dan bernilai guna.

Komitmen Berkelanjutan FEBI

Agenda FGD ini dibuka oleh Prof. Rahmawan Arifin selaku Dekan FEBI UIN Surakarta, yang juga memaparkan rencana program PkM FEBI tahun 2026. Pengembangan Bank Sampah Masjid Lestari di Kartasura menjadi salah satu program utama. Melalui sinergi antara akademisi, praktisi keuangan syariah, dan komunitas sosial ini, FEBI UIN Surakarta optimis gerakan ini mampu menjadi motor penggerak kelestarian lingkungan hidup sekaligus kemandirian ekonomi umat. Sebagai tindak lanjut, beberapa poin kesepakatan kerja sama lanjutan serta timeline pemetaan masjid percontohan telah dihasilkan dalam pertemuan ini. FEBI UIN Surakarta berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Selain itu, aktif dalam pengabdian masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kurasi Pusat Studi Awal Penguatan Akademik FEBI UIN Surakarta

Kurasi Pusat Studi: Awal Penguatan Akademik FEBI UIN Surakarta

SURAKARTA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali membuat gebrakan strategis. Agenda kurasi pusat studi hari kedua sukses dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Juni 2026 di Ruang Aula FEBI. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan dan dosen FEBI ini berjalandengan hangat dan penuh dengan diskusi konstruktif. Acara ini dirancang untuk memetakan potensi riset secara mendalam dan komprehensif. Melalui kegiatan ini, keterlibatan publik secara tidak langsung ikut mendukung kemajuan ekosistem akademik nasional. Sinergi ini diharapkan mampu membawa dampak nyata bagi masyarakat luas.

Evaluasi Mendalam Berbasis Brainstorming Intensif

Agenda penting tersebut diawali dengan paparan urgensi pelaksanaan kurasi oleh pimpinan fakultas. Selanjutnya, seluruh pengelola pusat studi diarahkan untuk melakukan brainstorming secara mendalam. Pengolahan data lama dan pemetaan aspek baru dibahas secara detail. Pusat studi kemudian dibagi ke dalam tiga kluster ruang rapat yang berbeda. Pemisahan ini dilakukan agar fokus pembahasan evaluasi masa depan dapat dirumuskan secara tajam.

“Kurasi ini adalah komitmen nyata kami untuk memastikan bahwa setiap pusat studi di FEBI tidak hanya produktif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan zaman,” tegas Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, S.E., M.Si., saat memberikan sambutan.

Rencana Aksi Kolaborasi Strategis Masa Depan

Setelah istirahat, diskusi dilanjutkan dengan merumuskan rencana aksi kolaborasi yang konkret. Hal-hal penting terkait tindak lanjut program kerja disepakati oleh seluruh peserta. Hasil kurasi ini diproyeksikan akan menjadi kompas baru bagi arah penelitian fakultas. Oleh karena itu, inovasi yang lahir dari sini dipastikan mengalir langsung ke masyarakat.

Pada akhirnya, seluruh rangkaian acara resmi ditutup oleh MC dan panitia dengan optimisme tinggi. Implementasi hasil perumusan akan segera dijalankan oleh seluruh pengelola sektor terkait. Langkah nyata ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi nyata kampus di tingkat nasional.

FEBI UIN Surakarta Gelar Kegiatan Pra Kurasi Pusat Studi Demi Transformasi Sosial

FEBI UIN Surakarta Gelar Kegiatan Pra Kurasi Pusat Studi Demi Transformasi Sosial

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta membuat gebrakan historis dengan menggelar kegiatan Pra Pelaksanaan Kurasi Pusat Studi pada Rabu (24/6). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen besar fakultas untuk bertransformasi dari sekadar teaching faculty menjadi pusat penggerak perubahan nyata. Melalui momentum ini, dunia akademik kini dirancang untuk lebih berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Tiga pusat studi baru resmi dibentuk demi mengintegrasikan kepakaran lintas ilmu dengan kebutuhan riil di lapangan.

Oleh karena itu, transformasi yang diselaraskan dengan agenda nasional Kementerian Agama ini tidak hanya menjadi milik dosen melainkan juga milik masyarakat. Acara yang berpusat di Ruang Aula Gedung F FEBI ini dibuka dengan paparan mendalam mengenai arah baru riset institusi. Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menegaskan bahwa inovasi tersebut harus membawa nilai maqashid syariah. Dengan demikian, setiap riset yang lahir dari kampus di bawah naungan Kementerian Agama ini dipastikan memiliki nilai guna tinggi.

Urgensi Kurasi Pusat Studi dalam Hilirisasi Riset

“Pusat studi dibentuk untuk memecah sekat-sekat program studi dan menyatukan para pakar untuk berkolaborasi,” ujar Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Beliau juga menambahkan, “Tema yang dihasilkan harus bisa apply dengan masyarakat, sehingga ada outcome nyata yang dirasakan.”

Selain itu, proses kurasi pusat studi diproyeksikan mampu mendobrak batas-batas akademik tradisional demi mendongkrak reputasi lembaga di kancah nasional. Melalui integrasi ini, sekat antar-program studi resmi dilebur untuk menciptakan kolaborasi riset yang lebih inklusif dan solutif.

Tiga Pilar Strategis Penggerak Ekonomi Masyarakat

Sementara itu, institusi telah menyiapkan tiga pilar utama yang memiliki fokus gerakan berbeda namun tetap saling berkesinambungan. Ketiga pilar tersebut adalah:

  • Center of Sustainable Workplace and Social Change (CSWSC) yang berfokus pada konsep lingkungan kerja berkelanjutan.
  • Center for Innovation and Digital Entrepreneurship (CIDEP) yang diorientasikan untuk mengakselerasi wirausahawan muda berbasis digital.
  • Center for Rural Economic Development Studies yang memfokuskan diri pada perumusan cetak biru ekonomi pedesaan.

Pada akhirnya, seluruh perwakilan pusat studi melanjutkan agenda diskusi intensif di ruangan terpisah setelah sesi pembukaan selesai. Pematangan konsep, kesiapan teknologi, orisinalitas masalah mitra, serta kesesuaian dengan roadmap universitas menjadi fokus utama dalam diskusi tersebut. Melalui persiapan yang matang ini, sebuah jembatan multidimensi sedang dibangun untuk menghubungkan dunia akademik dengan kepentingan masyarakat luas.