FEBI UIN Surakarta Perkuat Industrial Engagement

Sinergi Akademik dan Filantropi Melalui Program Industrial Engagement

Karanganyar – Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta baru saja menuntaskan agenda Industrial Engagement ke BAZNAS Karanganyar pada Selasa, 21 April 2026. Langkah strategis ini ditempuh oleh Ketua Prodi, Usnan, M.E.I., dan Sekretaris Prodi, Betty Elya Rokhmah, M.Sc., untuk mempererat hubungan antara kampus dan praktisi. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Karanganyar, Dr. KH. Kafindi, M.Ag., dalam suasana yang sangat hangat dan kolaboratif. Fokus utama pertemuan adalah membahas skema magang (internship) agar mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis yang nyata di dunia kerja. Anda tentu dapat merasakan betapa krusialnya sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri filantropi saat ini. Melalui inisiatif ini, fakultas berkomitmen penuh dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas teori, tetapi juga tangkas secara profesional.

Optimalisasi Karier Melalui Industrial Engagement

Diskusi mendalam diarahkan pada rencana pemberian dukungan beasiswa dari pihak BAZNAS bagi mahasiswa berprestasi di prodi MAZAWA. Program beasiswa ini diharapkan mampu meningkatkan animo calon mahasiswa sekaligus memperkuat akses pendidikan bagi para aktivis zakat masa depan. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan kami memiliki kesiapan kerja yang matang di sektor filantropi Islam,” ungkap Usnan di sela kunjungan. Selain itu, peluang kerja sama dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat turut disepakati oleh kedua belah pihak. Pola Industrial Engagement ini dirancang sedemikian rupa agar setiap inovasi akademik dapat langsung diuji pada skala operasional lembaga. Hal ini dipandang sebagai solusi konkret untuk memperkecil celah antara kompetensi lulusan dan standar kebutuhan industri keuangan sosial. Dengan demikian, mahasiswa akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat mulai memasuki pasar tenaga kerja nantinya.

Masa Depan Pengelolaan Dana Sosial Islam yang Inovatif

Keberhasilan agenda ini diharapkan mampu melahirkan program-program pendayagunaan dana umat yang lebih inovatif dan tepat sasaran. Berbagai aspek teknis mengenai penempatan mahasiswa magang akan segera dikoordinasikan lebih lanjut oleh tim administrasi prodi dan jajaran BAZNAS. Sinergi ini pada akhirnya bukan sekadar hubungan administratif, melainkan sebuah bentuk pengabdian kolektif bagi kesejahteraan masyarakat Karanganyar dan sekitarnya. Di sisi lain, instrumen Industrial Engagement ini akan terus dievaluasi secara berkala guna menjamin keberlanjutan dampak positif bagi semua pihak. Rencana Nota Kesepahaman (MoU) juga telah disiapkan untuk memayungi berbagai aktivitas kolaboratif di masa mendatang secara legal. Pengetahuan praktis yang diperoleh mahasiswa dari lapangan akan menjadi aset berharga dalam membangun ekosistem zakat yang lebih profesional. Akhirnya, langkah nyata ini diproyeksikan menjadi model percontohan bagi pengembangan prodi serupa di lingkup nasional.

Pelatihan Leadership SEMA FEBI UIN Surakarta 2026

SEMA FEBI Cetak Pemimpin Muda Lewat Pemberdayaan Masyarakat

Sukoharjo – Senat Mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar agenda strategis bertajuk Leadership and Policy for Community Empowerment pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan Pelatihan Leadership ini dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa di tengah dinamika kebijakan publik. Acara yang berlangsung di lingkungan kampus ini dibuka secara resmi oleh jajaran pimpinan fakultas dengan dukungan penuh terhadap pengembangan soft skills. Anda tentu menyadari bahwa perubahan sosial yang besar selalu dimulai dari tangan para pemimpin muda yang visioner. Selanjutnya, fokus utama dari agenda ini adalah membekali mahasiswa agar mampu merancang kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat luas.

Urgensi Pelatihan Leadership di Era Modern

Materi inti disampaikan oleh para narasumber kompeten yang mengupas tuntas pentingnya adaptabilitas dalam kepemimpinan organisasi saat ini. Sesi diskusi dirancang secara interaktif sehingga peserta dapat membedah berbagai studi kasus kebijakan publik yang relevan dengan kondisi lapangan. “Mahasiswa harus berani menjadi agen perubahan yang memiliki kepekaan sosial tinggi,” tegas Wakil Dekan III dalam sambutannya di forum Pelatihan Leadership tersebut. Oleh karena itu, sinergi antara pemahaman teori dan praktik lapangan menjadi poin krusial yang terus ditekankan sepanjang acara. Di sisi lain, antusiasme peserta terlihat sangat jelas saat sesi tanya jawab mengenai implementasi strategi pemberdayaan masyarakat berlangsung. Pengetahuan ini sangat penting bagi kita untuk memahami peran strategis mahasiswa sebagai jembatan aspirasi rakyat.

Sinergi Mahasiswa untuk Keberdayaan Masyarakat

Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan sesi dokumentasi serta doa bersama sebagai simbol komitmen kolektif para aktivis kampus. Melalui Pelatihan Leadership ini, diharapkan akan lahir generasi pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik namun juga kuat secara moral. Nilai-nilai spiritual tetap dijunjung tinggi melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an pada awal rangkaian pembukaan acara yang khidmat tersebut. Kemudian, evaluasi program akan terus dilakukan oleh SEMA FEBI guna memastikan keberlanjutan dampak positif bagi seluruh organisasi mahasiswa. Selain itu, pemberian kenang-kenangan kepada narasumber menjadi bentuk apresiasi atas ilmu praktis yang telah dibagikan kepada para peserta. Akhirnya, langkah kecil di ruang pelatihan ini diproyeksikan akan menjadi fondasi besar bagi kemajuan pemberdayaan masyarakat Indonesia di masa depan.

Transformasi Ekonomi Umat Melalui Strategi Wakaf Produktif

Transformasi Ekonomi Umat Melalui Strategi Wakaf Produktif

Surakarta, 20 April 2026 — HMPS Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar seminar filantropi pada Senin, 20 April 2026. Agenda bertajuk “Optimalisasi Zakat Produktif dan Wakaf UMKM” ini dilaksanakan sebagai respon nyata terhadap kebutuhan penguatan ekonomi umat. Melalui diskusi ini, instrumen wakaf produktif ditekankan menjadi solusi berkelanjutan untuk membantu para pelaku usaha kecil naik kelas. Acara yang berlangsung khidmat di lingkungan kampus ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lagu Indonesia Raya. Anda dapat merasakan bahwa kolaborasi akademik ini dirancang untuk menciptakan dampak sosial yang luas bagi masyarakat. Sinergi antara mahasiswa dan praktisi filantropi Islam pun diperkuat guna membangun ekosistem ekonomi syariah yang mandiri.

Inovasi UMKM dalam Ekosistem Wakaf Produktif

Seminar tersebut menghadirkan Mansur Efendi, S.H.I., M.Si. dan Dr. H. Anas Aijudin, S.Sos., M.Hum. sebagai narasumber ahli di bidangnya. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa potensi besar dana sosial Islam harus dikelola secara profesional untuk mendukung modal usaha kreatif. Pemanfaatan wakaf produktif dipandang mampu memutus rantai kemiskinan dengan cara memberdayakan potensi lokal secara terukur dan berkelanjutan. “Wakaf tidak boleh hanya bersifat statis, tetapi harus diubah menjadi mesin penggerak ekonomi masyarakat,” tegas Mansur Efendi saat sesi materi. Oleh karena itu, skema pendayagunaan dana sosial ditekankan pada penciptaan nilai tambah bagi sektor-sektor produktif di daerah. Pengetahuan praktis mengenai manajemen risiko filantropi juga dibagikan agar mahasiswa memiliki wawasan operasional yang matang. Selanjutnya, sesi diskusi interaktif dimanfaatkan peserta untuk menggali lebih dalam mengenai tantangan implementasi instrumen tersebut di lapangan.

Mahasiswa sebagai Motor Penggerak Filantropi Islam

Kegiatan ini secara resmi ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada para pemateri sebagai simbol apresiasi dan kerja sama kolektif. Melalui inisiatif ini, diharapkan para mahasiswa mampu bertransformasi menjadi agen perubahan yang membawa inovasi bagi lembaga-lembaga filantropi. Nilai-nilai spiritual tetap dijunjung tinggi sebagai fondasi utama dalam setiap langkah pengembangan ilmu ekonomi di fakultas. Di sisi lain, peningkatan kapasitas akademik ini akan terus dievaluasi guna menjamin relevansinya dengan dinamika kebutuhan industri. Kemudian, sesi doa bersama menjadi penutup rangkaian agenda yang penuh dengan wawasan strategis mengenai masa depan ekonomi syariah. Berbagai dokumentasi kegiatan pun diambil untuk mengabadikan komitmen nyata kampus dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui zakat dan wakaf. Akhirnya, langkah kecil di ruang seminar ini diproyeksikan akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

REVIEW PENELITIAN PENGEMBANGAN KOLABORASI INTERNASIONAL BERBASIS GLOKALISASI

Gandeng Lembaga dari 4 Negara, Dosen FEBI Laksanakan Penelitian Kolaboratif Internasional Berbasis Glokalisasi

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi menginisiasi riset lintas benua. Program Penelitian Kolaboratif Internasional berbasis glokalisasi ini menggandeng lembaga akademis dari empat negara sekaligus, yaitu Korea Selatan, Taiwan, Arab Saudi, dan Australia. Langkah strategis ini bertujuan memetakan potensi diaspora muslim serta memperkuat ekosistem halal dalam skala global.

Urgensi Ekosistem Halal dalam Penelitian Kolaboratif Internasional Berbasis Glokalisasi

Dosen-dosen terbaik FEBI kini mengeksplorasi tantangan ekonomi syariah di berbagai wilayah strategis dunia. Sinergi ini dirancang agar setiap kebijakan ekonomi yang dihasilkan mampu menyentuh kebutuhan masyarakat lokal secara inklusif. Melalui Penelitian Kolaboratif Internasional berbasis glokalisasi, FEBI berupaya menghadirkan solusi konkret bagi pertumbuhan ekonomi umat. Keterlibatan mitra dari empat negara memastikan data yang terkumpul memiliki validitas tinggi dan cakupan luas.

Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menekankan bahwa program ini adalah manifestasi dari semangat Glokalisasi. “Penelitian kolaborasi internasional ini harus tetap mengedepankan prinsip glokalisasi. Artinya, meskipun berskala global, kemanfaatan bagi pengembangan ekonomi Islam di tanah air tetap menjadi akar utama. Melalui kolaborasi ini, FEBI tidak hanya mengejar angka kredit akademik, tetapi memberikan solusi nyata bagi problematika umat Muslim di berbagai belahan dunia,” ujar beliau di hadapan para reviewer. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan standar baru dalam industri halal yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi semua. Partisipasi aktif dari berbagai pihak sangat diperlukan agar visi besar ini dapat tercapai dengan hasil yang maksimal.

Dampak Strategis bagi Diaspora Muslim

Selanjutnya, hasil kajian ini diharapkan menjadi kompas baru bagi pengembangan industri halal di kancah internasional. Kehadiran diaspora muslim di berbagai negara dipandang sebagai aset krusial dalam mempercepat distribusi produk-produk halal unggulan. Oleh karena itu, pendekatan glokalisasi digunakan untuk menyelaraskan standar global dengan kearifan lokal di tiap negara. Dengan demikian, ekosistem halal dunia akan menjadi lebih kuat dan terintegrasi secara sistematis.

Kolaborasi Global sebagai Standar Baru

Di sisi lain, penguatan jejaring internasional menjadi prioritas utama bagi FEBI dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Berbagai instrumen penelitian mutakhir diaplikasikan guna menjawab dinamika pasar global yang berubah sangat cepat. Partisipasi aktif para dosen dalam kancah dunia ini juga membuktikan kualitas intelektual kampus yang semakin diakui. Selain itu, kolaborasi ini membuka peluang pertukaran pengetahuan yang lebih intensif antara Indonesia dan negara mitra.

Komitmen Keberlanjutan Riset

Akhirnya, seluruh temuan dari riset ini akan dipublikasikan secara luas melalui jurnal bereputasi tingkat global. Implementasi kebijakan berbasis data menjadi komitmen FEBI untuk mendukung penguatan ekonomi syariah secara berkelanjutan. Mahasiswa dan praktisi pun dapat merasakan dampak langsung dari inovasi yang dihasilkan melalui program prestisius ini. Penelitian Kolaboratif Internasional berbasis glokalisasi resmi menjadi tonggak sejarah baru bagi kemajuan institusi di mata dunia.

Tags: No tags

Workshop Pembukuan Digital

Digitalisasi Keuangan UMKM Melalui HMPS Akuntansi Syariah

Surakarta – HMPS Akuntansi Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Workshop Pembukuan Digital Sederhana pada Kamis, 17 April 2026. Kegiatan inspiratif ini dilaksanakan di Aula Gedung Rektorat lantai 3 dengan menyasar para pelaku UMKM berbasis syariah. Acara dibuka dengan penampilan seni tari Gugur Gunung yang sangat memukau seluruh hadirin. Fokus utama agenda ini adalah membekali pengusaha lokal dengan keterampilan teknologi pencatatan keuangan modern. Anda tentu bisa membayangkan betapa pentingnya transisi dari pencatatan manual menuju sistem digital yang lebih akuntabel. Melalui inisiatif ini, fakultas berupaya memperkecil celah antara teori akademik dan kebutuhan nyata dunia usaha. Pengetahuan praktis mengenai ekosistem digital diberikan guna mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di tingkat akar rumput.

Praktik Langsung dalam Workshop Pembukuan Digital

Materi inti disampaikan oleh Vela Retna Widyastuti, S.Akun., M.B.A. selaku narasumber ahli di bidang akuntansi. Peserta dipandu secara intensif untuk menggunakan aplikasi MyBisnis langsung melalui gawai pribadi mereka masing-masing. Langkah-langkah praktis mulai dari input transaksi hingga penyusunan laporan keuangan otomatis dipaparkan dengan sangat rinci. “Kami ingin memastikan pelaku UMKM tidak lagi merasa kesulitan dalam mengelola pembukuan usaha mandiri,” ujar Haibati Hana Imamah. Selanjutnya, sesi konsultasi interaktif dimanfaatkan peserta untuk membedah kendala nyata yang sering dihadapi dalam operasional bisnis. Transisi menuju pembukuan modern ini dinilai sebagai langkah strategis bagi efisiensi manajemen keuangan usaha kecil. Sinergi antara mahasiswa dan pelaku usaha diciptakan untuk membangun komunitas bisnis yang lebih profesional.

Sinergi Akademik dan Kemandirian Ekonomi UMKM

Keberhasilan Workshop Pembukuan Digital ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan yang kuat. Selain dokumentasi, kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi bagi masyarakat luas. Nilai-nilai spiritual tetap dijunjung tinggi melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an di sela-sela rangkaian agenda formal. Di sisi lain, peningkatan kapasitas teknis ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi para peserta secara berkelanjutan. Evaluasi terhadap penggunaan aplikasi oleh peserta akan terus dipantau guna memastikan kebermanfaatan jangka panjang program. Akhirnya, seluruh area lokasi dibersihkan secara gotong royong oleh panitia sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan. Mari kita nantikan dampak nyata dari digitalisasi ini bagi perkembangan UMKM syariah di Indonesia.

PESMADIN MENGAJI FEBI UIN SURAKARTA

FEBI UIN Raden Mas Said Perkuat Spiritual Mahasiswa Melalui Khataman Al-Quran

SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menyelaraskan aspek akademis dan religius. Melalui unit Pesantren Mahasiswa (Pesmadin), sebuah agenda sakral bertajuk Khataman Al-Quran sukses digelar sebagai fondasi spiritualitas mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak yang mulia.

Integrasi Nilai Islami Melalui Khataman Al-Quran

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas dan ratusan mahasiswa yang tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian tilawah. Khataman Al-Quran dipandang sebagai momentum refleksi diri di tengah padatnya aktivitas perkuliahan yang melelahkan. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga kampus. Nilai-nilai Al-Quran diharapkan mampu menjadi kompas moral bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan era digital.


“Mahasiswa harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan emosional dan spiritual agar menjadi pemimpin yang amanah kelak,” ujar Dekan FEBI Prof. Dr. Muhamad Rahmawan Arifin, M.Si saat memberikan sambutan.


Penerapan Karakter di Pesantren Mahasiswa

Selanjutnya, program ini merupakan bagian integral dari kurikulum non-formal yang diterapkan oleh pihak Pesmadin secara konsisten. Melalui pembiasaan membaca kitab suci, suasana kampus yang sejuk dan penuh keberkahan dapat senantiasa terjaga. Oleh karena itu, antusiasme peserta sangat tinggi dalam mensukseskan agenda yang bernuansa islami tersebut. Hal ini membuktikan bahwa minat generasi muda terhadap studi agama masih sangat besar.

Dampak Positif Khataman Al-Quran bagi Civitas

Secara teknis, pembagian juz telah dilakukan jauh hari sebelum acara puncak dimulai agar pembacaan lebih terstruktur. Oleh sebab itu, setiap mahasiswa merasa memiliki tanggung jawab personal untuk menyelesaikan bagian bacaan mereka masing-masing. Di sisi lain, doa bersama dipanjatkan demi kemajuan institusi dan kemaslahatan seluruh umat manusia. Akhirnya, acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas kelancaran acara ini.


Kontak Media: Humas FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Email: [email protected] Website: febi.uinsaid.ac.id

WhatsApp Image 2026-04-18 at 19.39.59

Memperkuat Ekonomi Rakyat Melalui Literasi Keuangan Syariah

SUKOHARJO – Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (HMPS PBS) FEBI UIN Raden Mas Said menggelar Workshop Inklusi Keuangan Syariah pada Kamis (16/4). Acara yang berlangsung di Gedung Rektorat ini bertujuan memperluas akses finansial bagi masyarakat desa dan pelaku UMKM. Inisiatif ini menjadi langkah konkret mahasiswa dalam menjembatani kesenjangan literasi keuangan di era digital. Dengan demikian, peran akademisi tidak hanya terbatas pada teori di dalam kelas saja.

Peran Strategis UMKM dalam Workshop Inklusi Keuangan Syariah

Pemaparan materi utama disampaikan oleh Bapak Suharto selaku Senior Marketing Bank Muamalat yang menyoroti urgensi sektor UMKM. Beliau menjelaskan bahwa UMKM menyerap hingga 97% tenaga kerja sehingga menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Workshop Inklusi Keuangan Syariah ini diharapkan mampu membuka jalan bagi pelaku usaha untuk mengakses pembiayaan syariah. “Generasi muda harus menjadi motor edukasi agar masyarakat desa lebih melek terhadap layanan perbankan syariah,” tegas beliau. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa sangat krusial dalam proses pemberdayaan ini.

Transformasi Digital dan Kesejahteraan Masyarakat Desa

Selain aspek pembiayaan, tantangan digitalisasi menjadi fokus utama dalam diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Akses terhadap pasar digital dan pelatihan usaha terus didorong guna meningkatkan daya saing ekonomi umat secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, pemahaman mendalam mengenai inklusi keuangan diharapkan dapat menciptakan pemerataan kesejahteraan di wilayah Sukoharjo. Pada akhirnya, sinergi antara kampus dan masyarakat akan memperkuat fondasi ekonomi syariah di Indonesia. Kegiatan ini pun resmi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mendampingi UMKM.

WhatsApp Image 2026-04-16 at 15.33.43

Digitalisasi Ekonomi Islam: Mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Siap Kuasai Aplikasi ‘Tring’ di Magang Pegadaian Syariah Batch 11

Surakarta, 16 April 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan kesiapan lulusan dengan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Magang Pegadaian Syariah Batch 11. Kegiatan ini secara khusus difokuskan pada pembekalan penggunaan aplikasi Tring Pegadaian Syariah sebagai bagian dari transformasi layanan berbasis digital di industri keuangan syariah.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa FEBI yang akan melaksanakan program magang di Pegadaian Syariah. Pelatihan ini dirancang sebagai sarana penguatan kompetensi praktis mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan sistem operasional digital serta memahami alur layanan yang diterapkan di lingkungan kerja nyata.

Penguatan Kompetensi Teknis: Membedah Ekosistem Aplikasi Tring

Fokus utama dalam pembekalan kali ini adalah penguasaan Aplikasi Tring Pegadaian Syariah. Aplikasi ini merupakan pilar utama layanan berbasis digital yang memungkinkan transaksi menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel sesuai dengan tuntutan zaman.

Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan materi terkait pengenalan aplikasi Tring Pegadaian Syariah, meliputi fitur-fitur utama, mekanisme penggunaan, hingga simulasi transaksi layanan. Penyampaian materi dilakukan secara sistematis oleh bu Ratna sebagai perwakilan dari tim Pegadaian Syariah Solo Baru yang kompeten di bidangnya, sehingga peserta memperoleh pemahaman komprehensif baik secara teori maupun praktik.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam mengikuti sesi praktik penggunaan aplikasi Tring. Melalui simulasi langsung, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mencoba berbagai fitur yang digunakan dalam operasional layanan Pegadaian Syariah, sehingga mampu meningkatkan kesiapan mereka sebelum terjun ke lapangan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula simbolisasi dimulainya program magang Batch 11 melalui penyerahan tanda peserta kepada perwakilan mahasiswa. Momen ini menjadi bentuk komitmen bersama antara pihak kampus dan Pegadaian Syariah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.

Mencetak Generasi Emas Ekonomi Syariah

Program Magang Batch 11 ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said untuk bertransformasi menjadi tenaga profesional yang siap pakai. Dengan pemahaman mendalam mengenai sistem digital dan prinsip syariah, para peserta siap memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai institusi yang adaptif terhadap perubahan teknologi tanpa meninggalkan akar nilai-nilai keislaman yang kuat.

akselerasi HMPS AKS

Membangun Kemandirian Ekonomi Desa Melalui Inklusi Keuangan

Sukoharjo – HMPS Perbankan Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan workshop literasi bagi UMKM pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan bertajuk Inklusi Keuangan Syariah dan Literasi UMKM Desa ini digelar di Gedung Rektorat lantai 3 secara interaktif. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap akses layanan perbankan syariah yang lebih adil dan transparan. Anda tentu dapat merasakan betapa pentingnya peran sektor mikro sebagai tulang punggung ekonomi nasional saat ini. Oleh karena itu, sinergi antara mahasiswa dan pelaku usaha desa menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi yang merata. Melalui program ini, fakultas berkomitmen penuh dalam mencetak generasi yang mampu menjadi jembatan edukasi finansial di pelosok daerah.

Strategi Digital dalam Inklusi Keuangan Syariah

Sesi inti menghadirkan Bapak Suharto selaku Senior Marketing Bank Muamalat yang mengupas tuntas potensi besar pasar syariah di Indonesia. Materi yang disampaikan ditekankan pada pentingnya pelaku usaha kecil untuk mulai mengadopsi teknologi digital dalam transaksi keuangan mereka. Digitalisasi dianggap sebagai solusi tepat untuk memperkecil kesenjangan akses modal yang selama ini dialami oleh masyarakat pedesaan. “Generasi muda diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat,” tegas Bapak Suharto di hadapan audiens. Selanjutnya, berbagai skema pembiayaan syariah diperkenalkan sebagai alternatif modal usaha yang lebih berkah dan kompetitif bagi UMKM. Pengetahuan ini sangat diperlukan agar setiap pengusaha mandiri mampu mengelola risiko keuangan dengan lebih matang dan terukur.

Peran Mahasiswa dalam Memperkuat Ekonomi Desa

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi saat sesi diskusi mengenai tantangan pasar digital bagi pelaku usaha mikro berlangsung. Program ini pada akhirnya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi wadah refleksi bagi mahasiswa untuk terjun langsung membantu warga desa. Kemudian, instrumen Inklusi Keuangan diarahkan untuk membantu UMKM naik kelas melalui standarisasi laporan keuangan yang lebih profesional. Di sisi lain, peningkatan literasi ini diprediksi akan meningkatkan jumlah penyerapan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif pedesaan. Evaluasi terhadap pemahaman peserta dilakukan melalui sesi tanya jawab interaktif yang menutup rangkaian acara dengan penuh kesan inspiratif. Akhirnya, sesi dokumentasi bersama jajaran panitia menandai berakhirnya komitmen awal dalam membangun ekosistem syariah yang berkelanjutan. Harapannya, langkah nyata ini mampu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih berdaya secara finansial di masa depan.