Jakarta, 11 November 2025 – International Summer Class 2025 yang diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memasuki hari kesembilan. Kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusiasme dari seluruh peserta.
Program ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri. Tema utama hari ke-9 berfokus pada kepemimpinan, kewirausahaan, dan inovasi halal di era digital. Delegasi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta turut berpartisipasi aktif dalam setiap sesi pembelajaran.
Pada hari ini, peserta melakukan kunjungan ke Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Mereka mengikuti sesi Insightful Talk bertajuk “Entrepreneurial Leadership for a Resilient Nation in the Digital Age.” Kegiatan ini seharusnya dihadiri Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si, namun beliau berhalangan hadir dan materi disampaikan oleh perwakilan lembaga.
Dalam pemaparan, narasumber menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang tangguh dan adaptif di era digital. Generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan. Mereka perlu unggul secara akademik, memiliki jiwa wirausaha, serta kesadaran kebangsaan yang kuat.
Diskusi berjalan interaktif dan inspiratif. Mahasiswa memperoleh wawasan tentang sinergi antara nilai kepemimpinan dan kewirausahaan dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Delegasi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan. Antusiasme mereka menunjukkan semangat memahami peran strategis ekonomi Islam bagi kemajuan bangsa.
Perjalanan berlanjut ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Di sana, peserta mengikuti sesi kedua bertema “Halal Entrepreneurship and Digital Innovation in the Global Market.” Narasumber MUI menjelaskan bahwa prinsip halal tidak hanya bernilai moral. Prinsip ini juga menjadi dasar penting dalam membangun bisnis global yang etis dan berkelanjutan.
Bagi mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, kegiatan International Summer Class 2025 menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan global. Mereka belajar memperkuat peran ekonomi Islam di dunia internasional dan berkomitmen menjadi generasi muda yang berdaya saing, inovatif, serta berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.











