Dosen FEBI UIN Surakarta Bagikan Pengalaman Filantropi Islam

Dosen FEBI UIN Surakarta Berbagi Pengalaman Filantropi pada Forum Koordinasi Mitra Pengelola Zakat DT Peduli Solo Raya

SUKOHARJOFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta memperkuat ekosistem pengelolaan dana umat melalui kemitraan strategis. Langkah nyata ini diwujudkan oleh Dr. Indah Piliyanti selaku dosen FEBI dalam forum koordinasi DT Peduli Solo Raya pada Rabu, 15 Juli 2026. Kehadiran akademisi dalam acara tersebut menjadi bukti komitmen kampus untuk menjembatani teori dan praktik di lapangan. Melalui kolaborasi ini, standar tata kelola filantropi diharapkan menjadi semakin profesional.

Tantangan Nyata Tata Kelola Filantropi

Selanjutnya, forum strategis ini mengangkat tema tentang teori, potensi, serta realita lembaga amil zakat di Solo Raya. Pihak kampus menilai bahwa potensi besar dana umat belum tergarap optimal karena berbagai tantangan kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi amil serta akselerasi inovasi digital secara menyeluruh. Berbagai strategi baru didiskusikan secara interaktif agar mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat.

“Pengembangan lembaga zakat tidak boleh hanya berorientasi pada penghimpunan dana semata,” ujar Dr. Indah Piliyanti. “Namun, dana tersebut harus mampu memberikan dampak nyata melalui program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.”

Dampak Luas Bagi Kesejahteraan Umat

Sementara itu, Ketua DT Peduli, Dendi Prasojo, S.E., memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi pemikiran dari pihak FEBI. Keterlibatan aktif akademisi dinilai sangat penting demi mendorong lahirnya inovasi di sektor manajemen dana umat. Sinergi ini juga dirancang untuk mengoptimalkan riset dan pengabdian masyarakat dari Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa). Pada akhirnya, kolaborasi erat tersebut diharapkan dapat diimplementasikan demi kemaslahatan dan kesejahteraan umat yang lebih luas.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Awal Era Baru FEBI

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan: Wajah Baru Manajemen FEBI UIN Surakarta

SURAKARTA — Kabar gembira datang untuk seluruh civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Langkah strategis baru saja diambil demi memperkuat sistem manajemen di lingkungan kampus. Pada Senin (13/7/2026), prosesi pelantikan serta pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan di Ruang Sidang Senat lantai 1. Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Toto Suharto, M.Ag., memimpin langsung jalannya acara. Melalui perubahan struktural ini, pelayanan akademik di lingkungan FEBI diharapkan akan semakin optimal dan profesional ke depannya.

Kehadiran sosok pemimpin baru tentu membawa angin segar bagi perkembangan fakultas. Dalam agenda tersebut, Dewi Supriyanti, S.Sos. resmi diangkat sebagai Kepala Bagian Umum FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Selain itu, Dr. Hj. Wahyu Sukamti, M.E.Sy. juga dilantik dalam Jabatan Fungsional Dosen jenjang Lektor. Prosesi yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Kepala Biro AUPK, Dr. H. Mustain Ahmad, M.H.. Seluruh jajaran pimpinan universitas turut hadir menyaksikan momen penting bagi masa depan fakultas ini.

Amanah Baru dan Dedikasi Civitas Akademika

Setiap posisi baru membawa tanggung jawab yang besar bagi kemajuan bersama. Oleh karena itu, momentum pelantikan ini dipandang sebagai bentuk penguatan komitmen pelayanan. Birokrasi yang efisien sangat dibutuhkan agar mahasiswa dan dosen mendapat dukungan terbaik. Jabatan baru yang diemban ini diharapkan mampu mempercepat realisasi program-program unggulan FEBI. Kerja sama yang solid antar lini menjadi kunci utama keberhasilan fakultas.

Motivasi untuk Memberikan Pelayanan Terbaik

Kepala Biro AUPK UIN Raden Mas Said Surakarta memberikan apresiasi tinggi kepada para pejabat. Beliau juga memberikan motivasi mendalam agar amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Integritas yang tinggi harus selalu dijaga demi marwah institusi pendidikan.

“Selamat bergabung dan mengabdi. Jabatan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan dedikasi, integritas, serta semangat memberikan pelayanan terbaik bagi kemajuan UIN Surakarta,” ujar Dr. H. Mustain Ahmad, M.H.

Dosen FEBI UIN Surakarta Dorong Branding Digital melalui Pendampingan UMKM

Dosen FEBI UIN Surakarta Dorong Branding Digital melalui Pendampingan UMKM

SUKOHARJO – Upaya nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus digalakkan oleh akademisi. Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pendampingan UMKM kepada pemilik usaha Dapur 99 Sukoharjo pada Rabu, 17 Juni 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata institusi terhadap penguatan kapasitas pelaku usaha lokal di era digital yang semakin kompetitif. Melalui kolaborasi ini, para dosen turun langsung membimbing pelaku usaha agar mampu mengoptimalkan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif.

Urgensi Pendampingan UMKM di Era Digital

Kegiatan pengabdian ini diinisiasi oleh lima dosen lintas keilmuan FEBI, yaitu Fitri Laela Wijayati, M.Si., Rina Hastuti, Ph.D., Puspa Novita Sari, M.M., Betty Eliya Rokhmah, M.Sc., dan Ning Karnawijaya, M.S.I. Oleh karena itu, kolaborasi ini dihadirkan untuk menjawab tantangan nyata pemasaran digital yang sering dihadapi oleh para pelaku usaha mikro. Pengetahuan mengenai penyusunan kalender konten hingga penguatan identitas visual dibagikan secara mendalam dalam sesi tersebut. Strategi membangun citra merek yang konsisten dipaparkan agar Dapur 99 dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan secara optimal.

“Kami berharap kerja sama dengan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dapat terus berlanjut melalui program-program pendampingan lainnya,” ujar pemilik Dapur 99 saat menyampaikan apresiasinya.

Sinergi Kampus dan Pemberdayaan Ekonomi

Selanjutnya, tanggapan positif ini menegaskan bahwa kehadiran perguruan tinggi sangat dinantikan untuk mendampingi perkembangan lini bisnis lokal. Pendampingan UMKM yang berkelanjutan dipercaya akan membawa dampak positif yang masif bagi kemandirian ekonomi daerah. Identifikasi terhadap kondisi awal akun media sosial milik mitra juga telah dilakukan sebelum strategi baru diterapkan. Dengan demikian, program yang dijalankan tidak hanya bersifat teoretis, melainkan berbasis pada kebutuhan riil di lapangan.

Komitmen Berkelanjutan FEBI UIN Raden Mas Said

Pada akhirnya, program Tri Dharma Perguruan Tinggi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru bagi perluasan jangkauan pasar produk lokal. Komitmen kuat dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat inklusif akan terus dijaga oleh FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Sinergi antara dunia akademik dan pelaku usaha mikro ini menjadi kunci penting dalam membangun ketahanan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Peluang bagi UMKM untuk naik kelas kini semakin terbuka lebar lewat pendampingan yang tepat sasaran.

Melahirkan Penggerak Ekonomi FEBI UIN Surakarta Gandeng Wadhwani Foundation

Melahirkan Penggerak Ekonomi: FEBI UIN Surakarta Gandeng Wadhwani Foundation

SURAKARTA — Tantangan dunia kerja masa kini menuntut generasi muda untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan pencipta lapangan kerja baru. Guna mewujudkan misi besar tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta bergerak cepat. Sebuah pertemuan strategis diadakan bersama Wadhwani Foundation pada Kamis, 9 Juli 2026 di Ruang Rapat Gedung F Lantai 1 FEBI. Kerja sama ini dirancang untuk menumbuhkan ekosistem kewirausahaan yang kuat bagi mahasiswa. Langkah proaktif ini dipersiapkan matang demi menyambut perkuliahan semester baru.

Oleh karena itu, kehadiran organisasi teknologi nirlaba global ini membawa angin segar bagi civitas akademika. Melalui pendekatan kurikulum modern seperti Lean Methodology dan Design Thinking, mahasiswa akan dibimbing secara intensif. Berbagai fasilitas pembelajaran tingkat dunia juga ditawarkan tanpa biaya kepada pihak universitas. Collaboration ini diyakini mampu mengakselerasi lahirnya startup inovatif yang siap bersaing secara global.

The Power of Strategic Collaboration

“Kami sangat antusias mengeksplorasi collaboration pendidikan kewirausahaan ini demi masa depan mahasiswa kita. Kampus FEBI UIN Surakarta memiliki potensi luar biasa sebagai pelopor utama pencetak wirausaha muda.” — Dita Mayasari ST., MT, Senior Program Manager WF Indonesia.

Selanjutnya, diskusi mendalam mengenai program penawaran ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dekanat FEBI. Wakil Dekan 1 Dr. Arif Muanas, Wakil Dekan 2 Dr. Indah Piliyanti, serta Wakil Dekan 3 Dr. Ika Yoga turut mengawal pertemuan. Selain itu, Ketua Program Studi Bisnis Digital juga hadir memberikan kontribusi pemikiran penting. Keterlibatan aktif para pimpinan ini menunjukkan komitmen penuh universitas dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sinergi kuat ini dipastikan akan membawa dampak positif jangka panjang bagi seluruh mahasiswa.

Teknologi Canggih untuk Inkubator Bisnis

Di sisi lain, keunggulan program ini terletak pada dukungan platform GenieAI yang sangat canggih. Sistem berbasis kecerdasan buatan tersebut memungkinkan proses pembelajaran personalisasi berjalan secara optimal. Pengalaman belajar dunia nyata akan didapatkan mahasiswa melalui jaringan mentor global. Penasihat pertumbuhan bisnis bertenaga AI disiapkan untuk membantu pendiri menilai kesiapan usaha. Dengan demikian, inkubator bisnis universitas dapat berfungsi maksimal sebagai wadah percepatan usaha mandiri.

Sebagai informasi tambahan, Wadhwani Foundation merupakan yayasan filantropi besar yang didirikan oleh Dr. Romesh Wadhwani. Konglomerat Silicon Valley tersebut telah mendonasikan dana fantastis sebesar US$1 miliar demi misi sosial ini. Hingga saat ini, yayasan tersebut telah sukses membangun ratusan entrepreneurship club di berbagai belahan dunia. Dukungan penuh ini diberikan secara sukarela untuk membantu negara berkembang meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Melalui kemitraan global ini, FEBI UIN Surakarta siap melangkah pasti menuju kampus berstandar internasional.

Generasi Baru Unit Lab FOM FEBI UIN Surakarta Siap Bawa Inovasi

Generasi Baru Unit Lab FOM FEBI UIN Surakarta Siap Bawa Inovasi

SURAKARTA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar agenda krusial di Ruang Rapat Pimpinan pada Rabu (8/7/2026). Agenda bertajuk Exit Meeting ini menandai momen penting dalam pengelolaan laboratorium ritel Febi One Mart (FOM). Proses serah terima unit laboratorium dilakukan secara resmi sebagai bentuk akuntabilitas lembaga. Melalui langkah nyata ini, terlihat komitmen kuat fakultas dalam mengoptimalkan pusat sarana pembelajaran mahasiswa. Seluruh tata kelola manajemen pun terus ditingkatkan demi menghadirkan pelayanan pendidikan yang jauh lebih inklusif.

Transparansi Manajemen Melalui Proses Serah Terima

Selanjutnya, laporan keuangan yang komprehensif dipaparkan secara detail untuk memastikan keterbukaan informasi publik. Pengawasan ketat juga dilakukan melalui stock opname berkala terhadap seluruh barang persediaan yang ada. Selain itu, kas masuk dari transaksi tunai maupun QRIS diperiksa secara cermat untuk validasi data. Langkah preventif ini diambil agar aset negara yang dikelola dapat dipertanggungjawabkan dengan sangat baik. Serah terima dokumen penting ini membuktikan bahwa budaya transparansi terus dijaga di lingkungan kampus.

“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga akuntabilitas lewat serah terima aset dan keuangan yang sangat transparan ini,” ujar Dekan FEBI, Prof. Dr. Rahmawan Arifin, saat memberikan sambutan utama di hadapan para peserta rapat.

Apresiasi dan Evaluasi Kinerja Pengurus Laboratorium

Kemudian, evaluasi mendalam mengenai kelebihan dan kekurangan operasional toko juga dibahas secara interaktif. Jajaran pimpinan fakultas bersama kepala laboratorium menguraikan berbagai solusi strategis untuk perbaikan ke depan. Di sisi lain, pembagian jadwal shift magang baru telah dirancang agar manajemen waktu berjalan efektif. Pengalaman berharga ini diharapkan mampu melatih kerja sama tim yang solid bagi seluruh mahasiswa. Melalui evaluasi ini, kualitas pelayanan FOM diproyeksikan akan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Pemberian Reward untuk Eks Pengurus Ritel

Sementara itu, apresiasi tinggi diberikan oleh pihak fakultas kepada para mahasiswa magang angkatan lama. Penghargaan berupa program upgrading materi, pengayaan ilmu, serta kegiatan outbound yang edukatif telah dipersiapkan. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi dan soft skills mereka di dunia kerja. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dari seluruh civitas akademika sangat mendukung keberhasilan program berkelanjutan ini. Regenerasi pengurus baru pun siap membawa FOM menuju standar pengelolaan laboratorium yang jauh lebih profesional.

Asah Skill Bisnis, FEBI Optimalkan Unit JUFE melalui Exit Meeting

Asah Skill Bisnis, FEBI Optimalkan Unit JUFE melalui Exit Meeting

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan pertemuan penting pada Rabu (8/7). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan dengan dihadiri oleh jajaran dekanat serta pengelola laboratorium. Manajemen melaksanakan exit meeting JUFE FEBI sebagai bentuk pertanggungjawaban kepengurusan periode lama kepada pengurus baru. Acara ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi seluruh performa bisnis dan pengelolaan laboratorium mahasiswa. Agenda tersebut membuktikan komitmen kuat pihak fakultas dalam menjaga tata kelola yang bersih.

Selanjutnya, rapat ini dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. Rahmawan Arifin, yang menegaskan pentingnya akuntabilitas. Agenda utama yang dibahas meliputi penyerahan laporan keuangan serta berita acara serah terima unit. Tidak hanya itu, laporan stock opname mengenai barang persediaan dan aset kafe juga diperiksa secara detail. Oleh karena itu, semua transaksi kas baik tunai maupun nontunai lewat QRIS dicatat dengan sangat rapi. Langkah strategis ini diambil agar proses transisi manajemen laboratorium berjalan tanpa hambatan.

Penguatan Tata Kelola Melalui Exit Meeting JUFE FEBI

“Kami berkomitmen untuk selalu menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi yang tinggi pada setiap unit laboratorium,” ujar Prof. Rahmawan Arifin. Ungkapan langsung dari Dekan tersebut menegaskan bahwa kafe ini bukan sekadar tempat bisnis komersial semata. Berita acara serah terima unit disahkan secara resmi dalam pertemuan ini demi keberlanjutan program. Selain laporan keuangan, daftar inventaris lama dan baru dipaparkan secara gamblang di hadapan peserta. Di samping itu, evaluasi mendalam terkait kelebihan dan kekurangan operasional kafe turut menjadi catatan penting.

Sementara itu, pihak fakultas juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kapasitas para mahasiswa magang. Reward menarik berupa upgrading materi, ilmu baru, serta kegiatan outbound disiapkan bagi para peserta. Pembagian shift dan jadwal magang baru ikut disusun untuk mengoptimalkan kinerja operasional ke depan. Melalui skema tersebut, keterlibatan aktif mahasiswa dapat diarahkan menuju atmosfer kerja profesional yang nyata. Hasilnya, kualitas lulusan FEBI akan semakin siap bersaing di dunia industri modern.

Evaluasi Total dan Lampiran Stock Opname Kafe

Pada sesi akhir, dilakukan pencocokan fisik terhadap seluruh lampiran stock opname yang tersedia. Dana kas yang dipegang kini telah diserahterimakan secara utuh kepada pengelola laboratorium yang baru. Proses penyerahan aset disaksikan oleh Wakil Dekan serta Kepala Laboratorium, Mohamad Irsyad, M.E. Pengawasan ketat ini dilakukan agar tidak ada selisih data pada persediaan barang. Dengan demikian, pelaksanaan exit meeting JUFE FEBI ini berhasil meletakkan standar baru bagi pengelolaan laboratorium yang profesional.

Exit Meeting Rolassan FEBI Dorong Transparansi

Exit Meeting Rolassan: FEBI Dorong Transparansi

SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Exit Meeting pengurus unit laboratorium The Rolassan. Agenda penting ini dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat Pimpinan. Pimpinan fakultas beserta pengelola laboratorium berkumpul untuk melakukan serah terima jabatan. Melalui pertemuan ini, terlihat jelas bagaimana FEBI berkomitmen penuh menjaga kualitas pembelajaran praktis mahasiswa. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan laboratorium terus bergerak ke arah yang lebih profesional.

Langkah strategis ini dilakukan demi memperkuat prinsip akuntabilitas dan transparansi di lingkungan kampus. Nilai-nilai tersebut sangat krusial bagi keberlanjutan sebuah unit media pembelajaran. Oleh karena itu, seluruh komponen tata kelola laboratorium harus dipertanggungjawabkan secara jelas dan terbuka. Segala bentuk teori praktis dikonkretkan langsung melalui pengalaman nyata di lapangan. Evaluasi mendalam pun dilakukan agar performa unit ini semakin meningkat pada periode berikutnya.

Capaian Strategis dan Kolaborasi Unit Bisnis

“Pencapaian Rolassan telah terbukti melalui kolaborasi apik bersama sektor retail dan jasa,” ujar Dekan FEBI, Prof. Dr. Rahmawan Arifin.

Keberhasilan kolaborasi ini dijalankan demi memperluas jaringan serta memberikan pengalaman kerja nyata bagi peserta magang. Selain membahas capaian, pengawasan keuangan juga diperketat demi menjaga kepercayaan publik. Pemasukan dari sistem tunai (cash) maupun QRIS dilaporkan secara mendetail dalam rapat. Pengawasan yang ketat ini diapresiasi oleh seluruh jajaran pimpinan yang hadir. Segala proses bisnis yang berjalan diatur sedemikian rupa agar tetap sesuai regulasi.

Manajemen Aset Melalui Exit Meeting yang Transparan

Selanjutnya, manajemen aset menjadi fokus utama berikutnya dalam agenda Exit Meeting ini. Pemeriksaan sisa produk dilakukan melalui stock opname yang sangat teliti. Data barang persediaan dilampirkan sebagai wujud laporan pertanggungjawaban yang valid. Di samping itu, dana tunai dipegang dan diserahterimakan secara langsung kepada pengelola baru. Penyerahan ini disaksikan oleh Wakil Dekan, Kepala Laboratorium, hingga Dosen Pamong. Kehadiran para saksi memastikan seluruh proses peralihan berjalan dengan lancar.

Keberlanjutan Inovasi Laboratorium FEBI

Pada akhirnya, estafet kepengurusan ini melibatkan peran aktif dari laboran hingga peserta magang batch lama. Sinergi yang kuat antar lini diharapkan mampu membawa The Rolassan mencapai target yang lebih tinggi. Keterlibatan aktif dari seluruh sivitas akademika tentu sangat berarti bagi perkembangan inovasi ini. FEBI UIN Raden Mas Said akan terus berinovasi untuk melahirkan lulusan yang siap kerja. Mari bersama-sama mengawal ruang pembelajaran yang profesional, transparan, dan akuntabel ini.

Gelar Penyusunan Modul Terbaru, FEBI UIN Raden Surakarta Hadapi Tantangan Industri 2026

Gelar Penyusunan Modul Terbaru, FEBI UIN Surakarta Siap Hadapi Tantangan Industri 2026

SURAKARTA, 7 Juli 2026Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengambil langkah strategis hari ini. Langkah ini diambil demi meningkatkan mutu pembelajaran mahasiswa secara berkelanjutan. Melalui workshop penyusunan modul praktikum keprodian 2026, standardisasi kurikulum berbasis kompetensi kerja mulai dirancang. Acara ini dihadiri oleh jajaran dekanat, kepala program studi, sekretaris program studi, serta tim penyusun modul.

Pentingnya Transformasi Kurikulum bagi Mahasiswa

Oleh karena itu, penyelarasan teori dan praktik di laboratorium menjadi fokus utama dalam agenda besar ini. Kurikulum yang adaptif sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan dunia kerja modern. Penyusunan modul yang komprehensif dipandang sebagai kunci utama dalam memandu mahasiswa mencapai kompetensi terbaiknya. Melalui langkah nyata ini, mahasiswa akan lebih siap menghadapi dinamika industri syariah yang terus berkembang pesat. Proses penulisan panduan ini dirancang secara matang agar mudah dipahami oleh seluruh civitas akademika.

“Workshop ini bukan sekadar rutinitas akademik semata,” ujar Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta saat membuka acara. “Kami ingin memastikan setiap mahasiswa mendapatkan panduan praktikum terbaik yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.”

Sinergi Pemimpin dalam Penyusunan Modul Keprodian

Selain itu, keberhasilan agenda ini didukung penuh oleh sinergi kuat antar-lini di lingkungan fakultas. Seluruh wakil dekan, ketua prodi, dan tim penyusun saling memberikan masukan konstruktif demi kesempurnaan modul. Kerja keras mereka mencerminkan komitmen tinggi dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang inklusif dan bermutu. Gagasan-gagasan cemerlang dari para ahli tersebut kemudian dituangkan dalam draf panduan yang aplikatif. Dengan demikian, kualitas lulusan FEBI diharapkan dapat bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Dampak Jangka Panjang Panduan Praktikum Terbaru

Pada akhirnya, hasil akhir dari penyusunan modul ini akan langsung diimplementasikan pada tahun ajaran baru mendatang. Evaluasi berkala tetap akan dilakukan agar materi praktikum selalu relevan dengan tren ekonomi global. Melalui dukungan doa dan apresiasi dari khalayak luas, FEBI siap melangkah lebih maju. Dokumen akademik ini diproyeksikan menjadi acuan utama laboratorium dalam jangka panjang. Mari kita kawal bersama transformasi pendidikan ini demi masa depan generasi bangsa yang gemilang.

Cegah Pengangguran, FEBI UIN Surakarta Garap Penyusunan Internship

Cegah Pengangguran, FEBI UIN Surakarta Garap Penyusunan Internship

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengambil langkah strategis guna menyiapkan lulusan yang kompeten di dunia kerja. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Internship Job/PPL Berkelanjutan di Aula Gedung F FEBI pada Senin, 6 Juli 2026. Acara penting ini dihadiri oleh jajaran dosen FEBI yang berkomitmen menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri masa kini. Melalui program ini, mahasiswa diajak untuk merasakan langsung atmosfer profesional yang sesungguhnya di dunia kerja.

Langkah Strategis Penyusunan Internship Menuju Link and Match

Workshop penyusunan internship ini dibuka langsung secara resmi oleh Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Rahmawan Arifin. Sistem baru ini dirancang secara terstruktur dan dijadwalkan secara penuh selama enam bulan penuh. Inspirasi kurikulum ini diadopsi dari model pembelajaran kedokteran serta program magang sukses di Binus dan UGM. Oleh karena itu, konsep link and match dinilai sangat krusial untuk mengurangi angka pengangguran. Dengan demikian, relevansi kurikulum fakultas dengan kebutuhan pasar global akan semakin kuat dan berdampak positif.

“Sistem internship ini sengaja kami bedah demi mempersiapkan mahasiswa yang benar-benar siap kerja dan mampu membangun jejaring,” ujar Prof. Dr. Rahmawan Arifin saat memberikan sambutan.

Manfaat Luar Biasa Bagi Mahasiswa dan Mitra Industri

Melalui skema magang selama satu semester ini, mahasiswa akan mendapatkan keuntungan berupa portofolio, softskill, pengalaman nyata, hingga kompensasi profesional. Sebanyak 30 perusahaan mitra kerja juga telah digandeng untuk menyukseskan program berkelanjutan ini. Selanjutnya, para mahasiswa dipastikan akan belajar langsung mengenai penyusunan laporan, strategi marketing, hingga pelayanan konsumen secara riil. Manfaat ini tentu menjadi jembatan karir yang sangat berharga ketika mereka lulus nanti.

Transformasi Akademik dan Peningkatan Kinerja Utama Kampus

Bagi pihak fakultas, penyusunan internship terstruktur ini membawa pengaruh besar pada lonjakan Indikator Kinerja Utama (IKU). Kemampuan berwirausaha mahasiswa diprediksi akan meningkat seiring dengan meluasnya pengenalan publik terhadap nama besar UIN. Selain itu, status akreditasi institusi akan semakin terangkat melalui penguatan industrial engagement yang masif ini. Di sisi lain, sistem penilaian program ini juga diselaraskan dengan standar Outcome-Based Education (OBE). Meskipun aplikasi khusus masih dikembangkan, optimisme tinggi tetap diusung demi masa depan generasi bangsa

Dua Dosen UIN Lampung Teliti Ecotheologi di FEBI UIN Surakarta

Dua Dosen UIN Lampung Bedah Implementasi Ecotheologi di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menerima kunjungan strategis dari UIN Raden Intan Lampung. Kunjungan pada Senin, 6 Juli 2026 ini bertujuan untuk melakukan penelitian mengenai implementasi ecotheologi. Dekan FEBI, Prof. Rahmawan Arifin, menyambut hangat kedatangan tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. E. Evi Ekawati, M.Si. Kolaborasi antarperguruan tinggi Islam ini diharapkan mampu membawa dampak nyata bagi tata kelola kampus yang ramah lingkungan. Kehadiran para akademisi luar daerah tersebut menjadi bukti nyata bahwa FEBI UIN Surakarta diakui sebagai pusat pembelajaran yang inklusif.

Sinergi Standar IFRS dan Nilai Keagamaan

Penelitian kolaboratif tersebut berfokus pada pengembangan model pelaporan keuangan berkelanjutan (Sustainability Financial Reporting). Model pelaporan ini dirancang khusus untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan mengintegrasikan nilai Islam dan standar internasional. Instrumen keuangan yang dikaji mengombinasikan prinsip ecotheologi serta International Financial Reporting Standard (IFRS). Melalui pendekatan inovatif ini, transparansi laporan tidak hanya diukur dari angka, melainkan juga dari kontribusi pelestarian alam. Oleh karena itu, standardisasi baru ini diproyeksikan mampu meningkatkan reputasi global kampus-kampus Islam di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta yang bersedia menjadi objek penelitian penting ini,” ujar Dr. E. Evi Ekawati, M.Si. selaku Ketua Tim Peneliti.

Dampak Jangka Panjang bagi Pendidikan Tinggi

Selanjutnya, pengumpulan data di lapangan akan dilaksanakan secara berkala untuk menyempurnakan formulasi model. Agenda akademik komprehensif ini dijadwalkan berlangsung sejak 25 April hingga 1 Oktober 2026 mendatang. Dukungan penuh berupa izin akses data dan fasilitas diskusi telah disiapkan oleh pihak dekanat FEBI. Dengan demikian, seluruh proses analisis diharapkan dapat berjalan lancar demi kemajuan mutu pendidikan tinggi. Pada akhirnya, luaran riset ini diyakini mampu menjadi acuan regulasi keuangan yang ramah lingkungan di tingkat nasional.