SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menerima kunjungan resmi dari Muamalat Institute dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis di bidang pengembangan sumber daya manusia perbankan syariah pada Rabu (15/04).
Kunjungan ini dihadiri oleh Yudi Krisdianto dan Safira sebagai perwakilan dari Muamalat Institute dan juga disambut hangat oleh Wakil Dekan FEBI beserta jajarannya serta Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Zakky Fahma Auliya.
Pertemuan ini menjadi langkah nyata kedua belah pihak dalam menyelaraskan dunia akademik dengan kebutuhan industri keuangan syariah yang terus berkembang pesat.
Fokus Utama Kerjasama: Sertifikasi dan Kompetensi
Dalam diskusi hangat tersebut, Muamalat Institute menawarkan berbagai program pengembangan profesi yang komprehensif. Fokus utama kerjasama yang dibahas meliputi:
Pelatihan & Sertifikasi Profesi: Program peningkatan kompetensi bagi dosen dan mahasiswa agar memiliki kualifikasi yang diakui secara industri.
Link and Match: Memastikan kurikulum dan skill mahasiswa sesuai dengan standar perbankan syariah modern.
Membuka Pintu Karier via Program MIKO
Salah satu poin penting dalam kunjungan ini adalah penguatan wadah Internship MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) melalui program MIKO (Muamalat Indonesia Kompeten).
Program MIKO merupakan magang terstruktur yang diinisiasi oleh Muamalat Institute bersama Bank Muamalat Indonesia. Program ini dirancang khusus bagi mahasiswa tingkat akhir untuk merasakan ekosistem kerja nyata di industri perbankan syariah.
Program MIKO bukan sekedar magang biasa, program ini juga dapat menjadi jembatan karier mahasiswa. Peserta tidak hanya belajar teori, tapi dibekali kemampuan teknis yang berpeluang mengantarkan mereka menjadi Branch Sales Officer di jaringan Bank Muamalat.
Inklusivitas untuk Semua Program Studi
Meskipun perbankan syariah menjadi fokus utama, kolaborasi ini ditegaskan tidak terbatas hanya untuk Program Studi Perbankan Syariah. Mahasiswa dari berbagai prodi lain di lingkungan FEBI UIN Raden Mas Said juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program magang dan pelatihan ini, mengingat kebutuhan industri yang semakin multidisiplin.
Dengan adanya kunjungan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap kerja dan kompeten secara profesional di kancah nasional.
Surakarta, 15 April 2026 — Semangat keberlanjutan dan nilai-nilai syari’ah berpadu dalam sebuah ruang belajar yang hidup melalui Workshop Green Entrepreneurship dan Model Bisnis Syari’ah Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh HMPS MBS. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum akademik, tetapi juga ruang bertemunya gagasan, refleksi, dan langkah nyata menuju perubahan yang lebih berkelanjutan.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan briefing dan persiapan panitia, dilanjutkan dengan registrasi serta pengkondisian peserta. Memasuki sesi opening ceremony, suasana berlangsung khidmat melalui pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Raden Mas Said.
Memasuki inti pembukaan, sesi sambutan menjadi titik penting yang memberi arah terhadap jalannya kegiatan. Ketua panitia, Rizka Fauziah, dalam sambutannya menekankan bahwa isu keberlanjutan bukan lagi sekadar wacana, melainkan tanggung jawab yang harus mulai diinternalisasi oleh mahasiswa. Ia mengajak seluruh peserta, khususnya mahasiswa Manajemen Bisnis Syari’ah, untuk mampu menerapkan nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, integrasi antara kepedulian lingkungan dengan konsep bisnis berbasis maqashid syari’ah menjadi fondasi penting dalam membangun model bisnis yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga membawa kemaslahatan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum HMPS MBS 2026, Dwi Cahyono Ardhi. Ia menegaskan bahwa kehadiran narasumber dari FEBI UIN Salatiga bukan hanya untuk menyampaikan materi secara teoritis, tetapi menjadi ruang untuk saling bertukar wawasan. Forum ini dimanfaatkan untuk melihat bagaimana FEBI UIN Salatiga dan FEBI UIN Surakarta membangun pendekatan keberlanjutan, lalu merangkum intisari dari masing-masing kebijakan yang dapat diadaptasi. Lebih jauh, ia mengajak peserta untuk melihat green entrepreneurship secara lebih kritis—bukan hanya sebagai istilah populer, tetapi sebagai peluang nyata yang perlu dibaca secara rasional dan strategis. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan program konkret bertajuk “MBS SustainCup Project”, sebuah gerakan membawa tumbler guna menekan penggunaan botol plastik sekali pakai di lingkungan fakultas dan kampus secara luas. Program ini selaras dengan inisiatif “FEBI Zero Plastik” dan diharapkan mampu menjadi gerakan berkelanjutan, dengan HMPS MBS Kabinet Astravera 2026 sebagai aktor utama dalam membangun kesadaran kolektif.
Sambutan ketiga disampaikan oleh Ketua Prodi MBS, Rina Hastuti, S.E., M.M., Ph.D, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Program Studi, Dr. Suryati, S. Pd., M. E. K. Dalam penyampaiannya, beliau menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai green entrepreneurship dengan prinsip syari’ah secara seimbang. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga harus berpijak pada nilai keadilan, kemaslahatan, dan tanggung jawab sosial. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menemukan titik tengah antara inovasi bisnis dan nilai etis, sehingga mampu melahirkan solusi yang tidak hanya relevan, tetapi juga berkelanjutan.
Sebagai bagian dari penguatan pesan, dilakukan pemutaran video yang menggambarkan kondisi pencemaran lingkungan, mulai dari sungai hingga lautan, serta lamanya proses alam dalam mengurai sampah plastik. Suasana menjadi reflektif sebelum akhirnya dilanjutkan dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali sebagai tanda resmi diluncurkannya program MBS SustainCup Project. Momentum ini kemudian diperkuat dengan penyerahan tumbler kepada narasumber, Dr. Saifuddin Zuhri, M.Si, yang merupakan produk sekaligus inovasi dari HMPS MBS Kabinet Astravera 2026. Penyerahan ini tidak hanya bersifat simbolis sebagai kenang-kenangan, tetapi juga menjadi representasi nyata komitmen mahasiswa (ormawa FEBI UIN Surakarta) dalam menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan lingkungan—dimulai dari perubahan kebiasaan sederhana, yaitu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara narasumber, pihak program studi, dan peserta.
Memasuki sesi inti, workshop dipandu oleh moderator Zalfa Melia Putri Supriyanto. Dalam pemaparannya, Dr. Saifuddin Zuhri, M.Si menjelaskan bahwa green entrepreneurship merupakan solusi strategis dalam menjawab tantangan krisis lingkungan, ketimpangan ekonomi, serta transformasi digital. Ia menekankan pentingnya integrasi antara inovasi teknologi dan prinsip maqashid syari’ah sebagai fondasi dalam membangun model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga keberlanjutan dan kemaslahatan. Lebih lanjut, disampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau, namun masih dihadapkan pada berbagai tantangan seperti kualitas SDM, kesenjangan sosial, serta belum optimalnya integrasi sistem ekonomi berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, dan masyarakat, termasuk peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun ekosistem green entrepreneurship yang kuat.
Sesi diskusi yang dibuka setelah pemaparan materi berlangsung aktif dan interaktif. Berbagai pertanyaan yang diajukan menunjukkan antusiasme sekaligus upaya peserta dalam memperdalam pemahaman terhadap materi yang disampaikan.
Menutup rangkaian kegiatan, dalam closing statement-nya, narasumber mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan bumi sebagai warisan dari generasi sebelumnya, sekaligus amanah yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Pesan ini menjadi penegas bahwa keberlanjutan bukan hanya konsep, tetapi tanggung jawab bersama. Sebagai penutup, dilakukan penyerahan kenang-kenangan dari Ketua Umum kepada narasumber serta dari Ketua Panitia kepada moderator, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan penutup rangkaian acara.
Workshop ini resmi ditutup oleh MC, dengan harapan besar bahwa seluruh gagasan yang lahir tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam langkah nyata. (Adm Febi)
Surakarta – FEBI UIN Raden Mas Said menggelar public lecture inspiratif pada Selasa, 14 April 2026. Acara bertema inovasi pemuda ini dilaksanakan di area Amphitheatre fakultas secara meriah. Pihak fakultas menghadirkan narasumber ahli, Bagus Aji Pratama, dari Dinas Koperasi Surakarta. Agenda utama ini bertujuan membekali mahasiswa agar menjadi penggerak ekonomi yang produktif. Selanjutnya, antusiasme ratusan peserta terlihat sangat besar sejak sesi pembukaan berlangsung pagi tadi. Anda dapat merasakan semangat perubahan yang dibawa oleh para inovator muda ini. Sinergi antara kampus dan pemerintah kota pun mulai diperkuat melalui forum diskusi ini.
Urgensi Inovasi di Forum Public Lecture
Materi mengenai transformasi digital dipaparkan secara mendalam untuk membuka wawasan baru para peserta. Digitalisasi sistem ekonomi telah menjadi motor penggerak utama dalam industri modern saat ini. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk menjadi pencipta solusi bagi berbagai masalah bangsa. Bagus Aji Pratama menegaskan pentingnya peran strategis pemuda sebagai motor wirausaha baru. “Mahasiswa harus hadir bukan sebagai pengamat, tetapi sebagai pencipta solusi,” tegas Bagus. Selain itu, potensi besar bonus demografi Indonesia harus dikelola secara bijak dan inovatif. Pengetahuan mengenai siklus data kini menjadi modal utama bagi calon pengusaha muda.
Sinergi Digital untuk Mahasiswa Kreatif
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai rangkaian lanjutan dari kemeriahan pembukaan agenda tahunan Ormawa Fair. Sesi diskusi interaktif tersebut dipandu oleh Bapak Usnan dengan alur yang sangat dinamis. Di sisi lain, ekosistem kolaboratif mulai dibangun fakultas guna mendukung pertumbuhan UMKM digital. Berbagai data kinerja usaha mikro juga diperlihatkan secara nyata kepada seluruh hadirin tadi. Kemudian, program inkubasi bisnis dijanjikan sebagai wadah bagi setiap ide kreatif milik mahasiswa. Pengetahuan teoritis kini mulai dipadukan dengan praktik lapangan yang lebih relevan bagi karier. Akhirnya, sesi dokumentasi bersama jajaran pimpinan menutup agenda public lecture dengan penuh kesan.
Surakarta, 14 April 2026 – DEMA FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar workshop “Design Thinking for Social Movement: Merancang Aksi Pengabdian yang Berdampak” sebagai upaya meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam merancang gerakan sosial yang inovatif dan solutif. Kegiatan ini menjadi wadah kolaboratif untuk mengembangkan ide dan strategi pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pemaparan materi oleh Bapak Joko Susilo berlangsung selama kurang lebih tiga jam dengan metode diskusi interaktif mengenai aktivisme mahasiswa. Disampaikan bahwa kurangnya inovasi dan ketidaktepatan pendanaan menjadi hambatan perubahan, serta masih tingginya ketimpangan sosial di Indonesia.
Pemateri menekankan pentingnya pendekatan design thinking yang menggabungkan critical dan creative thinking dalam merumuskan solusi. Peserta kemudian mengimplementasikan materi melalui praktik studi kasus dengan merancang ide solusi atas isu yang diberikan.
Kegiatan dilanjutkan dengan forum group discussion dalam sepuluh kelompok dan diakhiri dengan presentasi hasil masing-masing kelompok. Workshop ditutup dengan closing ceremony, dengan harapan mampu melahirkan gerakan mahasiswa yang lebih terarah dan berdampak.
SURAKARTA – Agenda bertajuk Pekan Inkubasi Bisnis Mahasiswa (PIBMA) Batch 3 resmi dibuka. Peresmian dilakukan secara simbolis melalui prosesi pemotongan pita oleh Dr. Raden Lukman Fauroni, S.Ag., M.Ag.. Beliau merupakan Wakil Rektor 2 UIN Raden Mas Said Surakarta. Didampingi oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin selama acara berlangsung. Sebanyak 20 tenan bisnis mahasiswa kini siap menyambut kehadiran para pengunjung dengan beragam produk. Aneka kuliner kekinian hingga layanan jasa unik seperti photobox yang estetik. Momentum ini dirancang sebagai wadah nyata bagi mahasiswa dalam mengasah naluri bisnis mereka.
Kepala Laboratorium FEBI, M. Irsyad, Lc., M.E., menyampaikan mengenai pentingnya ekosistem kewirausahaan. Beliau menegaskan bahwa teori di kelas harus diimbangi dengan pengalaman lapangan yang nyata. Sinergi antara kurikulum dan praktik ini menjadi pilar utama dalam mencetak lulusan yang mandiri. Selain itu, dukungan institusi diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk berani mengambil risiko dalam berbisnis. Implementasi PIBMA ini merupakan bukti nyata komitmen fakultas dalam mendukung kemandirian ekonomi mahasiswa. Setiap transaksi yang terjadi merupakan bagian dari proses belajar yang sangat berharga bagi peserta.
Praktikum Bisnis Nyata melalui Program PIBMA
Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan dengan konsep yang dinamis. Setiap minggu, tenan yang mengisi selasar Gedung B akan berganti secara terjadwal. Program ini diampu oleh mahasiswa semester enam sebagai bagian dari Praktikum Kewirausahaan Islami. Tiap kelompok terdiri dari lima hingga enam mahasiswa yang berasal dari lintas program studi. Mereka dibimbing secara langsung oleh dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan untuk memastikan strategi bisnis. “Kami ingin memastikan mahasiswa memiliki mentalitas pengusaha yang beretika sesuai prinsip syariah,” tutur Ibu Resmi Diwatie, M.E. Langkah ini diambil agar mahasiswa memiliki portofolio bisnis yang kuat sebelum lulus nanti.
Panitia juga membagikan voucer belanja senilai 5000 rupiah untuk menarik minat seluruh civitas akademika. Strategi pemasaran ini terbukti efektif dalam meningkatkan volume penjualan para peserta praktikum. Di sisi lain, pembagian voucer ini menciptakan interaksi sosial yang hangat di lingkungan kampus. Proses belajar ini tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada manajemen pelanggan. Keterlibatan aktif dosen pembimbing memastikan setiap tantangan di lapangan dapat diatasi secara cepat. Program ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi fakultas lain dalam pengembangan bakat mahasiswa.
Harapan Besar bagi Ekosistem Wirausaha Kampus
Testimoni positif mulai bermunculan dari para mahasiswa yang terlibat langsung sebagai pelaku usaha. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya fasilitas tempat yang strategis di selasar Gedung B. Kemampuan komunikasi dan kerja sama tim mereka terasah dengan sangat baik selama kegiatan ini. Walaupun tantangan operasional sering muncul, namun hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman berharga. Atmosfer kompetisi yang sehat di antara para pemilik tenan mendorong inovasi produk yang berkelanjutan. Di masa depan, PIBMA diproyeksikan akan menjadi inkubator bisnis yang lebih luas jangkauannya. Visi besar fakultas adalah melahirkan entrepreneur muda yang mampu membuka lapangan pekerjaan baru.
SURAKARTA – Suasana kemeriahan luar biasa menyelimuti Amphitheatre Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada Selasa, 14 April 2026. Agenda tahunan bertajuk Ormawa Fair resmi dibuka. Melalui acara ini, setiap langkah kemahasiswaan selama setahun ke depan mulai dirancang. Kehadiran berbagai organisasi kemahasiswaan menciptakan atmosfer akademik yang sangat hidup. Sinergi antara kreativitas dan semangat pengabdian terasa begitu kental di setiap sudut fakultas.
Acara dibuka oleh Dr. Raden Lukman Fauroni, S.Ag., M.Ag. Beliau merupakan Wakil Rektor 2 UIN Raden Mas Said Surakarta. Selain itu, hadir pula perwakilan Wakil Walikota Surakarta, Bagus Aji Pratama, S.Pd., M.E. Tarian nusantara ditampilkan sebagai pembuka prosesi yang khidmat. Pemecahan kendi dilakukan secara simbolis sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan. Menariknya, peresmian Bank Sampah juga menjadi bagian penting dalam pembukaan Ormawa Fair kali ini. Inisiatif ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan. “Kegiatan ormawa harus mampu menjawab tantangan sosial melalui aksi nyata,” tutur Dr. Lukman.
Workshop Inovatif dan Pengembangan Karier di Ormawa Fair
Agenda pendidikan menjadi pilar utama dalam festival mahasiswa tahun ini. DEMA FEBI mengawali rentetan acara dengan lokakarya Design Thinking yang sangat inspiratif. Selain itu, SEMA FEBI telah menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan bagi pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa didorong untuk merancang solusi yang berdampak langsung bagi publik. Pada sisi lain, HMPS MBS memfokuskan kegiatannya pada kewirausahaan hijau berkelanjutan. Pelatihan public speaking dan sosialisasi sertifikasi profesi juga disiapkan bagi mahasiswa. Langkah ini diambil guna meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja global. Program-program tersebut dirancang secara profesional demi kemajuan intelektual seluruh peserta.
Selanjutnya, transisi pembahasan mengarah pada penguatan literasi keuangan syariah. HMPS PBS menjadwalkan lokakarya inklusi keuangan bagi pelaku UMKM di pedesaan. Di sisi lain, HMPS AKS menghadirkan pelatihan pembukuan digital berbasis syariah. Kompetisi olimpiade akuntansi dan esai nasional juga siap diselenggarakan secara daring. Setiap program studi berkomitmen memberikan kontribusi terbaiknya bagi pengembangan ilmu ekonomi. Melalui Ormawa Fair, bakat-bakat muda di bidang bisnis mulai dipetakan kekuatannya. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang inklusif dan dinamis. Partisipasi aktif dari setiap individu sangat menentukan keberhasilan kolektif fakultas.
Aksi Sosial dan Filantropi Mahasiswa untuk Masyarakat
Kepedulian sosial tetap menjadi jiwa dari setiap organisasi mahasiswa di FEBI. HMPS MAZAWA menginisiasi program optimalisasi zakat produktif bagi para pelaku UMKM. Selain itu, aksi sosial qurban akan menjangkau titik pelosok di Wonogiri hingga Boyolali. Pendekatan filantropi ini dilakukan untuk mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat. Di samping itu, HMPS ES menggelar seminar Green Halalpreneur bagi bisnis ramah syariah. Program kepedulian terhadap biaya kuliah atau UKT juga telah disiapkan. Hal ini membuktikan bahwa solidaritas mahasiswa bukan sekadar jargon tanpa aksi. Penyaluran bantuan akan dilakukan dengan mekanisme yang transparan dan akuntabel.
Rangkaian acara akan ditutup dengan kemeriahan Festival Ngudi Lestari pada bulan Juli. Kunjungan industri ke PLTSa Putri Cempo dijadwalkan sebagai bagian dari literasi ekologi. Tantangan desain poster bertema lingkungan juga akan diikuti oleh ratusan peserta. Galeri Lestari akan menampilkan seluruh karya terbaik mahasiswa sebagai bentuk apresiasi seni. Pada akhirnya, keberhasilan rangkaian acara ini merupakan cerminan kualitas mahasiswa FEBI. Visi menjadi kampus yang berdaya saing internasional semakin terlihat nyata. Mari kita dukung setiap langkah kreatif pejuang muda ini demi kemajuan bangsa. Semangat kolaborasi ini diharapkan terus terjaga hingga masa yang akan datang.
FEBI News – Mahasiswa FEBIUIN Raden Mas Said Surakarta terus menunjukkan kualitasnya di tingkat global. Salah satunya ditunjukkan oleh Aisyah Silvia Febiyanti.
Aisyah merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah angkatan 2023. Ia aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan organisasi.
Keikutsertaannya dalam program Google Student Ambassador menjadi langkah strategis. Program ini dipandang sebagai bentuk Ambassador global bagi mahasiswa.
Melalui Ambassador tersebut, mahasiswa dapat belajar langsung dari ekosistem internasional. Dengan demikian, wawasan global dapat terus diperluas.
Selain itu, pengalaman ini memberikan peluang besar untuk pengembangan diri. Oleh karena itu, mahasiswa FEBI didorong untuk aktif berpartisipasi.
Program ini tidak hanya berfokus pada teknologi. Namun demikian, juga menekankan kolaborasi dan komunikasi lintas budaya.
Ambassador Skill Teknologi dan Komunikasi
Dalam keterangannya, Aisyah menyampaikan motivasinya mengikuti program tersebut. Ia ingin terus berkembang di bidang teknologi dan komunikasi.
“Program ini bukan hanya belajar tools Google, tetapi juga berbagi manfaat,” ujar Aisyah.
Menurutnya, pengalaman ini menjadi saranaAmbassador kemampuan diri. Selain itu, ia ingin menjadi jembatan berbagi ilmu bagi mahasiswa lain.
Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada diri sendiri. Sebaliknya, manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Selain itu, keterlibatan dalam program ini meningkatkan keterampilan komunikasi. Hal ini penting dalam menghadapi tantangan global.
Program ini juga memberikan akses pada jejaring internasional. Oleh sebab itu, mahasiswa dapat belajar dari komunitas global yang dinamis.
Ambassador untuk Dampak dan Inovasi Mahasiswa
Pengalaman organisasi yang dimiliki Aisyah menjadi modal penting. Ia ingin memaksimalkan perannya dalam menciptakan dampak nyata.
Rencana kegiatan seperti workshop dan event edukatif mulai dirancang. Dengan demikian, kampus dapat menjadi ruang inovasi mahasiswa.
Selain itu, Ambassador yang dilakukan membuka peluang kolaborasi baru. Hal ini memperkuat peran mahasiswa dalam pengembangan akademik.
Program ini juga meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap teknologi. Oleh karena itu, mahasiswa akan lebih siap menghadapi perubahan.
Keikutsertaan Aisyah menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Bahwa peluang global dapat diraih melalui usaha dan komitmen.
Lebih lanjut, pengalaman ini diharapkan membawa dampak berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga berkontribusi.
Pada akhirnya, Ambassador global ini menjadi bukti komitmen FEBI. Kampus terus mendorong mahasiswa untuk berkembang secara kompetitif dan inovatif
Surakarta– FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) MBKM Industri pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini bertempat di Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Palur sebagai bentuk komitmen terhadap mutu pendidikan. Tim evaluator yang hadir dipimpin oleh Dr. Zakky Fahma Aulia, MM., bersama Rahmawati Khoiriyah, M.E., dan Rizky Ayuningtyas Putri, M.E. Langkah ini diambil agar mahasiswa benar-benar mendapatkan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja perbankan. Anda tentu menyadari bahwa terjun langsung ke industri merupakan kunci utama dalam mengasah kompetensi profesional mahasiswa. Koordinasi intensif dilakukan bersama pihak manajemen BSI untuk memastikan seluruh capaian pembelajaran berjalan optimal dan sesuai target.
Sinkronisasi Kompetensi dalam MBKM Industri
Diskusi difokuskan pada evaluasi kinerja mahasiswa serta kesesuaian aktivitas magang dengan kebutuhan praktis industri perbankan syariah. Pihak BSI memberikan masukan berharga mengenai peningkatan soft skills agar lulusan menjadi lebih adaptif dan responsif. “Kami ingin memastikan mahasiswa memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ungkap Dr. Zakky Fahma Aulia saat sesi diskusi. Harapannya, setiap hambatan yang ditemukan selama pelaksanaan program dapat segera diatasi melalui solusi yang konstruktif. Selain itu, masukan teknis dari praktisi sangat diperlukan untuk memperkaya wawasan akademik para peserta program magang. Sinergi ini dirancang sedemikian rupa agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga tangkas dalam praktik operasional.
Keberlanjutan Sinergi MBKM Industri bagi Masa Depan
Forum ini menjadi sarana refleksi bersama guna mempererat kolaborasi antara dunia perguruan tinggi dan sektor perbankan. Pihak BSI mengapresiasi kontribusi positif mahasiswa dalam membantu pelayanan harian di kantor cabang selama masa magang. Selanjutnya, hasil evaluasi ini akan dijadikan bahan rujukan untuk pengembangan kurikulum yang lebih berbasis pada kebutuhan industri. Melalui program ini, talenta muda yang kompeten dapat terjaring lebih awal oleh pihak industri keuangan syariah Indonesia. Implementasi program diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas dan daya saing lulusan di pasar tenaga kerja. Akhirnya, kerja sama strategis ini akan terus dilanjutkan demi mewujudkan ekosistem pendidikan yang lebih integratif dan profesional. Dengan demikian, visi fakultas untuk mencetak lulusan unggul dapat tercapai melalui kolaborasi yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Kegiatan benchmarking ini dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta pada 8 April 2026. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium berbasis kompetensi.
Selain itu, benchmarking menjadi ruang pertukaran praktik terbaik antar institusi. Oleh karena itu, pengalaman yang diperoleh dapat langsung diadaptasi.
Delegasi FEBI dipimpin oleh Dr. Arif Muanas selaku Wakil Dekan I. Turut hadir para Ketua Program Studi dan Kepala Laboratorium.
Kunjungan tersebut disambut oleh Dr. Sutirman selaku Dekan FEB UNY. Jajaran pimpinan fakultas juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dengan demikian, benchmarking tidak hanya menjadi kunjungan formal. Kegiatan ini menjadi sarana strategis dalam penguatan tata kelola akademik.
Struktur Laboratorium dan Spesialisasi Praktikum
Dalam pemaparan, struktur laboratorium di UNY dijelaskan secara sistematis. Laboratorium berada di bawah departemen masing-masing bidang.
Model ini memungkinkan adanya spesialisasi laboratorium yang lebih fokus. Selain itu, pengembangan praktikum menjadi lebih terarah.
Beberapa laboratorium yang dikelola meliputi bisnis digital dan analitik. Selain itu, terdapat laboratorium komputer akuntansi dan koperasi syariah.
Laboratorium simulasi perkantoran dan teknologi perkantoran juga menjadi bagian penting. Bahkan, kearsipan digital turut dikembangkan secara profesional.
Diskusi kemudian menyoroti perbandingan sistem kelembagaan laboratorium. Hal ini mencakup aspek sumber daya manusia dan digitalisasi.
“Struktur berbasis departemen memungkinkan pengelolaan lebih fokus dan spesifik,” ujar salah satu narasumber.
Dengan demikian, pembelajaran berbasis praktik dapat lebih optimal. Oleh sebab itu, mahasiswa akan memperoleh pengalaman yang relevan.
Benchmarking Dorong Adaptasi dan Penguatan Sistem Laboratorium
Tim dari UIN Raden Mas Said Surakarta turut memaparkan kondisi laboratorium saat ini. Sistem yang digunakan masih berada di bawah fakultas.
Namun demikian, rencana pengembangan terus disusun secara bertahap. Praktikum baru akan diimplementasikan pada semester mendatang.
Selain itu, benchmarking memberikan perspektif baru dalam pengelolaan laboratorium. Dengan demikian, sistem dapat dikembangkan lebih adaptif.
Kegiatan ini juga mendorong penguatan kolaborasi antar program studi. Oleh karena itu, integrasi antara kurikulum dan praktikum semakin diperkuat.
Lebih lanjut, hasil benchmarking akan menjadi dasar penyusunan kebijakan akademik. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan.
Penguatan sistem laboratorium menjadi langkah penting menghadapi kebutuhan industri. Selain itu, mahasiswa akan lebih siap menghadapi dunia kerja.
Dengan demikian, benchmarking menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan FEBI. Upaya ini menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan inovasi.
Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem laboratorium yang terstruktur. Sistem tersebut akan mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara berkelanjutan.