Prodi Akuntansi Syariah inisasi pembentukan Tax Center di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Sa’id Surakarta

FEBI News|FEBI UIN Raden Mas Said kembali membuat inovasi baru dalam pengelolaan pajak. Kali ini adalah pembentukan Tax Center yang diinisiasi oleh Prodi Akuntansi Syariah. Pembentukan lembaga baru ini diawali dengan pertemuan sekaligus pembahasan MoA antara FEBI dengan Kanwil DJP Jawa Tengah pada Jum’at (26/11/2021). Hadir dalam pertemuan ini Kanwil DJP II Jawa tengah Surakarta yang diwakili oleh Muhammad Afif Fauzi, SIP selaku Kasi Kerjasama dan Humas, Mukhamad Wisnu Nagoro dan Festian Nugi selaku staff Sesi Kerjasama dan Humas. Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin. M.Si dan Wakil Dekan II Dr.Hj. Woro Retnaningsih. S.Pd. KaProdi Akuntansi Syariah Anim Rahmayati, M.Si sekretaris prodi Fitri Laela wijayati, M.Si dan Ketua Tax Center Indriyana Puspitosari, M.Si.

Dalam acara tersebut Dekan FEBI Dr M.Rahmawan Arifin memberikan arahan berkaitan dengan inisiasi pembentukan Tax Center ini. Dekan menyampaikan potensi kegiatan tax center ini akan bermanfaat untuk seluruh lingkungan Universitas, diantaranya untuk membantu wajib pajak dalam hal pelaporan dan pembayaran pajak baik dalam lingkungan internal universitas maupun lingkungan eksternal kampus terutama UMKM. Dekan juga menyampaikan berkaitan dengan program program fakultas salah satunya berkaitan dengan uji kompetensi serta peningkatan skill bagi mahasiswa prodi Akuntansi dalam bidang perpajakan.

Pihak DJP pun menyambut baik hal tersebut dengan mensinergikan program DJP berkaitan dengan edukasi dan kegiatan tri dharma perguruan tinggi. Di akhir acara kegiatan ini akan ditindak lanjuti dengan pembentukan MoA antara kanwil DJP II Jawa tengah dengan universitas dalam rangka pembentukan tax center FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Informasi dan Jadwal Kuliah PTM Terbatas FEBI 2021

Informasi dan Jadwal Kuliah PTM Terbatas FEBI 2021:

  1. Perkuliahan Tatap Muka (PTM) Terbatas FEBI dimulai pada tanggal 22 November 2021 – 10 Desember 2021.
  2. Pelaksanaan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) Terbatas FEBI hanya diperuntukkan bagi mahasiswa semester 1 dan 3 yang telah memenuhi persyaratan (peserta PTM Terbatas).
  3. Adapun persyaratan Kelas untuk dapat menjadi peserta PTM Terbatas minimal 10 mahasiswa
  4. Jadwal dan peserta PTM Terbatas FEBI terlampir

Prodi Akuntansi Syariah Sosialisasikan Tiga Jenis PPL di tahun 2021: Partisipatif, Kolaboratif dan Magang Kerja

FEBI News| Jum’at 19 November 2021, Prodi Akuntansi Syariah menyelenggarakan sosialisasi PPL bagi mahasiswa. Informasi yang disampaikan adalah pelaksanaan PPL yang akan dielenggaran pada tanggal 20 Desember 2021 sampai dengean 20 Januari 2022. Dalam acara tersebut Kapordi Akuntansi Syariah Anim Rahmayati, M.Si selaku narasumber menyampaikan sejumlah informasi mengenai model PPL yang mahasiswa dapat ikuti yaitu PPL Partisipatif, PPL kolaboratif dan magang kerja. Banyaknya model PPL kali ini adalah untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memilih model PPL yang mahasiswa minati. Selain hal tersebut Anim Rahmayati menyampaikan mengenai mekanisme pelaksanaan PPL untuk memberikan gambaran mengenai tahapan-tahapan PPL yang akan mahasiswa jalani.

Dari kegatan tersebut pun tergali informasi dari mahasiswa seputar kendala yang dihadapi yang berkaitan dengan pengajuan PPL pada lokasi PPL maupun prosedur PPL yang belum haasiswa pahami. Di akhir acara Ibu Anim menyampaikan bahwa proses PPL ini merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman baru seputar dunia kerja yang diharapkan mahasiswa mampu mengaplikasikan teori yang selama ini didaptkan di kelas dengan praktek lapangan yang terjadi dan mampu untuk menganalisis dan memberiakn solusi atas permasalahn yang terjadi di lapangan berkaitan dengan bidang tugas yang akan mahasiswa lakukan pada kegiatan PPL ini. (Fitri)

Peringati Bulan Legislatif, SEMA FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta gelar Studi Banding Bersama SEMA FEBI UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

FEBI NEWS| Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (SEMA FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta telah sukses menggelar Studi Banding bersama SEMA FEBI UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dengan tema “Strengthening Relationships And Increasing Insight Of Legal Products.” Acara ini telah dilaksanakan pada Kamis (11/11/2021) secara online melalui media zoom meeting. Perlu diketahui bahwasannya acara Studi banding ini merupakan serangkaian dari acara pada Bulan Legislatif SEMA FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Digelarnya acara tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antar organisasi Senat Mahasiswa (SEMA) FEBI se-PTKIN di Indonesia.

Berawal dari sambutan oleh Wakil Dekan III FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta yaitu Ibu Septin Puji Astuti, S.Si., M.T., Ph.D. dan Wakil Dekan III FEBI UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yaitu Bapak Dr. Wazin Baihaqi, M.Si., acara pun dimulai dengan khidmat. Kemudian dilanjut dengan perkenalan komisi-komisi dan para pengurus yang ada di masing – masing SEMA FEBI periode 2020-2021. Kegiatan studi banding sendiri dilakukan dengan sistem breakout dari zoom meeting agar keduanya bisa lebih leluasa untuk sharing proker, menjelaskan keluh-kesah serta kendala-kendala yang dialami selama menjabat, demi membangun SEMA FEBI yang lebih baik kedepannya. Adapun break out terbagi menjadi 4 room, diantaranya yaitu room 1 diisi oleh Badan Pengurus Harian SEMA FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, room 2 oleh Komisi 1 Undang-undang dan Legislasi, room 3 diisi oleh humas dan media informasi, dan room 4 diisi oleh Aspirasi Advokasi dan Organisasi Pengawasan dengan Kontroling aspirasi dan budgeting.

Studi banding tersebut direspon positif dan terbuka oleh kedua belah pihak sehingga mereka saling mendapatkan pengalaman, wawasan, dan pandangan baru sebagai bekal untuk berorganisasi dalam lembaga legislatif di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Selain itu, harapan besar dari kegiatan ini ialah terjalinnya silaturahim antar Organisasi Senat Mahasiswa (SEMA) agar bisa menjadi insan organisatoris yang lebih maju.

Redaktur : Annisa FM/KJF

Hadirkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu RI, Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam gelar Current Issues Discussion

FEBI News| Bertempat di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo, Rabu (03/11/2021) Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (SEMA FEBI) sukses menggelar Current Issues Discussion sebagai bagian dari serangkaian acara dibulan legislatif. Acara tersebut berlangsung dengan diawali oleh sambutan dari Vela Retna Widyastuti selaku Ketua Umum SEMA FEBI, kemudian dilanjutkan dengan Opening speech yang disampaikan oleh Bapak Dr. M. Rahmawan Arifin, SE., M.Si., selaku Dekan FEBI, serta penyampaian keynote speech oleh Bapak Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Mudofir,S. Ag.,M.PD.

Suksesnya acara Current Issues Discussion ini tentunya didukung oleh hadirnya Dr. Alfitra Salam, APU yang merupakan anggota DKPP RI sekaligus sebagai Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia dan Luluk Nur Hamida, M,Si., M.PA.  anggota DPR RI IV/ FPKB Sekjen Kaukus Perempuan Parlemen RI, selaku pemateri. Selain itu juga turut hadir sejumlah mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta serta Bawaslu dan KPU Se-Solo Raya.

Pada kesempatannya, Materi pertama sempat disampaikan oleh Bapak Dr. Alfitra Salamm, APU dengan topik “Pentingnya Politik Milenial”. Beliau menyampaikan materi serta memberikan motivasi bagi generasi milenial agar bisa menjadi penggerak maupun agen perubahan bagi negara. Selanjutnya Ibu Luluk Nur Hamida, M,Si., M.PA, turut menyampaikan materi terkait kepemimpian perempuan. Dimana saat ini peran perempuan sebagai aktivis kampus ataupun dalam pemerintahan masih dianggap sebelah mata dan jarang dilirik media, padahal realitanya peran perempuan ialah sebagai agen multisektor yang memiliki banyak pekerjaan. Materi yang disampaikan oleh Ibu Luluk ini seolah mampu membuka wawasan mahasiswa terkait peran perempuan dalam kepemimpinan sekaligus menutup rangkaian acara tersebut.

Redaktur ; Linda DF/KJF

Tingkatkan Wawasan legislatif Ormawa, Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam gelar Training of Senator

FEBI NEWS| Bulan Oktober seolah Menjadi bulan Legislatif bagi Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Pasalnya di bulan tersebut, terdapat beberapa serangkaian agenda yang telah dilaksanakan oleh SEMA FEBI. Agenda tersebut ialah Training Of Senator yang dilaksanakan selama dua hari berturut turut dengan mengundang pemateri yang begitu hebat serta ahli dibidangnya. Sedangkan tema yang diangkat ialah “Terbinanya legislatif yang berjiwa nasionalis, kritis, aspiratif, dan berintegritas”.

Training of Senator di hari pertama telah diselenggarakan dengan sukses pada Rabu (27/10/2021), tepatnya di Gedung Graha UIN Raden Mas Said Surakarta yang dikuti oleh mahasiswa FEBI dari semester 1-5. Acara tersebut diawali dengan adanya grand opening yang dibuka oleh Senat Mahasiswa UIN Raden Mas Said serta persembahan tari dari anggota SEMA FEBI. Kemudian dilanjut dengan penyampaian materi, yuang pada kesempatannya, pemateri atau bapak Ludiro Sri Pamungkas, S.Sy, sempat menyampaikan terkait Good Student Governence serta Aditya Pratama, S.H dengan materi persidangan. Materi yang disampaikan di hari pertama sangat membuka wawasan mahasiswa dalam bidang kelegislatifan.

Sedangkan pada hari kedua telah dilaksanakan pada Kamis (28/10/2021) yang dihadiri oleh pemateri Ali Maskur,S.Kom.I dengan materi advokasi dan Gerakan mahasiswa serta Nur Rifai,S.E dengan materi pembentukan peraturan perundang undangan. Materi pada hari kedua ini lebih meningkatkan lagi wawasan mahasiswa terkait perundang-undangan. Setiap selesainya materi yang disampaikan selalu diadakan Focus Group Discussion serta praktik untuk seluruh peserta guna melatih kreatifitas dan tingkat kritig mahasiswa serta lebih memahami materi yang disampaikan.

Redaktur : Beni Suci/KJF

Kolaborasi bersama Perbankan Syariah, FEBI dorong HEBITREN kembangkan Bisnis Minimarket Modern

FEBI News | Bertempat di Pondok Pesantren Al-Barokah Sukoharjo, FEBI UIN Raden Mas Said bersama HEBITREN Soloraya gelar acara sosialisasi dan koordinasi pengembangan bisnis pesantren bersama Pimpinan dan Perwakilan Pengasuh Pondok Pesantren se Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri. Tercatat lebih dari 80 orang perwakilan menghadiri acara yang digelar pada Selasa (16/11/2021) di Aula Pondok. Turut hadir dalam acara ini Dekan FEBI UIN RM Said Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Wakil Dekan 2 Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd., Kabag TU Nurhidayatiningsih, M.H., Tim Dosen FEBI Asep Maulana Rohimat, M.S.I, Moh. Irsyad, M.E serta Lailaturahmah, SE. Hadir Pula Ketua HEBITREN Soloraya KH. Miftahulhuda, Wakil Ketua KH. Sutrisno Yusuf, M.Pd, beserta para pengurus lainnya. Sebagai perwakilan Pemerintah hadir pula Kasi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kab. Sukoharjo serta perwakilan Bank Syariah Indonesia Cabang Solo.

Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si berikan sambutan sekaligus arahan terkait peran FEBI UIN RM Said dalam pengembangan bisnis pesantren. Menurutnya acara di Pondok Al-Barokah ini merupakan acara ke-10 yang dilakukan oleh FEBI dan HEBITREN. Acara kali ini dilaksanakan untuk menguatkan dan mensosialisasikan dukungan FEBI selaku Perguruan Tinggi kepada program-program HEBITREN. Salah satu dukungannya adalah pembuatan website hebitren-soloraya.id juga media sosial untuk media promosi produk-produk bisnis pesantren. Selain itu, FEBI juga sedang membuat buku direktori potensi bisnis pesantren berbasis riset, yang nantinya akan digunakan oleh berbagai stake holder dalam pengembangan bisnis pesantren. “FEBI juga akan mengundang Para anggota HEBITREN untuk hadir di Kampus FEBI dalam rangka pelatihan mutu produksi dan marketing bisnis pesantren”. Pungkas Dekan FEBI

Ketua HEBITREN Soloraya, KH Miftahulhuda menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung HEBITREN, “niat kita semua adalah berkolaborasi untuk bergerak bersama mengembangkan bisnis pesantren, hari ini kita akan mendengarkan penjelasan dan peran BSI untuk mendorong bisnis pesantren, serta penjelasan Indogrosir dalam hal bisnis retail mini market modern”. Ungkap Kyai Pimpinan Pondok Al-Hikmah tersebut. HEBITREN dan FEBI UIN Raden Mas Said berkomitmen melakukan kolaborasi yang intens untuk mengembangkan bisnis pesantren di Soloraya, tujuan utama agar pondok pesantren bisa mandiri dalam bidang ekonomi dan mampu berikan efek positif bagi pertumbuhan ekonomi bangsa.

Laksanakan Tridarma Perguruan Tinggi, FEBI dampingi HEBITREN Soloraya dalam Pengembangan Bisnis Mini Market Pesantren

FEBI News| Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam bersama HEBITREN Soloraya gelar acara Kolaborasi Pengembangan Ekonomi dan Bisnis Pesantren di Pondok Pesantren Darul Qur’an Ngrampal Sragen. Acara dilaksanakan pada Kamis (11/11/2021) di Pendopo Pondok Darul Qur’an Sragen. Hadir dalam acara ini Ketua HEBITREN Soloraya KH. Miftahul Huda, Ustadz Zakky selaku Ketua Yayasan beserta Ustadz Bambang Tri Wahyudi selaku pengasuh Pondok Darul Qur’an Sragen dan Tim Dosen FEBI Asep Maulana Rohimat, M.S.I. Hadir sebagai peserta 50 perwakilan Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren se Kabupaten Sragen.

Dalam Acara kali ini, HEBITREN Soloraya mengundang tim Indogrosir untuk menyampaikan presentasi terkait program bisnis retail yang mereka kelola. Untuk diketahui bahwa HEBITREN Soloraya membuat program pengembangan bisnis retail untuk Pondok Pesantren, dengan harapan agar kebutuhan sehari-hari pondok bisa dikelola secara mandiri dan menguntungkan pihak pondok.

Ketua HEBITREN Soloraya, KH. Miftahulhuda menyampaikan dukungan dan dorongan kepada para pimpinan Pondok untuk tidak segan mengelola bisnis Pesantren sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh Pondok tersebut, dengan catatan pondok tidak hilang jatidirinya sebagai lembaga pendidikan agama yang kuat. “Pondok harus tampil didepan dalam mengelola kebutuhan sehari-hari sebagai potensi bisnis.” Ungkapnya.

Sebagai Perwakilan tim Dosen FEBI UIN Raden Mas Said, Asep Maulana Rohimat, M.S.I berikan sambutan dan pengantar dalam acara ini. Ia menyampaikan bahwa FEBI sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki tiga program pokok, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Ketiga program tersebut sangat tepat dilakukan secara kolaborasi bersama HEBITREN Soloraya dan semua stake holder terkait, salah satu bentuknya adalah pengajaran teori-teori bisnis Islam modern kepada para pengelola bisnis pesantren, kemudian penelitian potensi-potensi bisnis yang khas dimiliki oleh pondok pesantren, setelahnya adalah pendampingan pengembangan bisnis kepada pondok pesantren sebagai bentuk dari pengabdian masyarakat.

Siapkan Mahasiswa Mandiri bermental Pejuang, FEBI kunjungi Pondok Pesantren Darul Latief Ar Rosyid Banyuwangi

FEBI News| Dalam rangka penyelenggaraan Kegiatan Benchmarking, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Darul Latief Ar Rosyid Banyuwangi.

Pesantren Darul Latief Ar Rosyid merupakan pesantren yang dirintis dan dikelola dari nol oleh seorang Kyai lulusan Pesantren Gontor dan lulusan Al-Azhar Mesir. Terdiri dari lima tingkatan pendidikan mulai dari Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Madrasah Diniyah. Dari kelima tingkat pendidikan tersebut, pesantren ini memiliki jumlah santri sebanyak 400 lebih santri yang dididik oleh 54 pengajar (ustadz dan ustadzah). Dalam hal sistem pendidikan yang diterapkan di pesantren, meskipun Pak Kyai Rosyid berasal dari latar  pendidikan Gontor dan Al Azhar, namun beliau tetap menyesuaikannya dengan nilai-nilai lokal dan budaya sekitar. Sehingga, keberadaan pesantren dapat diterima oleh masyarakat dengan tangan terbuka.

Kegiatan Benchmarking ke pesantren ini diikuti oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta Bapak Dr. M. Rahmawan Arifin. S.E.. M.Si.,  Wakil Dekan 2 Dr.Hj. Woro Retnaningsih,M.Pd, pengelola Pesmadin (Pesantren Mahasiswa Diniyah FEBI) Ust. Nur Hidayah Al Amin, M.E.Sy. disertai oleh Ketua dan Sekretaris Program Studi, perwakilan Dosen dan perwakilan dari tenaga kependidikan FEBI.

Agenda dibuka oleh Dekan FEBI Bapak Dr. M. Rahmawan Arifin. S.E.. M.Si. Dalam sambutan dan pembukaannya, ia menyampaikan bahwa Pesantren Darul Latief Ar Rosyid ini didirikan dengan komitmen kemandirian sang pendiri yaitu kyai Rosyid, yang dengan komitmen kemandirian ini diharapkan akan menjadi ruh bagi para santri ke depan. Beliau juga menyampaikan bahwa Kyai Rosyid adalah putra dari keluarga yang mapan yang merupakan salah satu anggota DPR RI. Namun, beliau memilih melepas dari kemapanan keluarga dan mendedikasikan dirinya untuk mengabdi kepada umat.

Dr. M. Rahmawan Arifin menegaskan, bahwa kemandirian dan perjuangan merupakan hal penting dalam mendidik anak didik sebagai bekal kehidupan, hadirnya FEBI di lingkungan pesantren Darul Latief Ar Rosyid ini bertujuan untuk menggali sekaligus mencontoh kemandirian Pak Kyai Rosyid dalam membangun pesantren dan mendidik santri, agar dapat kita tularkan dan terapkan kepada mahasiswa dan santri PESMADIN di FEBI.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan oleh Bapak Kyai Fakhir Ahmad Rosyid, Lc. Dimana beliau menyampaikan bahwa Pondok pesantren ini didirikan dengan tujuan awal untuk memenuhi cita cita orang tua. Dengan harapan bahwa pesantren ini dapat menjadi tempat pendidikan agama bagi masyarakat sekaligus dapat membantu masyarakat sekitar yang kurang mampu. Beliau melanjutkan, bahwa awal pendirian dan pendanaan pondok pesantren Darul latief Ar Rosyis bersumber dari zakat mal keluarga besar. Dan dalam organisasi kepengurusan pesantren, ia melepaskan peran keluarga  besar agar pesantren bebas dari adanya KKN, sehingga beliau fokus memperbanyak pemberdayaan orang luar dan masyarakat sekitar, serta pemberdayaan alumni dan lulusan pesantren. Karena menurut beliau, untuk menjadi seorang ustadz dan kyai itu bukan karena keturunan, melainkan dilakukan dengan sistem kaderisasi dan pendidikan. Yang mana, hal ini sejalan dengan tujuan mendirikan pesantren, dimana pesantren didiran bukan untuk kepentingan dan keuntungan keluarga, melainkan untuk kepentingan dan kebutuhan umat.

Selanjutnya, acara diakhiri  dengan melakukan kunjungan di lingkungan pesantren, dari mulai ruang kelas, masjid, dapur santri, asrama, kantin santri, penginapan tamu, hingga sawah dan tanah yang dimiliki pesantren.