Hebat !!! Mahasiswi MBS FEBI UIN Surakarta Raih Google Student Ambassador
Semangat Ambassador Global Mahasiswa FEBI
FEBI News – Mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus menunjukkan kualitasnya di tingkat global. Salah satunya ditunjukkan oleh Aisyah Silvia Febiyanti.
Aisyah merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah angkatan 2023. Ia aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan organisasi.
Keikutsertaannya dalam program Google Student Ambassador menjadi langkah strategis. Program ini dipandang sebagai bentuk Ambassador global bagi mahasiswa.
Melalui Ambassador tersebut, mahasiswa dapat belajar langsung dari ekosistem internasional. Dengan demikian, wawasan global dapat terus diperluas.
Selain itu, pengalaman ini memberikan peluang besar untuk pengembangan diri. Oleh karena itu, mahasiswa FEBI didorong untuk aktif berpartisipasi.
Program ini tidak hanya berfokus pada teknologi. Namun demikian, juga menekankan kolaborasi dan komunikasi lintas budaya.
Ambassador Skill Teknologi dan Komunikasi
Dalam keterangannya, Aisyah menyampaikan motivasinya mengikuti program tersebut. Ia ingin terus berkembang di bidang teknologi dan komunikasi.
“Program ini bukan hanya belajar tools Google, tetapi juga berbagi manfaat,” ujar Aisyah.
Menurutnya, pengalaman ini menjadi saranaAmbassador kemampuan diri. Selain itu, ia ingin menjadi jembatan berbagi ilmu bagi mahasiswa lain.
Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada diri sendiri. Sebaliknya, manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Selain itu, keterlibatan dalam program ini meningkatkan keterampilan komunikasi. Hal ini penting dalam menghadapi tantangan global.
Program ini juga memberikan akses pada jejaring internasional. Oleh sebab itu, mahasiswa dapat belajar dari komunitas global yang dinamis.
Ambassador untuk Dampak dan Inovasi Mahasiswa
Pengalaman organisasi yang dimiliki Aisyah menjadi modal penting. Ia ingin memaksimalkan perannya dalam menciptakan dampak nyata.
Rencana kegiatan seperti workshop dan event edukatif mulai dirancang. Dengan demikian, kampus dapat menjadi ruang inovasi mahasiswa.
Selain itu, Ambassador yang dilakukan membuka peluang kolaborasi baru. Hal ini memperkuat peran mahasiswa dalam pengembangan akademik.
Program ini juga meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap teknologi. Oleh karena itu, mahasiswa akan lebih siap menghadapi perubahan.
Keikutsertaan Aisyah menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Bahwa peluang global dapat diraih melalui usaha dan komitmen.
Lebih lanjut, pengalaman ini diharapkan membawa dampak berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga berkontribusi.
Pada akhirnya, Ambassador global ini menjadi bukti komitmen FEBI. Kampus terus mendorong mahasiswa untuk berkembang secara kompetitif dan inovatif
Benchmarking FEBI UIN Surakarta ke UNY Perkuat Laboratorium Berbasis Kompetensi
FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat kualitas pembelajaran. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kegiatan benchmarking.
Kegiatan benchmarking ini dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta pada 8 April 2026. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium berbasis kompetensi.
Selain itu, benchmarking menjadi ruang pertukaran praktik terbaik antar institusi. Oleh karena itu, pengalaman yang diperoleh dapat langsung diadaptasi.
Delegasi FEBI dipimpin oleh Dr. Arif Muanas selaku Wakil Dekan I. Turut hadir para Ketua Program Studi dan Kepala Laboratorium.
Kunjungan tersebut disambut oleh Dr. Sutirman selaku Dekan FEB UNY. Jajaran pimpinan fakultas juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dengan demikian, benchmarking tidak hanya menjadi kunjungan formal. Kegiatan ini menjadi sarana strategis dalam penguatan tata kelola akademik.
Struktur Laboratorium dan Spesialisasi Praktikum
Dalam pemaparan, struktur laboratorium di UNY dijelaskan secara sistematis. Laboratorium berada di bawah departemen masing-masing bidang.
Model ini memungkinkan adanya spesialisasi laboratorium yang lebih fokus. Selain itu, pengembangan praktikum menjadi lebih terarah.
Beberapa laboratorium yang dikelola meliputi bisnis digital dan analitik. Selain itu, terdapat laboratorium komputer akuntansi dan koperasi syariah.
Laboratorium simulasi perkantoran dan teknologi perkantoran juga menjadi bagian penting. Bahkan, kearsipan digital turut dikembangkan secara profesional.
Diskusi kemudian menyoroti perbandingan sistem kelembagaan laboratorium. Hal ini mencakup aspek sumber daya manusia dan digitalisasi.
“Struktur berbasis departemen memungkinkan pengelolaan lebih fokus dan spesifik,” ujar salah satu narasumber.
Dengan demikian, pembelajaran berbasis praktik dapat lebih optimal. Oleh sebab itu, mahasiswa akan memperoleh pengalaman yang relevan.
Benchmarking Dorong Adaptasi dan Penguatan Sistem Laboratorium
Tim dari UIN Raden Mas Said Surakarta turut memaparkan kondisi laboratorium saat ini. Sistem yang digunakan masih berada di bawah fakultas.
Namun demikian, rencana pengembangan terus disusun secara bertahap. Praktikum baru akan diimplementasikan pada semester mendatang.
Selain itu, benchmarking memberikan perspektif baru dalam pengelolaan laboratorium. Dengan demikian, sistem dapat dikembangkan lebih adaptif.
Kegiatan ini juga mendorong penguatan kolaborasi antar program studi. Oleh karena itu, integrasi antara kurikulum dan praktikum semakin diperkuat.
Lebih lanjut, hasil benchmarking akan menjadi dasar penyusunan kebijakan akademik. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan.
Penguatan sistem laboratorium menjadi langkah penting menghadapi kebutuhan industri. Selain itu, mahasiswa akan lebih siap menghadapi dunia kerja.
Dengan demikian, benchmarking menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan FEBI. Upaya ini menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan inovasi.
Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem laboratorium yang terstruktur. Sistem tersebut akan mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara berkelanjutan.
Benchmarking sebagai Strategi Penguatan Tata Kelola Laboratorium
FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta terus melakukan inovasi kelembagaan. Salah satunya melalui kegiatan benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026. Tujuannya adalah memperkuat sistem pengelolaan laboratorium secara terstruktur.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan kualitas pembelajaran berbasis praktikum. Oleh karena itu, kolaborasi antar institusi dinilai sangat strategis.
Delegasi FEBI dipimpin oleh Dr. Arif Muanas selaku Wakil Dekan I. Turut hadir para Ketua Program Studi dan Kepala Laboratorium.
Kunjungan ini disambut oleh Wakil Dekan I FEBI UIN Sunan Kalijaga, Sunaryati. Dalam kesempatan tersebut, berbagai praktik baik dibagikan.
Dengan demikian, benchmarking menjadi ruang belajar bersama antar perguruan tinggi. Hal ini sekaligus memperkuat jejaring akademik yang berkelanjutan.
Kolaborasi Praktikum dan Penguatan Kurikulum
Dalam sesi diskusi, sistem pengelolaan laboratorium dipaparkan secara komprehensif. Laboratorium ditempatkan di bawah koordinasi fakultas.
Namun demikian, pelaksanaan praktikum tetap terintegrasi dengan kurikulum program studi. Oleh sebab itu, kolaborasi menjadi kunci utama pengelolaan.
Salah satu isu penting adalah mekanisme praktikum berbasis SKS. Sebelumnya, beberapa praktikum belum memiliki bobot akademik yang jelas.
Akibatnya, partisipasi mahasiswa dinilai belum optimal. Oleh karena itu, perubahan sistem sedang direncanakan.
Praktikum akan diberi bobot minimal satu SKS. Kebijakan ini didorong berdasarkan rekomendasi asesor LAMEMBA.
“Praktikum harus memiliki bobot akademik yang jelas agar lebih terstruktur,” ujar salah satu narasumber.
Selain itu, penggunaan perangkat lunak modern juga dibahas. Software seperti Accurate, Zahir, dan MYOB menjadi bagian penting pembelajaran.
Dengan demikian, mahasiswa dapat menguasai keterampilan teknis yang relevan. Hal ini sekaligus menjadi penguatan kompetensi lulusan.
Penguatan Fasilitas dan Adaptasi Kebutuhan Akademik
Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas laboratorium secara langsung. Delegasi mengunjungi laboratorium komputer dan laboratorium bahasa.
Laboratorium bahasa berfungsi sebagai bridging course bagi mahasiswa. Fasilitas ini membantu meningkatkan kompetensi bahasa akademik.
Selain itu, berbagai pusat studi juga diperkenalkan dalam kunjungan tersebut. Hal ini memberikan gambaran sistem pengelolaan yang komprehensif.
Pihak FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta juga memaparkan kondisi laboratorium saat ini. Sistem yang digunakan masih terpusat di tingkat fakultas.
Namun demikian, rencana pengembangan terus disusun secara bertahap. Beberapa program baru telah dirancang untuk mendukung kebutuhan akademik.
Program tersebut meliputi praktikum pemasaran, bisnis analitik, dan komputer akuntansi. Selain itu, praktikum filantropi digital juga akan dikembangkan.
Dengan demikian, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam penguatan sistem laboratorium. Oleh karena itu, FEBI terus beradaptasi terhadap dinamika pendidikan.
Pada akhirnya, benchmarking ini diharapkan menghasilkan tata kelola laboratorium yang lebih sinergis. Sistem yang adaptif akan mendukung kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Terapkan Green Metric, FEBI UIN Surakarta Tuai Apresiasi Dr. Faisal Ali Hasyim
Program Green Campus sebagai Bentuk Penguatan Lingkungan
FEBI News – Komitmen terhadap lingkungan terus ditunjukkan oleh UIN Raden Mas Said Surakarta. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Green Campus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Program ini dijalankan melalui pengelolaan kompos dari limbah organik di lingkungan fakultas. Dengan demikian, kampus tidak hanya berfokus pada akademik.
Sebaliknya, perhatian juga diberikan pada keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, langkah ini menjadi bagian penting dari penguatan budaya ramah lingkungan.
Program kompos tersebut merupakan bagian dari implementasi konsep Green Metric kampus. Kegiatan ini juga mendorong kesadaran ekologis civitas akademika.
Selain itu, mahasiswa dan tenaga kependidikan turut dilibatkan dalam pengelolaan lingkungan. Dengan demikian, kesadaran kolektif dapat terus dibangun.
Program ini juga menunjukkan bahwa penguatan tata kelola kampus dapat berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan. Oleh sebab itu, FEBI berupaya menghadirkan ruang akademik yang berkelanjutan.
Apresiasi dalam Kunjungan Penguatan Tata Kelola Kampus
Program tersebut mendapat perhatian khusus dalam kunjungan pejabat pusat. Pada 09 April 2026, kampus menerima kunjungan dari Dr. Faisal Ali Hasyim.
Beliau merupakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda penguatan tata kelola perguruan tinggi keagamaan. Oleh karena itu, berbagai fasilitas kampus turut ditinjau secara langsung.
Lingkungan FEBI dinilai tertata dengan baik dan mendukung aktivitas akademik. Bahkan, pengelolaan ruang dinilai menunjukkan penguatan manajemen kampus.
Dalam kesempatan tersebut, kekaguman disampaikan secara langsung oleh narasumber.
“Saya sangat terkesan dengan tata kelola ruang dan lingkungan di FEBI,” ujar Dr. Faisal Ali Hasyim.
Menurutnya, pengelolaan fasilitas yang baik akan mendukung kualitas pendidikan. Selain itu, lingkungan yang bersih mencerminkan budaya kerja institusi.
Penguatan Budaya Kampus Berkelanjutan
Program kompos menjadi langkah kecil dengan dampak besar. Namun demikian, langkah tersebut memiliki nilai strategis bagi penguatan kampus berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat karakter mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya belajar ekonomi, tetapi juga belajar tanggung jawab lingkungan.
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan. Sebaliknya, pendidikan juga diarahkan pada kesadaran sosial dan ekologis.
Program ini juga memperlihatkan bagaimana inovasi sederhana dapat memberi dampak nyata. Oleh karena itu, penguatan budaya lingkungan terus didorong.
FEBI di UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen menghadirkan kampus hijau dan berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi civitas akademika. Pada akhirnya, penguatan nilai keberlanjutan akan menjadi bagian penting budaya kampus.
Lab Bisnis Digital FEBI UIN Surakarta Diresmikan, Dorong Creativepreneur Mahasiswa oleh Dr. Faisal Ali Hasyim
FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat inovasi pendidikan. Langkah tersebut diwujudkan melalui peresmian Laboratorium Bisnis Digital.
Peresmian ini dilaksanakan pada 09 April 2026. Acara tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan pembelajaran berbasis praktik.
Laboratorium Bisnis Digital diresmikan oleh Dr. Faisal Ali Hasyim. Beliau merupakan Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM di Kementerian Agama Republik Indonesia.
Peresmian tersebut disaksikan civitas akademika FEBI. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
Laboratorium ini dirancang untuk mendorong kreativitas mahasiswa. Selain itu, fasilitas ini mendukung penguatan ekosistem bisnis digital di kampus.
Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan ide bisnis inovatif. Oleh karena itu, laboratorium ini menjadi ruang eksplorasi bisnis berbasis teknologi.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga dilatih memahami strategi bisnis digital secara praktis. Dengan demikian, pengalaman belajar menjadi lebih aplikatif.
Program ini sekaligus memperkuat semangat creativepreneur bagi mahasiswa S1 Bisnis Digital. Semangat kewirausahaan kreatif terus didorong melalui berbagai kegiatan akademik.
Sarasehan Penguatan Manajemen Risiko Perguruan Tinggi
Selain peresmian laboratorium, kegiatan juga diisi sarasehan akademik. Tema yang diangkat adalah penguatan manajemen risiko dalam tata kelola perguruan tinggi.
Sarasehan tersebut menyoroti perspektif pengawasan dan integritas kelembagaan. Diskusi berlangsung aktif bersama peserta yang hadir.
Dalam paparannya, Dr. Faisal Ali Hasyim menegaskan pentingnya penguatan tata kelola institusi. Menurutnya, manajemen risiko harus menjadi perhatian utama.
“Penguatan sistem pengawasan sangat penting. Perguruan tinggi harus menjaga integritas dalam setiap kebijakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tata kelola yang baik harus dirancang secara sistematis. Selain itu, risiko organisasi perlu diidentifikasi sejak awal.
Dengan demikian, setiap kebijakan institusi dapat dijalankan secara akuntabel. Oleh sebab itu, penguatan manajemen risiko menjadi kebutuhan strategis.
Diskusi tersebut juga memperkaya perspektif peserta. Banyak gagasan baru muncul selama forum berlangsung.
Penguatan Spirit Creativepreneur Mahasiswa FEBI
Momentum kegiatan ini memberikan inspirasi baru bagi mahasiswa. Khususnya bagi mahasiswa program studi Bisnis Digital.
Melalui fasilitas baru tersebut, mahasiswa didorong menjadi creativepreneur masa depan. Kreativitas bisnis digital menjadi fokus pengembangan.
Selain itu, penguatan kompetensi kewirausahaan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya belajar teori bisnis.
Sebaliknya, mereka juga berlatih mengembangkan model bisnis secara nyata. Dengan demikian, ide usaha dapat diuji secara langsung.
Laboratorium Bisnis Digital diharapkan menjadi pusat inovasi mahasiswa. Fasilitas tersebut mendukung penguatan budaya kewirausahaan di kampus.
Oleh karena itu, FEBI di UIN Raden Mas Said Surakarta terus berkomitmen mencetak lulusan adaptif. Lulusan diharapkan mampu menghadapi tantangan ekonomi digital.
Pada akhirnya, kegiatan ini menunjukkan arah transformasi pendidikan ekonomi Islam. Kampus tidak hanya melahirkan sarjana.
Namun, kampus juga melahirkan generasi creativepreneur yang inovatif dan berintegritas.
Laboratorium Bisnis Digital FEBI UIN Surakarta Resmi Dibuka
Peresmian Laboratorium Bisnis Digital untuk Penguatan Inovasi
FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmen terhadap inovasi akademik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Laboratorium Bisnis Digital FEBI. Kegiatan ini digelar pada 09 April 2026.
Peresmian dilakukan langsung oleh Dr. Faisal Ali Hasyim. Beliau merupakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Kementerian Agama Republik Indonesia.
Momentum ini menjadi bagian penting dalam strategi penguatan ekosistem pembelajaran bisnis digital. Selain itu, fasilitas baru tersebut diharapkan memperkuat praktik kewirausahaan mahasiswa.
Laboratorium ini dirancang sebagai ruang eksperimen bisnis berbasis teknologi. Mahasiswa dapat mengembangkan ide usaha digital secara langsung. Dengan demikian, pengalaman belajar tidak hanya bersifat teoritis.
Selanjutnya, laboratorium tersebut juga mendukung penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi ekonomi digital. Hal ini penting karena transformasi digital semakin cepat terjadi. Oleh karena itu, sarana pembelajaran modern sangat dibutuhkan.
Peresmian laboratorium tersebut juga disambut antusias oleh civitas akademika FEBI. Kehadiran fasilitas baru ini diyakini dapat memperkuat budaya inovasi di lingkungan kampus.
Sarasehan Penguatan Manajemen Risiko Perguruan Tinggi
Selain peresmian laboratorium, kegiatan juga diisi sarasehan bertema penguatan manajemen risiko. Tema yang diangkat adalah tata kelola perguruan tinggi keagamaan. Perspektif pengawasan dan integritas menjadi fokus pembahasan utama.
Sarasehan ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Dr. Faisal Ali Hasyim. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan di perguruan tinggi.
Menurutnya, tata kelola yang baik tidak dapat dipisahkan dari manajemen risiko yang matang. Oleh sebab itu, setiap institusi pendidikan perlu memiliki sistem pengendalian yang jelas.
“Penguatan manajemen risiko harus menjadi budaya institusi. Tanpa itu, tata kelola perguruan tinggi sulit berkembang secara berkelanjutan,” ujar Faisal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa integritas harus menjadi fondasi organisasi. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi dapat terus terjaga.
Sarasehan ini juga membuka ruang diskusi yang aktif. Para peserta tampak terlibat dalam dialog yang konstruktif. Dengan demikian, pemahaman tentang penguatan tata kelola semakin berkembang.
Penguatan Tata Kelola Menuju Perguruan Tinggi Berkelas Dunia
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum akademik. Lebih dari itu, momentum tersebut mempertegas komitmen FEBI dalam penguatan tata kelola institusi.
Upaya penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai program strategis. Salah satunya adalah pengembangan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga terus dilakukan.
Dengan adanya Laboratorium Bisnis Digital, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kreativitas bisnis. Hal ini penting untuk membentuk lulusan yang adaptif terhadap perubahan.
Selain itu, kegiatan sarasehan turut memperkuat kesadaran institusional terhadap manajemen risiko. Kesadaran ini menjadi langkah penting menuju tata kelola kampus yang berintegritas.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, FEBI di UIN Raden Mas Said Surakarta terus bergerak menuju perguruan tinggi berkelas dunia. Komitmen terhadap inovasi dan penguatan tata kelola menjadi fondasi utama.
Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan. Kampus juga menjadi ruang lahirnya gagasan dan transformasi masa depan.
LURIK: Strategi Kepemimpinan Baru Menuju Kampus Berkelas Dunia di Lingkungan FEBI UIN Surakarta
FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan tata kelola perguruan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sarasehan bertema penguatan manajemen risiko dalam tata kelola perguruan tinggi keagamaan.
Kegiatan ini diselenggarakan pada 9 April 2026. Acara berlangsung di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta. Sarasehan menghadirkan narasumber inspiratif, yaitu Dr. Faisal Ali Hasyim. Ia merupakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kementerian Agama Republik Indonesia.
Topik utama yang dibahas adalah penguatan manajemen risiko dalam perspektif pengawasan dan integritas. Tema ini dinilai penting bagi pengembangan tata kelola PTKIN. Oleh karena itu, kegiatan tersebut disambut antusias oleh sivitas akademika.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan universitas. Hadir dalam acara tersebut Rektor Prof. Dr. Toto Suharto. Turut hadir pula Wakil Rektor I Dr. H. Zainul Abas. Selain itu, Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan Dr. H. Musta’in Ahmad juga mengikuti kegiatan ini.
Dengan demikian, sarasehan ini menjadi ruang dialog strategis. Diskusi tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang transparan dan berintegritas.
Perspektif Pengawasan dan Integritas
Dalam pemaparannya, Dr. Faisal Ali Hasyim menekankan pentingnya sistem pengawasan yang kuat. Menurutnya, manajemen risiko harus diterapkan secara sistematis. Selain itu, seluruh unit kerja perlu memahami potensi risiko organisasi.
Ia juga menegaskan bahwa tata kelola yang baik harus didukung oleh budaya integritas. Tanpa integritas, penguatan manajemen risiko tidak akan berjalan optimal.
“Manajemen risiko bukan hanya prosedur administrasi. Ia harus menjadi budaya kerja di setiap institusi,” ujar Faisal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa risiko harus diidentifikasi sejak awal. Setelah itu, mitigasi harus dirancang secara terukur. Oleh sebab itu, setiap pimpinan unit memiliki peran strategis dalam proses tersebut.
Paparan tersebut memberikan wawasan baru bagi peserta. Selain itu, perspektif pengawasan juga dipahami secara lebih komprehensif.
Nilai Kepemimpinan LURIK sebagai Fondasi Penguatan
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Prof. Dr. Toto Suharto memperkenalkan konsep kepemimpinan LURIK. Konsep ini menjadi nilai dasar kepemimpinan di UIN Raden Mas Said Surakarta.
LURIK merupakan akronim dari Loyal, Unggul, Responsif, Inovatif, dan Kolaboratif. Nilai ini menjadi pedoman dalam membangun budaya kerja kampus.
Loyal berarti setia pada visi dan misi universitas. Unggul menekankan orientasi pada kualitas dan prestasi. Responsif berarti cepat menanggapi kebutuhan perubahan.
Selain itu, inovatif mendorong lahirnya ide dan terobosan baru. Sementara itu, kolaboratif menguatkan kerja sama antarunit.
Nilai-nilai tersebut diperkenalkan sebagai fondasi kepemimpinan. Selain itu, konsep ini juga menjadi panduan strategis pengembangan kampus.
Dengan demikian, kegiatan sarasehan ini tidak hanya memperkuat wawasan akademik. Lebih jauh lagi, kegiatan ini memperkuat komitmen bersama dalam membangun tata kelola kampus yang berintegritas.
Melalui kegiatan ini, semangat penguatan manajemen risiko semakin ditegaskan. Selain itu, nilai LURIK juga diharapkan mampu membentuk karakter kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif. Akhirnya, upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis menuju perguruan tinggi yang unggul dan berkelas dunia.
Menuju PTKIN Berkelas Dunia, Dr. Faisal Ali Hasyim Paparkan Penguatan Manajemen Risiko di FEBI UIN Surakarta
FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menghadirkan forum akademik strategis.Kegiatan ini berbentuk sarasehan yang membahas tata kelola perguruan tinggi. Sarasehan tersebut mengusung tema penguatan manajemen risiko dalam tata kelola perguruan tinggi keagamaan. Tema ini menekankan pentingnya integritas dan sistem pengawasan yang kuat. Kegiatan ini diselenggarakan pada 9 April 2026. Forum tersebut diikuti sivitas akademika FEBI dengan antusias. Selain itu, sarasehan ini menjadi ruang refleksi bersama. Para peserta diajak memahami pentingnya penguatan sistem tata kelola yang profesional. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat diskusi akademik. Namun juga menjadi langkah strategis menuju tata kelola kampus yang lebih baik. Oleh karena itu, penguatan manajemen risiko menjadi perhatian utama dalam forum ini. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi keagamaan.
Perspektif Pengawasan dan Integritas dalam Penguatan
Sarasehan ini menghadirkan narasumber nasional yang berkompeten. Materi disampaikan oleh Dr. Faisal Ali Hasyim dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Beliau merupakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pengalamannya memberikan perspektif penting dalam pengawasan lembaga. Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan institusi. Pengawasan tersebut harus berjalan beriringan dengan integritas kelembagaan. “Perguruan tinggi keagamaan harus memperkuat manajemen risiko. Langkah ini penting untuk membangun tata kelola yang akuntabel,” ujarnya. Selain itu, ia menjelaskan konsep Good University Governance. Konsep ini menekankan transparansi, akuntabilitas, serta tanggung jawab institusi Selanjutnya, peserta diajak memahami pentingnya budaya integritas. Budaya tersebut harus dibangun secara konsisten di lingkungan kampus. Di sisi lain, pengawasan internal juga harus diperkuat.
Dengan demikian, risiko organisasi dapat dikelola secara lebih efektif.
Penguatan Menuju PTKIN Berkelas Dunia
Sarasehan ini menjadi bagian dari komitmen FEBI dalam meningkatkan kualitas tata kelola. Upaya penguatan dilakukan untuk mendukung transformasi kelembagaan. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kesadaran sivitas akademika tentang manajemen risiko. Kesadaran tersebut penting dalam menghadapi tantangan institusi modern. Lebih lanjut, konsep Good University Governance kembali ditekankan.
Prinsip tersebut diyakini menjadi fondasi perguruan tinggi yang unggul. Menurut narasumber, penguatan tata kelola harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal tersebut diperlukan untuk mewujudkan PTKIN berkelas dunia. “Perguruan tinggi harus mampu menjaga integritas sekaligus meningkatkan profesionalisme,” jelasnya. Oleh sebab itu, sinergi seluruh unsur kampus sangat diperlukan. Mulai dari pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan. Dengan demikian, proses penguatan kelembagaan dapat berjalan secara sistematis. Risiko organisasi pun dapat diantisipasi sejak awal. Pada akhirnya, sarasehan ini memberikan perspektif baru bagi sivitas akademika. Melalui forum ini, semangat penguatan tata kelola diharapkan terus berkembang. Langkah tersebut diharapkan membawa perguruan tinggi menuju reputasi global. Sekaligus mewujudkan PTKIN yang profesional, transparan, dan berintegritas.
Maufa Cakery Ungkap Rahasia Bangun Bisnis Dessert di Inkubasi FEBI
FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar Workshop Inkubasi Bisnis. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 7 April 2026. Aula SBSN Lantai 1 menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Tema kegiatan adalah Shaping Future Entrepreneurs: Akselerasi Startup Mahasiswa melalui Inkubasi Bisnis Kreatif. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem Inkubasi bisnis mahasiswa di lingkungan kampus. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan secara praktis. Mahasiswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Dengan demikian, proses Inkubasi bisnis di lingkungan FEBI semakin diperkuat. Tidak hanya teori yang diperkenalkan kepada peserta. Sebaliknya, pengalaman nyata pelaku usaha juga dibagikan secara langsung. Oleh karena itu, mahasiswa dapat memahami perjalanan membangun usaha dari awal. Selain itu, kegiatan ini juga memperlihatkan komitmen FEBI dalam mencetak entrepreneur muda.
Inkubasi Bisnis melalui Pengalaman Pelaku Usaha
Materi disampaikan oleh Sitti Amirul Ulfah, S.IP. Ia merupakan pelaku usaha dari Maufa Cakery and Bakery. Dalam sesi tersebut, pengalaman memulai bisnis dibagikan kepada peserta. Selain itu, berbagai tantangan dalam membangun usaha juga dijelaskan secara terbuka. Menurut Sitti Amirul Ulfah, perjalanan bisnis tidak selalu berjalan mudah. Namun demikian, semangat dan konsistensi harus terus dijaga oleh pelaku usaha. “Bisnis tidak hanya tentang keuntungan, tetapi tentang keberanian memulai dan bertahan,” ujar Sitti Amirul Ulfah. Ia menegaskan bahwa banyak tantangan dihadapi saat merintis usaha cake dan bakery. Namun demikian, setiap tantangan dapat menjadi proses pembelajaran penting. Karena itu, pendekatan Inkubasi bisnis sangat membantu calon entrepreneur. Melalui proses Inkubasi, ide bisnis dapat berkembang secara lebih terarah. Selain itu, mahasiswa juga diajak memahami realitas dunia usaha.
Inspirasi Inkubasi bagi Startup Mahasiswa FEBI
Materi yang disampaikan memberikan inspirasi baru bagi mahasiswa. Peserta tidak hanya memahami teori kewirausahaan. Sebaliknya, mereka juga belajar dari pengalaman nyata seorang pelaku usaha. Selain itu, diskusi interaktif juga dilakukan selama sesi berlangsung. Mahasiswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan terkait pengembangan bisnis. Dengan demikian, pemahaman tentang Inkubasi bisnis semakin diperkuat. Selain itu, mahasiswa juga mulai melihat peluang di sektor kuliner. Bidang cake, bakery, dan snackery dinilai memiliki potensi besar. Oleh sebab itu, mahasiswa didorong untuk mengembangkan ide usaha mereka. Selanjutnya, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara kampus dan dunia usaha. Pada akhirnya, program Inkubasi di FEBI diharapkan melahirkan lebih banyak startup mahasiswa. Melalui kegiatan ini, semangat kewirausahaan di lingkungan kampus terus tumbuh.











