Rapat Persiapan Visitasi Akreditasi Prodi Perbankan Syariah

[ngg src=”galleries” ids=”7″ display=”basic_slideshow”]

Surakarta, 16 Juli 2019 di ruang baca Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dilakukan Rapat Persiapan Visitasi Jurusan Perbankan Syariah. Rapat tersebut dihadiri oleh Dekan FEBI, Wakil Dekan 1 dan Wakil Dekan 2, Kajur Perbankan Syariah, dan Dosen serta Staf yang terlibat dalam penyusunan borang akreditasi Jurusan Perbankan Syariah.

Akreditasi merupakan proses penilaian dan evaluasi yang dilakukan oleh tim asesor BAN PT terhadap penyelenggaraan Perguruan Tinggi. Hal ini dilakukan guna menjamin mutu atas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Hasil akhir penilaian atas akreditasi menentukan status akreditasi yang sangat diperlukan oleh berbagai pihak. Standarisasi penilaian yang dilakukan oleh pemerintah tersebut memberikan kemudahan bagi pihak internal untuk publikasi kepada masyarakat tentang kualitas Perguruan Tinggi. Bagi pihak eksternal diperlukan oleh calon mahasiswa, perusahaan atau bursa kerja, organisasi penyandang dana, dst.

Jurusan Perbankan Syariah pada tahun 2019 akan divisitasi oleh tim asesor BAN PT. Oleh karena itu diperlukan rapat persiapan visitasi untuk melakukan evaluasi internal persiapan visitasi tersebut. Dalam rapat tersebut disampaikan evaluasi kekurangan-kekurangan data yang perlu dipersiapkan dari masing-masing penanggungjawab. Untuk mendukung suksesnya akreditasi Jurusan Perbankan Syariah diperlukan kerjasama antar semua stakeholder Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam termasuk para alumni, pengguna lulusan, tim web, biro skripsi, akademik FEBI, dll.

Guna memaksimalkan penilaian persiapan visitasi, maka akan dilakukan simulasi oleh internal Jurusan Perbankan syariah bersama dengan Lembaga Penjamin Mutu IAIN Surakarta yang akan dilakukan pekan depan. Dengan berbagai persiapan dan usaha maksimal yang telah dilakukan, diharapkan akan mendapatkan penilaian maksimal dari tim asesor dan Jurusan Perbankan Syariah terakreditasi “A”. (DN)

Inilah lima visi Jokowi lima tahun ke depan

KONTAN.CO.ID – Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato Sentul bertajuk Visi Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Minggu malam (14/7). Ini pidato pertama Jokowi setelah ditetapkan sebagai presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan visi lima program yang akan ia jalankan dalam lima tahun mendatang.

Pertama, melanjutkan pembangunan infrastruktur. Kata Jokowi, infrastruktur besar telah dibangun. Ke depan akan dilanjutkan dengan lebih cepat.

Bukan itu saja, pemerintah akan menyambungkan infrastruktur tersebut dengan dengan kawasan produksi rakyat, kawasan industri kecil, kawasan ekonomi khusus dan juga kawasan pariwisata, agar efek ekonominya besar.

“Arahnya kesana, fokusnya ke sana,” kata Jokowi seperti ditayangkan Kompas TV.

Kedua, Jokowi akan memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).Menurutnya, pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan.

“Titik awal membangun SDM dimulai dari menjamin ksehetan ibu hamil. Jangan ada stunting, jangan ada kematian bayi yang meningkat,” ujar Jokowi.

Selain itu, kualitas pendidikan juga akan ditingkatkan. Jokowi juga menjanjikan untuk membangun lembaga manajemen talenta Indonesia.

Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, dan dukungan bagi mereka yang memiliki talenta. “Kita akan mengelola talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global,” kata Jokowi.

Ketiga, pemerintah akan mengundang investasi seluas-luasnya, dalam rangka membuka lapangan kerja sebesar-besarnya. Jokowi meminta jangan alergi dengan investasi karena dengan cara ini lapangan kerja akan terbuka.

Untuk itu, Jokowi menjanjikan akan memangkas hambatan investasi, seperti perizinan yang berbelit apalagi yang ada punglinya.

“Hati-hati ke depan, saya pastikan akan saya kejar. Akan saya kontrol, akan cek. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi, karena ini adalah kunci pembuka lapangan kerja yang seluasnya,” tandasnya.

Keempat, melanjutkan reformasi birokrasi. Jokowi ingin birokrasi menjadi lebih sederhana agar semakin lincah. “Ini juga hati-hati, kalau pola pikir birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas,” imbuhnya.

Kelima, penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Menurut Jokowi, setiap rupiah yang keluar dari APBN harus bisa memberi manfaat ekonomi, manfaat bagi rakyat dan kesejahteraan masyarakat.

Namun, jokowi mengingatkan, mimpi-mimpi besar akan terwujud jika kita bersatu dan optimistis. “Persatuan dan kesatuan harus terus kita perkuat. hanya dengan bersatu kita akan disegani bangsa lain di dunia,” ujarnya.

sumber: https://nasional.kontan.co.id/news/inilah-lima-visi-jokowi-lima-tahun-ke-depan

Ikhtiar Maqashid Syariah dalam Analisa Pembiayaan

Analisa pembiayaan seringkali dipandang oleh masyarakat, terutama nasabah, sekedar untuk kepentingan bisnis bank semata. Namun jika kita telaah lebih jauh, ini menjadi ikhtiar bagi bank syariah untuk memenuhi dan menjaga maqashid syariah, yg menjadi ruh akad syar’i dalam bank syariah. Menurut al-Fasi maqashid syariah adalah: tujuan atau rahasia Allah dalam setiap hukum syariat-Nya. Menurut ar-Risuni, tujuan yang ingin dicapai oleh syariat untuk mereaalisasikan kemaslahatan hamba. Dan Syatibi mendefinisikan maqashid syariah dari kaidah berikut: “Sesungguhnya syariah bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat”.
Dari beberapa definisi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan utama syariah adalah kemaslahatan umat manusia. Tidak satupun hukum Allah yang tidak mempunyai tujuan, dan tujuan syariat tersebut tidak lain adalah untuk kemaslahatan makhluqNya. Pengertian inilah yang akhirnya menjadikan para ahli ekonomi Islam merumuskan tujuan utama ekonomi Islam adalah kemaslahatan, atau yang sering disebut dengan “Falah”.
Lebih lanjut Imam Asy-Syatibi menjelaskan ada 5 (lima) bentuk maqashid syariah atau yang disebut dengan kulliyat al-khamsah (lima prisip umum). Kelima maqashid tersebut yaitu: 1. Hifdzu ad-diin (melindungi agama), 2. Hifdzu an-nafs (melindungi jiwa), 3. Hifdzu al-aql (melindungi pikiran), 4. Hifdzu al-maal (melindungi harta), 5. Hifdzu an-nasl (melindungi keturunan). Adapun penerapan prinsip maqashid syariah dalam praktik analisa pembiayaan adalah sebagai berikut :
Hifdzu al-maal. Memastikan dana nasabah funding aman, karena sumber dana financing berasal dari nasabah funding yang harus dijaga amanah penempatan dananya. Sehingga bank berkewajiban untuk menjaga dana nasabah funding dengan cara menempatkan/mentransaksikannya dalam pembiayaan-pembiayaan yang profitable dan nasabah yang bankable. Tentunya dengan penghitungan risiko yang memiliki prinsip prudential banking.
Hifdzu an-nafs. Memastikan nasabah mampu secara keuangan, sehingga tetap dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Jangan sampai nasabah justru mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya selama jangka waktu pembiayaan. Dengan demikian, maka pendapatan calon nasabah harus dipastikan mampu mengcover angsuran pembiayaan setelah dikurangi dengan kebutuhan hidup primer nasabah.
Hifdzu an-nasl. Memastikan nasabah masih mampu memenuhi kewajiban untuk menafkahi keluarga meskipun harus membayar angsuran pembiayaan. Prinsip ini sama dengan poin hifdzu an-nafs. Sehingga pendapatan nasabah juga harus dipastikan mampu mengcover angsuran pembiayaan setelah dikurangi dengan kebutuhan tanggungan keluarga calon nasabah.
Hifzu al-aql. Logika bunga berbasis time value of money tidaklah adil. Memastikan penambahan nilai tanpa adanya aktivitas ekonomi, begitu juga kapitalisasi akad-akad sosial dalam transaksi perbankan menjadi beberapa hal yang tidak bisa diterima oleh akal. Konsep economic value of time menjadi alternatif yang ditawarkan perbankan syariah, dengan menjadikan nilai ekonomis waktu sebagai dasar transaksi perbankan. Konsekuensinya, aktivitas ekonomi sebagai dasar penambahan harta. Tanpa aktivitas ekonomi, maka mustahil harta akan serta-merta bertambah. Maka semua akad transaksi perbankan syariah adalah akad bisnis, yang memungkinkan terjadinya penambahan harta.
Hifdzu ad-diin. Memastikan akad-akad terlaksana dengan baik sesuai dengan kebutuhan nasabah. Pembiayaan bukan sekedar memenuhi target finansial, namun lebih dari itu, untuk memberikan alternatif bagi nasabah untuk memenuhi kebutuhannya tanpa melanggar ketentuan syariat. Inilah tujuan utama perbankan syariah, menghadirkan alternative transaksi yang tidak melanggar ketentuan syariat.

Penulis: Rais Sani Muharrami, S.E.I., M.E.I (Dosen FEBI IAIN Surakarta)

Keluarga Besar FEBI IAIN Surakarta Mengikuti Spiritual Building di Lembang Jawa Barat

[ngg src=”galleries” ids=”6″ display=”basic_slideshow”]

FEBI News | Selama dua hari ini tgl 4-5 Juli 2019 keluarga besar FEBI IAIN Surakarta mengikuti acara _Spiritual Building_ yang bertempat di Hotel Green Forest Lembang Kab. Bandung Barat Jawa Barat. Acara dengan Tema “Be a Warrior not a Worrier

memberikan motivasi kepada peserta untuk selalu berbenah diri, siap dengan segala perubahan. Karena manusia diciptakan sebagai seorang pemenang bukan sebagai pecundang. Coach pada acara tersebut adalah Hernawan Iskandar, ST., CNLP., ELP. mensimulasikan bahwa betapa perubahan dalam diri manusia itu mengkhawatirkan, kurang nyaman, bahkan tidak menyenangkan. Namun apabila kita telah menyiapkan diri untuk menghadapi semua perubahan tersebut kita akan mudah untuk melewatinya. Bagi para pejuang, perubahan adalah sebuah keniscayaan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan membangun motivasi pada diri peserta. Drs. Aziz Slamet Wiyono, MM. mewakili Dekan FEBI dalam pembukaan kegiatan tersebut menyampaikan, kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun ini merupakan salah satu bekal untuk mempersiapkan tahun ajaran baru. Agar pelaksanaan pengajaran dan pelayanan yang dilakukan oleh para dosen dan karyawan FEBI semakin baik lagi.
Training yang dikemas dengan apik tersebut berhasil membuat semangat yang baru pada diri peserta.

(Dev/AMR)

Fotografer Zakky

Rapat Persiapan Penyusunan Program Kerja Tahun 2020

[ngg src=”galleries” ids=”5″ display=”basic_slideshow”]

FEBI News I Selasa 2 Juli 2019 bertempat di ruang rapat FEBI dilaksanakan rapat persiapan Penyusunan program kerja Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta tahun 2020, hadir dalam kegiatan ini Dekan FEBI Drs. H. Sri Walyoto, MM., Ph.D. Wakil Dekan 1 Drs. Azis Slamet Wiyono, SE., MM. Wakil Dekan 2 Dr. Fitri Wulandari, SE. MM. Para Kajur dan Sekjur beserta seluruh unit dan lembaga Fakultas.
Dalam sambutannya Dekan FEBI menyampaikan motivasi kepada seluruh peserta bahwa di tahun 2020 nanti seluruh program kerja harus prioritas untuk peningkatan kualitas akademik. Hal ini disambut baik oleh seluruh peserta dengan menyampaikan berbagai usulan terkait Program Kerja FEBI tahun 2020 esok.
(AMR)

Prodi PBS Gelar Simulasi Visitasi Akreditasi

 

[ngg src=”galleries” ids=”4″ display=”basic_slideshow”]

Sebagai langkah persiapan akreditasi program studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta menyelenggarakan simulasi yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Juni 2019. Pada simulasi kali ini dihadiri oleh Dr. Muh. Nashiruddin, S.Ag., MA., M.Ag selaku Ketua LPM IAIN Surakarta, Dr. Raden Lukman Fauroni, S.Ag., M.Ag selaku Kepala Pengembangan Standar Mutu IAIN Surakarta, Drs. Azis Slamet Wiyono, M.M selaku Wakil Dekan 1 FEBI IAIN Surakarta, Dr. Fitri Wulandari, SE., M.Si selaku Wakil Dekan 2 FEBI IAIN Surakarta, Budi Sukardi, S.E.I., M.S.I selaku Ketua Jurusan Perbankan Syariah FEBI IAIN Surakarta, Taufiq Wijaya S.H.I., M.S.I selaku Sekretaris Jurusan Perbankan Syariah FEBI IAIN Surakarta, dosen-dosen PBS, dan beberapa staf.

Saat itu Dr. Muh. Nashiruddin, S.Ag., MA., M.Ag berperan sebagai asesor simulasi. Beliau yang memimpin jalannya simulasi akreditasi program studi. Proses simulasi berlangsung kurang lebih selama 150 menit di ruang rapat FEBI IAIN Surakarta. Pada simulasi visitasi akreditasi program studi, penanggung jawab dokumen diharapkan dapat menyajikan bukti dokumen-dokumen maksimal 2 menit setelah asesor simulasi memintanya. Pelaksanaan simulasi visitasi akreditasi program studi dilakukan per-standar oleh ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN Surakarta. Acara ditutup oleh ketua LPM dengan memberikan hasil simulasi visitasi dan saran untuk mendapatkan target akreditasi yang diharapkan.

100 Mahasiswa FEBI Belajar Transaksi Saham bersama BEI Solo dan IPOT

Solo, 26 Juni 2019. Meskipun masa liburan kuliah masih berlangsung, namun antusiasme belajar mahasiswa FEBI IAIN Surakarta tetap tinggi. Sebanyak 100 Mahasiswa FEBI IAIN Surakarta mengikuti acara Gathering yang bertempat El Samara Coffeespace Solo, kegiatan ini berupa pembelajaran trading saham, Konsultasi aplikasi IPOT dan diskusi trading juga diisi fun Games dan pembagian doorprize.

Setiap Mahasiswa dibimbing langsung para praktisi trading dan investasi saham yaitu Dendy F. Amin, SE dari BEI Kantor Perwakilan Jateng 2 dan Wisnu R Putro dari Indopremier Sekuritas. tujuan kegiatan ini adalah praktek langsung mahasiswa FEBI IAIN Surakarta sebagai investor saham dengan munggunakan Aplikasi IPOT Indopremier Sekuritas. Selain sebagai pengetahuan akademik, belajar saham ini diharapkan mencetak para ahli trader/investor saham dari kalangan generasi muda mahasiswa FEBI IAIN Surakarta.

Hadir pada acara ini  Zakky Fahma Auliya, SE. M.M dan Asep Maulana Rohimat, M.S.I selaku  dosen FEBI yang mendampingi mahasiswa.

Halal Bi Halal ala FEBI IAIN Surakarta

Selasa, 18 Juni 2019 pukul 13.00 WIB Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mengadakan acara Halal bi Halal  plus  Diskusi Dosen dengan tema “Meningkatkan Budaya Berfikir Kritis”. Seluruh dosen dan staff akademik hadir dalam acara tersebut. Acara dihadiri oleh Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II IAIN Surakarta. Dekan FEBI, Drs. H. Sri Walyoto, MM. Ph.D., memberikan sambutan dengan menginformasikan bahwa Tahun akademik 2019/2020 ini FEBI menerima mahasiswa sekitar 1200 mahasiswa. Lonjakan mahasiswa yang luar biasa besarnya mendapat apresiasi yang tinggi dari Dr. H. Abdul Matin Bin Salman, Lc., M.Ag selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga.

Agenda halal bi halal ala FEBI IAIN Surakarta ini diprakarsai oleh tim konsorsium FEBI dan menjadi unik karena di dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan diskusi dosen dengan pemaparan materi ilmiah oleh Prof. Dr. H. Musa Asy’arie, M.A. Pesan yang disampaikan oleh pembicara adalah “Jangan pernah berhenti berpikir utk mencari solusi. Jangan pernah lari dari masalah, karena akan menimbulkan masalah baru”. Terkait dengan penerimaan mahasiswa baru FEBI sekitar 1200 mahasiswa, kita harus mulai bermigrasi ke dunia digital, sehingga bukan menjadi masalah dalam proses kegiatan belajar mengajar selanjutnya.

Umat Islam saat ini seringkali secara parsial mengambil contoh dari Rosulullah Muhammad SAW. Kadang  lupa meneladani uswatun hasanah yang komprehensif bagi kehidupan. Sebagai contoh meneladani tentang pemikirannya dalam hal sifat fathanah yang merupakan hasil dari budaya berpikir Rasulullah. Nuansa kekeluargaan tercermin kental dalam acara tersebut dengan diakhiri bersalaman antara seluruh dosen dan staf FEBI IAIN Surakarta.
(Devi/Tim Web FEBI)

Pengelola Jurnal di lingkungan FEBI IAIN Surakarta mengikuti Lokakarya Literasi Jurnal RJI 2019

 

Bertempat di Aula Rektorat IAIN Surakarta, Selasa 19 Juni 2019 Relawan Jurnal Indonesia (RJI) melaksanakan agenda nasional berupa Lokakarya Literasi Jurnal RJI 2019, agenda ini merupakan roadshow RJI ke seluruh Indonesia. Pada kesempatan kali ini RJI bekerjasama dengan Omah Jurnal IAIN Surakarta dan mengundang para pengelola Jurnal seluruh Indonesia. Hadir perwakilan secara nasional sebanyak 60 peserta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta mengutus tim pengelola Jurnal Prodi untuk ikut bagian acara tersebut.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. H. Mudofir Abdullah didampingi WR 1 dan ketua umum Omah Jurnal Dr. Yusup Rohmadi. Dalam sambutannya Rektor menyampaikan apresiasi atas agenda ini dan mengamanahkan agar para relawan pengelola jurnal menjadi bagian pintu peradaban ilmu pengetahuan yang berkualitas serta bisa menjadikan artikel jurnal yang diterbitkan menjadi manfaat secara nyata baik nasional maupun internasional.

Pembicara pertama pada lokakarya ini adalah Dr. Toto Suharto, M.Pd dari IAIN Surakarta, pembicara menyampaikan tips dan trik menulis dan publikasi di jurnal internasional. Pembicara kedua adalah Heri Nurdiyanto, S.Kom,. M.T.I dari Relawan Jurnal Indonesia menyampaikan strategi dan Persiapan Indeksasi serta Akreditasi Jurnal Nasional. Untuk diketahui bahwa RJI adalah sebuah komunitas para pengelola jurnal seluruh Indonesia yang beranggotakan dosen, peneliti, mahasiswa dan profesional.
(AMR/Tim Web FEBI)