Lulusan Ekonomi Syariah Siap Kerja Lewat Industrial Engagement

Lulusan Ekonomi Syariah Siap Kerja Lewat Industrial Engagement

SUKOHARJO – Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan forum Industrial Engagement pada hari Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh jajaran Dekanat FEBI, serta para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) di lingkungan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan strategis ini dirancang khusus untuk mengundang mitra industri dalam memberikan gambaran komprehensif mengenai keterlibatan dunia kerja. Sinergi ini bertujuan memastikan kurikulum akademik tetap relevan dengan dinamika industri syariah yang terus berkembang pesat. Melalui kolaborasi ini, Anda akan dipersiapkan menjadi lulusan yang adaptif dan siap pakai di berbagai sektor.

Penandatanganan MoA dalam Agenda Industrial Engagement

Langkah konkret dilakukan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara fakultas dengan mitra. Legalitas formal ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat. Program magang satu semester, riset kolaboratif, hingga praktisi mengajar kini telah memiliki payung hukum yang sangat kuat. Keberlanjutan karier mahasiswa Ekonomi Syariah di masa depan pun dijamin oleh kerja sama yang inklusif ini. Oleh sebab itu, Industrial Engagement menjadi jembatan utama yang menghubungkan teori kelas dengan praktik lapangan.

Kontribusi Sektor Publik dan Perbankan Syariah

Daftar mitra industri yang hadir memberikan masukan berharga bagi pengembangan kompetensi mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah. BPS Kabupaten Sukoharjo dan NGO Human Initiative menekankan pentingnya penguasaan data statistik serta operasional proyek kemanusiaan. Sementara itu, sektor perbankan seperti KB Bank Syariah Solo, ASBISINDO, BPRS Dana Amanah, dan BPRS Insan Madani menyoroti aspek mentalitas. Mahasiswa juga didorong untuk menguasai hard skill seperti Excel agar efektif dalam menjalankan magang durasi panjang. “Penguatan mental dan keahlian teknis adalah kunci utama kesuksesan mahasiswa di dunia kerja,” ungkap salah satu narasumber perbankan.

Jejaring Kewirausahaan dan Ritel Syariah

Sektor kewirausahaan juga hadir memperkuat ekosistem Industrial Engagement melalui kehadiran PT Ekonomi Aisyiyah Hasanah Makmur dan HIPMI Syariah. KPMI Korwil Solo serta KSPPS Bina Insan Mandiri turut memaparkan peluang magang di bidang digital marketing dan operasional UMKM. Keterlibatan para pimpinan perusahaan ini menunjukkan bahwa sektor riil sangat terbuka bagi talenta muda Ekonomi Syariah. Mahasiswa dapat belajar langsung mengenai manajemen bisnis syariah dari para praktisi yang sudah berpengalaman di bidangnya. Kehadiran mitra membuktikan bahwa jejaring industri fakultas sangat luas dan beragam.

Mencetak Lulusan Unggul Melalui Sinergi Strategis

Komitmen Prodi Ekonomi Syariah dalam mencetak lulusan unggul semakin dipertegas dengan adanya keterlibatan penuh jajaran pimpinan prodi. Evaluasi kurikulum dilakukan secara berkala berdasarkan masukan langsung dari para mitra industri yang hadir dalam diskusi panel. Harapannya, setiap lulusan tidak hanya menguasai teori ekonomi Islam, tetapi juga mahir dalam implementasi industri. Dengan demikian, standar kualitas pendidikan di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta akan terus meningkat secara signifikan. Forum ini pun resmi menjadi langkah awal bagi transformasi karier profesional mahasiswa di masa depan.

Prodi ES & Lawu Group Perkuat Pariwisata Halal & Ekonomi Kreatif

Siapkan Lulusan Siap Kerja, Prodi ES Gandeng The Lawu Group guna Perkuat Sinergi Industri Pariwisata Halal dan Ekonomi Kreatif

KARANGANYAR – Program Studi Ekonomi Syariah (ES) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta resmi menjalin kolaborasi strategis dengan The Lawu Group. Langkah ini diambil secara nyata untuk perkuat sinergi industri pariwisata halal dan ekonomi kreatif di wilayah Jawa Tengah. Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah, Rizky Nur Ayuningtyas Putri, M.E., memimpin kunjungan langsung ke kantor pusat perusahaan di Karanganyar. Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan teknis penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai landasan hukum. Upaya ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang adaptif terhadap dinamika industri kreatif yang profesional.

Inovasi MBKM untuk Perkuat Sinergi Industri Pariwisata Halal dan Ekonomi Kreatif

Program magang selama enam bulan menjadi poin utama dalam kesepakatan awal antara kedua belah pihak. Mahasiswa nantinya akan ditempatkan pada posisi strategis seperti administrasi kantor dan keuangan UMKM. Sinergi industri ini dilakukan agar mahasiswa dapat mendalami operasional bisnis secara nyata dan profesional. Melalui skema MBKM, pengalaman praktik ini dirancang untuk mengasah ketajaman analisis ekonomi mahasiswa di lapangan. Kerja sama ini merupakan bagian dari Industrial Engagement kampus yang terintegrasi. Dengan demikian, standar kualitas akademik dapat selaras dengan kebutuhan industri pariwisata saat ini.

Transformasi Ekosistem Bisnis The Lawu Group

The Lawu Group saat ini telah bertransformasi menjadi ekosistem bisnis raksasa yang sangat berkembang. Perusahaan ini mengelola lebih dari 23 lokasi usaha dengan puluhan brand di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sektor yang dikelola meliputi destinasi wisata ikonik, resort, hingga unit bisnis finansial syariah. Kehadiran The Lawu Group di sektor agro dan peternakan semakin memperkuat fondasi bisnis mereka. Potensi besar ini akan dimanfaatkan oleh Prodi Ekonomi Syariah untuk perkuat sinergi industri pariwisata halal dan ekonomi kreatif. Ekspansi bisnis yang luas hingga kawasan Bromo menjadi peluang besar bagi riset mahasiswa.

Implementasi Wisata Halal dan Praktik Profesional

“Kemitraan ini bertujuan mencetak lulusan yang adaptif terhadap dinamika industri kreatif dan jasa,” tegas Rizky Nur Ayuningtyas Putri. Nilai-nilai syariah tetap menjadi pilar utama dalam memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung. Oleh karena itu, riset mengenai konsep “Wisata Halal” akan menjadi fokus kolaborasi di masa depan. Pihak The Lawu Group menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti pertemuan ini ke tahap legalitas resmi. Ibu Sabrina selaku HR Administrative Staff menyambut baik rencana penempatan mahasiswa magang tersebut. Sinergi industri ini dipandang sebagai solusi konkret dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja.

Masa Depan Kolaborasi Akademik dan Praktisi

Rencana kerja sama ini dipastikan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan kurikulum di kampus. Industri pariwisata yang dikelola The Lawu Group terus melakukan ekspansi di titik-titik strategis. Seiring dengan itu, Prodi Ekonomi Syariah FEBI konsisten memperluas jejaring kemitraan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) akan segera diselesaikan untuk memulai implementasi program pada semester depan. Persiapan matang terus dilakukan agar proses transfer pengetahuan dapat berjalan secara maksimal. Hubungan industrial ini adalah bukti nyata komitmen kampus dalam mendukung ekonomi kreatif nasional.

FEBI UIN Surakarta Bidik Standar Global AACSB & ZEVA

Transformasi Global! FEBI UIN Surakarta Pertajam Mutu lewat Sosialisasi Instrumen Akreditasi Internasional AACSB & ZEVA

LEMBANGFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta baru saja menuntaskan agenda strategis nasional. Melalui delegasinya, fakultas berpartisipasi aktif dalam Sosialisasi Instrumen Akreditasi Internasional AACSB & ZEVA di Lembang pada 4–6 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Ekonomi Islam Indonesia (APSEII) untuk meningkatkan daya saing global. Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah, Rizky Nur Ayuningtyas Putri, M.E., menjadi delegasi dalam perumusan arah kebijakan asosiasi pada Rapat Kerja APSEII 2026 di Lembang tersebut. Partisipasi ini merupakan komitmen nyata universitas dalam mewujudkan tata kelola institusi pendidikan yang unggul. Fokus utama kegiatan mencakup peningkatan kualitas riset melalui Research Camp dan penguatan kelembagaan melalui Rapat Kerja APSEII 2026. Selain itu, kegiatan ini mencakup sosialisasi instrumen akreditasi internasional AACSB dan ZEVA untuk meningkatkan kesiapan program studi anggota dalam menghadapi standarisasi global.

Strategi Global Melalui Sosialisasi Instrumen Akreditasi Internasional AACSB & ZEVA

Selanjutnya, integrasi instrumen akreditasi global dipandang sebagai langkah krusial bagi pengembangan manajerial perguruan tinggi keagamaan Islam. Pengetahuan mendalam mengenai persiapan Self-Evaluation Report (SER) telah dibahas secara komprehensif dalam sesi ini. Oleh karena itu, standar kualitas pengajaran dan riset yang diakui dunia menjadi target utama pengembangan prodi. Melalui Sosialisasi Instrumen Akreditasi Internasional AACSB & ZEVA, FEBI berupaya menyelaraskan kurikulum lokal dengan standar pendidikan tinggi wilayah Eropa dan Amerika. Akreditasi ini diharapkan mampu mendongkrak reputasi lulusan di pasar tenaga kerja internasional.

“Pemahaman mendalam tentang standar AACSB dan ZEVA sangat membantu kami dalam memetakan mutu internasional di lingkungan fakultas,” ujar Rizky Nur Ayuningtyas Putri, M.E., Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah.

Akselerasi Riset dan Publikasi Internasional

Selain aspek manajerial, delegasi juga terlibat dalam Research Camp intensif untuk mempertajam orisinalitas artikel ilmiah. Riset difokuskan pada pengasahan novelty dan positioning artikel ilmiah pada klaster Islamic Social Finance serta Keuangan dan Investasi Islam. Pendampingan langsung dari mentor ahli, seperti Prof. Raditya Sukmana dan Dr. Tika Arundina, memungkinkan akselerasi kualitas manuskrip riset mengenai filantropi Islam diaspora agar memenuhi standar jurnal internasional bereputasi. Hal ini selaras dengan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2025–2029 dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah.

Kolaborasi Strategis di Forum APSEII

Di sisi lain, forum ini menjadi jembatan strategis untuk merumuskan arah kebijakan asosiasi melalui Rapat Kerja APSEII. Koordinasi internal dilakukan guna memperkuat sinergi antar program studi ekonomi Islam di seluruh Indonesia. Pembahasan mencakup penguatan kerja sama riset dan pemberian rekomendasi kebijakan fiskal syariah kepada pemerintah. Melalui sinergi ini, posisi tawar institusi dalam memberikan dampak nyata bagi literasi keuangan syariah semakin kokoh. Agenda ini pun ditutup dengan optimisme tinggi terhadap peningkatan kapasitas akademik dan organisasi fakultas.

Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Sebagai kesimpulan, hasil dari kegiatan ini akan dijadikan fondasi penting bagi peningkatan kualitas publikasi ilmiah mahasiswa dan dosen. Seluruh rangkaian sesi telah dijalankan dengan tertib sesuai jadwal yang ditetapkan oleh panitia. Wawasan baru mengenai manajemen organisasi dan akreditasi kini telah dibawa pulang ke kampus untuk diimplementasikan segera. Upaya standarisasi ini merupakan bagian dari visi besar menuju ketahanan ekonomi nasional yang inklusif. Akhirnya, FEBI UIN Raden Mas Said terus melangkah pasti dalam memberikan kontribusi bagi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

HRD Perusahaan Mantapkan Komitmen Sinergi dengan FEBI UIN Surakarta

HRD Perusahaan Mantapkan Komitmen Sinergi dengan FEBI UIN Surakarta

SUKOHARJO – Sejumlah manajer HRD dari berbagai perusahaan mitra di Sukoharjo menyatakan komitmen kuat dalam membangun kolaborasi industri bersama FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Komitmen tersebut diimantapkan dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Menara Wijaya pada hari Senin (11/05). Pertemuan kolaboratif ini dihadiri langsung oleh kepala Disnaker, Setyo Aji Nugroho, dekan FEBI Prof. Dr. Rahmawan Arifin serta puluhan perusahaan mulai dari sektor tekstil, kesehatan, hingga teknologi. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas dinamika dunia kerja yang menuntut kesiapan mental serta adab profesional dari para lulusan. Pertemuan ini menjadi wadah bagi para praktisi personalia untuk menyelaraskan ekspektasi industri dengan proses pembelajaran di bangku kuliah. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir standarisasi kompetensi yang mampu menjawab tantangan ekonomi industrial secara berkelanjutan. Sinergitas yang dibangun bersama ini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pertumbuhan bisnis dan kualitas sumber daya manusia daerah.

Transformasi Adab Melalui Kolaborasi Industri

Salah satu poin krusial yang disoroti oleh para HRD adalah penurunan daya juang dan adab pada generasi Z saat memasuki dunia profesional. Banyak perusahaan garmen, tekstil, hingga jasa periklanan melaporkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah ketahanan mental menghadapi tekanan. “Harapannya ada pembekalan dari aspek adab bagi mahasiswa sebelum terjun magang,” ungkap salah satu praktisi HRD dari sektor periklanan. Oleh sebab itu, kolaborasi industri ini akan menitikberatkan pada program pembekalan karakter dan etika profesi yang lebih intensif. Dengan adanya komitmen ini, mahasiswa diharapkan memiliki integritas tinggi dan tidak lagi dianggap kurang bermental oleh para pengguna tenaga kerja.

Akselerasi Rekrutmen dan Praktisi Mengajar

Selain pembenahan karakter, fokus kolaborasi industri juga mencakup pembukaan peluang rekrutmen serta program praktisi mengajar di lingkungan kampus. Beberapa HRD dari rumah sakit hingga pabrik manufaktur menyambut baik peluang bagi alumni FEBI untuk mengisi posisi staf profesional dan manajemen. Namun, industri tetap memberikan catatan mengenai pentingnya penguasaan keterampilan komputer dan bahasa Inggris yang linear dengan kebutuhan pasar. Praktisi HRD didorong untuk berpartisipasi langsung dalam mengajar guna mentransfer budaya kerja profesional kepada mahasiswa secara dini. Kerja sama ini diyakini akan mempermudah perusahaan dalam mendapatkan kandidat yang sudah sesuai dengan kriteria internal mereka.

Kebutuhan akan riset mendalam mengenai regulasi industri terbaru, seperti kebijakan lahan dan biaya masuk bahan baku, turut menjadi agenda dalam kemitraan ini. Para HRD mengakui bahwa artikel ilmiah atau jurnal yang membahas solusi atas kendala operasional perusahaan masih sangat terbatas. Melalui dukungan akademisi FEBI, diharapkan muncul inovasi strategi pemasaran dan manajemen risiko yang dapat diaplikasikan langsung oleh mitra industri. Hubungan timbal balik ini diperkuat dengan skema penelitian bersama yang hasilnya dapat bermanfaat bagi efisiensi perusahaan di masa depan. Kolaborasi industri yang saling menguntungkan ini dipastikan akan terus dikembangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman secara bertahap.

Pada akhirnya, keberhasilan transisi mahasiswa menuju dunia profesional sangat bergantung pada keterbukaan pihak industri dalam memberikan ruang bimbingan. Komitmen para HRD dalam memfasilitasi pelatihan kerja menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk membuktikan kompetensi nyata mereka. Setiap kendala teknis yang muncul di lapangan akan dijadikan bahan evaluasi bersama untuk penyempurnaan kurikulum pendidikan di masa depan. Dengan demikian, visi FEBI untuk mencetak lulusan yang unggul dan siap pakai dapat terealisasi secara nyata serta akurat. Inilah momentum penting bagi dunia usaha dan pendidikan untuk bergerak seirama demi kemajuan ekonomi nasional.

Disnaker Sukoharjo Pertegas Pentingnya Sinergi Dunia Kerja

Disnaker Sukoharjo Pertegas Pentingnya Sinergi Dunia Kerja

SUKOHARJO – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Sukoharjo menekankan urgensi kolaborasi strategis antara sektor industri dan lembaga pendidikan tinggi seperti FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Hal ini diungkapkan dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Menara Wijaya pada hari Senin (11/05). Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh kepala Disnaker, Setyo Aji Nugroho, dekan FEBI Prof. Dr. Rahmawan Arifin serta puluhan perusahaan mulai dari sektor tekstil, kesehatan, hingga teknologi. Langkah ini menjadi solusi utama dalam mengatasi isu kesenjangan (gap) antara kualifikasi lulusan dengan kebutuhan riil dunia kerja. Pertumbuhan ekonomi di wilayah Sukoharjo saat ini tercatat masih berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Oleh karena itu, sinergitas pentahelix harus dibangun bersama agar potensi daerah dapat dioptimalkan secara maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. Hubungan yang harmonis ini dipercaya akan memberikan ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk bersiap diri.

Transformasi Magang Melalui Kolaborasi Strategis

Pemerintah kini mulai mengalihkan beban biaya magang agar ditanggung sepenuhnya oleh negara, bukan lagi oleh pihak perusahaan. Hal ini dibicarakan secara serius dengan kementerian terkait guna memperluas akses bagi mahasiswa dalam mencari pengalaman profesional. Melalui kolaborasi strategis ini, mahasiswa FEBI dapat mendaftarkan diri secara mandiri untuk mendapatkan kuota penempatan yang telah tersedia. Pihak industri diposisikan sebagai penerima manfaat langsung dari kehadiran tenaga kerja muda yang kompeten dan terampil. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada komunikasi intensif yang dijalankan antara pihak kampus dan nominasi perusahaan.

Akselerasi Kualitas SDM di Era Ekonomi Industrial

Kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama yang perlu ditingkatkan, terutama pada aspek sikap atau attitude kerja. “Industri berjalan sangat cepat dan dinamis,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo, Setyo Aji Nugroho, S. Sos, MH saat menanggapi visi pihak dekanat. Selain keterampilan teknis, pemahaman mendalam mengenai hak serta kewajiban sebagai tenaga kerja turut menjadi materi yang krusial. Beliau berharap agar kolaborasi strategis ini mampu menyatukan kepentingan industri, dunia pendidikan, hingga level kementerian. Kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja adalah target utama yang harus dicapai melalui pendampingan berkelanjutan di lapangan.

Dampak Nyata Sinergitas Bagi Ekonomi Daerah

FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dinilai memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap perkembangan ekonomi industrial saat ini. Potensi besar yang dimiliki wilayah Sukoharjo dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi yang perlu terus dikembangkan secara bersama. Skema kerja sama ini diyakini tidak akan memberatkan pihak swasta karena dukungan penuh dari instansi pemerintah terkait. Kepentingan bersama antara akademisi dan praktisi kini mulai disatukan dalam satu wadah program yang lebih terintegrasi. Oleh sebab itu, inovasi dalam kurikulum pendidikan harus terus disesuaikan dengan denyut nadi kebutuhan industri modern.

Kegiatan kolaborasi perdana ini diharapkan menjadi awal dari jalinan kemitraan jangka panjang yang lebih produktif. Sinergitas ini dibangun sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi lokal yang tersedia. Evaluasi berkala akan tetap dilakukan untuk memastikan bahwa tujuan dari program ini benar-benar memberikan dampak positif. Dengan demikian, angka keterserapan lulusan di dunia kerja diharapkan dapat meningkat secara signifikan di masa mendatang. Fokus pada kualitas dan integritas adalah kunci utama dalam menghadapi persaingan ekonomi global yang semakin kompetitif

Kolaborasi Strategis FEBI UIN Bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo

Respon Tantangan Industri, Kolaborasi Strategis FEBI UIN Bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo Diluncurkan

SUKOHARJOFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengambil langkah progresif dengan menginisiasi kolaborasi industri strategis bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan kolaboratif ini berlangsung di Gedung Menara Wijaya pada hari Senin (11/05). Pertemuan yang dihadiri oleh belasan pimpinan perusahaan ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi mahasiswa dari enam program studi unggulan FEBI kepada dunia usaha. Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. menekankan pentingnya sinergi ini guna mengatasi isu pengangguran melalui penguatan program magang terstruktur selama enam bulan penuh. Oleh karena itu, hubungan timbal balik antara akademisi dan praktisi diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif. Langkah ini pun dinilai krusial untuk menutup celah perbedaan kompetensi antara dunia kampus dan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Sinergi Pentahelix dan Optimalisasi Kolaborasi Industri

Kepala Disperinaker Sukoharjo, Setyo Aji Nugroho, S. Sos, MH. menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk sinergi yang sangat dinamis untuk pertumbuhan ekonomi daerah. Beliau menyatakan bahwa pemerintah siap mendukung biaya magang bagi mahasiswa sehingga perusahaan dapat fokus menjadi penerima manfaat talenta. “Industri berjalan sangat cepat, sehingga sinergitas harus dibangun bersama untuk menyiapkan ruang bagi mahasiswa,” ungkap Kepala Dinas dalam sambutannya. Selanjutnya, kolaborasi industri ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap kebijakan kementerian dapat terimplementasi dengan baik di lapangan. Pertumbuhan ekonomi Sukoharjo yang berada di atas rata-rata nasional menjadi momentum emas bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung.

Menjawab Tantangan Mentalitas Generasi Z

Meskipun peluang terbuka lebar, para pelaku usaha memberikan catatan kritis mengenai aspek attitude dan ketahanan mental generasi Z. Perwakilan dari industri garmen dan periklanan mengungkapkan bahwa kendala utama saat ini bukan sekadar skill, melainkan adab dalam bekerja. Banyak perusahaan merasa trauma dengan perilaku magang yang kurang disiplin, sehingga pembekalan karakter sebelum terjun ke lapangan sangat diperlukan. Selain itu, kompetensi mahasiswa diharapkan lebih linear dengan kebutuhan teknis yang semakin spesifik di berbagai sektor manufaktur. Masalah internal seperti tingginya angka turnover juga menjadi tantangan yang harus dicarikan solusinya secara bersama-sama.

Inovasi Praktisi Mengajar dan Riset Terapan

Sebagai respons atas masukan tersebut, FEBI menawarkan program praktisi mengajar untuk membawa pengalaman nyata ke dalam ruang kelas. Para pimpinan industri pun diundang untuk berpartisipasi aktif dalam menyempurnakan kurikulum agar lebih berbasis pada data riil lapangan. Di sisi lain, kolaborasi ini juga membuka pintu bagi riset terapan dan penulisan jurnal yang sangat dibutuhkan oleh dunia industri. Pihak kampus menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini tidak hanya mencari tempat magang, tetapi membangun kemitraan yang berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi antara dunia pendidikan dan industri dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang lebih kuat bagi masyarakat.

Komitmen Keberlanjutan Kemitraan Strategis

Berbagai perusahaan mulai dari sektor tekstil, kesehatan, hingga teknologi menyatakan kesiapan mereka untuk menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) dengan pihak FEBI. Meskipun beberapa sektor masih terkendala regulasi lahan dan bahan baku, pintu komunikasi tetap dibuka lebar bagi calon tenaga kerja berbakat. Mahasiswa diharapkan mampu menguasai keahlian komputer dan bahasa Inggris sebagai modal dasar di semua lini industri saat ini. Akhirnya, seluruh pemangku kepentingan sepakat bahwa penguatan mentalitas dan etika kerja adalah kunci keberhasilan dalam persaingan global. Kerangka kerja sama ini dipastikan akan terus dievaluasi secara berkala demi kemajuan bersama antara kampus dan mitra perusahaan.

Wujudkan Lulusan Unggul, Prodi MBS Akselerasi Program Industrial Engagement

Wujudkan Lulusan Unggul, Prodi MBS Akselerasi Program Industrial Engagement

SURAKARTA – Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi melaksanakan kegiatan Industrial Engagement. Langkah besar ini diambil untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata industri masa kini. Kegiatan ini dilaksankan pada hari Senin, 11 Mei 2026 yang bertempat di aula FEBI. Adapun mitra perusahaan/ instansi yang hadir antara lain PT Turrima Agro Mas Internasional, PT Tiga Serangkai Group, PT Intan Pariwara Group, PT Jasa Raharja Sukoharjo, Rumah Atsiri Indonesia, PT Berseri Group, Dinas Koperasi dan UMKM Sukoharjo, Hotel Syariah Solo By Lorin, TDA Solo Raya dan BMT Amanah Ummah. Melalui program ini, mahasiswa semester tujuh akan ditempatkan dalam magang terstruktur selama enam bulan penuh. Upaya ini secara otomatis memperkuat ekosistem riset serta pengabdian masyarakat antara dosen dan praktisi. Dampak nyata dari kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan indeks daya serap lulusan secara signifikan.

Transformasi Kurikulum Berbasis Industrial Engagement

Penyelarasan kurikulum menjadi fokus utama dalam agenda besar yang melibatkan berbagai mitra perusahaan ini. Masukan konstruktif dari para praktisi sangat dibutuhkan untuk memenuhi kriteria akreditasi tingkat nasional LAMEMBA. “Kami berkomitmen memastikan kurikulum FEBI selalu relevan dengan dinamika pasar kerja yang sangat cepat,” ujar perwakilan fakultas. Oleh karena itu, riset terapan terus dikembangkan guna memecahkan berbagai permasalahan bisnis yang bersifat riil. Sinergi ini pun diciptakan untuk membentuk lulusan yang memiliki integritas serta kompetensi akademik teruji.

Efisiensi Perusahaan Melalui Talenta Digital

Selain bagi kampus, Industrial Engagement memberikan keuntungan strategis berupa akses langsung ke jaringan talenta potensial. Perusahaan mitra mendapatkan dukungan tenaga terdidik yang mampu membantu akselerasi berbagai proyek selama masa magang. Mahasiswa membawa perspektif akademis segar serta literasi digital yang sangat relevan bagi perkembangan bisnis terkini. Hal ini tentu saja meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendorong inovasi di dalam internal perusahaan mitra. Citra perusahaan sebagai mitra strategis pendidikan nasional juga akan semakin diperkuat di mata publik.

Kemitraan Strategis dan Jaringan Pakar

Hubungan timbal balik ini memungkinkan industri mendapatkan akses khusus untuk berkonsultasi dengan para pakar ekonomi syariah. Pengambilan keputusan bisnis strategis dapat didukung oleh hasil riset pasar dari dosen-dosen ahli FEBI. Selanjutnya, kolaborasi ini dirancang untuk menghasilkan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi semua pihak terkait. Dengan demikian, keterlibatan aktif industri menjadi kunci utama dalam membangun SDM unggul di Indonesia. Network yang dibangun sejak masa magang ini dipastikan menjadi jembatan karir yang kokoh bagi mahasiswa.

IMG_20260507_171342

Bukan Internship “Abal-Abal”, Lima Kaprodi Benchmarking ke UIN Sunan Ampel Siapkan Magang Intensif Berbasis Industri

Surabaya- 7 Mei 2026- Fenomena program magang yang hanya formalitas tanpa pengalaman kerja nyata menjadi perhatian serius kalangan akademisi. Menjawab tantangan tersebut, Lima Ketua Program Studi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan kunjungan benchmarking ke FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya guna merancang model internship mahasiswa yang benar-benar relevan dengan kebutuhan industri, bukan sekadar internship “abal-abal”.

Forum Strategis

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menjadi forum strategis dalam membahas sistem magang yang mampu memberikan pengalaman profesional, peningkatan kompetensi, hingga peluang karier bagi mahasiswa setelah lulus.

Hadir dalam kunjungan tersebut Rina Hastuti, MM., Ph.D selaku Kaprodi Manajemen Bisnis Syariah, Zakky Fahma Auliya selaku Kaprodi Perbankan Syariah, Fitri Laila Wijayanti, M.Si selaku Kaprodi Akuntansi Syariah, Usnan selaku Kaprodi Manajemen Zakat dan Wakaf, serta Asep Maulana Rohimat selaku Kaprodi Bisnis Digital.

Dalam diskusi yang berlangsung intensif, para Kaprodi menyoroti maraknya praktik internship yang hanya menjadi aktivitas administratif tanpa pendampingan, target kompetensi, maupun pengalaman kerja yang jelas. Karena itu, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mulai menyiapkan kebijakan internship yang lebih terstruktur, terukur, dan berbasis kebutuhan dunia usaha serta industri.

“Mahasiswa tidak boleh hanya datang, tanda tangan absensi, lalu selesai tanpa pengalaman nyata. Internship harus menjadi ruang pembelajaran profesional dan penguatan kompetensi,” menjadi salah satu semangat utama dalam agenda benchmarking tersebut.

Sebagai narasumber utama, Wakil Dekan III FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya, Achmad Room Fitrianto, Ph.D. menjelaskan pentingnya membangun model internship yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, lembaga profesional, hingga ekosistem bisnis digital. Menurutnya, pola magang masa kini harus diarahkan pada project based internship, peningkatan soft skill, dan kemampuan adaptasi mahasiswa terhadap dinamika dunia kerja.

Selain membahas penempatan mahasiswa di perusahaan dan lembaga, forum benchmarking juga mendiskusikan peluang internship di sektor industri halal, perbankan syariah, startup digital, UMKM berbasis teknologi, hingga lembaga filantropi Islam. Hal ini dilakukan agar mahasiswa FEBI memiliki pengalaman yang sesuai dengan karakter program studi masing-masing.

Kegiatan benchmarking ini sekaligus menjadi langkah konkret FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam memperkuat konsep link and match antara kampus dan industri. Para Kaprodi berharap model internship yang nantinya diterapkan mampu menciptakan lulusan yang siap kerja, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di tengah transformasi ekonomi digital.

Dengan semangat menghadirkan internship yang berkualitas dan bukan sekadar formalitas “abal-abal”, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus mendorong inovasi kebijakan akademik yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia profesional masa depan.

FEBI Bedah PTKIN dan Upaya Membangun Jejaring Industrial Baik Nasional maupun Internasional

Hadirkan Prof. Nizar Ali, FEBI Bedah PTKIN dan Upaya Membangun Jejaring Industrial Baik Nasional maupun Internasional

SURAKARTA, 5 Mei 2026Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta secara proaktif memperkuat daya saing lulusan melalui penyelenggaraan public lecture bertajuk pengembangan konektivitas global. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Nizar Ali, MA. dari UIN Walisongo Semarang. Agenda ini secara khusus menyoroti urgensi PTKIN dan upaya membangun jejaring industrial baik nasional maupun internasional untuk menghadapi persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif. Melalui langkah strategis ini, civitas akademika FEBI diajak untuk melihat peluang emas dalam skema joint research, student exchange, hingga magang di perusahaan multinasional. Pentingnya sinergi ini dilakukan guna memastikan bahwa kurikulum akademik tetap relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Informasi ini diharapkan mampu memicu semangat mahasiswa untuk menjadi pemain kunci di kancah dunia.

Urgensi PTKIN dan Upaya Membangun Jejaring Industrial Baik Nasional maupun Internasional

Jejaring yang kuat dipercaya mampu meningkatkan employability atau keterserapan kerja lulusan secara signifikan di berbagai sektor industri. Selain itu, kolaborasi global memungkinkan institusi untuk mengakses teknologi terbaru serta inovasi riset terapan yang mendunia. Tantangan berupa perbedaan budaya dan regulasi internasional dapat diatasi dengan melibatkan diaspora serta memperkuat tim khusus kerjasama. Menariknya, sinkronisasi kurikulum berbasis industri menjadi salah satu syarat mutlak agar lulusan kita tidak hanya jago di kandang sendiri. Oleh karena itu, FEBI terus berkomitmen untuk membuka pintu kemitraan dengan perusahaan global seperti Toyota hingga entitas perbankan syariah nasional.

Narasumber utama, Prof. Dr. H. Nizar Ali, MA, menekankan bahwa kemitraan strategis harus memberikan dampak nyata bagi seluruh civitas akademika. Beliau menegaskan, “PTKIN dan upaya membangun jejaring industrial baik nasional maupun internasional adalah kunci untuk meningkatkan daya saing di pasar global”. Selanjutnya, universitas didorong untuk tidak sekadar menandatangani MoU umum, melainkan menawarkan program konkret yang saling menguntungkan. Di samping itu, penguatan reputasi internasional harus didukung dengan publikasi di jurnal bereputasi serta akreditasi global. Dengan demikian, kredibilitas institusi akan terbangun secara otomatis di mata mitra luar negeri.

Langkah Nyata Memperkuat Koneksi Industri

Strategi praktis yang dapat dilakukan dimulai dari penguatan profil institusi dalam bahasa Inggris serta pemanfaatan platform profesional seperti LinkedIn. Kemudian, program short course dan summer school diusulkan menjadi jembatan awal untuk membangun relasi yang lebih permanen dengan universitas mitra. Hal tersebut dirancang agar mahasiswa mendapatkan pengalaman lintas budaya yang sangat berharga bagi pengembangan diri mereka. Perlu diketahui bahwa respon cepat dan komunikasi profesional adalah kunci sukses dalam menjaga kepercayaan para investor pendidikan dunia. Tentunya, keberhasilan ini sangat bergantung pada konsistensi tindak lanjut dari setiap kesepakatan yang telah dibuat.