Sidang Senat Terbuka dalam Rangka Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. H. Purwanto, M.Pd

Sidang Senat Terbuka Institut Agama Islam Negeri Surakarta dalam rangka Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. H. Purwanto, M.Pd., telah dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Juni 2019, bertempat di Gedung Graha IAIN Surakarta. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB. Beliau merupakan profesor keempat di IAIN Surakarta. Di acara pengukuhan ini Prof. Dr. H. Purwanto, M.Pd menyampaikann pidatonya yang berjudul “Pengaruh Bentuk Tes Formatif dan Kemampuan Berpikir Terhadap Hasil Belajar”.

“Pengaruh bentuk tes formatif terhadap hasil belajar tergantung kemampuan berpikir. Mahasiswa memperoleh skor hasil belajar tertentu karena mempunyai kemapuan berpikir tertentu dan memperoleh bentuk tes formatif tertentu. Mahasiswa yang mempunyai kemampuan berpikir divergen memperoleh keuntungan karena mendapatkan tes formatif berbentuk esai, dan  memperoleh kerugian dengan memperoleh tes formatif berbentuk objektif. Sebaliknya, mahasiswa yang mempunyai kemampuan berpikir kovergen, memperoleh keuntungan ketika mendapatkan tes formatif berbentuk objektif dan memperoleh kerugian ketika memperoleh tes formatif berbentuk esai. Dalam situasi kelas dengan mahasiswa yang mempunyai kemampuan berpikir yang heterogen, penggunaan kedua bentuk tes dapat memberikan keadilan dalam testing.” Ungkap Prof. Dr. H. Purwanto, M.Pd dalam pidato pengukuhannya.

Masih menurutnya bentuk tes formatif yang diberikan merupakan lingkungan di mana individu mengembangkan potensinya. Dalam tugasnya memberikan pelayanan yang bervariasi menurut kebutuhan individu pesertanya, maka penggunaan bentuk tes esai dan objektif secara bersama akan mengungkapkan aspek yang lebih kaya dan keadilan kepada semua individu yang memiliki kemampuan berpikir berlainan.

Dosen FEBI IAIN Surakarta Berpartisipasi dalam Penelitian pada Konferensi Internasional LAPE-FINEST 2019

Limoges, (14/6/2019) Datien Eriska Utami, seorang mahasiswa PhD dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, melakukan penelitian pada Sekolah Musim Panas LAPE OPTBANK 2019 di bidang Perbankan dan Keuangan yang diselenggarakan di Université de Limoges, Limoges, Prancis pada tanggal 3 hingga 14 Juni 2019.

Sebagai salah satu dari enam mahasiswa PhD yang terpilih dari enam universitas mitra di Indonesia, Datien berkesempatan untuk memperdalam pengetahuannya tentang kerentanan perbankan dan keuangan serta perbankan dan keuangan empiris dari para pakar internasional di bidang tersebut.

Selain itu, Datien juga mempresentasikan topik penelitiannya di hadapan para pakar internasional dalam bidang perbankan dan keuangan pada konferensi internasional LAPE-FINEST 2019 yang diadakan selama dua minggu. Konferensi tersebut membahas tema “Bank Kinerja Bank dan Stabilitas Keuangan” dan dihadiri oleh para akademisi internasional yang berspesialisasi dalam perbankan dan keuangan.

Dengan pengalamannya di Sekolah Musim Panas LAPE OPTBANK 2019 dan konferensi internasional LAPE-FINEST 2019, Datien berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, khususnya dalam bidang perbankan dan keuangan.

Dosen FEBI IAIN Surakarta Berikan Pengabdian kepada Masyarakat pada Sekolah Musim Panas LAPE OPTBANK 2019 di Prancis

Limoges (11/6/2019), Datien Eriska Utami, mahasiswa PhD dari FEBI IAIN Surakarta, melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui presentasi hasil penelitiannya pada Sekolah Musim Panas LAPE OPTBANK 2019 dan konferensi internasional LAPE-FINEST 2019 di Prancis. Dia memaparkan topik kerentanan perbankan dan keuangan serta perbankan dan keuangan empiris di hadapan para pakar internasional dan memberikan solusi untuk membantu masyarakat mengatasi permasalahan perbankan dan keuangan.

Sekolah musim panas ini bertujuan untuk meningkatkan eksposur internasional bagi mahasiswa PhD Indonesia dan mempresentasikan topik-topik penting dan kontemporer di bidang perbankan dan keuangan. Datien dan lima mahasiswa PhD lainnya yang dipilih dari enam universitas mitra di Indonesia mengikuti program ini dan memperoleh kesempatan untuk belajar dari para pakar internasional di bidang perbankan dan keuangan.

Selama dua minggu, Datien dan para mahasiswa PhD lainnya juga berpartisipasi dalam konferensi internasional, yaitu Lokakarya LAPE-FINEST 2019 yang membahas tema “Bank Kinerja Bank dan Stabilitas Keuangan” yang dihadiri oleh para akademisi internasional yang berspesialisasi dalam perbankan dan keuangan.

Dalam program ini, Datien memberikan pengabdian kepada masyarakat dengan membagikan hasil penelitiannya mengenai kerentanan perbankan dan keuangan serta perbankan dan keuangan empiris. Ia memaparkan penelitiannya di hadapan para pakar internasional dalam bidang tersebut, serta memberikan solusi yang mampu membantu masyarakat mengatasi permasalahan perbankan dan keuangan.

Datien berharap pengalamannya dalam Sekolah Musim Panas LAPE OPTBANK 2019 dan konferensi internasional LAPE-FINEST 2019 dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, khususnya dalam bidang perbankan dan keuangan, serta bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka

Seluruh Dosen dan Pegawai FEBI mengikuti Halal bi Halal di Kampus IAIN Surakarta

Senin, 10 Juni 2019 merupakan hari pertama masuk kerja selepas libur hari raya Idul Fitri 1440 H. Masih dalam suasana Syawal, moment ini diisi dengan kegiatan Pembinaan dan Halal bi Halal seluruh pegawai di lingkungan IAIN Surakarta.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Sdr. Wildan yang melantunkan QS. Al Hujurat : 13. Hikmah yang tersirat dari ayat tersebut mengajarkan kita untuk saling bersilaturahmi, mengenal, memahami, dan bekerjasama agar di IAIN Surakarta tercipta suasana kerja yang kondusif dan nyaman sehingga meningkatkan kinerja kita sebagai seorang abdi Negara.

Hal senada diungkapkan oleh Rektor IAIN Surakarta, Prof. Dr. Mudhofir, S.Ag., M.Pd. Hari ini adalah rahmat yang diberikan Allah kepada kita, karena masa lalu sudah menjadi sejarah yang tak akan bisa diulang, dan masa esok adalah sebuah misteri yang kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi. Oleh karena itu, dengan acara ini diharapkan kita dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan dengan cara meningkatkan kesantunan kita dalam berkomunikasi, khususnya dalam penggunaan media sosial.

Ketua Senat IAIN Surakarta Prof. Dr. Nashruddin Baidan dalam sambutannya mengingatkan tentang hari ini dan hari esok harus lebih baik daripada hari-hari kemarin, dimana selama sebulan penuh kita telah ditempa di bulan Ramadhan. Sebagai seorang abid kita harus senantiasa mendekatkan diri pada-Nya. Sebagai seorang pegawai IAIN Surakarta kita harus meningkatkan kinerja secara profesional. Karena Allah yang akan menilai pekerjaan kita.

Acara inti berupa tausiyah disampaikan oleh KH. Ahmad Sukahir Mustofa, M.Ag. Da’i yang merdu mendendangkan lagu dan bersholawat tersebut menyentuh pertanyaan dasar dalam kehidupan kita, “dari mana, mengapa, dan mau kemana hidup kita sebagai manusia?” Acara juga dimeriahkan oleh alunan musik yang dibawakan oleh Pak Kuncoro CS. Di akhir acara dibacakan ikrar  halal bi halal oleh Drs. Sukirman, M.Ag. yang ditirukan oleh semua yag hadir pada acara tersebut.

Selamat, Tiga Dosen FEBI mendapatkan Sertifikat Keahlian sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek PAsar Modal

FEBI News| Dosen FEBI IAIN Surakarta mendapatkan Sertifikat Keahlian Sebagai Broker Dealer Representative Pasar Modal dari The Indonesia Capital Market Institute (TICMI), sertifikat ini diberikan kepada tiga dosen FEBI IAIN Surakarta yaitu Zakky Fahma Auliya, SE, MM., drh. Ika Yoga, SE., MM., dan Fitri Laela Wijayati, SE, M.Si.Ak., Sertifikat secara resmi diberikan pada tanggal 26 November 2022 setelah sepekan sebelumnya mengikuti pelatihan intensif dari penyelenggara.

Melansir data dari laman https://ticmi.co.id/, The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) adalah sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan profesi pasar modal yang didirikan oleh Perhimpunan Pendidikan Pasar Modal Indonesia (P3MI). Pada tanggal 10 November 2015, TICMI secara resmi bergabung dengan PT Indonesian Capital Market Electronic Library (ICaMEL) yang sekaligus menjadi anak perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (SRO’s). TICMI bertekad untuk menjadi penyelenggara pendidikan dan pelatihan profesi pasar modal terkemuka yang diakui secara nasional dan internasional.

TICMI merupakan satu-satunya lembaga pendidikan dan pelatihan pasar modal yang sekaligus menyelenggarakan ujian sertifikasi profesi pasar modal di Indonesia. Seluruh lulusan TICMI diharapkan dapat membantu menciptakan dan mengembangkan pasar modal yang dinamis.

Ramadhan Ceria Bersama IKAFEBI

Dalam rangka pengabdian masyarakat, IKAFEBI adakan kegiatan Ramadhan Ceria bersama anak-anak TPA di Masjid Hidayatul Ummah, Colomadu, Karanganyar pada Jumat, 31 Mei 2019. Acara ini terselenggara berkat peran dan antusiasme masyarakat sekitar dan Takmir Masjid yang memberikan dukungan penuh.

Acara inti dalam kegiatan ini adalah mendongeng yang disampaikan oleh kak Firman, yang juga merupakan alumni IAIN Surakarta. Totalitasnya dalam mendongeng membuat anak-anak sangat antusias dan bahagia. Terlihat betul bagaimana keceriaan mereka dalam mengikuti kegiatan. Tawa mereka yang lepas sungguh kebahagiaan tersendiri bagi IKAFEBI.

Tujuan dari kegiatan ini ialah bagaimana menanamkan akhlak yang mulia dengan cara bercerita/berdongeng yang tentu saja lebih cepat diterima dan mudah dipahami oleh anak anak. Kegiatan mendongeng  sukses mengajarkan kepada anak-anak contoh akhlak yang Islami dengan cara yang menyenangkan. Dengan membuka cakrawala berfikir anak, berimajinasi dengan luas, meneladani tanpa merasa digurui.

Komarudin (Ketua Takmir) mengharapkan agar IKAFEBI di lain kesempatan bisa memberikan kegiatan yang mendidik lainnya bagi  anak- anak dan masyarakat  sekitar. kegiatan yang positif seperti ini semoga tetap berlanjut sehingga IKAFEBI  turut berkontribusi dalam mencetak generasi Islam yang berakhlak mulia.

Indofood perkuat lini bisnis di tahun 2019

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Masyarakat Indonesia terbukti masih menggemari produk mi instan bermerk Indomie. Produk dari Indofood tersebut nyatanya masih mendulang sukses di periode semester I-2019.

Lihat saja kinerja PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang mencetak pertumbuhan pendapatan 8,73% pada kuartal pertama tahun ini menjadi Rp 19,17 triliun. Atau naik periode sama tahun dari sebelumnya Rp 17,63 triliun. Bahkan, laba bersih INDF meningkat 13,5% menjadi Rp 1,35 triliun dari sebelumnya Rp 1,19 triliun

Berdasarkan laporan keuangan INDF kuartal I-2019 pendapatan terbesar Indofood masih berasal dari produk konsumen bermerek yang mencapai total Rp 10,75 triliun. Penjualan segmen ini tumbuh 13,28% jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu yang mencapai Rp 9,49 triliun.

Penjualan Bogasari kepada pelanggan eksternal pun naik 15,91% menjadi Rp 4,59 triliun. Segmen agribisnis mencatat kenaikan penjualan kepada pelanggan eksternal sebesar 3,70% menjadi Rp 2,80 triliun dari sebelumnya Rp 2,70 triliun. Sedangkan pendapatan distribusi INDF turun menjadi Rp 1,03 triliun dari sebelumnya Rp 1,48 triliun.

Menurut Fransiscus Welirang, Direktur Indofood Sukses Makmur kebutuhan bahan baku terigu untuk mi instan naik 8% dalam periode Januari hingga Mei 2019. “Bila kebutuhan terigu naik maka bisa dipastikan produksi mi instan ikut naik,” kata Franky, Jumat (24/5).

Demi menyesuaikan kebutuhan grup maupun kebutuhan luar, INDF juga menambah kapasitas terpasang produksi tepung terigu di pabrik Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rencananya INDF juga membangun fasilitas produksi di Cibitung, Jawa Barat.

Untuk fasilitas produksi tepung terigu yang berada di Tanjung Priok terdapat tiga line yang ditingkatkan kapasitasnya. Franky menjelaskan ada pengantian mesin lama

sehingga terdapat penambahan 1.200 ton per hari untuk penggilingan. “Saat ini sudah dua line berjalan, untuk line ketiga akhir tahun ini akan berproduksi,” tambahnya. Sayangnya untuk nilai investasi belum dibeberkan.

Saat ini INDF ini juga dalam tahap membangun pabrik tepung terigu di Cibitung. Fransiskus menuturkan pemasangan tiang pancang sudah selesai dan diperkirakan pembangunan pabrik selesai pada akhir tahun depan. Nantinya akan ada tambahan kapasitas produksi 1.500 ton per hari.

Kapasitas produksi tepung terigu grup Indofood sekitar 3,1 juta ton per tahun. “Kami juga akan meningkatkan kapasitas produksi pasta di Tanjung Priok,” katanya. Hanya saja tidak disebutkan kapasitas produksinya.

Meski demikian Indofood tak mau menggantungkan kinerja hanya dari produk mi instan saja. Menurutnya saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku industri makanan dan juga minuman.

Franky menilai, perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat tak berdampak bagi industri Indofood, sebab umumnya industri di Indonesia sudah mampu menyesuaikan dengan daya beli masyarakat yang dinamis. “Manusia itu tinggal menyesuaikan daya beli dan industri harus sesuaikan daya beli tersebut. Saya kira kita tidak perlu khawatir,” tambahnya.

Oleh karena itu, Indofood berencana akan melanjutkan berbagai strategi dan inisiatif inovasi yang dijalankan. Hal ini mengingat ada perubahan pola konsumsi masyarakat, perubahan teknologi dan sistem perdagangan Indonesia yang berubah. “Oleh karena itu kami perlu inovasi agar tidak ketinggalan,” katanya.

Franky menambahkan inovasi yang dilakukan mulai dari manajemen sistem distribusi, mengelola sisi keamanan produk, serta menambah portfolio produk makanan yang mempunyai kadar gizi baik. “Ke depannya makin banyak tuntutan dari konsumen. Kami harus siap untuk bisa menyesuaikan dengan tuntutan tersebut,” pungkasnya.

Sekedar info, anak usaha Salim Group lain yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencetak pertumbuhan penjualan neto konsolidasi 13,92% pada kuartal pertama tahun ini menjadi Rp 11,26 triliun dari kuartal pertama tahun lalu Rp 8,8 triliun. Didominasi oleh produk mi instan sebesar Rp 7,45 triliun. Atau naik dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 6,55 triliun Bahkan, laba usaha ICBP meningkat 14,04% menjadi Rp 1,96 triliun dari sebelumnya Rp 1,72 triliun.

Emiten konsumer yang memiliki lebih dari 40 merek produk ini mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tumbuh 10,2% secara tahunan menjadi Rp 1,34 triliun dari Rp 1,21 triliun di 2018

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/indofood-perkuat-lini-bisnis-di-tahun-2019

Terjadi fraud di bisnis asuransi umum, pelaku usaha lapor ke polisi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Persoalan fraud pada lini bisnis perjalanan yang tengah dihadapi perusahaan asuransi umum masih berlanjut. Terbaru, kasus hukum ini masih berada di Kepolisian.

Sebelumnya kasus ini telah dilaporkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sebagai perwakilan dari 14 perusahaan asuransi terdampak. Direktur Eksekutif AAUI Dody AS Dalimunthe menyebut kasus ini mencuat pada 2018 lalu, awalnya hanya ada 12 perusahaan yang mengadu.

Setelah ditelusuri total perusahaan yang mengalami fraud pada produk asuransi perjalanan ada 14 perusahaan seperti MNC Insurance, Adira Insurance, dan MSIG Insurance.

Fraud yang disebutkan oleh AAUI, betul produk asuransi perjalanan dan kejadiannya beberapa kali. AAUI bersama perusahaan yang kena melaporkan ke Bareskim. Saat ini kasus hukumnya masih di Bareskrim,” ujar President Director MNC Insurance Sylvy Setiawan kepada Kontan.co.id pada Jumat (24/5).

Ia mengaku kerugian tidak terlalu besar, walaupun terdapat beberapa orang terduga pelaku fraud ini. Sylvia memperkirakan total kerugian hampir Rp 100 juta.

Sylvy menyebut MNC Insurance menangkap dengan bukti yang kuat bahwa terdapat oknum yang membeli travel insurance ke MNC. Lalu Ia melaporkan bahwa barang bermerek seperti tas dan dompet dicopet saat melancong keluar negeri.

Lanjut Sylvy, agar meyakinkan pihak asuransi, oknum ini surat keterangan polisi. Namun setelah ditelusuri, MNC Insurance berhasil membuktikan bahwa surat keterangan ini palsu.

Dody mengakui perusahaan asuransi rawan terhadap tidak kecurangan atau fraud. Oleh sebab itu, asosiasi bersama anggota siap melawan aksi dari sekelompok orang tidak bertanggung jawab ini.

Terdapat tiga lini bisnis yang menghadapi fraud yakni asuransi perjalanan, asuransi perkapalan atau marine baik pengangkutan maupun rangka kapal, hingga kendaraan bermotor.

Adapun modus yang dilakukan pelaku kecurangan untuk lini bisnis perjalanan adalah memperbesar biaya di rumah sakit. Ia bilang oknum ini bekerja sama dengan pihak rumah sakit maupun aparat setempat. Selain itu, juga memperbesar biaya atas kehilangan barang dengan melampirkan struk produk asli namun barang yang hilang merupakan barang tiruan.

Sedangkan modus pada pada lini marine, tertanggung sengaja menenggelamkan kapal namun menyatakan kerusakan karena badai. Ada juga yang memanipulasi surat kelayakan berlayar dan usia kapal. Pada lini kendaraan bermotor melakukan kecelakaan dengan sengaja dengan menggunakan komponen murah, namun dengan klaim dengan komponen yang mahal.

“Angkanya kerugiannya, untuk asuransi perjalanan itu nilai pertanggungannya kecil tapi berulang bisa mencapai ratusan juta. Namun untuk rangka kapal kan itu mahal jadi bisa miliaran. Fraud ini mengganggu karena pelakunya sama berupa keluarga atau kelompok yang saling mengenal. Misal pada marine, si A tertanggung menggunakan si B sebagai kuasa hukum, di perusahaan lain pertanggungannya B tapi kuasa hukumnya si A,” papar Dody.

AAUI tegas menyatakan akan lawan aksi fraud ini. Dody menyatakan asosiasi sudah koordinasi dengan pihak kepolisian, dalam waktu dekat juga kan melakukan penandatanganan nota kesepahaman.

Guna memperkecil celah pelaku fraud, AAUI juga akan terus mengembangkan AAUI Checking layaknya Bank Indonesia (BI) Checking. AAUI Checking berisikan daftar negatif dari tertanggung atau nasabah, bengkel, klinik, rumah sakit, dan agen.

Daftar ini dihimpun oleh anggota asosiasi dan dapat digunakan oleh anggota sebagai peringatan awal dalam memilih calon nasabah atau tertanggung. Sehingga kecurangan atau fraud bisa dicegah sedini mungkin.

Meski mengalami fraud pada produk perjalanan, bisnis asuransi kecelakaan diri masih tumbuh. Data AAUI mencatatkan hingga kuartal pertama 2019 terdapat pertumbuhan asuransi kecelakaan sebesar 13,9% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 456,19 miliar. Adapun posisi yang sama tahun lalu Rp 400,63 miliar.

Adapun klaim pada lini bisnis ini tumbuh 18,8% dari Rp 135,11 miliar menjadi Rp 160,55 miliar.

sumber: https://keuangan.kontan.co.id/news/terjadi-fraud-di-bisnis-asuransi-umum-pelaku-usaha-lapor-ke-polisi

Buka Bersama Galeri Investasi Syariah FEBI IAIN Surakarta dengan BEI

Kamis (23 Mei 2019). Bursa Efek Indonesia KP 2 Surakarta mengundang seluruh Galeri Investasi se-Solo Raya untuk Buka Bersama di Hotel Sahid Jaya. Pada kegiatan ini, Galeri Investasi Syariah (GIS) FEBI IAIN Surakarta turut menjadi tamu undangan. Hadir sebagai perwakilan GIS FEBI IAIN Surakarta, Bapak Helmi Haris, Bapak Zakky Fahma A sebagai pengurus GIS, dan Bastian (KSPM FEBI IAIN Surakarta). Acara ini diinisiasi oleh BEI KP 2 Surakarta untuk mempererat tali silaturahmi antara BEI dengan Galeri Investasi se-Solo Raya.

Kegiatan ini dilakukan rutin setiap tahunnya, dalam acara ini galer investasi se-solo raya saling bertukar informasi dan strategi untuk bersama-sama mengeduasi masyarakat tentang pasar modal.  Khusus pada tahun ini, karena ada lomba 10 days challenge-lomba open account terbanyak dalam 10 hari- dimana pada periode pertama Galeri Investasi se- Solo Raya bisa menempatkan 3 Galeri Investasinya pada 10 besar nasional, maka acara buka bersama ini juga bersama-sama membuat strategi supaya pada periode selanjutnya bisa semakin baik.

Acara ini cukup memberikan wadah komunikasi antar Galeri Investasi dan BEI menjadi semakin baik. Diharapkan acara-acara mendatang bisa memberikan kontribusi pada semakin baiknya edukasi pasar modal khususnya pada mahasiswa, umunya pada masyarakat se-Solo Raya. Sehingga akan menyukseskan program “Yuk Nabung Saham”.

Wakaf Al-Qur’an di Yayasan Majelis Ta’lim Nurul Huda

Sukoharjo, 21/05/2019 HMJ Perbankan Syariah mengadakan kegiatan wakaf Al-qur’an yang bertempat di Yayasan Majelis Ta’lim Nurul Huda. Kegiatan ini diadakan oleh HMJ perbankan Syariah setiap tahunnya. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menjalin tali silaturahmi antara pengurus HMJ Perbankan Syariah dengan anak-anak di Yayasan Majlis Ta’lim Nurul Huda.
Acara dimulai pada pukul 10.30 WIB, kegiatan berjalan dengan lancar dan Bapak Cahyo sebagai pengurus Yayasan Nurul Huda mengucapkan terima kasih kepada HMJ PBS yang telah memberikan Al-qur’an semoga dapat bermanfaat bagi murid -murid, dan mereka dapat menyelesaikan hafalan Al-qur’an nya dengan baik dan tepat waktu.