WhatsApp Image 2026-04-10 at 09.27.58.......

Benchmarking sebagai Strategi Penguatan Tata Kelola Laboratorium

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta terus melakukan inovasi kelembagaan. Salah satunya melalui kegiatan benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026. Tujuannya adalah memperkuat sistem pengelolaan laboratorium secara terstruktur.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan kualitas pembelajaran berbasis praktikum. Oleh karena itu, kolaborasi antar institusi dinilai sangat strategis.

Delegasi FEBI dipimpin oleh Dr. Arif Muanas selaku Wakil Dekan I. Turut hadir para Ketua Program Studi dan Kepala Laboratorium.

Kunjungan ini disambut oleh Wakil Dekan I FEBI UIN Sunan Kalijaga, Sunaryati. Dalam kesempatan tersebut, berbagai praktik baik dibagikan.

Dengan demikian, benchmarking menjadi ruang belajar bersama antar perguruan tinggi. Hal ini sekaligus memperkuat jejaring akademik yang berkelanjutan.

Kolaborasi Praktikum dan Penguatan Kurikulum

Dalam sesi diskusi, sistem pengelolaan laboratorium dipaparkan secara komprehensif. Laboratorium ditempatkan di bawah koordinasi fakultas.

Namun demikian, pelaksanaan praktikum tetap terintegrasi dengan kurikulum program studi. Oleh sebab itu, kolaborasi menjadi kunci utama pengelolaan.

Salah satu isu penting adalah mekanisme praktikum berbasis SKS. Sebelumnya, beberapa praktikum belum memiliki bobot akademik yang jelas.

Akibatnya, partisipasi mahasiswa dinilai belum optimal. Oleh karena itu, perubahan sistem sedang direncanakan.

Praktikum akan diberi bobot minimal satu SKS. Kebijakan ini didorong berdasarkan rekomendasi asesor LAMEMBA.

“Praktikum harus memiliki bobot akademik yang jelas agar lebih terstruktur,” ujar salah satu narasumber.

Selain itu, penggunaan perangkat lunak modern juga dibahas. Software seperti Accurate, Zahir, dan MYOB menjadi bagian penting pembelajaran.

Dengan demikian, mahasiswa dapat menguasai keterampilan teknis yang relevan. Hal ini sekaligus menjadi penguatan kompetensi lulusan.

Penguatan Fasilitas dan Adaptasi Kebutuhan Akademik

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas laboratorium secara langsung. Delegasi mengunjungi laboratorium komputer dan laboratorium bahasa.

Laboratorium bahasa berfungsi sebagai bridging course bagi mahasiswa. Fasilitas ini membantu meningkatkan kompetensi bahasa akademik.

Selain itu, berbagai pusat studi juga diperkenalkan dalam kunjungan tersebut. Hal ini memberikan gambaran sistem pengelolaan yang komprehensif.

Pihak FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta juga memaparkan kondisi laboratorium saat ini. Sistem yang digunakan masih terpusat di tingkat fakultas.

Namun demikian, rencana pengembangan terus disusun secara bertahap. Beberapa program baru telah dirancang untuk mendukung kebutuhan akademik.

Program tersebut meliputi praktikum pemasaran, bisnis analitik, dan komputer akuntansi. Selain itu, praktikum filantropi digital juga akan dikembangkan.

Dengan demikian, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam penguatan sistem laboratorium. Oleh karena itu, FEBI terus beradaptasi terhadap dinamika pendidikan.

Pada akhirnya, benchmarking ini diharapkan menghasilkan tata kelola laboratorium yang lebih sinergis. Sistem yang adaptif akan mendukung kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.

BARU 3

Terapkan Green Metric, FEBI UIN Surakarta Tuai Apresiasi Dr. Faisal Ali Hasyim

Program Green Campus sebagai Bentuk Penguatan Lingkungan

FEBI News – Komitmen terhadap lingkungan terus ditunjukkan oleh UIN Raden Mas Said Surakarta. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Green Campus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Program ini dijalankan melalui pengelolaan kompos dari limbah organik di lingkungan fakultas. Dengan demikian, kampus tidak hanya berfokus pada akademik.

Sebaliknya, perhatian juga diberikan pada keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, langkah ini menjadi bagian penting dari penguatan budaya ramah lingkungan.

Program kompos tersebut merupakan bagian dari implementasi konsep Green Metric kampus. Kegiatan ini juga mendorong kesadaran ekologis civitas akademika.

Selain itu, mahasiswa dan tenaga kependidikan turut dilibatkan dalam pengelolaan lingkungan. Dengan demikian, kesadaran kolektif dapat terus dibangun.

Program ini juga menunjukkan bahwa penguatan tata kelola kampus dapat berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan. Oleh sebab itu, FEBI berupaya menghadirkan ruang akademik yang berkelanjutan.

Apresiasi dalam Kunjungan Penguatan Tata Kelola Kampus

Program tersebut mendapat perhatian khusus dalam kunjungan pejabat pusat. Pada 09 April 2026, kampus menerima kunjungan dari Dr. Faisal Ali Hasyim.

Beliau merupakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda penguatan tata kelola perguruan tinggi keagamaan. Oleh karena itu, berbagai fasilitas kampus turut ditinjau secara langsung.

Lingkungan FEBI dinilai tertata dengan baik dan mendukung aktivitas akademik. Bahkan, pengelolaan ruang dinilai menunjukkan penguatan manajemen kampus.

Dalam kesempatan tersebut, kekaguman disampaikan secara langsung oleh narasumber.

“Saya sangat terkesan dengan tata kelola ruang dan lingkungan di FEBI,” ujar Dr. Faisal Ali Hasyim.

Menurutnya, pengelolaan fasilitas yang baik akan mendukung kualitas pendidikan. Selain itu, lingkungan yang bersih mencerminkan budaya kerja institusi.

Penguatan Budaya Kampus Berkelanjutan

Program kompos menjadi langkah kecil dengan dampak besar. Namun demikian, langkah tersebut memiliki nilai strategis bagi penguatan kampus berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat karakter mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya belajar ekonomi, tetapi juga belajar tanggung jawab lingkungan.

Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan. Sebaliknya, pendidikan juga diarahkan pada kesadaran sosial dan ekologis.

Program ini juga memperlihatkan bagaimana inovasi sederhana dapat memberi dampak nyata. Oleh karena itu, penguatan budaya lingkungan terus didorong.

FEBI di UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen menghadirkan kampus hijau dan berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi civitas akademika. Pada akhirnya, penguatan nilai keberlanjutan akan menjadi bagian penting budaya kampus.

BARU 2

Lab Bisnis Digital FEBI UIN Surakarta Diresmikan, Dorong Creativepreneur Mahasiswa oleh Dr. Faisal Ali Hasyim

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat inovasi pendidikan. Langkah tersebut diwujudkan melalui peresmian Laboratorium Bisnis Digital.

Peresmian ini dilaksanakan pada 09 April 2026. Acara tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan pembelajaran berbasis praktik.

Laboratorium Bisnis Digital diresmikan oleh Dr. Faisal Ali Hasyim. Beliau merupakan Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM di Kementerian Agama Republik Indonesia.

Peresmian tersebut disaksikan civitas akademika FEBI. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.

Laboratorium ini dirancang untuk mendorong kreativitas mahasiswa. Selain itu, fasilitas ini mendukung penguatan ekosistem bisnis digital di kampus.

Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan ide bisnis inovatif. Oleh karena itu, laboratorium ini menjadi ruang eksplorasi bisnis berbasis teknologi.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga dilatih memahami strategi bisnis digital secara praktis. Dengan demikian, pengalaman belajar menjadi lebih aplikatif.

Program ini sekaligus memperkuat semangat creativepreneur bagi mahasiswa S1 Bisnis Digital. Semangat kewirausahaan kreatif terus didorong melalui berbagai kegiatan akademik.

Sarasehan Penguatan Manajemen Risiko Perguruan Tinggi

Selain peresmian laboratorium, kegiatan juga diisi sarasehan akademik. Tema yang diangkat adalah penguatan manajemen risiko dalam tata kelola perguruan tinggi.

Sarasehan tersebut menyoroti perspektif pengawasan dan integritas kelembagaan. Diskusi berlangsung aktif bersama peserta yang hadir.

Dalam paparannya, Dr. Faisal Ali Hasyim menegaskan pentingnya penguatan tata kelola institusi. Menurutnya, manajemen risiko harus menjadi perhatian utama.

“Penguatan sistem pengawasan sangat penting. Perguruan tinggi harus menjaga integritas dalam setiap kebijakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tata kelola yang baik harus dirancang secara sistematis. Selain itu, risiko organisasi perlu diidentifikasi sejak awal.

Dengan demikian, setiap kebijakan institusi dapat dijalankan secara akuntabel. Oleh sebab itu, penguatan manajemen risiko menjadi kebutuhan strategis.

Diskusi tersebut juga memperkaya perspektif peserta. Banyak gagasan baru muncul selama forum berlangsung.

Penguatan Spirit Creativepreneur Mahasiswa FEBI

Momentum kegiatan ini memberikan inspirasi baru bagi mahasiswa. Khususnya bagi mahasiswa program studi Bisnis Digital.

Melalui fasilitas baru tersebut, mahasiswa didorong menjadi creativepreneur masa depan. Kreativitas bisnis digital menjadi fokus pengembangan.

Selain itu, penguatan kompetensi kewirausahaan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya belajar teori bisnis.

Sebaliknya, mereka juga berlatih mengembangkan model bisnis secara nyata. Dengan demikian, ide usaha dapat diuji secara langsung.

Laboratorium Bisnis Digital diharapkan menjadi pusat inovasi mahasiswa. Fasilitas tersebut mendukung penguatan budaya kewirausahaan di kampus.

Oleh karena itu, FEBI di UIN Raden Mas Said Surakarta terus berkomitmen mencetak lulusan adaptif. Lulusan diharapkan mampu menghadapi tantangan ekonomi digital.

Pada akhirnya, kegiatan ini menunjukkan arah transformasi pendidikan ekonomi Islam. Kampus tidak hanya melahirkan sarjana.

Namun, kampus juga melahirkan generasi creativepreneur yang inovatif dan berintegritas.

BARU 4

Laboratorium Bisnis Digital FEBI UIN Surakarta Resmi Dibuka

Peresmian Laboratorium Bisnis Digital untuk Penguatan Inovasi

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmen terhadap inovasi akademik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Laboratorium Bisnis Digital FEBI. Kegiatan ini digelar pada 09 April 2026.

Peresmian dilakukan langsung oleh Dr. Faisal Ali Hasyim. Beliau merupakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Kementerian Agama Republik Indonesia.

Momentum ini menjadi bagian penting dalam strategi penguatan ekosistem pembelajaran bisnis digital. Selain itu, fasilitas baru tersebut diharapkan memperkuat praktik kewirausahaan mahasiswa.

Laboratorium ini dirancang sebagai ruang eksperimen bisnis berbasis teknologi. Mahasiswa dapat mengembangkan ide usaha digital secara langsung. Dengan demikian, pengalaman belajar tidak hanya bersifat teoritis.

Selanjutnya, laboratorium tersebut juga mendukung penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi ekonomi digital. Hal ini penting karena transformasi digital semakin cepat terjadi. Oleh karena itu, sarana pembelajaran modern sangat dibutuhkan.

Peresmian laboratorium tersebut juga disambut antusias oleh civitas akademika FEBI. Kehadiran fasilitas baru ini diyakini dapat memperkuat budaya inovasi di lingkungan kampus.

Sarasehan Penguatan Manajemen Risiko Perguruan Tinggi

Selain peresmian laboratorium, kegiatan juga diisi sarasehan bertema penguatan manajemen risiko. Tema yang diangkat adalah tata kelola perguruan tinggi keagamaan. Perspektif pengawasan dan integritas menjadi fokus pembahasan utama.

Sarasehan ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Dr. Faisal Ali Hasyim. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan di perguruan tinggi.

Menurutnya, tata kelola yang baik tidak dapat dipisahkan dari manajemen risiko yang matang. Oleh sebab itu, setiap institusi pendidikan perlu memiliki sistem pengendalian yang jelas.

“Penguatan manajemen risiko harus menjadi budaya institusi. Tanpa itu, tata kelola perguruan tinggi sulit berkembang secara berkelanjutan,” ujar Faisal.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa integritas harus menjadi fondasi organisasi. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi dapat terus terjaga.

Sarasehan ini juga membuka ruang diskusi yang aktif. Para peserta tampak terlibat dalam dialog yang konstruktif. Dengan demikian, pemahaman tentang penguatan tata kelola semakin berkembang.

Penguatan Tata Kelola Menuju Perguruan Tinggi Berkelas Dunia

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum akademik. Lebih dari itu, momentum tersebut mempertegas komitmen FEBI dalam penguatan tata kelola institusi.

Upaya penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai program strategis. Salah satunya adalah pengembangan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga terus dilakukan.

Dengan adanya Laboratorium Bisnis Digital, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kreativitas bisnis. Hal ini penting untuk membentuk lulusan yang adaptif terhadap perubahan.

Selain itu, kegiatan sarasehan turut memperkuat kesadaran institusional terhadap manajemen risiko. Kesadaran ini menjadi langkah penting menuju tata kelola kampus yang berintegritas.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, FEBI di UIN Raden Mas Said Surakarta terus bergerak menuju perguruan tinggi berkelas dunia. Komitmen terhadap inovasi dan penguatan tata kelola menjadi fondasi utama.

Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan. Kampus juga menjadi ruang lahirnya gagasan dan transformasi masa depan.

BARU 7

LURIK: Strategi Kepemimpinan Baru Menuju Kampus Berkelas Dunia di Lingkungan FEBI UIN Surakarta

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan tata kelola perguruan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sarasehan bertema penguatan manajemen risiko dalam tata kelola perguruan tinggi keagamaan.

Kegiatan ini diselenggarakan pada 9 April 2026. Acara berlangsung di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta. Sarasehan menghadirkan narasumber inspiratif, yaitu Dr. Faisal Ali Hasyim. Ia merupakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kementerian Agama Republik Indonesia.

Topik utama yang dibahas adalah penguatan manajemen risiko dalam perspektif pengawasan dan integritas. Tema ini dinilai penting bagi pengembangan tata kelola PTKIN. Oleh karena itu, kegiatan tersebut disambut antusias oleh sivitas akademika.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan universitas. Hadir dalam acara tersebut Rektor Prof. Dr. Toto Suharto. Turut hadir pula Wakil Rektor I Dr. H. Zainul Abas. Selain itu, Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan Dr. H. Musta’in Ahmad juga mengikuti kegiatan ini.

Dengan demikian, sarasehan ini menjadi ruang dialog strategis. Diskusi tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang transparan dan berintegritas.

Perspektif Pengawasan dan Integritas

Dalam pemaparannya, Dr. Faisal Ali Hasyim menekankan pentingnya sistem pengawasan yang kuat. Menurutnya, manajemen risiko harus diterapkan secara sistematis. Selain itu, seluruh unit kerja perlu memahami potensi risiko organisasi.

Ia juga menegaskan bahwa tata kelola yang baik harus didukung oleh budaya integritas. Tanpa integritas, penguatan manajemen risiko tidak akan berjalan optimal.

“Manajemen risiko bukan hanya prosedur administrasi. Ia harus menjadi budaya kerja di setiap institusi,” ujar Faisal.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa risiko harus diidentifikasi sejak awal. Setelah itu, mitigasi harus dirancang secara terukur. Oleh sebab itu, setiap pimpinan unit memiliki peran strategis dalam proses tersebut.

Paparan tersebut memberikan wawasan baru bagi peserta. Selain itu, perspektif pengawasan juga dipahami secara lebih komprehensif.

Nilai Kepemimpinan LURIK sebagai Fondasi Penguatan

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Prof. Dr. Toto Suharto memperkenalkan konsep kepemimpinan LURIK. Konsep ini menjadi nilai dasar kepemimpinan di UIN Raden Mas Said Surakarta.

LURIK merupakan akronim dari Loyal, Unggul, Responsif, Inovatif, dan Kolaboratif. Nilai ini menjadi pedoman dalam membangun budaya kerja kampus.

Loyal berarti setia pada visi dan misi universitas. Unggul menekankan orientasi pada kualitas dan prestasi. Responsif berarti cepat menanggapi kebutuhan perubahan.

Selain itu, inovatif mendorong lahirnya ide dan terobosan baru. Sementara itu, kolaboratif menguatkan kerja sama antarunit.

Nilai-nilai tersebut diperkenalkan sebagai fondasi kepemimpinan. Selain itu, konsep ini juga menjadi panduan strategis pengembangan kampus.

Dengan demikian, kegiatan sarasehan ini tidak hanya memperkuat wawasan akademik. Lebih jauh lagi, kegiatan ini memperkuat komitmen bersama dalam membangun tata kelola kampus yang berintegritas.

Melalui kegiatan ini, semangat penguatan manajemen risiko semakin ditegaskan. Selain itu, nilai LURIK juga diharapkan mampu membentuk karakter kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif. Akhirnya, upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis menuju perguruan tinggi yang unggul dan berkelas dunia.

BARU 6

Menuju PTKIN Berkelas Dunia, Dr. Faisal Ali Hasyim Paparkan Penguatan Manajemen Risiko di FEBI UIN Surakarta

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menghadirkan forum akademik strategis.Kegiatan ini berbentuk sarasehan yang membahas tata kelola perguruan tinggi. Sarasehan tersebut mengusung tema penguatan manajemen risiko dalam tata kelola perguruan tinggi keagamaan. Tema ini menekankan pentingnya integritas dan sistem pengawasan yang kuat. Kegiatan ini diselenggarakan pada 9 April 2026. Forum tersebut diikuti sivitas akademika FEBI dengan antusias. Selain itu, sarasehan ini menjadi ruang refleksi bersama. Para peserta diajak memahami pentingnya penguatan sistem tata kelola yang profesional. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat diskusi akademik. Namun juga menjadi langkah strategis menuju tata kelola kampus yang lebih baik. Oleh karena itu, penguatan manajemen risiko menjadi perhatian utama dalam forum ini. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi keagamaan.

Perspektif Pengawasan dan Integritas dalam Penguatan

Sarasehan ini menghadirkan narasumber nasional yang berkompeten. Materi disampaikan oleh Dr. Faisal Ali Hasyim dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Beliau merupakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pengalamannya memberikan perspektif penting dalam pengawasan lembaga. Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan institusi. Pengawasan tersebut harus berjalan beriringan dengan integritas kelembagaan. “Perguruan tinggi keagamaan harus memperkuat manajemen risiko. Langkah ini penting untuk membangun tata kelola yang akuntabel,” ujarnya. Selain itu, ia menjelaskan konsep Good University Governance. Konsep ini menekankan transparansi, akuntabilitas, serta tanggung jawab institusi Selanjutnya, peserta diajak memahami pentingnya budaya integritas. Budaya tersebut harus dibangun secara konsisten di lingkungan kampus. Di sisi lain, pengawasan internal juga harus diperkuat.
Dengan demikian, risiko organisasi dapat dikelola secara lebih efektif.

Penguatan Menuju PTKIN Berkelas Dunia

Sarasehan ini menjadi bagian dari komitmen FEBI dalam meningkatkan kualitas tata kelola. Upaya penguatan dilakukan untuk mendukung transformasi kelembagaan. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kesadaran sivitas akademika tentang manajemen risiko. Kesadaran tersebut penting dalam menghadapi tantangan institusi modern. Lebih lanjut, konsep Good University Governance kembali ditekankan.
Prinsip tersebut diyakini menjadi fondasi perguruan tinggi yang unggul. Menurut narasumber, penguatan tata kelola harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal tersebut diperlukan untuk mewujudkan PTKIN berkelas dunia. “Perguruan tinggi harus mampu menjaga integritas sekaligus meningkatkan profesionalisme,” jelasnya. Oleh sebab itu, sinergi seluruh unsur kampus sangat diperlukan. Mulai dari pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan. Dengan demikian, proses penguatan kelembagaan dapat berjalan secara sistematis. Risiko organisasi pun dapat diantisipasi sejak awal. Pada akhirnya, sarasehan ini memberikan perspektif baru bagi sivitas akademika. Melalui forum ini, semangat penguatan tata kelola diharapkan terus berkembang. Langkah tersebut diharapkan membawa perguruan tinggi menuju reputasi global. Sekaligus mewujudkan PTKIN yang profesional, transparan, dan berintegritas.

WhatsApp Image 2026-04-07 at 15.52.58ppppp;;;;;;;;;

Maufa Cakery Ungkap Rahasia Bangun Bisnis Dessert di Inkubasi FEBI

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar Workshop Inkubasi Bisnis. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 7 April 2026. Aula SBSN Lantai 1 menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Tema kegiatan adalah Shaping Future Entrepreneurs: Akselerasi Startup Mahasiswa melalui Inkubasi Bisnis Kreatif. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem Inkubasi bisnis mahasiswa di lingkungan kampus. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan secara praktis. Mahasiswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Dengan demikian, proses Inkubasi bisnis di lingkungan FEBI semakin diperkuat. Tidak hanya teori yang diperkenalkan kepada peserta. Sebaliknya, pengalaman nyata pelaku usaha juga dibagikan secara langsung. Oleh karena itu, mahasiswa dapat memahami perjalanan membangun usaha dari awal. Selain itu, kegiatan ini juga memperlihatkan komitmen FEBI dalam mencetak entrepreneur muda.

Inkubasi Bisnis melalui Pengalaman Pelaku Usaha

Materi disampaikan oleh Sitti Amirul Ulfah, S.IP. Ia merupakan pelaku usaha dari Maufa Cakery and Bakery. Dalam sesi tersebut, pengalaman memulai bisnis dibagikan kepada peserta. Selain itu, berbagai tantangan dalam membangun usaha juga dijelaskan secara terbuka. Menurut Sitti Amirul Ulfah, perjalanan bisnis tidak selalu berjalan mudah. Namun demikian, semangat dan konsistensi harus terus dijaga oleh pelaku usaha. “Bisnis tidak hanya tentang keuntungan, tetapi tentang keberanian memulai dan bertahan,” ujar Sitti Amirul Ulfah. Ia menegaskan bahwa banyak tantangan dihadapi saat merintis usaha cake dan bakery. Namun demikian, setiap tantangan dapat menjadi proses pembelajaran penting. Karena itu, pendekatan Inkubasi bisnis sangat membantu calon entrepreneur. Melalui proses Inkubasi, ide bisnis dapat berkembang secara lebih terarah. Selain itu, mahasiswa juga diajak memahami realitas dunia usaha.

Inspirasi Inkubasi bagi Startup Mahasiswa FEBI

Materi yang disampaikan memberikan inspirasi baru bagi mahasiswa. Peserta tidak hanya memahami teori kewirausahaan. Sebaliknya, mereka juga belajar dari pengalaman nyata seorang pelaku usaha. Selain itu, diskusi interaktif juga dilakukan selama sesi berlangsung. Mahasiswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan terkait pengembangan bisnis. Dengan demikian, pemahaman tentang Inkubasi bisnis semakin diperkuat. Selain itu, mahasiswa juga mulai melihat peluang di sektor kuliner. Bidang cake, bakery, dan snackery dinilai memiliki potensi besar. Oleh sebab itu, mahasiswa didorong untuk mengembangkan ide usaha mereka. Selanjutnya, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara kampus dan dunia usaha. Pada akhirnya, program Inkubasi di FEBI diharapkan melahirkan lebih banyak startup mahasiswa. Melalui kegiatan ini, semangat kewirausahaan di lingkungan kampus terus tumbuh.

ooooooooooooooooo

Praktisi Startup MR EPPLE Bimbing Mahasiswa FEBI Bangun Bisnis melalui Inkubasi

Workshop Inkubasi Dorong Startup Mahasiswa Berkembang

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar Workshop Inkubasi Bisnis. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 7 April 2026. Aula SBSN Lantai 1 dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Tema yang diangkat adalah Shaping Future Entrepreneurs: Akselerasi Startup Mahasiswa melalui Inkubasi Bisnis Kreatif. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem Inkubasi bisnis mahasiswa di lingkungan kampus. Mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain itu, diskusi interaktif juga terlihat sepanjang sesi kegiatan. Dengan demikian, proses Inkubasi bisnis mahasiswa dapat berjalan lebih terarah. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan yang praktis. Tidak hanya teori bisnis yang diperkenalkan kepada peserta. Sebaliknya, pengalaman nyata dari praktisi bisnis juga dibagikan secara langsung. Oleh karena itu, mahasiswa dapat memahami dinamika dunia startup sejak dini.

Inkubasi Bisnis dan Konsep Struktur 4 Kaki Meja

Materi utama disampaikan oleh Marcellino Radiktya Kesdu. Ia merupakan Co-Founder sekaligus CMO dari MR EPPLE. Dalam sesi tersebut, konsep dasar Inkubasi bisnis dijelaskan secara komprehensif. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan konsep Struktur 4 Kaki Meja dalam bisnis. Konsep ini menggambarkan fondasi utama dalam membangun usaha. Menurut Marcellino, struktur bisnis harus disusun secara kuat dan seimbang. “Bisnis yang kuat harus memiliki fondasi yang jelas dan terstruktur,” ujar Marcellino. Ia menegaskan bahwa banyak startup gagal karena struktur bisnis belum dipahami. Oleh sebab itu, pendekatan Inkubasi bisnis sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan fungsi Business Model Canvas atau BMC. Alat ini digunakan untuk memetakan model bisnis secara sederhana. Dengan demikian, strategi bisnis dapat dirancang secara lebih sistematis.

Memahami Fungsi BMC dalam Proses Inkubasi

Dalam pemaparannya, Marcellino menjelaskan berbagai fungsi penting BMC. Pertama, BMC membantu memetakan struktur bisnis secara jelas. Selain itu, proses perencanaan bisnis dapat dilakukan dengan lebih mudah. Tidak hanya itu, kelemahan bisnis juga dapat diidentifikasi sejak awal. Dengan demikian, pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih tepat. Selain itu, komunikasi bisnis dengan stakeholder menjadi lebih efektif. Karena itu, BMC sering digunakan dalam proses Inkubasi startup. Pendekatan ini membuat strategi bisnis lebih mudah dipahami oleh tim. Selanjutnya, mahasiswa juga diajak menganalisis ide bisnis mereka sendiri. Melalui proses tersebut, pemahaman tentang Inkubasi semakin diperkuat. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan melahirkan entrepreneur muda yang adaptif. Lebih dari itu, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat budaya inovasi mahasiswa. Dengan adanya program Inkubasi, startup mahasiswa diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan.

FEBI UIN Surakarta Siapkan Prodi Doktoral Ekonomi

Langkah Strategis FEBI UIN Surakarta Menuju Prodi Doktoral Ekonomi

Sukoharjo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi menyepakati rencana pembukaan Program Studi S3 Ekonomi Syariah pada Selasa, 7 April 2026. Keputusan besar ini diambil melalui Focus Group Discussion (FGD) intensif yang melibatkan seluruh jajaran pengelola prodi dan dosen ahli. Langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan publik terhadap pendidikan tinggi yang lebih fokus pada pengembangan teori ekonomi syariah. Oleh karena itu, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualifikasi doktor telah dipetakan secara matang untuk mendukung operasional program. Melalui inisiatif ini, institusi berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi ekosistem akademik di Indonesia. Anda tentu bisa membayangkan betapa krusialnya kehadiran pakar-pakar baru dalam memperkuat identitas ekonomi Islam di masa depan.

Persiapan Matang Program Doktoral Ekonomi

Rencana pembukaan program Doktoral Ekonomi ini juga didukung oleh infrastruktur dan sarana prasarana yang sedang terus disempurnakan. Berbagai masukan strategis muncul dari para profesor mengenai penentuan konsentrasi studi, seperti industri halal dan kebijakan publik syariah. Hal ini dilakukan agar lulusan nantinya memiliki daya saing yang kuat saat berhadapan dengan alumni perguruan tinggi umum lainnya. “Program doktor ini harus berorientasi pada pengembangan teori sekaligus menjawab tantangan industri halal global,” ungkap Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.S.i. Sejalan dengan hal tersebut, kunjungan langsung atau benchmarking ke kampus-kampus besar seperti UNS dan UII segera direncanakan. Strategi ini diambil untuk memastikan bahwa kurikulum yang disusun nantinya benar-benar memiliki keunggulan kompetitif yang berbeda.

Sinergi Akademik dalam Doktoral Ekonomi Syariah

Selanjutnya, distribusi dosen dan keberlanjutan proses pembelajaran menjadi aspek teknis yang sangat diperhatikan dalam diskusi tersebut. Kerja sama kolektif dari seluruh pelayan akademik fakultas sangat dibutuhkan untuk mewujudkan visi besar ini secara konsisten. Di sisi lain, potensi pasar yang besar dari lulusan magister menunjukkan bahwa minat melanjutkan studi ke jenjang S3 semakin meningkat. Akhirnya, seluruh rangkaian acara FGD ditutup secara resmi oleh Dr. Arif Muanas, M.Si. pada pukul 16.00 WIB dengan rasa optimisme yang tinggi. Kemudian, draf usulan program studi akan segera diajukan ke Kementerian Agama guna mendapatkan legalitas formal operasional. Harapannya, program Doktoral Ekonomi ini mampu melahirkan inovator-inovator handal yang mampu membawa ekonomi syariah Indonesia ke kancah internasional.

fgd febi uin surakarta

Langkah Strategis FEBI UIN Surakarta Menuju Pendirian Prodi Doktoral Ekonomi

SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sedang mengukir sejarah baru. Sebuah langkah besar diambil melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) studi kelayakan. Agenda krusial ini dilaksanakan di Pendapi Mangkunegaran FEBI pada Senin, 6 April 2026. Fokus utama pertemuan ini adalah persiapan pembukaan program studi doktoral ekonomi syariah. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pakar ekonomi Islam di Indonesia. Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh tokoh kunci dengan visi yang selaras. Sinergi ini dirancang untuk menciptakan standar kualitas pendidikan yang mumpuni.

Diskusi ini dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Beliau memaparkan berbagai peluang dan tantangan dalam mendirikan prodi baru tersebut. Selain itu, hadir pula tokoh-tokoh penting di lingkungan universitas dan para pakar. Prof. Dr. Usman Abu Bakar, MA, selaku tokoh senior turut memberikan masukan. Wakil Rektor 1, Prof. Dr. Zainul Abbas, M.Ag, juga memberikan arahan strategis. Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Islah Gusmian, S.Ag., M.Ag., memberikan pandangan mengenai standar pascasarjana. Dukungan penuh pun diberikan oleh para senator serta jajaran Guru Besar FEBI. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan sumber daya manusia sudah sangat matang. Dokumen studi kelayakan diperiksa secara teliti oleh para ahli yang hadir.

Evaluasi Mendalam Persyaratan Program Doktoral Ekonomi

Persyaratan administratif dan akademik dibahas secara tuntas dalam sesi diskusi tersebut. Kelayakan tenaga pengajar menjadi poin utama yang disoroti oleh para senator universitas. Pasalnya, program doktoral memerlukan kualifikasi dosen yang memiliki reputasi riset global. “Pembukaan prodi ini adalah mandat untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah,” tutur Prof. Rahmawan Arifin. Beliau menegaskan bahwa arah dan fokus prodi harus ditentukan sejak awal. Oleh karena itu, kurikulum yang disusun harus relevan dengan tantangan zaman. Inovasi riset pun didorong agar mampu menembus jurnal bereputasi dunia. Calon mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang sangat eksklusif.

Selanjutnya, transisi pembahasan beralih pada pembentukan tim teknis penyusun proposal. Tim ini akan bertanggung jawab dalam proses pengajuan izin ke kementerian. Selain itu, infrastruktur riset pendukung mulai dipetakan kekuatannya oleh fakultas. Hal ini dilakukan agar riset mahasiswa memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Proses validasi data studi kelayakan dilakukan dengan melibatkan masukan dari para praktisi. Dengan demikian, profil lulusan yang dihasilkan akan sangat kompetitif di pasar kerja. Atmosfer akademik di Pendapi Mangkunegaran menambah kekhidmatan proses perencanaan besar ini.

Kontribusi Akademik bagi Pengembangan Ekonomi Islam

FEBI berkomitmen untuk menjadi pusat rujukan studi ekonomi Islam di tingkat nasional. Pendirian program pascasarjana ini merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap umat. Sejalan dengan itu, riset-riset inovatif akan lahir dari tangan para kandidat doktor nantinya. Dampaknya akan dirasakan langsung melalui kebijakan ekonomi yang lebih berkeadilan dan syar’i. Dukungan doa bagi kelancaran proses perizinan ini diharapkan mengalir dari masyarakat. Meskipun tantangan birokrasi cukup besar, tim pengembang tetap bekerja secara konsisten. Penyesuaian regulasi terbaru dari kementerian selalu dipantau dengan sangat saksama.

Di sisi lain, penguatan jejaring alumni juga menjadi bagian dari strategi pengembangan prodi. Masukan dari para guru besar digunakan sebagai landasan filosofis pembentukan visi misi. Komitmen ini diperkuat dengan penyediaan beasiswa riset bagi mahasiswa berprestasi ke depannya. Tata kelola program studi akan dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Sinergi antara teori dan praktik akan menjadi ciri khas utama dari program ini. Pada akhirnya, keberhasilan ini adalah kemenangan bagi seluruh civitas akademika UIN Surakarta. Perjalanan menuju keunggulan akademik yang berkelanjutan harus dikawal secara bersama.

Menyongsong Era Baru Pendidikan Tinggi di Surakarta

Langkah awal ini merupakan bukti nyata dedikasi FEBI bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Persiapan yang matang akan membuahkan hasil yang maksimal di masa depan nanti. Setiap detail masukan dari para senator dicatat sebagai bahan perbaikan dokumen. Akhirnya, visi menjadi pusat studi ekonomi Islam dunia semakin mendekati kenyataan. Perkembangan informasi mengenai prodi baru ini dapat terus diikuti secara berkala. Kehadiran program tingkat lanjut ini akan membawa marwah baru bagi universitas. Setiap upaya yang dilakukan diharapkan mendapat keberkahan dan kemudahan. Masa depan ekonomi umat yang lebih gemilang dibangun melalui pendidikan berkualitas.