Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta melepas mahasiswa progam MBKM FEBI tahun ajaran 2022/2023

FEBI News| Sukoharjo, (Jum’at, 29 Juli 2022) bertempat didepan halaman rektorat, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mengelar acara pelepasan mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Acara ini dihadiri oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta Prof. Dr. H. Mudofir, S.Ag., M. Pd, Kabag Akademik dan Kemahasiswaan Pudji Rudy Hartono, AKS. Beserta jajaran pimpinan FEBI turut hadir dalam acara tersebut yaitu: Wakil Dekan 1,2, dan 3, Kepala Laboratorium, Kajur, Sekjur dan Kaprodi, Kabag TU, Kasub Akademik.

Acara diawali dengan laporan panita yang diwakili oleh Khairul Imam, M.S.I selaku ketua jurusan manajemen dan akuntansi syariah menyampaikan bahwa terdapat 7 mata kuliah yang dikonversi, dan terdapat 13 perusahaan yang bekerjasama dengan FEBI. “Mahasiswa akan belajar langsung di lokasi yang sudah kami siapkan, besar harapan agar mahasiswa periode pertama ini yang mengikuti program MBKM bisa menjadi contoh dan mendapatkan ilmu baru” ungkapnya.

Acara dengan nuansa yang berbeda dan penuh semangat, pada kesempatan ini Rektor dalam sambutannya mengarahkan mahasiswa agar dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya, mempersiapkan sekiranya yang diperlukan ditempat belajar, karena berbeda dengan kondisi PPL dan Magang. Pesan beliau mulailah berkolaborasi dengan tempat mahasiswa belajar, lakukan Komunikasi yang bagus, jika belum paham maka bertanya, selanjutnya perlu ada Inovasi dimanapun tempat belajarnya. “Selamat belajar dan sukses untuk mahasiswa pilihan yang akan melaksanakan program MBKM FEBI, bawa nama baik kampus, dengan melafadzkan Bismillah bersama-sama, saya resmi melepaskan 36 mahasiswa yang telah lolos seleksi, dari prodi MBS, AKS dan PBS”. Ungkap Prof. Mudofir

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengalungan ID Card bagi mahasiswa yang mengikuti program MBKM dan Diakhir acara kami berfoto bersama dengan seluruh mahasiswa.

Gagas Rekontruksi Zakat Pertanian dan Upaya Meningkatkan Trust Masyarakat terhadap Lembaga Filantropi Islam

Penulis : Usnan, S.E.I, M.E.I dan Rizky Nur Ayuningtyas Putri, S.E., M.E.

Forum Diskusi Dosen Kembali diselenggarakan pada tanggal 29 Juli 2022 di Aula FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dengan menghadirkan Narasumber Arif Nurhayadi, S.P selaku Expertis LAZIS Jateng dab Asesor Kompetensi Amil Zakat LSP Keuangan Syariah Jakarta dan Dr. Waluyo, Lc, M.A selaku Dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara diskusi kali ini secara langsung dihadiri oleh dekan FEBI; Dr. M. Rahmawan Arifin, MSi, dan juga jajaran pimpinan baik Jurusan maupun Program Studi di lingkungan FEBI, dimulai dengan rangkaian acara pembukaan dan kemudian dilanjutkan pada inti diskusi yang dipandu oleh moderator yang juga merupakan alumni FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, M. Azwan Anas, S.Akun.

Paparan pertama disampaikan oleh Dr. Waluyo, Lc, M.A dengan tema “Rekonstruksi Zakat Pertanian” yang juga merupakan diseminasi dari judul DIsertasi “Zakat pertanian perspektif Maqashid Syariah”. Selama ini ekonomi islam masih berkutat di bidang Lembaga keuangan syariah, bidang filantropi masih belum banyak tersentuh dan dikembangkan untuk kemaslahatan umat.

Menurutnya bahwa konsep zakat pertanian dalam kitab-kitab turast tidak terlepas dari perdebatan dan perselisihan para ulama baik terkait ruang lingkup zakat pertanian, perhitungan zakat pertanian, penentuan nisab dan besaran zakat pertanian, serta posisi zakat pertanaian. Adapun untuk mengkaji zakat pertanian perspektif maqashid syariah, narasumber melakukan Langkah awal mendudukkan zakat sebagai domain “muamalah” bukan domain “ibadah” dengan didasarkan pada beberapa dalil yang menjadi pijakan. Dengan mendudukkan pada domain muamalah, maka zakat kemudian dapat direkontruksi sesuai dengan tujuan syariah (maqashid syariah). Apabila dilihat dari perspektif maqāṣid dalam zakat pertanian, maka dasar yang menjadi pegangan adalah apa yang menjadi orientasi zakat yaitu terwujudnya pemerataan kekayaan dan terhindarnya penumpakan harta di tangan orang kaya. Dengan dasar tersebut maka rekontruksi dalam riset ini berkaitan dengan dua poin yaitu objek zakat pertanian dan ketentuan nishob dan besarnya zakat yang mestinya didasarkan pada ketentuan dalam zakat emas yaitu nishob sebesar 85 gram dan besarnya zakat sebesar 2,5%. Dengan gagasan rekonstruksi ini maka diharapkan ketentuan dan kewajiban pelaksanaan  zakat pertanian akan menghindarkan dari pemungutan zakat yang tidak tepat sasaran karena para petani yang memiliki hasil pertanian netto lima wasaq realitanya masih banyak yang tergolong miskin.

Paparan kedua disampaikan oleh Arif Nurhayadi, S.P terkait bagaimana operasional Lembaga Amil Zakat (LAZ). Dalam ujian sertifikasi ahli amil terdapat standar kompetensi yang harus dipenuhi dari LAZ. Salah satu yang utama ialah Renstra Lembaga yang berlaku. Masing-masing LAZ memiliki renstra yang berbeda, tetapi memiliki ciri khas yaitu muzakki dan mustahiknya berada dalam lingkup internal Lembaga. Dalam  biaya operasional LAZ, terdapat aturan KMA Ri nomor 606/2020 dengan sumber dana zakat maksimal 12,5% dan sumber dana infaq maksimal 20%. Diharapkan Ada unit LAZ yang mengedukasi zakat kepada masyarakat agar penyalurannya tepat sasaran. Dalam konsep fundraising, apabila mustahik memiliki hubungan erat dengan muzakki akan lebih baik karena tidak hanya ada transfer dana, tapi juga ada interaksi dan transfer do’a di antara kedua belah pihak sehingga dapat membangun trust para Muzakki. Selain itu perlunya customer journey untuk memangun trust para Muzakki. Dengan penguatan tersebut LAZ akan terus berkembang dan semakin menjaga kepercayaan public terhadap Lembaga zakat.

Sesi ketiga diskusi dan tanya jawab yang diawali dari Usnan, M.E.I terkait perlunya rekonstruksi zakat dan belum optimalnya implementasi zakat pertanian di masyarakat serta evaluasi pelaksanaan strategi fundrising yang mampu menjaga kepercayaan publik. Pertanyaan kedua oleh Drs. Zaini, M.Sc terkait bagaimana mengetahui berapa zakat utama dari pendapatan dan zakat penerimaan dari mustahik. Akhir sesi diskusi dosen ditutup dengan closing statement dari Narasumber tentang penguatan peran dan strategi filantropi Islam dan adanya role model zakat pertanian dan wakaf produktif.

The Third ICIES FEBI 2022 sukses lahirkan Indonesian Islamic Economics Journal Forum (IIEJF)

FEBI News| Serangkaian agenda International Conference on Islamic Economics Studies (ICIES) ke 3 dilaksanakan serentak di Kampus FEBI UIN Raden Mas Said dengan menggelar 3 presentasi plenary session yang dimoderatori oleh Putu Widi Iswari, MM dan menghadirkan pembicara internasional yaitu Prof. Prof. M. Kabir Hassan, Ph.D., dari University of New Orleans, Prof. Dr. Muhammad Ridhwan Ab. Aziz dari University Sains Islam Malaysia serta Prof. Dian Masyita, Ph.D. dari University of Padjadjaran Bandung. Juga terlakasana 16 paralel group presentation dengan total 34 presenter. Tema yang didiskusikan diantaranya adalah Islamic Finance, Banking, and Accounting, Islamic Economics and Poverty Alleviation, Islamic Financial Development and Breakthrough Innovations, Islamic Entrepreneurship, MSMEs, and Startups in Smart Economy, Islamic Business Management (Human Resource,
Marketing, Halal Supply Chain, and Enterprise System), Islamic Economics Law, Islamic Philantrophy (Zakat, Infaq, Shodaqoh, and Waqf), Islamic Economics Thoughts, Halal Industries (Food, Tourism, Lifestyle), Islamic Marketing
Green Economy and Digital Technology, Islamic Financial Technology, Ethics of Islamic Economics, Islamic Economics and Digital Transformation.

Bersamaan dengan paralel session ini, telah digelar juga musyawarah pembentukan forum pengelola jurnal di lingkungan AFEBIS, musyawarah ini sukses melahirkan forum baru yaitu Indonesian Islamic Economics Journal Forum (IIEJF) di kampus FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, dengan ketua pertama terpilih yaitu Dr. Kuat Ismanto, M.Ag. selaku pengelola jurnal International Journal of Islamic Business and Economics UIN Abdurahman Wahid Pekalongan, dan Sekretaris Jenderal Supriyanto, M.Ud pengelola jurnal Shirkah: Journal of Economics and Business UIN Raden Mas Said Surakarta. Dalam sambutannya Dr. Kuat Ismanto mengajak seluruh pimpinan Dekan AFEBIS untuk mendukung penuh Forum ini dalam rangka memperkuat kolaborasi antar jurnal di lingkungan AFEBIS. “Target pertama adalah mengantarkan jurnal yang sudah terindeks Sinta 2 menjadi Indeks Scopus, dan Jurnal yang belum terindeks Sinta segera terindeks Sinta” ungkapnya.

Sesi selanjutnya adalah penutupan yang dilakukan secara seremonial di Graha UIN Raden Mas Said, secara simbolik Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Imam Makruf, M.Pd menutup serangkaian ICIES ini dengan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia ICIES FEBI yang telah sukses menggelar konfrensi bertaraf internasional bertempat di kampus UIN Raden Mas Said. “kedepan kita harus memperbanyak konferensi internasional sebagai bentuk internasionalisasi kampus UIN, sehingga lebih dikenal oleh masyarakat global”. pungkasnya.

Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si menyampaikan kegembiraannya karena telah sukses menggelar ICIES ke 3, terutama FEBI UIN Said telah melahirkan Forum baru yaitu Indonesian Islamic Economics Journal Forum (IIEJF) yang kedepan akan menggelar kegiatan-kegiatan kolaboratif yang bermanfaat untuk peningkatan kualitas jurnal di lingkungan AFEBIS. begitu juga Dr. Amri Syarif selaku ketua panitia menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh jajaran panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan dengan penuh dedikasi, “masih ada kekurangan namun, semuanya berjalan lancar dan sukses” ungkapnya.


Dalam Opening Ceremony, Sekjen Kemenag RI dukung ICIES ke 3 melahirkan Rekomendasi Penguatan Ekonomi Sektor Riil

Penulis: Asep Maulana Rohimat

FEBI News| Sukoharjo (27/7/2022), Agenda utama International Conference of Islamic Economics Studies (ICIES) ke 3 tahun 2022 digelar di Graha UIN Raden Mas Said Surakarta. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Nizar Ali membuka agenda ICIES ini didampingi oleh Rektor dan Dekan FEBI UIN Said. Hadir pula Wakil Rektor 3 Prof. Samsul Bakri, Para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan kampus UIN Said, Para Dekan Asosiasi Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS), pengelola jurnal, presenter, dosen, mahasiswa dan para tamu undangan.

Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, memberikan sambutan pertama pada opening ceremony yang digelar di Graha UIN Said. Menurutnya  ICIES ke 3 kali ini mengusung tema: Islamic Economy in adapting Global Changes: Developing Business Resilience and Digital Ecosystem. Alasan tema ini diusung karena dunia Ekonomi Islam  akan selalu beradaptasi sesuai perkembangan zaman, terutama sistem digital. Tercatat dalam Konferensi bertaraf internasional ini masuk 290 abstrak paper, 120 full paper, dan  51 accepted paper.  Author dan atau co author kali ini berasal dari Malayasia, Maroko, Turki, dan Indonesia. Terdapat 9 paper dari mahasiswa yang dipresentasikan juga dan perlu diapresiasi untuk level ini. “ICIES kali ini dilaksanakan di kampus FEBI yang berusia 22 tahun, karena kebanggaan kepada para presenter internasional supaya lebih kenal dengan FEBI” pungkasnya.

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta Prof. Mudofir memberikan apresiasi kepada FEBI atas terselenggaranya ICIES ke 3, ia mendorong para penulis dan peneliti dalam mendiskusikan ekonomi islam untuk beradaptasi sesuai perubahan dunia global, hal ini sejalan dengan dengan agenda kegiatan dies natalis UIN Said ke 30. Menurut Rektor, setiap peneliti dan akademisi wajib mendukung peranan ekonomi islam, ikut terlibat dalam pengembangan masyarakat, menjadi open society, dan mampu menerima perubahan. “Forum ICIES Ini harus mempertanyakan kembali fenomena ekonomi Islam di perubahan Global, dengan meneliti berbagai macam perubahan sosial dan memberikan solusinya” pungkas Rektor.

Sekjen Kemenag menyambut baik acara ini dengan mengapresiasi ICIES ke 3 dan memberikan pesan supaya menghasilkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam sektor riil, seperti dukungan terhadap industri halal seperti Halal food, fashion, media entertainment, wisata, farmasi, kosmetik dan dukungan pemulihan ekonomi pasca pandemi. Langkah nyata yang dilakukan Kementerian Agama diantaranya adalah pembentukan Badan Pengelola Jaminan Produk Halal (BPJPH).  

masih menurut Sekjen Kemenag, bahwa diperlukan Empat hal dalam pengembangan kawasan industri halal secara nasional, yaitu pertama, Pilar & infrastruktur, diantaranya kawasan ekonomi syariah di daerah. Kedua  kebutuhan SDM Industri halal, seperti auditor halal,penyelia halal, dan  juru sembelih halal. Ketiga Layanan jasa keuangan perbankan syariah, dan keempat Edukasi serta promosi halal, dengan mewujudkan mengubah masyarakat muslim Indonesia dari konsumen ke produsen.

Prof. Nizar menutup pemaparannya dengan mendorong forum konferensi ICIES ke 3 mampu melahirkan berbagai rekomendasi yang konkret untuk penguatan ekonomi syariah sektor riil, terutama kontribusi kepada masyarakat pasca pandemi.

Kegiatan selanjutnya adalah Plenarry Session yang dimoderatori oleh Putu Widi Iswari, MM dan menghadirkan pembicara internasional yaitu Prof. Prof. M. Kabir Hassan, Ph.D., dari University of New Orleans, Prof. Dr. Muhammad Ridhwan Ab. Aziz dari University Sains Islam Malaysia serta Prof. Dian Masyita, Ph.D. dari University of Padjadjaran Bandung.

Gelar Gala Dinner dan Talkshow, FEBI UIN Said bersama AFEBIS inisiasi Forum Pengelola Jurnal Ekonomi Islam

Penulis: Asep Maulana Rohimat

FEBI News| Karanganyar (26/7/2022), Rangkaian agenda pertama dalam International Conference Islamic Economics Studies (ICIES) ke 3 tahun 2022 dilakasanakan di Ramada Suites Hotel  Karanganyar, kegiatan pertama ini berkonsep Gala Dinner dan Talkshow dengan tema “How To Get Published in Reputable Journals- an overview”, menjadi pembicara utama Prof. Irwan Trinugroho Guru Besar Ekonomi UNS. Acara ini dihadiri oleh para Dekan FEBI yang tergabung dalam Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS), Para Wakil Dekan FEBI, Dosen dan staf FEBI serta pengelola jurnal dalam bidang ekonomi Islam se Indonesia.

Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si berikan sambutan pertama dalam acara ini secara hangat. Ia menyampaikan bahwa FEBI UIN Raden Mas Said sudah berusia 22 tahun dan termasuk paling tua, ICIES ke 3 kali ini merupakan agenda penting untuk menjadikan jurnal dari FEBI terindeks Scopus. Target kedepan terbentuk forum pengelola Jurnal dalam bidang ekonomi Islam. Diakhir Dekan mengucapkan selamat datang dan selamat melaksanakan konferensi internasional di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Sambutan kedua disampaikan oleh Sekjen AFEBIS Pusat Prof. Dr. Anton Bawono, atas nama AFEBIS mengucapkan terimakasih dan apresiasi terhadap event ICIES ini sebagai pertemuan yang penuh makna. Menurutnya AFEBIS telah melakukan Pertemuan sebelumnya dengan menggagas konsorsium keilmuan berbasis prodi. Adapun kali ini sebuah event mempertemukan pengelola jurnal seluruh indonesia, semoga benar-benar membentuk forum asosiasi pengelola jurnal dalam bidang ilmu ekonomi Islam. Dengan kunci semakin variatif editor, mitra bestari dalam dan luar negeri. “AFEBIS mensuport kegiatan pengelola jurnal, atas forum ini semoga berjalan lancar dan memberikan manfaat untuk semua.” Pungkasnya.

Talkshow penulisan jurnal Scopus dipandu oleh Moderator Dr. Hj. Datien Eriska Utami, M.Si. ia adalah Dosen prodi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Narasumber utama adalah Prof. Iwan Tri Nugroho memaparkan materi yang tepat untuk bekal pengelola jurnal dengan tema “How To Get Published in Reputable Journals- an overview”, Guru Besar Ekonomi UNS ini sudah banyak mempublikasikan artikel jurnalnya di Scopus berikut menjadi managing editior maupun reviewer di jurnal nasional dan internasional. Ia berikan motivasi dan trik menembus jurnal Scopus dengan mudah dan efektif.

Agenda selanjutnya adalah konferensi internasional yang akan dihadiri oleh Sekjen Kementerian Agama RI Prof. Nizar Ali, M.Ag. dan plenary session yang akan digelar dalam dua hari kedepan.

Kolaborasi FEBI bersama PBMT Solo Raya Peringati hari Koperasi ke 75, lebih dari 500 atlet PBMT Solo Raya semarakan POR 2022 di Kampus UIN Raden Mas Said

Penulis: Asep Maulana Rohimat

FEBI News| Sukoharjo (23/7/2022), event Pekan Olah Raga (POR) Perhimpunan BMT Koordinator Wilayah Sukoharjo digelar secara semarak di Kampus UIN Raden Mas Said Surakarta pada hari Sabtu bertepatan dengan peringatan hari Koperasi ke 75. Terpantau lebih dari 500 peserta POR memeriahkan acara ini sebagai perwakilan pegiat BMT dari 7 Kabupaten/ Kota.

Hadir dalam acara ini Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Wakil Dekan 2 FEBI Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd. Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Rektorat UIN Raden Mas Said Surakarta H. Pudji Rahardjo Rudi Hartono, AKS. Sutarto, A.Md. Ketua PBMT MPD Solo Raya, Nur Isnaini, SE. Sekretaris PBMT MPD Soloraya, Mulyoto, A.Md. Bendahara PBMTI Soloraya. Serta seluruh pengurus PBMT, tamu undangan, panitia POR, dan official.

Dalam upacara seremoni pembukaan POR dihadiri juga oleh seluruh ketua Korwil PBMT, yaitu Haris Darmawan, S.E.(Ketua PBMTI MPD Boyolali), M. Indarto, A.Md ketua PBMTI MPD Karanganyar., Suprihatin, SE., MM. Ketua PBMTI MPD Wonogiri., H. Wisnu Dewantoro, S.Sos., M.E.Sy., ketua PBMTI MPD Sukoharjo, Ma’mun Murod, S. Ag.,ketua PBMTI MPD Klaten, Agus Suhartono, S.E. Ketua PBMTI MPD Sragen beserta seluruh jajaran pengurus lainnya.

Ketua PBMT MPD Solo Raya Sutarto sekaligus panitia pengarah berikan sambutan pertama dengan menyatakan bahwa kegiatan POR ini merupakan acara silaturahim tahunan, Sekaligus memperingati hari koperasi indonesia ke 75. Ia melaporkan sebanyak 98 BMT se Solo Raya dengan Total asset yang dikelola lebih dari 2.5 trilyun rupiah. “Tujuan utama agenda POR ini adalah silaturahim dan menjaga kebugaran para insan pegiat BMT sehingga semua bisa saling kenal dan bekerjasama” pungkasnya.

Rektor UIN Raden Mas Said yang diwakili oleh Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si memberikan sambutan yang hangat terhadap kegiatan POR ini, menurutnya event POR PBMT ini mampu berikan kemeriahan bagi suasana kampus UIN. Terutama di usia UIN yang ke-2 ini, kampus membutuhkan kegiatan-kegiatan kolaborasi bersama banyak pihak, terutama dengan PBMT Solo Raya yang menyelenggarakan kegiatan ini. “Khusus FEBI, semester ini sudah melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk itu BMT bisa menjadi mitra kampus merdeka bagi mahasiswa FEBI, para manajer BMT menjadi dosen dan akan mendapatkan gaji dari FEBI” yang kemudian direspon dengan tepuk tangan meriah dari ratusan peserta dan panitia.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kab Sukoharjo Iwan Setiyono, M.Hum, ia menyampaikan apresiasai terhadap Sinergitas antar para pengelola BMT yang telah menggelar kegiatan POR di kampus UIN Raden Mas Said. “selamat melaksanakan pekan olah raga, semangat…” pungkasnya.

Acara POR resmi dimulai pukul 09.00 di berbagai venue olah raga kampus UIN serta gedung FEBI dan secara resmi ditutup pada pukul 16.30 WIB. Melansir informasi dari panitia POR, Kontingen PBMT Kab. Wonogiri menjadi juara umum dalam kegiatan POR tahun 2022 ini dengan meraih 3 emas dan 2 perak.

Info Kejuaraan POR SOLORAYA tahun 2022:
Lomba Tarik Tambang:
Juara 1. Kab. Klaten
Juara 2. Kab. Wonogiri

Jemparingan:
Juara 1. Kab. Wonogiri
Juara 2. Kab. Klaten

Tenis Meja
Juara 1. Kab. Wonogiri
Juara 2. Kab. Karanganyar

Bola Volly
Juara 1. Kab. Wonogiri
Juara 2. Kab. Sragen

Lomba Hitung Uang
Juara 1. Kab. Karanganyar
Juara 2. Kab. Klaten

Futsal
Juara 1. Kab. Sukoharjo
Juara 2. Kota Solo

Badminton
Juara 1. Kab. Boyolali
Juara 2. Kab. Wonogiri

Sumber: Jajang (Panitia POR)