Purna Bakti Sang Abdi Setia: FEBI Lepas Ibu Siti Mukodimah dengan Doa dan Terima Kasih

Purna Bakti Sang Abdi Setia, FEBI Lepas Ibu Siti Mukodimah dengan Doa dan Terima Kasih

Rabu, 28 Mei 2025, Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menjadi saksi momen penuh haru oleh Purna Bakti Sang Abdi Setia. Acara pelepasan purna tugas digelar untuk Ibu Siti Mukodimah, S.H., Kepala Bagian Tata Usaha FEBI, yang resmi memasuki masa pensiun.

Dalam suasana penuh kehangatan, segenap sivitas akademika FEBI hadir memberikan ucapan terima kasih. Ibu Mukodimah lahir pada 31 Mei 1967 di Desa Sangubanyu, Grabag, Purworejo, Jawa Tengah. Beliau telah mengabdi sebagai aparatur sipil negara selama puluhan tahun.

Perjalanan karier beliau dimulai dari staf administrasi Golongan IA. Seiring waktu, beliau dipercaya menjadi bendahara STAIN Surakarta. Selanjutnya, beliau menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan IAIN Surakarta. Akhirnya, beliau menutup masa pengabdiannya sebagai Kepala Bagian Tata Usaha FEBI.

Dibaca juga : ASN PPPK FEBI 2024 Hadir dengan Energi Baru, Enam Staf Terbaik Dikukuhkan

Selain itu, sebelum mengabdi di Surakarta, beliau juga pernah bertugas di MAN 2 Samarinda dan IAIN Walisongo. Hal ini membuktikan komitmen beliau terhadap dunia pendidikan Islam, dari Sabang sampai Purworejo.

Dengan penuh ketulusan, beliau berkata, “Tahun demi tahun kulewati sebagai abdi negara.” Kalimat sederhana itu mencerminkan dedikasi dan cinta yang mendalam terhadap pekerjaannya.

Oleh karena itu, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Ibu Siti Mukodimah dikenal sebagai sosok pekerja keras, disiplin, dan rendah hati.

Dengan demikian, FEBI mengucapkan selamat memasuki masa purnabakti. Semoga Ibu Siti Mukodimah senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan dalam menjalani fase kehidupan berikutnya.

Program Zero DO Dorong Percepatan Studiemi Lulusan Tepat Waktu

Program Zero DO FEBI Dorong Percepatan Studi Mahasiswa

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan komitmennya Program Zero DO Percepatan Studi. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah melalui kebijakan Program Percepatan Masa Kuliah dan Zero DO (Drop Out) yang mulai diimplementasikan secara aktif pada semester ini.

Hari ini, sejumlah ujian dilaksanakan secara serentak sebagai langkah awal dari program ini. Ujian tersebut dikhususkan bagi mahasiswa semester 14 yang sedang menuntaskan studinya. Melalui mekanisme ini, FEBI ingin memastikan bahwa tidak ada mahasiswa yang tertinggal tanpa perhatian, terutama mereka yang berada di ambang batas masa studi.

Lebih dari itu, kebijakan ini juga menjadi bentuk perhatian khusus kepada mahasiswa semester 10 dan semester 12. Mereka yang masih memiliki kendala akademik atau administrasi akan didampingi lebih intensif agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu.

Dibaca juga : Sinergi Public Lecture Bersama Pakar untuk Riset Ekonomi Unggul

Selain memberikan ruang ujian tambahan, program ini juga dilengkapi dengan bimbingan akademik, konsultasi personal, serta pendekatan administratif yang lebih fleksibel. Dengan kata lain, mahasiswa tidak lagi berjalan sendiri dalam menyelesaikan studinya.

Kebijakan percepatan studi dan Zero DO ini mendapat dukungan penuh dari seluruh pimpinan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Menurut pihak fakultas, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas lulusan sekaligus menjaga angka kelulusan tetap optimal.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan mahasiswa dapat semakin termotivasi untuk menyelesaikan studi tanpa tekanan berlebihan. FEBI UIN Raden Mas Said terus berkomitmen menjadi rumah akademik yang inklusif, solutif, dan berorientasi pada keberhasilan mahasiswanya.

FEBI Hadirkan Pakar dalam Public Lecture Inspiratif Guna Dorong Riset Ekonomi Berkualitas

Sinergi Public Lecture Bersama Pakar untuk Riset Ekonomi Unggul

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menyelenggarakan sinergi Public Lecture bersama pakar. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 27 Mei 2025, di Aula Gedung A Lantai 1.

Tema yang diangkat dalam kuliah umum ini adalah “Pemanfaatan Alat Uji Statistik untuk Riset Ekonomi yang Lebih Berkualitas.” Tema ini dipilih sebagai respon atas kebutuhan mahasiswa dalam menguasai metode kuantitatif penelitian.

Acara ini menghadirkan narasumber utama, Yoga Pratama Nugroho, M.Ak., yang dikenal sebagai pakar dalam bidang akuntansi dan statistik. Selain itu, diskusi dipandu oleh Luluk Ayuningtyas, M.Si., yang turut memperkaya dinamika forum.

Dibaca juga : ASN PPPK FEBI 2024 Hadir dengan Energi Baru, Enam Staf Terbaik Dikukuhkan

Materi yang disampaikan mencakup pemanfaatan alat statistik secara tepat dalam riset ekonomi. Dengan contoh-contoh aplikatif, peserta diajak untuk memahami proses analisis data secara komprehensif.

Selain teori, peserta juga mendapat pemahaman praktis melalui simulasi alat uji. Hal ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya tahu konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam penelitian mereka.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang sangat bermanfaat. Terlebih lagi, di tengah tantangan riset ekonomi yang semakin kompleks, kemampuan statistik menjadi keterampilan yang wajib dimiliki.

Dengan demikian, melalui Public Lecture FEBI ini, diharapkan lahir penelitian-penelitian ekonomi yang lebih valid, relevan, dan berdampak nyata.

Antusiasme peserta sangat tinggi sepanjang kegiatan. FEBI pun berkomitmen akan terus menghadirkan agenda serupa untuk mendukung penguatan kapasitas riset mahasiswa.

ASN PPPK FEBI 2024 Hadir dengan Energi Baru, Enam Staf Terbaik Dikukuhkan

ASN PPPK FEBI 2024 Hadir dengan Energi Baru, Enam Staf Terbaik Dikukuhkan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta patut berbangga dan Hadir dengan Energi Baru. Enam orang staf terbaiknya resmi dilantik sebagai Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Pelantikan ini menjadi penanda penting atas dedikasi dan kerja keras yang telah mereka tunjukkan selama ini. Tidak hanya sekadar pencapaian pribadi, keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan kolektif bagi seluruh keluarga besar FEBI.

Mereka yang dilantik adalah Moh. Amir Kholid, S.Pd.I; Muh. Fathur Rohman, S.Sy; Muhammad Zainudin; Fushilat Isnaini, S.E.Sy; Nur Aripin, S.Pd.I; dan Ngesti Wihastuti, A.MF. Selama ini, keenam staf tersebut dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi dan konsisten dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, pelantikan mereka sebagai ASN PPPK merupakan hasil nyata dari pengabdian yang tidak pernah lelah.

Dibaca juga : JALIN STUDI BANDING GUNA BANGUN MASA DEPAN ORGANISASI HMPS MBS

Selain menjadi momen membanggakan, capaian ini juga memberi semangat baru bagi seluruh sivitas akademika FEBI. Ia menjadi bukti bahwa kesetiaan pada tugas dan komitmen terhadap pelayanan akan selalu menemukan jalannya untuk diakui. Sebagai hasilnya, pelantikan ini diharapkan membawa semangat baru dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan umat.

FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menyampaikan selamat dan doa terbaik kepada para ASN PPPK yang baru dilantik. Semoga mereka senantiasa amanah dalam mengemban tugas, terus menjunjung profesionalisme, serta menjadi inspirasi bagi rekan-rekan lainnya. Lebih dari itu, semoga capaian ini menjadi awal dari langkah-langkah besar lainnya dalam mendukung kemajuan institusi dan pelayanan keumatan yang berkelanjutan.

WhatsApp Image 2025-05-26 at 16.22.05 (1)

JALIN STUDI BANDING GUNA BANGUN MASA DEPAN ORGANISASI HMPS MBS

Sukoharjo, 26 Mei 2025 — Aula Gedung A FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta guna bangun masa depan organisasi dua himpunan mahasiswa dalam kegiatan studi banding. HMPS Manajemen Bisnis Syariah (MBS) dari UIN Raden Mas Said menyambut hangat kedatangan HMPS MBS UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh MC. Setelah itu, suasana menjadi khidmat saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan. Lagu Indonesia Raya dan mars dari masing-masing universitas turut dikumandangkan, menciptakan semangat nasional dan kebanggaan institusional. Sebagai pembuka yang memukau, delegasi tuan rumah menampilkan pertunjukan tari tradisional.

Selanjutnya, Koordinator Program Studi dari kedua kampus menyampaikan sambutan. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi lintas kampus dalam meningkatkan kualitas organisasi mahasiswa. Hal ini menjadi penguat bahwa sinergi bukan hanya slogan, tetapi juga tindakan nyata.

Dibaca juga : Dari Ujung Tanduk ke BUMN: Mahasiswi FEBI Semester 14 Ini Akhirnya Lulus dan Berkarier di PNM!

Pada sesi berikutnya, masing-masing HMPS menayangkan company profile. Melalui pemaparan tersebut, peserta dapat memahami karakter dan struktur organisasi satu sama lain. Tak berhenti di situ, Ketua Umum dari kedua himpunan mempresentasikan program kerja masing-masing.

Pemaparan itu menunjukkan keseriusan mereka dalam membangun jaringan kolaboratif jangka panjang. Selain sebagai ajang silaturahmi, studi banding ini menjadi ruang bertukar ide, memperluas wawasan, dan menyemai inspirasi bersama. Oleh karena itu, kegiatan ini bukan hanya sebuah pertemuan, tetapi juga awal dari gerakan sinergi antar mahasiswa FEBI di tingkat nasional.

MBKM FEBI Naik Kelas

MBKM Naik Kelas, Mahasiswa FEBI Bawakan Aksi Waqaf Mission to Malaysia

Sukoharjo, 21 Mei 2025 – MBKM FEBI naik kelas internasional, kini Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus membuka jalan menuju dunia global. Kali ini, dua mahasiswa dari Program Studi Perbankan Syariah (PBS) terpilih mengikuti program MBKM Internasional ke Malaysia.

Tujuan utama program ini adalah memberi ruang bagi mahasiswa merancang jalur pendidikan sesuai minat dan potensi diri. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menyiapkan lulusan yang adaptif dan kompetitif di era global.

Untuk bisa berangkat, para mahasiswa harus melewati proses seleksi. Prodi PBS menilai aspek administrasi, prestasi akademik, dan kemampuan berbahasa Inggris. Dari hasil seleksi tersebut, terpilih dua nama, yaitu Alifiya Azzahra dan Qonita Luthfia, mahasiswa semester enam dari Prodi Perbankan Syariah.

Dibaca juga : LIBATKAN STAKEHOLDER, FEBI RANCANG PROGRAM KOLABORATIF

Program ini akan berlangsung pada 26 Mei hingga 6 Juni 2025. Sebelum mengikuti program internasional ini, keduanya telah lebih dulu mengikuti kegiatan MBKM Nasional sebagai persiapan awal.

Adapun lokasi kegiatan berada di Khadijah International Waqaf Foundation, Malaysia. Di sana, mahasiswa akan belajar langsung tentang pengelolaan wakaf di tingkat internasional.

Mengapa Malaysia yang dipilih? Negara ini memiliki sistem wakaf yang berkembang pesat dan profesional. Selain itu, mahasiswa bisa belajar budaya kerja lintas negara yang bermanfaat untuk masa depan karier mereka.

Lebih lanjut, program ini juga memberi peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek riset dan kerja lapangan. Mereka akan membawa pulang pengalaman nyata yang tidak bisa didapat di ruang kelas.

Dengan adanya program ini, FEBI UIN Raden Mas Said berharap lulusannya mampu menjawab tantangan dunia kerja global. Mahasiswa tak hanya menguasai teori, tetapi juga punya wawasan, keterampilan, dan pengalaman internasional.

febi cetak founder muda

Rancang Skill Up 202 FEBI Cetak Founder Muda Guna Menghadapi Pasar Global

Sukoharjo, 19 Mei 2025 — Upaya FEBI cetak founder muda guna meningkatkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa kembali diwujudkan melalui Workshop Skill Up bertema “Business Preparation: Panduan Cerdas Dalam Menyusun Business Model Canvas”. Kegiatan ini berlangsung di Aula SBSN Lt. 1 dan Gedung FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, serta diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai program studi.

Workshop ini diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama, pada 9 Mei 2025, berfokus pada pengenalan sembilan elemen utama Business Model Canvas (BMC). Materi disampaikan secara sistematis dan aplikatif oleh narasumber Ibu Puspa Novita Sari, S.Si., M.M., CPSMM, AWP, dosen FEBI sekaligus praktisi bisnis. Para peserta diajak memahami elemen penting seperti customer segments, value propositions, channels, hingga cost structure.

Selain itu, peserta juga berdiskusi melalui studi kasus nyata. Sesi ini mendorong kolaborasi aktif, sekaligus memperluas wawasan bisnis mereka.

Dibaca juga : LIBATKAN STAKEHOLDER, FEBI RANCANG PROGRAM KOLABORATIF

Selanjutnya, pada sesi kedua yang digelar 19 Mei 2025, lima kelompok terpilih mempresentasikan model bisnis yang telah mereka rancang. Mereka menerima masukan langsung dari narasumber, baik dari sisi konsep, struktur keuangan, maupun potensi pengembangan usaha.

Dalam sambutannya, Ach. Ngilman Nasukha, Ketua Umum HMPS MBS 2025, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan bagi mahasiswa yang ingin serius berkarier sebagai wirausahawan. Asep Maulana Rohimat, M.S.I., Koordinator Prodi Manajemen Bisnis Syariah, turut menekankan pentingnya pemahaman BMC dalam menghadapi persaingan bisnis.

“Dengan memahami BMC secara benar, para calon wirausahawan dapat membangun bisnis yang lebih terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Workshop ini tidak hanya menyajikan materi teoritis. Sebaliknya, kegiatan dirancang agar mahasiswa mampu menerapkan langsung BMC dalam rencana bisnis mereka. Oleh karena itu, peserta tidak hanya belajar, tetapi juga melatih keterampilan berpikir strategis dan kreatif.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus berkomitmen membekali mahasiswa dengan keahlian praktis di bidang bisnis. Harapannya, mereka dapat menjadi wirausahawan muda yang adaptif, kompetitif, dan siap berkontribusi dalam perekonomian nasional.

FEBI Rancang Program Kolaboratif

LIBATKAN STAKEHOLDER, FEBI RANCANG PROGRAM KOLABORATIF

Senin, 19 Mei 2026 – FEBI Rancang Program Kolaboratif Sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 2026, UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan bertajuk “Evaluasi dan Serap Usulan Program Tahun 2026”. Kegiatan ini berlangsung dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan terhadap masukan.

Tujuan utama acara ini adalah menghimpun saran serta kritik yang konstruktif. Tidak hanya dari kalangan internal, tetapi juga dari mitra strategis yang terlibat dalam ekosistem pendidikan dan ekonomi syariah.

Untuk itu, panitia menghadirkan berbagai stakeholder penting. Di antaranya adalah Branch Manager BTN Syariah Surakarta, perwakilan HEBITREN (Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren), IKA FEBI (Ikatan Alumni FEBI), serta Kepala BEI Kantor Perwakilan Solo.

Dibaca juga : FEBI RANCANG STRATEGI 2026 LEWAT EVALUASI DAN USULAN

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan bahwa perencanaan program tidak dilakukan secara tertutup. Sebaliknya, FEBI berkomitmen menjadikan evaluasi ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi.

Melalui forum FEBI Rancang Program Kolaboratif, diharapkan berbagai usulan dapat menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyusunan arah kebijakan tahun 2026. Selain itu, keterlibatan stakeholder eksternal juga memberi gambaran riil tentang kebutuhan dan tantangan yang akan dihadapi ke depan.

Acara ini bukan hanya soal meninjau program lama. Lebih dari itu, ini adalah langkah strategis untuk memastikan FEBI tetap adaptif, inklusif, dan relevan dalam menghadapi dinamika zaman.

LEWAT EVALUASI DAN USULAN

FEBI RANCANG STRATEGI 2026 LEWAT EVALUASI DAN USULAN

Senin, 19 Mei 2025, Adanya kegiatan Lewat Evaluasi Dan Usulan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta langsung terdapat suasana yang berbeda Para dosen dan pimpinan fakultas berkumpul dengan satu tujuan: mengevaluasi capaian dan menyusun program strategis untuk tahun 2026.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB. Dr. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan Rencana Strategis (Renstra) UIN Raden Mas Said Surakarta serta target kinerja tahun 2026. Menurutnya, perencanaan yang matang harus melibatkan semua pemangku kepentingan.

Dibaca juga : MES GOES TO CAMPUS CETAK EMPOWERING YOUNG GENERATION

Setelah itu, giliran Dr. Indah Piliyanti, S.Ag., M.S.I., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, memberikan laporan panitia. Ia menekankan pentingnya forum ini sebagai sarana refleksi dan penyamaan visi. “Evaluasi bukan sekadar menengok ke belakang, tetapi juga untuk melangkah lebih mantap ke depan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., selaku Dekan FEBI, memaparkan rumusan awal kegiatan berdasarkan hasil evaluasi dan usulan yang telah dihimpun. Ia menegaskan bahwa program Lewat Evaluasi Dan Usulan yang akan disusun harus menjawab tantangan zaman serta mencerminkan nilai-nilai Islam yang progresif.

Dengan penuh semangat, para peserta kemudian berdiskusi. Mereka menyampaikan ide, kritik, dan solusi demi menciptakan program kerja yang lebih inovatif dan berdampak.

Melalui kegiatan ini, FEBI menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang. Tidak hanya mengejar capaian administratif, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk peradaban akademik yang unggul dan inklusif.

Cetak Empowering Young Generation

MES GOES TO CAMPUS CETAK EMPOWERING YOUNG GENERATION

Sukoharjo, 19 Mei 2025 – Semangat Cetak Empowering Young Generation membangun ekonomi syariah di kalangan generasi muda semakin nyata. Hal ini terlihat dalam kegiatan bertajuk “MES Goes to Campus Empowering Young Generation: Halal Lifestyle and Zakat Awareness” yang digelar oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta. Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta dan Forum Riset Ekonomi Syariah (FRESH).

Tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan gaya hidup halal dan kesadaran berzakat kepada mahasiswa. Sebab, mereka adalah calon pemimpin masa depan ekonomi syariah Indonesia. Selain itu, acara ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam membentuk generasi pelopor industri halal.

Dibaca juga : KETUA MES ADAKAN GOES TO CAMPUS TANAMKAN MINDSET MILIARDER HALAL

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah hadirnya Dr. Ibrahim Fatwa Wijaya, Ketua MES Surakarta. Dalam sesi motivasinya, ia mendorong mahasiswa FEBI untuk memiliki mindset sebagai pengusaha global. Ia menekankan bahwa generasi muda tidak cukup hanya menjadi konsumen produk halal. Sebaliknya, mereka harus menjadi produsen yang siap menembus pasar dunia melalui ekspor.

Lebih lanjut, Dr. Ibrahim menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arah kebijakan nasional. Ia merujuk pada RPJMN 2025–2029 yang fokus pada hilirisasi industri, penguatan ekonomi kreatif, dan peningkatan ekspor produk halal lokal. Menurutnya, mahasiswa adalah garda terdepan dalam menggerakkan visi tersebut.

Melalui program ini, kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu. Lebih dari itu, kampus menjadi tempat lahirnya entrepreneur muda yang berintegritas, kreatif, dan berwawasan global—siap memajukan ekonomi halal Indonesia.