Ponorogo, 25 Oktober 2025 – The International Youth Eco-Culture Camp 2025 digelar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas budaya dan negara.
Program ini mempertemukan pemuda dari berbagai latar belakang untuk belajar, berbagi, dan bertindak nyata dalam isu keberlanjutan serta pelestarian budaya. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta, sebagian besar adalah mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Peserta berasal dari sepuluh negara: Indonesia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Gambia, Timor-Leste, Nigeria, Malaysia, Turki, dan Tajikistan. Keberagaman mereka mencerminkan semangat pembelajaran antarbudaya dan kerja sama pemuda global.
Hari ini, peserta mengikuti agenda Global Community Services bertema “Bersih Desa dan Sendang”. Kegiatan ini berlangsung di Desa Bedingin dan dipandu oleh Kosiyar, budayawan lokal Ponorogo.
Melalui kegiatan tersebut, peserta belajar tentang gotong royong dan kepedulian lingkungan. Mereka turut membersihkan area sendang serta berdialog dengan warga desa.
Selain itu, peserta juga mengikuti Heritage Trip and Local Eco Experiences bertema “Introduction to Eco Culture and Local Wisdom in Bedingin Village”. Sesi ini dipandu oleh Purbo Sasongko, pemerhati budaya dan lingkungan.
Dalam kegiatan ini, peserta mempelajari kearifan lokal masyarakat Ponorogo dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan alam. Mereka juga mengenal praktik budaya yang mendukung keberlanjutan hidup.
The International Youth Eco-Culture Camp 2025 tidak hanya menjadi ajang pembelajaran budaya, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kesadaran global tentang pentingnya menjaga bumi. Melalui interaksi lintas negara, peserta diharapkan mampu membawa semangat kolaboratif untuk diterapkan di komunitas masing-masing.











