Kegiatan Penutupan MDP Batch 3 FEBI Targetkan Mutu OBE & Social Impact

Kegiatan Penutupan MDP Batch 3 FEBI Targetkan Mutu OBE & Social Impact

BANDUNGANFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar kegiatan penutupan Management Development Program (MDP) Batch 3. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026, setelah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar selama tiga hari berturut-turut. Melalui program intensif ini, komitmen besar dalam meningkatkan mutu pelayanan akademik dan kontribusi sosial nyata berhasil diwujudkan oleh seluruh civitas akademika. Performa fakultas kini semakin diperkuat demi menyongsong transformasi pendidikan tinggi Islam yang lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan zaman.

Pencapaian Target Besar Kurikulum OBE dan Rencana Aksi Sosial

Kegiatan penutupan ini diawali oleh laporan komprehensif dari Wakil Dekan 2, Dr. Indah Piliyanti. Beliau memaparkan bahwa para ketua serta sekretaris program studi telah berhasil menyelesaikan penyusunan dokumen kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Oleh karena itu, pencapaian dokumen akademik tersebut menjadi fondasi penting bagi standarisasi mutu perkuliahan modern. Dokumen kurikulum OBE yang adaptif ditargetkan mampu mencetak lulusan berdaya saing global. Sinergi ini mencerminkan tekad kuat FEBI untuk terus melangkah maju. Selain itu, tenaga kependidikan FEBI juga sudah menyelesaikan penyusunan rencana aksi sosial dengan sasaran masyarakat sekitar kampus.

“Kegiatan MDP sudah berjalan dengan lancar. Para ketua dan sekretaris program studi sudah menyelesaikan dokumen kurikulum OBE,” ujar Dr. Indah Piliyanti penuh optimisme.

Transformasi Pelayanan dan Inovasi Program Tenaga Kependidikan

Tenaga kependidikan juga terlibat aktif dalam merumuskan rencana aksi kegiatan yang berdampak sosial langsung bagi masyarakat. Mereka telah menyampaikan berbagai usulan mengenai aksi kegiatan berdampak sosial, seperti bidang literasi keuangan, aksi lingkungan, hingga digitalisasi UMKM. Dalam waktu dekat, program “plogging” berupa jalan sehat sembari membersihkan sampah jalanan akan segera direalisasikan. Finalisasi program kerja ini disepakati bersama guna memastikan kualitas pelayanan administrasi internal kampus berjalan semakin prima.

Keberlanjutan Program untuk Masa Depan FEBI yang Gemilang

Acara Management Development Program Batch 3 ini secara resmi ditutup oleh Wakil Dekan 2, Dr. Arif Muanas, M.Sc. Selanjutnya, beliau menegaskan bahwa MDP merupakan agenda rutin yang wajib dijaga keberlanjutannya secara konsisten. Diharapkan, program strategis ini dapat terus berlanjut hingga Batch 4 dan seterusnya demi akselerasi mutu fakultas. MDP terbukti efektif menjadi wadah utama bagi civitas akademika untuk menyalurkan pemikiran kreatif demi pengembangan institusi.

Pada akhirnya, ada dua target besar yang berhasil diselesaikan melalui pelaksanaan agenda intensif ini. Pertama adalah penyusunan kurikulum OBE, dan kedua adalah penyusunan rencana aksi sosial. Melalui kegiatan penutupan ini, semangat kebersamaan dan inovasi baru siap dibawa pulang oleh seluruh peserta ke unit kerja masing-masing. FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dipastikan akan terus bertumbuh menjadi lembaga pendidikan yang unggul, humanis, serta berdampak luas.

FEBI UIN Raden Mas Said Gagas Social Impact Nyata

Bukan Sekadar Teori, FEBI UIN Surakarta Gagas Social Impact Nyata

BANDUNGANFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat luas. Melalui Workshop Management Development Batch 3, kampus merumuskan rencana aksi strategis berbasis social impact di Hotel Wahid Bandungan, Kamis (21/5/2026). Langkah ini diambil untuk merespons regulasi Kemenristekdikti serta Kemenag berdampak mengenai kontribusi nyata perguruan tinggi. Seluruh tenaga kependidikan dilibatkan aktif untuk menyusun program pemberdayaan ekonomi dan sosial yang berdampak langsung. Agenda ini menegaskan bahwa pengabdian masyarakat bukan lagi sekadar formalitas akademik semata.

Komitmen FEBI dalam Menggagas Social Impact

Fakultas merumuskan framework komprehensif untuk memetakan program lima tahun ke depan melalui observasi kebutuhan riil masyarakat. Perencanaan ini ditargetkan secara spesifik dan realistis demi menyentuh berbagai klaster dampak sosial yang tepat sasaran. Wakil Dekan 3 FEBI, Dr. Ika Yoga, menyatakan bahwa kontribusi kampus harus melampaui batas ruang kelas akademik. “Kita semua diundang untuk mengambil peran aktif dalam menggerakkan perubahan sosial di lingkungan sekitar,” ujar Dr. Ika Yoga. Gerakan ini dirancang agar masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran serta manfaat nyata dari civitas akademika FEBI.

Model Rencana Kerja Staf yang Kreatif

Rencana aksi social impact ini secara cerdas dibagi ke dalam program berbasis anggaran maupun gerakan bebas anggaran. Model taktis non-anggaran sengaja dipilih agar komitmen sosial tetap berjalan optimal tanpa membebani keuangan internal fakultas. Beberapa draf usulan kreatif dari staf FEBI mencakup bidang literasi keuangan, aksi lingkungan, hingga digitalisasi UMKM. Program kolaboratif ini menjadi bukti bahwa keterbatasan dana tidak menjadi penghalang untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat.

Sinergi Berkelanjutan Bersama Masyarakat

Selanjutnya, pendampingan terhadap UMKM lokal dan sektor cagar budaya juga terus diperkuat melalui skala program yang besar. Katalog produk digital dan pelatihan pemasaran intensif dipersiapkan dengan matang untuk mendongkrak daya saing ekonomi warga. Standardisasi laporan dan sistem evaluasi berkala diterapkan secara ketat guna menjamin transparansi serta keberlanjutan program. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara pihak kampus dan publik menjadi kunci utama keberhasilan gerakan. Keterlibatan masyarakat tentu akan mempercepat terwujudnya tatanan sosial ekonomi yang lebih baik.

Kepala Biro AUAK Perkuat Persiapan FEBI Menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

Kepala Biro AUAK Perkuat Persiapan FEBI Menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

BANDUNGANFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi dicanangkan sebagai pilot project Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk nyata komitmen institusi dalam melakukan reformasi birokrasi yang bersih, akuntabel, dan melayani secara prima. Sebagai penguatan persiapan FEBI menuju zona integritas WBK, Kepala Biro AUAK UIN Raden Mas Said Surakarta memberikan beberapa arahan terhadap civitas akademika FEBI. Kegiatan ini berlangsung di hotel Wahid, Bandungan pada hari Jum’at (22/05). Penguatan ini tidak hanya menjadi agenda internal, melainkan sebuah transformasi besar yang dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat dan pengguna layanan akademik. Melalui momentum ini, setiap elemen di dalam kampus didorong untuk mengikis birokrasi yang kaku demi menciptakan ekosistem pendidikan yang transparan.

Inovasi Layanan Publik Nyata Melalui Pilot Project

Perubahan besar ini difokuskan pada enam area utama, mulai dari manajemen perubahan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Salah satu contoh nyata yang diadopsi adalah program inovasi pelayanan prima yang memprioritaskan kemudahan serta kecepatan akses. Sebagai unit pilot project, FEBI berkomitmen penuh untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya ramah, tetapi juga bebas dari pungutan liar dan gratifikasi. Dengan demikian, kenyamanan dan keadilan hak-hak masyarakat dapat terus diprioritaskan secara konsisten.

Sinergi Komitmen Pimpinan dan Penilaian Nasional

Keberhasilan program ini tentu menuntut kesiapan legalitas serta pembentukan tim kerja yang solid dari seluruh aparatur sipil negara. Dalam pengarahannya, Dr. H. Musta’in Ahmad, S.H., M.H. selaku narasumber menegaskan pentingnya integritas bagi segenap pelayan masyarakat. Beliau menyatakan, “ASN merupakan eksekutif, sekaligus abdi negara dan masyarakat, sehingga wajib loyal kepada negara dan berkomitmen untuk tidak mengecewakan masyarakat.” Setelah persiapan internal matang, proses evaluasi objektif akan segera dilakukan oleh Tim Penilai Internal dari Kementerian Agama bersama Tim Penilai Nasional.

Strategi Media Transparan Menuju Target Target Perolehan WBK

Selanjutnya, akuntabilitas kinerja institusi akan diperkuat melalui pemantauan berkala dan manajemen media sosial yang aktif. Progres pembangunan karakter bebas korupsi ini sengaja dipublikasikan agar masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya perubahan secara terbuka. Melalui keterbukaan informasi, setiap kritik dan saran yang masuk akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan mutu kelola. Berbagai dokumen pendukung kini sedang disiapkan oleh tim kerja demi mengejar target submit penilaian pada Desember 2026. Komitmen bersama ini terus digulirkan secara masif demi mewujudkan predikat kelulusan ZI-WBK pada tahun 2027 mendatang.

Sah! Penandatanganan MoA FEBI UIN Surakarta & Ponpes Annashiiha

Sah! Penandatanganan MoA FEBI UIN Surakarta & Ponpes Annashiiha

SALATIGA – Komitmen nyata dalam memperluas jejaring akademik terus diperkuat oleh FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Pihak fakultas resmi melaksanakan kunjungan kelembagaan ke Masjid Klenteng dan Pondok Pesantren Annashiiha Salatiga. Langkah strategis ini dilakukan untuk menginisiasi kerja sama dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui pesantren entrepreneurship. Dalam momentum tersebut, penandatanganan MoA dilakukan langsung oleh Dekan FEBI dan pimpinan pesantren. Kehadiran rombongan kampus pun disambut dengan sangat hangat oleh keluarga besar pondok pesantren.

Oleh karena itu, kolaborasi ini dirancang untuk membawa dampak nyata bagi kemajuan fakultas. Prof. Dr. Rahmawan Arifin selaku Dekan FEBI UIN Raden Mas Said menegaskan pentingnya aksi nyata. “Nota kesepahaman (MoU) yang akan disepakati harus benar-benar direalisasikan secara konkret, bukan sekadar di atas kertas,” tegasnya penuh optimisme. Ke depan, pimpinan ponpes juga siap menjadi mentor entrepreneurship bagi civitas akademika FEBI.

Menilik Sukses Bisnis dan Kerja Sama Pesantren

Pondok pesantren Annashiiha berhasil memberikan pendidikan entrepreneurship yang nyata bagi para santri. Berbagai unit usaha produktif dikembangkan mulai dari warung sayuran, toko ATK, rumah makan, hingga bisnis perumahan. Saat ini, terdapat 13 mahasiswa pilihan yang dipercaya penuh untuk memegang unit usaha pondok tersebut. Sebagai contoh, unit usaha warung sayuran saja mampu menghasilkan omset sekitar Rp5.000.000,- per bulan. Pendapatan dari usaha ini sekaligus digunakan mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka.

Inovasi Baru Pendampingan Masyarakat

Selanjutnya, program kerja sama ini akan melahirkan kelas khusus berupa program pendampingan yang menyasar panti asuhan. Pelatihan bisnis online juga segera dibuka untuk memperluas jangkauan pasar produk santri. Tak kalah menarik, program tahunan khusus disusun untuk mencari calon santri yang punya semangat tinggi. Santri pilihan tersebut nantinya akan dikuliahkan secara gratis melalui program beasiswa penuh pondok. Kita tentu berharap inovasi sosial ini dapat memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan.

Penguatan Akademi Entrepreneur FEBI

Sementara itu, FEBI UIN Raden Mas Said juga telah menyiapkan rencana pengembangan internal yang matang. Pendampingan ke pesantren di sekitar kampus segera dioptimalkan dengan menerjunkan SDM dosen dan tendik. Tidak hanya itu, penyewaan ruko akan dilakukan untuk pengembangan akademi entrepreneur berbasis pondok pesantren. Tempat tersebut nantinya difungsikan sebagai pusat pameran, kegiatan PIBMA, hingga pusat pelatihan kewirausahaan. Melalui kerja sama ini, FEBI UIN Raden Mas Said terus melangkah pasti memperkuat ekonomi syariah.

Kunjungan FEBI UIN Surakarta ke Ponpes Annashiiha

Gali Etos Kerja Islami, FEBI UIN Surakarta Lakukan Kunjungan Strategis ke Pondok Pesantren Annashiiha

SALATIGA – Komitmen nyata dalam memperluas jejaring akademik dan pemberdayaan ekonomi umat terus diperkuat oleh FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Pihak fakultas secara resmi melaksanakan kunjungan kelembagaan ke Masjid Klenteng dan Pondok Pesantren Annashiiha Salatiga pada Jumat (22/5). Agenda ini dipimpin langsung oleh Dekan FEBI guna menginisiasi kolaborasi strategis antarlembaga. Kunjungan ini juga melibatkan jajaran dekanat dan tenaga kependidikan FEBI. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran pengasuh dan pendiri pesantren Annashiiha. Melalui langkah awal ini, sinergi pendidikan tinggi dan nilai lokal mulai dibangun demi kemajuan bersama.

Komitmen Nyata Hasil Kunjungan Kelembagaan

Acara silaturahmi ini sekaligus menjadi momentum penting untuk menyepakati nota kesepahaman (MoU) yang berdampak luas. Dekan FEBI, Prof. Dr. Rahmawan Arifin, menegaskan bahwa komitmen ini harus diwujudkan dalam program aksi yang nyata. “Nota kesepahaman yang akan disepakati harus benar-benar direalisasikan secara konkret, bukan sekadar di atas kertas,” tegas Prof. Rahmawan. Oleh karena itu, kegiatan kunjungan ini dirancang untuk mendalami filosofi etos kerja Muslim Tionghoa yang diintegrasikan di sana. Langkah tersebut diharapkan membawa dampak besar bagi kurikulum kewirausahaan di fakultas.

Adopsi Inkubasi Bisnis dan Kemandirian Santri

Pesantren Annashiiha sendiri dinilai sukses mengubah pola pikir mahasiswa menjadi mandiri melalui praktik wirausaha yang terukur. Model pengelolaan usaha mereka melibatkan santri semester akhir dalam mengelola unit bisnis secara mandiri. Bahkan, mahasiswa diberikan tanggung jawab penuh dari proses belanja hingga laporan laba-rugi. Saat ini, sistem kerja kelompok berbasis jam kerja adil tersebut telah menghasilkan laba bersih kumulatif Rp25.000.000,-. Keberhasilan konkret inilah yang menginspirasi universitas untuk mengadopsi sistem mentor bisnis serupa bagi civitas akademika.

Rencana Program Beasiswa dan Inovasi Sosial

Selanjutnya, hasil dialog kedua belah pihak menyepakati perluasan program bagi masyarakat yang kurang mampu. Rencana program santri khusus akan segera diluncurkan tahun depan oleh pihak ponpes Annashiiha dengan menyasar anak yatim piatu dari panti asuhan. Mereka akan difasilitasi dengan pembebasan biaya pendidikan, pemberian uang saku, dan keterlibatan langsung di unit usaha. Selain itu, inovasi sosial ini didukung penuh oleh kerja sama jaringan pengusaha luas.

Prof. Boediono Tekankan Integrasi SKKNI dalam Review Kurikulum FEBI

Prof. Boediono Tekankan Integrasi SKKNI dalam Review Kurikulum FEBI

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengambil langkah strategis demi meningkatkan mutu lulusan. Manajemen fakultas secara resmi menggelar agenda Review Kurikulum OBE FEBI UIN Surakarta. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Wahid, Bandungan pada hari Kamis (21/05) yang dhadiri oleh jajaran dekanat, ketua program studi dan sekretaris program studi. Langkah ini diambil guna menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan standar Outcome Based Education (OBE) terkini. Melalui kegiatan ini, perbaikan dokumen akademik akan difokuskan pada kebutuhan dunia kerja secara riil. Kehadiran kurikulum yang adaptif tentunya akan berdampak positif untuk peningkatan kualitas pendidikan. Pertemuan penting tersebut menghadirkan pakar nasional, Prof. Dr. Boediono, sebagai narasumber utama dalam membedah dokumen kurikulum.

Urgensi Integrasi SKKNI dalam Review Kurikulum OBE

Selanjutnya, perhatian utama dalam forum ini tertuju pada integrasi kurikulum dengan standar industri modern. Pilihan format terbaik yang direkomendasikan adalah Dokumen Kurikulum OBE Terintegrasi SKKNI dan DUDI. Pendekatan mutakhir tersebut dinilai sangat efektif untuk mendukung penilaian maksimal dari pihak BAN-PT. “Pendekatan yang paling mutakhir saat ini adalah kurikulum terintegrasi SKKNI dan DUDI karena lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” tegas Prof. Boediono. Oleh karena itu, unsur dunia industri wajib dilibatkan agar mahasiswa Anda menjadi lebih adaptif saat lulus nanti. Keselarasan ini dipercaya mampu memperkecil jarak antara dunia perkuliahan dan realitas industri.

Penyelarasan Visi Global dan Spesifikasi Target

Di sisi lain, konstruksi penyusunan draf akademik juga tidak luput dari evaluasi mendalam. Berdasarkan hasil tinjauan, rancangan kurikulum sebaiknya diawali dari pemantapan visi program studi, bukan langsung melompat pada CPL. Visi tersebut harus diselaraskan secara vertikal dengan poin-poin unggulan universitas dan fakultas. Selain itu, pihak manajemen juga mencatat bahwa visi program studi saat ini belum memuat target tahun capaian yang jelas. Penyempurnaan ini dilakukan agar arah perkembangan keilmuan di kampus dapat diukur dengan lebih akurat. Dengan demikian, peta jalan pendidikan yang ditempuh oleh para mahasiswa menjadi semakin terarah.

Skema Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa dan Dosen

Selain pembenahan dokumen tertulis, penguatan kompetensi praktis melalui skema sertifikasi juga menjadi poin krusial yang dibahas. Langkah strategis dapat diarahkan melalui pengambilan sertifikasi kompetensi level P1 bagi mahasiswa aktif. Di samping itu, peluang emas untuk meraih sertifikasi tambahan seperti instruktur junior juga terbuka lebar. Tidak hanya mahasiswa, para dosen pun didorong untuk memiliki sertifikasi instruktur level 4 hingga 6. Standardisasi kompetensi ini sengaja dirancang agar keahlian lulusan diakui secara legal oleh negara. Implementasi awal dari program sertifikasi ini disarankan untuk berfokus terlebih dahulu pada bidang MBS.

Sebagai penutup diskusi, potensi pengembangan bidang minat mahasiswa pada program studi MBS turut dipetakan. Minat terbesar sejauh ini masih didominasi oleh bidang Manajemen SDM, pemasaran, serta sektor keuangan. Menanggapi hal tersebut, program studi disarankan segera memilih salah satu bidang paling potensial sebagai keunggulan utama. Contoh konkretnya, lulusan Ekonomi Syariah ke depan dapat diarahkan untuk memiliki sertifikasi khusus Penyelia Halal. Semua perbaikan teknis, termasuk sinkronisasi tanggal pengantar, akan segera diselesaikan oleh tim penyusun. Bersama-sama, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus berkomitmen mencetak generasi profesional yang siap bersaing.

Management Development Program

Buka Management Development Program, Prof. Dr. Rahmawan Arifin Ajak Civitas Akademika FEBI Perkuat Komitmen Manajemen

BANDUNGANFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Management Development Program (MDP) Batch 3. Agenda tahunan ini diselenggarakan di Hotel Wahid Bandungan, Jawa Tengah. Acara ini resmi dibuka oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. Rahmawan Arifin, pada Kamis, 21 Mei 2026. Melalui pembukaan workshop MDP ini, komitmen manajemen civitas akademika FEBI siap dibangun kembali secara kuat. Program strategis tersebut dihadiri oleh jajaran dekanat, kepala program studi, hingga tenaga kependidikan.

Komitmen Baru Melalui Pembukaan Workshop MDP

Sebagai pimpinan, Prof. Dr. Rahmawan Arifin memberikan pesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Beliau menekankan pentingnya menjaga konsistensi performa kerja seluruh civitas akademika. “Semangat bekerja itu seperti iman, ada kalanya kita naik ada kalanya turun. Kita harus menjaga agar semangat kita tetap di atas,” ujar beliau dengan tegas. Oleh karena itu, momentum pembukaan workshop MDP ini diharapkan mampu melahirkan kembali semangat baru yang lebih segar. Kebersamaan ini juga menjadi ruang terbaik untuk mempererat sinergi antara dosen dan tenaga kependidikan.

Sinergi Tanpa Sekat demi Kemajuan Fakultas

Selanjutnya, sebuah ekosistem kerja yang harmonis ingin diwujudkan melalui kegiatan intensif ini. Batasan komunikasi antara dosen dan tenaga kependidikan (tendik) kini mulai dilebur secara perlahan. Sebab, semua elemen tanpa terkecuali memiliki kontribusi besar bagi kemajuan fakultas. Hubungan kekeluargaan yang erat tentu akan membuat atmosfer kerja yang jauh lebih positif. Alhasil, visi besar FEBI untuk menjadi fakultas yang unggul dapat dicapai dengan lebih mudah.

Membangun Adab dan Profesionalisme Mahasiswa

Di sisi lain, beberapa permasalahan nyata di dunia akademik turut dibahas dalam forum tersebut. Penurunan adab dan etika mahasiswa menjadi perhatian serius yang disoroti oleh manajemen. Contohnya adalah kebiasaan merokok sembarangan, cara berbicara mahasiswa yang tidak sopan dan keengganan mahasiswa untuk menyapa dosen. Maka dari itu, peningkatan keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Langkah konkret seperti menegur mahasiswa secara edukatif akan mulai diterapkan demi menjaga marwah institusi.

Selain tindakan preventif tersebut, penguatan nilai profesionalisme juga menjadi fokus utama dalam diskusi. Seluruh civitas akademika diajak untuk menjadi teladan nyata bagi para mahasiswa. Dengan demikian, atmosfer akademik yang beradab dan berprestasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Workshop ini akhirnya ditutup dengan penyusunan rencana aksi strategis untuk menyambut tahun ajaran baru. Bersama-sama, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta siap melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang.dan dunia pendidikan.

Bukti Transparan, UIN Surakarta Raih Opini WTP

Bukti Transparan, UIN Surakarta Raih Opini WTP

SURAKARTAUniversitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang tata kelola keuangan negara. Predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sukses dipertahankan kembali atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 kampus kita. Keberhasilan luar biasa ini menjadi bukti nyata dari komitmen kuat seluruh civitas akademika dalam menjaga amanah transparansi. Selain itu, akuntabilitas tinggi dan tata kelola dana publik yang bersih juga tercermin jelas melalui pencapaian membanggakan ini.

Komitmen Transparansi Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025

Prestasi luar biasa ini tentu tidak terwujud begitu saja tanpa adanya kerja keras yang konsisten dari seluruh pihak. Proses audit menyeluruh telah dilakukan secara ketat oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Luthfi Muhammad dan Rekan. Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 ini diperiksa secara mendalam demi menyajikan data validitas transaksi yang sangat akurat. Oleh karena itu, setiap rupiah dana pendidikan dipastikan mengalir untuk program-program yang tepat sasaran. Predikat WTP tahun 2026 ini menjadi sangat istimewa karena merupakan kali ketiga secara berturut-turut yang diraih kampus sejak bertransformasi menjadi Satuan Kerja Badan Layanan Umum (Satker BLU).

Dampak Positif Bagi Mutu Layanan Pendidikan

Tata kelola yang bersih secara langsung akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di kampus kita. Dengan laporan yang akuntabel, alokasi anggaran dapat difokuskan untuk mendukung sarana serta prasarana kuliah yang lebih modern. Selanjutnya, kenyamanan belajar mahasiswa dan produktivitas riset dosen juga akan meningkat secara signifikan berkat pengelolaan yang sehat. Keberhasilan ini pun dipersembahkan untuk seluruh masyarakat yang mendambakan institusi pendidikan Islam yang kredibel dan dapat diandalkan.

Langkah Strategis Menuju Fleksibilitas BLU yang Sehat

Sebagai langkah keberlanjutan pasca-capaian hattrick yang membanggakan ini, kampus berkomitmen penuh untuk terus mempertahankan standar tertinggi dalam pengelolaan anggaran pada masa mendatang. Fleksibilitas yang kita miliki selaku Satuan Kerja Badan Layanan Umum (Satker BLU) akan terus diimbangi dengan tanggung jawab moral dan profesional yang besar. Oleh karena itu, sistem pengendalian intern dan pengawasan berlapis akan semakin diperkuat demi mengantisipasi berbagai tantangan dinamika ekonomi maupun regulasi yang terus berkembang. Melalui penguatan sistem yang terdigitalisasi ini, potensi kekeliruan administrasi serta risiko fraud dapat ditekan hingga mencapai titik minimal secara konsisten. Pada akhirnya, seluruh ikhtiar ini dilakukan demi memastikan bahwa setiap investasi pendidikan dapat dikonversi menjadi layanan akademik yang prima, transparan, dan berdaya saing global.

FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses gelar Sekolah Pasar Modal 2026

Siapkan Generasi Investor Muda, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Gelar Sekolah Pasar Modal

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan program Sekolah Pasar Modal (SPM) 2026. Kegiatan intensif ini dilaksanakan selama tiga hari pada 6–8 Mei 2026 di Teater Gedung SBSN Lantai 2. Ratusan mahasiswa FEBI angkatan 2025 dari berbagai program studi dilibatkan secara aktif sebagai peserta. Langkah strategis ini ditempuh melalui kolaborasi resmi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah 2, Madiun Raya, serta Indo Premier Sekuritas. Melalui program ini, Anda dipersiapkan untuk menjadi generasi yang melek investasi syariah sejak dini.

Sinergi Teori dan Praktis Aplikasi IPOT

Acara tahunan ini secara resmi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Komitmen FEBI dalam literasi keuangan digital masa depan ditegaskan melalui sambutan jajaran pimpinan fakultas. Selama sesi berlangsung, pemaparan materi fundamental disampaikan oleh para ahli terkemuka seperti M. Wira Adi Brata dan Wisnu R. Putro. Para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung dilatih menggunakan aplikasi IPOT. Fitur edukasi, analisis teknikal, hingga simulasi transaksi saham syariah dipraktikkan secara interaktif. Antusiasme Anda akan terasa mengalir melihat aktifnya ruang diskusi mengenai strategi pengelolaan keuangan mahasiswa.

Urgensi Literasi Keuangan dan Sekolah Pasar Modal

“Literasi keuangan dan investasi bagi mahasiswa merupakan bekal krusial guna menghadapi perkembangan ekonomi digital,” ujar pihak pimpinan FEBI dalam sambutannya. Memasuki hari kedua, edukasi difokuskan pada pengenalan Daftar Efek Syariah (DES) bersama Ari Seta Kurniawan dan Darmastuti Ika Wulandari. Selain itu, kewaspadaan terhadap maraknya investasi bodong juga ditanamkan secara mendalam. Keamanan transaksi digital menjadi topik hangat yang dikupas tuntas demi melindungi aset investor pemula. Oleh karena itu, Sekolah Pasar Modal hadir sebagai benteng edukasi agar mahasiswa terhindar dari jerat investasi ilegal.

Aksi Nyata Pembukaan Rekening Efek Syariah

Pada hari terakhir, materi penguatan mengenai portofolio jangka panjang yang aman diberikan kembali oleh para narasumber. Tidak berhenti pada teori, aksi nyata langsung difasilitasi melalui pembukaan rekening efek syariah secara massal. Proses registrasi dan verifikasi data didampingi langsung oleh tim Indo Premier Sekuritas Solo. Fasilitas ini diberikan untuk mempermudah langkah awal Anda terjun ke pasar finansial. Akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan dengan sangat lancar dan tertib.

Kemampuan berpikir kritis mahasiswa diharapkan dapat bertumbuh pesat setelah mengikuti agenda besar ini. Secara umum, program Sekolah Pasar Modal ini ditujukan untuk melahirkan analisis yang tajam sebelum mengambil keputusan investasi. FEBI UIN Raden Mas Said berkomitmen penuh untuk terus mendampingi perjalanan investasi legal mahasiswa. Kesediaan mahasiswa menjadi investor cerdas akan membawa dampak positif bagi pembangunan ekonomi nasional.

Akuntansi Syariah FEBI Sukses Bangun Jembatan Karir

Gebrakan Akuntansi Syariah FEBI Bangun Jembatan Karir

SUKOHARJO – Program Studi Akuntansi Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Industrial Engagement pada hari Selasa, 19 Mei 2026. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri. Kegiatan ini berlangsung di Aula gedung F lantai 1 FEBI. Acara penting tersebut dihadiri langsung oleh jajaran Dekanat FEBI, Ketua Program Studi, serta Sekretaris Program Studi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum akademik dengan kebutuhan riil dunia kerja agar keterampilan lulusan benar-benar relevan dengan dinamika industri syariah saat ini, sehingga mereka dapat langsung terserap oleh pasar dan tidak menambah angka pengangguran.

Sinergi Strategis Lewat Industrial Engagement

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah diskusi komprehensif mengenai keterlibatan dunia industri dalam proses pendidikan mahasiswa. Oleh karena itu, kehadiran para mitra sangat krusial dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) juga menjadi agenda utama dalam pertemuan ini. Dokumen legal formal tersebut ditandatangani langsung oleh pihak fakultas bersama para pimpinan mitra industri yang hadir. Selanjutnya, kolaborasi nyata akan segera diwujudkan demi meningkatkan kualitas lulusan yang siap kerja.

“Langkah ini merupakan bentuk legalitas formal dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat. Melalui PKS ini, program magang satu semester, riset kolaboratif, dan praktisi mengajar memiliki payung hukum yang kuat,” tegas perwakilan pihak Dekanat FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Payung Hukum Kuat untuk Program Magang

Berbagai program penguatan akademik telah disepakati untuk berjalan selama enam bulan ke depan. Kerja sama ini mencakup program magang satu semester, riset kolaboratif, hingga program praktisi mengajar di kelas. Dengan demikian, para mahasiswa dipastikan mendapatkan pengalaman langsung yang sangat berharga dari para ahli di bidangnya. Implementasi kurikulum berbasis industri ini diharapkan dapat memperpendek jarak antara teori akademik dan praktik di lapangan.

Dukungan Penuh dari Tujuh Mitra Industri

Sejumlah perusahaan besar dan kantor akuntan publik turut hadir memberikan dukungan penuh dalam acara ini. Di antaranya adalah PT BULOG, KAP Wartono, TASPEN, TASPEN LIFE, PT Sinergi Colomadu, KAP Naufal Widita Jati, dan PT Jasa Raharja. Keterlibatan aktif dari tujuh mitra ini menegaskan komitmen kuat FEBI dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif. Akhirnya, komitmen bersama ini menjadi modal utama dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing global.