Menuju Kampus Unggul, FEBI UIN Surakarta Gelar Evaluasi Pembelajaran

Menuju Kampus Unggul, FEBI UIN Surakarta Gelar Evaluasi Pembelajaran

SURAKARTA – Kualitas pendidikan tinggi yang prima tidak hadir begitu saja, melainkan dibentuk melalui komitmen dan proses yang berkelanjutan. Guna mewujudkan standar mutu yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan krusial ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Aula Gedung A. Melalui forum ini, seluruh civitas akademika diajak untuk melihat kembali pencapaian dan tantangan selama satu semester terakhir.

Langkah strategis ini sejalan dengan visi besar pemangku kebijakan pusat demi kemajuan mutu pendidikan Islam nasional. Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar menekankan bahwa pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas sebagai ilmuwan, tetapi juga berkarakter sebagai intelektual, cendekiawan yang berakhlak mulia, dan mampu bersaing secara global. Arahan tersebut direspon cepat oleh fakultas melalui penguatan sistem pembelajaran yang bermutu tinggi.

Transformasi Mutu Melalui Evaluasi Pembelajaran

Pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh Ketua Gugus Kendali Mutu (GKM) FEBI, Mufti Arief Arfiansyah. Seluruh dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta turut dihadirkan untuk menyelaraskan visi akademik. Dalam pemaparannya, evaluasi pembelajaran dijadikan sebagai instrumen strategis untuk memetakan capaian sekaligus merumuskan solusi atas kendala perkuliahan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dosen sangat menentukan arah perbaikan mutu ke depan. Langkah ini menegaskan bahwa kualitas lulusan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dikawal ketat.

Mendengar Suara Mahasiswa Lewat EDOM

Selain memaparkan data internal, forum ini juga mengupas tuntas form Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM). Melalui EDOM, kritik serta saran konstruktif dari mahasiswa selama satu semester dibahas secara mendalam. Hal ini membuktikan bahwa aspirasi mahasiswa sangat didengar untuk membawa perubahan nyata. “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melihat capaian pembelajaran kita,” ujar Mufti Arfiansyah di sela-sela acara. Ungkapan langsung tersebut menegaskan komitmen fakultas dalam merespons umpan balik secara adaptif.

Budaya Mutu untuk Kemajuan Bersama

Selanjutnya, hasil evaluasi ini akan dijadikan acuan utama dalam menyusun strategi perkuliahan pada semester berikutnya. FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen menciptakan ruang belajar yang lebih efektif, adaptif, dan berdampak luas. Dengan demikian, program evaluasi pembelajaran bukan lagi sekadar rutinitas formal di atas kertas. Sebaliknya, agenda ini diposisikan sebagai jangkar utama dalam meningkatkan kepuasan belajar mahasiswa secara menyeluruh. Peningkatan fasilitas dan metode mengajar akan terus dioptimalkan secara bertahap.

Sebab, mutu akademik bukanlah sebuah target akhir yang statis. Budaya mutu harus terus dijaga dan ditingkatkan bersama oleh seluruh elemen fakultas. Melalui langkah evaluatif ini, FEBI bersiap melangkah lebih jauh untuk mencetak generasi unggul yang siap bersaing. Mari bersama-sama mengawal momentum pertumbuhan ini demi masa depan pendidikan yang lebih gemilang.

Kontribusi-FEBI-UIN-Surakarta-di-Sensus-Ekonomi-2026

Kontribusi Nyata FEBI dalam Sensus Ekonomi 2026

Sukoharjo – Pelaksanaan Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Sukoharjo resmi dicanangkan oleh Bupati Etik Suryani. Sivitas akademika FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta turut mengambil peran aktif dalam agenda ini. Keterlibatan tersebut menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menyediakan data yang berkualitas. Oleh karena itu, kesiapan institusi dalam mendukung pembangunan nasional berbasis data terbukti sangat matang. Anda tentu memahami bahwa akurasi data finansial sangat menentukan arah masa depan kita semua.

Peran Strategis Mahasiswa dan Dosen Kampus

Sejumlah mahasiswa FEBI dipercaya sebagai petugas lapangan untuk menghimpun data pelaku usaha secara langsung. Selain itu, tiga dosen kompeten ditugaskan menjadi pemeriksa guna menjamin validitas hasil pencacahan. Sinergi penting ini dilakukan untuk menyelaraskan teori akademik dengan realitas dinamis di lapangan kerja. “Partisipasi ini melatih mahasiswa berpikir deduktif dalam memetakan fenomena ekonomi riil,” tegas pihak manajemen fakultas. Selanjutnya, pengalaman berharga tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan daya saing lulusan di pasar global.

Sinergi Berkelanjutan Demi Pembangunan Daerah

Kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga pemerintah diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang. Kemudian, data hasil Sensus Ekonomi tersebut akan digunakan sebagai acuan dasar perencanaan kebijakan publik. Di sisi lain, peningkatan literasi data di kalangan muda menjadi target krusial yang dicapai. Pengetahuan praktis ini sangat dibutuhkan agar mahasiswa mampu merancang solusi logis bagi tantangan masyarakat. Akhirnya, langkah deduktif dari ruang kelas menuju pengabdian masyarakat berhasil diwujudkan dengan penuh komitmen.

sukses-gelar-seminar-nasional-milad-kspm-ke-11-febi-uin-surakarta-kupas-strategi-investasi-syariah-global (1)

Sukses Gelar Seminar Nasional, Milad KSPM ke-11 FEBI UIN Surakarta Kupas Strategi Investasi Syariah Global

Sukoharjo – Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Seminar Nasional Pasar Modal Syariah pada Kamis, 4 Juni 2026. Agenda besar yang bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 ini diselenggarakan sekaligus untuk merayakan Milad KSPM yang ke-11. Mengusung tema ketangguhan portofolio di tengah dinamika geopolitik global, acara ini berhasil menarik antusiasme ratusan investor muda dan masyarakat umum. Penguatan literasi finansial berbasis syariah dinilai menjadi urgensi utama bagi masa depan penguatan ekonomi nasional. Anda tentu dapat merasakan bagaimana fluktuasi pasar global saat ini menuntut kita semua untuk lebih cerdas dalam mengelola aset finansial. Melalui forum akademik ini, fakultas berkomitmen penuh menyediakan wadah edukasi guna mencetak investor domestik yang tangguh dan bijak.

Edukasi Finansial dan Kompetisi Nasional Milad KSPM

Sesi diskusi menghadirkan para pakar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta PT Indo Premier Sekuritas. Strategi taktis dipaparkan oleh para narasumber untuk membantu peserta memahami cara mitigasi risiko di tengah tingginya volatilitas pasar dunia. “Masyarakat tidak perlu panik karena peluang investasi syariah tetap terbuka luas selama kita paham profil risiko sendiri,” jelas salah satu pemateri. Sejalan dengan perayaan Milad KSPM, acara ini juga dimeriahkan oleh rangkaian kompetisi bergengsi seperti Capital Market Olympic dan Sharia Trading Competition. Berbagai perlombaan tingkat nasional tersebut sengaja diadakan untuk mengasah kemampuan analisis teknikal serta keterampilan praktik para mahasiswa secara riil. Oleh karena itu, sinergi teori kampus dan dinamika industri pasar modal dapat terjalin secara lebih adaptif serta berkesinambungan.

Refleksi Sebelas Tahun Mengedukasi Investor Muda

Puncak dari seluruh rangkaian perayaan ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh jajaran pengelola fakultas dan pengurus organisasi. Seremoni khidmat tersebut dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas dedikasi tiada henti yang telah diukir selama sebelas tahun berjalan. Selanjutnya, evaluasi berkala akan terus dilakukan oleh pihak manajemen FEBI guna meningkatkan kualitas program inklusi keuangan di masa mendatang. Di sisi lain, pembentukan mentalitas investor jangka panjang diharapkan mampu memperkecil dampak negatif dari isu resesi ekonomi global. Langkah konkret ini dipandang sangat efektif untuk menjaring potensi talenta muda berbakat di bidang pasar modal syariah secara nasional. Akhirnya, sesi foto bersama seluruh peserta menjadi penutup manis yang mengabadikan komitmen kolektif menuju kemandirian finansial generasi muda Indonesia.

Visiting Lecturer FEBI UIN Surakarta Kupas Perbankan Turki

Visiting Lecturer FEBI UIN Surakarta Kupas Perbankan Turki

SURAKARTA, 11 Juni 2026 – Era baru industri keuangan syariah global kini tengah mengalami transformasi besar yang sangat krusial untuk dipahami bersama. Guna menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta secara proaktif menggelar sebuah program akademik internasional. Kegiatan akademis yang dikemas dalam bentuk visiting lecturer ini menghadirkan pakar ekonomi Islam dari Sakarya University Turki, Dr. Aam Slamet Rusydiana. Kegiatan ini dilaksanakan di Hybrid Smart Classroom Lantai 2 FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Sesi 3 ini dilaksanakan pukul 13.00-15.00 WIB yang diikuti oleh seluruh mahasiswa FEBI baik secara langsung maupun melalui zoom meeting. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata kampus dalam memperluas cakrawala berpikir kita semua terkait arsitektur keuangan dunia. Melalui forum ini, seluruh civitas akademika diajak untuk memahami bagaimana nilai historis dan inovasi modern berpadu memperkuat stabilitas ekonomi umat.

Transformasi Perbankan Partisipasi di Turki

Data terbaru per Januari 2026 menunjukkan bahwa total aset perbankan partisipasi di Turki telah menembus angka TRY 4,49 Triliun. Pencapaian luar biasa ini merepresentasikan lonjakan pangsa pasar yang tumbuh dua kali lipat sejak 2017 hingga mencapai 8,9%. Menanggapi fenomena tersebut, Dr. Aam Slamet Rusydiana menegaskan pentingnya menangkap momentum pertumbuhan ini secara cermat. “Pertumbuhan masif perbankan partisipasi di Turki harus dijadikan rujukan berharga untuk mempercepat penetrasi pasar keuangan syariah global,” ujarnya di hadapan peserta. Kerja sama internasional yang diwujudkan melalui agenda visiting lecturer ini diharapkan mampu memantik ide-ide segar bagi pengembangan riset mahasiswa dan dosen. Integrasi model bisnis yang adaptif dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika pasar global yang terus berubah.

Netralitas Hukum dan Kunci Sukses Inovasi

Keberhasilan Turki tidak terlepas dari keunikan regulasi mereka yang sepenuhnya terintegrasi dalam kerangka hukum perbankan sekuler. Istilah ‘Islam’ atau ‘Syariah’ secara sengaja dihindari dalam regulasi resmi demi menjaga netralitas hukum dan sosial di negara tersebut. Kendati demikian, mekanisme operasionalnya tetap murni menggunakan sistem bagi hasil dan pembiayaan berbasis aset riil tanpa bunga. Praktik bisnis yang beretika ini dijalankan secara konsisten guna memastikan keselarasan penuh dengan prinsip-prinsip syariat Islam universal. Model pendekatan yang unik ini dibedah secara mendalam agar dapat diadopsi dalam konteks penguatan industri keuangan syariah di tanah air. Dengan demikian, pemahaman komprehensif mengenai strategi regulasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing global institusi keuangan lokal kita.

Akselerasi Digitalisasi Keuangan Syariah Global

Inovasi perbankan di Turki kini telah digerakkan secara masif oleh kehadiran bank digital baru sejak tahun 2023 lalu. Sektor ini mencatatkan jejak digital yang mengagumkan dengan total 8,37 juta pengguna aktif perbankan digital saat ini. Kita dipaksa untuk melihat bahwa transformasi teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak peradaban modern. Oleh karena itu, materi mengenai digitalisasi keuangan ini menjadi topik yang paling hangat didiskusikan oleh para peserta. Melalui penguasaan teknologi finansial, peluang emas untuk memperkecil kesenjangan inklusi serta literasi keuangan di masyarakat terbuka semakin lebar. Pengalaman berharga dari transformasi digital Turki ini memberikan gambaran konkret mengenai arah masa depan industri yang akan kita hadapi.

Menutup Celah Literasi Masa Depan

Meskipun pertumbuhan aset tercatat sangat kuat, industri keuangan Turki rupanya masih menghadapi tantangan berupa celah literasi sebesar 40%. Sebagian masyarakat di sana diidentifikasi masih membutuhkan penguatan pemahaman teknis mengenai mekanisme produk keuangan bebas bunga. Kondisi serupa juga menjadi refleksi bersama bagi kita yang mendambakan ekosistem ekonomi syariah yang mapan di Indonesia. Melalui penyelenggaraan program visiting lecturer ini, FEBI UIN Raden Mas Said terus berupaya mencetak generasi yang literate. Pengetahuan teoretis dan praktis yang diperoleh dari diskusi ini diharapkan dapat disebarluaskan demi kemaslahatan masyarakat yang lebih luas. Pada akhirnya, kontribusi aktif dari institusi pendidikan menjadi pilar utama dalam membangun fondasi ekonomi umat yang kokoh dan berkelanjutan.

Dr. Aam Slamet Rusydiana Kawal Review Kurikulum OBE Ekonomi Islam di FEBI UIN Surakarta

Dr. Aam Slamet Rusydiana Kawal Review Kurikulum OBE Ekonomi Islam di FEBI UIN Surakarta

SURAKARTA, 11 Juni 2026Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memantapkan langkah menuju internasionalisasi. Upaya strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Review Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk delapan mata kuliah kajian ekonomi Islam. Langkah besar tersebut diambil guna merespons tantangan global sekaligus memperkuat identitas institusi di ranah akademik internasional. Kegiatan penting ini menghadirkan pakar ekonomi Islam terkemuka, Dr. Aam Slamet Rusydiana, sebagai narasumber utama. Diskusi hangat yang berlangsung di ruang rapat pimpinan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, ketua program studi dan dosen FEBI UIN Surakarta.

Membangun Ketangguhan Akademik Melalui Review Kurikulum

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahawan Arifin, M.Si., menekankan pentingnya membangun daya tahan akademik (academic resilience) pada diri mahasiswa. Menurut beliau, proses pembelajaran di kampus perlu dirancang secara menantang agar mahasiswa terbiasa berpikir kritis dan ilmiah. Melalui implementasi hasil review kurikulum ini, program pembelajaran pada semester mendatang akan mulai mengangkat tema-tema ekonomi klasik. “Proses pembelajaran perlu dirancang tidak hanya untuk menghasilkan lulusan yang menguasai teori dan konsep,” ujar Prof. Rahawan. Dengan demikian, fondasi keilmuan Anda sebagai bagian dari komunitas akademik akan menjadi semakin kaya dan relevan.

Dr. Aam Slamet Rusydiana Dorong Penguatan Distingsi dan Branding Lokal

Pembahasan selanjutnya menitikberatkan pada pentingnya membangun diferensiasi akademik yang kuat bagi fakultas. Terkait hal ini, Dr. Aam Slamet Rusydiana memberikan pandangan strategisnya mengenai identitas lembaga. Beliau menegaskan bahwa setiap perguruan tinggi keagamaan Islam harus memiliki keunikan yang menjadi pembeda utama. “Setiap perguruan tinggi perlu memiliki keunggulan yang menjadi ciri khas dan pembeda dengan institusi lain,” papar Dr. Aam. Oleh karena itu, kurikulum baru dirancang agar mampu merumuskan identitas akademik yang kuat dan mudah dikenali.

Mengangkat Kearifan Lokal Ekonomi Islam Nusantara ke Dunia Internasional

Selain pembeda kelembagaan, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen mengembangkan kajian yang berakar pada kearifan lokal. Sistem bagi hasil tradisional dan praktik ekonomi berbasis komunitas dinilai layak diangkat menjadi keunggulan akademik. Langkah glokalisasi ini diharapkan mampu menghubungkan nilai-nilai lokal Nusantara dengan perspektif global yang diakui dunia. Menurut Dr. Aam, kajian bertema sejarah peradaban Islam di Nusantara masih relatif sedikit diteliti oleh akademisi. Melalui sinergi ini, sivitas akademika FEBI diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkaya khazanah literatur ekonomi Islam dunia.

Peluang Kolaborasi Global dan Sertifikasi Profesional bagi Lulusan

Sebagai langkah nyata internasionalisasi, jejaring akademik akan terus diperluas ke berbagai negara seperti Malaysia dan Turki. Peluang studi lanjut dan program beasiswa parsial kini tengah diinisiasi bersama BAZNAS untuk meningkatkan kapasitas SDM. Di sisi lain, penguatan kompetensi lulusan juga dilakukan melalui sertifikasi profesional yang diakui oleh BNSP. Indikator pemeringkatan dunia seperti Times Higher Education (THE) turut dijadikan sebagai standar mutu internasional. Akhirnya, ekosistem riset yang berkelanjutan antara dosen dan mahasiswa akan tercipta dengan sangat baik di lingkungan kampus.

Dr. Aam Slamet Rusdiyana Bedah Strategi Riset Top 2% Dunia di FEBI UIN Surakarta

Dr. Aam Slamet Rusdiyana Bedah Strategi Riset Top 2% Dunia di Visiting Lecturer FEBI UIN Surakarta

SURAKARTA – Agenda akademik internasional diawali dengan kegiatan visiting lecturer 2026 yang dilaksanakan di Hybrid Smart Classroom Lantai 2 FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan hari Kamis, 11 Juni 2026 pukul 09.00-10.30 WIB yang diikuti oleh seluruh dosen FEBI baik secara langsung maupun melalui zoom meeting. Kegiatan strategis ini bertujuan untuk merumuskan ulang strategi publikasi global. Kampus kini tidak lagi sekadar mengejar kuantitas artikel ilmiah. Melalui evaluasi Stanford/Elsevier Top 2% Scientist Rankings, FEBI berkomitmen menggeser fokus menuju dampak ilmiah yang terukur. Langkah besar ini diambil agar setiap karya ilmiah mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dunia. Kesadaran kelompok ini membawa angin segar bagi ekosistem akademik Indonesia yang sering kali terjebak dalam perangkap volume publikasi.

Strategi Mengoptimalkan Efek Akademis Lewat Program Visiting Lecturer

Sebagai bagian dari implementasi visi baru tersebut, institusi mengintegrasikan pendekatan ini ke dalam agenda akademik internasional. Salah satu program yang diakselerasi adalah kegiatan visiting lecturer yang melibatkan jaringan peneliti global. Melalui kolaborasi ini, para dosen didorong untuk memahami formula composite indicator ($c-score$) yang mengukur dampak sitasi secara akurat. Poin penting yang dikejar bukan lagi seberapa banyak artikel yang terbit, melainkan seberapa besar kontribusi tulisan tersebut. Perubahan haluan ini memaksa para akademisi untuk lebih selektif dalam memilih topik riset yang relevan. Dengan demikian, kualitas output penelitian institusi secara otomatis akan meningkat ke level yang jauh lebih tinggi.

“Akselerasi sitasi sejatinya dapat dicapai melalui kolaborasi yang bertindak sebagai mekanisme pertumbuhan algoritmik,” ujar Dr. Aam Slamet Rusdiyana, peneliti dari Department of Islamic Economics and Finance, Sakarya University, Turki selaku narasumber ahli. “Kerja sama strategis dalam agenda visiting lecture ini akan memperluas jaringan pembaca melalui proses silang budaya akademik global.”

Menata Rekam Jejak Digital dan Kolaborasi Peneliti Dunia

Langkah taktis berikutnya berfokus pada pembenahan identitas digital para peneliti di platform global seperti Scopus dan ORCID. Konsistensi nama dan afiliasi institusi merupakan hal krusial agar data sitasi terekam dengan akurat tanpa kekeliruan. Selain itu, skema penulisan juga diatur secara strategis dengan memprioritaskan posisi First Author atau Last Author. Kolaborasi dengan peneliti bereputasi tinggi dirancang sebagai mekanisme pertumbuhan algoritmik untuk memperluas jangkauan pembaca lintas negara. Hasil riset kemudian diamplifikasi melalui platform open access guna menghilangkan hambatan akses bagi masyarakat luas.

Parameter Evaluasi Transisi Paradigma Riset Baru

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, manajemen FEBI secara ketat membedakan parameter evaluasi antara pendekatan lama yang didorong oleh volume publikasi semata dengan pendekatan baru yang berbasis pada dampak. Pada paradigma lama, keberhasilan peneliti diukur hanya berdasarkan kuantitas artikel di sembarang jurnal tanpa memedulikan bobot peran penulis. Sebaliknya, tata kelola riset yang baru kini mengutamakan kualitas, kecepatan sitasi ($c-score$), serta posisi strategis penulis seperti First Author atau Last Author. Proses diseminasi pun tidak lagi dianggap selesai setelah jurnal berhasil diterbitkan, melainkan dilanjutkan dengan publikasi terbuka untuk memastikan kebermanfaatan ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas.

Gandeng Dr. Leny Noviani, FEBI UIN Raden Mas Said Rancang Kurikulum Berbasis OBE

Gandeng Dr. Leny Noviani, FEBI UIN Raden Mas Said Rancang Kurikulum Berbasis OBE

KARANGANYARFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta telah sukses menggelar Workshop Kurikulum Implementasi Outcome-Based Education (OBE) pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ngargoyoso, Karanganyar yang diikuti oleh seluruh dosen FEBI. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk respons nyata terhadap kebutuhan dunia kerja yang terus bergerak dinamis. Sebagai pilar penting kampus, kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi global menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar lagi. Melalui kegiatan ini, arah baru akademik dirancang demi memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi unggul yang diakui secara internasional.

Standardisasi Kurikulum Berbasis Capaian

Penerapan metode pembelajaran yang relevan harus disesuaikan dengan regulasi terbaru, termasuk Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Kebijakan ini menegaskan bahwa standarisasi kompetensi lulusan wajib mencakup kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terukur. Oleh karena itu, rekonstruksi kurikulum prodi di lingkungan FEBI dilakukan secara menyeluruh guna menyelaraskan materi kuliah dengan profil lulusan yang diidamkan. Dengan adanya pembaruan ini, pengalaman belajar mahasiswa akan diarahkan pada penguasaan keahlian praktis dan konseptual yang mendalam. Keterlibatan aktif seluruh civitas akademika sangat dibutuhkan agar visi besar ini dapat dieksekusi dengan matang.

Sinergi Industri dalam Kurikulum OBE

Langkah adaptif FEBI ini didukung penuh oleh pakar pengembang akademik nasional demi mencapai hasil yang optimal. Dr. Leny Noviani, S.Pd., M.Si., hadir sebagai narasumber utama untuk mengawal jalannya perancangan peta pembelajaran baru ini. Beliau menegaskan pentingnya keterkaitan erat antara proses perkuliahan di kelas dengan realitas kebutuhan di dunia industri luar kampus. “Formulasi penataan kurikulum masa kini harus melibatkan pemangku kepentingan dan dunia usaha agar lulusan kita langsung terserap kerja,” ujar Dr. Leny Noviani saat memberikan pemaparan materi. Pernyataan tersebut memperkuat komitmen fakultas untuk memperluas jejaring kemitraan strategis dengan berbagai sektor korporasi maupun lembaga keuangan Islam.

Metode Interaktif dan Pembelajaran Berbasis Proyek

Selanjutnya, pergeseran paradigma edukasi ini menuntut adanya pembaruan pada rencana pembelajaran semester yang digunakan oleh dosen. Berbagai metode pembelajaran interaktif seperti studi kasus dan pembelajaran berbasis proyek akan mulai diterapkan secara intensif. Model pembelajaran tersebut dipilih karena terbukti efektif dalam mengasah kemampuan berpikir kritis serta pemecahan masalah mahasiswa. Di samping itu, modalitas belajar yang fleksibel juga disediakan guna memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi terbaik mereka. Dinamika ruang kelas pun akan diubah menjadi lebih inklusif, kolaboratif, dan menyenangkan.

Masa Depan Lulusan FEBI di Era Global

Pada akhirnya, segala upaya restrukturisasi ini bermuara pada kesuksesan karir masa depan para alumni di masyarakat. Evaluasi berkala terhadap pelaksanaan kurikulum baru ini akan terus dijalankan secara konsisten oleh pihak manajemen fakultas. Melalui evaluasi tersebut, mutu dan relevansi pendidikan di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta akan selalu terjaga di level tertinggi. Mahasiswa dipersiapkan untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan juga penggerak ekonomi syariah yang mandiri.

140 Sivitas Akademika FEBI UIN Surakarta Sepakati Deklarasi Ngargoyoso

140 Sivitas Akademika FEBI UIN Surakarta Sepakati Deklarasi Ngargoyoso

KARANGANYAR — Sebuah momentum bersejarah baru saja diukir oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Sebanyak 140 sivitas akademika berkumpul di Ngargoyoso, Karanganyar pada Kamis, 4 Juni 2026. Mereka secara resmi menandatangani Deklarasi Ngargoyoso dalam agenda Academic Retreat. Komitmen bersama ini diambil untuk membawa perubahan besar pada sistem pendidikan dan tata kelola kampus. Fakultas berharap langkah ini akan melahirkan generasi lulusan yang jauh lebih kompeten.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons nyata terhadap tuntutan dunia kerja global saat ini. Oleh karena itu, sistem pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE) akan diterapkan secara penuh di seluruh program studi. Melalui sistem ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas saja. Struktur kurikulum akan dirancang agar mahasiswa dapat langsung menguasai keterampilan praktis yang dibutuhkan industri. Pendidikan yang berkualitas dan relevan kini menjadi fokus utama yang terus diupayakan oleh pihak dekanat.

Transformasi Pendidikan Melalui Deklarasi Ngargoyoso

Selain reformasi kurikulum, tata kelola organisasi yang bersih juga menjadi poin krusial dalam agenda ini. Roda organisasi FEBI kini resmi dijalankan menuju Pembangunan Zona Integritas (ZI). Kampus ini juga ditargetkan menjadi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Transformasi ini dilakukan demi menciptakan lingkungan akademik yang transparan, akuntabel, dan bebas dari segala bentuk penyelewengan. Dengan demikian, kenyamanan dan hak-hak akademis mahasiswa akan selalu menjadi prioritas utama.

“Deklarasi Ngargoyoso ini adalah manifestasi nyata dari semangat kolektif kami untuk bertransformasi,” ujar perwakilan pimpinan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. “Kami tidak hanya ingin mencetak lulusan yang cerdas secara akademik. Lebih dari itu, kami berkomitmen melahirkan generasi yang berintegritas tinggi melalui sistem OBE dan ZI-WBK.”

Selanjutnya, penandatanganan komitmen ini diharapkan dapat segera diikuti dengan aksi nyata di lapangan. Seluruh dosen dan tenaga kependidikan secara bertahap akan mengimplementasikan poin-poin kesepakatan tersebut. Dukungan dari masyarakat dan mahasiswa tentu sangat dibutuhkan agar visi besar ini dapat berjalan dengan lancar. Pada akhirnya, gerakan ini akan membawa FEBI UIN Surakarta menjadi rujukan kampus Islam yang unggul dan berintegritas.

FEBI Resmi Terima Surat Penunjukan Rektor Jadi Pilot Project ZI WBK

FEBI Resmi Terima Surat Penunjukan Rektor Jadi Pilot Project ZI WBK

KARANGANYARFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi mengemban amanah besar demi kemajuan institusi. Berdasarkan Surat Rektor Nomor B-2932/Un.20/B.II/6/2026, FEBI telah ditunjuk menjadi unit kerja Pilot Project Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2027. Penetapan ini diserahkan langsung oleh Kepala Biro AUPK, Dr. Musta’in Ahmad, sebagai langkah awal akselerasi reformasi birokrasi di kampus. Penyerahan surat ini dilaksankan di Ngargoyoso, Karanganyar pada hari Kamis, 4 Juni 2026. Seluruh civitas akademika kini diajak untuk terlibat aktif mendukung program strategis nasional ini.

Komitmen Bersama dalam Pilot Project Pembangunan Zona Integritas

Amanah ini disambut baik oleh internal fakultas sebagai peluang emas untuk meningkatkan mutu layanan publik. Dalam sambutannya, Dr. Musta’in Ahmad menyampaikan apresiasi mendalam kepada FEBI yang siap menjadi motor penggerak perubahan. Perubahan pola pikir (mindset) aparatur sipil negara ditegaskan oleh beliau harus dimulai dari meja kerja masing-masing individu. Oleh karena itu, sinergi yang solid dari jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa sangat dibutuhkan.

Dampak Positif Layanan Digital bagi Mahasiswa dan Masyarakat

“Kita tidak boleh menolak birokrasi, melainkan harus mewujudkan tata kelola yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima.” ujar Dr. Musta’in Ahmad.

Selanjutnya, orientasi utama dari reformasi ini diarahkan sepenuhnya pada kemudahan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada sektor umum, program pendampingan UMKM yang selama ini berjalan akan terus dioptimalkan oleh pihak fakultas. Sementara itu, pelayanan khusus mahasiswa ditingkatkan melalui penyediaan fasilitas kelas digital yang modern dan efisien. Melalui inovasi digital tersebut, urusan administrasi mahasiswa dan tenaga kependidikan dapat dipermudah secara signifikan. Pada akhirnya, standar pelayanan yang berintegritas, prima, dan profesional siap dihadirkan di setiap lini.

Prof. Rahmawan Arifin Beri Arahan Program OBE dan WBK dalam Academic Retreat FEBI

Prof. Rahmawan Arifin Beri Pengantar Program dalam Academic Retreat FEBI

KARANGANYARFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta membuat langkah besar. Fakultas terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Langkah strategis ini diawali melalui kegiatan Academic Retreat di Ngargoyoso, Karanganyar, pada Kamis (5/6/2026). Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran dosen dan tenaga kependidikan. Pengantar program yang jelas menjadi fondasi utama dalam pertemuan ini. Melalui agenda tersebut, sinergi akademik di lingkungan kampus akan diperkuat secara nyata.

Implementasi Kurikulum OBE dan Zona Integritas

Agenda utama kegiatan ini berfokus pada dua pilar penting. Pilar tersebut adalah kurikulum Outcome Based Education (OBE) dan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Kurikulum OBE diterapkan untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan industri. Sementara itu, WBK diintegrasikan untuk menjaga tata kelola kampus yang bersih. Kolaborasi aktif sangat dibutuhkan demi mewujudkan target besar ini. Oleh karena itu, seluruh civitas akademika dilibatkan secara langsung dalam proses transformasi.

Pengantar Program dari Dekan FEBI

Dalam sambutannya, Prof. Rahmawan Arifin selaku Dekan FEBI menegaskan pentingnya komitmen bersama. Beliau menyampaikan bahwa perubahan tata kelola harus didukung oleh semua pihak. “Kita harus bergerak bersama demi masa depan mahasiswa kita,” ujar Prof. Rahmawan. Pengantar program ini diharapkan mampu menjadi kompas bagi pengembangan fakultas ke depan. Selaras dengan hal itu, rencana aksi nyata segera disusun oleh tim kerja. Evaluasi berkala juga akan dilakukan agar target capaian tetap berada pada jalurnya.

“Kita harus bergerak bersama demi masa depan mahasiswa kita.” — Prof. Rahmawan Arifin, Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Dampak Positif bagi Mahasiswa dan Masyarakat

Dampak dari transformasi ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Kualitas lulusan FEBI dipastikan akan semakin meningkat dan berdaya saing global. Selain itu, transparansi pelayanan publik di lingkungan kampus akan semakin terjaga. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan Islam ini tentu akan semakin kuat. Dengan demikian, FEBI UIN Raden Mas Said siap mencetak generasi unggul yang berintegritas tinggi.