WhatsApp Image 2025-10-28 at 09.06.38ff

Youth Eco-Culture Camp 2025 Satukan Pemuda Global Lestarikan Tradisi di Desa Bedingin Beji Sirah Keteng Ponorogo

Ponorogo, 25 Oktober 2025 – The International Youth Eco-Culture Camp 2025 digelar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas budaya dan negara.

Program ini mempertemukan pemuda dari berbagai latar belakang untuk belajar, berbagi, dan bertindak nyata dalam isu keberlanjutan serta pelestarian budaya. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta, sebagian besar adalah mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.

Peserta berasal dari sepuluh negara: Indonesia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Gambia, Timor-Leste, Nigeria, Malaysia, Turki, dan Tajikistan. Keberagaman mereka mencerminkan semangat pembelajaran antarbudaya dan kerja sama pemuda global.

Hari ini, peserta mengikuti agenda Global Community Services bertema “Bersih Desa dan Sendang”. Kegiatan ini berlangsung di Desa Bedingin dan dipandu oleh Kosiyar, budayawan lokal Ponorogo.

Melalui kegiatan tersebut, peserta belajar tentang gotong royong dan kepedulian lingkungan. Mereka turut membersihkan area sendang serta berdialog dengan warga desa.

Selain itu, peserta juga mengikuti Heritage Trip and Local Eco Experiences bertema “Introduction to Eco Culture and Local Wisdom in Bedingin Village”. Sesi ini dipandu oleh Purbo Sasongko, pemerhati budaya dan lingkungan.

Dalam kegiatan ini, peserta mempelajari kearifan lokal masyarakat Ponorogo dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan alam. Mereka juga mengenal praktik budaya yang mendukung keberlanjutan hidup.

The International Youth Eco-Culture Camp 2025 tidak hanya menjadi ajang pembelajaran budaya, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kesadaran global tentang pentingnya menjaga bumi. Melalui interaksi lintas negara, peserta diharapkan mampu membawa semangat kolaboratif untuk diterapkan di komunitas masing-masing.

WhatsApp Image 2025-10-27 at 10.01.28

Learning Harmony from Indonesia : Global Youth Embrace Reog Ponorogo at Eco-Culture Camp

Ponorogo, Jawa Timur 24 Oktober 2025 – Suasana penuh semangat mewarnai kegiatan The International Youth Eco-Culture Camp 2025 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Program ini menjadi ajang kolaboratif yang mempertemukan pemuda dari berbagai negara dan budaya untuk belajar, berbagi, dan bertindak bersama dalam semangat keberlanjutan dan perdamaian.

Kegiatan perkemahan internasional ini diikuti oleh 30 peserta, sebagian besar mahasiswa dari berbagai bidang akademik. Mereka berasal dari 10 negara, yaitu Indonesia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Gambia, Timor-Leste, Nigeria, Malaysia, Turki, dan Tajikistan. Keberagaman ini menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat pembelajaran lintas budaya dan kolaborasi global.

Salah satu sesi paling berkesan adalah Cultural Talk and Workshop bertema “Traditional Dance and Music of Reog Ponorogo: Learning of Local Wisdom.”
Kegiatan ini dipandu oleh Kosiyar, seorang budayawan sekaligus pelestari seni Reog Ponorogo. Peserta diperkenalkan pada makna filosofis Reog yang menggambarkan keberanian, solidaritas, dan kearifan lokal masyarakat Ponorogo.

Tidak hanya menonton, peserta juga diajak menari dan memainkan alat musik tradisional Reog. Suasana menjadi hangat ketika pemuda dari berbagai negara berbaur dalam irama kendang dan gamelan khas Ponorogo.

Melalui kegiatan ini, peserta belajar tentang pentingnya melestarikan budaya sebagai bagian dari keberlanjutan sosial dan lingkungan. Kesenian Reog mengajarkan keseimbangan antara budaya, alam, dan spiritualitas yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Ponorogo.

The International Youth Eco-Culture Camp 2025 membuktikan bahwa seni dan budaya dapat menjadi jembatan lintas bangsa. Melalui dialog dan pengalaman langsung, pemuda dunia belajar menghargai perbedaan dan memperkuat solidaritas global.

Dengan semangat “Go Green, Go Bright, Go Alive,” kegiatan ini bukan hanya pertemuan budaya, tetapi juga ruang pembelajaran hidup. Dari Reog, para pemuda dunia menemukan pesan bahwa keberagaman adalah kekuatan dan kearifan lokal adalah sumber inspirasi global.

DSC09593h

Field Trip ke Gontor: Pemuda Internasional Pelajari Nilai Toleransi dan Ekologi Berkelanjutan Bersama Dr. Ishom Mudin

Ponorogo, 24 Oktober 2025 – Isu lingkungan dan keberagaman kini menjadi perhatian global. Untuk menjawab tantangan itu, The International Youth Eco-Culture Camp 2025 hadir sebagai wadah kolaborasi lintas negara dan budaya.

Program ini diinisiasi untuk mempertemukan pemuda dari berbagai bangsa agar belajar, berbagi, dan bertindak bersama demi masa depan yang berkelanjutan. Kegiatan perkemahan dilaksanakan pada 24 Oktober 2025 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia.

Sebanyak 30 peserta akan mengikuti kegiatan ini. Sebagian besar adalah mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik. Mereka berasal dari 10 negara, yaitu Indonesia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Gambia, Timor-Leste, Nigeria, Malaysia, Turki, dan Tajikistan.

Kehadiran peserta dari berbagai negara menunjukkan semangat pembelajaran antarbudaya dan kolaborasi global. Melalui dialog, pertukaran budaya, serta pengalaman lapangan, peserta diajak menumbuhkan tanggung jawab ekologis dan memperkuat solidaritas antarbangsa.

Setelah kegiatan utama, peserta akan mengikuti Academic Field Trip bertema “Managing Diversity and Sustainability: Learning from Pondok Modern Gontor.” Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Moh. Isom Mudin, S.Th.I., M.Ud. dari Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari nilai-nilai keberagaman, kemandirian, dan keberlanjutan sosial di Pondok Modern Gontor. Mereka juga diajak melihat bagaimana pendidikan pesantren modern mampu menggabungkan nilai keislaman, budaya lokal, dan kepedulian lingkungan.

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi peserta internasional. Mereka memperoleh wawasan baru tentang praktik keberlanjutan sosial yang tumbuh dari kearifan lokal Indonesia.

The International Youth Eco-Culture Camp 2025 bukan sekadar pertemuan budaya, tetapi gerakan nyata pemuda dunia dalam menghadapi isu lingkungan dan sosial. Dari Ponorogo, semangat kolaborasi dan keberlanjutan menyebar ke seluruh dunia – dibawa oleh generasi muda yang siap menjadi agen perubahan menuju masa depan yang hijau, damai, dan berkelanjutan.

Dr. Asif Siddiqui dari Curtin University Hadir di Youth Eco-Culture Camp 2025: 10 Negara Bahas Circular Economy dan Perdamaian Dunia

Dr. Asif Siddiqui dari Curtin University Hadir di Youth Eco-Culture Camp 2025: 10 Negara Bahas Circular Economy dan Perdamaian Dunia

Ponorogo, 24 Oktober 2025 – Tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan terus meningkat. Untuk menjawab hal tersebut, The International Youth Eco-Culture Camp 2025 hadir sebagai wadah kolaborasi lintas negara dan budaya. Program ini mempertemukan para pemuda dari berbagai latar belakang untuk belajar, berbagi, dan bertindak bersama.

Kegiatan perkemahan berlangsung pada 24 Oktober 2025 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini. Mayoritas peserta merupakan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Mereka mewakili institusi dari 10 negara, yaitu Indonesia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Gambia, Timor-Leste, Nigeria, Malaysia, Turki, dan Tajikistan. Keikutsertaan lintas negara ini menunjukkan komitmen bersama terhadap pembelajaran antarbudaya dan kolaborasi pemuda global.

Perkemahan ini dirancang sebagai ruang kolaboratif yang menggabungkan dialog, pertukaran budaya, dan kegiatan berbasis komunitas. Peserta diajak menumbuhkan rasa tanggung jawab ekologis, memahami keberagaman budaya, dan membangun semangat kerja sama global.

Salah satu agenda utama adalah Peace and Sustainability Dialogue bertema “Circular Economy Toward Sustainability: Learning from Circular Economics Singapore.” Kegiatan ini menghadirkan Dr. Asif Siddiqui dari Curtin University, Australia, sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, peserta belajar mengenai konsep ekonomi sirkular dan penerapannya dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperluas wawasan internasional, tetapi juga memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan dan duta keberlanjutan. Mereka belajar bahwa kolaborasi, empati, dan aksi nyata adalah kunci dalam menjaga bumi serta warisan budaya dunia.

The International Youth Eco-Culture Camp 2025 bukan sekadar pertemuan, tetapi juga gerakan anak muda dunia untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau, damai, dan berkelanjutan.

WhatsApp Image 2025-10-27 at 09.24.20

The International Youth Eco-Culture Camp 2025 : Ajang Kolaborasi Mahasiswa dari 10 Negara

Ponorogo, 24 Oktober 2025 – Kegiatan The International Youth Eco-Culture Camp 2025 akan diselenggarakan 3 hari di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Program ini menjadi wadah pertemuan pemuda dari berbagai negara untuk belajar, berdialog, dan bergerak bersama dalam isu lingkungan dan budaya

Perkemahan ini akan melibatkan 30 peserta, sebagian besar dari kalangan mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu dan institusi pendidikan di Indonesia serta mitra internasional. Negara yang telah mengonfirmasi keikutsertaannya yaitu Indonesia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Gambia, Timor-Leste, Nigeria, Malaysia, Turki, dan Tajikistan.

Kegiatan Youth Eco-Culture akan diisi dengan dialog, pertukaran budaya, eksplorasi lapangan, dan aktivitas berbasis komunitas. Melalui rangkaian ini, peserta didorong untuk membangun kesadaran ekologis, memperkuat pemahaman antarbudaya, dan menumbuhkan semangat kolaborasi lintas negara.

Tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan menuntut adanya peran aktif generasi muda. Mereka tidak hanya menjadi penerus masa depan, tetapi juga penggerak solusi dan inovasi. Karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk pemimpin muda yang siap menjadi duta perdamaian, keberlanjutan, dan pelestarian budaya di komunitas masing-masing.

Selain itu, interaksi peserta dengan masyarakat lokal di Ponorogo akan menjadi bagian penting. Mereka akan mempelajari nilai budaya setempat serta mengamati langsung praktik pelestarian lingkungan berbasis komunitas.

Kegiatan Youth Eco-Culture ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan saja. Jaringan kerja dan hubungan antar peserta diharapkan terus berlanjut sebagai komitmen jangka panjang dalam mengupayakan keberlanjutan lingkungan dan harmoni sosial di tingkat lokal maupun global.

The International Youth Eco-Culture Camp 2025 bukan sekadar ajang pertemuan, tetapi juga gerakan kolektif anak muda dunia yang percaya bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil, dari kolaborasi lintas bangsa, dan dari kepedulian terhadap bumi yang kita huni bersama.

FBI08979kk

Lecturer Mobility FEBI UIN Malang di FEBI UIN Surakarta: Bahas Inovasi dan Suasana Kampus yang Inspiratif

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menerima kunjungan Lecturer Mobility Program dari Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Selasa, 23 Oktober 2025.
Kegiatan ini berlangsung di ruang Senat FEBI. Agenda utama membahas kolaborasi akademik, inovasi pembelajaran, dan pengembangan suasana kampus yang kreatif.

Kunjungan disambut langsung oleh Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., bersama jajaran pimpinan fakultas.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya lecturer mobility sebagai sarana memperkuat jejaring antarperguruan tinggi Islam.

“Kolaborasi lintas kampus menjadi ruang berbagi gagasan dan praktik baik. Dengan sinergi, kita bisa menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Prof. Rahmawan.

Perwakilan FEB UIN Malang menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari FEBI UIN Surakarta.
Dalam sesi diskusi, para dosen bertukar pandangan tentang strategi pembelajaran inovatif dan penguatan kurikulum digital.
Mereka juga membahas penciptaan atmosfer kampus yang inspiratif dan religius.
Selain itu, muncul gagasan kerja sama ke depan seperti joint research, visiting lecturer, pertukaran mahasiswa, dan publikasi ilmiah bersama.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif.
Dosen FEBI UIN Surakarta berbagi pengalaman tentang inkubasi bisnis mahasiswa melalui The Rolasan Cafemart.
Program tersebut menjadi contoh nyata inovasi sosial di lingkungan kampus.
Sementara itu, UIN Malang memperkenalkan model pembelajaran integratif yang memadukan nilai spiritual dan keunggulan akademik modern.

Kedua fakultas berkomitmen melanjutkan kolaborasi strategis.
Tujuannya adalah membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Program Lecturer Mobility ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar dosen.
Selain itu, kegiatan ini juga memberi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

WhatsApp Image 2025-10-21 at 14.22.53

Manajemen Talent Batch 4 : Tingkatkan Kompetensi Staf FEBI melalui Pelatihan Training Service Excellence

Surakarta, 21 Oktober 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Training Premier Services for Academic Staff and Personnel pada 20–21 Oktober 2025 di Mahalaya Hotel, Surakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan profesionalitas tenaga kependidikan di lingkungan fakultas – Pelatihan Premier Services.

Pelatihan tersebut merupakan implementasi dari program Manajemen Talent Batch 4 dengan tajuk “Pelatihan Premier Services”. Tujuannya adalah untuk membangun budaya pelayanan prima dan memperkuat peran staf dalam memberikan layanan akademik yang berkualitas, cepat, dan ramah.

Seluruh staf FEBI, mulai dari tenaga administrasi, petugas layanan akademik, hingga laboran, berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang mencakup materi etika pelayanan, komunikasi efektif, pengelolaan emosi, serta praktik pelayanan unggul di lingkungan kampus.

Suasana pelatihan dibuat interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi, dan kegiatan team building. Metode tersebut membantu peserta memahami konsep service excellence secara menyenangkan dan mudah diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan produktif. Setiap peserta menunjukkan antusiasme tinggi untuk memperbaiki kualitas pelayanan di unit kerja masing-masing. Melalui pelatihan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berharap terbentuk tim pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kepuasan penerima layanan.

Pelaksanaan Training Premier Services ini menjadi bukti komitmen FEBI dalam membangun tata kelola layanan yang unggul. Fakultas terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, efektif, dan mendukung terciptanya pelayanan akademik yang berdaya saing.

gkm-febi-uin-surakarta

Wujudkan Pembelajaran Berkualitas, GKM FEBI Gelar FGD Evaluasi Akademik Semester Gasal 2025/2026

Sukoharjo, 17 Oktober 2025 – Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi kegiatan akademik dan pembelajaran semester gasal tahun akademik 2025/2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak., selaku Ketua GKM FEBI. FGD dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, dan unsur pimpinan fakultas. Semua peserta terlibat aktif dalam memberikan masukan untuk peningkatan mutu akademik.

Dalam sambutannya, Mufti Arief menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penjaminan mutu internal. Ia menegaskan, evaluasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi wadah refleksi bersama. “Kami ingin memastikan proses pembelajaran di FEBI semakin efektif dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.


Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas berbagai aspek, mulai dari perencanaan perkuliahan, pelaksanaan evaluasi belajar, sistem administrasi akademik, hingga umpan balik dari mahasiswa. Setiap masukan yang disampaikan peserta akan menjadi dasar perumusan rekomendasi strategis guna peningkatan mutu layanan akademik pada semester berikutnya.

Diskusi berjalan interaktif. Peserta membahas berbagai aspek, seperti perencanaan perkuliahan, pelaksanaan evaluasi belajar, administrasi akademik, dan umpan balik dari mahasiswa. Setiap masukan akan dirangkum menjadi rekomendasi untuk perbaikan pada semester berikutnya.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat komitmennya. Fakultas bertekad menghadirkan pendidikan ekonomi dan bisnis Islam yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

ffb

Prodi MBS FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Gelar FGD Pendirian Center for Innovation and Digital Entrepreneurship

Sukoharjo, – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pendirian Center for Innovation and Digital Entrepreneurship”. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan digital di lingkungan kampus.

Acara berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan FEBI. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, peneliti, dan perwakilan unit bisnis mahasiswa. Para peserta membahas arah, struktur, dan program kerja pusat yang akan fokus pada pengembangan kreativitas dan kewirausahaan digital berbasis nilai Islam.

Peserta FGD menyoroti pentingnya transformasi digital dalam dunia usaha dan pendidikan tinggi. Mereka juga menekankan perlunya kolaborasi antara akademisi, pelaku industri, dan mahasiswa untuk membangun ekosistem bisnis yang adaptif dan kompetitif.

Hasil FGD menyepakati pembentukan tim perumus pendirian Center for Innovation and Digital Entrepreneurship FEBI. Tim ini bertugas menyusun rancangan kelembagaan, strategi pengembangan, dan rencana kerja sama dengan mitra eksternal seperti industri dan lembaga inkubator bisnis.

Dengan adanya pusat ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan komitmen kuat untuk mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing di era digital. Langkah ini juga memperkuat kontribusi FEBI dalam pengembangan ekonomi Islam yang berbasis teknologi dan inovasi.

WhatsApp Image 2025-10-27 at 14.49.05

Prodi Perbankan Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Gelar FGD Pendirian Shariah Finance Innovation Center

Sukoharjo, 16 Oktober 2025 — Program Studi Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pendirian Shariah Finance Innovation Center”. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat inovasi dan riset di bidang keuangan syariah.

Acara berlangsung di Hall FEBI. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, peneliti, dan mahasiswa Prodi PBS. Para peserta membahas konsep, arah, serta manfaat pendirian pusat inovasi keuangan syariah bagi civitas akademika.

Peserta FGD menyampaikan banyak ide dan saran. Mereka menilai, Shariah Finance Innovation Center dapat menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan praktisi industri keuangan. Pusat ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat inovatif di bidang ekonomi syariah.

Kegiatan ini menghasilkan kesepakatan awal untuk membentuk tim perumus pendirian Shariah Finance Innovation Center Prodi PBS. Tim tersebut akan menyiapkan rancangan kelembagaan dan rencana kerja yang mencakup penelitian, pelatihan, dan pengabdian masyarakat.

Melalui inisiatif ini, Prodi PBS FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor inovasi di sektor keuangan syariah. Langkah ini juga memperkuat kontribusi FEBI dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif dan relevan dengan perkembangan era digital.